Anda di halaman 1dari 6

SPESIFIKASI TEKNIS SUMUR BOR

SPESIFIKASI UMUM
1. PERATURAN-PERATURAN DAN SYARAT-SYARAT YANG DIGUNAKAN DALAM PELAKSANAAN
Untuk pelaksanaan pekerjaan berlaku peraturan-peraturan:

Pedoman Beton Indonesia 1989


Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI-1982)/NI-3
Peraturan Portland Cement Indonesia 1972/NI-8
Peraturan Bangunan Nasional 1978
Peraturan pembangunan daerah setempat.
Peraturan peraturan lain yang berlaku yang dipersyaratkan berdasarkan normalisasi di
Indonesia yang belum tercantum di atas dan berdasarkan persetujuan tim Manajemen /
Konsultan konstruksi

Kontraktor harus melaksanakan segala pekerjaan menurut uraian dan syarat-syarat


pelaksanaan, gambar-gambar dan instruksi-instruksi tertulis tim Manajemen / Konsultan /
konsultan konstruksi.
Tim Manajemen / Konsultan konstruksi berhak memeriksa pekerjaan yang dilakukan oleh
kontraktor pada setiap waktu.
Bagaimanapun juga kelalaian tim majemen kontruksi dalam pengontrolan terhadap kekeliruan
atas pekerjaan yang dilaksanakan oleh kontraktor, tidak berarti kontraktor bebas dari tanggung
jawab.
Pekerjaan yang tidak memenuhi uraian dan syarat-syarat pelaksanaan (spesifikasi) atau gambar
atau instruksi tertulis dan harus diperbaiaki atau dibongkar. Biaya yang diperlukan untuk ini
menjadi tanggung jawab kontraktor.
Bahan-bahan yang dipakai harus mendapat persetujuan. Bahan yang ditolak tidak boleh disimpan
di dalam lokasi dan tidak boleh dipakai serta dikeluarkan dari lokasi.

2. ALAT DAN PERLENGKAPAN PEKERJAAN DAN TENAGA LAPANGAN


Kontraktor dan bagian-bagian lainnya yang mengerjakan pekerjaan pelaksanaan di dalam proyek
ini, harus menyediakan alat-alat dan pekerjaannya sesuai dengan bidangnya masing-masing,
seperti :

Mesin Bor Lengkap (Alat Bantu, dll)


Peralatan Geo Listrik
Alat-alat bantu / Peralatan Mekanikal
Dan alat-alat pengetesan lainnya yang diperlukan.

Disamping itu juga harus menyediakan buku-buku laporan (harian/mingguan), buku-buku


petunjuk alat-alat yang akan dipotong, rencana kerja dan penempatan tenaga-tenaga lapangan

yang bertanggung jawab penuh untuk memutuskan segala sesuatunya di lapangan dan bertindak
atas nama kontraktor.

3. PENYIMPANAN BARANG-BARANG DAN MATERIAL


Kontraktor diwajibkan untuk menempatkan barang-barang dan material-material kebutuhan
pelaksanaan baik di luar (terbuka) ataupun di dalam gudang-gudang, sesuai dengan sifat-sifat
barang-barang dan material tersebut atas persetujuan, sehingga akan menjamin keamanannya
dan terhindar dari kerusakan-keruasakan yang diakibatkan oleh cara penyimpanan yang salah.
Barang-barang dan material yang tidak akan digunakan untuk kebutuhan langsung pada pekerjaan
yang bersangkutan, tidak diperkenankan untuk menyimpan di dalam site.

