Anda di halaman 1dari 5

Perawatan Kesehatan di Singapura:

Hospitality, Nice, and Friendly


By Darundiyo Pandupitoyo, S. Sos.

Melihat banyaknya masyarakat Indonesia yang datang untuk berobat ke

Singapura, penulis jadilah bertanya-tanya, apakah inisiatif tersebut hanyalah gengsi

sesaat ataukah karena kesadarana akan keunggulan dibanding dengan penawaran fasilitas

dari Rumah Sakit di Indonesia sendiri. Pembaca semua, marilah kita melihat berdasarkan

tinjauan pustaka yang penulis baca mengenai data dan fakta profile perawatan kesehatan

di “negara kota” tersebut.

Berdasarkan artikel dari Harian Suara Merdeka dengan judul “Dari Kandang

Kerbau Sampai Hotel Bintang Lima” terkutip dalam tulisan seorang wartawati bernama

Reni Martini bahwa di Singapura, pasien bisa dengan mudah memilih rumah sakit

dengan perawatan yang sesuai dengan selera Sang Pasien. Karena pada faktanya, setiap

rumah sakit menawarkan konsep pelayanan masing-masing dengan varian yang menarik

dan berbeda. Ingin punya privasi atau seperti di rumah sendiri, hingga serasa menginap di

hotel berbintang lima sekalipun tersedia (Suara Merdeka, 25/ 11/ 2005).

Beberapa Rumah Sakit


di Singapura

1
Hal yang berkaitan dengan masalah privasi, Gleneagles Hospital tahu betul cara

untuk membuat pasien nyaman dengan privasi yang dimilikinya. Menakjubkan, pada

setiap bagian sampai pada kamar-kamar perawatan telah disediakan pintu dan lorong

khusus yang langsung terhubung dengan tempat perkir. Sehingga, orang awam bahkan

tak bisa melihat kedatang ataupun perawatan sang pasien.

Sedangkan apabila kita berbicara mengenai rumah sakit yang mirip dengan hotel

berbintang lima, mari kita beralih kepada Raffles Hospital di 585 North Bridge Road.

Jika pertama anda memasuki ruang lobby, anda akan melihat interior eksklusif lengkap

dengan piano klasik, furniture mewah, ditambah dengan hospitality dari para front officer

staff yang siap menyambut anda dengan senyum yang ramah.

Bagaimana dengan prestasi? tentu saja image terkenal akan perawatan kesehatan

Singapura dibarengi dengan prestasi di bidang tersebut. Mount Elizabeth Horpital, sebuah

rumah sakit swasta milik Parkway Holdings tercatat sebagai rumah sakit pertama di

Singapura yang memperoleh sertifikat ISO 9000:2002. Sedangkan Kandang Kerbau

Women’s & Children Hospital pernah membuat dua rekor hebat dalam skala nasional dan

juga internasional.

Rumah Sakit milik Pemerintah ini mencatat rekor kelahiran terbanyak di

Singapura pada tahun 1997, dan kelahiran bayi tabung pertama Asia di Rumah Sakit ini

pada tahun 1976. Rata-rata sekitar 13.000 bayi dilahirkan di rumah sakit ini per tahunnya.

Namun anda jangan salah, dengan nama Kandang Kerbau jangan pernah mengira ini

adalah rumah sakit hewan. Bukan, nama tersebut adalah nama asal dari daerah tempat

bersirinya rumah sakit tersebut. Sebelum dibangun women’s & children hospital pada

tahuin 1924 adalah area pemeliharaan kerbau.

2
Rumah Sakit lain milik pemerintah yang bernama National University Hospital

(NUH) di 5 Lower Kent Road, rumah sakit terbesar milik pemerintah Singapura yang

dibangun pada tahun 1985 ini mamiliki 13 lantai dengan suasana mirip perkantoran atau

bahkan plaza mewah. Fasilitasnya lengkap dan 46% tenaga yang dipakai adalah tenaga

dalam negeri, karena ingin menonjolkan keramahan ala Bangsa Asia.

Bukannya menjelekkan, namun apabila dikomparasikan dengan pelayanan rumah

sakit di Indonesia baik swasta maupun negeri, rata-rata rumah sakit di Singapura

mengutamakan hospitality, Nice and Friendly pada pasien. Keadaan tersebut sangat

berkebalikan dengan rumah sakit di Indonesia yang terkadang kurang memperhatikan

kenyamanan pasien. Para pasien yang menderita sakit, kemungkinan akan mendapatkan

beban tambahan berupa tekanan psikis akibat staf yang kurang ramah, dan lucunya itu

sudah menjadi kewajaran yang normal di Indonesia.

Penulis pernah mengantarkan seorang anggota keluarga yang berobat ke Rumah

Sakit Internasional Ramsay Health Care di daerah Nginden, Surabaya. Ternyata,

hanyalah labelnya saja bertuliskan Internasional, namun tidak ada keramahan yang

ditunjukkan oleh para staf perawatnya. Hal tersebut malah akan lebih banyak dijumpai di

Rumah Sakit Negeri dengan pasien dari berbagai kalangan. Berselisih paham dengan staf

rumah sakit di Indonesia adalah hal yang biasa terjadi. Yah apalagi yang bisa kita

bilang...Welcome to Indonesia.

Kembali pada pelayanan kesehatan Singapura, disana terdapat satu perusahaan

penyedia layanan kesehatan bernama Parkway Health yang merupakan anggota dari

Parkway Holdings Limited. Perusahaan ini mengelola 16 rumah sakit di seluruh Asia dan

memiliki 3.400 beds untuk pasien yang membutuhkan. Perusahaan tersebut berani

3
menawarkan perawatan kesehatan dengan standar tinggi seperti di bidang Neuroscience,

Women and Children, Oncology, Musculoskeletal, Surgery, Main Care & Chronical

Disease, Transplant & Cellular Teraphy. Pada Rabu (29/4/2009), Parkway Health

menawarkan Paket Hemat yang memberikan harga hemat hingga 20-30% dari biaya

normal, tanpa adanya pengurangan hak fasilitas pasien. Pemberian paket hemat ini adalah

imbas dari krisi global.

Berbagai macam pelayanan yang diberikan dalam bidang kesehatan di Singapura

Terhitung dari 2003-2008, jumlah yang yang tercatat akan banyaknya Rupiah

untuk perawatan kesehatan di Singapura adalah US$ 600.000.000 dari sejumlah 100.000

pasien Indonesia. Melihat data ini, Menteri Kesehatan terdahulu, Siti Fadillah Supari

menyatakan apabila suatu saat biaya perawatan di rumah sakit Singapura tak jauh

berbeda dengan Indonesia, namun dengan pelayanan yang lebih baik. Tentu akan lebih

banyak Rupiah yang mengalir ke Singapura. Pada faktanya, sampai sekarang biaya

perawatan rumah sakit di Singapura, sudah semakin murah dengan berbagai macam

program seperti paket hemat dari Parkway Health ataupun program yang lain. (Dio)

4
5