Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN


MULTIMEDIA

Oleh:
Arifin Muhammad Sidik
1206197

PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRONIKA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2015

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa atas segala
berkat yang diberikan kepada penulis pada saat penulisan makalah yang berjudul
Sejarah dan Perkembangan Multimedia sehingga pengerjaan makalah ini dapat
selesai tepat pada waktunya.
Dalam proses penulisan makalah ini, penulis banyak sekali menemukan kendala
dan kesulitan dalam mendapatkan data, namun dengan pesatnya perkembangan
teknologi informasi saat ini, kendala dan kesulitan tersebut dapat diatasi.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan keterbatasan dalam
penyajian data dalam makalah ini. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan
saran yang membangun dari semua pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga makalah ini berguna dan dapat menambah pengetahuan pembaca.
Demikian makalah ini penulis susun, apabila ada kata- kata yang kurang
berkenan dan banyak terdapat kekurangan, penulis mohon maaf yang sebesarbesarnya.

Padang, 10 Maret 2015


Hormat Kami,

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................ i


DAFTAR ISI ............................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................... 1
A.
B.
C.
D.

Latar Belakang ...........................................................................................


Maksud Dan Tujuan ...................................................................................
Metoda Penulisan .......................................................................................
Batasan Masalah ........................................................................................

1
1
2
2

BAB II PEMBAHASAN .......................................................................................... 3


A. Definisi Multimedia .................................................................................. 3
B. Manfaat Dan Kegunaan Multimedia ........................................................ 4
C. Sejarah Dan Perkembangan Multimedia................................................... 4
BAB III PENUTUP ................................................................................................... 11
A. Kesimpulan ............................................................................................... 11
B. Saran Saran ............................................................................................ 11
DAFTAR PUSTAKA

ii

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Di era globalisasi seperti sekarang ini perkembangan Sistem Informasi
berkembang dengan pesatnya,begitu juga dengan internet. Hal ini ditandai dengan
merebaknya akses internet di mall, kampus maupun sekolah-sekolah. Sekarang
sumber informasi tidak hanya berasal dari media cetak maupun media elektronik
karena dengan munculnya internet yang mempunyai jangkauan yang luas dan
tidak ada batas dapat dijadikan sumber daya informasi yang efektif dan cepat. Dan
salah satu konsep/bentuk penyampaian informasi adalah Multimedia
Dalam menghadapi era global dan memasuki pasar bebas di dunia
internasional, teknologi komputer memegang peranan yang sangat penting dalam
melakukan hubungan komunikasi melalui jaringan internet dan intranet secara
efisien dan optimal. Pada kenyataannya sumber daya manusia kita belum banyak
yang mengetahui bagaimana sistem teknologi informasi dan komunikasi tersebut
secara global dan menyeluruh. Pada dunia pendidikan, video digunakan secara
luas dalam sistem multimedia. Video conference memungkinkan kita untuk
mengadakan konfrensi jarak jauh secara visual, sehingga para peserta seolah-oleh
bertemu langsung dalam suatu konferensi. Video juga merupakan komponen
penting dalam distance learning, suatu metode pengajaran yang tidak lagi terikat
oleh ruang dan waktu.
B. Maksud dan Tujuan
Penulisan makalah ini pada dasarnya bertujuan untuk memenuhi tugas yang
diberikan oleh dosen mata kuliah yang bersangkutan dan juga untuk member
pengetahuan kepada para pembaca tentang pentingnya peranan multimedia dalam
berbagai aspek kehidupan serta perkembangan multimedia dari tahun ke tahun.
C. Metoda Penulisan

Metode penulisan yang digunakan dalam penulisa makalah ini ialah Metode
Pustaka. Yaitu metode yang dilakukan dengan mempelajari dan mengumpulkan
data dari pustaka yang berhubungan dengan sejarah dan perkembangan
multimedia, baik berupa buku maupun informasi di internet.
D. Batasan Masalah
Masalah yang akan dibahas dalam makalah ini hanya terbatas kepada :
1. Definisi Multimedia
2. Manfaat dan Kegunaan Multimedia
3. Sejarah dan Perkembangan Multimedia

