Anda di halaman 1dari 16

Ca kolorektal

Epidemiologi
Cukup tinggi di Indonesia
Pria=wanita
75 % di rektosigmoid

Etiologi
Polip dan peradangan kolon kronik yang

berdegenerasi maligna
Sedikit peran dari genetik
Diet kurang serat dan sayur hijau dan
kelebihan lemak hewani

Patologi
Secara makroskopi, terdapat 3 tipe tumor

kolorektal:
Tipe polipoid atau vegetatif, bentuk bunga

kol
Tipe skirus, terjadi stenosis dan gejala
obstruksi
Tipe ulseratif, nekrosis dibagian sentral

Gambaran klinis
Karsinoma pada
kolon kiri

Lebih banyak menimbulkan stenosis

dan obstruksi
Perubahan pola defekasi seperti

konstipasi atau defekasi dengan


tenesmi
Nyeri lebih nyata dan bermula

dibawah umbilikus

Karsinoma pada
kolon kanan

Jarang terjadi obstruksi


Nyeri kurang nyata dan bermula di

epigastrium

Cara pemeriksaan
Cara pemeriksaan

Persentase

Colok dubur
Rektosigmoidoskopi
Foto kolon dengan barium
Kolonoskopi

40%
75%
90%
100% (hampir)

Diagnosis
Ditegakkan berdasarkan :
Anamnesis, pemeriksaan fisik, colok dubur,

dan rektosigmoidoskopi atau foto kolon


dengan kontras ganda

Ringkasan diagnosis tumor


kolorektal
Kolon kanan

Kolon kiri

Rektum

Anemia dan
kelemahan
Darah samar di
feses
Dispepsia
Perasaan kurang
enak di perut kanan
bawah
Massa perut kanan
bawah
Foto rontgen perut
khas
Temuan koloskopi

Perubahan pola
defekasi
Darah di feses
Gejala dan tanda
obstruksi
Foto rontgen khas
Penemuan koloskopi

Perdarahan rektum
Darah di feses
Perubahan pola
defekasi
Pasca defekasi rasa
tidak puas atau rasa
penuh
Penemuan tumor
pada colok dubur
Penemuan tumor
rektosigmoidoskopi

Penyulit
Obstruksi
Perforasi
nekrosis dan peningkatan tekanan

Tata laksana
Bedah, satu-satunya tindakan terapi kuratif
Kemoterapi dan radiasi bersifat paliatif dan

tidak memberikan manfaat kuratif

Prognosis
Bertahan lebih dari 5 tahun
Terbatas dinding usus, angka kelangsungan

hidup 80%
yang menembus dinding tanpa penyebaran,
75%
Dengan penyebaran KGB, 32%
Metastasis jauh, 1%