Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PENDAHULUAN

DEFISIT PERAWATAN DIRI (DPD)


1. Pengertian
Defisit perawatan diri pada pasien dengan gagguan jiwa merupakan deficit
peraatan diri yang terjadi akibat adanya perubahan proses pikir sehingga
kemampuan untuk melakukan aktivitas perawatan diri menurun (Keliat dan akemat
2007).
(Depkes 2000). Defisit perawatan diri adalah gangguan kemampuan untuk
melakukan

aktifitas

perawatan

diri

(mandi,berhias,makan,toileting)

(Nurjannah,2004).
Menurut Poter. Perry (2005), Personal hygiene adalah suatu tindakan untuk
memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk kesejahteraan fisik dan
psikis, kurang perawatan diri adalah kondisi dimana seseorang tidak mampu
melakukan perawatan kebersihan untuk dirinya ( Tarwoto dan Wartonah 2000 ).
2. Klasifikasi Perawatan Diri
a. Mandi / kebersihan
Kurang perawatan diri (mandi) adalah gangguan kemampuan untuk
melakukan aktivitas mandi/kebersihan diri.
b. Mengenakan pakaian / berhias.
Kurang perawatan diri (mengenakan pakaian) adalah gangguan kemampuan
memakai pakaian dan aktivitas berdandan sendiri.
c. Makan
Kurang perawatan diri (makan) adalah gangguan kemampuan untuk
menunjukkan aktivitas makan.
d. Toileting
Kurang perawatan diri (toileting) adalah gangguan kemampuan untuk
melakukan atau menyelesaikan aktivitas toileting sendiri.
(Nurjannah : 2004: 79 ).
3. Etiologi
Menurut Tarwoto dan Wartonah, (2000) Penyebab kurang perawatan diri
adalah sebagai berikut :
1. Kelelahan fisik.
2. Penurunan kesadaran.
Menurut Depkes (2000: 20), penyebab kurang perawatan diri adalah:
1. Faktor prediposisi
a. Perkembangan

Keluarga

terlalu

melindungi

dan

memanjakan

klien

sehingga

perkembangan inisiatif terganggu.


b. Biologis
Penyakit kronis yang menyebabkan klien tidak mampu melakukan
perawatan diri.
c. Kemampuan realitas turun
Klien dengan gangguan jiwa dengan kemampuan realitas yang kurang
menyebabkan

ketidakpedulian

dirinya

dan

lingkungan

termasuk

perawatan diri.
d. Sosial
Kurang dukungan dan latihan kemampuan perawatan diri lingkungannya.
Situasi lingkungan mempengaruhi latihan kemampuan dalam perawatan
diri.
2. Faktor presipitasi
Yang merupakan faktor presiptasi deficit perawatan diri adalah kurang
penurunan motivasi, kerusakan kognisi atau perceptual, cemas, lelah/lemah
yang dialami individu sehingga menyebabkan individu kurang mampu
melakukan perawatan diri. Menurut Depkes (2000: 59) Faktor faktor yang
mempengaruhi personal hygiene adalah:
a. Body Image
Gambaran individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi kebersihan diri
misalnya dengan adanya perubahan fisik sehingga individu tidak peduli
dengan kebersihan dirinya.
b. Praktik Sosial
Pada anakanak selalu dimanja dalam kebersihan diri, maka kemungkinan
akan terjadi perubahan pola personal hygiene.
c. Status Sosial Ekonomi
Personal hygiene memerlukan alat dan bahan seperti sabun, pasta gigi,
sikat gigi, shampo, alat mandi yang semuanya memerlukan uang untuk
menyediakannya.
d. Pengetahuan
Pengetahuan personal hygiene sangat penting karena pengetahuan yang
baik dapat meningkatkan kesehatan. Misalnya pada pasien penderita
diabetes mellitus ia harus menjaga kebersihan kakinya.
e. Budaya
Di sebagian masyarakat jika individu sakit tertentu tidak boleh
dimandikan.
f. Kebiasaan seseorang

