Anda di halaman 1dari 13

Liming

Taufik Rizkiandi
10611028

Lime
P 228593EA roses pengasaman tanah dari

oksidasi bahan organik kompleks menjadi ion


H+ bebas.
Faktor penyebab pengasaman tanah, yaitu:
1. Pupuk yang mengandung amonium berlebih
berasal dari pupuk organik atau pupuk
sintetik.
2. Penyerapan ion kation (Ca2+, Mg2+, K+,
NH4+) pada akar lebih cepat dibandingkan
ion anion (NO3-, SO42-, H2PO4-).

Tanaman yang toleran terhadap asam, pada umumnya

berasal dari daerah beriklim tropis atau lembab pada


belahan bumi barat.
Contoh tanaman yang toleran terhadap asam yaitu:
jagung, tomat, kentang, dan labu.
Tanaman yang berasal dari tanah netral dan alkali wilayah
Eropa, Mediterania, dan Afrika utara cenderung sensitif
terhadap asam.
Pada daerah tanah netral dan alkali ditanam sayur-sayuran
dan tanaman berbunga.
Tanaman yang toleran terhadap asam pada kisaran pH 6-7.
Di Amerika Serikat, wilayah Dakota dan Texas
membutuhkan proses lime karena curah hujan tinggi,
sedangkan pada wilayah pantai barat tidak memerlukan
proses lime.
Infertilitas tanah merupakan gejala masalah yang
mempengaruhi pertumbuhan tanaman pada tanah asam.

Konsentrasi ion H+ bukan faktor utama pada

pertumbuhan tanaman di tanah asam.


Tanaman muda lebih sensitif terhadap tanah asam
dibandingkan pada tanaman muda.
Akar tanaman peka terhadap konsentrasi yang
tinggi dari unsur Al dan mangan pada tanah.
Pada tanah asam, efek merugikan pertumbuhan
tanaman dari unsur Al dan mangan lebih besar
dibandingkan efek keracunan hidrogen.
Beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
tanaman di tanah asam, yaitu:
1. Unsur Al dan mangan meningkatkan konsentrasi
H+ pada tanah.
2. pH tanah, pH 4 atau kurang terjadi keracunan
hidrogen.

Pada tanah dengan kapasitas tukar kation yang rendah

diperlukan penambahan pupuk, garam atau kompos untuk


memasok nutrisi.
Pengasaman menurunkan ketersediaan nutrisi pada
tanah, terutama akibat proses pencucian.
Pada tanah dengan pH<5, aktivitas mikroba terutama
pada proses nitrifikasi terhambat.
Pada tanah asam, ketersediaan unsur fosfor dibatasi oleh
unsur Mg dan Al.
Unsur Molibdenum tidak larut pada tanah asam sehingga
tanaman kekurangan mikronutrien ini.
Masalah keasaman tanah bisa diatasi dengan proses lime.
Bahan pengapuran pada pertanian mengandung senyawa
karbonat, hidroksida atau oksida Ca dan Mg.
Anion dari proses lime menetralkan ion H+ pada tanah
dengan cara reaksi tukar menukar ion kation dan anion.

Bahan Pengapuran Pada Pertanian

Tiga manfaat pengapuran pada tanah, yaitu:


1. Mengurangi toksisitas dari ion Al dan Mg dengan cara

pengendapan ion.
2. Mengurangi toksisitas ion H+ pada tanah.
3. Dapat meningkatkan ketersediaan unsur hara (N, P, Mo)
yang dipengaruhi oleh pH.
4. Lime menyediakan unsur nutrisi Ca dan Mg pada tanah.

Agricultural Lime
Kapur merupakan bahan utama yang digunakan,

biasanya terdiri dari kalsium karbonat (kalsit) dan


magnesium karbonat (dolomit).
Intergrades merupakan campuran dari batu gamping
antara kalsit dan dolomit.
Intergrade mempunyai kandungan unsur magnesium
karbonat tinggi dengan konsentrasi 6,5 %.
Reaktivitas dari proses lime diatur oleh kekerasan,
komposisi dan ukuran partikel.
Peningkatan produksi tanaman berkorelasi dengan
keadaan keasaman tanah.

Reaksi kalsium karbonat (kalsit) dengan tanah


asam

Netralisasi merupakan hasil dari reaksi asam

dengan karbonat.
Ion H+ bereaksi dengan karbonat membentuk
air dan karbondioksida.
Ion Ca2+ menggantikan ion H+ pada senyawa
koloid tanah.
Ion H+ bebas akan bereaksi dengan kapur dan
menjadi netral.

Dolomit yang lebih keras dibanding kalsit sehingga

mempunyai tingkat reaktivitas yang rendah.


Dolomit mengandung kalsium karbonat yang tinggi.
Reaksi kapur pada tanah umumnya berkisar
selama 2-3 tahun.
Ukuran partikel batu kapur yang di rekomendasikan
yaitu berkisar 60 mesh agar memberikan proses
netralisasi yang cepat dan efisiensi biaya.
Perbedaan kapasitas sangat kecil antara kalsit dan
dolomit pada ukuran partikel 60 mesh.
Dolomit memiliki keuntungan karena mengandung
megnesium serta kalsium.

Kapur dan Hydrated Lime


Proses pembakaran menjadikan bahan

karbonat terurai dari kapur dari proses


oksidasi.
Kalsium dan magnesium terbentuk secara
proporsional.
Berikut reaksi kalsit:

Netralisasi cepat atau untuk menaikkan

pH>6,5 dengan menggunakan hydrated lime


dengan cara mereaksikan kapur dengan air
disebut proses slaking.

Proses netralisasi terjadi dari reaksi ion H+ dengan

oksida atau hidroksida, ion Ca2+ yang terbentuk


menggantikan ion H+ yang terikat pada koloid.
Proses pembakaran untuk memberikan reaktivitas
yang lebih cepat antara kapur dengan tanah.
Pembakaran kayu, kulit kayu, produk kertas
memiliki komposisi yang tergantung pada jumlah
logam alkali (Ca, Mg, K).
Abu kayu keras memiliki Ca, Mg, dan K yang lebih
tinggi dibandingkan abu kayu lunak.
Abu kayu memiliki kandungan kalium yang dapat
digunakan sebagai pupuk dan tidak menambahkan
banyak unsur fosfor pada tanah.

Manajemen Penerapan Lime


Respon lime berbeda dari tanaman yang berbeda

varietas pada tanah yang sama sehingga diperlukan


pengujian tanah untuk memperkirakan kebutuhan kapur.
pH tanah menggambarkan konsentrasi ion hidrogen
pada tanah.
pH tanah merupakan parameter utama untuk
menentukan kebutuhan kapur.
Pada tanah liat, ion H+ berada pada koloid tanah, ion
H+ yang terikat pada koloid merupakan bagian utama
pada pH tanah.
Tanah seperti lempung, lumpur dan tanah liat
membutuhkan jumlah yang lebihy besar untuk bahan
pengapuran dibandingkan tanah pasir, liat berpasir dan
lempung berpasir.

Penentuan kebutuhan kapur tanah

Contoh Tanah pasir A membutuhkan 1,5 ton batu

kapur untuk menaikkan pH dari 5 sampai 6,5 (1,5


unit pH x 1 ton per unit).
Tanah lempung berpasir pH 5 akan membutuhkan 2
ton kapur untuk menaikkan ke pH 6,5 (1,5 unit pH x
1,33 ton per unit)