Anda di halaman 1dari 10

METODE PEMBELAJARAN

Metode merupakan upaya untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam
kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Metode dapat pula
diartikan sebagai cara yang digunakan untuk menyampaikan pelajaran.metode ini digunakan
untuk merealisasikan strategi yang telah ditetapkan. Strategi menunjuk pada sebuah perencanaan
untuk mencapai sesuatu, sedangkan metode adalah cara yang dapat digunakan untuk
melaksanakan strategi. Dengan demikian suatu strategi dapat dilaksanakan dengan berbagai
metode.
Berikut ini disajikan beberapa metode pembelajaran yang bisa digunakan untuk
mengimpelementasikan strategi pembelajaran berikut kelebihan dan kekurangannya.
A. Metode Ceramah
Metode ceramah adalah penuturan bahan pelajaran secara lisan. Metode ini senantiasa
bagus bila pengunaannya betul-betul disiapkan dengan baik, didukung alat dan media serta
memperhatikan batas-batas kemungkinan penggunannya. Metode ceramah merupakan metode
yang sampai saat ini sering digunakan oleh setiap guru atau instruktur. Hal ini selain disebabkan
oleh beberapa pertimbangan tertentu, juga adanya faktor kebiasaan baik dari guru atau pun
siswa. Guru biasanya belum merasa puas manakala dalam proses pengelolaan pembelajaran tidak
melakukan ceramah. Demikian juga dengan siswa, mereka akan belajar manakala ada guru yang
memberikan materi pelajaran melalui ceramah, sehingga ada guru yang berceramah berarti ada
proses belajar dan tidak ada guru berarti tidak ada belajar.
Metode pembelajaran Ceramah yang baik adalah metode pengajaran yang menggunakan
lebih dari satu metode, yakni metode ceramah yang dikombinasikan dengan metode lainnya.
Misalnya dengan tanya jawab , diskusi, ataupun latihan. Hal ini bertujuan agar tidak hanya guru
yang aktif mengajar, melainkan juga siswa dapat aktif dalam pembelajaran. Ceramah model ini
biasa disebut dengan ceramah bervariatif.
Kelebihan Metode Ceramah
Ceramah merupakan metode yang murah dan mudah untuk dilakukan.Murah dalam arti
proses ceramah tidak memerlukan peralatan-peralatanyang lengkap, berbeda dengan metode
yang lain seperti demonstrasi atauperagaan. Sedangkan mudah, memang ceramah hanya
mengandalkan suaraguru, dengan demikian tidak terlalu memerlukan persiapan yang rumit.
Ceramah dapat menyajikan materi pelajaran yang luas. Artinya, materipelajaran yang banyak
dapat dirangkum atau dijelaskan pokok-pokoknyaoleh guru dalam waktu yang singkat.
Ceramah dapat memberikan pokok-pokok materi yang perlu ditonjolkan.Artinya, guru dapat
mengatur pokok-pokok materi yang mana yang perluditekankan sesuai dengan kebutuhan dan
tujuan yang ingin dicapai.
Melalui ceramah, guru dapat mengontrol keadaan kelas, oleh karena sepenuhnya kelas
merupakan tanggung jawab guru yang memberikan ceramah.
Organisasi kelas dengan menggunakan ceramah dapat diatur menjadi lebihsederhana. Ceramah
tidak memerlukan setting kelas yang beragam, atau tidak memerlukan persiapan-persiapan yang
rumit. Asal siswa dapatmenempati tempat duduk untuk mendengarkan guru, maka ceramah
sudahdapat dilakukan.
Kelemahan Metode Ceramah
Materi yang dapat dikuasai siswa sebagai hasil dari ceramah akan terbataspada apa yang
dikuasai guru. Kelemahan ini memang kelemahan yang paling dominan, sebab apa yang

