Anda di halaman 1dari 112

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online

33933o1

Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagakerjaan


Badan Penelitian, Pengembangan dan Informasi
Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI
Penulis :

Ir. Sapto Setyodhono, MM


Beni Teguh Gunawan, S.Si

Editor :
Design/Layout : Sudanar Budyo, ST, MMSI1

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online

EFEKTIVITAS
SISTEM BURSA KERJA ONLINE

ii

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta Lingkup Hak Cipta
Pasal 2
1.

Hak cipta merupakan hak eksklusif bagi Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengumumkan atau memperbanyak Ciptaannya, yang
timbul secara otomatis setelah suatu ciptaan dilahirkan tanpa mengurangi pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang
berlaku.

Ketentuan Pidana
Pasal 72

1.

Barangsiapa dengan sengaja atau tanpa hak melakukan perbuatansebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 49 ayat (1) dan
ayat (2) dipidana dengan pidana penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp. 1.000.000,00 (satu
juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 5.000.000.000,00 (lima Miliar rupiah).

2.

Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu Ciptaan atau barang hasil
pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkait sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan/atau
denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

iii

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online

EFEKTIVITAS
SISTEM BURSA KERJA ONLINE

iv

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online

KATA PENGANTAR

Permasalahan utama di bidang ketenagakerjaan antara lain adalah


masih banyaknya jumlah pengangguran dan tingkat pengangguran
terbuka yang masih relatif tinggi, masih di atas pengangguran alami,
serta banyaknya setengah penganggur yang masih berusaha untuk
mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Padahal Undang-Undang Dasar
1945, pasal 27 ayat 2, mengamanahkan bahwa setiap warga negera
berhak mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak.
Sementara salah satu tugas pembangunan ketenagakerjaan adalah
mengupayakan agar mereka yang menganggur dan atau setengah
mendapatkan pekerjaan yang layak.
Salah satu upaya tugas tersebut adalah melakukan pelayanan kepada
pencaker dan pemberi kerja, sehingga pencaker dapat memperoleh
pekerjaan yang sesuai dengan bakat dan minatnya, serta pemberi kerja
mendapatkan pekerja yang sesuai dengan syarat kerja yang
dibutuhkan.
Di pihak lain dengan perkembangkan Teknologi Informasi (TI) dan telah
memasyarakat, maka pemerintah juga telah mengembangkan
pengunaan TI tersebut, sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi
lebih mudah, murah dan cepat.
Dengan mempertimbangkan kedua hal tersebut, maka sejak tahun 2004
Direktorat Pengembangan Pasar Kerja, Ditjen Pembinaan Penempatan
Tenaga Kerja membangun dan mengembangan Bursa Kerja Online
(BKOL) di Kantor Dinas Kabupaten/Kota yang membidangi
ketenagakerjaan, dengan memberikan bantuan sarana BKOL,
pembinaan tenaga pengelola, dan bantuan dana operasionalnya. Pada
tahun 2013 dengan prrogram tersebut di semua kabupaten/kota telah
dibangun dan dikembangkan BKOL.
v

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online

Agar program BKOL tersebut dapat lebih berdayaguna dan berhasil


guna, maka pada tahun 2013 Puslitbang Ketenagakerjaan melakukan
studi efektivitas sistem BKOL tersebut, khususnya implementasinya di
tingkat lapang. Dari studi tersebut dapat diketahui kesesuaian antara
rencana, program, pelaksanaan dan hasil di tingkat lapang dengan yang
diharapkan. Selain itu juga dapat ditemukenali permasalahan yang ada
serta saran alternatif perbaikannya.
Disadari bahwa studi ini masih jauh dari sempurna, karena itu saran
yang konstruktif dari para pembaca sangat kami harapkan.
Harapan kami, hasil studi ini dapat bermanfaat guna mendukung
keberhasilan program BKOL, serta berguna bagi para pihak lain yang
membutuhkannya.
Jakarta,

Desember 2013

Penulis

vi

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online

RINGKASAN
Permasalahan pokok ketenagakerjaan antara lain adalah:
jumlah penganggur yang relatif banyak dan tingkat pengangguran
terbuka yang masih relatif tinggi, serta banyaknya setengah pengangur
yang masih mencari pekerjaan untuk mendapatkan pekerjaan lain yang
lebih baik. Untuk itu diperlukan pelayananan antar kerja, kepada para
pencari kerja dan pemberi kerja, serta pengembangan Informasi Pasar
Kerja, atau sering disebut dengan Bursa Kerja.
Dengan perkembangan Teknologi Informasi (TI) yang pesat
dan diikuti oleh makin banyaknya masyarakat yang mengunakannya,
maka Direktorat Pengembangan Pasar Kerja, Ditjen Binapenta
mengembangan bursa kerja dengan menggunaan TI yang dikenal
dengan Bursa Kerja Online (BKOL). Program pengembangaan BKOL
dilakukan secara bertahap sejak tahun 2004 di mulai di 6 (enam)
provinsi dan 6 (enam) kabupaten/kota sampai tahun 2013 semua
propinsi dan kabupaten kota telah mendapatkan program tersebut.
Penelitian ini dilakukan di 18 Kabupaten/kota di 6 Propinsi,
yaitu Propinsi Bengkulu, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta,
Jawa Timur, Jawa Barat, dan Daerah Istimewa Ibu Kota Jakarta. Data
dikumpulkan dengan mengunakan pedoman yang telah disiapkan.
Adapun sumebr data dan informasi adalah petugas pengelola BKOL,
pejabat tekait, pencaker dan pemberi kerja, serta nara sumber lain yang
terkait. Sedangkan pengolahan dan analisis data dilakuan dengan
diskriptif.
Dengan berkembangnya teknolologi informasi, terutama
penggunaan internet, maka pelayanan antar kerja (informasi pasar kerja
dan penempatan tenaga kerja), dengan on-line (internet) atau Bursa
Kerja On-Line (BKOL), merupakan kebutuhan
yang
harus
dikembangkan;

vii

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online

Pengelolaan BKOL di sebagian besar kabupaten/kota


khususnya di Pulau Jawa dapat berjalan, namun pada umumnya para
pengguna baik pencaker maupun perusahaan yang membutuhkan
pekerja belum mendaftarkan kebutuhannya secara on-line. Mereka pada
umumnya masih menyampaikan kebutuhannya dengan cara
mendatangi kantor dinas, dan cara memasukan datanya masih
dilakukan dengan bantuan petugas di dinas setempat. Hal ini antara lain
disebabkan oleh ketidaktahuan mereka, dan selama ini hampir
dikatakan tidak ada penyuluhan dan atau sosialisasinya. Untuk itu
diperlukan adanya sosialisasi dan penyuluhan kepada para pihak yang
berkepentingan, terutama para pencari kera dan pengguna tenaga kerja
yang membutuhkannya.
Perhatian dan komitmen pimpinan di Dinas setempat,
berpengaruh terhadap pelaksaknaan BKOL. BKOL yang tidak berjalan
sama sekali, pada umunya disebabkan karena kurangnya perhatian dan
komitmen dari pempinannya. BKOL dianggap bukan prioritas, bahkan
ada beberapa daerah yang karena pimpinan teratas dan yang mengani
penempatan baru semua, tidak mengetahui adanya tupoksi antar kerja.
Oleh karena itu perlu pembinaan oleh pusat yang antara lain dengan
memberikan buku panduan tupoksi ketenagakerjaan sesuai dengan
jenjang jabatannya.
Transaksi data dari dinas ke pusat dan atau oleh masyarakat
sangat lambat, bakan dalam jam sibuk berhenti. Hal ini disebakan oleh
kapasitas jaringan yang tersedia di pusat terbatas, sehingga perlu
ditingkatkan. Begitu juga bebepa point isian yang ada di dalam aplikasi
yang tersedia kurang sesuai dengan konsisi riil di lapangan, sehingga
pengelola di dinas dan atau pengguna lainnya mengalami kesulitan
dalam pengisiannya. Aplikasi yang ada sebaiknya disempurnakan dan
dilengkapi dengan menu lain yang banyak dibutuhkan oleh para
pengguna. Menu yang banyak dibutuhkan oleh para pengguna antara
viii

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online

lain: penjelasan/pengertian yang belum umum atau layanan jawaban


bila pengguna pengalami kesulitan dalam pengisian. Dalam aplikasi juga
perlu dilengkapi dngan Helpdesk dan atau Frequently Asked Question
(FAQ), sehingga para pengguna yang mengalami kesulitan yang sifatnya
umum sudah tersedia jawabannya. Selain itu dinas yang ingin
membangun server dan aplikasi sendiri belum dapat terintergasi dan
tersambung dengan sistem yang ada di pusat. Hal ini perlu
mendapatkan perhatian dan pelayanan dari pusat.
Untuk melengkapi data lowongan kerja yang ada dan tersedia
dalam BKOL, dapat bekerja sama dengan bidang pengawasan yang
selama ini juga menghimpun data lowongan kerja sebagaimana di
amanahakan dalam undangundang no 7 tahuan 1981, tentang wajib
ketenagakerjaan dan Peraturan Pemerintah no 4 tahuan 1980 tentang
wajib lapor lowongan.
Dengan makin bertkembangnya Bursa Kerja Online swasta
seperti JobsDb dan JobStreet yang selama ini data IPK belum
diintergrasikan dengan IPK di kementerian, maka ke depan perlu di
koordinasikan dan intergrasikan sehingga IPK yang tersedia dapat lebih
lengkap, valid dan berkesinambungan.
Data Infotrmasi Pasar Kerja yang telah terkumpul di dinas
kabupaten/kota, Provinsi, maupun di pusat belum di manfaatkan
sebagai bahan penyusuan kebijakan, perencanaan dan program
pembangunan ketanagakerjaan. Selain itu bila BKOL sudah berjalan
sebagaimana mestinya, perlu adanya reorientasi tugas dan dan fungsi
pengantar kerja, selain tugas pelayanan yang semakian berkurang, lebih
banyak ke pemanfaatan data IPK untuk kepentingan pembangunan.

ix

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .........................................................................v
RINGKASAN ...................................................................................vii
DAFTAR ISI .......................................................................................x
DAFTAR TABEL ..............................................................................xi
DAFTAR GAMBAR .........................................................................xii
BAB I PENDAHULUAN .....................................................................1
A. Latar Belakang ........................................................................1
B. Tujuan dan Sasaran ................................................................5
C. Kerangka Pemikiran ................................................................5
D. Ruang Lingkup dan Metode Penelitian ..................................12
BAB II TINJAUAN PUSTAKA .........................................................17
A. Pelayanan Penempatan Tenaga Kerja ..................................18
B. Perkembangan Teknologi Informasi (TI) dan E-Government .29
C. Otonomi Daerah ...................................................................33
BAB III PEMBINAAN DAN PERKEMBANGAN BKOL ...................35
A. Pembinaan BKOL..................................................................35
B. Perkembangan BKOL di Tingkat Lapang...............................52
BAB IV EFEKTIFITAS SISTEM BKOL ............................................79
A. Efektivitas Pengembangan Sistem BKOL...............................79
B. Perhatian dan Komitmen Pimpinan ........................................80
C. Kapasitas Jaringan dan Server ..............................................81
D. Pengembangan Aplikasi belum sesuai ..................................84
E. Perkembangan Pengguna Online ..........................................87
F. Pengelolaan IPK....................................................................88
G. Pelayanan Satu Atap di Kecamatan ......................................89
H. Koordinasi Dan Integrasi antar Pengelola BKOL ...................90
I. Reorientasi Tugas dan Fungsi Antar Kerja ............................91
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ...............................................93
A. Kesimpulan ...........................................................................93
B. Saran: ...................................................................................96
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................99

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Penggunaan Teknologi di Indonesia ................................ 30


Tabel 3.1 Jumlah Pencari Kerja Terdaftar Menurut Pendidkan di IPK
Infokerja Nasional Selama 1 semester II (perode Juli-Desember
2012)........................................................................................... 67
Tabel 3.2 Pencari Kerja Berdasarkan Kelompok Umur .................... 69
Tabel 3.3 Jumlah Lowongan Kerja yang Terdaftar Menurtut
Pendidikan di IPK Nasional ......................................................... 70

xi

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Skema Proses Pelayanan Antar Kerja ..........................26


Gambar 2.2 Penggunaan Teknologi di Idonesia...............................30
Gambar 3.1 Skema Networking Info Kerja (BKOL) ..........................37
Gambar 3.2 Fitur Aplikasi di Fitur BKOL.........................................40
Gambar 3.3 Bagan Alur Aplikasi untuk pencaker .............................48
Gambar 3.4 Mekanisme Pemrosesan Registrasi Perusahaan .........50
Gambar 3.5 Jumlah Pencari Kerja Terdaftar Menurut Pendidkan di
IPK Infokerja Nasional Selama 1 semester II (perode JuliDesember 2012)..........................................................................68
Gambar 3.6 Pencari Kerja Berdasarkan Kelompok Umur ................69
Gambar 3.7 Jumlah Lowongan Kerja yang Terdaftar Menurut
Pendidikan di IPK Nasional .........................................................71

xii

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Salah satu masalah Bangsa Indonesia saat ini adalah
masalah pengangguran dan setengah pengangguran yang
masih relatif tinggi. Berdasarkan Sakernas bulan Agustus 2011,
jumlah penganggur terbuka di Indonesia mencapai 7.700.086
orang atau 6,56% dari total angkatan kerja yang jumlahnya
117.370.485 orang. Sedangkan setengah penganggur, yaitu
penduduk usia kerja yang bekerja kurang dari 35 jam/minggu
dan masih berkeinginan untuk pindah kerja atau mencari
pekerjaan mencapai 13.524.054 orang atau 11,52% dari

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


angkatan kerja, atau 12,33% dari penduduk usia kerja yang
bekerja. Bila dibandingkan dengan tahun 2010 pada bulan yang
sama maka jumlah penganggur terbuka telah mengalami
penurunan, yaitu sebanyak 619.693 orang dengan tingkat
pengangguran terbuka turun 0,6 persen. Pada bulan Agustus
2010 jumlah penganggur terbuka berjumlah 8.319.779 orang,
dengan tingkat pengangguran 7,14 %.
Walaupun usaha pemerintah untuk menurunkan
tingkat pengangguran terbuka dari tahun ke tahun sudah
menunjukan hasil, namun angka tingkat pengangguran
tersebut masih di atas angka tingkat penganguran alami, yaitu
sekitar 4%.
Jumlah pengangguran dan setengah pengangguran yang
tinggi tersebut disebabkan oleh beberapa factor, diantaranya
adalah: pertumbuhan penduduk yang relatif tinggi yang dapat
mempengaruhi jumlah angkatan kerja yang memasuki pasar
kerja; pertumbuhan ekonomi yang mempengaruhi daya
tampung dan daya serap terhadap angkatan kerja yang masuk
ke dalam pasar kerja; kualitas atau kompetensi pencari kerja
yang tidak sesuai dengan kebutuhan pasar kerja; dan informasi
pasar kerja yang kurang baik, sehingga antara pencari kerja
dengan yang membutuhkan pekerja tidak saling tahu informasi
pasar kerja tersebut. Ketidaktahuan informasi tersebut
mengakibatkan pencari kerja tidak dapat mengakses dengan
baik lowongan kerja yang ada di pasar kerja, dan sebaliknya
perusahaan pencari kerja sulit untuk mendapatkan pekerja
yang sesuai dengan kebutuhannya.
Salah satu upaya pemerintah untuk memperbaiki
kondisi pasar kerja, adalah dengan membangun dan
mengembangan bursa kerja. Hal ini dilakukan agar para
pencari kerja lebih mudah dalam mendapatkan pekerjaan yang
2

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


sesuai, serta perusahaan yang membutuhkan pekerja juga
dapat lebih mudah untuk mendapatkan tenaga kerja yang
diinginkan. Dalam hal ini pemerintah melakukan pembinaan
dan fasilitasi penempatan tenaga kerja, yaitu: pelayanan
kepada pencari kerja untuk memperoleh pekerjaan yang sesuai
dengan bakat, minat dan kemampuan, dan kepada pemberi
kerja dalam pengisian lowongan kerja sesuai dengan syarat
jabatan yang dibutuhkan. Fasilitasi tersebut meliputi pelayanan
informasi pasar kerja, penyuluhan dan bimbingan jabatan,
serta perantaraan kerja.
Perantaraan kerja atau penempatan tenaga kerja adalah
proses pelayanan kepada: pencari kerja untuk memperoleh
pekerjaan dan pemberi kerja dalam pengisian lowongan kerja
sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan. Fasilitasi
informasi pasar kerja dimaksudkan agar para mencari kerja
yang membutuhkan pekerjaan, dan perusahaan atau
perorangan yang membutuhkan tenaga kerja dapat
memperoleh informasi, serta kedua belah pihak dapat bertemu
sesuai dengan kebutuhannya. Bila bursa kerja dapat
terselengara dengan baik, maka akan tersedia data dan
informasi pasar kerja (IPK) yang lengkap, akurat, terkini, dan
berkesinambungan, yang dapat digunakan sebagai dasar
penyusunan perencanaan tenaga kerja dan atau kebijaksanaan
lainnnya termasuk juga pembangunan ekonomi yang dapat
menciptakan lapangan kerja baru lebih banyak dan produktif.
Bila dilihat berdasarkan sasaran penggunanya, bursa
kerja dapat dibagi menjadi 2 (dua) yaitu bursa kerja umum dan
bursa kerja khusus. Bursa kerja umum adalah bursa kerja yang
sasaran penggunanya adalah masyarakat umum, baik yang
diselenggarakan oleh pemerintah
maupun oleh swasta.
Sedangkan bursa kerja khusus adalah bursa kerja yang
3

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


diselenggarakan oleh sekolah atau perguruan tinggi yang
sasaran utamanya adalah lulusan sekolah atau perguruan
tinggi.
Pada awalnya penyelenggaraan bursa kerja dilakukan
secara manual, tetapi dengan makin berkembangnya teknologi
informasi terutama perkembangan penggunaan komputer dan
jaringan online, maka pengembangan bursa kerja selain secara
manual, juga diselenggarakan secara komputerisasi dan online
atau sering disebut dengan pengembangan sistem bursa kerja
online (BKOL) .
Sejak tahun 2004 sampai tahun 2012 pemerintah
dalam hal ini Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi
(Kemenakertrans) secara bertahap telah mengembangkan
BKOL di dinas yang menangani ketenagakerjaan di 33 provinsi
dan pada akhir tahun 2013 ini di semua dinas kab/kota yang
menangani ketenagakerjaan diharapkan sudah dapat menjadi
pusat pelayanan penempatan tenaga kerja (P3TK). Bursa kerja
yang dikembangkan tersebut dilengkapi dengan komputer
beserta aplikasi online. Menurut Menakertrans program P3TK,
selain bertujuan untuk mengurangi pengangguran, juga
merupakan ujung tombak dari program pengurangan
kemiskinan yang di bawah langsung Wakil Presiden.
Sampai saat ini perkembangan pengembangan dan
pemanfaatan bursa kerja online yang dikembangkan belum
dapat diketahui tingkat keberhasilananya, maka untuk itu pada
tahun 2013 Puslitbang Ketenagakerjaan melakukan penelitian
tentang efektifitas sistem bursa Kerja online tersebut.

