Anda di halaman 1dari 42

Basic Instrumentation

Instrumentasi adalah ilmu pengetahuan dalam


penerapan alat ukur dan system pengendalian
pada suatu objek untuk tujuan mengetahui nilai
parameter
proses
dan
juga
untuk
mengendalikan parameter proses supaya
berada dalam batas daerah tertentu atau pada
nilai besaran yang diinginkan.

SISTEM PENGENDALIAN
PROSES
Suatu sistem pengendalian
proses terdiri atas

beberapa komponen:
sensor/ transducer , menghasilkan informasi tentang
besaran yang diukur, transmitter yang memproses
informasi atau sinyal yang dihasilkan sensor menjadi
sinyal standar 3 15 Psi, 4 20 mA, atau 1 5 V,
controller , membandingkan sinyal pengukuran dengan
nilai yang diinginkan dan menghasilkan sinyal kontrol,
aktuator , melakukan aksi yang sesuai dengan sinyal
kontrol tadi.

SISTEM PENGUKURAN

FLOW / LAJU ALIRAN

LEVEL / TINGGI PERMUKAAN CAIRAN

TEMPERATURE

PRESSURE / TEKANAN
VIBRASI

SISTEM PENGUKURAN FLOW


METODE
- BEDA TEKANAN / DIFFERENTIAL PRESSURE (Orifice Plate, venturi, dll)
- ELECTROMAGNETIC
- TURBINE METER
- VORTEX METER
- VARIABLE AREA METER
- ULTRASONIC METER
- CORIOLIS

SISTEM PENGUKURAN
LEVEL

METODE

BEDA TEKANAN / DIFFERENTIAL


PRESSURE
CAPACITANCE
FLOAT LEVEL

PROXIMITOR /
TRANSDUCER

FINAL ELEMENT
Umumnya berbentuk CONTROL VALVE
Definisi:
sebuah alat yang dioperasikan dengan daya,
yang digunakan untuk memodifikasi kecepatan
aliran fluida didalam sistem pengontrolan proses.
Alat ini terdiri dari valve yang dihubungkan
dengan mekanisme aktuator yang mampu
merubah aliran pada valve dalam rangka
merespons sinyal yang berasal dari sistem
kontroler

Control valve dapat dibedakan sesuai dengan aksi dari aktuator, yaitu:

Direct Action / Fail Open (FO) / Air- To- Close (ATC)


Con trol Valve yang akan terbuka (open) bilamana air supply (driving
power) gagal ( fail ). Atau dengan kata lain control valve akan
menutup
( closed) apabila sinyal yang masuk di aktuator naik..

Reverse Action / Fail Close (FC) / Air - To- Open (ATO)


Control Valve yang akan tertutup ( closed) bilamana air supply (driving
power) gagal ( fail ) . Atau dengan kata lain control valve
membuka
( open) apabila sinyal yang masuk di ak tuator naik.

akan

Air to open

Air to close

Jenis-jenis Valve

Ball valve
Gate valve

Globe valve

Butterfly valve

Check valve

Diagram Blok Sistem Kontrol

Level Control

Respon Sistem Kontrol

Sistem Kontrol PID


Tiap-tiap bentuk dari P, I, dan D mempunyai karakteristik respon
transien sendiri-sendiri bila diimplementasikan pada sistem
tertutup.Hal ini dapat dilihat pada tabel dibawah
CL
RESPONSE
Kp
Ki
Kd

RISE TIME OVERSHOO SETTLING


Decrease
Decrease
Small

T
Increase
Increase
Decrease

TIME
Small Change
Increase
Decrease

Change

Catatan: hal tersebut di atas terjadi jika nilainya


diperbesar

S-S ERROR
Decrease
Eliminate
Small
Change

DISTRIBUTED CONTROL
SYSTEM (DCS)
Fungsi dari DCS antara lain terdiri dari :
Menangani Loop control proses
Memonitor proses industri
Alarm proses industri
Mengeksekusi program logic
Trend dan report data

DCS PABRIK P-IB

Menggunakan DCS Foxboro I/A series versi 8.2


Memiliki arsitektur dengan node design
Hardware DCS I/A series terdiri dari :
Control Processor
Fieldbus Modules (FBM)
Mesh Control Network

ARSITEKTUR HARDWARE
Control Processor
Berfungsi secara otomatis mengontrol atau memonitor proses
industri dengan database control
Database control tersimpan pada memori
Database control merupakan seperangkat logaritma control
yang bisa mengaktifkan atau mematikan motor, mengatur
control valve sehingga sesuai dengan set point
Komunikasi CP dengan proses melalui FBM

FBM (Field Bus Module)


Sebagai I/O Module
Berfungsi untuk menerima data dari proses dan
menterjemahkannya sehingga bisa diolah oleh CP serta
mengirimkan kembali data dari CP ke proses sebagai sinyal
Dapat berfungsi secara single atau redundance
Pada DCS I/A series ini terdapat FCM(Field Communication
Module) yang merupakan alat yang mengkomunikasikan antara
CP dan FBM

41

TERIMA KASIH