Anda di halaman 1dari 24

Kalium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki

lambang K dan nomor atom19. Kalium berbentuk logam lunak berwarna putih
keperakan dan termasuk golongan alkali tanah. Secara alami, kalium ditemukan
sebagai senyawa dengan unsur lain dalam air laut atau minerallainnya.
Kalium teroksidasi dengan sangat cepat dengan udara, sangat reaktif terutama
dalam air, dan secara kimiawi memiliki sifat yang mirip dengan natrium.
Dalam bahasa Inggris, kalium disebutpotassium.
Kalium efektif untuk membuat semua sel, jaringan, dan seluruh organ dalam tubuh manusia
bisa berfungsi dengan baik. Mineral ini juga merupakan elektrolit, yaitu zat yang akan
melaksanakan fungsi listrik dalam tubuh, yang bekerja bersama dengan natrium, klorida,
kalsium, dan magnesium. Kalium juga sangat penting untuk fungsi jantung, serta menjaga
fungsi otot dan pencernaan yang normal. Pada umumnya orang mendapat asupan kalium
adalah dari diet sehat yang banyak sayuran dan buah-buahan. Kalium banyak ditemukan
dari makanan yang mengandung kalium, seperti daging, beberapa jenis ikan seperti salmon
dan cod, serta buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan serta susu dan semua produk
susu
Berlebihan kadar kalium dalam darah disebut dengan hiperkalemia, sedangkan orang yang
kekurangan disebut mengalami hipokalemia. Keseimbangan jumlah kalium dalam tubuh
tergantung dari jumlah sodium dan magnesium dalam darah. Misalnya, terlalu banyak
mengkonsumsi natrium (biasanya diet tinggi garam), bisa meningkatkan kebutuhan akan
kalium. Kondisi kesehatan seperti Diare, muntah, keringat berlebihan, kekurangan gizi, juga
dapat menyebabkan tubuh kekurangan kalium. Penggunaan jenis obat tertentu seperti obat
jantung juga bisa menjadi penyebab. Pengaruh dari minuman yang bersifat diuretik, seperti
kopi dan bir juga akan menguras kalium dalam tubuh kita.

Fakta Singkat Kalium


Nomor atom: 19
Massa atom: 39,0983 g/mol
Elektronegativitas menurut Pauling: 0,8
Densitas: 0.86 g/cm3 pada 0 C
Titik lebur: 63,2 C
Titik didih: 760 C
Radius Vanderwaals: 0,235 nm
Radius ionik: 0.133 (+1)
Isotop: 5
Energi ionisasi pertama: 418,6 kJ/mol

Ditemukan oleh: Sir Davy pada tahun 1808

Sifat Kimia dan Fisika Kalium


Simbol kimia K berasal dari kata kalium yang berasal dari bahasa Latin, yang
mungkin berakar dari kata Arab qali, yang berarti alkali (basa).
Kalium adalah logam lunak putih keperakan dan merupakan anggota kelompok alkali
dari tabel sistem periodik.
Kalium berwarna keperakan ketika pertama kali dipotong, tetapi dengan cepat akan
teroksidasi sehingga berwarna kusam. Untuk menghindari oksidasi, kalium biasanya
disimpan dalam minyak atau gemuk.
Kalium cukup ringan sehingga mengapung dalam air. Saat terkena air, unsur ini akan
bereaksi dengan melepaskan hidrogen disertai api berwarna ungu.
Sebagian besar kalium terjadi pada kerak bumi sebagai mineral, seperti feldspar dan
tanah liat. Kalium dilepaskan dari mineral yang lapuk sehingga menjelaskan
mengapa terdapat cukup banyak kalium di laut (0,75 g/liter).
Mineral yang ditambang untuk diambil kaliumnya adalah silvit, karnalit, dan alunit.
Produksi bijih kalium dunia sekitar 50 juta ton dengan jumlah cadangan yang
melimpah (lebih dari 10 miliar ton).
Kalium adalah unsur penting yang dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhannya.

Penggunaan Kalium
Sebagian besar kalium (95%) digunakan sebagai pupuk dan sisanya digunakan
untuk membuat kalium karbonat (K2CO3) dan kalium hidroksida (KOH).
Kalium karbonat umum digunakan untuk membuat kaca terutama kaca televisi,
sedangkan kalium hidroksida digunakan untuk membuat sabun cair dan deterjen.
Senyawa lain, kalium klorida digunakan dalam obat-obatan serta cairan infus saline.
Garam kalium lain juga digunakan dalam pembuatan roti, fotografi, penyamakan
kulit, serta untuk membuat garam iodize.