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


B. Tujuan dan Sasaran
1. Tujuan
a. Mengetahui pelaksanaan perkembangan sistem bursa
kerja online di tingkat lapang;
b. Mengetahui efektivitas bursa kerja online dan
permasalahan yang ada;
c. Merumuskan berbagai saran guna penyempurnaannya.
2. Sasaran
Sasaran dari kegiatan ini adalah diketahui sampai
seberapa jauh pelaksanaan pengembangan bursa kerja
online di tingkat lapang, dan ditemukenalinya permasalahan
yang ada, serta rumusan untuk penyempurnaan.
C. Kerangka Pemikiran
1. Kerangka Pemikiran
Lembaga pengelola penempatan tenaga kerja atau
bursa
kerja
memiliki
fungsi
pelayanan
yang
mempertemukan pencari kerja dengan lowongan kerja.
Pelayanan tersebut diarahkan supaya pencari kerja
menperoleh pekerjaan yang sesuai dengan bakat dan
kemampuannya, serta pemberi kerja memperoleh pekerja
yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhannya. Dengan
perkembangan teknologi komunikasi, untuk mempermudah
transaksi tersebut, maka bursa kerja dikembangkan secara
komputerisasi atau online.
Sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri
Tenaga
Kerja
dan
Transmigrasi
R.I,
Nomor.
Per.07/MEN/IV/2008 tentang Penempatan Tenaga Kerja,
bahwa: Mekanisme Pelayanan Penempatan Tenaga Kerja

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


dan Pelaksanaan Penempatan Tenaga Kerja adalah sebagai
berikut:
a. Mekanisme Pelayanan Penempatan Tenaga Kerja
Kepada pencari kerja.
1) Pelayanan penempatan tenaga kerja dapat dilakukan
secara manual dan atau sistem daring (online
system); dan pelayanan dengan online harus
terintegrasi
dalam satu
sistem
pelayanan
penempatan tenaga kerja nasional.
2) Pencari kerja yang dilayani harus menyerahkan
persyaratan; bagi yang telah mendaftar dan telah
menyerahkan persyaratkan mendapatkan bukti
pendaftaran
pencari
kerja
(AK1),
dan
pegawai/petugas pengantar kerja wajib melakukan
pengisian data pencari kerja (AK2) melalui
wawancara langsung untuk mengetahui bakat,
minat, dan kemampuannya; AK1 berlaku 2 (dua)
tahun, dan diperpanjang setiap 2 tahun sampai
mendapatkan pekerjaan. Bila 6 (enam) bulan
terhitung mulai tgl pendaftaran belum mendapatkan
pekerjaan; serta bila telah mendapatkan pekerjaan
wajib memberitahukan/melapor pada dinas yang
mengeluarkan AK1.
3) Perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja
melaporkan kebutuhan atau lowongan yang ada di
perusahaannnya dengan mengisi Form AK3.
4) Petugas pengantar kerja berkewajiban menfasilitasi
antara pencari kerja dengan perusahaan yang
membutuhkan.
5) Bursa kerja online pada prinsipnya adalah bursa
kerja manual yang di kembangkan dengan sistem
komputerisasi. Dengan bursa kerja tersebut,
6

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


diharapkan perusahaan yang membutuhkan pekerja
dapat mendaftarkan lowongan kerja yang ada dan
dilengkapi dengan syarat kerjanya ke dalam bursa
kerja online. Begitu juga para pencari kerja secara
mandiri dapat memasukkan data individunya yang
dilengkapi dengan identitas diri (umur, jenis
kelamin, pendidikan dan pengalaman kerja),
kompetensi dan pekerjaan yang diminati, termasuk
jabatan, jam kerja dan gaji yang diminta.
Penyelenggaraan bursa kerja online dikatakan
efektif bila bursa kerja tersebut dapat berfungsi
sebagaimana yang diharapkan, yaitu dapat menfasilitasi
dan
dimanfaatkan
oleh
para
pihak
yang
berkepentingan. Efektivitas tersebut dapat diukur
dengan banyaknya pencari kerja dan pencari pekerja
yang memanfaatkan bursa kerja, serta banyaknya
penempatan tenaga kerja yang menggunakan fasilitas
sistem bursa kerja online, dalam satu kesatuan waktu
tertentu.
Berdasarkan uraian tersebut, maka secara
garis besar efektivitas sistem bursa kerja di pengaruhi
oleh 4 faktor utama, yaitu: 1. Kualitas Pengelolaan
Bursa Kerja kerja ; 2) Kondisi pencari kerja yang terkait
dengan pemanfaatan bursa kerja online: 3) Kondisi
Pencari kerja yang terkait dengan pemanfatan bursa
kerja online; serta 4) komitmen dan pembinaan
dinas/lembaga yang menangani ketenagakerjaan baik
di tingkat kabupaten/kota, provinsi, maupun pusat.

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


Dengan demikian secara skema kerangka pikir
faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas bursa
kerja online adalah sebagai berikut:
DIT. PENGEMBANGAN
PASAR KERJA
Dinas Yang menangani
ketenagakerjaan di Prov
Dinas yang Menangani
Ketenaga kerjaan di kab/kota

KONDISI PENCARI KERJA:


1. karateristik Pencaker
a. Jenis Kelamin;
b.
Umur
c.
Pendidikan;
2. Pengetahuan Ttg BKOL;
3. Pemanfaatan Bursa Kerja

KUALITAS
PENGELOLAAN
BURSA KERJA
ONLINE
1. Sarana
dan
prasarana
2. PENGELOLAAN
BKOL
a.Kelembagaan
b. SOP
c. SDM

EFEKTIVITAS
BURSA KERJA
ONLINE

KONDISI PERS. YANG


MEMBUTUHKAN PEKERJA
1. Kondisi Perusahaa/perorangan
2. Pengetahuan ttg Bursa Kerja;
3. Pemanfaatan Bursa Kerja;

Sumber: Subdit Informasi Pasar Kerja, Binapenta

Gambar 1
Kerangka Pikir Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
Efektivitas Bursa Kerja Online

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


Dari gambar tersebut secara garis besar efektivitas
bursa kerja ditentukan oleh 4 faktor utama, yaitu:
1. Kualitas Pengelolaan Bursa Kerja Online:
Pengelolaan Bursa Kerja online diharapkan
dapat melayani para pelanggannya dengan mudah,
nyaman, cepat, dan murah. Sebagaimana tempat
pelayanan yang lain, untuk memenuhi harapan
pelanggan tersebut maka bursa kerja harus memenuhi
persyaratan:
a. Tempat bursa kerja: strategis dan mudah dijangkau,
serta dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi
para pelanggannya; Bursa kerja akan banyak
dikunjungi dan dimanfaatkan para pihak terutama
para pencari kerja bila tempat penyelenggaraanya
strategis: mudah dijangkau, mudah dilihat, dan
tempatnya dapat memberikan rasa aman dan
nyaman;
b. Sarana dan prasarana bursa kerja
Kelengkapan jenis, jumlah dan kualitas sarana
prasarana
berpengaruh
terhadap
dapat
beroperasinya bursa kerja online.
c. Pengelolaan Bursa Kerja
Pengelolaan bursa kerja sebaiknya dilakukan oleh
unit organisasi/lembaga yang jelas kewajiban dan
tanggung jawabnya yang didukung oleh SOP yang
jelas dan tenaga pengelola (SDM) dalam jumlah yang
cukup dan berkualitas (kompeten).
d. Lembaga/unit organisasi yang penangani
Kelembagaan yg menangani: ada suatu unit yang
khusus diberi tugas untuk mengelola bursa kerja
online, sehingga tugas dan tanggung jawabnya jelas;
9

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


e. Adanya SOP (standard operational procedure);
Salah satu persyaratan dalam pengelolaan atau
penyelengaraan Bursa keraja perlu dudukung oleh
adanya SOP yang jelas dan mudah dilaksanakan
(applicable), oleh para pihak yang berkepentingan
terutama bagi tenaga pengelola bursa kerja;
f. Tersedianya Jumlah dan Kompetensi SDM,
Dalam pengelolaan bursa kerja, perlu didukung oleh
SDM dalam jumlah yang cukup dan berkualitas.
Kompetensi pengelola bursa kerja merupakan kunci
bagi keberhasilan pelayanannya. Kompetensi
tersebut meliputi:
Mempunyai pengetahuan tentang penggunaan
perangkat keras maupun perangkat lunak (seperti
aplikasi) yang tersedia di bursa kerja;
a. Dapat mengoperasikan peralatan perangkat
keras maupun perangkat lunak yang tersedia
dengan baik; serta
b. memiliki sikap kerja yang mampu berperilaku
sebagai pelayan bagi pelanggannya;
2. Kondisi Pencari Kerja;
Kondisi pencari kerja yang merupakan salah
satu sasaran pengguna bursa kerja online berpengaruh
terhadap efektivitas sistem bursa kerja online yang
dikembangkan. Bursa kerja online yang dikembangkan
sudah baik, tetapi bila tidak digunakan maka akan
menjadi percuma atau tidak efektif. Kondisi pencari
kerja yang diduga berpengaruh terhadap pemanfaatan
bursa kerja online adalah:

10

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


1)
2)
3)
4)
5)

Karakteristik Pencari Kerja, yang meliputi:


Umur;
Jenis kelamin;
Pendidikan;
Hubungan dengan Bursa kerja online:
a. Pengetahuan tentang bursa kerja online; dan
b. Pemanfaatan Bursa Kerja online;
c. Pendapat tentang keberadaan sistem bursa
kerja online.

3. Kondisi perusahaan/perorangan
yang memerlukan
pekerja.
Kedudukan
perusahaan/perorangan
yang
memerlukan pekerja atau yang mempunyai lowongan
kerja, juga sama dengan pencari kerja. Bila bursa kerja
online dapat beroperasi dengan baik, pencaker juga
sudah memasukan data identitas dan jabatan pekerjaan
yang diinginkan, namun bila tidak ada data lowongan
kerjanya, maka bursa kerja online tidak dapat efektif.
a. Karakteristik perusahaan;
1) Domisili/alamat
2) Sektor atau jenis usaha
b. Pengetahuan Bursa Kerja online;
c. Pemanfaatan Bursa Kerja online;
d. Pendapat tentang keberadaan sistem bursa kerja
online
4. Komitmen dan Pembinaan dari pimpinan Dinas (pemda)
yang menangani ketenagakerjaan di Kab/kota, provinsi
maupun pusat, dalam bentuk:
a. Kesadaran akan pentingnya bahwa bursa kerja
online;

11

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


b. Bantuan sarana dan sarana;
c. Mengalokasikan dana untuk kegiatan pengembangan
bursa kerja;
d. Menempatan SDM yang kompeten;
e. Melakukan monitoring dan pengendalian/supervisi;
f. Melakukan sosialiasi kepada para pihak pemangku
kepentingan;
Dengan demikian secara besar garis tata urut proses BKOL
menjadi efektif, bila: 1) BKOL di bangun (ada); di ketahui
keberadaannya oleh para pemangku kepentingan; dan di
manfaatkan oleh para pemangku kepentingan secara online
(mandiri)
D. Ruang Lingkup dan Metode Penelitian
Berdasarkan tujuannya, penelitian ini merupakan
penelitian terapan, yang diarahkan untuk mendapatkan
informasi yang dapat digunakan untuk mengetahui efektivitas
pelaksanaan sistem bursa kerja online, permasalahan yang ada
dan sekaligus merumuskan alternatif pemecahannya. Karena
adanya keterbatasan yang ada maka ruang lingkup penelitian
ini dibastasi sebagai berikut:
1. Ruang Lingkup
Pada penelitian ini dibatasi hanya bursa kerja online yang diselenggarakan oleh instansi pemerintah yang
menangani ketenagakerjaan di provinsi dan kab/kota.
2. Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan adalah metode
evaluasi, yaitu mengevaluasi terhadap pelaksanaan program
pengembangan bursa kerja sistem online.
a. Jenis Data yang diperlukan
Berdasarkan sumbernya, data yang diperlukan, yaitu
data primer dan data sekunder.
12

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


1) Data Primer adalah data yang diperoleh atau
dikumpulkan oleh peneliti secara langsung dari
sumber datanya. Data primer disebut juga sebagai
data asli atau data baru yang memiliki sifat up to
date. Untuk mendapatkan data primer, akan
dikumpulkan secara langsung di lokasi peneltian.
2) Data sekunder, adalah data yang diperoleh atau
dikumpulkan dari berbagai sumber yang telah ada
(peneliti sebagai tangan kedua). Data sekunder
diperoleh dari berbagai sumber seperti Biro Pusat
Statistik
(BPS),
Dinas
yang
menangani
ketenagakerjaan di provinsi dan kab/kota, buku
laporan, buku rujukan, jurnal, dan lain-lain.
b. Metode Penentuan lokasi penelitian
Pemilihan lokasi penelitian dilakukan dengan
metode purposive, yaitu Propinsi yang menurut
Direktorat
Pengembangan
Pasar
Kerja
perkembangannya terbaik, sedang dan terbelakang,
sebanyak 6 Provinsi; sedang untuk kabupaten Kota
juga dipilih 2 dinas Kab/kota yang menurut
petugas/pejabat di tingkat provinsi termasuk kategori
baik dan jelek. Adapun daerah sampel studi ini adalah:
1. Provinsi Bengkulu:
a. Kota Bengkulu
b. Kabupaten Kepahiang
c. Kabupaten Bengkulu Utara.
2. Provinsi Jawa Tangah:
a. Kota Semarang;
b. Kabupaten Temanggung
c. Kabupaten Pati
13

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


3. Provinsi Jawa Timur:
a. Kota Surabaya;
b. Kabupaten Pasuruan;
c. Kabupaten Malang
4. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta:
a. Kota Yogyakarta;
b. Kabupaten Gunung Kidul;
c. Kabupaten Bantul
5. Provinsi Jawa Barat:
a. Kota Bandung;
b. Kabupaten Garut;
c. Kabupaten Bogor;
6. Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta.
a. Jakarta Selatan;
b. Jakarta Timur;
c. Jakarta Pusat.
c. Metode penentuan Responden
Reponden ada tiga kategori, yaitu:
1) Responden di dinas, yaitu pejabat dan petugas
(petugas pengantar kerja dan operator) yang
menangani bursa kerja:
2) Responden Pencari Kerja: pencari kerja yang
menggunakan dan yang tidak menggunaan;
3) Responden yang mewakili perusahaan pencari
pekerja; petugas di bagian HRD yang menangani
rekruetmen,
baik
di
perusahaan
yang
memanfaatkan bursa kerja online, maupun yang
tidak menggunakan.

14

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


d. Metode Pengumpulan data:
1) Untuk mendapatkan data sekunder dilakukan
dengan pencatatan dan atau fotocopy atau
mendapatkan bukunya. Dengan mengunan daftar
pertanyaan atau pointer yang telah disiapan:
2) Untuk mendapatakan data primer dilakukan denan
teknik wawancara dengan menggunakan daftar
pertanyaan yang telah disiapkan; selain itu juga
dilakukan dengan melakukan wawancara secara
lebih detail untuk mendalaminya, serta observasi;
e. Metode Pengolahan data;
Data yang telah terkumpul diolah dengan membuat
tebel-tabel sesuai dengan kebutuhan.
f.

Metode analisis data


Data yang telah diolah kemudian di analisis secara
diskriptif dengan menganalisis keterkaitan antara
kondisi pengelolaan bursa kerja, penggunaan bursa
kerja online baik oleh pencari kerja, maupun oleh
perusahaan pencari pekerja, serta komitmen dan
pembinaan dari instansi yang menanganinya termasuk
pimpinannya. Menemukenali permasalahan yang ada
serta sekaligus merumuskan saran perbaikannya.

15

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online

16

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Pengembangan sistem Bursa Kerja Online (BKOL) pada


prinsipnya merupakan pengembangan Bursa Kerja yang
dilaksanakan
secara
online.
Dengan
demikian
dalam
pengembangannya tetap mengacu pada pelaksanaan bursa kerja
secara manual. Selain itu untuk mengembangkan online tersebut,
mempertimbangkan perkembangan Teknologi Informasi (TI) dan
e-goverment yang ada, serta lingkungan strategis lainnya yang
diduga berpengaruh terhadap pelaksanaan BKOL, seperti
perkembangan pelaksanaan Otonomi Daerah.

17

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


A. Pelayanan Penempatan Tenaga Kerja
1. Penempatan Tenaga Kerja
Sebagaimana telah diamanatkan dalam pasal 27 ayat 2
Undang-undang Dasar 1945, bahwa setiap warga negara
berhak mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak,
maka di lain
pihak negara atau pemerintah wajib
memfasilitasi agar hak warga tersebut dapat terpenuhi.
Fasilitasi tersebut antara lain dengan pembangunan yang
dapat menciptakan kesempatan kerja, menfasilitasi
penempatan kerja, serta peningkatan kapasitas dan
produktivitas tenaga kerja yang akhirnya dapat
mensejahteraan tenaga kerja dan keluarganya.
Selain itu, sebagaimana dimuat dalam Undang-Undang
no, 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan pada Bab VI
pasal 31 mengamanahkan bahwa tiap tenaga kerja
mempunyai hak dan kesempatan yang sama untuk memilih,
mendapatkan, atau pindah pekerjaan dan memperoleh
penghasilan yang layak di dalam atau di luar negeri. Proses
tenaga kerja sampai mendapatkan pekerjaan disebut dengan
penempatan tenaga kerja. Adapun pelayanan penempatan
tenaga kerja adalah kegiatan untuk mempertemukan tenaga
kerja dengan pemberi kerja, sehingga tenaga kerja dapat
memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan bakat, minat, dan
kemampuannya, di sisi lain pemberi kerja dapat memperoleh
tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhannya
Dalam undang-undang tersebut, juga mengamanahkan
bahwa pelaksanaan penempatan tenaga kerja mendasarkan
atas 4 asas, yaitu: 1) terbuka, 2) bebas, 3) obyektif, dan 4)
adil dan tanpa diskriminasi; serta diarahkan untuk
menempatakan tenaga kerja pada jabatan yang tepat sesuai
dengan keahlian, keterampilan, bakat, minat, dan kemampuan
18

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


dengan memperhatikan harkat, martabat, hak asasi, dan
perlindungan hukum. Selain itu penempatan tenaga kerja
dilaksanakan
dengan
memperhatikan
pemerataan,
kesempetan kerja dan penyediaan tenaga kerja sesuai dengan
kebutuhan program nasional dan daerah. (pasal 32 );
Adapun uraian dari keempat asas penempatan
tersebut adalah sebagai beriku:
a. Terbuka: Pemberi informasi kepada pencari kerja harus
terbuka dan jelas, baik jenis pekerjaan, lokasi pekerjaan,
besaran upah dan jam kerja, maupun kondisi atau
ketentuan lain yang akan diterimakan oleh pekerja, dan
sebaliknya data atau keadaan pencari kerja: seperti
pendidikan, pengalaman kerja dan gaji yang diharapkan.
Hal ini diperlukan untuk melindungi pekerja/ buruh serta
untuk menghindari terjadinya perselisihan di tempat kerja.
b. Bebas : pencari kerja bebas memilih jenis pekerjaan dan
pemberi kerja bebas memilih tenaga kerja, sehingga tidak
dibenarkan pencari kerja dipaksa untuk menerima suatu
pekerjaan dan pemberi kerja tidak dibenarkan dipaksa
untuk menerima tenaga kerja yang ditawarkan.
c. Obyektif: pemberi kerja hendaknya menawarkan
pekerjaan/jabatan yang cocok kepada pencari kerja yang
sesuai dengan kemampuanya dan persyaratan jabatan
yang dibutuhkan, serta harus mempertahankan
kepentingan-kepentingan pihak tertentu.
d. Adil dan tidak diskriminasi : penempatan tenaga kerja
yang dilakukan berdasarkan kemampuan tenaga kerja, dan
tidak berdasarkan atas ras, jenis kelamin, warna kulit,
agama dan aliran poilitik.
Sebagai negara yang masuk dalam organisasi
ketenagakerjaan internasional atau International Labour

19

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


Organization (ILO), negera Indonesia juga telah meratifikasi
konvensi ILO No. 88 tahun 1948 dengan Keputusan Presiden
No. 36 tahun 2002, mengenai Lembaga Pelayanan
Penempatan Tenaga Kerja, yang mewajibkan untuk
mendirikan lembaga pelayanan penempatan tenaga kerja,
dengan pelayanan gratis. Amanah lain dalam konvensi
tersebut antara lian:
a. Adanya kerja sama antara instansi pemerintah maupun
swasta terkait, melalui bursa kerja, yang merupakan
program nasional untuk menghapus penangguran dan
mengembangkan serta menggunakan sumber-sumber
produktif (pasal 1 ayat 2);
b. Pengaturan dalam pelayanan dan kebijakannya, wajib
dilakukan melalui panitia penasehat yang terdiri dari
pengusaha dan pekerja (pasal 4)
2. Unsur-unsur Penempatan Tenaga Kerja
Bila
dilihat
berdasarkan
unsur-unsurnya,
sebagaimana tertuang dalam pasal 36 Undang-undang no. 13
tahun 2003, bahwa unsur-unsur penempatan terdiri dari:
a. Pencari Kerja.
Pencari kerja adalah angkatan kerja yang
sedang menganggur dan mencari pekerjaan maupun
yang sudah bekerja tetapi ingin pindah atau alih
pekerjaan dengan mendaftarkan diri kepada pelaksanan
penempatan.
b. Lowongan Pekerjaan
Lowongan kerja adalah peluang kerja yang
belum terisi, baik untuk angkatan kerja dengan bekerja
secara langsung maupun tidak langsung dengan pihak
lain, dan atau berusaha sendiri.

20

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


Sebagaimana di atur dalam Undang-undang No. 7
Tahun 1981, tentang Wajib lapor ketenagakerjaan di
Perusahaan, khususnya pasal 6 mengamanahkan bahwa:
(1) Pengusaha atau pengurus wajib melaporkan secara
tertulis kepada Menteri atau pejabat yang ditunjuk
selambat-lambatnya dalam jangka waktu 30
(tigapuluh) hari setelah mendirikan, menjalankan
kembali atau memindahkan perusahaan;
(2) Laporan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
harus memuat keterangan:
a. identitas perusahaan;
b. hubungan ketenagakerjaan;
c. perlindungan tenagakerja; dan
d. kesempatan kerja.
Yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah
keterangan yang berhubungan dengan nama perusahaan,
alamat
perusahaan,
kepengurusan
perusahaan,
permodalan perusahaan, proses produksi, hubungan
kerja, syarat kerja, kondisi kerja, rencana perluasan dan
pengurangan kesempatan kerja serta rencana latihan
kejuruan bagi tenaga kerja.
Dengan demikian setiap perusahaan wajib juga
untuk melaporkan rencana perluasan dan pengurangan
kesempatan kerja, dengan kata lain juga wajib
melaporkan tentang lowongan pekerja yang tersedia di
perusahaan bersangkutan.
Selanjutnya setelah menyampaikan laporan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 tersebut,
pengusaha atau pengurus wajib melaporkan setiap tahun
secara tertulis mengenai ketenagakerjaan kepada
menteri atau pejabat yang ditunjuk (pasal 7 ayat 1)
21

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online

c.

d.

