Anda di halaman 1dari 6

http://hendra-dwi-purnama.blogspot.com/2014/04/pengaruh-pabrik-rokok-pt-gudanggaram.

html
PENGARUH PABRIK ROKOK PT. GUDANG GARAM TERHADAP PEREKONOMIAN
KOTA KEDIRI
Hendra Dwi Purnama
Universitas Negeri Malang
E-mail: hendra_dwipurnama@yahoo.com
ABSTRAK: Studi ini dilakukan karena Industri sangat berpengaruh terhadap perekonomian
suatu daerah. Dalam hal ini dikhususkan perusahaan rokok yang merupakan perusahaan
penyumbang perekonomian terbesar baik bagi Negara maupun daerah. Perusahaan rokok
Gudang Garam telah lama berdiri di Kota Kediri dan telah banyak berperan terhadap
perkembangan Kota Kediri terlebih dalam bidang perekonomian.
Kata kunci: PT. Gudang Garam, Ekonomi, Kota Kediri
Industri merupakan salah satu kegiatan ekonomi yang sangat penting. Dalam kegiatan
industri ini dilakukan pengolahan barang mentah menjadi barang setengah jadi ataupun jadi
maupun setengah jadi menjadi barang jadi. Industri dapat dibedakan berdasarkan tempat bahan
baku, besar kecil modal, jumlah tenaga kerja, produktifitas perorangan, dll. Pada umumnya
makin banyak jumlah dan macam industri maka makin maju tingkat perindustrian disuatu daerah
dan makin besar pendapatan serta tingkat ekonomi daerah tersebut. Sala satu perusahaan yang
memberikan kontribusi besar baik untuk Negara maupun untuk Daerah adalah perusahaan rokok.
Perusahaan rokok memberikan kontribusi yang besar terhadap perekonomian Indonesia
maupun daerah. Perusahaan rokok baik besar, sedang maupun kecil turut andil dalam
membangun perekonomian suatu daerah. Keberadaan perusahaan rokok, selain mampu
menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang sangat besar, juga memberikan kontribusi yang
signifikan tehadap pendapatan negara melalui pembayaran cukai dll.
Kediri merupakan salah satu Kota yang terdapat perusahaan rokok besar. PT. Gudang
Garam Tbk. Merupakan perusahaan rokok yang telah lama berdiri di Kota Kediri yang sangat
berperan terhadap kemajuan kota Kediri baik dari segi Ekonomi maupaun Pembangunan.
Kontribusi Perusahaan Rokok di Indonesia

Perusahaan Rokok mempunyai peranan yang sangat penting bagi perekonomian


Indonesia. Keberadaan industri rokok, selain mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang
sangat besar, juga memberikan kontribusi yang signifikan tehadap pendapatan negara. Melalui
pembayaran cukai hasil tembakau tahun 2012, industri rokok nasional menyumbang negara
sebesar Rp 84,4 triliun. Untuk tahun 2013, diperkirakan target penerimaan cukai dapat
menembus Rp 103,73 triliun, dengan besar pertumbuhan 22,90 persen. Jumlah tersebut belum
termasuk pajak lainnya yang dibayarkan oleh perusahaan tembakau dan tenaga kerja. Itu juga
belum termasuk sumbangsih industri rokok melalui dana sponsorship dan dana Corporate Social
Responsibility (CSR) terhadap pengembangan kebudayaan nasional, baik itu untuk memajukan
sektor olahraga, pendidikan, dan seni Kompasiana (2013)
Bila dibandingkan dengan pendapatan APBN dari eksploitasi tambang, kontribusi
industri rokok mencapai separuh bahkan lebih dari keseluruhan penerimaan negara dari sektor
yang selalu menjadi andalan investasi di Indonesia itu. Penerimaan dari sektor pertambangan
tahun 2012 hanya sebesar Rp 123, 59 triliun Kompasiana (2013)
Beberapa daerah di Indonesia sangat menggantungkan hidup masyarakatnya pada
industri rokok. Kediri, Malang, Kudus dan berbagai kota lainnya, ekonominya sangat ditentukan
oleh rokok. Kudus, misalnya, menyumbang Rp15,1 triliun dari total pendapatan cukai Rp60
triliun. JaringanNews (2012)

PT. Gudang Garam Tbk.