Efek Kesehatan Kalium

Kalium bisa ditemukan dalam sayuran, buah-buahan, kentang, daging, roti, susu,
dan kacang-kacangan.
Unsur ini memainkan peran penting dalam sistem cairan tubuh manusia dan
membantu fungsi saraf.
Kalium, sebagai ion K +, terdapat pada konsentrasi tinggi dalam sel tubuh.
Saat fungsi ginjal terganggu dan terjadi akumulasi kalium dalam tubuh, maka detak
jantung berpotensi terganggu.
Debu kalium mungkin saja terhirup dengan efek yang ditimbulkannya antara lain
iritasi mata, hidung, tenggorokan, paru-paru, batuk, dan sakit tenggorokan.
Eksposur yang lebih tinggi berpotensi menyebabkan terkumpulnya cairan di paruparu yang bisa menyebabkan kematian.
Kontak pada kulit dan mata dapat menyebabkan luka bakar parah sehingga
menyebabkan cacat permanen.

Dampak Lingkungan Kalium


Bersama dengan nitrogen dan fosfor, kalium merupakan salah satu mineral penting
untuk kelangsungan hidup tanaman.
Keberadaan unsur ini sangat vital untuk kesuburan tanah, pertumbuhan tanaman,
dan gizi hewan.
Fungsi utama kalium pada tumbuhan adalah perannya dalam memelihara tekanan
osmotik dan ukuran sel, sehingga memperlancar proses fotosintesis dan produksi
energi serta pembukaan stomata dan pasokan karbon dioksida.
Kadar kalium rendah akan memicu berbagai gangguan pada tanaman seperti
terhambatnya pertumbuhan, bunga yang tidak tumbuh sempurna, serta penurunan
poduksi secara keseluruhan

Fluor adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki
lambang F dan nomor atom 9. Namanya berasal dari bahasa Latin fluere,
berarti "mengalir". Dia merupakan gas halogen univalenberacun berwarna
kuning-hijau yang paling reaktif secara kimia dan elektronegatif dari seluruh
unsur. Dalam bentuk murninya, dia sangat berbahaya, dapat menyebabkan
pembakaran kimia parah begitu berhubungan dengan kulit.
Simbol ini digunakan oleh penyair Ciu Cahyono untuk sajak berjudul F (dalam
buku Aku dan Rantai, Penerbit Larikata-2011) bersama dengan 3F yang
menjadi sikap hidupnya: Free - Fly - Fuse.

Fakta Singkat Fluor


Nomor atom: 9
Massa atom: 18,998403 g/mol
Elektronegativitas menurut Pauling: 4
Kepadatan: 1,8*10-3 g/cm3 pada 20 C
Titik lebur: -219,6 C
Titik didih: -188 C
Radius Vanderwaals: 0,135 nm
Radius ionik: 0,136 nm (-1); 0,007 (+7)
Isotop: 2

Energi ionisasi pertama: 1680,6 kJ/mol


Energi ionisasi kedua: 3134 kJ/mol
Energi ionisasi ketiga: 6050 kJ/mol
Potensial standar: 2.87 V
Ditemukan oleh: Moissan pada tahun 1886

Sifat Kimia dan Fisika Fluor


Fluor (fluorine) adalah gas halogen beracun univalen, berwarna kuning-hijau pucat,
dan merupakan unsur paling reaktif serta memiliki elektronegativitas paling tinggi.
Fluor mudah membentuk senyawa dengan hampir semua unsur lainnya, bahkan
dengan gas mulia seperti kripton, xenon, dan radon.
Saking reaktifnya, kaca, logam, dan bahkan air, serta zat lain akan terbakar dan
menyala terang saat direaksikan dengan gas fluor.
Dalam larutan, fluor biasanya terjadi sebagai ion fluorida F-. Fluorida adalah
senyawa yang terjadi antara fluorida dengan unsur lain bermuatan positif.
Produksi fluor tahunan dunia berkisar 4 juta ton. Penghasil fluorit utama dunia
diantaranya adalah Cina, Meksiko dan Eropa Barat.
Fluor terjadi secara alami di kerak bumi dan dapat ditemukan dalam batuan, batu
bara, dan tanah liat.
Fluor adalah unsur ke-13 paling berlimpah di kerak bumi dengan konsentrasi 950
ppm.
Tanah mengandung kira-kira 330 ppm fluor. Sedangkan tanah yang terkontaminasi
bisa mengandung fluor hingga 3500 ppm.
Fluorida hidrogen lazim dilepaskan ke udara melalui proses pembakaran dalam
industri. Fluorida yang berada di udara pada akhirnya akan turun ke tanah atau ke
air.

