Anda di halaman 1dari 15

FOUNDATION OF NURSING II

KONSEP

PENGENDALIAN

INFEKSI
Ns. Lilik Supriati, S.Kep, M.Kep
Jurusan Keperawatan, Fakultas Kedokteran
Universitas Brawijaya
Email : lylyiex@yahoo.co.id

1. DESKRIPSI

6. konsep infeksi nosokomial

2. LEARNING

7. askep pengendalian

OBJECTIVE
3. PENDAHULUAN
4. POKOK BAHASAN:
1. konsep infeksi
2. factor yang

SUB
MODUL

infeksi
5. REFERENSI
6. EVALUASI
1. Quiz
2. Pendalaman materi

mempengaruhi resiko
infeksi

3. prinsip pengendalian
infeksi
4. rantai infeksi dan
proses transmisi
terjadinya infeksi
5. fase proses terjadinya
infeksi

1. DESKRIPSI
Pada sub modul 2 ini mahasiswa akan mempelajari tentang konsep
pengendalian infeksi. Fokus sub modul ini adalah untuk memberikan
kesempatan kepada mahasiswa untuk mempelajari, menggali dan
memahami konsep pengendalian infeksi serta mampu menerapkan
prinsip pengendalian infeksi. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi
pada pencapaian kemampuan berpikir sistematis, komprehensif dan
kritis dalam menganalisa penguasaan kondep pengendalian infeksi
dengan pendekatan melalui pendalaman materi dilakukan dengan
menjawab pertanyaan dan quiz dengan pendekatan soal berbahasa

K
O
N
S
E
P
P
E
N
G
E
N
D
A
LI
A
N
I
N

Mata Kuliah / MateriKuliah

Brawijaya

english sehingga memberikan gambaran mahasiswa secara lebih


komprehensif.
2. LEARNING OBJECTIVE
Setelah menyelesaikan submodul ini, mahasiswa mampu:
1. menjelaskan konsep infeksi infeksi
2. menjelaskan factor yang mempengaruhi resiko terjadinya infeksi
3. menjelaskan prinsip pengendalian infeksi

4. menjelaskan rantai infeksi dan proses transmisi terjadinya infeksi


5. menjelaskan fase proses terjadinya infeksi
6. menjelaskan konsep infeksi nosokomial
7. menjelaskan askep pengendalian infeksi

3. PENDAHULUAN
Salah satu fokus yang menjadi perhatian dalam pelayanan kesehatan
adalah mencegah terjadinya penyebaran mikroorganisme dari klien ke
klien

lain

atau

Mikoroorganisme

dari
secara

tempat
alami

satu

ke

dapat

tempat

dijupai

yang

hampir

di

lainnya.
semua

lingkungan. Beberapa diantaranya merupakan mikroorganisme yang


bermanfaat dan ada yang merugikan. Pencegahan infeksi adalah salah
satu fokus yang harus dilakukan oleh perawat. Sebagai primary
caregiver

perawat

berperan

dalam

mengidentifikasi,

mencegah,

mengontrol dan memberikan edukasi kepada pasien tentang infeksi.


Infeksi

merupakan

suatu

kondisi

yang

terjadi

karena

adanya

mikororganisme pathogen. Infeksi terjadi dari proses siklik yang terdiri


dari 6 komponen yaitu : agent penyebab, reservoir, portal of
exit,modes of transmisi, portal of entry dan host

4. POKOK BAHASAN
1. Konsep infeksi
Infeksi adalah suatu kondisi penyakit yang dihasilkan adanya
pathogen atau penyakit yang dihasilkan oleh mikroorganisme.
Infeksi terjadi melalui proses yang siklus yang terdiri dari komponen
Page 15 of 139

2012

Mata Kuliah / MateriKuliah

Brawijaya

agent penyebab infeksi, reservoir, portal of exit, transmisi, portal of


entry dan susceptible host
Infectious agent
Agent penyebab infeksi antara lain baktera, virus dan jamur. Bakteri
merupakan penyebab infeksi tersering yang ditemukan dalam
institusi pelayanan kesehatan. Bakteri diklasifikasikan bakteri gram
positif atau gram negative. Pengklsifikasian bakteri berdasarkan
pada reaksi gram stain

ini bermanfaat dalam peresepan obat

antibiotic. Bakteri ada yang bersifat aerobic yang memrlukan


oksigen dan ada yang bersifat anaerobic.
Virus merupakan mikroorganisme terkecil yang hanya terlihat
degan mikroskop. Banyak kejadian infeksi disebabkan karena virus
seperti

influenza

dan

penyakit

HIV/AIDS.