Ada kebiasaan orang yang menggunakan produk tertentu dalam


perawatan diri seperti penggunaan sabun, sampo dan lainlain.
g. Kondisi fisik atau psikis
Pada keadaan tertentu/sakit kemampuan untuk merawat diri berkurang
dan perlu bantuan untuk melakukannya.
4. Tanda dan Gejala
1. Mandi / hygiene
Klien mengalami ketidakmampuan dalam membersihkan badan, memperoleh
dan mendapatkan sumber air, mengatur suhu, atau aliran air mandi,
mendapatka perkengkapan ar mandi, mengeringlan tubuh, serta masuk dan
keluar kamar mandi.
2. Berpakaian / berhias
Klien mempunyai kelemahan dalam meletakan atau mengambil potongan
pakaian, menanggalkan pakaian,serta memperoleh atau menukar pakaian.
Klien juga memiliki ketidakmampuan untuk mengenakan pakaian dalam, tidak
mampu bersisir, memilih pakaian, menggunakan alat tambahan, menggunakan
kancing tarik, melepaskan pakaian, menggunakan kaos kaki, mempertahankan
penampilan pada tingkat yang memuaskan, mengambil pakaian dan
mengenakan sepatu.
3. BAB / BAK
Klian memiliki keterbatasan atau ketidakmampuan dalam mendapatkan jamban
atau kamar kecil, duduk atau bangkit dari jamban, manipulasi pakaian untuk
toileting, membersihkan diri setelah BAB dan BAK dengan tepat, dan
menyiram toileting atau amar mandi. Keterbatasan keperawatan diri diatas
biasanya diakibatkan karena stressor yang cukup berat dan sulit ditangani oleh
klien, sehingga drinya tidak mau mengurus atau merawat dirinya sendiri baik
dalam hal mandi, nerpakaian, berhias, makan, maupun BAB dan BAK. Bila
tidak dilakukan intervensi oleh perawat, maka kemungkinan kliebn bisa
mengalami masalah resiko tinggi isolasi sosial.
Menurut Depkes (2000: 20) Tanda dan gejala klien dengan defisit
perawatan diri adalah:
1. Fisik
Badan bau, pakaian kotor.Rambut dan kulit kotor. Kuku panjang dan kotor.
Gigi kotor disertai mulut bau penampilan tidak rapi
2. Psikologis

Malas, tidak ada inisiatif. Menarik diri, isolasi diri. Merasa tak berdaya,
rendah diri dan merasa hina.
3. Sosial
Interaksi kurang. Kegiatan kurang Tidak mampu berperilaku sesuai norma.
Cara makan tidak teratur BAK dan BAB di sembarang tempat, gosok gigi
dan mandi tidak mampu mandiri. Data yang biasa ditemukan dalam deficit
perawatan diri adalah :
Data subyektif
a. Pasien merasa lemah
b. Malas untuk beraktivitas
c. Merasa tidak berdaya

a.
b.
c.
d.
e.

Data Objektif
Rambut kotor, acak
acakan
Badan dan pakaian kotor
dan bau
Mulut dan gigi bau.
Kulit kusam dan kotor
Kuku panjang dan tidak
terawat

5. Penatalaksanaan
1. Meningkatkan kesadaran dan kepercayaan diri
a. Bina hubungan saling percaya
b. Bicarakan tentang pentingnya kebersihan
c. Kuatkan kemampuan klien merawat diri
2. Membimbing dan menolong klien merawat diri
a. Bantu klien merawat diri
b. Ajarkan keterampilan secara bertahap
c. Buatkan jadwal kegiatan setiap hari
3. Ciptakan lingkungan yang mendukung
a. Sediakan perlengkapan yang diperlukan untuk melakukan perawatan diri
b. Dekatkan peralatan agar mudah dijangkau oleh klien
c. Sediakan lingkungan yang aman dan nyaman
6. Rentang Respon Perawatan diri
adaptif

maladaptif

pola perawatan
kadang
tidak melakukan
7. Akibat
diri seimbang
perawatan diri ,
perawatan saat stres
Dampak yang ditimbulkan
dengan
keadaan
defisit perawatan diri seperti
kadang tidak
pasien dikucilkan di dalam keluarga atau masyarkat sehingga terjadi isolasi sosial
dan bahkan kehilangan kemampuan dan motivasi dalam melakukan perawatan
terhadap tubuhnya.
8. Pohon Masalah
Isolasi social

Defisit perawatan diri

Harga diri rendah

KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN


A. PENGKAJIAN
1. Identitas klien
Meliputi nama klien, umur, jenis kelamin, status perkawinan, agama,
tanggal MRS (masuk rumah sakit), informan, tanggal pengkajian, No Rumah
Sakit dan alamat klien.
2. Keluhan utama
Tanyakan pada keluarga/klien hal yang menyebabkan klien dan
keluarga datang ke rumah sakit. Yang telah dilakukan keluarga untuk mengatasi
masalah, dan perkembangan yang dicapai.
3. Riwayat Keperawatan
a. Pola kebersihan tubuh
b. Perlengkapan personal hygine yang dipakai
c. Factor-faktor yang mempengaruhi personal hygine
4. Alasan masuk rumah sakit
Defisit dalam perawatan diri, dari perawatan diri yang bisa dilakukan, dan
sekarang jarang dilakukan dengan diawali masalah seperti senang menyendiri
tidak mau banyak berbicara dengan orang lain, terlihat murung.
5. Faktor yang mempengaruhi
a. Faktor predisposisi
1) Biologis
penyakit kronis yang menyebabkan klien tidak mampu melakukan
perawatan diri. Riwayat kesehatan struktur di lobus frontal, dimna lobus
tersebut berpengaruh terhadap kognitif, ada riwayat keluarga yang
menderrita gangguan jiwa, gangguan sistem limbic akan berpengaruh
terhadap fungsi perhatian, memori, suplay oksigen dan glukosa
terganggu.