Penggunaan Fluor
Atom dan molekul fluor digunakan untuk plasma etching di bidang manufaktur
semikonduktor, produksi panel layar datar, dan fabrikasi MEMS.

Fluor secara tidak langsung digunakan dalam produksi plastik anti gores seperti
teflon, produksi freon, dan dalam produksi uranium.
Fluorochlorohydrocarbon digunakan secara ekstensif dalam AC dan mesin
pendingin.
Fluorida sering ditambahkan pada pasta gigi untuk mencegah gigi berlubang.

Efek Kesehatan Fluor


Sejumlah kecil fluor secara alami terdapat dalam air, udara, tumbuhan, dan hewan.
Artinya, fluor dapat ditemukan dalam setiap jenis makanan dalam jumlah yang relatif
kecil. Dibanding lainnya, kandungan fluor dalam teh dan kerang relatif lebih tinggi.
Fluor adalah unsur penting untuk memelihara kekuatan tulang. Unsur ini juga dapat
melindungi gigi dari kerusakan sehingga dimasukkan dalam pasta gigi.
Namun jika terlalu banyak, fluor justru akan memicu pembusukan gigi, osteoporosis,
serta berbahaya bagi ginjal, tulang, saraf, dan otot.
Gas fluor yang dilepaskan oleh industri amat berbahaya karena dapat menyebabkan
kematian pada konsentrasi sangat tinggi.
Pada konsentrasi rendah, gas fluor menyebabkan iritasi mata dan hidung.

Dampak Lingkungan Fluor


Fluor dari udara pada akhirnya akan menumpuk di air dan tanah. Fluor di tanah
berpotensi terakumulasi dalam tanaman.
Tanaman yang sensitif pada paparan fluor bisa mengalami kerusakan daun dan
perlambatan pertumbuhan.
Hewan yang memakan tumbuhan yang mengandung fluor akan mengakumulasikan
unsur ini dalam tubuh mereka, terutama di tulang.
Akibatnya, hewan yang memiliki kadar tinggi fluor di tubuhnya akan mengalami
kerusakan tulang dan gigi.
Terlalu banyak fluor juga menyebabkan penurunan penyerapan makanan dari perut
dan mengganggu perkembangan cakar.[]

Klorin (bahasa Yunani: Chloros, "hijau pucat"), adalah unsur kimia dengan
simbol Cl dan nomor atom 17. Dalam tabel periodik, unsur ini termasuk
kelompok halogen atau grup 17 (sistem lama: VII or VIIA). Dalam
bentuk ion klorida, unsur ini adalah pembentuk garam dan senyawa lain yang
tersedia di alam dalam jumlah yang sangat berlimpah dan diperlukan untuk
pembentukan hampir semua bentuk kehidupan, termasuk manusia. Dalam
bentuk gas, klorin berwarna kuning kehijauan, dan sangat beracun. Dalam
bentuk cair atau padat, klor sering digunakan sebagai oksidan, pemutih, atau
desinfektan.
Fakta Singkat Klorin
Nomor atom: 17
Massa atom: 35,453 g/mol
Elektronegativitas menurut Pauling: 3,0
Titik lebur: -101 C
Titik didih: -34,6 C
Radius Vanderwaals: 0,127 nm
Radius ionik: 0,184 (-2) nm, 0,029 nm (+6)
Isotop: 4
Energi ionisasi pertama: 1255,7 kJ/mol
Energi ionisasi kedua: 2298 kJ/mol
Energi ionisasi ketiga: 3822 kJ/mol
Potensial standar: 1,36 V

Ditemukan oleh: Carl Wilhelm Scheele pada tahun 1774

Sifat Kimia dan Fisika Klorin (Cl)


