Anda di halaman 1dari 8

HIPOTEK

A.

Pengertian
Hipotek adalah suatu hak kebendaan
atas benda-benda tak bergerak untuk
mengambil penggantian daripadanya
bagi pelunasan suatu perikatan.
Lebih lanjut; pasal 1168, 1171, 1175,
1176 KUHPerdata

Atas dasar pasal-pasal tersebut diatas, unsurunsur hipotek:


1. Harus ada benda yang dijaminkan
2. Bendanya benda tak bergerak
3. Dilakukan oleh orang yang berhak
memindahtangankan benda jaminan
4. Ada sejumlah uang tertentu dalam perjanjian
pokok dan ditetapkan dalam suatu akta
akta autentik
5. Benda objek jaminan bukan untuk dimiliki,
hanya sebagai jaminan hutang saja.

B. Asas-asas Hipotek
1. Publisitas harus didaftarkan dalam register
umum agar masyarakat khususnya pihak ketiga
dapat mengetahui.
2. Asas spesialitas benda-benda yang
dijaminkan ditunjuk secara khusus
benda apa
letaknya dimana
luasnya berapa
berbatasan dengan apa saja

C. Objek Hipotek
Objek hipotek Ps. 1164 KUHPerdata
Sebelum berlaku UUHT
Tanah-tanah yang berstatus HM, HGB, HAU,
ps. 51 yunto ps. 57 UUPA
Setelah berlaku UUHT
Hipotek untuk kapal- kapal dalam bobot
mati
20m Ps. 314 (1) KUHD
Hipotek pesawat udara UU No.15 Thn
1992
tentang penerbangan
Kapal laut objek hipotek UU No.21 thn
1992 t entang pelayaran

Pasal 1 angka 2 Kapal adalah kendaraan air dengan bentuk dan jenis
apapun, yang digerakkan dengan tenaga mekanik, tenaga angin, atau
ditunda, termasuk kendaraan yang berdaya dukung dinamis,
kendaraan dibawah permukaan air, serta alat apung dan bangunan
terapung yang tidak berpindah-pindah.
Pasal 309 (1) KUHD kapal adalah semua peralatan dengan nama
apapun dan dari macam apapun juga
Pasal 510 KUHPerdata Kapal termasuk benda bergerak untuk
dijadikan objek hipotek harus terdaftar dalam daftar kapal indonesia
Pasal 314 (3) KUHD Atas kapal yang dibukukan dalam register kapal,
kapal-kapal dalam pembuatan seperti andil-andil dalam kapal dan
kapal dalam pembuatan itu dapat diletakkan hipotek
Pendaftaran kapal diatur dalam UU Pelayaran Bab II Bagian ketiga
tentang Pengukuran, Pendaftaran, dan Kebangsaan kapal
Ps. 45 s.d. 54

D.

Janji-janji Hipotek
Janji-janji (clausula) dalam perjanjian pembebanan
hipotek untuk melindungi kreditur (pemegang
hipotek) agar tidak dirugikan, harus secara tegas
dicantumkan dalam akta pembebanan hipotek
a.
Janji untuk menjual atas kekuasaan sendiri
Ps. 1178 KUHPerdata
b. Janji tentang hak (Ps. 1185 KUHPerdata)
mengacu pada ps. 1576 KUHPerdata
c. Janji tentang asuransi (Ps. 297 KUHD)
d. Janji untuk tidak dibersihkan Ps. 1210
KUHPerdata

E. Peralihan Hipotek
Pasal 1172 KUHPerdata peralihan hanya
dapat dilakukan dengan akta notaris
Peralihan piutang yang dijaminkan
dengan hipotek tersebut harus
diberitahukan pada pegawai pendaftaran
dan balik nama kapal untuk dilakukan
pencatatan

F. Hapusnya Hipotek
Pasal 1209 KUHPerdata
1. Hapusnya perikatan pokok
2. Pelepasan hipotek oleh kreditur
3. Penetapan tingkat oleh hakim
Jika hipotek telah hapus, harus ada
pemberitahuan pada pejabat
pendaftaran dan pencatatan balik nama
kapal di kantor Syahbandar untuk
diadakan Roya / pencoretan