2) Kemampuan psikologi turun


klien denfan gangguan jiwa dengan kemampuan realitas yang kurang
menyebabkan ketidakpedulian dirinya dan lingkungan termasuk
perawatan dirin. Beberapa masalah fsikologi yang menyebabkan defisit
perawatan diri diantaranya.
a) harga diri rendah, klien tidak mempunyai motivasi untuk merawat
diri
b) body

image:

gambaran

individu

terhadap

dirinya

sangat

mempengaruhi. kebersihan diri misalnya dengan adanya perubahan


fisik sehingga individu tidak peduli dengan kebersihan dirinya .
3) social
Kurang dukungan dan latihan kemampuan perawatan diri dari
lingkungannya.
b. Faktor presipitasi
Faktor presipitasi deficit perawatan diri adalah kurang penurunan motivasi,
kerusakan kognisi atau perseptual, cemas, lelah atau lemah yang dialami
individu sehingga menyebabkan individu kurang mampu melakukan
perawatan diri. Cara klien menilai masalah meruupakan awal dari
terbentuknya sumber koping. Jika sumber koping tidak ada bahkan jika ada
naman mekanisme maladaptif maka akan menimbulkan permasalahan.
6. Aspek fisik/biologis
Hasil pengukuran tanda-tanda vital (TD, Nadi, Suhu, Pernafasan, TB, BB) dan
keluhan fisik yang dialami oleh klien.
7. Aspek psikososial
a. Genogram yang menggambarkan tiga generasi
b. Konsep diri
c. Hubungan social dengan orang lain yang terdekat dalam kehidupan,
kelompok, yang diikuti dalam masyarakat
d. Spiritual, mengenai nilai dan keyakinan dan kegiatan ibadah
8. Status mental
Nilai klien rapi atau tidak, amati pembicaraan klien, aktivitas motorik
klien, afek klien, interaksi selama wawancara, persepsi, proses pikir, isi pikir,
tingkat kesadaran, memori, tingkat konsentrasi, dan berhitung.
9. Kebutuhan persiapan pulang
a. Kemampuan makan klien dan menyiapkan serta merapikan lat makan
kembali.
b. Kemampuan BAB, BAK, menggunakan dan membersihkan WC serta
membersihkan dan merapikan pakaian.
c. Mandi dan cara berpakaian klien tampak rapi.

d. Istirahat tidur kilien, aktivitas didalam dan diluar rumah.


e. Pantau penggunaan obat dan tanyakan reaksinya setelah diminum.
10. Mekanisme koping
Malas beraktivitas, sulit percaya dengan orang lain dan asyik dengan
stimulus internal, menjelaskan suatu perubahan persepsi dengan mengalihkan
tanggung jawab kepada orang lain.
11. Pemeriksaan Fisik
a. Rambut: keadaan kesuburan rambut, kedaan rambut yang mudah rontok
b. Kepala: adanya botak atau alopesia, ketombe, berkutu, kebersihan.
c. Mata: periksa kebersihan mata, mata gatal atau mata merah
d. Hidung: liahta kebersihan hidung, dan membaran mukosa
e. Mulut: lihat kedaan mukosa mulut, kebersihan dan kelembabanya.
f. Gigi: lihat adakah karang gigi, adakah karies, kelengkapan gizi
g. Mata: lihat adakah kotorang, lesi, adakah infeksi.
h. Telinga: lihat kebersihan. lihatla lesi,tekstur, pertumbuhan bulu.
i. Kulit: lihat kebersihan, keadaan kulit, keadaan lubang uretra, keadaan
skrotum testis pada pria, cairan yang dikeluarkan
j. Genitalia: lihat kebersihan, keadaan kulit, keadaan lubang uretra, keadaan
skrotum, testis pada pria,cairan yang dikeluarkan.
B. DIAGNOSA
Defisit perawatan diri

C. INTERVENSI
No
1

PERENCANAAN
Diagnosa
Tujuan
Defisit
perawatan Tujuan Umum :
diri
Pasien tidak mengalami defisit
perawatan diri.
TUK 1

a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
1.

Klien dapat membina hubungan


saling percaya dengan perawat.
TUK 2
Klien dapat mengenal tentang
pentingnya kebersihan diri.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Intervensi
Berikan salam setiap berinteraksi.
Perkenalkan nama, nama panggilan perawat dan tujuan perawat
berkenalan.
Tanyakan nama dan panggilan kesukaan klien.
Tunjukan sikap jujur dan menepati janji setiap kali berinteraksi.
Tanyakan perasaan dan masalah yang dihadapi klien.
Buat kontrak interaksi yang jelas.
Dengarkan ungkapan perasaan klien dengan empati.
Penuhi kebutuhan dasar klien.
Bina hubungan saling percaya dengan menggunakan prinsip
komunikasi terapeutik.
Diskusikan bersama klien pentingnya kebersihan diri dengan
cara menjelaskan pengertian tentang arti bersih dan tandatanda bersih.
Dorong klien untuk menyebutkan 3 dari 5 tanda kebersihan
diri.
Diskusikan fungsi kebersihan diri dengan menggali
pengetahuan klien terhadap hal yang berhubungan dengan
kebersihan diri.
Bantu klien mengungkapkan arti kebersihan diri dan tujuan
memelihara kebersihan diri.
Beri
reinforcement
positif
setelah
klien
mampu
mengungkapkan arti kebersihan diri.
Ingatkan klien untuk memelihara kebersihan diri seperti: mandi

TUK 3
a.
Klien
dapat
melakukan b.
kebersihan diri dengan bantuan
perawat.
c.
d.
e.
f.

2 kali pagi dan sore, sikat gigi minimal 2 kali sehari (sesudah
makan dan sebelum tidur), keramas dan menyisir rambut,
gunting kuku jika panjang.
Motivasi klien untuk mandi.
Beri kesempatan untuk mandi, beri kesempatan klien untuk
mendemonstrasikan cara memelihara kebersihan diri yang
benar.
Anjurkan klien untuk mengganti baju setiap hari.
Kaji keinginan klien untuk memotong kuku dan merapikan
rambut.
Kolaborasi dengan perawat ruangan untuk pengelolaan fasilitas
perawatan kebersihan diri, seperti mandi dan kebersihan kamar
mandi.
Bekerjasama dengan keluarga untuk mengadakan fasilitas
kebersihan diri seperti odol, sikat gigi, shampoo, pakaian ganti,
handuk dan sandal.

TUK 4
Monitor klien dalam melakukan kebersihan diri secara teratur,
Klien dapat melakukan
ingatkan untuk mencuci rambut, menyisir, gosok gigi, ganti baju
kebersihan perawatan diri secara dan pakai sandal.
mandiri
TUK 5
Beri reinforcement positif jika berhasil melakukan kebersihan diri.
Klien dapat mempertahankan
kebersihan diri secara mandiri.

TUK 6
Klien dapat dukungan keluarga
dalam meningkatkan kebersihan
diri.

a. Jelaskan pada keluarga tentang penyebab kurang minatnya


klien menjaga kebersihan diri.
b. Diskusikan bersama keluarga tentang tindakan yang telah
dilakukan klien selama di RS dalam menjaga kebersihan dan
kemajuan yang telah dialami di RS.
c. Anjurkan keluarga untuk memutuskan memberi stimulasi
terhadap kemajuan yang telah dialami di RS.
d. Jelaskan pada keluarga tentang manfaat sarana yang lengkap
dalam menjaga kebersihan diri klien.
e. Anjurkan keluarga untuk menyiapkan sarana dalam menjaga
kebersihan diri.
f. Diskusikan bersama keluarga cara membantu klien dalam
menjaga kebersihan diri.
g. Diskusikan dengan keluarga mengenai hal yang dilakukan
misalnya: mengingatkan pada waktu mandi, sikat gigi, mandi,
keramas, dan lain-lain.

10

Lampiran
STRATEGI PELAKSANAAN PADA PASIEN DEFISIT PERAWATAN DIRI

A. Diagnosa Keperawatan
Defisit perawatan diri
B. Tujuan
1)
2)
3)
4)

Pasien mampu melakukan kebersihan diri secara mandiri


Pasien mampu melakukan berhias/berdandan secara baik
Pasien mampu melakukan makan dengan baik
Pasien mampu melakukan BAB/BAK secara mandiri

C. Tindakan Keperawatan Pada Pasien


1. Melatih pasien cara-cara perawatan kebersihan diri
Menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan diri.
Menjelaskan alat-alat untuk menjaga kebersihan diri
Menjelaskan cara-cara melakukan kebersihan diri
Melatih pasien mempraktekkan cara menjaga kebersihan diri
2. Melatih pasien berdandan/berhias
Untuk pasien laki-laki, latihannya meliputi:
Berpakaian
Menyisir rambut
Bercukur
Untuk pasien wanita, latihannya meliputi :
Berpakaian
Menyisir rambut
Berhias
3. Melatih pasien makan secara mandiri
Menjelaskan cara mempersiapkan makan
Menjelaskan cara makan yang tertib
Menjelaskan cara merapihkan peralatan makan setelah makan
Praktek makan sesuai dengan tahapan makan yang baik
4. Mengajarkan pasien melakukan BAB/BAK secara mandiri
Menjelaskan tempat BAB/BAK yang sesuai
Menjelaskan cara membersihkan diri setelah BAB dan BAK
Menjelaskan cara membersihkan tempat BAB dan BAK
11