4. KEBERSIHAN DAN KELELUASAAN HALAMAN


Kontraktor diwajibkan menjaga kebersihan halaman dan lokasi kerja dengan menempatkan
barang-barang dan material sedemikian rupa sehingga :

Tidak mengganggu pekerjaan


Lokasi terjaga kebersihannya dari sampah-sampah, kotoran-kotoran bangunan (puing-puing),
air yang menggenang
Tidak terjadi penyumbatan saluran-saluran air
Sebelum dan sesudah seluruh pekerjaan selesai, harus diadakan pembersihan lapangan
Kontraktor harus membuat perencanaan penempatan alat, bahan, kantor kontraktor,
perencana dan kantor Konsultan Pengawas sedemikian rupa sehingga keleluasaan kerja
terjamin. Perencanaan penempatan seperti tersebut diatas harus disetujui oleh tim Konsultan
Pengawas sebelum dilaksanakan

5. FASILITAS-FASILITAS LAPANGAN
Kontraktor diwajibkan menyediakan sendiri:
Listrik dan penerangan, untuk kebutuhan pelaksanaan pekerjaan dan keamanan.
Air minum atau air bersih yang dapat diminum, untuk kebutuhan pelaksanaan pekerjaan dan
semua petugas-petugas yang ada di proyek.
Alat-alat pemadam kebakaran
Alat-alat PPPK
Kamar mandi dan WC untuk pekerjaan lapangan.
Perlengkapan kerja/Furniture

6. BARANG CONTOH (SAMPEL)


Kontraktor diwajibkan untuk menyerahkan barang-barang contoh (sample) dari material yang
akan dipakai/dipasang, untuk mendapatkan persetujuan tim Manajemen / Konsultan konstruksi.
Barang-barang contoh (sample) tertentu harus dilampiri dengan tanda bukti /sertifikat pengujian
dan spesifikasi teknis dari barang-barang/material-material tersebut.
Untuk barang-barang dan material yang akan didatangkan ke site (melalui pemesanan), maka
kontraktor diwajibkan menyerahkan brosur, katalog, gambar kerja atau shop drawing dan sample
yang dianggap perlu oleh tim Manajemen / Konsultan konstruksi.

7. SHOP DRAWING
Harus selalu dibuat gambar pelaksanaan dari semua komponen struktur berdasarkan desain yang
ada dan harus dimintakan persetujuan tertulis dari tim Manajemen / Konsultan konstruksi.
Gambar pelaksanaan ini harus memberikan semua data-data tertulis dan hal-hal yang diperlukan.

Kontraktor bertanggung jawab terhadap semua kesalahan-kesalahan detailing fabrikasi dan


ketepatan penyetelan/pemasangan semua bagian konstruksi baja.
Semua bahan untuk pekerjaan baja difabrikasikan di whork shop, kecuali atas persetujuan tim
Manajemen / Konsultan konstruksi.
Seluruh pekerjaan pengadaan, penekukan dan pengelasan listrik harus dilakukan atau difabrikasi
di work shop.
Semua baut, baik yang dikerjakan di work shop maupun di lapangan harus memberikan kekuatan
yang sebenarnya dan masuk tepat pada lubang baut tersebut.

Pekerjaan perubahan dan pekerjaan tambahan dilapangan pada waktu pemasangan yang
diakibatkan oleh kurang teliti atau kelalaian kontraktor, harus dilakukan atas biaya kontraktor.
Keragu-raguan terhadap kebenaran dan kejelasan gambar dan spesifikasi harus ditanyakan
kepada tim Manajemen / Konsultan konstruksi .
Kontraktor diwajibkan untuk membuat gambar-gambar as built drawing sesuai dengan
pekerjaan yang telah dilakukan dilapangan secara kenyataan, untuk kebutuhan pemeriksaan
dikemudian hari. Gambar-gabar tersebut diserahkan kepada tim Manajemen / Konsultan
konstruksi.

I.

PEKERJAAN PERSIAPAN
1. LINGKUP PEKERJAAN

Pembersihan lokasi sekeliling bangunan


Pembuatan / penyiapan gudang, bangsal kerja dan direksi keet
Pembuatan papan nama proyek
Penentuan Titik Pengeboran
Pengadaan alat-alat kerja yang dibutuhlan
Pembuatan wc sementara dan fasilitas lainnya untuk kebutuhan para pekerja.