22

Selain Undang-undang No. 7 tahun 1981, juga


ada Peraturan Presiden No, 4 Tahun 1980 tentang Wajib
Lapor Lowongan, yang memerintahkan kepada
pengusaha atau pengurus wajib serta melaporkan secara
tertulis setiap ada atau akan ada lowongan pekerjaan
kepada Menteri atau Pejabat yang ditunjuk (pasal 2).
Laporan lowongan pekerjaan tersebut memuat: 1)
Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan ; 2) Jenis pekerjaan
dan syarat-syarat jabatan yang digolongkan dalam jenis
kelamin, usia, pendidikan, keterampilan/keahlian,
pengalaman dan syarat-syarat lain yang dipandang perlu.
Di samping itu pada pasal 4, mengamanahkan kepada
pengusaha yang akan mengumumkan lowongan
pekerjaan melalui mass- media, wajib melaporkan lebih
dahulu kepada Menteri atau Pejabat yang ditunjuk. Jika
lowongan pekerjaan tersebut sudah terisi, maka
pengusaha atau pengurus wajib segera melaporkan
secara tertulis kepada Menteri atau Pejabat yang
ditunjuknya (pasal 5). Dalam Kepres tersebut juga
menyebutkan memberikan sanksi kepada perusahaan
yang tidak melaksanaan wajib lapor lowongan tersebut,
berupa denda Rp 100.000, atau kurungan maksimal 3
bulan.
Informasi Pasar Kerja (IPK), yang berisi:
1) Daftar dan rekap pencari kerja;
2) Daftar dan lowongan pekerjaan;
3) Data penempatan tenaga kerja
Pelaksana Penempatan
1) Penempatan tenaga keraja dapat melalui fasilitasi
dinas tenaga kerja/pengantar kerja; atau
2) Melalui Lembaga Penempatan tenaga kerja atau
melakukan transaksi sendiri,

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


Adapun
unsur-unsur:
pencari
kerja
(pencaker), lowongan, IPK, dan penempatan tersebut
dapat dilaksanakan secara terpisah. Semua kegiatan
yang mempertemukan antara pencaker dengan
pemberi kerja, sehingga terjadi proses penempatan
dan tersedia IPK disebut kegiatan antar kerja
Dengan demikian kegiatan antar kerja
meliputi: menfasilitasi pencaker dan pemeberi kerja,
tersedianya IPK, sehingga terjadi proses penempatan
yang efektif. Kegunaan lain dari kegiatan antar kerja
tersebut adalah sebagai bahan penyusunan kebijakan
daerah dan nasional
3. Pelayanan Penempatan Tenaga Kerja
Pelayanan penempatan tenaga kerja pada prinsipnya
adalah merupakan upaya agar para pihak dalam hal ini
pencari kerja dan pemeberi kerja dapat terpetuhi
kebutuhannya masing-masing. Pencari kerja dapat
mendapatkan pekerjaan sesuai dengan kemampuan, bakat
dan minatnya, dan di pihak lain pemberi kerja dapat
memperoleh tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan
perusahaannya. Untuk itu, maka diperlukan informasi
tentang pencari kerja dan informasi lowongan kerja yang
tersedia. Adapun informasi pencari kerja dan lowongan kerja
yang diperlukan sebagaimana dalam lampiran Permen
Nakertrans
Nomor:
Per.07/Men/IV/2008
Tentang
Penempatan Tenaga Kerja adalah sebagai berikut:
a. Informasi Pencari kerja meliputi:
1) Identitas pencari kerja, yang terdiri dari:
a) Nama:
b) Jenis Kalamin:

23

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


c) tempat tanggal lahir
d) status:
2) Pendidikan Formal terakhir:
3) Keterampilan
4) Bahasa yang dikuasai:
5) Pengalaman Kerja
6) Jabatan yang diinginkan:
7) Lokasi Tempat kerja yang diinginkan dan
8) Banyaknya upah yang diinginkan.
b. Informasi lowongan kerja yang tersedia
1) Batas waktu permintaan tenaga kerja
2) Identitas Pemberi Kerja:
a) Nama Pemberi Kerja/perusahaan;
b) Lapangan usaha;
c) Alamat;
d) Kontak person dan jabatannya
3) Informasi lowongan jabatan/pekerjaan;
a) Nama Jabatan/pekerjaan:
b) Jumlah lowongan
4) Persayaratan Jabatan
a) Pendidikan formal:
b) Keterampilan/keahlian;
c) Pengalaman;
d) Syarat khusus.
5) Sistem Pengupahan
a) Sistem pegupahan
b) Gaji/upah per bulan
c) Status hubungan kerja
d) Jumlah jam kerja dalam seminggu
e) Jaminan sosial lainnya
6) Uraian singkat pekerjaan
7) Uraian tugas
24

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


Pencari kerja yang datang dan mencatatkan diri ke
dinas tenaga kerja memberikan data dirinya sesuai dengan
form AK2 dan bila sudah terdaftar sebagai bukti yang
bersangkutan mendapatan bukti AK1 atau sering disebut
dengan Kartu kuning. Sedangkan pihak pencari kerja
mendaftarakan diri dengan di lengkapi dengan jumlah dan
jenis jabatan, serta syarat kerja lainnya dari lowongan yang
ada di perusahaan tersebut. Selain itu dalam pelayanan antar
kerja di dinas yang menangani ketenagakerjaan juga
melakukan kegiatan bimbanganan jabatan, bimbingan
penempatan/usaha dan bimbingan pelatihan. Secara skematis
pelalayan antar kerja dapat dilhat dalam gamba sebagai
berikut:

25

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online

Sumber: Subdit Informasi Pasar Kerja, Binapenta

Gambar 2.1 Skema Proses Pelayanan Antar Kerja

26

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


Untuk memenuhi kebutuhan ke dua belah pihak,
yaitu pencari kerja dan pemberi kerja, serta guna
meningkatan kehidupan masyarakat. Maka diperlukan upaya
lainya, baik itu yang berkaitan dengan pencari kerja (supply
side), seperti pendidikan dan pelatihan kerja; serta pihak lain
yang berkaitan dengan pemberi kerja (demand side). Selain
itu keberhasilan pelayanan penempatan tenaga kerja tersebut
juga di tentukan oleh SDM yang menanganinya, dalam hal ini
adalah petugas pengantar kerja.
4. Dukungan Petugas Pengantar Kerja
Guna Kelancaran Pelayanan Penempatan Tenaga Kerja,
dilakukan oleh petugas pengantar kerja, yg mempunyai
kompetensi di bidang:
a. Perencanaa Tenaga Kerja
b. Informasi Pasar Kerja;
c. Penyuluhan Jabatan;
d. Bimbingan jabatan;
e. Wawancara;
f. Analisa Jabatan;
g. Pelayanan Pencari Kerja;
h. Pelayanan Pemberi Kerja;
i. Pelayanan Lembaga Pelatihan dan Penempatan Tenaga
Kerja;
j. Pelayanan Pemenuhan Lowongan Kerja;
k. Pengembangan dan Perluasan Kesempatan Kerja;
l. Pelayanan AKL
m. Pelayanan AKAD
n. Pelayanan AKAD
o. Pelayanan Penempatan Tenaga Kerja Pemerintah;
p. Pelayanan Penempatan Tenaga Kerja Khusus;
q. Pelayanan Penemapatan Tenaga kerja Antar Negara;
r. Pelayanan Pengendalian Tenaga Kerja Asing;
s. Pemasaran Tenaga kerja, dan pelaporan
Dengan dermikian, seorang petugas pengantar kerja
diharapankan mampu dan dapat menangani pekerjaan
tersebut. Petugas pengantar kerja di daerah selama ini baru
27

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


mengerjakan pekerjaan pelayanan kepada pencaker, pemberi
kerja termasuk kanvasing (mendatangi dan mencatat
lowongan di perusahaan), melakukan bimbingan jabatan
kepada para pencari kerja, penyusunan dan pelaporan IPK,
serta pelayanan penempatan tenaga kerja. Pekerjaan lain
seperti mengelola IPK untuk kepentingan pembangunan
ketenagakerjaan di daerah bersangkutan, sebagai contah:
penyusunan perencanaan tenaga kerja dan perluasan
kesempatan kerja belum dilaksanakan.
5. Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja:
Sebagaimana diamanahkan dalam UU No 13 tahun 2003
tentang Ketenagakerjaan bahwa pelaksana penempatan
tenaga kerja dapat dilakukan oleh Pemerintah dalam hal ini
dinas yang menangani ketenagakerjaan, lembaga swasta yang
berbadan hukum atau secara mandiri. Adapun ketentuan
pelaksana pemerintah dan lembaga swasta adalah sebagai
berikut:
a. Pemerintah
Pemerintah sebagai pelaksana penempatan tenaga
kerja, dilaksanankan oleh lembaga/institusi pemerintah
yang menangani ketenagakerjaan, dan dalam era
otonomi daerah kedudukannya berada di Satuan Kerja
Pemerintah Derah (SKPD) kabupaten/kota.
b. Lembaga swasta berbadan hukum.
Selain pemerintah, kepada swasta yang berbadan
hukum juga dapat melaksanakan penempatan tenaga
kerja dengan ketentuan:
1) wajib memiliki izin tertulis dari menteri atau pejabat
yang ditunjuk.
2) Dilarang memungut biaya, kecuali pada golongan
atau jabatan tertentu yg ditetapkan oleh menteri;
dan
3) Wajib melaporkan 1 (satu) bulan sekali kepada
Menteri atau pejabat yang ditunjuk (Keputusan
Dirjen Binapenta, No 99/PPTK/IV/2009)

28

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


B. Perkembangan Teknologi Informasi (TI) dan EGovernment
1. Perkembangan Teknologi Informasi (TI)
Teknologi informasi berkembang dengan pesat, untuk
mendapatkan informasi dari satu tempat ke tempat lain tidak
dibatasi oleh waktu, baik melalui media elektronik seperti
Radio dan TV maupun alat komunikasi lain seperti handphone
dan internet. TI berkembang di hampir semua negara, dan
dimanfaatkan oleh pemertintah dan swata, maupun individu
untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan masing-masing.
Perkembangan dan kemajuan TI yang demikian pesat
telah menyebabkan perubahan kegiatan kehidupan manusia
dalam berbagai bidang dan berperan penting dalam
perdagangan dan pertumbuhan ekonomi nasional untuk
mewujudkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Sebagaimana diamanahkan dalam undang-undang RI.
No.11 tahun 2008, tentang Informasi dan Transaksi
elektronik, bahwa pemanfaatan teknologi informasi dan
transaksi elektronik dilaksanakan dengan tujuan:
a. Mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai bagian dari
masyarakat informasi dunia;
b. Mengembangkan perdagangan dan perekonomian
nasioanl dalam rangka meningkatkan kesejahteraan
masyarakat;
c. Meningkatkan efektivitas dan efesiensi pelayanan publik;
d. Membuka seluas-seluasnya kepada setiap orang untuk
memajukan pemikiran dan kemampuan di bidang
penggunaan teknologi informasi seoptimal mungkin dan
bertanggung jawab, dan
e. Memberikan rasa aman, keadilan, dan kepastian hukum
bagi pengguna dan penyelenggara teknologi informasi.
Selain itu negara, perusahaan, maupun individu yang
tidak dapat memanfaatkan TI dengan baik sulit untuk maju.
Dengan demikian dalam pengembangan sistem Bursa
Kerja Online (BKOL) harus diselaraskan dengan undangundang tersebut.
Perkembangan penggunanan komunikasi dengan
internet di Indonesia cukup pesat. Dari 3 (tiga) indikator
29

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


Persentase Rumah tangga yang: 1) Memiliki/ Menguasai
telepon kabel; 2) Memiliki/menguasai telepon seluler, dan 3)
pernah mengakses internet selama 3 bulan terakhir, ternyata
untuk yang memilki telepon tetap kabel menurun, dan yang
memiliki telepon seluler meningkat. Begitu juga yang
mengakses internet. Perkembngan tersebut dapat dilihat
pada Tabel dan gambar grafik sebagai bertikut:
Tabel 2.1 Penggunaan Teknologi di Indonesia
No
Keterangan
2008
2009 2010
Persentase RT yang
1 memiliki/menguasai
11.67 10.36
9.46
telepon tetap kabel
Persentase RT yang
2 memiliki/menguasai
51.99 61.84
72
telepon seluler
Persentase RT yang
pernah mengakses
3
8.47 11.59
22.4
internet dalam 3
bulan terakhir
Sumber : Statistik Indonesia, BPS Tahun 2012, diolah

Gambar 2.2 Penggunaan Teknologi di Idonesia

30

2011
7.85
78.96

25.9

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


Pengembangan TI, pada umumnya bertujuan untuk
melayani kebutuhan para pihak, dalam teknik mengelola data
dan informasi dari mengumpulkan, menyiapkan, menyimpan,
mengolah, mengumumkan, menganalisis, dan atau
penyebarluasan, serta transaksi data dan informasi dengan
berbasis komputer di satu tempat (sendiri) dan atau antar
satu tempat dengan tempat lain (ada sharing sumber daya
data dan informasi). Untuk mengolah data dan informasi
maka diperlukan aplikasi pengelolaan data dan informasi,
sedangkan untuk shering/transaksi data dan informasi
dibutuhkan jaringan.
2. Pengembangan E-Goverment
Perkembangan TI yang cepat tidak dapat dihindari,
karena kebutuhan informasi yg sangat cepat, tepat dan akurat
menjadi kebutuhan bagi para pihak, perorangan/individu,
perusahaan atau swasta maupun pemerintahan. TI yang
banyak dibutuhkan oleh para pihak tersebut antara lain
adalah Web atau Internet yang berfungsi sebagai penyimpan,
penampilan dan transaksi data dan informasi, serta aplikasi
pengelolaan data dan informasi.
Penggunaan TI, khususnya pengguna web dan
internet dalam penyelengaraan pemerintahan, disebut
dengan e-goverment. Agar penggunaan TI dalam pemerintah
dapat lebih berdayaguna dan berhasil guna maka
diterbitkanlah Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor
3 Tahun 2003, tanggal 9 Juni 2003 tentang Kebijakan dan
Strategi
Nasional
Pengembangan
E-Government.
Pengembangan e-goverment merupakan upaya untuk
mengembangkan penyelenggaraan kepemerintahan yang
berbasis
(menggunakan)
elektronik
dalam
rangka
meningkatkan kualitas layanan publik secara efektif dan
efisien. Melalui pengembangan e-goverment dilakukan
penataan sistem manajemen dan proses kerja di lingkungan
pemerintah
dengan
mengoptimasikan
pemanfaatan
informasi.

31

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


Pemanfaatan TI tersebut mencakup 2 (dua) aktivitas
yang berkaitan, yaitu:
a. Pengelolaan data,
pengelolaan informasi, sistem
manajemen dan proses kerja secara elektronik;
b. Pemanfaatan kemajuan teknologi informasi agar
pelayanan publik dapat diakses secara mudah dan murah
oleh masyarakat di seluruh wilayah negera.
Untuk
melaksanakan
maksud
tersebut,
pengembangan e-goverment diarahkan untuk mencapai 4
(empat) tujuan, yaitu:
a. Pembentukan jaringan informasi dan transaksi pelayanan
publik yang memiliki kualitas dan lingkup yang dapat
memuaskan masyarakat luas serta dapat terjangkau di
seluruh wilayah indonesia pada setiap saat tidak dibatasi
oleh sekat waktu dan dengan biaya yang terjangaku oleh
masyarakat;
b. Pembentukan hubungan interaksi dengan dunia usaha
untuk meningkatkan perkembangan perekonomian
nasioanl dan memperkuat kemampuan menghadapi
perubahan dan persaingan perdagangan internasional.
c. Pembentukan mekanisme dan saluran komunikasi dengan
lembaga-lembaga negara serta penyediaan fasilitas dialog
publik bagi masyarakat agar dapat berpartisipasi dalam
rumusan kebijakan negara.
d. Pembentukan sistem manajemen dan proses kerja yang
transparan dan efesien serta memperlancar transaksi dan
layanan antar lembaga pemerintahan dan layanan antar
lembaga pemerintah dan pemerintah daerah otonomi.
Dengan demikian pembangunan dan pengembangan
BKOL, harus juga mengacu pada tujuan e-goverment tersebut.
Dari beberapa penelitian menyebutkan bahwa kegagalan egoverment di sejumlah negara dikarenakan oleh: Ketidak
siapaan SDM baik pengelola maupun pengguna, Sarana dan
Prasaran TI yang kurang memadai, Kurang perhatian para
pihak yang terlibat langsung. Oleh karena itu hal ini harus
mendapatkan perhatian dalam pengembangan sistem BKOL.

32

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


C. Otonomi Daerah
Untuk mempercepat terwujudnya tata pemerintahan
yang lebih baik, pemerintah telah melaksanakan otonomi daerah
sejak Januari 2000. Melalui kebijakan ini, pemerintah pusat telah
mengalihkan kewenangannya kepada kabupaten dan kota untuk
mengelola kegiatan pemerintahannya secara otonom, termasuk
di bidang ketenagakerjaan. Pengalihan kekuasaan dari pusat ke
daerah diharapkan dapat mendorong proses kebijakan publik
menjadi partisipatif, transparan, dan akuntable sehingga
kebijakan
publik
lebih
memperhatikan
kepentingan
stakeholders-nya, terutama masyarakat setempat. Pelaksanaan
otonomi daerah diharapkan dapat membuat pemerintah
kabupaten dan kota
menjadi lebih responsif terhadap
kebutuhan dan dinamika lokal.
Dalam pelaksanaan otonomi daerah, ternyata tidak
semulus seperti yang harapkan, dan banyak masalah yang
timbul. Permasalahan yang timbul antara lain:
1. Adanya distorsi pemahaman terhadap kebijakan otonomi
daerah. Temuan dari Goverment and Desentralization Survey
2022 (Agus Dwiyanto dkk, 2002), walaupun secara umum
menunjukan bahwa para pemangku kepentingan memahami
otonomi daerah secara benar, ternyata persentase pemangku
kepentingan dan agen pelaksana yang memahami kebijakan
otonomi daerah secara salah cukup besar. Pemahaman yang
salah mengenani otonomi daerah antara lain: penafsiran
otonomi daerah sebagai kewenangan untuk menggali sember
dana sebsesar-besarnya melalui pajak dan retribusi,
kewenangan untuk memperjuangkan penduduk asli dalam
pemerintahan dan pembangunan, dan kewenangan untuk
daerah sendiri.
2. Tidak adanya pembagian kewenangan yang jelas,
terbatasanya keuangan daerah, lemahnya sumber daya
aparatur dan struktur kelembagaan daerah;
3. Akibat lebih lanjut dari permasalahan tersebut, maka masalah
ketenagakerjaan di sebagian kabupaten dan kota tidak
menjadi prioritas. Hal ini tercermin dari besarnya APBD yang
dialokasikan ke bidang ketenagakerjaan, serta dukungan SDM
yang kurang. Setelah era otoda, pemahaman pimpinan daerah
33

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


terhadap pentingnya tupoksi pejabat, khususnya penjabat
fungsional, termasuk pejabat pengantar kerja rendah,
sehingga sering terjadi mutasi tanpa mempertimbangkan
kompetensinya. Tingginya mutasi pejabat daerah dan
fungsional yang tidak sesuai denga bidang tugas dan
kompetensi, sehingga mengakibatkan penguasaan dan
pelaksanaan fungsi lembaga di bidang teknis menjadi
menurun (Ratna, 2011).

34

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online

BAB III
PEMBINAAN DAN PERKEMBANGAN BKOL

A. Pembinaan BKOL
Dalam Pengembangan BKOL, yang merupakan program
Direktorat Pengembangan Pasar Kerja, Ditjen Binapenta,
Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Masing masing
satuan kerja yang menagani ketenagakerjaan di pusat, provinsi,
dan kabupaten/kota punya peran dan fungsi masing-masing.
1. Permbinaan di Tingkat Pusat
a. Pembangunan Jaringan dan Aplikasi BKOL
Dalam pengembangan BKOL di tingkat pusat dalam hal
ini Direktorat Pengembangan Pasar Kerja, Ditjen
Binapenta membangun jaringan dan aplikasi BKOL.

35

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


1) Jaringan:
Jaringan yang dikembangkan adalah terpusat,
yaitu hanya dikembangkan satu server yang
keberadaannya di pusat yang di bangun oleh Direktorat
Pengembangan Pasar Kerja dan ditempatkan di Gedung
Cyber. Sedangkan di dinas kabupaten/kota disediakan
beberapa set perangkat komputer yang berfungsi
sebagai pengentri data. Selain dari komputer yang
disediakan di dinas kabupaten/kota, para pencaker,
yang membutuhkan pekerjaan, dan atau masyarakat
umum dapat juga mengakses dari
Warung
Telekomunikasi (warnet), komputer pribadi atau HP
yang dapat tersambung dangan internet.

