Anda di halaman 1dari 11

BAB I

FILSAFAT
PANCASILA
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Galieh Damayanti, S.H., M.H.

TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti perkuliahan ini, anda diharapkan
dapat memahami dan menjelaskan tentang :
1. Definisi dan Karakteristik Filsafat
2. Filsafat sebagai kerangka berpikir
3. Pokok-pokok Filsafat Pancasila
4. Aktualisasi Filsafat Pancasila

1. DEFINISI & KARAKTERISTIK


FILSAFAT
A. DEFINISI FILSAFAT
Etimologis

Falsafah (Arab), Philosophy (Inggris), Philosophia


(Latin)
Philein : mencintai, Sophia : kebijaksanaan
Istilah philosophos digunakan Phytagoras lover of

wisdom
Filsafat

merupakan kerangka berpikir (mode of


thought) mendalam mengenai segala hal yang ada,
yang meliputi Tuhan, alam dan manusia

(Lanjutan)
Pengertian Pokok Filsafat (Kaelan, 2013) :
Filsafat sebagai PRODUK (Genetivus

Subjectivus) hasil pemikiran


manusia, bersifat statis.
Filsafat sebagai PROSES (Genetivus

Objectivus) sistem pengetahuan


yang dinamis (aktivitas berfilsafat)

(Lanjutan)
B. KARAKTERISTIK FILSAFAT

sampai

pada suatu kesimpulan yang


sifatnya paling umum.
Radikal
mendalam sampai pada
hakikatnya
Spekulatif
perekaan yang masuk
akRasional sifat rasional dalam filsafat
terbuka untuk dikritik.
Kritis mempertanyakan segala sesuatu,
termasuk
problema-problema
yang
dihadapi manusia.

PENGERTIAN FILSAFAT
PANCASILA
Pengertian Filsafat Pancasila :
Objek Forma

Pembahasan Pancasila secara filsafati, sampai dengan hakikat


yang terdalam, yang bersifat essensial, abstrak serta universal,
tetap dan tidak berubah.
Objek Materi

Suatu sistem pemikiran yang rasional, sistematis, terdalam, dan


menyeluruh tentang hakikat bangsa, negara, dan masyarakat
Indonesia berdasarkan nilai-nilai yang hidup di Indonesia.

2. BEBERAPA PEMIKIRAN
TENTANG FILSAFAT PANCASILA
A. Soediman Kartohadiprodjo
Pancasila adalah filsafat bangsa Indonesia dalam arti
pandangan dunia. Sebagai suatu pandangan dunia, filsafat
Pancasila bersistem dan sila-sila Pancasila kait- mengkait
secara bulat. Kebulatannya itu menunjukkan hakikat
maknanya sedemikian rupa sehingga bangunan filsafat
Pancasila itu substansinya memang sesuai dengan jiwa
bangsa Indonesia turun-temurun.
B. Notonagoro
Pancasila merupakan asas pandangan dunia, pandangan
hidup, buah hasil perenungan jiwa yang mendalam, buah
hasil penelaahan cipta yang teratur dan seksama di atas basis
pengetahuan dan pengalaman hidup yang luas.

(Lanjutan )
C. N. Drijarkara
Pancasila inherent pada eksistensi manusia yang tidak terlepas
dari keadaan konkrit tertentu. Untuk menunjukkan akses
manusia ke arah Pancasila, Drijarkara memulai dengan
eksistensi manusia yang cara mengadanya adalah adabersama, bukan antara aku dan engkau melainkan ada
bersama dalam aku-engkau. Bahwa manusia tidak hanya
meng-aku melainkan dalam peng-aku-an itu selalu memuat
engkau, manusia meng-aku sekaligus meng-kita. Aku-Kau
menjadi Kita.
D. Soekarno
Pancasila adalah wawasan kebangsaan yang teristimewa
dalam pengkhususan sebagai filsafat persatuan.

AKTUALISASI
FILSAFAT PANCASILA
Pemikiran filsafat berguna untuk menjelaskan isu-isu

global
seperti
kebebasan,
HAM,
demokrasi,
kemajuan serta modernitas dalam perspektif filsafat.
Pancasila
berfungsi sebagai sudut pandang,
pengusahaan ilmu pengetahuan masuk ke dalam
matriks Pancasila yang berbasis Ketuhanan Yang
Maha Esa dan berpuncak pada Keadilan Sosial bagi
Seluruh Rakyat Indonesia.
Pancasila relevan diimplementasikan dalam berbagai
bidang kehidupan, bahkan harus ditingkatkan ke
taraf yang lebih baik.

REFERENSI / LITERATUR :
1. Darji

Darmodiharjo dan Shidarta. PokokPokok Filsafat Hukum. 2006. Jakarta :


Gramedia Pustaka
2. Kaelan. Negara Kebangsaan Pancasila. 2013.
Yogyakarta : Paradigma
3. Tim
Nasional
Dosen
Pendidikan
Kewarganegaraan.
Pendidikan
Kewarganegaraan. 2011. Bandung : Alfabeta
4. Winarno. Pendidikan Pancasila di Perguruan
Tinggi. 2012. Surakarta : Yuma Pustaka

POST TEST
1. Jelaskan karakteristisktik filsafat (minimal

tiga) !
2. Bagaimanakah konsep pemikiran Pancasila
menurut Soediman Kartohadiprodjo dan
Soekarno ?
3. Bagaimana
anda
mengaktualisasikan
Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara ?