Anda di halaman 1dari 212

MANAJEMEN KESEHATAN PADA

PENANGGULANGAN BENCANA

Apa saja nimat yg kamu peroleh adalah dari


ALLAH, dan apa saja bencana yg menimpamu,
maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. .
(Q.S. AnNisaa: 79)

Potensi gempa bumi di Indonesia

Bakornas PB

Pemetaan Bencana & Kedaruratan (V. Nath, WHO)


NAD
2,3,4,5,6,7,13
,14

W. Kalimantan
1,3,8,4,6,10,9,5,11,
13,14

C. Kalimantan
6.10,8,9,3,11,7,
14

S. Kalimantan
3,10,5,13,14

E. Kalimantan
3,10, 8,9,5,14

Gorontalo
3,14

C. Sulawesi
2,3,6,9,7,13,14

N. Sumatra
3,4,7,14
W Sumatra
1,2,
3,4,8,11,14
Bangka
Belitung
3,14
S. Sumatra
3,4,14

S. Sulawesi
3,4,6,7,13,14
S.E Sulawesi
3,6,14
N.Maluku
2,4,6,7,9,13,14

Riau
3,5,7,8,14

Papua
2,3,4,6,7,9,11,1
3,14

Kep Riau
14

3
Lampung
2,3,14

Maluku
2,3,6,7,9,11,13,
14

Bengkulu
2,4,14

NTT
1,3,6,9,11,2,13,
4,5,14

Jambi
3,14
Banten
2,3,5,12,14

Jakarta
3,4,6,7,9, 14

W, Java
2,3,4,5,6,7,11,
14

C. Java
1,2,3,4,5,9,11,
12,14

Jogyakarta
1,2,11,14

E. java
1,2, 3,5,6,7,9
,11,12,13,14,

Bali
2,3,4,6,7,9,14

Type of Emergency and Disaster


1.
2.
3.
4.

N. Sulawesi
1,3,8,2,4,11,13,14

Volcano
Earthquake
Flood
Landslide

5. Hurricane
9. Disease outbreak
13. Tsunami
6. Conflict
10. storm
14. Transportation
7. Terrorism
11. Drought
Accident
8. Environment Pollution
12. Industrial Accident

NTB
3,6,2,9,4,5,11,7,1
4

Dampak Bencana

(1)

Indonesia = SUPERMARKET bencana??


Atau negeri 1001 bencana??
Dampak bencana :
Terjadinyanya kematian, cedera dan penyakit yang
diluar perkiraan
Rusaknya infrastruktur kesehatan dan terganggunya
program kesehatan
Memberikan dampak buruk bagi lingkungan dan
populasi shg meningkatkan risiko potensial penyakit
menular dan bahaya lingkungan
Perekonomian, sekolah, dan infrastruktur hancur

Dampak Bencana

(2)

Dampak bencana ():


Mempengaruhi perilaku psikologis dan sosial
masyarakat yg terkena
Mengakibatkan kelangkaan pangan gangguan gizi
Menimbulkan mobilisasi populasi yang masif shg
meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas akibat
ketidakmampuan layanan kesehatan menanggulangi
masalah kesehatan mereka

Dampak bencana = Fenomena (risiko


munculnya bencana) x Kerentanan
(vulnerability)

Kerentanan & spiral bencana

(Contoh 1)

Fenomena x Kerentanan = Dampak bencana


1.
2.

Hujan lebat
& lama

Banjir

3. Kehilangan
harta & tempat
tinggal

Penebang
an hutan
Tinggal di
bantaran
sungai
Sanitasi & gizi
kurang baik

Banjir
Kehilangan
harta, tempat
tinggal & jiwa
Sakit/
meninggal

Kerentanan & spiral bencana

(Contoh 2)

Fenomena x Kerentanan = Dampak bencana


1.

Exploitasi
penggalian

Struktur tanah
tt & Kelalaian

2.

Muntahan
lumpur
panas

Tinggal di
sekitar
penggalian

3. Kehilangan
Sos-ek yg
sawah & tempat lemah
tinggal

Muntahan
lumpur
panas
Kehilangan
sawah & tempat
tinggal
Kesejahteraan
rendah,
kesehatan
menurun,

Kegiatan penanggulangan dampak Kesmas yg


baik?

Bersifat rasional (bukan mengacu


kpd mitos) dan adekuat (efektif &
efisien)
Berbasis pada 8 prinsip
fundamental manajemen
bencana

Bbrp mitos penanggulangan


bencana
Relawan medis asing dg berbagai keahlian
diperlukan
Berbagai bantuan internasional dibutuhkan saat itu
juga
Wabah/ KLB pasti terjadi setelah bencana
Masyarakat yg terkena syok & tidak akan mampu
berbuat apa2
Berbagai perilaku buruk manusia muncul saat
bencana
Bencana adalah pembunuh yang acak
Menempatkan korban bencana di penampungan
merupakan pilihan terbaik
Berbagai bantuan makanan selalu dibutuhkan pd
bencana alam

Prinsip pokok manajemen


bencana (1)
1. Komprehensif

Kegiatan yg mencakup segala fase dan seimbang

2. Integratif

Memadukan berbagai sistem yang berjalan

3. Pendekatan thd segala risiko bahaya

Memeriksa berbagai skala potensi bahaya yang


mungkin dan mengenal berbagai konsekuensi
umum setiap jenis bencana

4. Pendekatan manajemen risiko yg sistematik

Menentukan berbagai opsi penanggulangan risiko

Prinsip pokok manajemen


bencana (2)
5. Perencanaan kelangsungan usaha

Pelayanan kesehatan harus terus berlangsung dlm


berbagai kondisi

6. Mo-nev (monitoring-evaluasi) berkelanjutan

Memantau interaksi dinamis antara masyarakat,


ancaman dampak, & sistem penanggulangan

7. Kooperasi & koordinasi

Seluruh sektor terkait bekerjasama (termasuk


korban bencana), saling mendukung &
berkoordinasi untuk mencapai hasil yg sinergistik

8. Berbasis pada informasi teknis dari para ahli


yg akurat

Merupakan dasar pengambilan keputusan dan


rencana aksi yang adekuat

BENCA
NA

BENCANA
TNI

MITIGASI
(1)
Upaya eliminasi,
menurunkan/meminimalkan
risiko bahaya (hazard) bencana pada populasi
yang rentan
Lingkup mitigasi:
1. eliminasi risiko
2. reduksi risiko
3. transmisi/ pengalihan tanggungjawab
Penting meningkatkan kesadaran kolektif
berbagai unsur di masyarakat untuk merasa

BENCANA

MITIGASI
(2)

Dampak/ bahaya (hazard) bencana = interaksi


antara fenomena kejadian ekstrim (pada
bencana) dan kerentanan populasi
Dalam aspek kesehatan terbatas pada:
1. pengamanan fasilitas & program
kesehatan
2. pelayanan kesehatan masyarakat,
termasuk advokasi
untuk menurunkan
risiko di masyarakat
Fase mitigasi dalam manajemen bencana

BENCANA

MITIGASI
(3)

Tujuan utama mitigasi:


Menghilangkan atau membatasi risiko/
kemungkinan munculnya bencana
atau
Menghilangkan atau menurunkan
tingkat kerentanan (vulnerability)
populasi
Fase mitigasi dalam manajemen bencana

BENCANA

MITIGASI
Prinsip mitigasi yang(4)
efektif & sustainable (Mileti,
1999):
Memelihara & meningkatkan kualitas lingkungan
hidup
Memelihara & meningkatkan kualitas hidup
masyarakat, termasuk kesehatan
Mendorong ketahanan dan tanggungjawab
setempat thd ancaman & dampak bencana
Penting mengenali kekuatan vital ekonomi lokal
yang sustainable
Pastikan adanya kesederajatan inter dan antar
generasi
Fase mitigasi dalam manajemen bencana

BENCANA

MITIGASI
(5)

Faktor2 yang perlu dipertimbangkan dalam


perencanaan mitigasi untuk fasilitas kesehatan
(misal klinik atau RS)
1. Elemen struktural
Pondasi & komponen penyangga beban

2. Elemen non-struktural, misal:


Komponen arsitektural (atap, jendela, dinding, dll)
Sistem utama (air, tenaga listrik, komunikasi)
Isi bangunan (peralatan medis, obat-obatan, lab,
mebel, dll),