36

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online

Sumber: Subdit Informasi Pasar Kerja, Binapenta

Gambar 3.1
Skema Networking Info Kerja (BKOL)

37

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


Adapun spesifikasi komputer yang digunakan
sebagai server di pusat adalah sebagai berikut:
1. Nama Server
2. Lokasi collacatioan

: Server2 depnakertrans.go,id
: colo Masterweb posisi di inter
data center
3. IP Publik server
: 27.111.40.202
4. Domain
: infokerja.depnakertrans.go.id
5. Kondisi Bandwidth Internasional
a. Koneksi Bandwith Internasional
1) International : 1 Mbps 1:16 atau setara 512
Kbs 1:8
2) Bandwidth International Sharing dengan
Server lain
b. Koneksi IIX
6. Catatan Login Server
1) IXX
: 100 Mbbps
2) User login
: xxxxx
3) Password log
: xxxxxxxxx
7. Operating
Sistem
:
Linux
64
bit
2.6.32.279.19.1.el6.x86_64
8. Aplikasi Terinstal
a. Webserver: Apache
b. Database : MySqL, PostgreSQL dan Oracia
9. Spesifikasi Hardware dan Statusnya:
a. Processor
1. Number of Proc : Dual
2. Core
: 24 Core
3. Model
: Intel (R) Xeon (R) CPU ES2620 0 @2.00GHz
b. Memory
: 32 GB
# Free
: 26 GB
c. HardDisk
: 2 Unit (terpisah)
# sda
: Utama

38

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


Status Partisi:
/
/home
/tmp
/ var
. sdb
Status Partisi:
/backup

: 21 GB use 39 %
: 358 GB use 1 %
: 8.3 GB use 2 %
: 52 GB use 12 %
: Backup
: 932 G

2) Pembangunan Aplikasi
Aplikasi yang dibangun di server pusat
merupakan satu-satunya data base. Aplikasi yang
dibangun terdiri dari: 1) aplikasi untuk pencaker (AK2),
2) Aplikasi untuk pemberi kerja (AK3), dan 3) aplikasi
IPK yang merupakan data kumulatif dari pencaker dan
lowongan, serta data penempatan. Selain itu pada
aplikasi tersebut dikembangkan juga aplikasi transaksi
data yang dapat mendukung kelancaran proses
pencarian data pencaker bedasarkan karakteristiknya,
dan proses pencarian data lowongan yang tersedia
berdasarkan
karakteristiknya,
serta
proses
penempatan, pengolahan data IPK, dan pelaporannya.
Gambaran umum aplikasi yang tersdia dalam BKOL,
dapat dilihat dalam gambar fitur sebagai berikut:

39

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online

Sumber: Subdit Informasi Pasar Kerja, Binapenta

Gambar 3.2 Fitur Aplikasi di Fitur BKOL

40

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


Untuk dapat membuka aplikasi tersebut, pengguna
yang mengakses ke info kerja tersebut dapat membuka
dengan htt.www. infokerja. depnakertrans.go.id.
Pada fitur tersebut pencaker dapat mengisi
identitasnya dalam pendaftran pencari kerja. Setelah
mengisi dengan pasword tertentu pencaker diharapkan
datang ke kantor dinas kabupten/Kota yang mengelola
BKOL dan membawa berkas ijazah terakhir, pas foto dan
kelengkapan lainnya, untuk di verifikasi dan mendapatkan
kartu AK1 (kartu kuning) sebagai bukti bahwa yang
bersangkutan telah terdaftar sebagai pencari kerja. Selain
itu fasilitas lain dalam aplikasi yang ada untuk pencaker
adalah: pencaker dapat melihat lowongan yang sudah
terdaftar dalam aplikasi BKOL. Bila dari lowongan yang
ada pencaker berminat untuk mendaftar, maka dapat
menghubungi kantor dinas atau melamar secara langsung
ke perusahaan tersebut.
Sebaliknya, bagi perusahaaan yang membutuhkan
tenaga kerja dapat mendaftarkan lowongannya ke aplikasi
yang telah tersedia. Bila sudah mengisi aplikasi lowongan
segera memberi tahu dengan surat dan atau telp/sms ke
dinas yang menangani BKOL untuk diverifikasi. Setelah
diverifikasi maka lowongan tersebut baru tercatat dan
tertayang dalam aplikasi BKOL dan dapat di akses oleh
para pencari kerja. Bila setelah melihat daftar pencari
kerja yang ada di BKOL, dan suatu perusahaan berminat
untuk merekrut pencaker tersebut dapat memanggil
pencaker bersangutan untuk ikut serta dalam proses
rekruetmen. Selain itu pihak perusahaan dapat bekerja
sama dengan pihak dinas setempat, untuk ikut serta
membantu dalam proses rekruetmen.
b. Pembinaan
1) Persiapan
Setelah
mempersiapkan
rancangan
pengembangan BKOL, membangun jaringan dan server
yang dilengkapi dengan aplikasi, maka Direktorat
41

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


Pengembangan Pasar Kerja memberi bantuan
perangkat BKOL, seperti: komputer, printer, dan
telepon, faksimile, kepada dinas yang menangani
ketenagakerjaan di kabupaten/kota. Sebelum dinas
tersebut diberi bantuan, terlebih dahulu dilakukan
sosialisasi dan di identifikasi kesiapannya, terutama
ketersediaan ruangan khusus yang akan dijadikan
tempat pelayanan BKOL. Selain itu juga diidentifikasi
ketersedian tenaga/pegawai yang akan diberi tugas
sebagai petugas operator/pengelola BKOL di dinas
bersangkutan.
2) Bantuan Perangkat Peralatan BKOL Ke daerah
Agar pelaksanaan BKOL dapat berjalan dengan
baik,
maka
setiap
dinas
yang
menangani
ketenagakerjaan di kabupaten/kota yang telah
memenuhi persyaratan, diantaranya telah menyedikan
tempat secara khsusus untuk pelayanan BLKOL, dan
tenaga pengelolanya, maka secara bertahap diberi
bantuan seperangkat peralatan berupa:
a) Komputer PC sebanyak 4 unit;
b) Web camera MobileGear Silver 2.2-White pr Balack ,
sebanyak 4 Unit;
c) Printer Cilor Epson L 200, sebanyak 1 unit
d) Telephon/Fax Panasonik KX-FT987, sebanyak 1 unit
e) Switch Hub ALLIED NETGEAR JF S516, sebanyak 1
set;
f) Air Cooler Sanyo REF-B91 MK2,m sebanyak 1 set;
g) TV LCD 32 PABASONIC L32CAG, sebanyak 1 unit;
h) Braket 1 unit;
i) Kabel VGA sebanyak 10 meter.
3) Pemberian perangkat peralatan BKOL kepada masingmasing dinas kabupaten/kota tidak dilakukan secara
serentak dalam satu tahun, tetapi dilakukan secara
bertahap, yaitu dilaksanakan sejak tahun 2004 sampai
dengan tahun 2013 dengan rincian sebagai bertikut:

42

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


a) Tahun 2004, sebanyak 12 pkt untuk 6 prov. dan 6
Kab/kota;
b) Tahun 2005, sebanyak 36 pkt untuk 3 Provinsi dan
33 Kab/kota;
c) Tahun 2006, sebanyak 25 pkt untuk 10 prov dan 15
kab/kota;
d) Tahun 2007, sebanyak 30 pkt untuk 3 prov, dan 27
kab/kota;
e) Tahuan 2008, sebanyak 6 pkt untuk 1 prov, dan 5
kab/kota;
f) Tahun 2009, sebanyak 146 Pkt untuk 2 prov. Dan
144 Kab/kota;
g) Tahun 2010, tidak melakukan bantuan ke daerah,
tetapi kegiatan diarahkan untuk modernisasi atau
perbaikan di tingkat pusat;
h) Tahun 2011, sebanyak 200 pkt untuk 200 kab/kota;
i) Tahun 2012, sebanyak 100 pkt untuk 100 Kab/kota;
dan pada
j) Tahun 2013, pkt pengadaan peralatan guna
melengkapi
kabupaten/kota
yang
belum
memperoleh bantuan dari pusat.
4) Pembinaan Tenaga Operasional
Sebelum dinas di Kab/Kota mendapatkan
bantuan peralatan, terlebih dahulu tenaga calon
pengelola BKOL yang telah ditunjuk oleh Dinas
Kabuapten/Kota diikutkan dalam bimbingan teknik
(Bimtek) pengelolaan BKOL yang diselenggarakan oleh
Direktorat Pengembangan Pasar Kerja. Bagi petugas
yang telah mengikuti Bimtek, diberi buku pedoman atau
panduan BKOL, sebagai buku pegangan dalam
pengelolaan BKOL di tempat tugasnya.
Selain itu
setiap tahun para pengelola dari kabupaten/kota
tertentu, juga diundang sebagai peserta dalam rapat
monitoring dan evaluasi dalam rangka pengembangan
BKOL. Dalam rapat tersebut di himpun permasalahan
dan usulan perbaikan BKOL, baik jaringan maupun
aplikasi, dan SDM Pengelolanya.
43

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


5) Bantuan dana operasional;
Agar penglelolan BKOL di daerah dapat
berjalan, maka di setiap Kabupaten/Kota diberi
bantuan dana opreasional BKOL berupa honor
operator;
6) Monitoring dan evaluasi
Dalam pelaksanaan BKOL pihak pusat, dalam
hal ini Direktorat Pengembangan Pasar Kerja, juga
melakukan monitoring dan evaluasi terhadap
pelaksnaan BKOL di daerah, baik dengan melakukan
kunjungan ke Propinsi dan atau ke beberapa
Kabupaten/kota; maupun dengan cara mengundang
para pengelola BKOL di tingkat propinsi dan
beberapa kabupaten/kota.
c. Pembinaan Informasi Pasar kerja (IPK) Oleh JICA
Selain pembinaan tersebut, Direktorat Pengembangan
Pasar Kerja Ditjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja
juga mendapat bantuan teknis dari JICA jepang, yaitu
dengan melakukan survye dan identifikasi
kondisi
perkembangan Informasi Pasar kerja di Kabupaten Kota.
Dari hasil survei tersebut, maka ditetapkan 10 dinas
kabupaten/kota yang mendapat pembinaan secara khusus
oleh JICA. Kabupten/kota yang mendapatkan pembinaan
dari Jica adalah: 1) Kabupaten Bantul, 2) Kota Bandung; 3)
Kota. Semarang; 4) Kab. Sragen; 5)Kota Padang; 6)
Kabupaten Pati; 7) Kab. Pati; 8) Kabupaten Pasuruan; 9)
Kota Makasar; dan 10) Kota Yogyakarta;
Pembinaan yang dilakukan oleh JICA lebih di titik
beratkan pada manajemen pelayanan yang mengacu pada
Perencanaan, Pelaksanaan, Kontroling (evaluasi) yang
diukur dengan tingkat kepuasan para pelanggannya, dan
pengembangan lebih lanjut. Sebagai contoh pada pelayanan
kepada pencaker untuk mengurus kartu kuning (AK1)
sebagai bukti bahwa yang bersangkutan sudah terdaftar
dalam IPK di dinas tenaga kerja. Dalam pengurusan tersebut
para pencaker diwajibkan mengisi form AK2 dan
44

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


melengkapi berkas yang dibutuhkan, seperti ijazah terakhir
dan pasfoto diri. Pelayanan tersebut direncanakan dari yang
paling sederhana, dievaluasi, kemudian ditingkatkan lagi,
dievaluasi lagi ditingkatkan lagi, dan seterusnya. Sehingga
pelayanan kepada para pelanggannya dari waktu ke waktu
terus meningkat. Peningkatan pelayanan tersebut diukur
bedasarkan kepuasan pelanggannya. Adapun pelayanan
yang diukur antara lain: kemudahan dalam prosedur
pengurusan. sikap petugas waktu melayani, kenyaman
ruang pelayanan, dan waktu penyelesiaan pelayanan.
Apabila pelayanan tersebut telah baik dan memenuhi
standar yang di berlakukan oleh ISO, maka di daftarkan
untuk memperoleh sertifikati ISO. Dari 10 lokasi yang
dibina oleh JICA yang mendapatkan sertifikasi ISO, baru
pelayanan Bursa Kerja di Dinas Tenaga Kerja Kota
Semarang.
d. Pengembangan ISO di BKOL
Mulai tahun 2014 akan telah ditentukan 7 lokasi yang
akan dikembangkan untuk mendapatkan sertifikasi ISO,
yaitu: 1) Kabupaten Bogor (Jawa Barat), 2) Kabupaten
Sleman (Prov. DIY); 3) Kab Pati (Prov. Jateng); 4) Kabupaten
Pasuruan (Prov, Jatim); 5) Kabupaten Langkat (Sumatera
Utara); 6) Kota Makasar (prov. Sulawesi Selatan); dan 7)
Kota Padang (prov. Sumatera barata).
2. Pembinaan di Tingkat Provinsi
a. Pembinaan
Dinas yang menangani ketenagakerjaan di tingkat
provinsi, selain melakukan penyusunan Data Infornasi
Pasar Kerja (IPK), dari BKO di kabupaten/kota di
wilayahnya, juga melakukan pembinaan dan pematauan
tentang perkembangan pelaksanaan BKOL di
wilayahnya.
b. Monitoring dan Evaluasi
45

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


Dinas di tingkat provinsi, juga melakukan
monitoring dan evaluasi perekembangan BKOL di
wilayahnya. Monitoring tersebut dilakukan dengan
cara mengundang rapat dan atau kunjungan ke daerah.
c. Pelaporan
Selain melakukan pembinaan, monitoring dan
evaluasi terhadap perkembanan pelaksanaan BKOL di
masing-msing kabupatem dan kota di wilayah kerjanya.
Dinas di provinsi juga berkewajiban mengelola IPK
Provinsi dan menyampaikan laporan perkembangan
BKOL dan IPK di wilayah provinsi ke pusat.
3. Di Tingkat Kabupaten/Kota
Dinas di Kabupaten/kota, bertugas mengelola
BKOL, dan pelayanan penempatan tenaga kerja di
wilayahnya. Tugas dan fungsi tersebut antara lain:
1. Melayani Pencaker;
Tugas dinas di kabupten/kota salah satunya adalah
melayani para pencaker yang ingin mencatatkan diri
sebagai pencari kerja, sehingga namanya terdaftar
dalam informasi pasar kerja, baik secara off-line
maupun online. Pencatatan diri pencaker dilakukan
dengan cara mengisi formulir AK2, kemudian
diserahkan kepada petugas dengan melampirkan
persyaratan, seperti ijazah terakhir dan pas foto. Oleh
petugas, isian AK2 di entrti ke dalam computer. Cara
lain adalah pencaker secara langsung mengisi sendiri
kedalam aplikasi yang telah tersedia di web infokerja,
kemudian yang bersangkutan datang dengan membawa
berkas persyaratan untuk di cek kebenarannya
(divalidasi). Setelah petugas mengecek kebenarnnya,
data AK2 yang telah ter-entri dimasukan dalam aplikasi
oleh petrugas.
Sebagai bukti telah mencatatkan
dirinya, setiap pemcari kerja yang telah terdaftar di beri
kartu AK1 atau sering disebut dengan Kartu Kuning.
Kepada para pencari kerja yang telah terdaftar, apabila
dalam waktu 6 bulan belum mendapatkan pekerjaan
diharapkan mendaftar ulang/memperpanjang ke dinas.
46

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


Selain itu, petugas di dinas diharapkan juga
memberikan informasi adanya lowongan dan
bimbingan jabatan, serta layanan konsultasi kepada
pencari kerja supaya mereka dapat memperoleh
pekerjaan yang sesuai dengan bakat dan minatnya.
Untuk lebih jelasnya tata-urut proses pelayanan bagi
pencari kerja dalam dilihat dalam Gambar 3.3

47

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online

Sumber: Subdit Informasi Pasar Kerja, Binapenta

Gambar 3.3
Bagan Alur Aplikasi untuk pencaker

48

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


2. Melayani Pemberi Kerja
Kepada pemberi kerja, petugas di dinas
kabupeten/kota bertugas melayanai mereka dengan
memasukan lowongan kerja yang ada di perusahaan ke
dalam informasi pasar kerja. Bagi peruasahaan yang
telah mendatarkan diri mendapatkan kartu AK3.
Perusahaan yang mempunyai lowongan kerja juga
dapat mendaftar melalui on-line, dengan cara mengisi
form aplikasi yang sudah ada di web info kerja,
kemudian petugas dinas menverifikasinya dengan cara
menelpon/menyurati dan atau mendatanginya. Setelah
diverifikasi tentang keberadaannya serta adanya
lowongan kerja, baru dimasukan kedalam aplikasi yang
dapat di lihat oleh masyarakat umum, khususnya
pencari kerja. Untuk lebih jelasnya proses pelayanan
bagi perusahaan yang mendaftarkan lowongan
kerjanya, dapat dilihat pada Gambar 3.4.

49

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online

Sumber: Subdit Informasi Pasar Kerja, Binapenta

Gambar 3.4.
Mekanisme Pemrosesan Registrasi Perusahaan

50

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


3. Pelayanan Penempatan;
Petugas di kabupaten kota juga bertugas untuk
melakukan matching yaitu mencocokkan antara
lowongan yang ada dan potensi pencari kerja yang
terdaftar.
Bila ada yang sesuai, petugas dapat
memanggil kedua belah pihak untuk melakukan proses
seleksi dan penempatan. Dalam hal ini petugas dinas
ikut serta dalam proses seleksi dan penempatan. Selain
itu dengan informasi yang ditayangkan dalam website,
pencaker dan pemberi kerja dapat melakukan proses
penempatan secara mandiri. Namun demikian apabila
sudah terjadi penempatan, kepada mereka diwajibkan
untuk memberitahukan kepada dinas ketenagakerjaan,
sehingga datanya akan dihapus dan dimasukan sebagai
data penempatan.
4. Pengelolaan Informasi Pasar Kerja (IPK)
IPK yang ada selain untuk melayani pencaker
dan pemeberi kerja, sehingga kedua belah pihak dapat
memenuhi kebutuhannya; juga dapat digunaan oleh
para pihak sesuai dengan kepentingannya. Penggunaan
data tersebut terutama dalam rangka pembangunan
ketenagakerjaan seperti: pengembangan pelatihan
kerja, perencanaan tenaga kerja dan perluasan
kesempatan kerja. Untuk itu petugas di kabupyen/kota
juga berkewajiban mengelola IPK dengan baik, serta
melayani kepada pihak-pihak yang membutuhkannya.
Dinas yang menagnai ketenagakerjaan diharapkan
dapat mengelola IPK yang ada di wilayahnya, serta
melaporkan ke Dinas Provinsi. Begitu juga dinas
provinsi juga diwajibkan mengelola IPK dari Kabupaten
dan kota di wilayahnya menjadi IPK provinsi dan
melaporkan ke Pusat yang akan disusun menjadi IPK
Nasional. Dengan BKOL diharapkan pengolahan dan
pelaporan IPK dari kabupaten/kota ke provinsi dan
provinsi kepusat dapat berjalan secara otomatis.