diberikan guru adalah apa yang dikuasainya, sehingga apa yang dikuasai siswa pun akan
tergantung pada apa yang dikuasai guru.
Ceramah yang tidak disertai dengan peragaan dapat mengakibatkan terjadinya verbalisme.
Guru yang kurang memiliki kemampuan bertutur yang baik, ceramah sering dianggap sebagai
metode yang membosankan. Sering terjadi, walaupun secara fisik siswa ada di dalam kelas,
namun secara mental siswa samasekali tidak mengikuti jalannya proses pembelajaran; pikirannya
melayangke mana-mana, atau siswa mengantuk, oleh karena gaya bertutur guru tidak menarik.
Melalui ceramah, sangat sulit untuk mengetahui apakah seluruh siswa sudah mengerti apa yang
dijelaskan atau belum. Walaupun ketika siswa diberi kesempatan untuk bertanya, dan tidak ada
seorang pun yang bertanya, semua itu tidak menjamin siswa seluruhnya sudah paham.
Metode ceramah itu wajar dilakukan bila: (a) ingin mengajarkan topic baru, (b) tidak ada sumber
bahan pelajaran pada siswa, (c) menghadapi sejumlah siswa yang cukup banyak.
B.

Metode Demonstrasi
Demonstrasi merupakan metode yang sangat efektif, sebab membantu siswa untuk mencari
jawaban dengan usaha sendiri berdasarkan fakta atau data yang benar. Metode demonstrasi
merupakan metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada
siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu, baik sebenarnya atau hanya sekadar
tiruan. Sebagai metode penyajian, demonstrasi tidak terlepas dari penjelasan secara lisan oleh
guru. Walaupun dalam proses demonstrasi peran siswa hanya sekadar memerhatikan, akan tetapi
demonstrasi dapat menyajikan bahan pelajaran lebih konkret. Dalam strategi pembelajaran,
demonstrasi dapat digunakan untuk mendukung keberhasilan strategi pembelajaran ekspositori
dan inkuiri.
Kelebihan Metode Demonstrasi
Melalui metode demonstrasi terjadinya verbalisme akan dapat dihindari,sebab siswa disuruh
langsung memperhatikan bahan pelajaran yang dijelaskan.
Proses pembelajaran akan lebih menarik, sebab siswa tak hanya mendengar, tetapi juga
melihat bahkan mengalami peristiwa yang terjadi.
Dengan cara mengamati secara langsung siswa akan memiliki kesempatanuntuk
membandingkan antara teori dan kenyataan. Dengan demikian siswa akan lebih meyakini
kebenaran materi pembelajaran.
Kekurangan Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi memerlukan persiapan yang lebih matang, sebab tanpa persiapan yang
memadai demonstrasi bisa gagal sehingga dapat menyebabkan metode ini tidak efektif lagi.
Bahkan sering terjadi untuk menghasilkan pertunjukan suatu proses tertentu, guru harus beberapa
kali mencobanya terlebih dahulu, sehingga dapat memakan waktu yang banyak.
Demonstrasi memerlukan peralatan, bahan-bahan, dan tempat yang memadai yang berarti
penggunaan metode ini memerlukan pembiayaan yang lebih mahal dibandingkan dengan
ceramah.
Demonstrasi memerlukan kemampuan dan keterampilan guru yang khusus, sehingga guru
dituntut untuk bekerja lebih profesional. Di sampingitu demonstrasi juga memerlukan kemauan
dan motivasi guru yang bagusuntuk keberhasilan proses pembelajaran siswa.
C. Metode Diskusi
Metode diskusi adalah metode pembelajaran yang menghadapkan siswa pada suatu
permasalahan. Tujuan utama metode ini adalah untuk memecahkan suatu permasalahan,

1.

2.

3.

4.

5.