3. Elemen fungsional
Desain
fisik (ruang,
rute
akses, exit,
dll)
Fase mitigasi
dalam
manajemen
bencana

BENCANA
TNI

KESIAPTujuan utama: meningkatkan kemampuan


SIAGAAN

masyarakat untuk:
1. merespon efektif ancaman & dampak bencana
2. pulih dg cepat dari dampak jangka panjang
Partisipasi aktif masyarakat sangat penting
Pentingnya memori kolektif yang hidup sepanjang
masa

BENCANA

KESIAP Evaluasi
risiko wilayah tt thd bencana
SIAGAAN

Adopsi standar & peraturan


Mengorganisir komunikasi, informasi & sistem
peringatan
Menjamin koordinasi & mekanisme respons
Adopsi sistem yg menjamin dukungan sumber daya &
finansial
Mengembangkan program pendidikan publik
Koordinasi
dengan
media massa
Fase informasi
persiapan dalam
manajemen
bencana

RESPONS
BENCANA

Menkokesra

(1)

Bersifat kedaruratan: rescue &


relief
Peran medis kedokteran >
menonjol
Simpati & bantuan
kemanusiaan mengalir deras
Masalah koordinasi dan konflik
kepentingan menonjol
Peran Pemerintah, LSM &
masyarakat?

RESPONS
BENCANA

(2)

Tujuan utama intervensi


kesehatan fase respon darurat:
menurunkan segera angka &
risiko kematian, kesakitan &
kecacatan yang tinggi

RESPONS
BENCANA

(3)

Aspek kedaruratan
meliputi
SAR
Triage
Pertolongan Medis
Dapur Umum
Evakuasi

Fase respon dalam manajemen bencana

RESPONS
BENCANA

(4)

Aspek kesehatan masyarakat


Menilai kebutuhan (asesmen)
Survei cepat epidemiologi
Daftar bantuan untuk org.
kemanusiaan
Penyediaan penampungan/ hunian
Suplai air minum
Pembuangan kotoran & limbah
Sanitasi makanan
Pengendalian vektor
Higiene perorangan

Fase respon dalam manajemen bencana

BENCANA

PRIORITAS INTERVENSI
KESEHATAN (2)
Pelayanan kesehatan
Pengendalian penyakit menular
& wabah/ KLB
Surveilens epidemiologi
Pengelolaan SDM & pelatihan
Koordinasi

Fase rehabilitasi & rekonstruksi dalam manajemen bencana

KERJASAMA LINSEK DALAM


PENANGGULANGAN BENCANA

PPK
REGION
AL

RAPID HEALTH
ASSESSMENT
(RHA)

RHA Merupakan
Rangkaian Siklus
Manajemen Kesehatan
pada situasi bencana /
kadaruratan

RHA ??
Dilakukan sesaat/sesegera mungkin setelah
bencana
Serangkaian kegiatan pengkajian :

Pengumpulan Data Penyajian Informasi


Mengukur besarnya masalah yg berkaitan dgn
kesehatan akibat bencana
Identifikasi kebutuhan penanggulangan
Dilakukan secara cepat

TYPE OF ASSESSMENTS
TYPE

Kapan

Apa

Bagaimana

Rapid
Reconnaissan
ce / initial
assessment

Sesegera
setelah
bencana

Pengamatan awal
/sepintas pada area
disaster

Satellite, Pesawat
terbang,
Mapping, Observasi
lapangan
Menggunakan DMIS/
templates

Rapid Health
Assessment

Sesegera
mungkin
setalah
bencana

Pengumpulan data
secara cepat untuk
mengukur besaran
masalah, dimana
dan kemungkinan
intervensi
kesehatan

Pengamatan visual,
wawancara, data-data
primer / sekunder,
pencatatan lain.

Survai untuk
kebutuhan
khusus.