Antibiotika

tidak

memberikan efek terhadap virus tetapi virus hanya akan bias


diobati dengan antiviral medikasi.
Jamur merupakan organism yang mirip dengan tumbuhan yang
dapat menjadi penyebab infeksi yang dapat ditemukan di udara,
tanah dan air. Infeksi jamur hanya dapat diterapi dengan antifungi
medikasi. Tidak semua organisme yang dipaparkan kepada individu
dapat menyebabkan terjadinya infeksi, akan tetapi tergantung dari
berapa jumlah mikroorganisme, virulensi mikroorganisme atau
kemampuannya

sebagai

penyebab

penyakit,

system

imum

manusia, dan lama kontak manusia dengan mikroorganisme


tersebut.
Dalam kondisi normal, beberapa mikroorganisme tidak dapat
menyebabkan terjadinya penyakit. Mikroorganime yang terdapat
dalam tubuh manusia secara normal merupakan bagian dari
pertahanan tubuh yang disebut dengan normal flora. Bakteripun
secara

normal

tidak

semuanya

berbahaya.

Sebagai

contoh

Escherichia colli erupakan normal flora pada intestinal tract atau


saluran pencernaan tetapi akan menjadi berbahaya penyebab
infeksi jika bermigrasi ke traktur urinary yang akan menyebakan
infeksi saluran kemih.

Reservoir
Page 16 of 139

2012

Mata Kuliah / MateriKuliah

Brawijaya

Reservoir untuk pertumbuhan dan meltiplikasi mikroorganisme


adalah habitat natural organism tersebut. Reservoir organism bisa
pada manusia, hewan, tanah, air, susu dan sebagainya. Manusia
bisa menjadi reservoir mikororganisme penyebab infeksi. Ada
manusia yang menunjuukan tanda dan gejala dan ada yang tidak
menunjukkan gejala yang disebut dengan carrier. Seorang carrier
walaupun asymptomatic, dapat mentransmisikan penyakit. Sebagai
contoh seseorang yang terinfeksi HIV walaupun tidak menunjukkan
gejala dapat menularkan virus kepada orang lain melalu kontak
seksual atau pemakaian jarus suntik bersamaan.
Portal of exit
Portal of exit adalah jalan keluarnya organism dari reservoirnya.
Organism tidak dapat menyebabkan penyakit sebelum berpindah
dari natural reservoirnya. Pada manusia, pintu keluar organism bisa
melalui saluran pernapasan, gastrointestinal, traktur genitourinary
ataupun kulit yang tidak utuh/intake. Darah dan jaringan juga dapat
menjadi pintu keluar mikroorganisme.
route of transmission
transmisi organism dari reservoirnya dapat menggunakan berbagai
cara. Beberapa orgaisme ada yang mempunyai lebih dari satu cara
transmisi. Organism dapat masuk ke dalam tubuh dengan cara
kontak langsung maupun tidak langsung. Kontak langsung merujuk
pada pertemuan lagsung antara susceptible host dan infected
person atau carrier seperti sentuhan, berciuman, atau hubungan
seksual. Sedangkan kontak tidak langsung adalah kontak individu
dengan inanimate object seperti menyentuh intrumen yang
terkontaminasi.
Objek darah, makanan, air atau benda lain yang terkontaminasi
bisa menjadi cara tranmisi organism. Vector seperti nyamuk lalat,
tikus juga dapat memindahkan organime dari satu tempat ke
tempat lain. Selain itu mikroorganisme juga dapat di sebarkan
melalui udara seprti batuk, berbicara ataupun kontaminasi partikel
debu. Cara lain melalui droplet dengan mekanisme yang mirip
transmisi organism di udara.
Page 17 of 139

2012

Mata Kuliah / MateriKuliah

Brawijaya

Portal of entry
Portal of entry disebut juga dengan pintu masuk organism pada
host yang baru. Organism harus bisa masuk ke dalam tubuh host
yang baru atau organism tersebut akan mati jika tidak menemukan
host baru. Pintu masuk organism sama dengan pintu keluar
organism dari reservoirnya. Pintu masuk yang sering pada manusia
antara lain adalah traktur repiration, GIt tract dan kulit yang tidak
intake.
Susceptible host
Susceptibility

adalah tingkat resistensi host terhadap pathogen.