menjawab pertanyaan, menambah dan memahami pengetahuan siswa, serta untuk membuat
suatu keputusan (Killen, 1998). Karena itu, diskusi bukanlah debat yang bersifat mengadu
argumentasi. Diskusi lebih bersifat bertukar pengalaman untuk menentukan keputusan tertentu
secara bersama-sama. Selama ini banyak guru yang merasa keberatan untuk menggunakan
metode diskusi dalam proses pembelajaran. Keberatan itu biasanya timbul dari asumsi: (1)
diskusi merupakan metode yang sulit diprediksi hasilnya oleh karena interaksi antar siswa
muncul secara spontan, sehingga hasil dan arah diskusi sulit ditentukan; (2) diskusi biasanya
memerlukan waktu yang cukup panjang, padahal waktu pembelajaran di dalam kelas sangat
terbatas, sehingga keterbatasan itu tidak mungkin dapat menghasilkan sesuatu secara tuntas.
Sebenarnya hal ini tidak perlu dirisaukan oleh guru. Sebab, dengan perencanaan dan persiapan
yang matang kejadian semacam itu bisa dihindari.
Terdapat bemacam-macam jenis diskusi yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran,
antara lain :
Diskusi Kelas
Diskusi kelas atau disebut juga diskusi kelompok adalah proses pemecahanmasalah yang
dilakukan oleh seluruh anggota kelas sebagai peserta diskusi.Prosedur yang digunakan dalam
jenis diskusi ini adalah: (1) guru membagitugas sebagai pelaksanaan diskusi, misalnya siapa
yang akan menjadimoderator, siapa yang menjadi penulis; (2) sumber masalah (guru, siswa,
atauahli tertentu dari luar) memaparkan masalah yang harus dipecahkan selama10-15 menit; (3)
siswa diberi kesempatan untuk menanggapi permasalahansetelah mendaftar pada moderator; (4)
sumber masalah memberi tanggapan;dan (5) moderator menyimpulkan hasil diskusi.
Diskusi Kelompok Kecil
Diskusi kelompok kecil dilakukan dengan membagi siswa dalam kelompok-kelompok. Jumlah
anggota kelompok antara 3-5 orang. Pelaksanaannyadimulai dengan guru menyajikan
permasalahan secara umum, kemudian masalah tersebut dibagi-bagi ke dalam submasalah yang
harus dipecahkan oleh setiap kelompok kecil. Selesai diskusi dalam kelompok kecil, ketua
kelompok menyajikan hasil diskusinya.
Simposium
Simposium adalah metode mengajar dengan membahas suatu persoalandipandang dari berbagai
sudut pandang berdasarkan keahlian. Simposiumdilakukan untuk memberikan wawasan yang
luas kepada siswa. Setelah parapenyaji memberikan pandangannya tentang masalah yang
dibahas, makasymposium diakhiri dengan pembacaan kesimpulan hasil kerja tim perumus yang
telah ditentukan sebelumnya.
Diskusi Panel
Diskusi panel adalah pembahasan suatu masalah yang dilakukan olehbeberapa orang panelis
yang biasanya terdiri dari 4-5 orang di hadapan audiens. Diskusi panel berbeda dengan jenis
diskusi lainnya. Dalam diskusi panel audiens tidak terlibat secara langsung, tetapi berperan
hanya sekadar peninjau para panelis yang sedang melaksanakan diskusi. Oleh sebab itu, agar
diskusi panel efektif perlu digabungkan dengan metode lain, misalnya dengan metode
penugasan. Siswa disuruh untuk merumuskan hasil pembahasan dalam diskusi.
Curah Pendapat (Brainstorming)
Metode curah pendapat adalah suatu bentuk diskusi dalam rangka menghimpun gagasan,
pendapat, informasi, pengetahuan, pengalaman, dari semua peserta. Berbeda dengan diskusi,
dimana gagasan dari seseorang dapat ditanggapi (didukung, dilengkapi, dikurangi, atau tidak
disepakati) oleh peserta lain, pada penggunaan metode curah pendapat pendapat orang lain tidak
untuk ditanggapi. Tujuan curah pendapat adalah untuk membuat kompilasi (kumpulan)