Membuat papan nama proyek dari papan dengan ukuran 200 x 100 cm. Didirikan tegak diatas
kayu 5/7 cm sertinggi 240 cm. Diletakkan pada tempat yang mudah dilihat umum.
Papan nama memuat:
1. Nama proyek
2. Pemilik proyek
3. Lokasi proyek
4. Jumlah biaya (kontrak)
5. Nama konsultan perencana
6. Nama konsultan pengawas
7. Nama pelaksana (kontraktor)
8. Proyek dimulai tgl, bln, th.

Pemasangan bowplang
Tiang bowplang harus terpasng kuat. Papan yang lurus pada sisi atasnya dan dipasng water pass
(timbang air) dengan sudut-sudutnya harus siku.

II.
1

PEKERJAAN PEMBUATAN SUMUR BOR DAN POMPA


LINGKUP PEKERJAAN
Termasuk dalam pekerjaan ini adalah pengadaan material perlengkapan, accessories dan
pemasangannya serta menyerahkan dalam keadaan baik dan siap digunakan. Garis besar lingkup
pekerjaan ini adalah sebagai berikut :
a.

Pengadaan Sumur Bor Dangkal dengan kedalaman 60 meter dari muka tanah beserta
pemasangan casing menggunakan pipa PVC diameter 4

b.

Pengadaan dan pemasangan pompa air yang mengalirkan air dari ground reservoir ke tanki
menara air (Lift pump), dan pompa penguras (portable) ground reservoir.

c.

Pengadaan dan pemasangan motor listrik untuk menggerakkan pompa air tersebut.

d.

Pengadaan dan pemasangan panel kontrol untuk mengatur jalannya pemompaan dan
memberi tanda tanda jalannya sistim tersebut.

e.

Pengadaan dan pemasangan check valve, gate valve, foot valve, float valve (ball taps), water
level control berikut elektroda dan accessories lain yang diperlukan.

f.
2

Pembuatan ground reservoir lengkap dengan perpipaannya.


PERSYARATAN TEKNIS PERALATAN, MATERIAL DAN PELAKSANAAN
a. Pembuatan Sumur
Pemborong membuat Sumur Bor Dangkal dengan menggunakan mata bor diameter 6
menggunakan casing pipa PVC dalam pelaksanaan menggunakan mesin bor serta
dilengkapi dengan mata yang menggunakan mata bor yang kuat terhadap batu yang ada
didalam tanah
b. Pompa air (lift pump)
Pemborong menyediakan semua pompa pompa sesuai syarat syarat sesuai syarat
syarat spesifikasi dan gambar kerja.
Untuk setiap jenis pompa yang lebih dari satu buah harus digunakan merk yang sama.
Perlengkapan pompa seperti presure gauge, air valve, foot valve, check valve dan lain
lain harus dipasang dan merupakan satu kesatuan sehingga pompa dapat berjalan
dengan baik. Dapat dipakai pompa merk KSB atau EBARA self Priming Centrifugal Pumpa
atau sekwalitas dengan persetujuan lapangan. Untuk menghindari getaran aktivitas
pompa, dipasang flexible joint dan flexible join pipe yang elastis dengan kwalitas baik,
merk SIHI / TOTO atau setaraf.