Klien yang dirawat di rumah sakit karena penyakit tertentu akan


mengalami kelemahan dan penurunan resistesi sehingga mereka
akan lebih susceptible untuk terjadi infeksi.
2. tahapan infeksi
pemahaman erhadap fase perkembangan infeksi penting dalam hal
melakukan intervensi dan pemutusan siklus infeksi. Tahapan proses
infeksi ada 4 fase yaitu fase inkubasi, fase prodromal, fase
sakit/illness dan convalensent period

incubation period
masa inkubasi adalah interval antara masuknya invasi pathogen ke
dalam tubuh sampai menimbulkan gejala infeksi. Pada fase ini,
organism tumbuh dan multiplying. Lama masa inkubasi sangat
bervariasi. Sebagai contoh masa inkubasi common cold adalah 1- 2
hari sedangkan tetanus antara 2-21 hari.

Prodromal stage
Awal munculnya tanda dan gejala tetapi tidak spesifik. Antara lain
seperti malaise, fatigue, demam ringan. Periode ini terjadi
beberapa jam hingga beberapa hari. Selama fase ini, bisanya klien
tidak menyadari kalau pernah kontak dengan sumber infeksi.

Full stage of Illness


Munculnya tanda dan gejala spesifik penyakit infeksi yang
mengindikasikan kondisi sakit. Jenis infeksi menentukan lama sakit
dan manifestasi yang muncul.
Page 18 of 139

2012

Mata Kuliah / MateriKuliah

Brawijaya

Convalescent period
Masa penyembuhan dari infeksi. Masa ini bervariasi tergantung
dari berat ringannya infeksi dan kondisi umum klien. Tanda dan
gejala hilang dan individu kembali dalam status kesehatan yang
normal.

Gambar 1 : siklus infeksi


3. Pertahanan tubuh terhadap Infeksi
Salah satu pertahanan tubuh dalam melawan infeksi adalah normal
flora tubuh. Flora membantu menjaga invasi bakteri berbahaya ke
dalam tubuh. Respon inflamasi merupakan mekanisme protetf yang
mengeliminasi invasi patogen dan fungsi repair atau perbaikan
jaringan. Inflamasi membantu tubuh untuk menetralkan, mengontrol
dan mengeliminasi agen patogen dari tubuh. Sistem

Pertahanan

yang lain adalah sistem imun. Respon imun meliputi reaksi spesifik
tubuh terhadap masuknya mikroorganisme dari luar seperti bakteri
atau penyebab lainnya. Tubuh memiliki protein sendiri. Benda asing
Page 19 of 139

2012

Mata Kuliah / MateriKuliah

Brawijaya

atau patogen dari luar disebut dengan antigen,. Tubuh akan


merespon antigen ini dengan memproduksi antibody. Reaksi antigen
antibodi ini disbut dengan hormonal immunity. Sistem imun yang
lain adalah cell mediated defense dan cellular imunity.
Sistem

imum

adalah

mekanisme

pertahanan

terhadap

agent

infeksious. Imun sistem dapat melawan antigen untuk melindungi


tubuh dari infeksi.
Pertanahan tubuh secara garis besar dibagi menjadi pertahanan
imun non spesifik dan imun spesifik.
Pertahanan imun non spesifik.
Pertahanan

tubuh

non

spesifik

melindungi

hoss

dari

mikroorganisme. Ini tidak tergantung terpaparnya antigen dari


luar. Terdiri dari kulit, normal flora, mukosa membran, proses
batuk, eliminasi dan pengaturan pH serta proses inflamasi. Kulit
merupakan pertahanan tubuh pertama yang meleawan infeksi
yang merupakan barrier fisik dalam tubuh. Sel kulit mengalami
sel kulit mengalami proses regenerasi secara kontinu dimana
salah satunya berfungsi untuk mengeluarkan mikroorganisme
berbahaya. Adanya sebum kulit mempertahankan fatty acid yang
membunuh

bakteri.

