Anda di halaman 1dari 6

BAB III

ASUHAN KEPERAWATAN
HARGA DIRI RENDAH
A. PENGKAJIAN
Pengkajian dasar merupakan dasar utama dari proses keperawatan. Tahap
pengkajian terdiri dari pengumpulan data dan perumusan kebutuhan atau masalah
pasien. Data yang dapat dikumpulkan adalah data biologis, psikologis, sosial dan
spiritual (Keliat et al, 1998)
a. Identitas klien
Kaji nama klien, tujuan, tempat pertemuan, waktu dan topik yang akan dibicarakan.
Tanyakan dan catat usia klien dan no MRS, tanggal pengakajian dan sumber
informasi.
b. Alasan masuk
Apa yang menyebabkan klien atau keluarga datang atau dirawat di rumah sakit.
Apakah sudah tau penyakit sebelumnya. Apa yang sudah dilakukan oleh keluarga
untuk mengatasi masalah
c. Faktor predisposisi
Menanyakan apakah klien pernah mengalami gangguan jiwa sebelumnya, apakah
pengobatan sebelumnya berhasil, apakah pasien pernah mengalami penganiayaan,
adakah anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa, pengalaman di masa lalu
yang tidak menyenangkan
d. Pemeriksaan fisik
Memeriksa TTV, tinggi badan, berat badan dan apakah ada keluhan fisik
e. Psikososial
- Genogram
- Konsep diri
- Gambaran diri
Tanyakan persepsi klien terhadap tubuhnya, bagian tubuh yang tidak disukai,
-

reaksi klien terhadap bagian tubuh yang tidak disukai dan bagian yang disukai.
Identitas diri
Status dan posisi klien sebelum klien dirawat, kepuasan klien terhadap status
dan posisinya. Kepuasan klien sebagai (laki-laki atau perempuan), keunikan

yang dimiliki sesuai dengan jenis kelamin dan posisinya.


Fungsi peran
Tugas atau peran klien dalam keluarga/pekerjaan/kelompok masyarakat,
kemampuan klien dalam melaksanakan fungsi atau perannya, perubahan yang
terjadi saat klien sakit atau dirawat bagaimana perasaan klien akibat perubahan

tersebut.
Ideal diri
Harapan klien terhadap keadaan tubuh yang ideal, posisi, tugas dan peran dalam
keluarga, pekerjaan atau sekolah, harapan klien terhadap lingkungan, harapan

klien terhadap penyakitnya, bagaimana jika kenyataan tidak sesuai dengan


-

harapannya
Harga diri
Hubungan klien dengan orang lain sesuai kondisi, dampak pada klien dalam
berhubungan dengan orang lain, harapan, identitas diri tidak sesuai harapan,
fungsi peran tidak sesuai harapan, fungsi peran tidak sesuai harapan, ideal diri
tidak sesuai harapan, penilaian klien terhadap pandangan atau penghargaan

orang lain
Hubungan sosial
Tanyakan orang yang paling berarti dalam hidup klien, tanyakan upaya yang
biasa dilakukan bila ada masalah, tanyakan kelompok apa saja yang diikuti di
masyarakat, keterlibatan atau peran serta dalam kegiatan kelompok atau
masyarakat, hambatan dalam berhubungan dengan orang lain, minat dalam

berinteraksi dengan orang lain.


Spiritual
Nilai dan keyakinan, kegiatan ibadah atau menjalankan keyakinan, kepuasan
dalam menjalankan keyakinan.
Status mental
Penampilan
Melihat penampilan klien dari ujung rambut sampai ujung kakiapakah ada
yang tidak rapi, penggunaan pakaian yang tidak sesuai, cara berpakaian
tidak seperti biasanya, kemampuan klien dalam berpakaian, dampak
ketidakmampuan dalam berpenampilan atau berpakaian terhadap status

psikologis pasien
Pembicaraan
Amati pembicaraan klien apakah cepat, keras, terburu-buru, gagap,
sering berhenti, apatis, lambat, membisu, menghindar, tidak mampu