51

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


B. Perkembangan BKOL di Tingkat Lapang
1. Prasarana dan Sarana
a. Prasarana
Salah
satu
persyaratkan
dari
Dinas
Kabupaten/Kota yang manangani ketenagakerjaan akan
dikembangkan dan mendapatkan bantuan sarana
komputer apabila di dinas tersebut dapat menyediakan
ruangan khusus sebagai tempat pelayanan BKOL.
Dari ke 18 kab/kota di 6 provinsi daerah sampel,
dalam melakukan pelayanan AK1 ada beberapa daerah
yang melakukan pelayanan AK1 di tempat pelayanan
satu atap di Kecamatan, seperti di Kabupaten Pasuruan,
Kota Surabaya, Suku dinas Jakarta Selatan, Jakarta Pusat
dan Jakarta Timur, namun mereka tetap melakukan
pelayana BKOL di tingkat kabupaten/kota.
Dinas
Kabupaten Kota pada umumya telah meyediakan
ruangan khusus sebagai tempat pelayanan BKOL.
Secara garis besar kondisi prasaran BKO adalah:
1) Ketersediaan Ruangan Pelayanan
a. Ketersediaan Ruangan Pelayaan BKOL
Hampir
semua
Dinas
telah
menyediakan ruangan pelayanan BKOL yang
terpisah atau menyatu dengan yang lain tetapi
ada pintu tersendiri dan langung dapat masuk ke
ruangan pelayanan BKOL sehingga mudah
dijangkau. Adapun dinas yang penyediaan
ruangah belum sesuai dengan yang disyaratkan,
yaitu di: 1) kabupaten Bengkulu Utara letaknya
sudah terpisah tetapi ada di belakang kantor dan
tidak dilengkapi dengan petunjuk arah, 2)
Kabupaten Malang
ada di dalam kantor
menempatan lorong antar ruangan dan tidak
dilengkapi dengan petunjuk arah, dan 3) Kota
Surabaya ada di dalam bercampur dengan
ruangan lainnya tetapi tidak dilengkapi dengan
petunjuk arah,

52

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


b. Kelengkapan
dan
Kenyamanan
Ruangan
Pelayanan
1) Adanya Ruang Tunggu
Pada umumnya ruangan pelayanan
BKOL yang disediakan telah dilengkapi
dengan ruang tunggu dan dilengkapi dengan
kursi yang cukup; kecuali di 1) kabupaten
Bengkulu tidak ada ruang tunggu; 2)
Kabupaten Malang, 3) Kota Surabaya, dan 4)
Kabupaten Bantul.
2) Ketersediaan AC
Guna melengkapi dan kenyamanan
ruangan pelayanan BKOL, kepada dinas
diberi bantuan AC portable 2 buah, yang
diharapkan agar dipasang di ruangan
pelayanan BKOL.
Dari hasil pendataan dan observasi di
daerah, pada umumnya AC tersebut tidak
dipasang di Ruang Tunggu BKOL kecuali di
Kota Semarang, Kab. Pati, dan Kabupaten
Pasuruan;
3) Ketersediaan Pangumuman dan atau
Petunjuk yang terkait dengan Pelayanan
Antar Kerja dan atau BKOL.
Ketersediaan
pengumuman
atau
petunjuk
prosedur
ternyata
dapat
menambah mengetahuan dan membimbing
para pencaker, pemberi kerja dan atau para
pihak
yang
berkepentingan
dalam
mengurus kepentinganya. Dengan adanya
kelengkapan tersebut, mereka sudah
mendapatkan sebagian informasi yang
mereka inginkan, sehingga tidak bertanya
lagi.
Hampir di semua dinas telah
menyediakan papan pengumuman yang
berisikan pengumuman lowongan kerja,
Pengumunan ini telah ada sebelum ada
program BKOL. Namun pada umumnya
53

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


belum dikaitkan dengan keberadaan BKOL.
Namun untuk dinas kabupaten/kota yang
yang mempunyai kepedulian, terutama
yang dibina oleh Jica di kantornya di
lengkapi dengan spanduk BKOL dan
petunjuk prosedur pengurusan AK1 dan
atau AK3.
b. Sarana
1) Pengembangan Jaringan dan Koneksitas
Jaringan yang dikembangkan adalah
jaringan terpusat, yaitu jaringan pusat ke daerah
sebaliknya dari pusat ke daerah. Server yang
tersedia hanya ada di pusat, sedangkan daerah
kabupaten kota hanya berfungsi sebagai operator
baik dalam mengirim data/informasi maupun dalam
hal membaca data/informasi. Dinas kabupten/kota
hanya dapat mangentri dan mengolah data dan
informasi yang menjadi tanggung jawabnya, yaitu
data dan informasi di wilayahnya.
Agar dari kab/kota dapat mengirim dan
mengambil data/informasi atau dapat online dengan
pusat, maka di masing-masing kantor dinas
kabupaten/kota menggunakan jaringan tersendiri.
Jaringan di Kabupaten/kota dapat punya sendiri
dengan langganan jaringan internet atau merupakan
bagian dari jaringan yang telah ada. Dinas yang
mengunakan jaringan bersama dengan Jaringan lain
seperti dengan Pemda setempat adalah Kota
Bandung, sedang lainnya memasang jaringan
tersendiri dengan menggunakan internet mandiri.
Pada saat pengumpulan data, ada dinas yang tidak
memasang atau berlangganan jaringan internet yaitu
Kabupaten Bengkulu Utara sehingga BKOLnya sama
sekali tidak berjalan. Sedangkan jaringan online
yang tidak beroperasi adalah di Kabupaten
Kepahiang, karena masih dalam proses perpindahan
kantor.
54

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


2) Sarana komputer
Dalam mengembangkan BKOL di daerah, di
setiap Dinas Kabupaten/Kota mendapatkan bantuan
sarana komputer senayak 4 buah, yang darai hasil
observasi di lapangan, pemanfaatan di daerah
bervariasi. Bagi dinas yang pimpinannya mempunyai
komitmen dan kepedulian, tidak saja menggunakan
komputer bantuan tersebut, bahkan untuk
meningkatan pelayanannya, menambah jumlahnya.
Tujuan petambahan komputer tersebut, selain untuk
memperbanyak pelayanan oleh petugas, juga
digunakan untuk memberikan pelayanan kepada
pencaker secara mandiri. Penggunaan Ketersdiaan
dan penggunaan komputer, apabila diklasifikan
menjadi 3 kelompok, maka:
a) dioperasionalkan, bahkan ditambah oleh Dinas
atau Pemda setempat terdapat di: 1) Kota
Semarang, 2) Kabupaten Pati, 3) Kabupaten
Pasuruan; dan 4) Kota Bandung;
b) dioperasionalkan tetapi tidak menambah
jumlahnya
terdapat
di:
1)
Kabupaten
Temanggung, 2) Kabupaten Gunung Kidul, 3)
kabupaten Bantul (hilang karena dicuri tetapi
dinas sudah menggantinya), 4) Kota Yogyakarta;
5) Kabupapten Garut, 6) Kabupaten Bogor; 7)
Suku dinas Jakarta Selatan, 8) Suku dinas Jakata
Utara, dan Kota Surabaya.
c) Tidak/belum
dioperasionalkan
sebagimana
mestinya; yaitu di: 1) Kota Bengkulu, 2)
Kabupaten Kepahiang, 3) Kabupaten Bengkulu
Utara, 4) Kabupaten Malang, dan 5) Suku dinas
Jakarta Timur.
3) Alat Foto
Alat foto yang diberikan oleh pusat,
diharapkan dapat digunakan untuk membuat pas
foto bagi pencaker, sehingga secara langsung dapat
di masukan dalam aplikasi yang telah dibanngun.
55

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


Pada waktu kunjungan lapangan pada umunya alat
foto tersebut tidak digunakan, kecuali untuk di
Kabupeten Pati dan Pasuruan bila kondisinya tidak
sibuk dipergunakan. Bagi pencaker yang tidak
membawa foto dapat difoto dengan alat tersebut
dan langusng masuk dalam aplikasi yang telah ada,
sehingga begitu di cetak AK1nya sudah ada fotonya,
begitu juga data (AK2) yang ada di data base telah
dilengkapi dengan foto bersangkutan.
4) Printer
Bagi dinas kabupaten/kota yang dapat
melakukan pelayanan pencaker, alat ini digunakan
untuk mencetak form AK1, sebagai bukti bahwa
dirinya sudah terdaftar sebagai pencari kerja di
dinas ketenaga kerja. AK1 tersebut digukanakn
sebagai persayaratan dalam mencari pekerjaan,
tertutama bila melamar kerja sebagai Pegawai
Negeri Sipil (PNS).
5) Alat lainnya, sperti mesin fax, dan layar TV, pada
umumnya
tidak
begitu
digunakan,
dan
kegunaannyapun relatif kurang penting.
2. Kelembagaan dan Dukungan SDM
a. Kelembagaan
Kelembagaan yang menangani BKOL secara umum
sama, hanya saja ada yang di bawah seksi penempatan
atau ada di bawah seksi penempatan dan pelatihan
sesuai dengan nomenklatur orgainasi di dinas
bersangkutan. Begitu juga eselon III yang membidangi
penempatan cukup bervariasi, ada Bidang Penempatan,
Bidang penempatan dan Perluasan, atau Bidang
Penempatan dan pelatihan, sesuai dengan nomenklatur
di masing-masing dinas bersangkutan. Beberapa
kabupte/kota, karena ingin mendekatkan pelayanan
kepada masyarakat, maka pelayanan kepada pencaker
untuk mendapatkan kartu AK1 dilakukan di pelayanan
satu atap di tingkat kab/kota seperti di Kota Surabaya,
dan Pelayanan Satu Atap di Kecamatan. Kondisi ini
56

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


terjadi di kabupaten Malang dan Suku dinas di
lingkungan Dinas Tenaga kerja dan Trasmigrasi Prov.
DKI. Di Kabupaten Malang dan Suku dinas jakarta Timur,
pelayanan AK1 memang di lakukan namun, AK2 dari
pencaker tidak diolah lebih lanjut, sehingga tidak tercatat
dalam IPK. Dengan demikian informanasi pencaker yang
bersangkutan tidak dapat dilihat oleh para pemberi kerja
atau pihak lain yang perkepentingan. Sedangkan di Kota
Surabaya, suku dinas jakarta pusat dan jakarta selatan
berkas AK2 yang terkumpul di kecamatan dikirim ke
kantor dinas atau suku dinas dan oleh petugas di entri ke
dalam aplikasi BKOL, sehingga datanya tercatat di IPK
BKOL, sehingga dapat dilihat oleh pihak-pihak yang
berkepentingan.
b. Dukungan Sumber Daya Manusia
Sebagaimana telah di jelaskan pada Bab
sebelumnya bahwa kegagalan pengembangan egoverment, salah satunya adalah kurang adanya
dukungan atau kesiapan pengelol e Govermen atau para
pihak yang terkait dengan E-goverment termasuk para
pengguna/konsumen
E-goverment.
Tugas
dari
pengelolan BKOL meliputi : Petugas Pengantar Kerja dan
biasanya juga merangkap sebagai operator BKOL,
petugas operator/administrator BKOL, pembantu
operator yang pada umumnya dilakukan oleh tenaga
Tenaga Kerja Sukarela (TKS) yang direkrut oleh pusat,
dan atau tenaga anak sekolah (SLTA) yang sedang
Praktek Kerja Lapangan (PKL).
Kondisi Tenaga Pengelola BKOL dan kelancaran
operasionalisasi BKOL dapat diuaraikan sebagai bertikut:
1) Pada umumya setiap dinas mempunyai tenaga
pengantar kerja dan atau pegawai yang telah
mengukti bimtek BKOL, kecuali: di Dinas Kabupaten
Kepahiang dan Kabupaten Bengkulu Utara, karena
petugas yang telah mengikuti bimtek pindah ke
tempat lain dan di kedua dinas tersebut BKOLnya
tidak berjalan. Namun demikian pelayanan kartu
57

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


kuning (AK1) tetap berjalan, yang dilakukan oleh
Tenaga Kerja Sukarela (TKS), yang direkrut oleh pusat
dan sementara diperbantukan. Tetapi untuk kasus di
dinas kota Bengkulu, yang ada petugas pengantar
kerjanya dan staf yang telah ikut Bimtek tetapi tidak
oprasional, bahkan AK2nya tidak diisi. Di Dinas Kota
Bengkulu bila ada pencaker yang mengurus AK1, dan
membawa berkas, datanya tidak dimasukan pada
lembar AK2, tetapi hanya direkap dalm buku
regrester. Waktu ditanyakan kepada petugas dan
pengantar kerja kenapa hal tersebut dapat terjadi,
jawabnya karena tidak ada perintah dari atasannya.
Setelah ditelusuri lebih lanjut ternyata semua
atasannya dari eselon IV sampai kepala dinasnya
(eselon IIB) semuanya kurang mengeratui tupoksi
antar kerja. Pejabat tersebut berasal dari luar dinas
yang membidangi tenaga kerja. Hal ini dapat
disimpulkan bahwa peran, perhatiaan/kepedulian dan
komitmen pimpinan sangat berpengaruh terhadap
keberhasilan program pengembangan BKOL.
2) Apabila pencari kerja yang mengurus kartu kuning
relatif banyak, maka dalam memberikan pelayanan
kepada pencaker, selain oleh tenaga operator yang
telah dikursus juga dibantu oleh TKS dan atau pelajar
yang sedang Praktek Kerja Lapangan (PKL). Hal ini
dapat disimpulkan bahwa untuk menjadi operator
BKOL bukan merupakan pekerjaan yang sulit.
3. Pengelolaan BKO
a. Pelayanan bagi pencaker
Dengan BKOL diharapkan para pencari kerja dapat
mengakses dan mendaftarkan dirinya secara online
melalui komputer sendiri, warnet, dan atau computer
yang telah disediakan oleh dinas kabupaten/kota
setempat, melalui infokerja.depnakertrans.go.id. atau
nakertrans.go.id kemudian mengklik Info kerja. Bagi
pencari kerja yang telah meng-entri identitas, potensi
dan minat kerja ke dalam form aplikasi yang telah ada
58

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


web info kerja, kemudian yang bersangkutan datang ke
kantor dinas dengan membawa berkas persyaratan
seperti ijazah dll, untuk diverifikasi dan difoto. Bila sudah
memenuhi persyaratan, maka data yang bersangkutan
dapat di unggah (upload) ke dalam aplikasi, dan yang
bersangkutan mendapatkan kartu kuning atau AK1
sebagai bukti telah terdaftar dalam Informasi Pasar
Kerja Online
Dalam kenyataannya salama ini, sangat sedikit
pencaker yang melakukan pendaftar secara online. Pada
umumnya mereka datang ke kantor dengan membawa
berkas persyaratan dan mengisi form isi AK2 secara
manual, kemudian diserahkan kepada petugas. Oleh
petugas tersebut dipindahkan kedalam aplikasi
computer.
Setalah
selesai
pencaker
tersebut
mendapatkan kartu AK1 sebagai bukti telah terdaftar.
Dari 18 Kabupaten/kota yang melakukan pelayanan
online, ternyata kasus adanya pencaker yang mengsisi
online hanya di dinas Kab. Pati, Kab. Pasuruan, Kota
Semarang, dan Kota Bandung itupun menurut petugas
hanya sekitar 5 %. Para pencaker tidak melakukan
pengisian AK2 secara online dikarenakan pada umumnya
mereka tidak/belum mengetahui. Bagi yang tahupun,
mereka takut kalau dalam pengisiannya ada kesalahan,
terutama lupa password-nya.
Dalam pemberian pelayanan, terutama kepada
pencaker, di Dinas Kota Semarang telah mendapatkan
Internasional Standar Operasional pelayanan (OS). Bagi
pencaker
yang
akan
mendapatkan
pelayanan
ketenagakerjaan di luar ruangan sudah terpampang
pengumuman jenis-jenis pelayanan dan tempat
pelayanannya. Begitu pencaker masuk ruangan di
samping pintu masuk sudah tersedia alat mengambilan
nomor tunggu sesuai dengan tujuannya. Sebagi contoh
apabila akan mendaftar dan mendapatkan kartu AK1,
maka yang bersangkutan dapat menekan tombol AK1,
maka dari alat mesin tersebut akan mengeluarkan struk
nomor urut. Setelah mendapatkan nomor urut yang
59

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


bersangkutan dapat menunggu panggilan untuk
mendapatkan pelayanan. Pada ruang tunggu tersebut
sebetulnya sudah tersedia 4 buah komputer yang
disediakan bagi pencaker yang berkeinginan mengisi
form isian AK2 secara mandiri. Tetapi hampir tidak ada
yang memanfaatkan komputer tersebut. Pada umumnya
para pencaker tidak tahu, dan bila tahu takut salah
dalam pengisiannya. Sementara di ruangan tersebut tidak
ada pengumuman yang menunjukan ketersediaan
komputer tersebut. Selain itu menurut beberapa
responden dan petugas pengantar kerja isian aplikasi
AK2 yang ada kurang familiar (relatif sulit dalam
pengisiannya).
b. Pelayanan Bagi pemberi kerja
Dengan sistem BKOL diharapkan para pemberi
kerja yang mempunyai lowongan kerja dan
membutuhkan pekerja dapat mendaftarkan lowongan
kerjanya secara online pada situs Info Kerja. Bagi
perusahaan yang meng-entri sendiri dalam aplikasi
BKOL, diharuskan memberitahukan ke dinas untuk di
verifikasi
oleh
petugas
BKOL
(administrator).
Pemberitahuan tersebut dapat dlakukan melalui telepon,
dipanggil atau di datangi untuk di cek kebenarannya.
Apabila petugas tersebut yakin dengan kebenaran
entrian tersebut, baru dapat dimasukan oleh petugas ke
dalam aplikasi secara sah. Namun dalam kenyataannya
dari BKOL yang dikunjungi sebagai sampel pada studi ini,
dapat dikatakan tidak ada yang melakukan hal tersebut.
Sebagian besar mereka yang membutuhkan kerja bahkan
melakukan dengan cara:
1) memberitahukan pada karyawan yang ada bahwa
ada lowongan kerja, hal ini pada umumnya
dilakukan oleh perusahaan kecil sampai sedang yang
membutuhkan pekerja dengan jabatan relatrif
rendah seperti garmen, toko, restoran, yang pada
umumnya hanya membutuhkan tambahan karyawan
tidak banyak dan syarat kerjanya rerlatif mudah.
60

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


2) menempel pengumum di kantornya atau di dinding
atau kaca kantor perusahaannya, hal ini pada
umumnya dilakukan oleh usaha penjualan seperti
toko, garmen, industri kecil lainnya.
3) Memasang iklan di mass media, biasanya dilakukan
oleh perusahaan yang membutuhkan karyawan
dengan spesifik atau persyaratan tertentu;
4) Menyurati secara resmi atau mendatangi kantor
dinas ketenagakerjaan, bahwa perusahaannya
memerlukan pekerja dengan jumlah dan kualifikasi
tertentu. Oleh dinas tenaga kerja lowongan tersebut
di pasang di papam pengumuman dan dimasukan
dalam aplilkasi BKOL. Perusahaan yang melakukan
cara menyurati dan mendatangi kantor dinas pada
umunya
adalah
perusahaan
baru
yang
membutuhkan karyawan relatif banyak dan atau
perusahaan tertentu yang kesulitan mencari pekerja
dengan kualifikasi/syarat kerja yang sesuia dngan
kebutuhannya.
Sebagai
contoh
Perusahaan
Pertambangan di Kabupaten Bengkulu Utara
membutuhkan operator alat berat yang telah
bersertifikat (SIM B2) sebanyak 15 orang. Padahal
bila hal ini dimasukan dalam aplikasi BKOL yang
dapat diakses oleh masyarakat umum, perusahaan
tersebut akan lebih mudah untuk mendapatkan
pekerjanya.
5) Untuk memperkaya informasi lowongan kerja, para
petugas pengantar kerja, melakukan kanvasing
dengan
mengunjungi
perusahaan-perusahaan.
Selain itu mereka memasukan informasi lowongan
yang ada di mass media setempat ke dalam aplikasi
BKOL.
c. Pelayanan penempatan
Sebagaimana telah dijelaskan pada bab II, bahwa
pelayanan penempatan tenaga kerja dapat dilakukan
oleh pemerintah, lembaga swasta yang berbadan hukum
atau dilakukan secara langsung antara pencari kerja
61

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


dengan pemberi kerja (mandiri). Dengan adanya BKOL,
ketiga cara penempatan tersebut dapat dilakukan.
Namun dari ketiga cara penempatan tersebut,
pemerintah tetap berperan dalam hal memberi fasilitasi
kapada pencaker maupun pemberi kerja dan atau
lembaga penempatan swasta untuk dapat memanfaatkan
BKOL secara optimal.
d. Pelayanan di lakukan oleh Pemerintah
Pelayanan penempatan tenaga keja oleh
pemerintah dalam hal ini adalah dinas yang menangani
ketangakerjaan di kabupaten/kota. Setelah data
pencaker dan pemberi kerja terdaftar di BKOL, maka
masing-masing pihak dapat menanyakan kepada dinas
tentang kebutuhan dan keinginan masing-masing. Atas
dasar keinginan dari dua belah pihak, petugas pengantar
kerja dapat membantu mempertemukan dan bersama
dengan perusahaan yang membutuhkan menyeleksi
pencaker yang telah terdaftar dan dipanggil. Pencaker
yang lulus seleksi dan diterima oleh perusahaan maka
berarti mereka telah ditempatkan di perusahaan
bersangkutan. Dengan demikian data pencaker dan
lowongan di IPK dihapus dan dimasukan ke dalam data
penempatan. Begitu juga bila dalam waktu 6 bulan, baik
pencaker maupun lowongan kerja yang tidak
diperbaharui oleh masing-masing, maka data/informasi
tersebut akan dihapus dari IPK. Hal ini di lakukan karena
diasumsikan bahwa pencaker telah mendapatkan
pekerjaan dan lowongan yang ada telah terisi, namun
tidak dimasukan ke dalam IPK sebagai penempatan.
e. Penempatan dilakukan oleh Lembaga Penempatan yang
berbadan Hukum
Proses penempatan ini dilakukan oleh lembaga
penempatan yang telah mendapatkan ijin dari
pemerintah. Di lapangan kasus ini terjadi bila lembaga
penempatan tenaga kerja yang telah ditunjuk oleh
perusahaan atau mendapat kepercayaan dari perusahaan
62

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


tertentu untuk melakukan proses rekruitmen karyawan
dan lowongan tersebut di daftarkan di dinas tenaga kerja
atau BKOL di dinas. Sebagai contoh yang terjadi di
lapangan adalah ada Lembaga Penempatan Swasta yang
diberi mandat untuk merekrut tenaga kerja antar daerah
(AKAD), seperti ke Batam yang akan ditempatkan di
bidang industri maupun jasa, maupun tenaga kerja
perkebunan di Malaysia dan atau Luar Jawa. Dalam
proses rekruitmen atau penempatan dari seleksi sampai
penempatan dinas tenaga kerja setempat dapat
dilibatkan atau tidak. Namun kepada pihak perusahaan
yang merekrut pencaker tersebut, di diwajibkan melapor
pencaker yang telah ditempatkan dan lowongan yang
telah ditempati, sehingga dalam IPK data pencaker dan
lowongan akan dihapus dan dimasukan dalam data
penempatan. Permasalahan yang sering terjadi adalah,
lembaga penempatan yang melakukan rekruitmen
sendiri tidak melaporkan ke dinas setempat, sehingga
data penempatannya tidak tercatat.
f.