Normal

flora

yang

berada

di

kulit

berkompetisi dengan flora patogen dalam mencari makanan


sehingga dapat menghambat replikasi mikroorganisme patogen.
Keseimbangan flora normal akan mengalami gangguan jika
mikroorganisme patogen menglami proliferasi dalam jumlah
uang cukup banyak sehingga dapat menyebabkan infeksi dalam
tubuh.
Membran mukosa juga bagian dari barier fisik dalam melawan
infeksi. Batuk dan bersin juga bagian dari mekanisme pertahanan
untuk melindungi saluran pernapasan dari masuknya organisme
patogen. Demikian juga air mata juga mengandung bakterisida
yang dapat membunuh bakteri. Sedangkan proses eliminasi dan
pengaturan

keasaman

lingkungan

tubuh

biasanya

akan

mencegah pertumbuhan organisme patogen. Resident flora usus


akan mencegah pertumbuhan patogen. Proses mekanik defekasi
memindahkan

mikroorganisme

dari

Page 20 of 139

feses.

Keasaman

urin

2012

Mata Kuliah / MateriKuliah

Brawijaya

melindungi dari pertumbuhan bakteri. Demikian juga normal flora


yang ada di vagina juga menghambat patogen.

Inflamasi adalah bagian dari pertahanan tubuh non spesifik yang


merupakan

respon

selular

terhadap

kerusakan

jaringan.

Kerusakan jaringan akibat adanya bakkteri, bahan-bahan kimia,


panas atau penyebab lain akan menyebabkan perubahan
ditingkat selular. Perubahan jaringan yang komplek tersebut
disebut dengan proses inflamasi. Reson tubuh terhadap injury
mempunyai karakeristik yang lokal maupun sistemik inflamasi.
Tanda adanya inflamasi yang terjadi dalam tubuh antara lain
adalah erytema yang dihasilkan adanya peningkatan aliran
darah ke area inflamasi; panas yang dihasilkan dari peningkatan
metabolisme ke area injury; edema yang meunjukkan akumulasi
cairan dan leukosit dari sistem sirkulasi; dan adanya pus atau
exudat purulent yang dihasilkan dari sekresi sel darah putih, sel
dan bakteri yang mati dan debris lainnya.
Pertahanan imun spesifik
Pertahanan imun spesifik adalah respon spesifik terhadap antigen
antibodi.dengan melibatkan produksi lymphosit T (T sel) yang
meregulasi respon imun dengan mengaktivasi sel lain.

T cel

berpindah ke area injury dan mengeluarkan substansi kimia yang


disebut dengan lymphokins yang akan merusak antigen. T sel
juga menstimulasi produksi B sel yang akan menjadi plasma sel,
yang memproduksi antibodi spesifik terhadap antigen. Antibodi
merupakan substansi protein yang merusak antigen. Stimulasi cel
B dan produksi antibodi disebut dengan proses humoral immunity.
Memory sel B dibentuk untuk mengingat antigen dan menyiapkan
host selanjutnya terhadap paparan invasi antigen yang sama.
Ketika antigen memasuki tubuh lagi, respon imun terjadi secara
lebih cepat untuk memproduksi antibodi. Formasi antibodi ini
disebut

acquired

immunity.

Proses

pemberian

merupakan penyedia proses acquired immunity.

4. Faktor yang mempengaruhi resiko terjadinya Infeksi


Page 21 of 139

vaksinasi

2012

Mata Kuliah / MateriKuliah

Brawijaya

Susceptibility dari hosr tergantung dari beberapa faktor antara lain


adalah:
a. Integritas kulit dan membran mukosa yang melindungi tubuh
dalam melawan invasi mikroba1
b. pH level dari gastrointestinal dan genitourinary tract
c. integritas dan jumlah sel darah putih
d.

usia, jenis kelamin dan faktor heriditer yang mempengaruhi


susceptibility.

Neonatus

dan

lansia

merupakan

usia

perkmbangan yang rentan untuk terjadi infeksi.


e. Riwayat imunisasi,
f.