SP1 Pasien:
Mendiskusikan pentingnya kebersihan diri, cara-cara merawat diri dan melatih pasien
tentang cara-cara perawatan kebersihan diri
ORIENTASI:
Selamat pagi, kenalkan saya Hera
Namanya anda siapa, senang dipanggil siapa?
Saya dinas pagi di ruangan ini pk. 07.00-14.00. Selama di rumah sakit ini saya yang akan
merawat T?
Dari tadi suster lihat T menggaruk-garuk badannya, gatal ya?
Bagaimana kalau kita bicara tentang kebersihan diri ?
Berapa lama kita berbicara ?. 20 menit ya...?. Mau dimana...?. disini aja ya.
KERJA
Berapa kali T mandi dalam sehari? Apakah T sudah mandi hari ini? Menurut T apa
kegunaannya mandi ?Apa alasan T sehingga tidak bisa merawat diri? Menurut T apa
manfaatnya kalau kita menjaga kebersihan diri? Kira-kira tanda-tanda orang yang tidak
merawat diri dengan baik seperti apa ya...?, badan gatal, mulut bau, apa lagi...? Kalau kita
tidak teratur menjaga kebersihan diri masalah apa menurut T yang bisa muncul ? Betul ada
kudis, kutu...dsb.
Apa yang T lakukan untuk merawat rambut dan muka? Kapan saja T menyisir rambut?
Bagaimana dengan bedakan? Apa maksud atau tujuan sisiran dan berdandan?
(Contoh untuk pasien laki-laki)
Berapa kali T cukuran dalam seminggu? Kapan T cukuran terakhir? Apa gunanya cukuran?
Apa alat-alat yang diperlukan?. Iya... sebaiknya cukuran 2x perminggu, dan ada alat
cukurnya?. Nanti bisa minta ke perawat ya
Berapa kali T makan sehari?
Apa pula yang dilakukan setelah makan? Betul, kita harus sikat gigi setelah makan.
Di mana biasanya T berak/kencing? Bagaimana membersihkannya?. Iya... kita kencing
dan berak harus di WC, Nach... itu WC di ruangan ini, lalu jangan lupa membersihkan pakai
air dan sabun.
Menurut T kalau mandi itu kita harus bagaimana ? Sebelum mandi apa yang perlu kita
persiapkan? Benar sekali..T perlu menyiapkan pakaian ganti, handuk, sikat gigi, shampo dan
sabun serta sisir.
Bagaimana kalau sekarang kita ke kamar mandi, suster akan membimbing T
melakukannya. Sekarang T siram seluruh tubuh T termasuk rambut lalu ambil shampoo
gosokkan pada kepala T sampai berbusa lalu bilas sampai bersih.. bagus sekali.. Selanjutnya
ambil sabun, gosokkan di seluruh tubuh secara merata lalu siram dengan air sampai bersih,
jangan lupa sikat gigi pakai odol.. giginya disikat mulai dari arah atas ke bawah. Gosok
seluruh gigi T mulai dari depan sampai belakang. Bagus, lalu kumur-kumur sampai bersih.
Terakhir siram lagi seluruh tubuh T sampai bersih lalu keringkan dengan handuk. T bagus
sekali melakukannya. Selanjutnya T pakai baju dan sisir rambutnya dengan baik.
TERMINASI
Bagaimana perasaan T setelah mandi dan mengganti pakaian ? Coba T
sebutkan lagi apa saja cara-cara mandi yang baik yang sudah T lakukan tadi ?. Bagaimana
perasaan Tina setelah kita mendiskusikan tentang pentingnya kebersihan diri tadi ? Sekarang
coba Tina ulangi lagi tanda-tanda bersih dan rapi
Bagus sekali mau berapa kali T mandi dan sikat gigi...?dua kali pagi dan sore, Mari...kita
masukkan dalam jadual aktivitas harian. Nach... lakukan ya T..., dan beri tanda kalau sudah
dilakukan Spt M ( mandiri ) kalau dilakukan tanpa disuruh, B ( bantuan ) kalau diingatkan
12