pendapat, informasi, pengalaman semua peserta yang sama atau berbeda. Hasilnya kemudian
dijadikan peta informasi, peta pengalaman, atau peta gagasan (mindmap) untuk menjadi
pembelajaran bersama.
Kelebihan Metode Diskusi
Metode diskusi dapat merangsang siswa untuk lebih kreatif, khususnyadalam memberikan
gagasan dan ide-ide.
Dapat melatih untuk membiasakan diri bertukar pikiran dalam mengatasisetiap permasalahan.
Dapat melatih siswa untuk dapat mengemukakan pendapat atau gagasansecara verbal. Di
samping itu, diskusi juga bisa melatih siswa untuk menghargai pendapat orang lain.
Kekurangan Metode Diskusi
Sering terjadi pembicaraan dalam diskusi dikuasai oleh 2 atau 3 orang siswa yang memiliki
keterampilan berbicara.
Kadang-kadang pembahasan dalam diskusi meluas, sehingga kesimpulanmenjadi kabur.
Memerlukan waktu yang cukup panjang, yang kadang-kadang tidak sesuaidengan yang
direncanakan.
Dalam diskusi sering terjadi perbedaan pendapat yang bersifat emosionalyang tidak terkontrol.
Akibatnya, kadang-kadang ada pihak yang merasatersinggung, sehingga dapat mengganggu
iklim pembelajaran
D. Metode Simulasi
Simulasi berasal dari kata simulate yang artinya berpura-pura atau berbuat seakan-akan.
Sebagai metode mengajar, simulasi dapat diartikan cara penyajian pengalaman belajar dengan
menggunakan situasi tiruan untuk memahami tentang konsep, prinsip, atau keterampilan tertentu.
Simulasi dapat digunakan sebagai metode mengajar dengan asumsi tidak semua proses
pembelajaran dapat dilakukan secara langsung pada objek yang sebenarnya. Gladiresik
merupakan salah satu contoh simulasi, yakni memperagakan proses terjadinya suatu upacara
tertentu sebagai latihan untuk upacara sebenarnya supaya tidak gagal dalam waktunya nanti.
Demikian juga untuk mengembangkan pemahaman dan penghayatan terhadap suatu peristiwa,
penggunaan simulasi akan sangat bermanfaat.
Simulasi terdiri dari beberapa jenis, di antaranya:
1. Sosiodrama
Sosiodrama adalah metode pembelajaran bermain peran untuk memecahkanmasalah-masalah
yang berkaitan dengan fenomena sosial, permasalahan yang menyangkut hubungan antara
manusia seperti masalah kenakalan remaja, narkoba, gambaran keluarga yang otoriter, dan lain
sebagainya. Sosiodramadigunakan untuk memberikan pemahaman dan penghayatan
akan masalah-masalah sosial serta mengembangkan kemampuan siswa untuk memecahkannya.
2. Psikodrama
Psikodrama adalah metode pembelajaran dengan bermain peran yang bertitik tolak dari
permasalahan-permasalahan psikologis. Psikodrama biasanyadigunakan untuk terapi, yaitu agar
siswa memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang dirinya, menemukan konsep diri,
menyatakan reaksi terhadaptekanan-tekanan yang dialaminya.
3. Role Playing
Role playing atau bermain peran adalah metode pembelajaran sebagai bagian dari simulasi yang
diarahkan untuk mengkreasi peristiwa sejarah, mengkreasi peristiwa-peristiwa aktual, atau
kejadian-kejadian yang mungkin muncul padamasa mendatang. Topik yang dapat diangkat untuk

role playing misalnya memainkan peran sebagai juru kampanye suatu partai atau
gambaran keadaan yang mungkin muncul pada abad teknologi informasi.
4. Peer Teaching
Peer teaching merupakan latihan mengajar yang dilakukan oleh siswa kepadateman-teman calon
guru. Selain itu peer teaching merupakan kegiatanpembelajaran yang dilakukan seorang siswa
kepada siswa lainnya dan salahsatu siswa itu lebih memahami materi pembelajaran.
5. Simulasi Game
Simulasi game merupakan bermain peranan, para siswa berkompetisi untuk mencapai tujuan
tertentu melalui permainan dengan mematuhi peraturan yang ditentukan.
Kelebihan Metode Simulasi
Simulasi dapat dijadikan sebagai bekal bagi siswa dalam menghadapi situasi yang sebenarnya
kelak, baik dalam kehidupan keluarga, masyarakat, maupun menghadapi dunia kerja.
Simulasi dapat mengembangkan kreativitas siswa, karena melalui simulasisiswa diberi
kesempatan untuk memainkan peranan sesuai dengan topicyang disimulasikan.
Simulasi dapat memupuk keberanian dan percaya diri siswa.
Memperkaya pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diperlukan dalammenghadapi berbagai
situasi sosial yang problematis.
Simulasi dapat meningkatkan gairah siswa dalam proses permbelajaran.
Kekurangan Metode Simulasi
Pengalaman yang diperoleh melalui simulasi tidak selalu tepat dan sesuaidengan kenyataan di
lapangan.
Pengelolaan yang kurang baik, sering simulasi dijadikan sebagai alat hiburan, sehingga tujuan
pembelajaran menjadi terabaikan.
Faktor psikologis seperti rasa malu dan takut sering memengaruhi siswadalam melakukan
simulasi.
E.