Tingkat

fatigue/kelemahan,

status

nutrisi,

dan

status

kesehatan secara umum


g. Tingkat stress. Dimana stres dapat berdampak terhadap
sistem pertahanan normal tubuh
h. Adanya pemakaian prosedur invasif dan peralatan medis
tertentu.

Hal

ini

memungkinkan

terjadinya

ekposure

mikroorganisme patogen dan pintu masuknya patogen ke


dalam tubuh.
5. Pengendalian Infeksi
Praktek pengendalian infeksi dapat dilakukan dengan memutus
rantai terjadinya transmisi mikroorganisme penyebab infeksi.
Strategi spesifik dapat memutus secara langsung rantai infeksi.
Antara agent dan reservoir
Siklus pertama rantai infeksi adalah antara agent dan reservoir.
Kunci utama dalam pengendalian infeksi pada tahap ini adalah
dengan mencuci, desinfeksi dan sterilisasi. Praktek ini mencegah
pembentukan agen infeksius untuk hidup dan mengembangkan
diri. Mencuci adalah cara untuk menghilangkan tanah atau
material organik pada alat alat / instrumen yang diguakan
dalam perawatan klien.

Perawat sering melakukan pencucian

terhadap instrumen setelah digunakan dalam prosedur invasif.


Untuk meminimalkan jumlak kontaminasi, alat harus dibersihkan
sebelum dilakukan desinfeksi ataupun sterilisasi.
Desinfeksi adalah cara untuk mengeliminasi patogen kecuali
spora

dari

inanimate

object

dengan

Page 22 of 139

menggunakan

bahan

2012

Mata Kuliah / MateriKuliah

Brawijaya

desinfektan. Sedangkan sterilisasi adalah cara untuk merusak


mikroorganisme termasuk spora. Peralatan yang digunakan
untuk tindakan invasif ataupun yang kontak langsung dengan
pembuluh darah harus dilakukan sterilisasi.

Antara reservoir dan portal of exit


Memberikan

hygiene

yang

adekuat,

mengganti

linen

dan

menyakinkan semua peralatan harus dalam kondisi bersih adalah


cara yang dapat digunakan untuk memutus rantai antara
reservoir dengan pintu keluar organism sebelum masuk ke dalam
susceptibility host. Pemberian edukasi kepada klien tentang
pentingnya mempertahankan kebersihan dan integritas kulit
serta mukosa membaran perlu dilakukan dalam langkah ini.
Keberihan kulit, rambut, kuku akan mempertahankan flora
normal dalam kondisi seimbang dan bertujuan mengeliminasi
transiet flora dari klien.
Antara portal of exit dengan mode of transmission
Tujuan dari pemutusan rantai infeksi disini adalah mencegah jalur
keluar agen infeksius. Seperti edukasi klien untuk menutup mulut
ketika batuk dan bersin. Pemakaian sarung tangan ketika
merawat klien dengan kondisi infeksi dan perilaku hai-hati dalam
bersentuhan dengan benda infeksius.
Antara modes of tranmisi dan portal of entry
Pemakaian sarung tangan, masker, gown dan kaca mata
merupakan perlindungan dalam pencegahan infeksi. Menjaga
kebersihan tangan dan membuang alat disposibel dan linen
adalah cara dalam memutus tansmisi mikroorganisme.
Antara portal of entry dan host
Mempertahankan integritas kulit dan menggunakan alat dengan
teknik steril ketika melakukan prosdur kepada klien adalah
motode untuk memutus jalur rantai ini. Menghindari injury needle
stick

juga

cara

yang

dapat

mencegah

masuknya

kuman

pathogen ke dalam tubuh. Tujuan dari pengendalian rantai ini


adalah mencegah tranmsisi mikroorganime infeksi kepada klien
atau petugas kesehatan.
Antara host dan Agent
Memutus rantai infeksi antara host dan agent berarti mencegah
infeksi

jangan

menurunkan

sampai

resiko

host

terjadi.
untuk

Page 23 of 139

Ada

banyak

mengalai

cara

infeksi.

untuk
Seperti

2012

Mata Kuliah / MateriKuliah

Brawijaya

kecukupan nutrisi yang adekuat, exercise, kecukupan istirahat


dan tidur dan tindakan imunisasi.