baru dilakukan dan T ( tidak ) tidak melakukani? Baik besok lagi kita latihan berdandan.
Oke? Pagi-pagi sehabis makan.
SP 2 Pasien : Percakapan saat melatih pasien laki-laki berdandan:
a) Berpakaian
b) Menyisir rambut
c) Bercukur
ORIENTASI:
Selamat pagi Pak Tono?
Bagaimana perasaan bpk hari ini? Bagaimana mandinya?sudah dilakukan? Sudah ditandai di
jadual hariannya?
Hari ini kita akan latihan berdandan, mau dimana latihannya. Bagaimana kalau di ruang tamu ?
lebih kurang setengah jam
KERJA :
Apa yang T lakukan setelah selesai mandi ?apa T sudah ganti baju?
Untuk berpakaian, pilihlah pakaian yang bersih dan kering. Berganti pakaian yang bersih
2x/hari. Sekarang coba bapak ganti baju.. Ya, bagus seperti itu.
Apakah T menyisir rambut ? Bagaimana cara bersisir ?Coba kita praktekkan, lihat ke cermin,
bagussekali!
Apakah T suka bercukur ?Berapa hari sekali bercukur ? betul 2 kali perminggu
Tampaknya kumis dan janggut bapak sudah panjang. Mari Pak dirapikan ! Ya, Bagus !
(catatan: janggut dirapihkan bila pasien tidak memelihara janggut)
TERMINASI :
Bagaimana perasaan bapak setelah berdandan.
Coba pak, sebutkan cara berdandan yang baik sekali lagi..
Selanjutnya bapak setiap hari setelah mandi berdandan dan pakai baju seperti tadi ya! Mari kita
masukan pada jadual kegiatan harian, pagi jam berapa, lalu sore jam berap ?
Nanti siang kita latihan makan yang baik. Diruang makan bersama dengan pasien yang
lain.
SP 3 Pasien: Percakapan melatih berdandan untuk pasien wanita
a) Berpakaian
b) Menyisir rambut
c) Berhias
ORIENTASI
Selamat pagi, bagaimana perasaaan T hari ini ?Bagaimana mandinya?Sudah di tandai dijadual
harian ?
Hari ini kita akan latihan berdandan supaya T tampak rapi dan cantik. Mari T kita dekat cermin
dan bawa alat-alatnya( sisir, bedak, lipstik )
13

KERJA
Sudah diganti tadi pakaianya sehabis mandi ? Bagus.! Nachsekarang disisir rambutnya
yang rapi, bagus! Apakah T biasa pakai bedak? coba dibedakin mukanyaT, yang rata dan
tipis. Bagus sekali. T, punya lipstik mari dioles tipis. Nachcoba lihat dikaca!
TERMINASI
Bagaimana perasaan T belajar berdandan
T jadi tampak segar dan cantik, mari masukkan dalam jadualnya. Kegiatan harian, sama jamnya
dengan mandi. Nanti siang kita latihan makan yang baik di ruang makan bersama pasien yang
lain.
SP 4 Pasien : Percakapan melatih pasien makan secara mandiri
a)
b)
c)
d)

Menjelaskan cara mempersiapkan makan


Menjelaskan cara makan yang tertib
Menjelaskan cara merapihkan peralatan makan setelah makan
Praktek makan sesuai dengan tahapan makan yang baik

ORIENTASI
Selamat siang T,
Wow...masih rapi dech T.
Siang ini kita akan latihan bagaimana cara makan yang baik. Kita latihan langsung di ruang
makan ya..! Mari...itu sudah datang makanan.
KERJA
Bagaimana kebiasaan sebelum, saat, maupun setelah makan? Dimana T makan?
Sebelum makan kita harus cuci tangan memakai sabun. Ya, mari kita praktekkan! Bagus!
Setelah itu kita duduk dan ambil makanan. Sebelum disantap kita berdoa dulu. Silakan T yang
pimpin!. Bagus..
Mari kita makan.. saat makan kita harus menyuap makanan satu-satu dengan pelan-pelan. Ya,
Ayo...sayurnya dimakanya.Setelah makan kita bereskan piring,dan gelas yang kotor. Ya betul..
dan kita akhiri dengan cuci tangan. Ya bagus! Itu Suster Ani sedang bagi obat, coba...T minta
sendiri obatnya.
TERMINASI
Bagaimana perasaan T setelah kita makan bersama-sama.
Apa saja yang harus kita lakukan pada saat makan, ( cuci tangan, duduk yang baik, ambil
makanan, berdoa, makan yang baik, cuci piring dan gelas, lalu cuci tangan.)
Nach... coba T lakukan seperti tadi setiap makan, mau kita masukkan dalam jadual?.Besok kita
ketemu lagi untuk latihan BAB / BAK yang baik, bagaiman kalau jam 10.00 disini saja ya...!
SP 5 Pasien : Percakapan mengajarkan pasien melakukan BAB/BAK secara mandiri
a) Menjelaskan tempat BAB/BAK yang sesuai
b) Menjelaskan cara membersihkan diri setelah BAB dan BAK
c) Menjelaskan cara membersihkan tempat BAB dan BAK
ORIENTASI