Metode Pemberian Tugas atau Resitasi


Metode tugas dan resitasi tidak sama dengan pekerjaan rumah, tetapi lebih luas dari itu.
Tugas dan resitasi merangsang anak untuk aktif belajar baik secara individu atau kelompok.
Tugas dan resitasi bisa dilaksanakan di rumah, di sekolah, di perpustakaan dan tempat lainnya.
Jenis-jenis tugas sangat banyak tergantung pada tujuan yang akan dicapai, seperti tugas meneliti,
menyusun laporan, dan tugas di laboratorium
Kelebihan Metode Pemberian Tugas atau Resitasi
Pengetahuan yang diperoleh peserta didik dari hasil belajar sendiri akan dapat diingat lebih lama
Peserta didik memiliki peluang untuk meningkatkan keberanian, inisiatif, bertanggung jawab
dan mandiri.
Kekurangan Metode Pemberian Tugas atau Resitasi
Kadang kala peserta didik melakukan penipuan yakni peserta didik hanya meniru hasil pekerjaan
orang lain tanpa mau bersusah payah mengerjakan sendiri
Kadang kala tugas dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan.
Sukar memberikan tugas yang memenuhi perbedaan individual.
Kadang siswa kurang memahami tugas yang diberikan guru
Membutuhkan waktu relative lama
F. Metode Tanya Jawab

Metode tanya jawab adalah metode mengajar yang memungkinkan terjadinya komunikasi
langsung yang bersifat two way traffic sebab pada saat yang sama terjadi dialog antara guru dan
siswa. Guru bertanya siswa menjawab atau siswa bertanya guru menjawab. Dalam komunikasi
ini terlihat adanya hubungan timbal balik secara langsung antara guru.
Kelebihan Metode Tanya jawab
Siswa lebih aktif karena siswa tidak hanya sekedar mendengarkan
Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya, sehingga gurumengetahui hal-hal
yang belum dimengerti oleh peserta didik
Untuk mengetahui sampai sejauh mana materi pelajaran yang telah dikuasai oleh siswa.
Kekurangan Metode Tanya jawab
Membutuhkan waktu yang lebih banyak
Kadang pembicaraan menyimpang dan pokok persoalan bila dalam mengajukan pertanyaaan,
peserta didik menyinggung hal-hal lain walaupun masih ada hubungannya dengan pokok
bahasan yang dibicarakan. Dalam hal ini sering tidak terkendali dan menimbulkan masalah baru.
G. Metode Kerja Kelompok
Metode kerja kelompok atau bekerja dalam situasi kelompok mengandung pengertian
bahwa siswa dalam satu kelas dipandang sebagai satu kesatuan (kelompok) tersendiri ataupun
dibagi atas kelompok-kelompok kecil (sub sub kelompok). Mereka bekerja sama dalam
memecahkan masalah atau melaksanakan tugas.
Kelebihan Metode Kerja Kelompok
Membiasakan siswa bekerja sama, musyawarah dan bertanggung jawab.
Menimbulkan kompetisi yang sehat antar kelompok, sehingga membangkitkan kemauan belajar
yang sungguh-sungguh.
Guru dipermudah tugasnya karena tugas kerja kelompok cukup disampaikan kepada para ketua
kelompok.
Ketua kelompok dilatih menjadi pemimpin yang bertanggung jawab, dan anggotanya dibiasakan
patuh pada aturan yang ada.
Kekurangan Metode Kerja Kelompok
Sulit membentuk kelompok yang homogen baik dari segi minat, bakat, prestasi maupun
intelegensi.
Pemimpin kelompok sering sukar untuk memberikan pengertian kepada anggota, menjelaskan,
dan pembagian kerja.
Anggota kadang-kadang tidak mematuhi tugas-tugas yang diberikan oleh pemimpin kelompok.
Dalam menyelesaikan tugas, sering menyimpang dari rencana karena kurang control dari
pemimpin kelompok atau guru.
Sulit membuat tugas yang sama sulit dan luasnya terutama bagi kerja kelompok yang
komplementer.
H. Metode Problem Solving
Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode
mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berpikir, sebab dalam problem solving dapat
menggunakan metode-metode lainnya dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik
kesimpulan. Metode problem solving merupakan metode yang merangsang berfikir dan