Penempatan dilakukan sendiri oleh ke dua pihak tanpa


melibatkan dinas tenaga kerja setempat.
Bagi pencari kerja maupun pemberi kerja dapat
mengakses dan melihat data dan informasi yang ada di
BKOL. Apabila pencaker menemukenali informasi
lowongan kerja yang persyaratannya sesuai dengan
minat dan potensinya, maka yang bersangkutan dapat
melamar atau mendatangi perusahaan yang memasang
lowongan. Untuk selanjutnya bila pencaker tersebut
memenuhi persyaratan yang dibutuhkan dan perusahaan
bersangkutan cocok, maka akan diproses sampai dengan
diterima (penempatan). Sebaliknya bila pemberi kerja
menemukenali data dan informasi pencaker yang ada di
BKOL, dan diperkirakan sesuai dengan yang diinginkan;
pihak perusahaan dapat memanggil pencaker tersebut
dengan surat panggilan, sms, dan atau telepon untuk
mengikuti seleksi. Selanjutnya bila dalam seleksi lulus,
maka dapat diterima untuk bekerja (penempatan).
63

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


Sebetulnya dengan aplikasi proses penempatan
dapat dipermudah dengan fasilitasi aplikasi yang mampu
melakukan matching antar data dan informasi potensi
dan keinginan pencari kerja dengan kebutuhan tenaga
kera yang sesuai dengan persayaratannya. Sebagai
contoh: data dan informasi potensi dan keinginan pencari
kerja: pendidikan terakhir, tempat tinggal, dan jabatan
yang diinginkan; sedangkan untuk pemberi kerja juga
membutuhkan pendidikan tertentu;
alamat/daerah
tempat tinggal kecamatan atau kabupaten tertentu; serta
jabatan yang dibutuhkan. Apabila data dan informasi
tersebut di-matching maka akan muncul nama-nama
pencaker yang memenuhi kriteria. Dengan demikian
pihak pemberi kerja dapat memilih dan memanggil
pencaker yang memenuhi kriteria tersebut tersebut,
untuk diseleksi lebih lanjut. Makin banyak variabel yang
dapat di-matching maka proses seleksi selanjutnya akan
lebih mudah dan efisien.
Dari aplikasi yang ada dalam BKOL ternyata poses
matching ini belum dapat dilakukan, namun demikian
untuk menfilter pencaker dapat dengan menseleksi
dengan memilih kriteria yang sudah ada, yaitu baru
menurut daerah provinsi dan kabupaten kota. Sedangkan
variabel lain dari pencaker belum tersedia. Begitu juga
bagi data dan informasi lowongan, pada BKOL belum
ada.
g. Pengelolaan IPK
Data dan informasi jumlah pencaker, lowongan
kerja dan data penempatan menutut kriteria yang ada
yang telah tersusun sesuai dengan format yang telah
disediakan oleh Dir. Pengembangan Pasar Kerja disebut
dengan Informasi Pasar kerja (IPK). Sebelum ada sistem
BKOL, data pencaker, lowongan kerja, serta IPK dikelola
secara manual. Data IPK tersebut oleh dinas Kabupaten
Kota dikirim ke Dinas Propinsi dan Dinas Propinsi
direkap dari semua dikabupaten/kota di wilayahnya dan
dikirim ke pusat. Kemudian di pusat oleh Direktorat
64

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


Pengembangan Pasar Kerja dihimpun dan dijadikan satu
menjadi IPK tingkat nasional. Kelemahan IPK dengan
manual, ternyata tidak semua kabuaten/kota, mengirim
data IPK ke provinsi, sehingga data yang terkirim ke
pusat menjadi tidak lengkap.
Dengan sistem BKOL, apabila data dimasukkan
dalam aplikasi BKOL, maka secara otomatis data akan
terkirim ke data base yang ada di server pusat. Dengan
demikian baik dinas kabupaten/kota tidak harus
mengirim secara manual. Dalam kenyataannya belum
semua dinas dan kabupaten kota mengoperasionalkan
BKOL dengan baik, bahkan masih ada yang sama sekali
tidak menjalankan BKOL. Sehingga mereka masih
melakukan mengelolan dan pengirimkan data IPK
dengan cara manual. Bahkan masih ada Kabupaten/kota
yang tidak mengirimkan data IPK.
IPK yang telah tersusun, selain untuk memberikan
pelayanan kepada pencaker untuk mendapatkan
pekerjaan, dan pemberi kerja untuk mendapatkan
pekerja yang sesuai dengan kebutuhan, seharusnya juga
digunakan
untuk
kepentingan
pembangunan
ketenagakerjaan di kabupaten/kota, provinsi maupun
nasonal. Kegunaan tersebut antara lain untuk
kepentingan penyusun progran pelatihan, perluasan
kesempatan kerja, dan pengawasan tenaga kerja.
Dalam kenyataannya di dinas kabupten/kota
daerah sampel, IPK tersebut belum dimanfaatkan
sebagaimana mestinya.
4. Pemanfaatan BKOL
a. Pencari Kerja
Dengan dibangun dan dikembangkannya BKOL,
diharapkan para pencari kerja yang mendaftarkan diri
atau ingin memperoleh bukti telah mendaftar sebagai
pencari kerja, yaitu kartu kuning (AK1) diharapkan dapat
mengisi secara mandiri jati dirinya kedalam aplikasi
BKOL. Cara pengisian secara online dapat dilakukan
melalui internet, yang dapat dilakukan di rumah, warnet,
65

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


kantor tenaga kerja yang menyediakan layanan
komputer/internet melalui aplikasi yang ada di web
infokerja.depnakertrans.go.id yang dapat di akses oleh
masyarakat. Dari hasil wawancara dengan para pencari
kerja yang dating ke kantor dinas tenaga kerja untuk
mendaftarkan sebagai pencari kerja atau mendapatkan
kartu kuning (AK1) sebagai persyaratan untuk
mencari/mendaftar pekerjaan, ternyata sebagian besar
tidak memanfatakan BKOL, secara online. Mereka pada
umumnya datang dengan membawa berkas persyaratan
dan mendaftar ke loket kerja, baru identitas, potensi,
bakat dan minat yang bersangkut di entri oleh petugas
kedlam aplikasi. Kondisi ini juga dibenarkan tatkala
ditanya kepada petugas pengelola BKOL yang selama ini
dianggap baik seperti di Dinas Kota Semarang,
Kabupaten Pati, Kab. Pasuruan dan Kota Bandung yang
pencaker yang mengentri secara mandiri hanya sekitar 5
%. Para pencari kerja pada umunya tidak mengetahui
adanya BKOL yang dapat diakses melalui internet. Ada
beberapa yang sudah tahu, tetapi mereka tidak
mengentri sendiri karena takut salah dan atau
passwordnya lupa. Menurut para pencaker yang pernah
membuka web infokerja dan berusaha untuk mengisi
data ke dalam aplikasi BKOL, banyak hal yang perlu
ditanyakan dan di dalam aplikasi tersebut tidak ada
penjelasannya. Selain itu, bagi pencaker yang telah
mengisi aplikasi yang ada di BKOL, diwajibkan datang ke
kantor dengan membawa berkas persyaratan untuk
diverifikasi. Oleh karena itu dari pada bolak-balik, maka
sekalian saja datang dengan membawa berkas sekalian
mendaftar.
Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, bahwa
tujuan dari dibangunnya sistem BKOL dapat
mempermudah dan memperhemat bagi para pencaker
untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bakat
dan minatnya denga biaya yang lebih murah.
b. Latar Belakang Pencaker
66

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


Dari hasil studi lapang gambaran umum dari
para pencaker yang terkait dengan pendidikan dan jenis
kelamin, umur, dan jabatan yang diinginkan
adalah
sebagai berikut:
1) Pendidikan dan jenis kelamian pencaker
Berdasarkan data IPK nasional semester II
(Juli-Desember) tahun 2012, jumlah pendaftar
sebanyak 616.539 orang. Secara umum pendaftar
laki-laki lebih banyak dari pada perempuan, lakilaki sebanyak 320.831 orang (52,04 %) , sedangkan
yang perempuan hanya 295.708 orang (47,96 %).
Adapun bila dirinci berdasarkan kelompok
pendidikan yang ditamatkan dan Jenis kelamin,
adalah sebagai berikut:
Tabel 3.1
Jumlah Pencari Kerja Terdaftar Menurut Pendidkan di IPK Infokerja
Nasional Selama 1 semester II (perode Juli- Desember 2012)
No

Pendidikan

SD

L
Orang

P
%

Orang

Total
%

Orang

8,525

56.48

6,568

43.52

15,093

2.45

SLTP

19,269

52.75

17,262

47.25

36,531

5.93

SLTA

179,237

63.32

103,839

36.68

283,076

45.91

D1

152

34.08

294

65.92

446

0.07

D2

58

45.31

70

54.69

128

0.02

D3

33,330

32.58

68,959

67.42

102,289

16.59

S1

78,310

44.83

96,368

55.17

174,678

28.33

S2

1,950

45.37

2,348

54.63

4,298

0.70

Jumlah
320,831
52.04 295,708
47.96
616,539 100.00
Sumber: Statistik Antar Kerja, Semester II th 2012, Direktorat Pengembangan
Pasar Kerja, diolah

67

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online

Gambar 3.5 Jumlah Pencari Kerja Terdaftar Menurut Pendidkan di


IPK Infokerja Nasional Selama 1 semester II (perode Juli-Desember
2012)
Berdasarkan
pendidikannya,
pencaker
terdaftar
terbanyak
adalah
mereka
yang
berpendidikan SLTA, yaitu sebanyak 215.176 orang
atau 59,07 persen, yang ke dua berpendidikan
Sarjana (S1) sebanyak 174.678 orang atau 28,33 %.
Sedangkan yang paling sedikit adalah S2 sebanyak
4.298 orang atau 0,70 persen, dan kedua adalah
meraka yang berpendidikan SD ke bawah sebanyak
15.093 orang atau 2,45 persen
2) Umur

Secara nasional, umur pencari kerja yang


mendaftar ke dinas tenaga kerja yang terbanyak
adalah kelompok umur 20-29 tahun, sebanyak
357.486 orang (58%), kedua tebanyak adalah umur
15-19 tahun sebanyak 164.521 orang (26.7%),
sedangkan umur 30-34 tahun sebanyak 68.035
orang (11%), umur 45-54 orang sebanyak 6.402
orang (1.04%) dan umur lebih dari 55 tahun
sebanyak 20.093 orang (3.26%).
Kondisi ini
menunjukan bahwa pencaker terbanyak adalah
Angkatan Kerja yang baru lulus sekolah atau
Angkatan Kerja yang baru masuk ke dalam pasar

68

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


kerja. Namun demikian Angkatan Kerja yang sudah
atau sedang bekerjapun cukup banyak. Mereka pada
umumnya karena sudah habis kontrak kerja, PHK,
dan atau ingin pindah untuk mendapatkan pekerjaan
yang lebih baik.
Tabel 3.2
Pencari Kerja Berdasarkan Kelompok Umur
L

Kelompok
Umur
15-19

Jumlah
88,491

Persen
27.58

Jumlah
76,030

Persen
25.71

20-29

180,971

56.41

176,515

59.69

30-44

37,402

11.66

30,635

10.36

45-54

4,162

1.30

2,240

0.76

55+
9,805
3.06
10,288
3.48
Jumlah
320,831
100 295,708
100
Sumber: Direktorat Pengembangan Pasar Kerja, 2012

Gambar 3.6
Pencari Kerja Berdasarkan Kelompok Umur

69

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


d. Pengguna Tenaga Kerja
Perusahaahan atau individu yang membutuhkan
tenaga kerja atau lowongan kerja yang sesusi dengan
persyaratannya yang tercatat di IPK nasional selamaa
semester II tahun 2012 sebanyak 364.246 orang.
Tabel 3.3
Jumlah Lowongan Kerja yang Terdaftar Menurtut Pendidikan
di IPK Nasional
No
1
2
3
4

Pendidikan
SD
SLTP
SLTA
D1

L
Orang

20,566

%
11.72

6,678

3.81

110,762

63.14

0.00

Orang

Total

19,589

%
10.37

Orang

40,155

11.02

15,971

8.46

22,649

6.22

104,414

55.30

215,176

59.07

0.00

0.00

D2

0.00

0.00

0.00

D3

25,878

14.75

27,907

14.78

53,785

14.77

S1

11,514

6.56

20,930

11.09

32,444

8.91

0.02
S2
37
100
Total
175,435
48.16
Sumber: Dir. Pengembangan Pasar Kerja, 2012

0.00
51.84

37
100

0.01
100.00

70

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online

Gambar 3.7
Jumlah Lowongan Kerja yang Terdaftar Menurut Pendidikan
di IPK Nasional

Bila di cermati data di tabel tersebut, ternyata


lowongan kerja berdasarkan pendidikan yang terbanyak
adalah yang berpendidikan SLTA, begitu juga pencari
kerjanya yang terbanyak juga yang berpendidikan SLTA
(tabel sebelumnya). Namun untuk lowongan terbanyak
ke dua adalah yang berpendidkan D3, sementara
pencari kerja terbanyak ke dua adalah yang
berpendidikan S1. Akibat drai hal ini maka banyak
pencari kerja S1 yang tidak dapat terserap di pasar kerja.
Para pemberi kerja yang membutuhkan tenaga
kerja, yang secara mandiri mendaftar lowongannya ke
BKOL, masih relatif sedikit. Untuk mendapatkan
peketerja yang dilakukan antara lain dengan:
mengumumkan atau memberitahukan kepada karyawan
yang ada bahwa ada lowongan pekerjaan untuk jabatan
tertentu; memasang pengumuman di depan kantor/toko,
dan atau mengumumkan di mass media.
Pemberi kerja yang terdaftar di BKOL, pada
umumnya dilakukan dengan cara mereka menyampaikan
71

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


surat tentang adanya lowongan kerja ke kantor dinas di
derahnya, oleh petugas dinas lowongan tersebut dientri
ke dalam BKOL. Sementara berdasarkan undang-undang
No. 7 tahuan 1981 dan Peraturan Pemerintah No. 4
Tahun 1980 tentang wajib lapor lowongan ada kewajiban
bagi
perusahaan
untuk
melaporkan
kondisi
ketangakerjaannya termasuk lowongan kerja yang ada.
Dalam kenyataannya aturan perundangan ini lebih
banyak tidak dipatuhi oleh para pihak yang tertakait.
Namun demikian tenaga pengawas yang ada di dinas
secara terus menerus berupaya agar kewajiban
perusahaan tersebut di laksanakan, sehingga data
tersebut tersedia di bidang pengawasan ketenagakerjaan.
Dari hasil observasi dan wawancara dengan para petugas
dinas di kabupaten/kota ternyata belum ada koordinasi
dan kerjasama antara pengelola BKOL dengan bidang
pengawasan setempat.
Untuk menghimpun lowongan kerja yang ada,
petugas pengantar kerja melakukan job canvassing
dengan
mendatangi perusahaan-perusahaan dan
mencatat lowongan kerja yang ada di perusahaan
bersangkutan. Guna menjaring lowongan kerja di
daerahnya sebanyak mungkin. Para pengelola BKOL,
tidak hanya mengentri data lowongan yang menyurati
dan atau datang ke kantor, tetapi juga mengentri data
lowongan hasil job canvassing dan lowongan yang
diumumkan di mass media setempat.
Keterbatasan data lowongan kerja dari
perusahaan yang disebakan mereka tidak melaporkan ke
dinas, seharusnya dapat diatasi dengan cara bekerja
dengan kegiatan pengawasan ketenagakerjaan di dinas
bersangkutan. Karena salah satu tugas pengawasan
ketenagakerjaan
adalah
melakukan
pengawasan
terhadap pelaksanaan peraturan perundangan, termasuk
kewajiban perusahaan melaporkan adanya lowongan
yang ada di perusahaannya.

72

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


e. Pengelolaan IPK
Adanya data dan informasi pencaker serta data
dan informasi lowongan kerja, maka akan memudahkan
proses dan terjadinya penempatan. Setelah ada
penempatan maka akan diperoleh juga data dan
informasi penempatan. Secara keseluruhan data
pencaker, lowongan dan penempatan di sebut dengan
Informasi Pasar Kerja (IPK). Data IPK ini bermanfaat
bagi pencaker, pemeberi kerja, perusahaan yang akan
membangun dan atau pengembangan perusahaan, dan
program
pelatihan.
Bagi
pemerintah
daerah
kabupaten/kota, pemerintah provinsi, dan nasional,
terutama sebagai bahan penyusunan kebijakan,
perencanaan, program pembangunan ketenagakerjaan.
Lebih khusus IPK tersebut dapat digunakan sebagai
bahan penysusun kebijkan, perencanaan, dan program
pelaksanaan pengembangan pelatihan dan perluasan
kesempatan kerja. Sampai saat ini IPK yang ada belum
dimanfaatkan sebagaimana mestinya.
5. Permasalahan di Tingkat Lapang
Dari uraian sebelumnya dapat disimpulkan bahwa
pelaksanaan program BKOL, belum sesuai dengan yang
diharapkan. Hal ini disebabkan
para pihak yang
berkepentingan belum dapat memanfaatkan sebagaimana
mestinya. Permasalahan pokok yang ada dalam pelaksanaan
BKO antara lain sebagai berikut:
1. Komitmen Pimpinan dan dukungan SDM yang terbatas
Berdasarkan uraian sebelumnya terutama bila
dicermati pelaksanaan pengembangan BKOL di tingkat
lapang, ternyata perhatian dan kometmen pimpinan
setempat berpengaruh terhadap kelancaran pelaksnaan
BKOL di dinas bersangkutan. Sebagai contoh di
Kabupaten Bengkulu Utara, karena tidak menganggarkan
langganan internet dan keterbatasan SDM, di Kota
Bengkulu, tidak jalan karena tidak ada perintah dari
atasan, sedangkan di Kabupaten Kepahiang tidak
73

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


tersedianya dukungan SDM. Di lain pihak seperti dinas
yang pimpinanan memperhatikan dan berkomitmen
ternyata pelaksanaan BKOL-nya lebih baik, sebagai
contoh dinas Kota Semarang, ruangan pelayanan baik,
komputernya ditambah, bahkan berusaha untuk
membangun aplikasi tersendiri.
2. Koneksitas Jaringan yang lambat
Di bebarapa daerah yang jaringan internetnya
kurang baik, walaupun sudah menggunakan akses
internet dengan kecepatan lebih relative tinggi tetap
tidak dapat mengakses dengan cepat. Selain itu pada
jam-jam sibuk antara jam 09.30 wib sampai dengan jam
13 00 wib, yang diperkirakan pada waktu tersebut, orang
di seluruh Indonesia yang mengakses ke BKOL sangat
banyak, ternyata sangat lambat bahkan cenderung
berhenti. Hal ini menunjukan bahwa salah
satu
penyebab
kelambatan tersebut disebabkan karena
kapasitas jaringan dan server di pusat terbatas (kecil).
3. Belum ada peluang bagi dinas yang ingin pembangun
server sendiri yang terkoneksi dengan pusat.
Beberapa dinas kabupaten/kota, seperti Kota
Semarang dan Bandung yang sudah membangun dan
mengembangkan server dan aplikasi sendiri tidak dapat
terkoneksi dengan server dan aplikasi pusat. Dengan
membangun server dan aplikasi sendiri diharapkan
dinas bersangkutan mempunyai database sendiri,
sehingga apabila server di pusat ada masalah dan
databasenya hilang atau rusak, maka dinas tersebut
mempunyai backup-nya. Hal ini pernah terjadi pada
masa yang lalu tatkala di pusat ada perubahan aplikasi
yang baru, ternyata data yang ada di aplikasi yang lama
tidak dapat di ambil kembali, sehingga dinas tidak
mempunyai data seri. Akibatnya apabila ada pencaker
atau pengguna tenaga kerja yang akan memperpanjang
datanya tidak dapat dilakukan. Selain itu bila tertjadi
permasalahan dengan jaringan, untuk sementara datanya
74

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


dapat disimpan di database di dinas dan bila jaringan ke
pusat sudah normal kembali, maka data tersebut dapat
dikirim. Sehingga pelayanan terhadap pencaker dan
pemberi kertja secara on-line dapat lebih lancar.
4. Belum tersedia backup server sebagai pengamanan, bila
terjadi keadaan memaksa, seperti kebakaran atau
kejadian lain yang dapat merusak database yang
tersimpan di server induk di pusat. Komputer database
di simpan di gedung cyber, ternyata belum dilengkapi
dengan server backup yang disimpan di tempat lain.
Sever backup ini penting, karena bila terjadi keadaan
memaksa seperti kebakaran atau sebab lain yang dapat
merusak atau menghilangkan data base yang ada sudah
ada back-upnya.
5. Aplikasi yang kurang sesuai
Aplikasi yang dikembangkan ternyata masih
menyulitkan bagi para pihak yang mengakses, terutama
saat mengirim dan memanfaatkan data dan informasi
yang ada.
Para pencaker, pemberi kerja, dan pengelola
BKOL, mengalami kesulitan dalam hal mengisi form isian
yang ada dalam aplikasi BKOL. Hal tersebut antara lain
disebabkan:
a. Belum mengakomodasi kondisi riil yang ada:
b. Ada sistimatika atau tata urutnya membingungkan;
c. Ada isian yang sebetulnya tidak penting, tetapi
dicantumkan.
d. Item konten isian yang dapat digunakan sebagai
media matching antara pencaker dengan pengguna
sangat terbatas.
6. Dalam Pembangunan dan pengembangan BKOL, terjadi
perubahan aplikasi yang digunakan. Ternyata aplikasi
yang baru tidak dapat mengakses data IPK yang sudah
ada dalam server lama. Sementara data IPK bersifat
berkesinambungan. Hal ini terjadi karena perbedaan
75