Nutrisi yang adekuat akan

mendukung imunitas tubuh dengan baik. Klien memerlukan


kecukuan

asupan

protein

dalam

diet

yang

seimbang.

Keseimbangan diet juga akan mempertahankan keseimbangan


asm basa dalam tubuh. Olah raga membantu tubuh dalam
mempertahankan metabolic rates oleh karena itu perlu menjaga
keseimbagan energy yang masuk dan keluar tubuh. Sedangkan
istirahat dan tidur yang merupakan kebutuhan dasar manusia
akan membantu proses keseimbangan kesehatan. Kualitas tidur
dan istirahat memberikan dampak terhadap semua system tubuh
untuk fungsi restorative/pengembalian keseimbangan dan proses
penyembuhan.

Gambar : cara-cara pengendalian infeksi

Page 24 of 139

2012

Mata Kuliah / MateriKuliah

Page 25 of 139

Brawijaya

2012

Mata Kuliah / MateriKuliah

Brawijaya

2012

5.REFERENSI
Altman, et al (2000). Delmars Fundamental & Advanced Nursing Skill. Canada: Delmar
Thomson Learning publisher
De Launne & Ladner (2006). Fundamental of Nursing Standard & Practice. Delmar
Published
Harkreader, H., Hogan, M.A., & Thobaben, M. (2007). Fundamentals os Nursing: caring
and clinical judgment. (3rd ed.) St. Louis: Saunders Elsevier.
Kozier, B. (1991). Fundamentals of nursing: concepts, process and practice. (4th ed.)
Redwood City: Addison Wesley Nursing.
Kozier, B., Erb, G., & Blais, K. (1995). Fundamentals Of Nursing: concepts, process and
practice. (5th ed.) California: Addison-Wesley Publishing Company.

6. EVALUASI
A. Quiz
1. When caring for a client who is postoperative for a bowel resection, the nurse knows
that which of the following procedures requires surgical aseptic technique?
1. Administering PO medication.
2. Removal of intravenous catheter.
3. Insertion of Foley catheter.
4. Disposal of surgical wound dressing.
2. The nurse is caring for a client with lower abdominal pain. Which of the following is
the most effective infection-control measure to prevent and control the transmission of
infectious agents?
1. Sterilizing.
2. Hand hygiene.
3. Disinfecting.
4. Use of bactericides.

3. A client with chickenpox will exhibit a slight elevation in body temperature followed
within 24 hours by eruptions on the skin during which stage of infection?
1. Incubation.
2. Prodromal.
3. Illness.
4. Convalescent.
4. Which of the following is not a risk factor that
Page 26 of 139

Mata Kuliah / MateriKuliah

Brawijaya

2012

increases a clients susceptibility to infection?


1. Noninvasive procedure.
2. Chronic disease.
3. Malnutrition.
4. Rupture of amniotic membranes.
5. A client with an infected abdominal incision is brought to the primary care clinic.
Which of the following assessments will the nurse be able to
make?
1. Pinpoint pupils, hypothermia, and elevated blood
pressure.
2. Decreased respirations, low blood pressure, and
constricted pupils.
3. Clammy skin, dilated pupils, slow pulse, and low
blood pressure.
4. Fever, localized redness, warmth, swelling, and
pain.
6. A client with a sinus infection blows his nose in a facial tissue and asks the nurse to
dispose of it. The nurse puts on gloves before touching the used facial tissue because
she knows that the facial tissue is identified as which of the following links in the chain
of infection?
1. Portal of entry.
2. Mode of transmission.
3. Portal of exit.
4. Susceptible host.
7.

An AIDS client is admitted to the hospital with renal insufficiency, elevated liver
enzymes, jaundice, pneumonia, elevated WBC, fever, and diarrhea. Which of the
following types of infection is the client experiencing?
1. Systemic infection.
2. Humoral infection.
3. Localized infection.
4. Transient infection

B. Pendalaman materi

Page 27 of 139

Mata Kuliah / MateriKuliah

Brawijaya

Tugas mandiri, jelaskan asuhan keperawatan pada pencegahan infeksi


yang terdiri dari pengkajian, implementasi dan evaluasi asuhan
keperawatan.

Page 28 of 139

2012