memulai pembicaraan
Aktivitas motorik
1. Lesu, tegang, gelisah
2. Agitasi : gerakan motorik yang menunjukkan kegelisahan
3. Gerakan kecil otot wajah yang tidak terkontrol
4. Tremor : jari-jari bergetar ketika klien menjulurkan tangan dan
merentangkan jari-jari
5. Kompulsif : kegiatan yang dilakukan berulang-ulang
Alam perasaan
1. Sedih, putus asa, gembira yang berlebihan
2. Ketakutan
3. Khawatir
Afek
1. Datar : tidak ada perubahan roman wajah pada saat ada stimulus
sedih mapun senang
2. Tumpul : hanya bereaksi bila ada stimulus emosi yang kuat
3. Labil : emosi klien cepat berubah-ubah
4. Tidak sesuai : emosi berlawanan dengan stimulus

Interaksi selama wawancara


1. Kooperatif : berespon dengan baik terhadap wawancara
2. Tidak kooperatif : tidak dapat menjawab pertanyaan wawancara
dengan spontan
3. Mudah tersinggung
4. Bermusuhan : kata-kata atau pandangan yang tidak bersahabat atau
tidak ramah
5. Kontak kurang : tidak mau menatap lawan bicara
6. Curiga : menunjukkan sikap atau peran yang tidak percaya terhadap

pewawancara atau orang lain


7. Persepsi
Proses fikir
1. Sirkumtansial : pembicaraan yang berbelit-belit tapi sampai pada
tujuan
2. Tangensial : pembicaraan yang berbelit-belit tapi tidak sampai pada
tujuan
3. Kehilangan asosiasi : pembicaraan tidak ada hubungannya antara
satu kalimat dengan kalimat lainnya
4. Flight of ideas : pembicaraan yang meloncat dari satu topik ke topik
lainnya
5. Blocking : pembicaraan berhenti tiba-tiba tanpa adanya gangguan dari

luar
6. Perseferasi : kata yang diualang berkali-kali
7. Perbigerasi : kalimat yang diulang berkali-kali
Isi fikir :
1. Obsesi : pikiran yang selalu muncul walaupun klien berusaha
menghilangkannya
2. Phobia : ketakutan yang patologis atau tidak logis terhadap objek atau
situasi tertentu
3. Hipokondria : keyakinan terhadap adanya gangguan pada tubuh
meskipun sebenarnya tidak ada
4. Depersonalisasi : perasaan asing terhadap diri sendiri, orang lain dan
lingkungan
5. Ide yang terkait : keyakinan klien terhadap kejadian yang terjadi di
lingkungan yang bermakna terhadap dirinya
6. Pikiran magis : keyakinan klien dapat melakukan hal-hal yang

mustahil
Tingkat kesadaran
Memori :
1. Gangguan mengingat jangka panjang
2. Gangguan mengingat jangka pendek
3. Gangguan mengingat saat ini
4. Konfabulasi
Tingkat konsentrasi
1. Mudah beralih : perhatian mudah berganti dari satu objek ke objek
lainnya

2. Tidak mampu berkonsentrasi


3. Tidak mampu berhitung
Daya tilik diri :
1. Mengingkari penyakit yang diderita
2. Menanyakan hal hal yang diluar dari dirinya

B. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Diagnosis ditetapkan sesuai dengan data hasil wawancara yang didapatkan. Saat ini
pasien mungkin sedang merasa tidak berharga akibat jasmani yang kurang berguna
atau berfikir negatif terhadap diri sendiri. Diagnosis yang berlaku pada gangguan ini
adalah : Harga Diri Rendah
C. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
Tujuan Umum: Klien dapat berhubungan dengan orang lain secara optimal
Tujuan Khusus :
1. Klien dapat membina hubungan saling percaya.
2. Klien dapat mengindentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki
3. Klien dapat menilai kemampuan yang digunakan.
4. Klien dapat (menetapkan) merencanakan kegiatan sesuai dengan kemampuan
yang dimiliki
5. Klien dapat melakukan kegiatan sesuai kondisi sakit dan kemampuannya.
6. Pasien dapat menyusun jadwal untuk melakukan kegiatan yang sudah dilatih
Intervensi
1) Bina hubungan saling percaya

Rasional
1) Hubungan saling percaya merupakan
dasar terjalinnya komunikasi terbuka

2) Bersikap

menerima

klien

dan

2) Meningkatkan perasaan makna diri

negativismenya
3) Luangkan waktu bersama klien

3) Untuk memperlihatkan penerimaan dan


perhatian perawat terhadap klien

4) Dorong klien untuk berpartisipasi dalam


terapi aktifitas kelompok

4) Klien dapat menerima umpan balik


positif dan dukungan dari teman
temannya

5) Bantu klien mengidentifikasi bagian diri


yang ingin dirubah.