BAB II

PEMBAHASAN
A. Definisi Multimedia
Menurut IBM, multimedia adalah gabungan video, audio, grafik dan teks
dalam suatu produksi bertingkat berbasis komputer yang dapat dialami secara
interaktif atau menurut McCormick multimedia secara umum merupakan
kombinasi tiga elemen yaitu suara, gambar dan teks atau menurut Robin dan Linda
multimedia merupakan alat yang dapat menciptakan presentasi yang dinamis dan
interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, audio dan gambar video
dalam tulisannya (http://lecturer.ukdw.ac.id/anton/download/multimedia2.pdf).
Suyanto (2003:19) menyatakan bahwa istilah multimedia berawal dari teater,
bukan komputer. Pertunjukan yang memanfaatkan lebih dari satu medium sering
kali disebut pertunjukan multimedia. Pertunjukan multimedia mencakup monitor
video dan karya seni manusia sebagai bagian dari pertunjukan. Sistem multimedia
dimulai pada akhir 1980-an, sejak permulaan tersebut hampir setiap pemasok
perangkat keras dan lunak melompat ke multimedia. Pada tahun 1994 diperkirakan
ada lebih dari 700 produk dan sistem multimedia dipasaran.
Dalam industri elektronika menurut Suyanto (2003:20), Multimedia adalah
kombinasi dari komputer dan video (Rosch, 1996) atau multimedia secara umum
merupakan kombinasi tiga elemen, yaitu suara, gambar dan teks (McCormick,
1996) atau multimedia adalah kombinasi dari paling sedikit dua media input atau
output dari data, media ini dapat audio (suara, musik), animasi, video, teks, grafik
dan gambar (Turban dkk, 2002) atau multimedia merupakan alat yang dapat
menciptakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks,
grafik, animasi, audio dan gambar video (Robin dan Linda, 2001).
Definisi yang lain dari multimedia, yaitu dengan menempatkan dalam
konteks, seperti yang dilakukan oleh Hofstetter (2001), multimedia adalah
pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggabungkan teks, grafik, audio,
gambar bergerak dengan menggabungkan link dan tool yang memungkinkan
pengguna melakukan navigasi, berinteraksi, berkreasi dan berkomunikasi.
B. Manfaat dan Kegunaan Multimedia

Ada banyak sekali manfaat yang didapat dari multimedia, semua itu
tergantung pada sektor mana multimedia itu digunakan, namun secara luas
multimedia bermanfaat untuk membuat komunikasi semakin baik. Komunikasi
antara pemakai dan komputer yaitu :
Manusia dan manusia (menggunakan media komputer)
Manusia dan komputer
Komputer dan manusia
Komputer dan komputer
Multimedia juga dapat digunakan dalam:
1. Bidang periklanan yang efektif dan interaktif
2. Bidang pendidikan dalam penyampaian bahan pengajaran secara interaktif
dan dapat mempermudah pembelajaran karena dididukung oleh berbagai aspek:
suara, video, animasi, teks, dan grafik.
3. Bidang jaringan dan internet yang membantu dalam pembuatan website
yang menarik, informatif, dan interaktif.
C. Sejarah dan Perkembangan Multimedia

Pada awal tahun 1993, Satelindo adalah perusahaan swasta yang pertama
terjun pada bisnis layanan satelit dengan meluncurkan Satelit Palapa C1. Satelit
Palapa C1 dan lalu C2 bakal berumur hingga 14 tahun. Satelit-satelit ini telah
digunakan secara luas oleh beberapa negara di ASEAN. Indonesia antara lain
menggunakannya untuk layanan komunikasi yang dikelola oleh Telkom dan
Indosat, juga untuk layanan siaran televisi 5 TV swasta dan TVRI. Bahkan
digunakan untuk 5 channel siaran langsung TV Satelit Indovision (Direct
Broadcasting Satelite) yang kini sudah berkualitas digital (19 channel). Bahkan
tengah November lalu, PT.Media Citra Indostar telah meluncurkan satelit
Cakrawarta-1 untuk menggantikan kerja Satelit Palapa C2 dalam mengudarakan
siaran Indovision. Dengan satelit ini Indovision kelak akan menyelenggarakan
layanan yang bisa disebut layanan interaktif, karena akan tersedia antara lain
layanan teleconference, Video on Demand (VoD), home shopping, home banking
dan komunikasi data (internet). Ada dua perusahaan multimedia baru lainnya yang
segera akan beroperasi dengan jaringan kabel serat optik, yaitu PT Indonusa
Telemedia dan Multimedia Nusantara. Perusahaan-perusahaan multimedia lainnya
4