menggunakan wawasan tanpa melihat kualitas pendapat yang disampaikan olehsiswa. Seorang
guru harus pandai-pandai merangsang siswanya untuk mencoba mengeluarkan pendapatnya.
Kelebihan Metode Problem Solving
Masing-masing siswa diberi kesempatan yang sama dalam mengeluarkan pendapatnya sehingga
para siswa merasa lebih dihargai dan yang nantinya akan menumbuhkan rasa percaya diri
Para siswa akan diajak untuk lebih menghargai orang lain
Untuk membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan lisannya
Kekurangan Metode Problem Solving
Karena tidak melihat kualitas pendapat yang disampaikan terkadang penguasaan materi sering
diabaikan
Metode ini sering kali menyulitkan mereka yang sungkan mengutarakan pendapat secara lisan
I.

Metode Latihan (Drill)


Metode latihan merupakan metode mengajar dimana siswa melaksanakan kegiatan latihan
agar siswa memiliki ketegasan atau ketrampilan yang lebih tinggi dari apa yang telah dipelajari.
Mengingat latihan ini kurang mengembangkan bakat/inisiatif siswa untuk berpikir, maka
hendaknya guru/pengajar memperhatikan tingkat kewajaran dari metode Drill. Latihan, wajar
digunakan untuk hal-hal yang bersifat motorik, seperti menulis, permainan, pembuatan, Untuk
melatih kecakapan mental, misalnya perhitungan penggunaan rumus- rumus, dan lain-lain, serta
Untuk melatih hubungan, tanggapan, seperti penggunaan bahasa, grafik, simbul peta, dan lainlain.
Kelebihan Metode Latihan
Ketegasan dan ketrampilan siswa meningkat atau lebih tinggi dari apa yang telah dipelajari
Seorang siswa benar-benar memahami apa yang disampaikan
Kekurangan Metode Latihan
Dalam latihan sering terjadi cara-cara atau gerak yang tidak berubah sehingga menghambat
bakat dan inisiatif siswa
Sifat atau cara latihan kaku atau tidak fleksibel maka akan mengakibatkan penguasaan
ketrampilan melalui inisiatif individu tidak akan dicapai
J.

Metode Karyawisata (Field-Trip)


Metode study tour Study tour (karya wisata) adalah metode mengajar dengan mengajak
peserta didik mengunjungi suatu objek guna memperluas pengetahuan dan selanjutnya peserta
didik membuat laporan dan mendiskusikan serta membukukan hasil kunjungan tersebut dengan
didampingi oleh pendidik.Contoh: Mengajak siswa ke gedung pengadilan untuk mengetahui
sistem peradilan dan proses pengadilan, selama satu jam pelajaran. Jadi, karyawisata di atas tidak
mengambil tempat yang jauh dari sekolah dan tidak memerlukan waktu yang lama. Karyawisata
dalam waktu yang lama dan tempat yang jauh disebut study tour.
Kelebihan Metode Karyawisata
Siswa dapat belajar langsung di lapangan sehingga pengetahuan yang diperoleh nyata, hidup,
bermakna, dan komperhensif.
Siswa dapat menemukan sendiri jawaban dari masalah atau pertanyaan tentang materi yang
dipelajari dengan melihat, mendengar, mencoba, dan membuktikan sendiri secara langsung.
Motivasi dan minat belajar siswa tinggi. (siswa senang belajar melalui karya wisata)