Situasi
aman atau
bilamana
memungkin

Detail, studi
sistematis, kadang2 terkait dengan
masalah tertentu dn

Sampling, Studi
perbandingan antara
data lama dan baru.
Wawancara / memakai

POSISI RAPID HEALTH ASSESSMENT PADA


PENYELENGGARAAN UPAYA KESIAPSIAGAAN &
PENANGGULANGAN BENCANA
RAPID HEALTH ASSESSMENT
BENCANA

SURVEYLANCE EMERGENCY / RAPID NEED


ASSMT.

wakt
u

DOR
KESIAPSIAGAA
N

MEDICAL
RESPONSE

PASCA BENCANA

PUBLIC HEALTH
RESPONSE :

CONTINGENCY
PLAN PERENCANAAN
DARURAT

- AIR BERSIH DAN SANITASI


- SURVAILANS.
- PEMBERANTASAN PENYAKIT & IMMUNISASI
- PELAYANAN KESEHATAN DASAR, GIZI, DLL

Beberapa saat setelah kejadian (situasi


Emergency), informasi hasil RHA akan
dimanfaatkan untuk :
Bahan untuk menetapkan &
menyesuaikan strategi& perencanaan
penanggulangan.

PERENCANAAN DARURAT
Tetapi bbrp kegiatan tanggap darurat tidak
selalu harus menunggu hasil RHA, terutama
kegiatan spesifik yang dapat diperkirakan.

Proses
manajemen
Dlm kondisi
Kritis !!!
Perlu
PENILAIAN
SITUASI

UPAYA PENANGGULANGAN PADA KONDISI TANGGAP DARURAT

SEHARUSNYA DIDASARKAN
PADA HASIL
RAPID HEALTH ASSESSMENT
(RHA)

SERINGKALI UPAYA PENANGGULANGAN


DAMPAK SITUASI BENCANA PENGUNGSIAN /
EMERGENSI TIDAK DIDASARKAN PADA
MASALAH ATAU FAKTA KEBUTUHAN
LAPANGAN

RESIKO ( segi teknis ) ?


TIDAK TEPAT SASARAN.
PEMBOROSAN.
CONTOH ???

HATI -2.!!!
Bilamana tidak tepat,
akan berpengaruh
pada langkah
penanggulangan
selanjutnya

SITUASI NORMAL ???

Kebutuhan
masy arakat

ketersediaan sumber
Kebutuhan dasar
& pelayanan

PENILAIAN / ASSESSMENT
Mencari ketimpangan antara...

kebutuhan
masyarakat

Ketersediaan sumber
Kebutuhan dasar
& pelayanan

MAKSUD RHA :
1. Konfirmasi kejadian.
2. Menggambarkan type, dampak dan kemungkinan
rIsiko akibat situasi.
3. Mengukur kondisi & rIsiko kesehatan.
4. Identifikasi kebutuhan segera yankes bagi
populasi.
5. Menilai kemampuan respon setempat & sumber2
kebutuhan segera.
6. Membuat rekomendasi untuk pengambilan
keputusan penanggulangan segera.

TUJUAN
Memastikan ada/tdknya kedaruratan kesehatan
Menggambarkan jenis dan besarnya masalah
kesehatan
Kemungkinan perkembangan lebih jauh akibat
keadaan darurat
Menilai kemampuan dlm merespons dan kebutuhan
utk penanggulangan
Menentukan prioritas tindakan yg perlu dilakukan
utk penanggulangan

LINGKUP ASSESSMENT
ASPEK MEDIS,
untuk menilai dampak pelayanan medis terhadap
korban & potensi pelayanan kesehatan.
ASPEK EPIDEMIOLOGI,
untuk menilai potensi munculnya KLB penyakit
menular pada periode pasca kejadian / bencana.
ASPEK KESEHATAN LINGKUNGAN,
untuk menilai masalah yang terkait dengan sarana
kesehatan lingkungan yang diperlukan bagi
pengungsi & potensi yang dapat dimanfaatkan

MEMPERSIAPKAN RHA :

INFORMASI AWAL YANG ADA (kejadian)

PENETAPAN TIM

Informasi apa yang akan di assess.

Komunikasi dan koordinasi dengan daerah


bencana & tim lain (akses ke daerah, bantuan
awal yang diperlukan, dll)

Persiapan administrasi.

LANGKAH-2 :

RHA

APA ?
SIAPA ?
DIMANA ?
KAPAN ?
BAGAIMANA ?

SIAPA / ORGANISASI
PELAKSANA ?
Petugas Puskesmas.