5) Harga

diri

mengganggu

yang

rendah

persepsi

dapat
tentang

kemampuan menyelesaikan masalah.


6) Bantu klien untuk melakukan aspek aspek
perawatan diri saat dibutuhkan.
D. IMPLEMENTASI

6) Umpan balik positif meningkatkan harga


diri.

No
1

SP
SP 1

Implementasi
1) Identifikasi kemampuan melakukan kegiatan
dan aspek positif pasien (buat daftar kegiatan)

Evaluasi
S : Perasaan klien setelah
berbincang bincang

2) Bantu pasien menilai kegiatan yang dapat


dilakukan saat ini (pilih dari daftar kegiatan) :

O:

buat daftar kegiatan yang dapat dilakukan saat

Penyampaian kembali oleh

ini

klien mengenai apa yang telah

3) Bantu pasien memilih salah satu kegiatan yang

dibicarakan

dapat dilakukan saat ini untuk dilatih


4) Latih kegiatan yang dipilih (alat dan cara

A : SP 1 tercapai

melakukannya)
5) Masukkan pada jadual kegiatan untuk latihan

P:

dua kali per hari

Lanjutkan SP 2 adakan
kontrak waktu pertemuan

SP 2

1) Evaluasi kegiatan pertama yang dipilih dan


berikan pujian.
2) Bantu pasien memilih kegiatan kedua yang
akan dilatih
3) Latih kegiatan kedua (alat dan cara)
4) Masukkan pada jadual kegiatan untuk latihan:
dua kegiatan masing-masing dua kali per hari

berikutnya.
S : Perasaan klien setelah
berbincang bincang
O:
Penyampaian kembali oleh
klien mengenai apa yang telah
dibicarakan
A : SP 2 tercapai
P:
Lanjutkan SP 3 adakan
kontrak waktu pertemuan

SP 3

1) Evaluasi kegiatan pertama dan kedua yang


telah dilatih dan berikan pujian.

berikutnya.
S : Perasaan klien setelah
berbincang bincang

2) Bantu pasien memilih kegiatan ketiga yang


akan dilatih

O:

3) Latih kegiatan ketiga (alat dan cara)

Penyampaian kembali oleh

4) Masukkan pada jadual kegiatan untuk latihan:

klien mengenai apa yang telah

tiga kegiatan, masing-masing dua kali per hari

dibicarakan

A : SP 3 tercapai
P:
Lanjutkan SP 4 adakan
kontrak waktu pertemuan
SP 4

1) Evaluasi kegiatan pertama, kedua, dan ketiga


yang telah dilatih dan berikan pujian.

berikutnya.
S : Perasaan klien setelah
berbincang bincang

2) Bantu pasien memilih kegiatan keempat yang


akan dilatih

O:

3) Latih kegiatan keempat (alat dan cara)

Penyampaian kembali oleh

4) Masukkan pada jadual kegiatan untuk latihan:

klien mengenai apa yang telah

empat kegiatan, masing-masing dua kali per

dibicarakan

hari
A : SP 4 tercapai
P:
Lanjutkan SP 5 adakan
kontrak waktu pertemuan
SP 5

1) Evaluasi kegiatan pertama, kedua, dan ketiga


yang telah dilatih dan berikan pujian.

berikutnya.
S : Perasaan klien setelah
berbincang bincang

2) Bantu pasien memilih kegiatan keempat yang


akan dilatih

O:

3) Latih kegiatan keempat (alat dan cara)

Penyampaian kembali oleh

4) Masukkan pada jadual kegiatan untuk latihan:

klien mengenai apa yang telah

empat kegiatan, masing-masing dua kali per

dibicarakan

hari
A : SP 5 tercapai
P:
Lanjutkan SP 6 adakan
kontrak waktu pertemuan
berikutnya.