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


platform aplikasi software yang berkaitan dengan
database management system dan atau bahasa
pemrograman yang berbeda antara versi aplikasi lama
dan baru.
7. Bila ada pengguna dan atau pengelola mengalami
permasalahan yang terkait dengan pengisian mengalami
kesulitan yang sifarnya umum, ternyata belum tersedia di
aplikasi yang menyediakan jawabannya (Help Desk).
8. Belum banyak dikenal oleh pengguna
Hasil wawancara dengan para pengelola BKOL,
menunjukan bahwa para pihak yang berkepentingan
yang mengakses mengisi secara mandiri ke dalam
aplikasi BKOL, ternyata sangat kecil.
Berdasarkan wawancara dengan para pencaker
dan pengguna tenaga kerja, pada umumnya mereka tidak
tahu adanya BKOL yang dapat di akses dari sembarang
tempat. Sementara dari pihak pengelola, baik di pusat
maupun daerah jarang melakukan kegiatan sosialisai,
maupun penyuluhan kepada para pihak pengguna.
9. Pencaker yang datang pada umumnya untuk
mendaftarkan sebagai pencaker guna mendapatkan bukti
kartu kuning (AK1). Pada umumnya mereka tidak
mengsisi sendiri, tetapi mengisi forms isian dan dientri
ke aplikasi computer oleh petugas. Begitu juga para
pengguna tenaga kerja yang memiliki lewongan, pada
umunya juga tidak mengakses atau mengisi sendiri.
Selaan itu pengguna tenaga kerja yang mendaftarkan
lowongannya di dinas masih terbatas, sehingga petugas
harus melakukan kanvasing dan atau mencatat dan
masukan informasi lowongan yang ada di iklan mass
media.
10. Ada kabupaten yang memberikan pelayana kartu kuning
atau AK1 di kecamatan dijadikan stau dengan pelayanan
satu atap. Namun tidak diikuti dengan kegiatan antar
76

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


kerja, sehingga tidak tersusun IPK dan kegiatan
penempatannya, sebagaimana peran Bursa kerja
seharusnya.
11. Belum semua kabupeten/kota mengirim IPK, ke provinsi
dan atau ke Pusat, sehingga data IPK di Provinsi dan
Pusat belum lengkap. Selain itu IPK yang sudah tersusun
belum digunakan sebagai bahan penyusunan kebijakan,
perencanaan
maupun
program
pembangunan
ketenagakerjaan.

77

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online

78

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online

BAB IV
EFEKTIFITAS SISTEM BKOL

A. Efektivitas Pengembangan Sistem BKOL


Apababila di lihat dari tujuan adanya sistem bursa kerja
online, yaitu diharapkan para pencaker dan para pemberi
kerja, proses penempatan dan pengelolaan IPK (database dan
perubahannya, pengiriman dari kabupaten ke propinsi dan ke
pusat) dapat dilaksanakan secarta online. Dengan demikian
data yang ada di pusat dan di daerah lebih lengkap dan valid,
79

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


proses transaksinya lebih efektif dan efesien. Data dan
informasi IPK dapat lebih berdayaguna dan berhasilguna bagi
pembangunan nasional dan daerah, khususnya dalam
pembangunan ketenagakerjaan. Namun kenyataannya
sebagian besar masih dikerjakan secara manual dan di-entri
ke aplikasi sehingga databasenya dapat masuk ke dalam data
base di pusat. Sedangkan propinsi dapat melihat data base di
propinsinya. Dalam kenyataan di tingkat lapang, ada bebarapa
dinas kabupaten/kota yang masih mengentri maupun
pengiriman IPKnya secara manual. Pencaker yang sudah
meng-entri secara langsung baru terjadi di Kabupaten
Psuruan, Kab. Pati, Kota Semarang, dan Kota Bandung
Menurut Pengelola BKOL setempat, pencaker yang secara
mandiri menginteri secara on-line kurang lebih baru 5 %.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengambangan
BKOL belum seperti yang diharapkan, atau dengan kata lain
belum efektif. Ketidak-efektifan tersebut karena para pihak
penguna BKOL yaitu: Pencaker, Pemberi Kerja dan Pengelola
belum melakukan secara online. Adapun berapa penyebab
kurang efektifnya sistem BKOL tersebut antara lain
disebabkan ialah: komitmen pimpinan dan dukungan SDM,
Jaringan yang dikembangkan terbatas, dan aplikasi yang
dikembangkan belum sesuai dengan yang di harapan.
B. Perhatian dan Komitmen Pimpinan
Bila dicermati kemajuan pengelolaan BKOL dari satu dinas
ke dinas yang lain, ternyata perhatian dan komitmen pimpinan
berepengaruh terhadap keberhasilan pengembangan BKOL di
dinasnya.
Sejak
diberlakukannya
otonomi
daerah,
pengangkatan dan pemberhentikan pejabat di lingkungan dinas
yang menangani ketenakerjaan banyak ditentukan oleh kepala
daerah waktu itu yang kurang memperhatikan kompetensinya.
Begitu juga perhatian kepala daerah terhadap urusan yang ada,
lebih memperhatikan urusan yang secara langsung dapat
memberikan atau sumbangan tehadap APBD daerahnya.
Dengan demikian urusan ketenagakerjaan dianggap urusan
yang kurang dapat memberikan kontribusi terhadap APBD
setempat.
80

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


Akibat dari hal tersebut, urusan ketenagakerjaan pada
umumnya kurang dianggap penting, sehingga pejabat yang
ditempatkan di dinas ketenagakertjaan kurang mendapat
perhatian, dan pejabat yang telah kompeten di pindah tugaskan
ke tempat urusan lain di luar ketenagakerjaan. Hal ini di
temukan di lapang, ada suatu dinas yang mempunyai tenaga
fusngisonal pengantar kerja dan tenaga pengelola BKOL, tidak
melaksanakan tugas dan fungsi antar kerja dengan baik karena
tidak ada arahan dari pimpinannya, karena eselon IV, eselon III
baru ditempatkan dari luar dinas ketenagakerjaan. Akibat lebih
lanjut urusan ketenagakerjaan kurang mendapatkan perhatian
dari pimpinan yang ada.
Kurang perhatian dari pimpinan setempat juga tampak
dalam pengalokasikan dana APBD untuk pmbangunan
ketenagakerjaan termasuk untuk pelaksanaan BKOL di
daerahnya. Di daerah sampel yang BKOLnya kurang dana tau
tidak berjalan ternyata dana APBD untuk BKOL juga terbatas,
bahkan di beberapa daerah tidak ada
C.Kapasitas Jaringan dan Server
1. Sistem jaringan dan Kapasitas Server
Komputer Server yang diletakan di gedung Cyber, merupakan
komputer tunggal dengan Core CPU sebanyak 24 core, dengan
RAM 32 GB, kemampuan proses dan memorinya sudah cukup
besar, namun karena komputer server tersebut hanya
dikemas dengan 1 OS (operating sistem), maka fiturnya
sangat tergantung dengan setting OS yang digunakan. Dalam
hal ini tergantung dengan jumlah concurent proses yang
disediakan, karena concurent proses ini sangat mendukung
paralel proses yang dapat dijalankan oleh CPU, termasuk
jumlah user (pengakses aplikasi) yang dapat dilayani dalam
waktu bersamaan (paralel). OIleh karena itu makin besar
jumlah concuren, maka posesnya menjadi makin baik.
2. Apache Web server yang digunakan, juga terkait dengan
kemampuan/jumlah user yang di buka atau disetting pada
Apache. Makin banyak berati makin banyak publik (user dari
internet) yang langsung terlayani tanpa dilakukan antrian

81

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


3. Banyaknya database yang terpasang di Komputer server,
tercatat ada 3 Database server yang terpasang (MySol,
PostgreSQL ,dan Oracle). Jika ke 3 database tersebut berjalan
(aktif) semua, maka server menjadi sangat berat dalam
memproses, artinya proses di server sudah habis untuk
menjalankan Request dari user yang memanggil webportal
untuk melayani Apache (Web Server), karena setiap web user
akan memiliki Request ke Database. Deangan demikian dapat
dipastikan server menjadi sangat sibuk sekali
4. Sharing Bandwitdth 1:16 artinya ada 1 jalan besar
(1Mbps), jalan tersebut dipakai untuk melayani 16 kantor,
salah satuanya adalah BKOL di Dit. Pengembangan Pasar
Kerja. Hal ini menjadi sangat bergantung dengan aktifitas
setiap kantor. Jika masing-masing kantor sepi dan sedikit
aktifitasnya, maka kemampuan jalan tersebut akan dapat
dipakai bersama (dibagi rata/sharing). Namun jika ada
beberapa kantor yang aktifitas pegawainya sangat sibuk,
misal setiap jam kerja, banyak yang keluar masuk mengakses
kantor tersebut, tentu jalannya menjadi macet. Akibatnya
kantor yang lain akan menjadi kurang mendapatkan hak
aksesnya, sehingga terasa sangat lambat, bahkan terkesan
berhenti. Hal ini sangat terlihat bila Server IPK On-Line
diakses, di hari kerja dan jam kerja, bila dibandingkan dengan
diakses di luar jam kerja/hari kerja.
Perumpamaan lian,
Sharing Bandwith 1:16, artinya ada Mbs dibagi/dipakai untuk
16 kantor. Jika di rata-rata setiap kantor hanya mendapatkan
1.000 kpbs/16=62,2 kpbs. Dalam kondisi ini, jika di rata-rata
bandwidth yang terpakai maksimum. Artinya dengan
bandwidth 62,5 kpbs user concurent (secara bersama-sama)
yang dapat dilayani hanya 1-2 user saja. Hal ini menjadi jelas
bahwa bandwidth sharing tersebut atau layanan yang dapat
diberikan oleh Aplikasi IPK OL, sangat terbatas 1-2 user
concurent. Berarti user ke 3 dan sterusnya akan masuk ke
dalam sistem antrian. Ibarat gerbang pintu toll, banyak user
mengantri di di depan gerbong pintu toll, belum dapat masuk
ke jalan tollnya.
5. Bila dilihat dari kemampuan harddisknya, kapasitas 1 TB
seharusnya sudah cukup, jika melihat jumlah data 300 ribu
82

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


lebih data pencaker, dari 34 propinsi, 503 Kabupaten/kota.
Misal 1 perusahaan membuat 2 lowongan per bulan dan
dilamar oleh 100 pencaker per lowongan, kebutuhan data
tersebut hanya sekitar 2 x 50.000 perusahaan x 100 pencaker
=10 juta data x 100 char x 8 bit/char= 8 GB perbulan. Maka
dalam 1 tahun hanya membutuhkan 100 GM, bebrarti 1 TB
dapat dipakai dalam 10 tahun. Jadi HD 1 TB adalah cukup
untuk memampung kebutuhan database. Namun demikian
setiap tahun hal ini harus dimonitoring dan dievaluasi
minimal setengah tahun sekali, sehinga bila kapsitasnya
kurang mencukupi dapat segera ditambah.
6. Komputer Server yang diletakan di gedung cyber, belum
dilengkapi dengan server backup di tempat lain. Dengan
demikian bila terjadi permasalahan yang dpat merusak data
base di server tersebut, maka data IPK seluruh Indonesia
yang ada akan menjadi rusak, bahkan dapat musnah. Kejadian
ini dapat terjadi antara lain bila terjadi kebakaran. Untuk itu
disarankan selain server di gedung cyber perlu diadakan
backup server, salah satu alternatifnya adalah dengan
menggunakan server kepunyaan Balitfo yang kapasitasnya
masih cukup banyak.
7. Koneksitas dan integrasi apilkasi dinas Kabupaten/Kota
dengan Pusat. Karena adanya kelambatan atau permasalahan
pada waktu mengakses ke pusat, beberapa kota telah
mengembangkan server dan aplikasi tersendiri, dengan
harapan bila ada permasalahan dengan jaringan dan atau
server di pusat, maka daerah tetap dapat beroperasi. Salah
satu contoh di dinas tenaga kerja di kota semarang dan Kota
Bandung telah dibangun server dan aplikasi tersendiri, tetapi
belum dapat terkoneksi dengan pusat, sehingga harus
mengentri dua kali, untuk server daerah dan untuk server
pusat. Untuk itu sebaiknya pihak pusat memberu peluang
kepada dinas/kabupten kota yang mempunyai keinginan
untuk membanguan dan mengembangan server dan apliasi
sendiri yang terintergrasi dengan pusat.

83

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


D. Pengembangan Aplikasi belum sesuai
Permasalahan yang muncul yang terkait dengan aplikasi
adalah: Konsistensi pengunaan aplikasi Software dan forms
isian data base. Adapun permasakahan yang terkait aplikasi
dengan form isian adalah:
1. Penampilan halaman pertama kurang menarik dan masih
banyak tempat yang kosong yang dapat digunakan untuk
memberikan informasi yang bermanfaat dan dibutuhkan
oleh para pengguna;
2. Form isian yang disajikan pada umumnya tertutup, belum
mengakomodasi semua kepentingan pengguna, yaitu antara
lain pada isian :
a. Agama,
Pada Isian Agama dalam bentuk pilihan tertutup,
sementara di Gunung Kidul ada pencari kerja yang
belum terfasilitasi dalam pilihan yang tersedia, yaitu
Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang
secara undang-undang diakui.
b. Pendidikan
Form isian jurusan pendidikan yang disediakan dalam
bentuk pilihan tertutup, sementara dari hasil kelulusan
para pencaker ada yang jurusannya belum tersedia,
sehingga kesulitan dalam pengisiannya.
c. Jabatan
Sama dengan isian agama dan jurusan pendidikan,
jabatan yang tersedia disajikan dalam bentuk pilihan
tertutup yang telah disediakan, sementara ada pemberi
kerja yang syarat jabatannya belum tersedia dalam
pilihan
tersebut,
sehingga
kesulitan
dalam
pengisiannya.
3. Sistimatika isian dalam form aplikasi ada kurang praktis.
a. Ada isian pendidikan terakhir, kemudian di nomor lain
ada pertanyaan pengalaman pendidikan, sebenarnya
isian ini dapat digabung; dengan pertanyaan

84

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


pendidikan terakhir dan riwayat pendidikan
sebelumnya.
b. Form pilihan yang disajikan dalam kejuruan di
pendidikan tinggi dan jabatan sangat panjang bahkan
lebih dari satu halaman layar yang dapat dilihat,
sehingga menyulitkan dalam memilihnya. Karena untuk
memilihnya pengguna harus membuka lebih dari satu
layar, sehingga harus bolak-balik atau naik turun. Akan
lebih mudah bila pilihan yang banyak tersebut dibagi
menjadi beberapa sub pilihan, sebagai contoh untuk
kejuruan di pendidikan tinggi dapat dibagi menjadi
kelompok eksakta (ilmu pasti dan non eksakta/ilmu
sosial). Namun untuk mempermudah kepada pengguna
bila mengalami kesulitan pada halaman tersebut juga
diberi keterangan atau penjelasan dari masing-masing
sub kelompok tersebut;
c. Ada isian yang menurut para pengguna dan pengelola
tidak penting, tetapi ada sebagai contoh: besarnya
modal perusahaan. Menurut mereka sebaiknya
dihilangkan saja;
Dalam Pengembangan aplikasi software dan atau aplikasi
forms isian, harus konsesten. Dengan kata laian dalam
membangun dan mengembangkan BKOL harus dibuat dulu
masterplan yang ideal, kemudian pembangunan dan
pengmbangannya dilakukan dengan cara bertahap dan
konsisten, sebagaimana membangun rumah tumbuh.
4. Untuk mempermudah para pengguna untuk mendapatkan
data dan informasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan
belum dapat terlayani dengan baik, sebagai contoh bagi
pencaker yang menginginkan informasi tentang
perusahaan hanya dapat mengakses melalui kata yang
terketik di dalam isian detail lowongan kerja
Contoh Detail Lowongan Kerja
Lowongan
: PELAYAN RESTORAN
Pelayan

85

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


Kebutuhan Tenaga : Laki-laki: 5 orang Perempuan: 5
orang
Pendidikan
: SLTA LAINNYA
GOL Jabatan
: PRAMURIA DAN PELAYAN PRIA
Sektor Usaha
: JASA PERORANGAN LAINNYA YTDL
Perusahaan
: PO. ROSO JOYO
Jl. Irian-Glorog Sragen
Kode Pos: 57222
Telp/Hp 027108821037
Lokasi
: KABUPATEN SRAGEN
Contak Person
: KE RUMAH MAKAN ROSOS JOYA.
Untuk meyelusuri lewongan kerja yang diinginkan, pencaker
dapat mengklik lowongan kerja dan mengisi isian pada
pencari lowongan kerja. Dalam isian tersebut, pencaker
hanya dapat mengetik satu kata atau rangkaian kata yang
ada di isian yang tercetak tebal atau isian (contoh), sebagai
indikator penyelusuran lowongan. Sementara kata yang ada
relatif terbatas. Sebagai contoh tidak ada yang menunjukan
lokai Provinsi dan atau kecamatan. Semantara data tersebut
dibutuhkan oleh pencaker. Selain itu indikator penyelusuran
hanya satu, tidak dapat lebih dari satu, sehingga dapat lebih
fokus. Sebagai contoh: Ingin mencari lowongan terkait
dengan lokasi dan Pendidikan, seharusnya dapat mengetik
Kabupaten Sragen, SLTA. Maka semua lowongan di Sragen
dan yang syaratnya SLTA dapat keluar semuanya. Begitu
juga bagi pemberi kerja dalam mencari pencaker yang
memenuhi syarat yang dibutuhkannnya.
5. Pencaker Masih Harus Datang Ke Kantor Dinas di
Kabupaten.
Aplikasi yang dibuat, mengharuskan para pencaker
masih harus datang ke kantor untuk melengkapi berkas dan
dverifikasi datanya oleh petugas/pengelola BKOL. Hal ini
sangat memberatkan bagi pencaker yang tempat tinggalnya
jauh dari kantor tersebut, selain masalah waktu juga
memebutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sementara bila

86

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


semua dapat dilakukan dari rumah atau dari warnet
terdekat dapat menghemat waktu dan biaya.
Sementara tentang kelengkapan berkas dapat lakukan
dengan scanner, sedangkan untuk verifikasi, bila diperlukan
dapat via telepon atau SMS melalui handphone. Sedangkan
untuk mencetak kartu kuning (AK1) dapat dilakukan dengan
mencetak di warnet terdekat dengan nomor registrasi yang
diberikan oleh dinas melalaui SMS atau surat.
Ada bebarapa kabupaten yang sudah memberikan
pelayanan AK1 di kecamatan melalui pelayanan terpadu
satu atap atau tetapi belum secara online. Hal serupa juga
berlaku untuk pemberi kerja. Hal yang penting dalam
transaksi ini adalah apabila sudah terjadi penempatan, maka
diwajibkan untuk ke dinas sehingga baik lowongan maupun
pencaker akan di hapus dari daftar dan dimasukkan ke
dalam data penempatan.
6. Kesulitan dalam pengisian aplikasi sebetalnya dapat
dikurangi dengan kelengkapan informasi pelayanan yang
tersedia dengan Frequently Aksed Question (FAQ), yang
dapat memberikan informasi hal-hal yang sering
dipertanyakan oleh pengguna dan atau Helpdesk yang dapat
menjawab pertanyaan dan menampung pertanyaan setiap
saat yang dijawab pada waktu lain.
E. Perkembangan Pengguna Online
Pencaker maupun pemberi kerja yang memanfaatkan
BKOL secara langsung masih sedikit, dari 18 kabupaten/kota
yang dikunjungi dan diobservasi, sewaktu ditanyakan kepada
pengelola apakah di kabupaten/kota bersangkutan sudah ada
pencaker dan atau pemberi kerja yang mendaftarkan diri
secara langsung (dengan mengisi aplikasi yang tersedia secara
mandiri). Ternyata hanya Kota Semarang, Bandung, Kabupaten
Pati, dan Kabupaten Pasuruan yang menjawab sudah ada.
Menurut para pengelola yang mandaftar secara ,mandiri
tersebut masih relatif sedikit, diperkirakan dari sekitar 5%,
dari data yang masuk. Hal ini disebabkan para pencaker
87