Dinas Kesehatan Kabupaten.


Dibantu :
Dinas Kesehatan Propinsi dan Depkes.

TIM RHA???
Petugas Medis.
Epidemiologist.
Sanitarian (kesehatan lingkungan).

Diharapkan Tim :
- MEMILIKI KEMAMPUAN
ANALISIS YANG BAIK DALAM
BIDANGNYA
- DAPAT BEKERJASAMA DAN
DAPAT DITERIMA
- MEMILIKI KAPASITAS UNTUK
MENGAMBIL KEPUTUSAN.

Tim RHA

KAPAN RHA DILAKUKAN ?


1. Dalam situasi yg memerlukan pertimbangan
keamanan, waktu pelaksanaan penilaian dapat
dipersingkat
2. Bencana banjir, pengungsian, pengungsian
penduduk dlm jumlah besar, selambat-lambatnya
2 hari setelah kejadian.
3. Kedaruratan mendadak ( gempa bumi, keracunan
makanan, kecelakaan kimiawi, dll) perlu dilakukan
secepat mungkin atau beberapa jam setelah
kejadian

JARAK DAN AKSES YANG SULIT PERLU


DIPERTIMBANGKAN !!!!!!

Bagaimana ??
Langkah penting dalam mengumpulkan
data dan informasi...

- Sesuaikan dengan tujuan assessment

- Review information yang lalu dan yang ada

- Interview tokoh-tokoh kunci

- Ke lapangan, observasi, interview & dengar

- Rumuskan berbagai informasi dan


- Analisis segera dan buat rekomendasi

- Laporkan segera ke pimpinan

Informasi yang mana ?


(1)

Area geografi yang terkena bencana.


Status sarana transportasi, komunikasi, listrik.
Ketersediaan air bersih, pangan, fasilitas sanitasi
dan kondisi tempat pengungsian.
Kondisi rumah sakit dan sarana kesehatan
lainnya, termasuk perlengkapannya :

Rusak .???,
masih bisa dimanfaatkan ??,
obat-obatan .???,
peralatan kes ..??

Informasi yg mana ?
Perkiraan jumlah korban (meninggal, luka ).
Kondisi SDM kesehatan yang ada.
Perkiraan jumlah pengungsi ( risti ??? )
Endemisitas penyakit menular setempat.
Kondisi penyakit potensial KLB dan
kecenderungannya.
Kondisi lingkungan (sebagai risk factors)
Jenis bantuan awal yang diperlukan segera.

(2)

Dalam pengumpulan data/informasi, harus diingat


keterbatasan informasi dan sumber-2 nya
CARA PENGUMPULAN DATA / INFORMASI:

1. Mengkaji data / informasi yang ada.


2. Observasi lapangan di daerah bencana
dan sekitarnya.
3. Wawancara
4. Survei cepat (bila perlu).

1. Kaji informasi yang ada


Yankes dan program kesehatan yang
sedang berjalan sebelum keadaan
kedaruratan.
Endemisitas penyakit
SDM kesehatan yang bisa bekerja saat ini.
Sarana pelayanan kesehatan yang masih
berfungsi.
Pengungsian (jumlah, lokasi, dll)

2. OBSERVASI LAPANGAN :
1. LUASNYA DAERAH BENCANA
2. LOKASI PERPINDAHAN
PENDUDUK/PENGUNGSI.
3. FAKTOR RISIKO LINGKUNGAN.

HASIL ?

HASIL ?
BUAT PETA SECARA KASAR, YANG MEMUAT:
1.

Luas daerah bencana.

2.

Persebaran penduduk yang mengungsi

3.

Tempat pengungsian, dll

4.

Lokasi sarana pelayanan kesehatan (puskesmas, rumah sakit, dll).

5.

Sumber-sumber air bersih.

6.

Akses jalan ke sarana pelayanan kesehatan

7.

Persebaran faktor risiko lingkungan , al.Breeding places vector.

3. WAWANCARA
Pejabat daerah.
Petugas kesehatan,
termasuk di rumah
sakit
Perorangan (toma,
toga, guru, dll)

INFORMASI YANG DIJARING :


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

KEADAAN SEBELUM BENCANA.