Pabrik Gudang Garam adalah salah satu pabrik penghasil rokok terbesar di Indonesia
yang berdiri sejak tahun 1958. Pabrik ini didirikan oleh Tjoa Ing Hwie. Pabrik Gudang Garam
berdiri diatas tanah seluas 2500 ha dan merupakan pabrik penghasil beberapa merk rokok
terkenal seperti, Surya, Mild, dll. Wikipedia (2013).
Menurut klasifikasinya, PT Gudang Garam merupakan industri padat modal, dan industri
besar. Sedangkan berdasarkan produktifitas perorangan, PT Gudang Garam merupakan Industri
sekunder karena Gudang Garam adalah industri yang mengolah bahan mentah sehingga
menghasilkan barang-barang untuk diolah kembali dan barang-barang jadi.

Perusahaan rokok Gudang Garam yang berada di Kota Kediri mempunyai peranan yang
sangat penting. Gudang Garam mempunyai kontribusi besar terhadap majunya dan
berkembanganya kota Kediri baik dalam segi ekonomi maupun pembangunannya. Selain itu
perusaaan besar ini banyak menyerap tenaga kerja.
Pengaruh PT. Gudang Garam Terhadap Perekonomian di Kota Kediri
Kota Kediri merupakan Kota yang berada pada jalur transportasi regional yang
menghubungkan Kota Surabaya dengan Tulungagung, Nganjuk dan Malang Dalam konteks
pengembangan wilayah Provinsi Jawa Timur, Kota Kediri merupakan pusat pengembangan SWP
Kediri dan sekitarnya yang meliputi : Kabupaten Kediri, Nganjuk, Trenggalek dan Tulungagung.
Kota Kediri merupakan kota Orde IIB, termasuk dalam klasifikasi Kota Menengah. Sebagai
pusat SWP, Kota Kediri KediriKota (Tanpa Tahun)
Kota Kediri memiliki fungsi sebagai pusat pelayanan tersier yakni industri, perdagangan,
pemerintahan dan pendidikan tinggi. Keberadaan industri pengolahan tembakau PT. Gudang
Garam, memberikan andil yang cukup besar sebagai pendorong utama aktivitas perekonomian
masyarakat Kota Kediri dan sekitarnya.
Berdirinya pabrik rokok Gudang Garam di Kota Kediri ini berdampak langsung kepada
perekonomian masyarakat di Kota Kediri. Banyak masyarakat yang terserap tenaga kerjanya
dengan adanya pabrik rokok Gudang Garam tersebut. Tidak hanya tenaga kerja yang bekerja di
dalam pabrik, namun juga terbukanya berbagai usaha lainnya seperti toko dan warung yang
berdiri di sekitar wilayah pabrik.
Selain itu Tempo (2010) menyatakan, Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2006,
PDRB Kota Kediri mencapai Rp 37 triliun. Dari jumlah tersebut 75 persen atau sekitar Rp 27
triliun disumbang Gudang Garam. Samsul dalam Tempo menyatakan tingkat ketergantungan
Kediri terhadap PT. Gudang Garam Tbk. Kini mencapai 73 persen, hal ini masih relative sedikit
dibandingan dulu hingga 90 persen.
Selama periode tahun 2003-2008 nilai PDRB Kota Kediri atas dasar harga berlaku
dengan PT. Gudang Garam terus mengalami peningkatan, yakni

Rp. 23,742 triliun pada

tahun 2003 menjadi Rp 27,420 triliun pada tahun 2004 atau meningkat 15,49% dan pada
tahun 2005 sebesar Rp 31,680 triliyun atau meningkat 15,53% dari tahun sebelumnya. Pada
tahun 2006 meningkat sebesar 19,14% menjadi Rp 37,743 triliun, tahun 2007 meningkat 10,70%

menjadi Rp 41,784 triliun dan tahun 2008 meningkat 15,99% menjadi Rp 48,461 triliun.
KediriKota (Tanpa tahun).
Besarnya nilai PDRB Kota Kediri tanpa PT Gudang Garam pada tahun 2003 mencapai
Rp 6,392 triliun, tahun 2004 bertambah Rp 7,111 triliun, pada tahun 2005 mencapai Rp 8,188
triliun, selanjutnya tahun 2006 sebesar Rp 9,659 triliun, tahun 2007 sebesar Rp 11,545 triliun dan
tahun 2008 sebesar Rp 13,525 triliun. KediriKota (Tanpa tahun)

Produk Domestik Regional Bruto Kota Kediri Atas Dasar


Harga Berlaku, Tahun 2003 - 2008 (Triliun rupiah)
Uraian
PDRB dengan PT Gudang
Garam
PDRB tanpa PT Gudang
Garam