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


maupun pengguna tenaga kerja yang membutuhkan pekerja
tidak mengetahui adanya BKOL. Untuk itu perlu adanya
sosialisasi dan penyuluhan dan menyebaran stiker, maupun
spanduk tentang BKOL, secara lebih luas, dengan berbagai cara
seperti: sosialisasi di Kadin, Apindo, SP, Perguruan Tinggi dan
Sekolah.
F. Pengelolaan IPK
Dalam pengeloaan IPK, data dan informasi yang sulit
terkumpul dengan baik adalah data dan informasi penempatan,
karena pencaker maupun pemberi kerja yang sudah melakukan
penempatan tidak melapor ke dinas. Untuk itu sebaiknya
petugas pengantar kerja sebaiknya bekerja sama dengan
pengawas ketenagakerjaan dalam pelaksanaan penerapan
aturan perundang-undangan: Peraturan Pemerintah No. 4
tahun 1978 tentang wajib lapor lowongan dan Undang-undang
No. 7 tahuan 1981 tentang wajib lapor ketenagkerjaan.
Selain itu, bagi kabupaten/kota yang karena satu atau
lain sebab, tidak dapat mengelola dan mengirim data IPK
secara on-line, maka kepada mereka diberi peluang untuk
mengelola dan mengirikan data dan informasi secara offline.
Namun demikian dalam pengerjaannya sudah secara
komputerisasi yang sudah disesuaikan dengan aplikasi yang
ada, sehingga akan mempermudah dalam menggabungkan data
dan infornasinya.
Data yang terkumpul diolah menjadi data Informasi
Pasar kerja di tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi, maupun
Nasional (di Pusat). Namun IPK tersebut pada umunya belum
dimanfaatkan sebagai bahan penyusunan kebijakan,
perencanaan dan program, serta pelaksanaan pembangunan
ketenagakerjaan, khususnya di bidang peluasan kesempatan
kerja dan pelatihan kerja. Memang dalam kenyataannya tidak
semua kabupaten/kota mengirim data IPK ke provinsi,
sehingga data yang masuk ke pusat pun belum lengkap dari
semua kabupaten/kota, sehigga selama ini keadaan ini belum
dicatat dalam laporan IPK. Sebaiknya setiap laporan IPK
dicantumkan juga berapa kabupaten/kota yang harus melapor
88

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


dan berapa yang baru melapor. Hal ini penting untuk
perhitungan dengan pendekatan konversi. Karena data
tersebut lebih banyak dan lebih riil dari pada data hasil
Sakernas.
G. Pelayanan Satu Atap di Kecamatan
Untuk mendekatan pelayanan kepada masyarakat,
beberapa kabupaten atau kota mengembangkan program
pelayanan satu atap di kecamatan, termasuk pelayanan
pendaftaran pencaker (AK1/Kartu Kuning). Namun karena
kurangnya pengertian dari pengelola di tingkat kecamatan,
maka tujuan pengelolaan antar kerja menjadi tidak terlaksana
dengan baik. Permasalahan yang terjadi dilapangan antar lain:
1. Pencaker hanya didaftar dan diberi kartu kuning, tetapi
kegiatan antar kerja lainnya tidak dilakukan.
2. Beberapa perusahaan atau pemberi kerja tidak mengakui
kartu kuning tersebut karena tidak ditandatangani oleh
yang berwenang.
Dari ke dua kejadian tersebut, terindikasi bahwa
dalam pengelolaan pelayanan antar kerja belum dipahami oleh
para pihak yeng melaksanaan kegiatan tersebut. Sementara
pihak dinas ketenagakerjaan yang mengetahui dan memahami
tugas dan fungsi antar kerja tidak melakukan pembinaan di
kecamatan yang melakukan kegiatan pelayanan satu atap.
Sedangkan tidak diakuinya kartu kuning oleh pihak pemberi
kerja yang mempunyai lowongan, karena kartu kuning yang
dikeluarkan di tandatangani atau disahkan oleh camat bukan
petugas pengantar kerja. Masalah ini sebetulnya dapat
diselesaikan dengan cara kartu kuning yang diterbitkan tetap
ditangatangani oleh petugas pengantar kerja yang ditempatkan
di kecamatan. Bila pegawai petugas pengantar kerja di dinas
kabupeten/kota terbatas dan tidak ada yang dapat
diperbantukan di kecamatan, maka dapat dilkukan oleh
pegawai kecamatan yang mendapatkan legalitas dari dinas di
kabupaten/kota setempat. Sudah barang tentu petugas
pengantar kerja/camat tersebut dibekali dangan pengetahuan
dan ketrampilan yang dibutuhkan sebagai pengantar kerja.

89

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online

H. Koordinasi Dan Integrasi antar Pengelola BKOL


Dengan kemajuan Teknologi Informasi yang sangat
pesat dan pemanfaatnnya merambah hampir ke semua
kehidupan. Hal ini juga terjadi di kegiatan proses rekruitmen
dan penempatan tenaga kerja, terutama swasta. Banyak
tumbuh dan berkembang lembaga penempatan, yang secara
khusus maupun sebagai kegiatan sampingan atau pelengkap
melakukan kegiatan penempatan tenaga kerja secara on-line.
Lembaga penempatan atau BKOL yang bisnis pokoknya di
bidang penempatan, yang melakukan pendaftaran dan
pengumuman bagi pencaker yang membutuhkan pekerjaan
dan para pemberi kerja yang membutuhkan pekerja, serta
melakukan proses rekruitmen (penempatan). Lembaga yang
melakukan kegiatan BKOL ini antara lain adalah : JobsDb, dan
JobStreet. Sedangkan yang tidak khusus melakukan kegiatan
BKOL antara lain. Lembaga Penyiaran perti SCTV dan RCTI, dan
atau secara langsung dilakukan oleh perusahaan bersangkutan
seperti PT Kereta Api. Bagi Kementerian Tenaga Kerja Dan
Transmigrasi sebagai unit yang bertanggung jawab di bidang
penempatan tenaga kerja, seharusnya melakukan pembinaan
dan pengendalian kegiatan tersebut. Di satu sisi, Kementerian
Tenaga Kerja Dan Transmigrasi terbantu karena dengan
keterlibatan pihak lain yang ikut berperan dalam proses
penemptan, maka proses penempatan akan berjalan dengan
lancar. Tetapi bila ada masalah yang timbul sebagai akibat dari
proses penempatan yang dilakukan oleh pihak lain, maka
Kementeraian Tenaga Kerja dan Transmigrasi harus
bertanggung jawab. Selain itu data dan infornmasi tentang
jumlah dan karakteristik penecaker, pemberi kerja dan
Penematan dapat terkumpul di Kementerian Tenaga Kerja
Dan Transmigrasi, khusususnya di Dit. Pengembangan Pasar
Kerja. Sehingga Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi
dalam penyusunan kebijakan, perencanaan, program dan
pelaksanaan pembangunan ketenagakerjaan dapat didukung
oleh IPK yang lengkap, valid, dan berkesinambungan. Untuk itu
kedepan diperlukan adanya koordinasi dan integrasi bagi para
pengelola BKOL.
90

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online

I.

Reorientasi Tugas dan Fungsi Antar Kerja


Di tingkat implementasi di kabupaten/kota tugas dan
fungsi antar kerja belum dapat berjalan dengan baik, bahkan
ada yang belum berjalan, yang salah satunya adanya
keterbatasan data lowongan dan penempatan dari perusahaan.
Permasalahan ini dapat selesaikan dengan cara bekerja sama
dengan bidang/pegawai yang menangani pengawasan tenaga
kerja. Karena salah satu tugas pengawasan tenaga kerja adalah
menghimpun data lowongan kerja yang harus dilaporkan oleh
perusahaan sebagaimana yang diamanahkan dalam peraturan
perundang-undangan. Begitu juga yang terkait dengan
penggunakan IPK di kabupaten Kota, petugas BKOL seharusnya
bekerja sama dengan bidang lainnya, bahkan seharusnya
bekerjasama dengan para pihak yang dapat memanfatan data
IPK setempat.
Selain itu, ke depan bila dengan makin tumbuh dan
berkembangnya BKOL swasta, yang perlu dikoordinasikan dan
diintegrasikan maka, perlu adanya pembambahan tugas dan
fungsi tersebut. Selain itu bila BKOL yang di kelola oleh dinas
yang membidangi ketenagakerjaan telah berjalan sesuai
dengan yang diharapkan maka pekerjaan petugas pengantar
kerja, menjadi berkurang, terutama pekerjaan yang terkait
dengan pelayanan secara langsung sudah dilakukan secara
mandiri oleh para pihak yang berkepentingan secara on-line.
Dengan demikian pekerjaan pengantar kerja dapat lebih folkus
pada pengelolaan dan penggunaan IPK untuk kepentingan
pembangunan ketenagakerjaan, di daerahnya.

91

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online

92

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Adapun hasil kesimpulan dan saran yang dapat disampaikan
dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Dengan berkembangnya teknolologi informasi, terutama
penggunaan internet, maka pelayanan antar kerja (informasi
pasar kerja dan penempatan tenaga kerja), dengan online
(internet), merupakan kebutuhan yang harus dikembangkan;
2. Direktorat Pengembangan Pasar Kerja, telah mengembangkan
Bursa Kerja On-line hampir di seseluruh Kabupaten/Kota,
dengan mengembangkan aplikasi dan jaringan dengan server
terpusat. Untuk itu kepada dinas kebapaten/kota telah diberi
bantuan seperangkat computer, sarana pelengkap BKOL
lainnya, dan bantuan dana operasioanal. Selain bantuan
tersebut pusat melakukan bimbingan teknik (bimtek) kepada
petugas operator, monitoring dan evaluasi.

93

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


3.

4.

5.

6.

7.

94

Pengelolaan bursa kerja di sebagian besar kab/kota khususnya


di Pulau Jawa dapat berjalan, namun pada umumnya para
pengguna, baik pencaker maupun perusahaan yang
membutuhkan pekerja, belum mendaftarkan kebutuhannya
secara on-line. Mereka pada umumnya masih menyampaikan
kebutuhannya dengan cara mendatangi kantor dinas dan cara
memasukan datanya masih dilakukan dengan bantuan petugas
di dinas setempat. Hal ini antara lain disebabkan oleh:
ketidaktahuan mereka kalau bisa dilakukan secara online.
Sementara selama ini hampir dikatakan tidak ada penyuluhan
dan atau sosialisasinya. Sedangkan yang sudah tahu mengalami
kesulitan atau takut salah dalam pengisiannya. Selain itu para
pencaker yang datang ke dinas sebagian besar bertujuan hanya
untuk mengurus dan mendapatkan kartu AK1 (kartu kuning),
dan ingin mendaftar sebagai pegawai negeri sipil.
Bebarapa pencaker yang belum memanfaatkan BKOL info-kerja
yang dikembangkan oleh Dit. Pengembangan Pasar Kerja,
tertnyata sebagaian telah memanfaatkan bursa kerja yang
dikembangkan oleh swasta, seperti JobsDb dan JobStreet.
Menurut mereka pemampilan BKOL swasa lebih menarik dan
cara pengisiananya lebih simpel/mudah.
Perusahaan yang mendaftarkan lowongan kerjanya masih
relatif sedikit. Begitu juga apabila lowongan kerjanya sudah
terisi pada umumnya masih tidak melaporkan ke dinas
sehingga tidak dapat tercatat di IPK;
Bagi sebagian dinas kabupaten/kota yang pengelolaan
BKOLnya belum berjalan, penyebabnya antara lain: tempat
untuk pengelolaan bursa kerja kurang representatif, jaringan
yang ada terlalu lemah sehingga tidak dapat terkoneksitas
dengan lancar dengan server di pusat; jumlah dan kapasitas
tanaga pengelola terbatas; serta kepedulian pimpinan yang
relative kurang (memutasi petugas pengantar kerja dan atau
yang telah mendapatkan bimtek Bursa Kerja online).
Ketidaklancaran koneksitas antar komputer di kabupaten/kota
dengan pusat, selain karena lemahnya jaringan internet yang
digunakan dinas, ternyata kapasitas jaringan dan server di
pusat terbatas, sehingga dalam waktu tertentu tidak mampu
menampung para pengakses yang banyak. Hal ini terjadi bila

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


yang mengakses ke pusat secara bersamaan sangat banyak,
ternyata tidak mampu menampung. Sebagai contoh pada jamjam sibuk khususnya jam 10.00 s.d jam 12.00 WIB sering tidak
dapat operasional. Akibatnya bebarapa dinas pada umumnya
kembali ke sisitem manual, bila sudah memungkinan baru di
entri kembali secara online;
8. Selain keterbatasan kapasitas jaringan di pusat, juga tidak
tersedia back-up server yang dapat menyimpan
dan
menyelamatkan data ada bila server yang utama mengalami
kerusakan atau kondisi force majeur.
9. Beberapa dinas sedah mempunyai server tersediri, sehingga
bila ke pusat belum dapat beroperasi, maka untuk sementara
dapat disimpan di server setempat, namun secara sistem
aplikasi antara pusat dengan darah belum terintergrasi. Selain
itu dinas bersangkutan terpaksa mengentri data IPK 2 kali,
yaiyu untuk server pusat dan untuk server daerah
bersangkutan. Selain itu pembangunan sdan poengembangan
aplikasi oleh pusat, tidak kosnsisten dan berkesibambungan,
sehingga waktu terjai perubahan aplikasi tidak dapat
mengakomodir
data
yang
lama.
Sementara
IPK
berkesinambungan.
10. Menurut para pengguna dan pengelola BKOL, aplikasi yang
dikembangkan masih terdapat kekurangan, baik karena form
yang dikembangkan belum dapat sesuai dengan kondisi riil
setempat dan membingungkan, sehingga sulit dalam pengisian,
dan sistimatikanya. Sementara aplikasi yang ada belum dapat
memberikan pelayanan kepada pengguna yang mengalami
kesulitan.
11. Beberapa daerah, karena kondisi setempat belum
memungkinkan menerapkan BKOL secara baik, termasuk
dalam mpengiriman Informasi Pasar Kerja yang sudah tersusun
di tingkat kabupaten/kota, yang harus dilaporkan ke dinas
propinsi dan pusat; belum dimanfatakan secara optimal
sebagai bahan kebijakan dan atau pelaksanaan program
pembangunan ketenagakerjaan di daerah setempat, terutama
untuk memdukung program pelatihan dan perluasan
kesempatan kerja setempat.

95

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online

B. Saran:
1. Kapasitas jaringan internet server di pusat perlu
diperbesar/ditingkatkan sehingga bila pada saat bersamaan
banyak yang mengakses (seluruh Indonesia) masih dapat
menampung/melayani. Selain itu, perlu di sediakan back-up
server dengan kapasitas yang memadai.
2. Selain terpusat perlu pengembangan jaringan yang
memungkinan bagi dinas/kabupaten yang mampu
meyendiakan dan mengelola server sendiri yang
terintegrasi dengan jaringan server di pusat;
3. Perlu penyempurnaan aplikasi yang dapat memberikan
peluang bagi kondisi riil di lapangan dan mudah dalam
pengentriannya. Selain itu perlu dilengkapi dengan
Frequently Asked Questions (FAQ) dan Help-desk yang dapat
memberikan jawaban dari pertanyaaan para pengguna yang
mengalami kesulitan. Begiti dlam pembangunan apliaski
software harus konsisten, sehinnga pengolahan datanya
dapat berkesinambungan juga.
4. Perlu adanya pemetaan kondisi perkembangan pengelolaan
Bursa kerja Online di daerah kabuaten/kota, sehingga
didapatkan data dan informasi sebagai bahan penyusunan
perencanaan dan program pembinaan yang sesuai dengan
kondisi di masing-masing daerah.
5. Untuk daerah yang pengelolaannya telah berjalan,
pembinaannya lebih banyak dilakukan dengan sosialisai dan
penyuluhan sehingga para pemangku kepentingan, baik
pencaker maupun pengguna tenaga kerja dapat mengintri
sendiri, sedangkan perugas di dinas hanya malakukan
verifikasi. Sedangkan untuk dinas yang pengelolaannya
relative kurang berjalan, maka pembinaannya di tekankan
pada penyebab ketidak berjalannya pengelolaan Bursa Kerja
Online di dinas kabupaten/kota tersebut. Kepada daerah
yang karena kondisi setempat masih banyak terdapat
kendala dan belum memungkinkan dikembangkan secara
on-lien, sebaiknya diberi kesempatan untuk melakukan
pengelolaan dan pelaporan secara manual.

96

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


6. Dengan makin banyaknya BKOL swasta yang
dapat
membantu penempatan tenaga kerja, juga dapat melengkapi
ketersediaan data IPK, yang sangat diperlukan sebagai
bahan untuk penyusunan kebijakan, perencanaan, program
dan pelaksanaan pembangunan ketenagakerjaan. Untuk itu
diperlukan koordinasi dan kerjasama, serta intergrasi
dalam pengelolaan BKOL dengan para pengelola BKOL
swasta.
7. Agar pelaksanaan dan Pemanfaatan dta IPK dapat berjalan
baik, maka pengelola BKOL atau bidang yang menangani
pengelolaan BKOL, sebaiknya bekerjasama dengan bidang
lainnya. Khususnya dalam pengeliminir data lowongan
kerja dan penempatan tenaga kerja dari perusahaan dapat
bekerja sama dengan bidang pengawasan. Bila kemudian
hari, pengembangan BKOL telah berjalan dengan lancar,
maka tugas pengantar dalam kegiatan antar kerja semakin
berkurang. Untuk itu bagi daerah yang BKOLnya telah
berjalan dengan baik, perlu lebih dioreantasikan kepada
tugas pengelolaan dan pemanfaatan IPK untuk
pembangunan ketanagakerjaan di daerah setempat.
8. Perlu disusun masterplan pembangunan dan pengembangan
BKOL yang konsisten yang telah mengakomodasi para pihak
yang berkepentingan: pencaker, pemberi kerja, pengelola
BKOL di dinas dan atau swasta seperti JobsDb dan Job
Street, serta BLOL Khusus. Dalam pengembangan BKOL
tersebut harus dilakukan secara bertahap, sebagaimana
membangun rumah tumbuh.

97

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online

98

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


DAFTAR PUSTAKA

Undang-undangn NO. 7 tahun 1981 tentang Wajib Lapor


Ketenagakertjaan.
Undang-undang No. 13 tahun 2003, tentang Ketenadagerjaan R.I,
Undang-undang RI. No. 11 tahun 2008, tentang Informasi dan
Transaksi Elektronik
Peraturan Pemerintah
lowongan.

No. 4 tahun 1980 tenang wajib lapor

Instruksi Presiden RI. No. 3 Tahun 2003, tentang Kebijakan dan


Strategi Nasional Pengembangan E-Goverment.
Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik
Indonesia
Nomor:
Per.07/Men/IV/2008
Tentang
Penempatan Tenaga Kerja, Direktorat Jenderal Pembinaan
Penempatan Tenaga Kerja, Kementerian Tenaga Kerja dan
Transmigrasi RI.
Agus

Dwiyanto, dkk. 2002, Reformasi Tata Pemerintahan dan


Otonomi Daerah, Kemitraan Bagi Pembaharuan Tata
Pemerinthan di Indonesia, Kerja sama antara PEG-USAID,
Bank Dunia, serta Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan
Universitas Gadjah Mada, PSKK UGM, Yogyakarta.

Badan Pusat Statistik, 2013 Statisik Indonesai tahun 2012, Jakarta.


Dede Sopandi, 2005, Instalasi dan Konfigurasi Jaringan Komputer,
Edisi Revisi, Penerbit Informatika, Bandung.
Direktorat Pengembangan Pasar Kerja, Direktorat Jenderal
Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri,
Departemen Teanaga Kerja dan Transmigrasi RI, 2007,
99

Efektifitas Sistem Bursa Kerja Online


Modul Bimbingan Teknis Operator Bursa Kerja On-lone,
Jakarta
Fadjri. Drs, 2005, Studi Peran Lembaga Bursa Kerja di Lembaga
Pendidikan Tinggi, Pusat Penelitian dan Pengembangan
Ketenangakerjaan, Badan Litbang dan Informasi,
Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI.
Hasbi Maruf. Drs, 2009, Studi Pelaksanaan Bursa Kerja di
Disnakertrans Provionsi D.I Yogyakarta, Pusat Penelitian dan
Pengembangan Ketenagakerjaan, Badan Litbang dan
Informasi, Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI.
Jumadi Simangunsong, 2010, Pengembangan E-Goverment di
Indonesia, Fakultas Ilimu Komputer Universitas Indoensai,
http://www.binarynow, Jakarta 2010, di akses pada tgl 1211-2013 jam 15.10 wib
Ratna Dewi Wuryandari. SE, 2011, Peran Pejabat Fungsional
Inti Prima Promosindo, Jakata
Sanyoto Gondodiyoto,Drs, SE, Mkom, Mcommmm, (IS), MM (I), PIA,
Akuntan, 2007, Audit Sistem Informasi + Pendekatan Cob IT,
edisi Revisi, Mitra Wahana Media, Jakarta
Tuntang, 2002, Membangun Jaringan Sendi LAN, berbasis windows
2000 Server, Lokal Area Network bagi pemula, Datatom
Lintas Buana Jakarta, PT Ikrar Mandiri abadi. Jakarta.

100