Anda di halaman 1dari 4

SKILLSTATION

D ProsedurSkill Interaktif
Gatatan: Proteksidiri harusdilakukan
jarum
Torakosentesis
Pemasangan
chest
tube
D SkillVll-A l Perikardiosentesis
D skiil vil-A
D skiil vil-A

Padaskill stationini pesertaakan praktekdan


padahewanhidupyangdibius,
mendemonstrasikan
caddver
ataumanequintehnikinsersichestneedle
( j a r u mt o r a k s )d a n c h e s tt u b e u n t u kt i n d a k a n
k e d a r u r a t a np a d a h e m o p n e u m o t o r a kdsa n
p e r i k a r d i o s i n t e s si se,r t a p e r e i k a r d i o s e n t e s i s .
jugaakanmampuuntuk:
Peserta
O

permukaan
Dapatmenjelaskan
tanda-tanda
(surfacemarkings)
tehnik
dan
dekompresi
jarum,insersi
pleuradengantoraksosentesis
chesttubedanperikardiosintesis.
patofisiologi
Dapatmendiskusikan
tension
jantungsebagai
pneumothorax
dantamponade
akibattrauma.
jarum,
komplikasi
Menguraikan
torakosintesis
insersichesttube dan perikardiosintesis.

AdaancedTraumaLifeSupport

1_25

SKIL STATION VII


PenangananCederaToraks

JARUM
D SKILLVll-A:TORAKSOSENTESIS
Catatan : Prosedur ini untuk tindakan penyelamatan
pada tension pneumotoraks. ]ika tindakan ini
dildkukan pada pasienbukan tension pneu-motoraks,
dapat terjadi pneumotoraksdan/atau kerusakanpada
parenkim paru.
Step 1. Identifikasi torakspasiendan statusrespirasi.
Sterp2. Berikan oksigen dengan aliran tinggi dan
ventilasisesuaikebutuhan.
Step 3.

Identifikasi selaiga II, di linea midklavikula


di sisi tensionpneumotoraks.

$tep 4. Asepsisdan antisepsisdada.


Step 5. Anestesilokal jika pasiensadaratau keadaan
mengijinkan.
Stcpr6. pasiendalam keadaanposisitegakjika fraktur
servikal sudah disingkirkan.
Stcl'r/.

PertahankanLuer-Lok di ujung distal kateter,


insersijarum kateter (panjang3-6cm) ke kulit
secaralangsungtepat di atasiga kedalamsela
igu.

Step 9. PindahkanLuer-Lok darikateter dandengar


keluarnya udara ketika jarum memasuki
pleura parietal, menandakan tension
pneumotorakstelah diatasi.
Step 10. Pindahkanjarum dan ganti Luer-Lok di ujung
distal kateter.Tinggalkankateter plastik di
tempatnya dan ditutup dengan plaster atau
kain kecil.
Step 11. Siapkanchesttube, jika perlu. Chesttube
harus dipasangsetinggiputing susu anterior
linea midaksilaris pada hemitoraks yang
terkena.
Step 12. Hubungkan chesttube ke WSD atau katup
- tipe flutter dan cabutkateteryang digunakan
untuk dekompresi tension pneumotoraks.
Step13.Lakukan ronsentoraks

TORAKSOSENTESIS
KOMPLIKASI
o Hematom lokal
o Infeksi pleura, empiema
o Pneumotoraks

!ott'pfi. Tusuk pleura parietal.

CHESTTUBE
D SKILLVll-B: INSERSI
Stt'grl.

Tentukantempat insersi,biasanyasetinggi
puting (selaiga V) anterior linea midaksilaris
pada areayang terkena.Chesttube kedua
mungkin dipakai pada hemotoraks.

Sterp2.

Siapkan pembedahandan tempat insersi


ditutup dengan kain.

Step3.

Anestesi lokal kulit dan periosteum iga.

Step4.

Insisi transversal(horisontal)2-3 cm pada


tempat yang telah ditentukan dan diseksi
tumpul melalui jaringan subkutan, tepat
di atasiga.

Step5.

1.26

Tusuk pleura parietal denganujung klem


dan masukkanjari ke dalam tempat insisi
untuk men0egahmelukai organ yang lain
dan melepaskan perlekatan, bekuan
darah dll.

Step 6.

Klem ujung proksimal tube toraksostomi


dan dorong tube ke dalam rongga pleura
sesuai panjang yang diinginkan.

Step7.

Cari adanya "fogging" pada chest tube pada


saat ekspirasi atau dengar aliran udara.

Step 8.

Sambung ujung tube toraksostomi ke WSD.

Step 9.

jahit tube di tempatnya.

Step 1,0. Tutup dengan kain/kasa dan plester.