Guru diperingan tugasnya dalam menyampaikan materi pelajaran, karena materi disampaikan
oleh nara sumber atau observasi langsung oleh siswa sendiri.
Siswa aktif belajar melalui observasi, wawancara, percobaan, mengolong-golongkan
Kekurangan Metode Karyawisata
Memerlukan persiapan yang melibatkan banyak pihak.
Memerlukan waktu yang cukup lama, apalagi kalau dilaksanakan terlalu sering dan jauh dari
sekolah, sehingga dapat mengganggu jadwal pelajaran.
Memerlukan biaya yang relative tinggi.
Memerlukan pengawasan yang ketat agar siswa fokus kepada tugasnya.
Laporan hasil krya wisata biasanya diserahkan tidak tepat waktu
K. Metode Kerja Lapangan
Metode kerja lapangan merupakan metode mengajar dengan mengajak siswa kedalam
suatu tempat diluar sekolah yang bertujuan tidak hanya sekedar observasi atau peninjauan saja,
tetapi langsung terjun turut aktif ke lapangan kerja agar siswa dapat menghayati sendiri serta
bekerja sendiri didalam pekerjaan yang ada dalam masyarakat.
Kelebihan Metode Kerja Lapangan
Siswa mendapat kesemmpatan untuk langsung aktif bekerja dilapangan sehingga memperoleh
pengalaman langsung dalam bekerja
Siswa menemukan pengertian pemahaman dari pekerjaan itu mengenai kebaikan maupun
kekurangannya
Kekurangan Metode Kerja Lapangan
Waktu terbatas tidak memungkinkan memperoleh pengalaman yang mendalam dan penguasaan
pengetahuan yang terbatas
Untuk kerja lapangan perlu biaya yang banyak. Tempat praktek yang jauh dari sekolah shingga
guru perlu meninjau dan mepersiapkan terlebih dahulu
Tidak tersedianya trainer guru/pelatih yang ahli
L.

Metode Penemuan (Discovery)


Penemuan dapat diartikan sebagai prosedur pembelajaran yang mementingkan
pembelajaran perseorangan, manipulasi objek, melakukan percobaan, sebelum sampai kepada
generalisasi. Metode penemuan ini lebih mengutamakan cara belajar siswa aktif (CBSA),
berorientasi pada proses, mengarahkan sendiri, mencari sendiri, reflektif.
Kelebihan Metode Penemuan
Siswa belajar sebagaimana belajar melalui proses penemuan.
Pengetahuan yang diperoleh melalui penemuan sangat kokoh.
Metode penemuan membangkitkan gairah siswa dalam belajar.
Metode penemuan memungkinkan siswa bergerak untuk maju sesuai dengan kemampuannya
sendiri.
Metode ini menyebabkan siswa mengarahkan sendiri cara belajarnya sehingga ia merasa lebih
terlibat dan termotivasi sendiri untuk belajar.
Metode ini berpusat pada anak, dan guru sebagai teman belajar atau fasilitator.
Kekurangan Metode Penemuan
Metode ini mempersyaratkan kesiapan mental.

Metode ini kurang berhasil untuk kelas besar karena habis waktu guru untuk membantu siswa
dalam kegiatan penemuannya.
Dalam pelajaran tertentu, fasilitas yang dibutuhkan untuk mencoba ide-ide mungkin terbatas.
Dalam metode ini terlalu mementingkan untuk memperoleh penertian, sebaliknya kurang
memperhatikan diperolehnya sikap dan keterampilan.
Metode ini kurang memberi kesempatan untuk berpikir kreatif.
M. Metode Eksperimen
Metode eksperimen dalam pembelajaran adalah cara penyajian bahan pelajaran yang
memungkinkan siswa melakukan percobaan untuk membuktikan sendiri suatu pertanyaan atau
suatu hipotesis yang dipelajari.
Dalam proses pembelajaran dengan metode eksperimen siswa diberi kesempatan untuk
mengalami sendiri atau melakukan sendiri, mengikuti proses, mengamati suatu objek,
menganalisis, membuktikan, dan menarik kesimpulan sendiri tentang suatu objek, keadaan atau
proses tertentu. Peranan guru dalam metode eksperimen adalah memberi bimbingan agar
eksperimen itu dilakukan dengan teliti sehingga tidak terjadi kekeliruan atau kesalahan.
Kelebihan Metode Eksperimen
Kekuatan Metode Eksperimen
Membuat siswa percaya pada kebenaran kesimpulan percobaannya sendiri daripada menurut
cerita orang atau buku.
Siswa aktif mengumpulkan fakta, informasi atau data yang diperlukan melalui percobaan yang
dilakukannya.
Dapat digunakan untuk melaksanakan prosedur metode ilmiah dan berpikir ilmiah.
Hasil belajar dikuasai siswa dengan baik dan tahan lama dalam ingatan.
Menghilangkan verbalisme.
Kekurangan Metode Eksperimen
Memerlukan peralatan dan bahan percobaan yang lengkap serta umumnya mahal.
Dapat menghambat lajunya pembelajaran sebab eksperimen umumnya memerlukan waktu lama.
Kesalahan dalam eksperimen akan berakibat pada kesalahan kesimpulannya.
Seorang guru harus benar-benar menguasai materi yang diamati dan harus mampu memanage
siswanya