DATA-DATA KORBAN (meninggal, luka, pengungsi)
SDM KESEHATAN YANG BISA DIMANFAATKAN,
POTENSI YANG TERSEDIA DI RUMAH SAKIT
KETERSEDIAAN AIR BERSIH DAN SANITASI.
ENDEMISITAS PENYAKIT
MASALAH GIZI.
KETERSEDIAAN OBAT, BAHAN DAN ALAT YANG
MASIH BISA DIPAKAI.
9. POTENSI KEMAMPUAN RESPONSE KESEHATAN
10.DLL.

4. SURVAI CEPAT :
UNTUK MENJARING INFORMASI YANG TIDAK DAPAT DIPEROLEH DARI
SUMBER-SUMBER YANG ADA :

Distribusi umur, sex,

Jumlah orang kelompok rentan.

Angka kematian saat ini.

Angka-angka kasus penyakit menular potensial wabah.

Status gizi.

Cakupan vaksinasi.

Akses ke pelayanan kesehatan, makanan, air bersih, tempat pengungsian,


dll.

ANALISIS HASIL LAPANGAN,

terhadap

(1) :
Menilai kebutuhan pelayanan kesehatan di
rumah sakit dibanding dengan korban yang
harus dilayani.
Menilai kecukupan obat-obatan, bahan dan
alat
Menilai kecukupan SDM kesehatan.

Analisis untuk sistem yankes


Apa masy. dapat akses ke sarana yankes?

YA
terjangkau semuanya ..?
Ya

tidak

TIDAK

kenapa?

Tak perlu intervensi?

INTERVENSI !!!

ANALISIS HASIL LAPANGAN (2)


Menilai dampak segera terhadap , kesehatan, seperti resiko
kemungkinan terjadinya KLB penyakit menular.
Data endemisitas penyakit menular potensial wabah yang
selama ini ada.
Kerusakan sarana lain yang berpotensi menimbulkan
masalah kesehatan (air bersih, listrik, jalan, sarana
komunikasi, dll).
Mengidentifikasi ketersediaan air bersih yang ada dan
potensi yang masih dapat dimanfaatkan.
Menilai potensi kesehatan yang ada di sekitar daerah
bencana
Potensi kemampuan response setempat, termasuk
kemampuan operasional.

KESIMPULAN ANALISIS
Diarahkan secara spesifik pada:
1. Kebutuhan pelayanan medis korban
bencana / kejadian.
2. Epidemiologi penyakit potensial wabah.
3. Masalah dan potensi sarana kesehatan
lingkungan.

HASILNYA ?
REKOMENDASI YANG
DISUSUN BERSAMA
UNTUK PENGAMBILAN
KEPUTUSAN DALAM
UPAYA
PENANGGULANGAN.

PERENCANAN
DARURAT

HASIL RHA .???


REKOMENDASI, a.l. memuat:

Bantuan obat-obatan, bahan dan alat.


Bantuan tenaga medis/paramedis, survailans & keslingk
Penyakit menular yang perlu diwaspadai.
Sarana kesehatan lingkungan yg memerlukan pengawasan
& perbaikan serta yang perlu dibuat.
Makanan bagi kelompok risti.
Bantuan lain yang diperlukan baik dari tingkat diatasnya
maupun dari sumber lain.

UNTUK MEMULIHKAN FUNGSI


PELAYANAN KESEHATAN

Tip's untuk RHA


Jangan terlalu ambisius untuk kumpulkan
data: waktu sangat terbatas .....
Data-data kasar tapi diperlukan lebih baik dari
pada data detail tetapi tak berguna
Berdasarkan data dan informasi yang ada
dapat diambil dibuat suatu rekomendasi untuk
pengambilan keputusan.

RAPID RESPON UPAYA KESEHATAN :


Terutama:
1. Penanggulangan gawat darurat medik
massal.
2. Survailans penyakit & faktor risiko.
3. Perbaikan kualitas air bersih dan sanitasi.
4. Pemberantasan penyakit menular
5. Pelayanan kesehatan dasar.

Upaya penanggulangan
kesehatan yang dilaks.
sebagai hasil RHA, perlu
ditindaklanjuti, melalui:

SURVEYLANCE
EMERGENCY