Anda di halaman 1dari 14

HUBUNGAN ANTARA

HARGA DIRI DENGAN


PERILAKU KONSUMTIF
REMAJA DI BANDA ACEH
Presnted by:
Aulia Azzama
080710113044

REMAJA

HUBUNGAN
ANTARA
PERILAKU
KONSUMTIF
DENGAN
HARGA DIRI

PERMASALAHAN
MENGENAI HARGA
DIRI

(a) Menerima fisiknya sendiri beserta


keragaman kualitasnya,
(b) Menemukan manusia sebagai model
yang dijadikan sebagai identitasnya,
(c) Menerima dirinya sendiri dan
memiliki
kepercayaan
terhadap
kemampuannya sendiri

PERMASALAHAN
MENGENAI
PERILAKU
KONSUMTIF
PADA REMAJA

manusia
kooperatif

Perilaku
menolong dalam
psikologi adalah
perilaku prososial

Berperilaku
menolong

Umum
permasalahan
menurunnya
perilaku sosial

Masyarakat
Aceh

Mahasiswa
Salah satu
faktor yang
mempengaruhi
prososial adalah
harga diri

Permaslahan
harga diri pada
mahasiswa

Hubungan
harga diri
denga
perilaku
prososial

Rumusan
masalah

Tujuan
Penelitian

Rumusan
masalah
dalam
penelitian
ini
yaitu
apakah
terdapat hubungan antara harga
diri dengan perilaku konsumtif di
Banda Aceh?

Berdasarkan
rumusan
masalah
penelitian di atas, maka tujuan dari
penelitian ini adalah untuk melihat
hubungan
harga
diri
dengan
perilaku konsumtif di Banda Aceh.

PENGERTIAN HARGA DIRI

Coopersmith
(dalam
Haspari,
2007)

penilaian yang dibuat seseorang, dan biasanya


tetap, tentang dirinya, hal itu menyatakan sikap
menyetujui
atau
tidak
menyetujui,
dan
menunjukkan sejauhmana orang menganggap
dirinya mampu, berarti, sukses dan berharga.

Deux, Dane dan


Wrightsman, 1992
(dalam Sarwono, 2009)

Lazarus, 1991 (dalam


Santrock, 2007)

Faktor Yang Mempengaruhi Harga Diri


Penghargaan dan
Penerimaan
Dari orang2 yg
signifikan

Coopersmith,
(dalam Mruk
2006)

Kelas Sosial dan


Kesuksesan

Nilai dan Inspirasi


Individu dalam
Menginterpretasi
Pengalaman
Cara Individu dalam
Menghadapi
Devaluasi

Aspek Harga Diri


Coopersmith (1967), mengemukakan 4
sumber dalam harga diri yaitu:
1. Kekuasaan
2. Keberartian
3. Kebajikan
4. kemampuan

PENGERTIAN PERILAKU
KONSUMTIF
Sumartono
(2002)

Arsy (2006)

Dahlan (dalam
sumartono
2002)

Indikator Perilaku Konsumtif


(Sumartono, 2002)
a. Membeli produk karena iming-iming hadiah.
b. Membeli produk karena kemasannya menarik.
c. Membeli produk demi menjaga penampilan diri dan
gengsi.
d. Membeli produk atas pertimbangan harga (bukan atas
dasar manfaat atau kegunaanya).
e. Membeli produk hanya sekedar menjaga simbol status.
f. Memakai produk karena unsur konformitas terhadap
model yang mengiklankan.
g. Membeli produk dengan harga mahal untuk meningkatkan
rasa percaya diri.
h. Mencoba lebih dari dua produk sejenis (merek berbeda).

Hipotesis

Ada hubungan yang signifikan antara


harga diri dengan perilaku konsumtif
remaja di Banda Aceh. Semakin tinggi
perilaku
konsumtif, maka semakin
remdah harga diri individu tersebut

Metode Penelitian
Definisi Operational
Variabel
Bebas

Variabel
Terikat

Harga diri merupakan penilaian yang dilakukan


individu terhadap dirinya sendiri agar dapat
diterima di lingkungannya. Apabila individu
melakukan sesuatu yang positif, maka individu
tersebut akan mendapatkan penilaian yang
positif, sehingga individu percaya diri disetiap ia
melakukan sesuatu.
Perilaku konsumtif merupakan perilaku yang ada
pada individu untuk mengkomsumsi dan
membeli barang atau produk tanpa tujuan yang
jelas, melainkan untuk kesenangan sesaat dan
mendapatkan perhatian dari orang lain, oleh
karena
itu
perilaku
konsumtif
hanya
mementingkan kesenangan sesaat daripada
kebutuhan sehari-hari yang lebih penting
(keperluan pokok).

Populasi, Sampel Dan Teknik


Pengambilan Sampel
Sampel
Siswa/i SMAN 4
Banda Aceh

Karakterisrik
Siswa/i SMAN 4
Banda Aceh
Siswa/i yang
aktif dan tidak
diskor

Teknik
pengambilan
sampel
Teknik
sampling
yang
digunakan
yaitu
Stratified
Random Sampling

Teknik Pengumpulan Data


Skala Harga Diri
Disusun berdasarkan aspek
yang dikemukakan oleh
Coopersmith (1967)
Model likert : SS, S, TS, STS
Skor skala : 4, 3, 2, 1 dan
sebaliknya

Skala
Konsumtif

Perilaku

Disusun berdasrkan asperk


perilaku konsumtif yang
dikemukakan oleh Sumartono
(2002)
Model likert : SS, S, TS, STS
Skor skala : 4, 3, 2, 1 dan
sebaliknya

Teknik Analisa
data
deskriptif menggunakan program

analisis
SPSS dimana
program SPSS (Statistical Package for Social Science)
Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan
program komputer SPSS 13.0 for windows realease yang
digunakan untuk melihat korelasi dan melihat hubungan
antara variabel-variabel yang diteliti.

Terima
Kasih