Anda di halaman 1dari 5

Moh.

Wildan Ramadhana
122110101179

Dua Sungai di Bekasi Tercemar Limbah Beracun


Rabu, 1 Oktober 2014 00:03 WIB

Dua sungai yang melintas di Kota Bekasi dipastikan tercemar bahan beracun dan berbahaya (B3).
(Foto: Abdullah M Surjaya/Koran SINDO)

BEKASI - Dua sungai yang melintas di Kota Bekasi dipastikan tercemar bahan beracun dan
berbahaya (B3). Itu dibuktikan setelah banyak ikan yang mati mengapung di pinggiran dua
sungai tersebut.
Diduga pencemaran limbah tersebut dari pabrik obat nyamuk. Kedua sungai yang tercemar
limbah bahan berbahaya dan beracun itu di antaranya Sungai Bekasi dan Sungai Kalimalang.
Sungai Bekasi merupakan salah satu sumber mata air untuk memproduksi air di dua
perusahaan air minum. Kuat dugaan, limbah berbahaya itu dari perusahaan di Bogor.
Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bekasi Dadang Hidayat
mengatakan, sudah mengirimi surat kepada Bupati Bogor terkait pencemaran limbah tersebut.
Dan sempel air sudah diambil untuk dilakukan uji materi.
"Kami sudah ambil sampel airnya," kata Dadang kepada wartawan di Bekasi, Selasa
(30/9/2014).

Selain mengambil sempel air, kata dia, pihaknya melakukan penelitian di kedua sungai
tersebut. Dadang menduga limbah itu berasal dari sebuah pabrik obat nyamuk di kawasan
Kabupaten Bogor. Karena, air di dua sungai itu seperti tercampur dengan minyak.
"Praduga sih dari pabrik pembuat obat nyamuk. Kalau di Kota Bekasi tidak ada pabrik
tersebut," ungkapnya.
BPLH sudah berkordinasi dengan perusahaan air minum terkait penghentian produksi air. Hal
itu ditujukan untuk mengantisipasi adanya cairan limbah yang tercampur pada air baku.
Apalagi, BPLH meminta kepada perusahaan air minum agar tidak memproduksi air
terdahulu, karena kondisi air memang tak layak dan sungai Kalimalang sebagai sumber mata
air yang diambil DKI Jakarta.
Dadang memantau, kondisi air mulai dari jembatan Kemang Pratama hingga bendungan Kali
Bekasi tercampur limbah. Hanya saja, kondisi air mulai dari jembatan Kemang Pratama
sampai ke bendungan selatan, sudah normal.
"Kalau air dari Bogor sampai jembatan Kemang Pratama berwarna kuning," ujarnya.
Sementara air menuju bendungan Kali Bekasi berwarma hitam. Untuk itu, BPLH akan
melakukan penyelidikan terkait pencemaran limbah tersebut.
Karena kuat kemungkinan limbah beracun itu dibuang pada malam hari, saat orang-orang
sudah sepi.
http://metro.sindonews.com/read/906796/31/dua-sungai-di-bekasi-tercemar-limbahberacun-1412091441

Analisis

Apa yang menyebabkan pencemaran ?

Diduga pencemaran limbah berasal dari limbah pabrik obat nyamuk.

Dimana pencemaran terjadi ?

Pencemaran terjadi di Dua Sungai di Bekasi yaitu Sungai Bekasi dan Sungai Kalimalang
diperkirakan limbah berbahaya tersebut berasal dari Bogor.

Siapa yang bertanggung jawab ?

Perusahaan dari pabrik obat nyamuk

mengapa hal ini bisa terjadi ?

Pelaku pembuangan limbah membuang limbahnya pada malam hari, saat orang-orang sudah
sepi.

Kapan pencemaran terjadi ?

Pencemaran sudah terjadi sejak lama tetapi baru diberitakan pada Rabu, 1 Oktober 2014

Bagaimana dampak yang di timbulkan ?

Menurunkan kualitas sumber mata air sehingga perusahaan air minum terkait menghentian
produksi air. untuk mengantisipasi adanya cairan limbah yang tercampur pada air baku.

Solusi

Melakukan inspeksi terhadap industry yang ada di sepanjang sungai dari bekasi ke
bogor

Melakukan koordinasi dengang pihak terkait di bogor terkair pengawasan kawasan


sungai

Melakukan pengawasan terkait pembuangan limbah industry secara berkala

Bila masih ada industry yang melanggar maka akan di sanksi sesuai PERDA KOTA
BEKASI NOMOR 09 TAHUN 2013

Mengajukan pembangunan IPAL industry di bekasi

Menanam tanaman yang dapat menyerap cemaran seperti eceng gondok dan si api-api

Studi Kasus Pencemaran Limbah B3


(Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pencemaran Lingkungan kelas)

Disusun Oleh:

Moh.Wildan Ramadhana

122110101179

BAGIAN KESLING & K3


PEMINATAN KESEHATAN LINGKUNGAN
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS JEMBER
2015