adalah: PT Multi Media Asia Indonesia, PT Yasawirya Tama Cipta. Sehingga


Indonesia boleh disebut sekarang telah memasuki era industri multimedia
Meski layanan multimedia sudah dioperasikan di Indonesia, namun
terminologi mengenai multimedia sendiri belum lagi akrab dengan masyarakat
Indonesia. Multimedia lebih akrab dipahami sebagai satu pencapaian teknologi
pada personal computer (PC). Jika sebuah PC disebut multimedia, maka PC
tersebut memiliki kemampuan menampilkan gambar bergerak dan suara, misalnya
dari Video Compact Disc, Audio Compact Disc, serta dapat berkomunikasi antar
komputer atau jaringan komputer melalui modem. Padahal multimedia memiliki
arti yang lebih luas. Multimedia merupakan keterpaduan teknologi informasi
(misalnya komputer) dengan teknologi komunikasi (misalnya jaringan kabel
coaxial atau satelit). Kalau dipisahkan berdasarkan etimologi kata multimedia
terdiri dari multi dan media. Multi berarti beragam, sedangkan Media berarti
sarana penyampaian informasi.
Sedangkan menurut Wahyu Wijayadi dalam sebuah makalah sebuah seminar
yang

diselenggarakan

Indosat

yang

berjudul

Perkembangan

Teknologi

Multimedia dan Implementasinya, multimedia terdiri dari (1) unsur suara, (2)
unsur gambar atau video, (3) unsur teks/data, (4). terpadu dalam satu media
penyampaian, (5). Interaktif/bukan informasi satu arah. Sedangkan jenis jasa
multimedia terdiri dari dua, yaitu berdiri sendiri (stand alone/off line), dan
terhubung dengan jaringan telekomunikasi (network-online).
Banyak perkembangan-perkembangan baru setelah diluncurkannya Satelit
Palapa C1 & C2 beberapa tahun yang lalu. Seperti misalnya ditaburkannya satelit
komunikasi di atas langit Indonesia oleh perusahaan-perusahaan asing di mana
banyak pengusaha Indonesia terlibat dalam kepemilikan saham di dalamnya, di
antaranya adalah PT. Bakri Communication Corporation pada Irridium Project,
sebuah proyek telepon satelit dunia untuk memecahkan masalah blank spot pada
telepon selular biasa, AMPS atau GSM. Indosat pun masuk menjadi salah satu
pemodal pada konsorsium ICO Global Communication (ICO-GC), sebuah telepon
satelit setelah Irridium. Sementara di belahan lain dari bumi ini, Microsoft dengan
beberapa perusahaan juga telah merambah pada industri satelit layanan

komunikasi yang lain, seperti internet, video conference atau video on demand.
Proyeknya yang terkenal sekarang ini adalah CyberStar atau Internet di Angkasa
yang mungkin akan menyediakan layanannya di Indonesia.
Selain bisnis ternyata politik pun ikut mengembangkan multimedia di
Indonesia. Sejak Pemilu beberapa bulan lalu PT. Telkom berharap tidak ada satu
kecamatan pun di Indonesia yang tidak bisa dihubungi lewat sambungan telepon
dengan teknologi satelit VSAT (very small aperture terminal). Sayangnya fasilitas
yang sudah dimiliki ini tidak berfungsi pada saat kebakaran hutan dan bencana
kelaparan di Indonesia.

Sumber Informasi Yang Tersedia


Untuk mengantipasi datangnya era ini, saya sajikan homepage ini, berisi
kumpulan informasi mengenai perkembangan multimedia di Indonesia dan di
dunia secara umum Homepage ini bisa disebut satu-satunya yang secara khusus
berbicara mengenai multimedia. Di dalam homepage ini tersedia banyak link ke
situs-situs yang berkaitan dengan multimedia, sehingga bisa diandalkan bagi yang
ingin melihat perkembangan multimedia dari waktu ke waktu.
Tulisan atau artikel mengenai multimedia harus diakui sangat jarang, bahkan
pada suratkabar besar seperti Kompas, Suara Pembaruan dan Republika. Bahkan
kita belum punya majalah atau terbitan berkala yang khusus menyajikan
perkembangan industri multimedia di Indonesia, seperti yang terbit di negaranegara lain. Meski demikian berita mengenai kegiatan bisnis multimedia kerap
muncul. Ini menggambarkan maraknya perkembangan bisnis multimedia di
Indonesia. Rupanya secara intelektual bidang ini kurang dilirik oleh para
akademisi. Atau sebaliknya berarti para akademisinya sudah terjun langsung
menjadi praktisi multimedia di perusahaan-perusahaan multimedia dan tidak
sempat untuk membagi pengetahuan ini ke publik. Padahal Membagi informasi
perkembangan multimedia kepada publik akan menstimulasi pengembangan
industri multimedia.