14

Selamat pagi T ? Bagaimana perasaan T hari ini ? Baik..! sudah dijalankan jadual
kegiatannya..?
Kita akan membicarakan tentang cara berak dan kencing yang baik?
Kira-kira 20 menit ya...T. dan dimana kita duduk? Baik disana dech...!
KERJA
Untuk pasien pria:
Dimana biasanya Tono berak dan kencing? Benar Tono, berak atau kencing yang baik itu di
WC/kakus, kamar mandi atau tempat lain yang tertutup dan ada saluran pembuangan
kotorannya. Jadi kita tidak berak/kencing di sembarang tempat ya.....
Sekarang, coba Tono jelaskan kepada saya bagaimana cara Tono cebok?
Sudah bagus ya Tono, yang perlu diingat saat Tono cebok adalah Tono membersihkan anus atau
kemaluan dengan air yang bersih dan pastikan tidak ada tinja/air kencing yang masih tersisa di
tubuh Tono. Setelah Tono selesai cebok, jangan lupa tinja/air kencing yang ada di kakus/WC
dibersihkan. Caranya siram tinja/air kencing tersebut dengan air secukupnya sampai tinja/air
kencing itu tidak tersisa di kakus/ WC. Jika Tono membersihkan tinja/air kencing seperti ini,
berarti Tono ikut mencegah menyebarnya kuman yang berbahaya yang ada pada kotoran/ air
kencing
Setelah selesai membersihan tinja/air kencing, Tono perlu merapihkan kembali pakaian sebelum
keluar dari WC/kakus/kamar mandi. Pastikan resleting celana telah tertutup rapi , lalu cuci
tangan dengan menggunakan sabun.
Untuk pasien wanita:
Cara cebok yang bersih setelah T berak yaitu dengan menyiramkan air dari arah depan ke
belakang. Jangan terbalik ya, Cara seperti ini berguna untuk mencegah masuknya
kotoran/tinja yang ada di anus ke bagian kemaluan kita
Setelah Tono selesai cebok, jangan lupa tinja/air kencing yang ada di kakus/WC dibersihkan.
Caranya siram tinja/air kencing tersebut dengan air secukupnya sampai tinja/air kencing itu tidak
tersisa di kakus/ WC. Jika Tono membersihkan tinja/air kencing seperti ini, berarti Tono ikut
mencegah menyebarnya kuman yang berbahaya yang ada pada kotoran/ air kencing
Jangan lupa merapikan kembali pakaian sebelum keluar dari WC/kakus, lalu cuci tangan
dengan menggunakan sabun.
TERMINASI
Bagaimana perasaan T setelah kita membicarakan tentang cara berak/kencing yang baik?
Coba T jelaskan ulang tentang cara BAB?BAK yang baik. Bagus...!
Untuk selanjutnya T bisa melakukan cara-cara yang telah dijelaskan tadi .
Nach...besok kita ketemu lagi, untuk melihat sudah sejauh mana T bisa melakukan jadual
kegiatannya.

15

STRATEGI PELAKSANAAN PADA KELUARGA PASIEN DEFISIT PERAWATAN DIRI


A. Masalah utama
Defisit Perawatan Diri
B. Tujuan
Keluarga mampu merawat anggota keluarga yang mengalami masalah defisit perawatan diri
C. Tindakan Keperawatan Pada Keluarga
1. Diskusikan dengan keluarga tentang masalah yang dihadapi keluarga dalam merawat pasien
2. Jelaskan pentingnya perawatan diri untuk mengurangi stigma
3. Diskusikan dengan keluarga tentang fasilitas kebersihan diri yang dibutuhkan oleh pasien
untuk menjaga perawatan diri pasien
4. Anjurkan keluarga untuk terlibat dalam merawat diri pasien dan membantu mengingatkan
pasien dalam merawat diri (sesuai jadual yang telah disepakati)
5. Anjurkan keluarga untuk memberikan pujian atas keberhasilan pasien dalam merawat diri
6. Bantu keluarga melatih cara merawat pasien defisit perawatan diri
SP1 Keluarga : memberikan pendidikan kesehatan pada keluarga tentang masalah
perawatan diri dan cara merawat anggota keluarga yang mengalami masalah defisit
perawatan diri

ORIENTASI

selamat pagi Pak/bu, saya H, perawat yang merawat T


apa pendapat bapak tentang T?
hari ini kita akan berdiskusi tentang masalah yang di hadapi oleh T dan bantuan apa
yang dapat diberikan.
berapa lama waktu bapak atau ibu yang tersedia? Bagaimana kalau 30 menit? Mari kita
duduk di ruang perawat !
KERJA
Apa saja masalah yang bapak/ibu rasakan dalam merawat t? Perawatan diri yang utam
adalah kebersihan diri, berdandan, makan dan bab / bak
prilaku yang ditunjukkan oleh t itu dikarenakan gangguan jiwanya yang membuat t tidak
memiliki minat untuk mengurus diri sendiri. Baik, akan saya jelaskan untuk kebersihan
diri, kami telah melatih t untuk mandi, keramas, gosok gigi, ganti baju dan potong kuku.
Kami harapkan bapak/ibu dapat menyediakan peralatannya. T juga telah memiliki jadual
kegiatan untuk berhias. Kami harapkan di motivasi sehabis mandiuntuk sisiran yang rapi.
Untuk makan, sebaiknya makan dengan anggota keluarga dirumah, T telah mengetahui
16