N. Metode Pembelajaran Unit


Taredja, dkk. (1980), Sumantri dan Permana (2006) menyatakan bahwa metode pengajaran
unit adalah suatu cara pembelajaran dimana siswa dan guru mengarahkan segala kegiatannya
pada pemecahan suatu masalah yang dipelajari melalui berbagai segi yang berhubungan,
sehingga pemecahannya secara keseluruhan dan bermakna. Pengajaran unit ini dinamakan
pembelajaran terpadu.
Kelebihan Metode Pembelajaran Unit
Siswa dapat belajar secara keseluruhan (utuh). Semua atau beberapa mata pelajaran dipadu jadi
satu dalam satu masalah. Dengan demikian ilmu-ilmu yang ada dihayati secara utuh.
Pelajaran menjadi lebih berarti. Dalam pelajaran terpadu, siswa belajar sesuai minat, bakat dan
tingkat perkembangannya.
Situasi kelas lebih demokratis. Prinsip dari pembelajaran terpadu adalah perencanaan bersama,
dilaksanakan oleh siswa, guru hanya sebagai pembimbing.

Digunakannya asas-asas didaktik secara lebih wajar. Asas-asas didaktik seperti peragaan, minat,
kerja kelompok
Digunakannya prinsip-prinsip psikologi belajar modern, seperti minat anak berhubungan
pengalamannya.
Kekurangan Metode Pembelajaran Unit
Memilih pokok masalah yang akan dijadikan unit bukan suatu pekerjaan yang mudah.
Melaksanakan pembelajaran unit menuntut kecakapan tersendiri, sedangkan guru belum
semuanya mampu menyelenggarakannya.
Memerlukan ketekunan, pekerjaan dan waktu yang lebih banyak.
Karena melibatkan banyak siswa maka dimungkinkan memerlukan biaya yang lebih banyak.
O. Metode Pengajaran dengan Modul
Metode pembelajaran dengan modul adalah prosedur pembelajaran yang dilakukan dengan
menyiapkan suatu paket belajar yang berisi satu satuan konsep tunggal bahan pelajaran untuk
dipelajari sendiri oleh siswa dan jika telah menguasainya baru boleh pindah ke satuan paket
belajar berikutnya.
Komponen modul yang pernah dikembangkan oleh Proyek Perintis Sekolah Pembangunan
(PPSP) meliputi: petunjuk guru, lembar kegiatan siswa, lembar kerja siswa, kunci jawaban untuk
lembar kerja, lembar penilaian atau tes, dan kunci jawaban untuk lembar tes.
Kelebihan Metode Pengajaran dengan Modul
Ratio guru dan siswa dapat ditingkatkan menjadi sekitar 1 : 200, padahal dengan sistem biasa
ratio tersebut adalah 1 : 40.
Siswa aktif belajar secara mandiri.
Meningkatkan kualitas hasil belajar, karena siswa yang belum mencapai mastery learning 80%
harus mengkaji ulang materi modul dan tes.
Siswa termotivasi untuk belajar dengan sungguh-sungguh untuk segera menyelesaikan modul
yang ditargetkan.
Kekurangan Metode Pengajaran dengan Modul
Ikatan kelas renggang, belajar bersama berkurang, padahal motivasi belajar dipengaruhi
kebersamaan.
Aspek estetis dan etis kurang diperhatikan.
Kesulitan dalam menulis modul. Modul yang baik menuntut keahlian, ketrampilan dan
pengalaman.
Pembelajaran dengan modul umumnya kurang memperhatikan aspek perasaan. Manusia
dianggap sebagai mesin yang reaktif terhadap stimulus (modul) yang disajikan.
Cenderung untuk memuat materi yang banyak dalam modul, sehingga memberatkan siswa.
Modul menuntut siswa pintar membaca dengan pemahaman, hal ini menjadi hambatan bagi
siswa yang kurang terampil membaca.