Anda di halaman 1dari 5

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN

BENIGNA PROSTAT HIPERPLASIA (BPH)


Kasus
Tn. C, 60 tahun ke RS dengan keluhan kurangnya atau lemahnya pancaran kencing, Misi
yang tidak puas, frekuensi kencing bertambah pada malam hari dimulai dengan mengejan,
saat Miki terasa panas dan disertai nyeri, kesulitan mengawali dan mengakhiri miksi, hemeturi
(+), kadang-kadang tidak bisa kencing dan kandung kemih penuh, BB menurun, adanya masa
pada abdomen.

A. Anamnesis
Hematuri (terdapat darah pada urin)
Pasien mengeluh lemahnya pancaran kencing.
BAK yang tidak puas.
Sering BAK malam hari
Saat BAK terasa panas dan nyeri
Sulit mengawali dan mengakhiri BAK
Pasien mengatakan tidak bisa melakukan hubungan seksual.
Terdapat masa pada suprapubis
Takikardi
Gelisah
Tekanan darah meningkat
Ekspresi wajah cemas
Nausea dan vomiting

1. Riwayat Penyakit Sekarang


Klien mengeluh sewaktu BAK Turin terdapat darah, terasa panas dan nyeri (perih).
Klien kadang-kadang tidak dapat BAK. Kandung kemih terasa penuh. Sulit untuk
mengawali dan mengakhiri BAK. Frekuensi BAK meningkat di malam hari. Lemahnya
kekuatan pancaran air seni keluar dan pancaran terputus-putus jika sedang BAK, BAK
menjadi tidak puas. Kulit lembab, suhu tubuh dingin, agitasi (resah dan gelisah).
2. Riwayat Penyakit Dahulu

Riwayat trauma. Sering menunda BAK, riwayat batu ginjal.


3. Riwayat Kesehatan Keluarga
Adanya anggota keluarga yang pernah mengalami sulit BAK (terutama laki-laki)

Pengkajian
1. Sirkulasi :
Peningkatan tekanan darah (efek lebih lanjut pada ginjal )
2. Eliminasi :

Penurunan kekuatan berkemih.

Ketidak mampuan mengosongkan kandung kemih.

Nokturia, disuria, hematuria.

Kekambuhan UTI (Urinary Tract Infection), riwayat batu ureter/re.

Konstipasi

Terdapat masa abdomen di bagian bawah perut (suprapubis), hernia inguinal,


hemoroid (akibat peningkatan tekanan abdomen pada saat pengosongan kandung
kemih)

3. Makanan / cairan:

Anoreksia, nausea, vomiting.

Kehilangan BB mendadak.

4. Nyeri / nyaman :
Suprapubis, panggul, nyeri belakang, nyeri pinggang belakang, intens (pada prostatitis
akut).
5. Rasa nyaman :

Demam (karena infeksi)

6. Seksualitas :

Takut kencing selama kegiatan intim.

Penurunan kontraksi ejakulasi.

Pembesaran prosta

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN BPH

NO
1

DIAGNOSA
KEPERAWATAN
TUJUAN
Gangguan eliminasi Gangguan eliminasi
urin b.d obstruksi
teratasi
mekanik
Kriteria hasil :

BAK lancar

Jumlah urine
2000-3000 cc/hari

Tidak ada
distensi kandung
kemih

Nyeri b.d iritasi


mukosa, distensi
kandung kemih

Kurang
pengetahuan b.d
kurang informasi

Rasa nyeri teratasi


Kriteria hasil :
Nyeri
hilang/berkurang
Skala nyeri 4
Ekspresi wajah tidak
meringis
Tidak ada distensi
TTV dalam batas
normal:
T: 36,5-37,5 C
N: 60-100x/net
TD: 90/60-130/90
mmHg

Pengetahuan klien
bertambah.
Kriteria hasil:
Klien tahu tentang
penyakitnya dan cara
penanganannya

INTERVENSI
1. Dorong pasien untuk
berkemih tiap 2 4 jam
(bila tiba-tiba dirasakan)
2. Observasi aliran urin,
perhatikan ukuran dan
kekuatan pancaran
3. Awasi dan catat waktu
dan jumlah urin tiap BAK
4. Perkusi dan palpasi area
supra pubik
5. Kolaborasi katerisasi
untuk residu urine dan
biarkan kateter tidak
menetap sesuai indikasi
6. Irigasi kateter sesuai
indikasi
7. Urinalisa dan kultur
8. Kolaborasi pemberian
antibiotik
1. Kaji nyeri, perhatikan
lokasi, intensitas dan
lamanya.
2. Pertahankan tirah
baring bila
diindikasikan.
3. Berikan tindakan
kenyamanan misalnya
pijatan punggung,
membantu pasien
melakukan posisi yang
nyaman, mendorong
melakukan
relaksasi/latihan nafas
dalam
4. Kolaborasi
pemasangan kateter
1. Kaji tingkat cemas baik
verbal maupun non
verbal.
2. Ciptakan hubungan
saling percaya antara
pasien atau orang
terdekat.
3. Berikan informasi yang
akurat dan nyata
tentang penyakit dan
apa yang akan
dilakukan.
4. Berikan dukungan pada

klien untuk
mengungkapkan.

DAFTAR PUSTAKA
Alfaro, R. (1986). Application of Nursing Proces : Step by Step Guide, Philadelphia :
J.B. Lipincot Company.
Donna D. Ignatavius, Kathy A.H, (1997), Medical Surgical Nursing, 2nd Edition, W.B.
Saunders Co., Philadelphia.
Doenges M.E. (1989), Nursing Care Plan, Guidlines for Planning Patient Care (2 nd
ed ), .

Philadelpia, F.A. Davis Company.

Luckmann, J (1997), Saunders Manual Of Nursing Care, W.B. Saunders Co,


Philadelphia.
Long; BC and Phipps WJ (1985) Essential of Medical Surgical Nursing : A Nursing
Process Approach, St. Louis. Cv. Mosby Company.
Luckman N Sorensen, (1994), Medical Surgical Nursing, Fourth edition, W.B.
Saunders Co., Philadelphia.
Sjamsu, R. Hidajat, Wim de Jong, (1997), Buku Ajar Ilmu Bedah, EGC, Jakarta.
Staf Pengajar FK- UI ( Bagian Bedah ), (1995), Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah, Bina
Rupa

Aksara, Jakarta.