2003

2004

2005

2006

2007*

2008**

23,742

27,420

31,680

37,743

41,784

48,461

6,392

7,112

8,188

9,659

11,545

13,525

Tabel 1. PDRB Kota Kediri atas dasar harga berlaku 2003 2008
Sumber: http://www.kedirikota.go.id
*) Angka diperbaiki
**) Angka Sementara
Dari angka-angka PDRB tersebut, nampak bahwa PDRB Kota Kediri tiap tahun terus
mengalami peningkatan, sejalan dengan proses membaiknya kondisi ekonomi. Tentunya nilai
PDRB yang dihasilkan masih mengandung pengaruh perubahan harga, sehingga masih belum
bisa digunakan untuk menghitung pertumbuhan ekonomi Kota Kediri.
Nilai PDRB Kota Kediri atas dasar harga konstan dengan PT Gudang Garam berturutturut pada periode 2003-2008 yaitu sebesar Rp 17,726 triliun; Rp 18,745 triliun; Rp 18,792
triliun;Rp 19,768 triliun; Rp 20,660 triliun; dan Rp 21,622 triliun. Sedangkan nilai PDRB
tanpa PT. Gudang Garam pada tahun 2003 sebesar Rp 5,084 tahun 2004 sebesar Rp 5,449
triliun, tahun 2005 sebesar Rp 5,684 triliun, tahun 2006 sebesar Rp 5,924 triliun, tahun 2007
sebesar Rp 6,201 triliun dan pada tahun 2008 sebesar Rp 6,514 triliun, sebagaimana terlihat pada
tabel 2.2 berikut ini. . KediriKota (Tanpa tahun).

Produk Domestik Regional Bruto Kota Kediri Atas Dasar


Harga Konstan Tahun 2000, Tahun 2003 2008 (Triliun rupiah)
Uraian

2003

2007*

2008**

PDRB dengan PT Gudang Garam 17,726 18,745 18,792 19,768 20,660

21,622

PDRB tanpa PT Gudang Garam

6,514

5,084

2004

5,449

2005

5,684

2006

5,924

6,201

Tabel 2. PDRB Kota Kediri atas dasar harga konstan 2003 2008
Sumber: http://www.kedirikota.go.id
*) Angka diperbaiki
**) Angka Sementara
Dengan perbandingan angka-angka tersebut, maka dapat dikatakan bahwa perekonomian
Kota Kediri, dengan PT. Gudang Garam secara riil dari tahun ke tahun selalu mengalami
peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, begitu juga dengan PDRB tanpa PT.
Gudang Garam.
Disini terlihat bahwasanya peran Perusahaan rokok PT. Gudang Garam Tbk. Terhadap
Kota Kediri sangat besar. Dari segi pendapatan daerah, penyerapan tenaga kerja maupun
pembangunan Kota Kediri
Simpulan
Perusahaan Rokok mempunyai peranan yang sangat penting bagi perekonomian
Indonesia. Keberadaan industri rokok, selain mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang
sangat besar, juga memberikan kontribusi yang signifikan tehadap pendapatan negara.
Kota Kediri adalah kota yang terdapat salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia
yakni PT. Gudang Garam Tbk. PDRB Kota Kediri mencapai Rp 37 triliun. Dari jumlah tersebut
75 persen atau sekitar Rp 27 triliun disumbang Gudang Garam. Tingkat ketergantungan Kediri
terhadap PT. Gudang Garam Tbk. Kini mencapai 73 persen,
Daftar Rujukan

JaringanNews.

2012.

Fakta

Seputar

Kontribusi

Rokok

dalam

Perekonomian

RI.

(Online),

(http://jaringnews.com/ekonomi/umum/18313/fakta-seputar-kontribusi-rokok-dalamperekonomian-ri, diakses tanggal 4 April 2014).


KediriKota.

Tanpa

Tahun.

Profil

Potensi

Kota

Kediri.

(Online),

(http://www.kedirikota.go.id/read/Investasi/108/1/25/Potensi%20Kota.html, diakses tanggal 5


April 2014).
Kompasiana.

2013.

iana.2

013.Cukai

Tembakau

Pada

APBN.

(Online),

(http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2013/05/21/kontribusi-cukai-tembakau-pada-apbn562106.html, diakses tanggal 4 April 2014).


Tempo. 2010. Ketergantungan Ekonomi Kota Kediri dari PT Gudang Garam Harus Mulai Dikurangi.
(Online), (http://www.tempo.co/read/news/2010/05/20/090249080/Ketergantungan-EkonomiKota-Kediri-dari-PT-Gudang-Garam-Harus-Mulai-Dikurangi, diakses tanggal 5 April 2014).
Wikipedia. 2013. Gudang Garam. (Online), http://id.wikipedia.org/wiki/Gudang_Garam, diakses tanggal 5
April 2014).