langkah-langkahnya, yaitu cuci tangan ambil makanan, berdoa, makan yang rapi, cuci
piring dan gelas, lalu cuci tangan. Sebaiknya makan saat jam minum obat agar sehabus
makan langsung minum obat. T juga sudah belajar BAB/BAK yang bersih. Kalu T kurang
motivasi dalam merawat diri apa yang Bapak/Ibu lakukan?
Bapak/Ibu juga pelu mendampinginya pada saat merawat diri sehingga dapat diketahui
apakah T sudah mandiri atau mengalami hambatan dalam melakukannya. Jangan lupa
memberikan pujian pada T.
ada yang Bapak/Ibu ingin tanyakan?
TERMINASI
bagaimana perasaan Bapak/Ibu setelah kita bercakap-cakap?
coba Bapak/Ibu sebutkan apa saja yang harus diperhatikan dalam membantu nak
Bapak/Ibu, T dalam merawat diri
baik, nanti kalau Bapak/Ibu besuk bisa tanyakan pada T.
dan dirumah nanti coba, Bapak/Ibu mendampingi dan membantu T saat membersihkan
diri.
dua hari lagi kit akan ketemu dan Bapak/Ibu akan saya dampingi dalam memotivasi T
untuk merawat diri.
SP2 Keluarga : melatih keluarga cara merawat pasien. Peragakan komunikasi di bawah
ini!
ORIENTASI
Selamat pagai Bapak/Ibu sesuai janji kita dua hari yang lalu sekarang kit aketemu lagi.
bagaimana Bapak/Ibu ada pertanyaan tentang cara merawat yang kit abicarakan dua hari
yang lalu ?
sekarang kit akan latihan cara-cara merawat tersebut ya Bapak/Ibu?
kita akan coba disini dulu, setelah itu baru kita cob langsung pada ya ? berapa lama
Bapak/Ibu punya waktu ?
KERJA
sekarang anggap saya adalah , coba Bapak peraktekkan cara memotivasi T untuk mandi,
menyisir rambut, buang air dan makan.
bagus, begitu caranya!
sekarang coba peraktekkan cara memberi pujian kepada !
Bagus, bagaimana kalau cara memotivasi T minum obat dan melakukan kegiatan
positifnya sesuai jadwal.
17

bagus, ternyata Bapak/Ibu sudah mngerti cara merawat T. Bagaiman kalu sekarang kita
langsung mencobanya pada T ?
(ulangi lagi semua cara diatas langsung pada pasien)
TERMINASI
bagaimana perasaan Bapak/Ibu setelah kita belajar merawat ?
setelah ini, coba Bapak/Ibu lakukan apa yang sudah dilatih tadi setiap kali Bapak/Ibu
membesuk T.
baiklah bagaiman kalau dua hari lagi Bapak/Ibu datang kembali kesini dan kita akan
mencoba lagi cara merawat T sampai Bapak/Ibu lancar melakukannya.
jam berapa Bapak/Ibu bisa kemari?
baik, saya tunggu, kita ketemu disini ya Pak, Buk?
SP 3 Keluarga : Membuat perencanaan pulang bersama keluarga
ORIENTASI
selamat pagi Bapak/Ibu hari ini , sudah boleh pulang. Oleh karena itu, perlu dibicarakan
jadwal T selama dirumah.
bagaimana Pak, Buk. Selama Bapak/Ibu membesuk apakah sudah terus dilatih cara
merawat T?
nah, sekarang mari kita bicarakan jadwal dirumah tersebut disini saja?
berapa lama Bapak/Ibu punya waktu ?
KERJA
Pak, Buk, ini jadwal kegiatan T di rumah sakit, coba perhatikan apakah dapat
dilaksanakan dirumah. Jadwal yang telah dibuat selama T di rumah sakit tolong
dilanjutkan dirumah, baik jadwal aktivitas maupun jadwal minum obatnya.
hal-hal yang diperlu diperhatikan lebih lanjut adalah prilaku yang ditampilkan oleh anak
Ibu dan Bapak selama dirumah. Kalau misalnya T rerus-menerus menolak u tuk makan,
minum, dan mandi serta menolak minum obat atau memperlihatkan prilaku
membahayakan orang lain, segera hubungi suster H di Puskesmas terdekat dari rumah Ibu
dan Bapak, ini nomer telpon puskesmasx 081xxxxx
selanjutnya, suster H yang akan membantu memantau perkembangan T selama di
rumah.
TERMINASI
bagaimana pak, Buk ada yang belum jelas ? ini jadwal harian T untuk dibawa pulang.
Dan ini surat rujukan untuk perawat M di puskesmas.
18

jangan lupa kontrol ke puskesmas sebelum obat habis, atau ada gejala-gejala yang
tampak. Silakan selesaikan administrasinya.

19