Anda di halaman 1dari 3

BAB I

RESUME KASUS
PRO JUSTITIA
Visum et Repertum: VER/183/V/2015
a. Surat Permintaan Visum et Repertum
Surat permintaan Visum et Repertum dari Kepolisian Negara Republik
Indonesia Daerah Sulawesi Selatan Resort Kota Besar Makassar Sektor
Mariso nomor: B/51/V/2015/Sektor Mariso tertanggal 17 Mei 2015 yang
ditandatangani oleh Amri NRP 59080954 atas nama Kepala Kepolisian
Sektor Mariso KA SPKT Regu A.
Berdasarkan penjelasan yang tertulis dari penyidik dalam Surat
Permintaan Visum et Repertum, korban melapor ke kantor polisi pada hari
Minggu, tanggal 17 Mei 2015 pukul 01.50 WITA.
Surat Permintaan Visum et Repertum tersebut diterima oleh dokter muda
Bagian Ilmu Kedokteran Forensik-Medikolegal yang bertugas di RS Labuang
Baji tanggal 17 Mei 2015 pukul 02.00 WITA.
b. Identitas Korban
Berdasarkan Surat

Permintaan

Visum

et

Repertum

nomor:

B/51/V/2015/Sektor Mariso Resort Kota Besar Makassar diperoleh keterangan

mengenai identitas korban sebagai berikut.


Nama

: Muhammad Restu Reski Abdullah

Umur

: 15 tahun

Jenis Kelamin

: Laki-laki

Agama

: Islam

Pekerjaan

: Pelajar

Alamat

: Jl. Rajawali Lrg 9 No. 45 Makassar

c. Tempat dan Waktu dilakukan pemeriksaan :


Pemeriksaan dilakukan di Rumah Sakit Labuang Baji, Makassar, hari
Minggu, 17 Mei 2015 pukul 02.00 WITA.

d. Hasil Pemeriksaan
Anamnesis : Telah datang seorang laki-laki berusia lima belas tahun
datang ke Rumah Sakit Labuang Baji ditemani oleh keluarganya dengan
membawa Surat Permintaan Visum et Repertum yang menyatakan
bahwa terjadi penganiayaan atas korban yang terjadi di depan
rumahnya,Jl.Rajawari Lorong 9 No.45 Makassar pada tanggal enam
belas bulan Mei tahun dua ribu lima belas pada pukul dua puluh dua
Waktu Indonesia bagian

tengah. Menurut keterangan teman korban

pelaku adalah seorang laki-laki yang tidak dikenali. Korban ditusuk oleh
pelaku di dada dengan menggunakan benda tajam. Pada waktu kejadian,
korban sedang berbicara dengan dua orang temannya di luar rumah lalu
datang pelaku langsung menusuk korban tanpa sebab. Pelaku sempat

menyerang dua orang temannya dan setelah itu melarikan diri.


Pemeriksaan Fisik :
- Status Vitalis :
Tekanan darah seratus sepuluh per delapan puluh millimeter air
raksa. Denyut nadi delapan puluh delapankali permenit. Pernapasan
dua puluh kali per menit. Suhu badan tiga puluh enam koma tujuh
derajat Celcius.
-

Status Lokalis :
Dari hasil pemeriksaan ditemukan luka terbuka pada dada korban
sepuluh sentimeter dari puting susu kanan atau kiri delapan belas
sentimeter dari pusar dengan ukuran panjang satu sentimeter lebar
nol koma delapan sentimeter, tepi luka rata,ujung luka terdiri dari
yang tajam dan tumpul,bentuk luka lonjong,dalam luka sulit dinilai
dari pemeriksaan luar,tebing luka terdiri atas jaringan kulit
lemak,tidak ada jembatan jaringan,tidak tampak perdarahan aktif,

terdapat nyeri tekan,tidak tampak memar pada sekitar luka.


e. Diagnosis Kerja:
a. Damage
:Luka terbuka pada bagian dada
b. Penyebab langsung (A-1)
:Kerusakan jaringan kulit, pembuluh
darah,

jaringan dan otot

c. Penyebab antara (A-2)

:Robeknya kulit dada serta pecahnya

pembuluh darah di bawah dada


d. Penyebab dasar (A-3)
e. Keadaan morbid lain

: Trauma benda tajam pada dada


: Tidak ada

f. Pengobatan dan Tindakan:


Untuk luka terbuka, bersihkan daerah sekitar luka dan dijahit. Jika terasa sakit
diberi anti nyeri (Asam Mefenamat 3x500 mg).
g. Prognosis dari penyakit/ damage:
Berdasarkan hasil pemeriksaan, prognosis pasien baik dan dapat sembuh
sempurna.