Andil Pengusaha
Jika apa yang sudah dilakukan Peter Gontha selama ini, yaitu terjun
mengembangkan multimedia di Indonesia, diikuti oleh banyak pengusaha lain
tentu kita bisa berharap bahwa era informasi di Indonesia dapat lebih cepat
menghampiri. Meski pemerintah Indonesia tidak seperti Pemerintah Malaysia
yang telah mencanangkan program nasionalnya secara khusus, yaitu Multimedia
Super Corridor, Indonesia cukuplah memiliki Peter Gontha, Abu Rizal Bakri, Youk
Tansil dan bahkan Sudwikatmono (tanpa mengurangi respek saya kepada orangorang yang giat mengembangkan multimedia di Indosat dan Telkom) sebagai
pelopor dan pejuang pengembangan multimedia di Indonesia. Sehingga kita bisa
optimis bahwa masa depan Indonesia akan lebih baik dari sekarang. Karena saat
itu semua orang dapat meraih salah satu sisi baik multimedia yaitu memberikan
kesempatan yang sama bagi setiap orang untuk mencerdaskan dirinya melalui
tersedianya akses-akses kepada informasi yang seluas langit sebagai salah satu
tempat di mana infrastruktur multimedia ditempatkan.
Memang, harus katakan bahwa seluruh layanan multimedia saat ini adalah
bukan bisnis yang selalu menguntungkan. Contohnya adalah layanan televisi
satelit Indovision sebagai salah satu layanan multimedia. Bisnis ini di Indonesia
kurang menajamkan kekuatan marketingnya, sehingga layanan Indovision ini
menjadi sangat ekslusif. Ada 1 juta antena parabola yang bertebaran di seluruh
Indonesia yang diharapkan beralih ke Indovision pada saat peluncuran pertama
Indovision. Sementara itu perilaku pemirsa pada saat itu belum mengenal
kebiasaan membayar siaran TV dan acara-acara yang 100% asing (berbahasa
Inggris). Indovision hingga sekarang masih membutuhkan upaya yang lebih keras
untuk mendapatkan pelanggan sebanyak yang diharapkannya. Meski pertumbuhan
pelanggan Indovision ini tergolong lambat, namun Indovision telah membuka
jalan bagi perusahaan TV Bayar lain untuk terjun di industri ini. Sehingga
perusahaan lain akan lebih mudah memasuki pasar yang telah terbentuk untuk
menerima siaran TV bayar dan program asing, apa pun sistem dan teknologinya.

Multimedia Dan Peradaban Manusia


Sepuluh tahun yang lalu kebutuhan pada alat telekomunikasi seperti telepon
belum seperti sekarang, terutama di kota besar. Ketika jalan-jalan semakin macet
dan waktu terasa semakin pendek, komunikasi melalui telepon menjadi kebutuhan
yang tak terelakkan untuk tetap lancar dalam melakukan kegiatan sehari-hari.
Padahal sepuluh tahun yang lalu itu sedikit yang menyadari bahwa telepon adalah
kebutuhan mutlak pada 10 tahun mendatang di kota-kota besar. Demikian juga
keberadaan Personal Computer (PC) yang sekarang seperti peralatan audio system
atau TV berwarna di rumah-rumah pada 10 tahun yang lalu. Atau sekarang
kebutuhan akses ke internet bagi kantor-kantor dalam rangka agar tidak tercerabut
dari trend dari bidang yang digelutinya serta untuk mendapatkan layanan e-mail
yang mulai menggantikan fax machine. Perlahan tapi pasti layanan interractive
data communication seperti Internet ini akan mengulang sejarah yang sama bagi
telepon atau PC beberapa tahun lampau. Itu memang sudah nampak dari usahausaha yang telah dilakukan untuk mengembangkan layanan ini. Contohnya adalah
WEB TV yang sekarang sudah dipasarkan. WEB TV adalah layanan internet
melalui pesawat TV bukan melalui PC.
Dengan menambahkan beberapa peralatan tambahan, modem, remote control
atau