Step 11. Buat Foto ronsen toraks.
Step 12. Mintakan analisis gas darah danf atau
pasang pulse oxymeter.
Step 13. Pemeriksaan analisa gas darah sesuai
kebutuhan.

A tlu tt rt t-ctl'f rtt t t tt ta Li ft' 5 trp po r t

SKIL STATION VII


PenangananCederaToraks

D KOMPLIKASI
o Laserasi atau menusuk intratoraks/atau
organ abdomen, yang seharusnya tidak
terjadi dengan teknik memasukkan jari
sebelum dilakukan insersi

o Pneumotorakspersisten
o Kebocoranprimer yang besar
o Kebocorandi kulit sekitar chesttube;
pengisapan pada tube terlalu kuat

r Infeksi pleura (empiema )

o WSD yang bocor

o Kerusakan saraf interkostal, arteri, vena

o Emfisemasubkutis

r Pneumotoraks menjadi hemotoraks

o Pneumotoraks rekuren sesudah


pencabutan tube; penutupan luka
toraksostomi tidak segera dilakukan

o Neuritis interkostal/neuralgia
. Posisi tube yang keliru, ekstratoraks/
intratoraks

o Gagah-ryaparu untuk mengembangakibat


adanya plak bronkus; perlu bronkoskopi

o Tepasnya chest tube dari dinding dada atau


lepasnya sambungan dengan WSD

o Reaksianafilaktik atau alergi obat anestesi


atau persiapanbedah

D SKILLVll-C: PERIKARDIOSENTESIS
Step 1. Monitor tanda vital pasien, CVP, dan EKG
sebelum, selama,dan sesudah prosedur.
Step2. Pesiapanbedah pada area xiphoid dan
subxiphoid, jika waktu mengijinkan.

sampai pola EKG sebelumnyamuncul kembali.


Kontraksi ventrikular prematur dapt terjadi
juga, sekunder terhadap iritasi pada miokard
ventrikel.

Step3. Anestesilokal di tempat pungsi,jika perlu.

Step9.

Step 4. Gunakan#1.6-#18gaugo 6 inchi (15cm) atau


kateter jarum yang lebih p anjang, terpasang
pada tabung jarum yang kosong 35 ml
dengan 3 way stopcock.
Step 5. Identifikasi adanyapergeseranmedias-tinum
yang menggeserjantung secara bermakna.
Step6. Tusuk kulit L-2 cm inferior xiphokondrial
junction kiri, dengan sudut 45 derajat.
Step7. Dorong jarum dengan hati-hati ke arah
sefaladdan ditujukan ke ujung skapulakiri.
Step8. Jika jarum didorong terlalu jauh (ke otot
ventrikular) pola cedera (mis, perubahan
ekstrim gelombang ST-T atau melebar dan
membesamyakompleks QRS)muncul pada
monitor EKG. Pola ini meng-indikasikan
jarum perikardiosentesisharus ditarik

AdaancedTraumaLifeSupport

Ketika ujung jarum memasuki perikard


yang terisi daraluhisap sebanyakmungkin.

Step 10. Selama aspirasi, epikardium kembali


mendekat dengan permukaan dalam
perikard, juga mendekati ujung jarum.
Akibatnya pola cederapada EKG muncul
kembali. Hal ini menandakan jarum
perikardiosentesisharus ditarik sedikit.
Jika pola cederaini persisterytarik seluruh
jarum keluar.
Step L1. Sesudahaspirasiselesai,cabuttabungjarum,
dan sambungkan ke 3 way stopcock,
tinggalkan stopcocktertutup. Pertahankan
posisi kateter di tempatnya.
Step 12. Alternatif : pakai caraSeldinger: masukkan
guidewire ke kantung perikardium, tarik
jarum, dan masukkancateter.

127

SKIL STATION VII


PenangananCederaToraks
Step 13 Jikagejalatamponadejantung persisten,buka
stopcock dan perikard diaspirasi ulang.
Jarum plastik perikardiosentesisdapat dijahit
atau diplesterdan ditutup dengankain/kasa
kecil untuk memungkinkan dilakukan
dekompresi berulang atau pada saat
pemindahan pasien ke fasilitas medis yang
lain.

128

)) Komplikasi
o Aspirasi darah ventrikel dan bukan darah
perikardium
O Laserasiventrikel epikard/ miokard
o Laserasiarteri/ vena koroner
a Hemoperikardium baru, sekunderterhadap
laserasi arteri/vena koroner, dan atau
ventrikel epikard/ miokard
a Fibrilasi ventrikel
o Pneumotoraks,sekunder terhadap pungsi
paru
Penusukanpembuluh darah besardengan
akibat memburuknya tamponadejantung
Penusukan esofagus dengan akibat
mediastinitis
Penusukan peritoneum dengan akibat
peritonitis, atau aspirasi cairan yang false
positive.

TraumaLifeSupport
Adaanced