c. Motor Listrik
Pemilihan motor listrik disesuaikan dengan dengan karakteristik pompa yang dipilih.
Dilengkapi dengan automatic start delta contactor with over loader protection. Dipakai
motor listrik merk AEG atau setaraf dengan persetujuan Direksi lapangan.
d. Panel Kontrol Pompa
Panel kontrol pompa dihubungkan dengan sumber daya PLN atau Genset. Panel kontrol
ini dibuat dari pelat besi dengan tebal 2 mm dengan rangka besi dan seluruhnya harus
dimeni dan diduco 2 kali dan dicat dengan cat bakar.
Panel panel ini harus dilayani dari depan dan pintu pintunya dilengkapi dengan kunci
tanam merk yale atau setarf.
Panel kontrol sistim air bersih mengatur pemompaan air di ground reservoar dengan
adanya sinyal dari elektroda elektroda water level kontrol dan setting pressure switch di
Hidrofor.
Pengaturan letak elektroda memberikan lampu berwarna merah secara otomatis pompa
tidak akan bekerja.
e. Check valve, gate valve dan float valve (ball taps) dipasang untuk kelengkapan sistim
pemompaan agar dapat berjalan baik.
-

Check valve
Check valve dipilih dari type Swing Check valve, Grey Cast Iron With Flanges GG25 acc
to DIN 1601, std Nr. 0.6025 Flanges acc to DIN 2532 PN 10, dapat dipilih merk UBEL
type 3800.01 VAG atau sekwalitas.

Gate valve
Gate valve dipilih dari inside screw type dengan jenis non rising spindle direct drive
dengan spindle terbuat dari manganese bronze. Body, Cover, wedge dan stuffing box
terbuat dari cast iron.
Untuk diameter 0 2 digunakan type flange body end dan untuk diameter < 2
digunakan sambungan ulir.

Water Level Control


Pengaturan pemompaan dari ground reservoir ke Hidrofor diantaranya diatur melalui
Electric Water Level Control. Dapat diapaki merk FANAL atau sekwalitas dengan
persetujuan Direksi Lapangan.

Flenxible joint
Dapat diapakai merk SIHI / TOTO sekwalitas dengan persetujuan Direksi Lapangan.

Floate valve / ball taps (pelampung)


Pengaturan inlet (aliran masuk) ke ground reservoir dilengkapi dengan float valve
merk TOTO atau skwalitas dengan persetujuan Direksi lapangan.

f.

Ground Reservoir
Ground Reservoir harus dibuat sesuai dengan gambar rencana dan harus tetap kedap air
tidak boleh ada retak atau bocor sedikitpun.

Untuk menjamin air dipasang water stop pada ujung bawah dari dinding sepanjang
dinding keliling.
Untuk ini dipakai ARON WATERSTOP dari PVC ex. Pabrik AKON KASEI Co. Ltd. JAPAN.
Dipergunakan type flat lebar lebih kurang 20 cm.

Perlengkapan perpipaan dan

accessories lain yang diperlukan sesuai dengan gambar rencana, persyaratan check valve,
float valve / ball taps dan valve level control, sump pump sebagai penunjang.
g. Pelaksanaan Pemasangan Instalasi Pemompaan
Pompa harus dipasang stabil diatas dudukan / landasan beton. Pemasangan pompa,
motor listrik dan perlengkapan perlengkapan harus dilakukan oleh para ahlinya,
sehingga tidak terjadi kerusakan / kesalahan yang akan menggangu jalannya sistim.
Kontraktor harus memasang semua pompa, motor panel kontrol dan perlengkapan
perlengkapan agar pompa dapat bekerja dengan baik sesuai rencana bestek tertulis dan
gambar rencana dan persyaratan pabrik serta petunjuk Direksi Lapangan. Pemasangan
perpipaan dan perlengkapan. Pemasangan perpipaan harus sesuai dengan syarat
syarat pabrik, gambar rencana atau pentunjuk Direksi Lapangan. Bila terjadi kebocoran
Kontraktor harus memasang kembali atau membongkarnya kembali sampai sempurna.
Pada pemasangan pompa, motor, check valve, float valve, gate valve dan sambungan
sambungan lain, Kontraktor harus mengecek sesuai dengan syarat syarat dari pabrik
atau petunjuk Direksi Lapangan.
Bila terjadi pengetesan ada hal hal lain yang menyimpang dari semua syarat syarat
yang diajukan adalah tanggung jawab kontraktor.