keyboard

dan

dihubungkan

dengan

telephone

line

atau

antena

microwave/satelit maka jadilah pesawat TV biasa sebagai layar monitor untuk


menjelajahi jaringan informasi seluruh dunia internet. Bayangkan saat itu di mana
ibu-ibu rumahtangga menjelajahi internet untuk berbelanja fashion, makanan, jasa
perjalanan, bahkan ramalan cuaca dan lain-lain. Juga akan bertumbuhan usahausaha yang berbasis rumah yang sebagian dikelola oleh para ibu rumah tangga,
seperti jasa layanan komputer, jual-beli barang, disain graphis, arsitektur,
kesehatan, konsultasi, penitipan anak yang bisa dikontrol melalui jaringan
multimedia dan lain-lain.
Perkembangan multimedia dalam beberapa tahun belakangan ini telah
melahirkan suatu pertanyaan malu-malu, yaitu apakah yang terjadi dengan
pembatasan terhadap akses informasi dan kebebasan berekspresi yang dulu

diberlakukan? Harus diakkui, perlahan, kemilau dari kemajuan teknologi


multimedia terutama dari 5 broadcast TV swasta telah mempurukkan pembatasan
itu. Maka pertanyaan berikutnya adalah: kemanakah arah perkembangan
multimedia 5 tahun mendatang? Atau: kemanakah arah peradaban manusia?
Jawabannya mungkin akan bergantung pada kemana kita akan mengarahkannya.

Sumber Daya Manusia Untuk Mendukung Industri Multimedia


Perkembangan industri multimedia yang demikian cepat harus didukung oleh
tersedianya sumber daya manusia Indonesia yang kompetitif, sehingga lahan yang
empuk ini tidak diserbu oleh tenaga kerja asing yang sudah terlalu banyak
merambah di Indonesia. Terjun di bidang teknologi multimedia merupakan profesi
baru yang sedang dibutuhkan pada saat sekarang dan yang akan datang. Imajinasi
yang kuat diperlukan di bidang ini untuk dapat membayangkan, melihat potensi,
menciptakan apa yang tidak terbayangkan oleh kebanyakan orang saat ini.
Usaha pengembangan industri multimedia di Indonesia membutuhkan lebih
banyak orang seperti itu untuk menyiapkan jalan menuju peradaban baru manusia
di masa mendatang. Mereka bukan hanya para konglomerat yang mudah baginya
untuk terjun ke dalam industri apa pun. Namun tanpa didukung oleh sumber daya
manusia yang handal, apa lah artinya ?
Jadi,dapat disimpulkan dari berbagai penjelasan diatas bahwa sejatinya
sejarah mempunyai andil besar terhadap perkembangan multimedia khusunya di
indonesia. Dengan melihat sejarah diatas, maka perkembangan-perkembangan
multimedia baru muncul setelah diluncurkannya Satelit Palapa C1 & C2 beberapa
tahun yang lalu. Multimedia merupakan keterpaduan teknologi informasi
(misalnya komputer) dengan teknologi komunikasi (misalnya jaringan kabel
coaxial atau satelit). Kalau dipisahkan berdasarkan etimologi kata multimedia
terdiri dari multi dan media. Multi berarti beragam, sedangkan Media berarti
sarana penyampaian informasi.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Seperti yang kita ketahui, pesatnya perkembangan teknologi multimedia dan
internet merupakan satu fenomena yang banyak mempengaruhi dan digunakan
dalam berbagai aspek kehidupan manusia.
B. Saran
Melihat pesatnya perkembangan teknologi multimedia saat ini, penulis ingin
menyampaikan saran sebagai berikut :
1. Perlunya sosialisasi kepada masyarakat oleh pihak yang berkompeten
dibidangnya tentang kegunaan multimedia yang dapat digunakan oleh
masyarakat dalam menunjang berbagai aspek kehidupan.
2. Perlu diadakan seminar seminar yang dapat membuka wawasan masyarakat

agar dapat mengimbangi perkembangan teknologi yang begitu pesat.

10

DAFTAR PUSTAKA
Hardini, Tri Indri.: E-Learning (Pembelajaran Elektronik): Alternative Pembelajaran
Bahasa Berbasis Konsep Multimedia, Makalah Dalam Seminar dan
Lokakarya Pengajaran Multimedia di Lingkungan FPBS UPI, 13 Juli 2006.
Jtrav (2007). A History Of Multimedia. From http://www.xtimeline.com/timeline/Ahistory-of-multimedia, 28 Mei 2015.
Jauhari Susanto (2006). Pengantar Multimedia Untuk Media Pembelajaran Bagian
From

http://ilmukomputer.org/wp-content/uploads/2009/07/juhaeri-

multimedia_bagian1.pdf, 28 Mei 2015.


http://dwiasihrahaayu.blogspot.com/2013/11/sejarah-dan-perkembangan-multimediadi.html, 03 Juni 2015