Ditemukan pada tahun 1774 oleh Carl Wilhelm Scheele, dia keliru mengira klorin
mengandung oksigen.
Unsur ini mendapatkan namanya seperti sekarang pada tahun 1810 oleh Humphry
Davy.
Unsur kimia murni klorin berwujud gas diatomik berwarna hijau. Nama klorin berasal
dari kata latin chloros, yang berarti hijau, mengacu pada warna gas ini.
Gas klorin memiliki berat 2,5 kali udara, memiliki bau menyesakkan, serta sangat
beracun.
Dalam bentuk cair dan padat, klorin merupakan oksidator kuat, pemutih, dan agen
disinfektan kuat.
Elemen ini merupakan bagian dari seri halogen pembentuk garam yang bisa
diekstrak dari klorida melalui oksidasi dan elektrolisis.
Di alam, klorin banyak ditemukan bersenyawa dengan unsur natrium membentuk
garam dapur (NaCl), serta ditemukan dalam karnalit dan silvit.
Klorida membentuk banyak garam terlarut dalam lautan dengan sekitar 1,9% dari
massa air laut adalah ion klorida.
Jumlah klorida dalam tanah bervariasi tergantung dari jaraknya dengan laut. Ratarata klorida di tanah bagian atas adalah sekitar 10 ppm.
Tanaman juga mengandung sejumlah klorin yang terkonsentrasi dalam kloroplas.

Penggunaan Klorin
Klorin adalah bahan kimia penting dalam pemurnian air, dalam desinfektan, dalam
pemutih, dan gas mustard.
Klorin juga digunakan secara luas dalam pembuatan banyak produk termasuk dalam
produksi kertas, antiseptik, zat warna, makanan, insektisida, cat, produk minyak
bumi, plastik, obat-obatan, tekstil, pelarut, dan banyak produk konsumen lainnya.
Unsur ini juga digunakan untuk membunuh bakteri dan mikroba dari pasokan air
minum.

Klorin juga digunakan untuk pemutih pulp kayu sebelum digunakan untuk membuat
kertas, serta menghilangkan tinta pada kertas daur ulang.
Unsur ini digunakan pula dalam produksi klorat, kloroform, karbon tetraklorida, dan
ekstraksi brom.

Efek Kesehatan Klorin


Klorin adalah gas yang sangat reaktif.
Pengguna terbesar klorin adalah perusahaan yang membuat etilen diklorida dan
pelarut diklorinasi lainnya, resin polyvinyl chloride (PVC), klorofluorokarbon, dan
propilena oksida.
Perusahaan kertas menggunakan klorin untuk pemutih kertas. Instalasi air dan
pengolahan air limbah menggunakan kaporit sebagai disinfektan.
Orang-orang yang menggunakan pemutih cucian dan bahan kimia kolam renang
yang mengandung klorin biasanya tetap aman.
Klorin berbahaya ketika memasuki tubuh saat terhirup bersama dengan udara yang
terkontaminasi atau ketika tertelan bersama dengan makanan atau air yang
terkontaminasi.
Menghirup uap klorin bisa merugikan sistem pernapasan. Keluhan akan bervariasi
mulai dari batuk, nyeri dada, serta retensi air dalam paru-paru.

Dampak Lingkungan Klorin


Klorin terurai ketika dicampur dengan air. Klorin mungkin juga dilepaskan dari air
kemudian masuk ke udara dalam kondisi tertentu.
Karena sifatnya yang reaktif, klorin tidak akan lama tinggal di tanah atau di dalam air.
Tanaman dan hewan juga diketahui tidak mengakumulasi klorin dalam tubuhnya.
Namun, studi laboratorium menunjukkan bahwa paparan berulang klorin dari udara
dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, darah, jantung, dan sistem
pernapasan hewan.[]

Bromin atau brom (bahasa Yunani: , brmos - berbau pesing),


adalah unsur kimia padatabel periodik yang memiliki simbol Br dan nomor
atom 35. Unsur dari deret kimia halogen ini berbentuk cairan berwarna merah
pada suhu kamar dan memiliki reaktivitas di antara klor danyodium. Dalam

bentuk cairan, zat ini bersifat korosif terhadap jaringan sel manusia dan uapnya
menyebabkan iritasi pada mata dan tenggorokan. Dalam bentuk gas, bromin
bersifat toksik.
Fakta Singkat Brom
Nomor atom: 35
Massa atom: 79,904 g/mol
Elektronegativitas menurut Pauling: 2,8
Kepadatan: 3,1 g/cm3 pada 20 C
Titik lebur: -7,2 C
Titik didih: 58,8 C
Radius Vanderwaals: 0,165 nm
Radius ionik: 0,195 nm (-1)
Isotop: 10
Energi ionisasi pertama: 1142,7 kJ/mol
Potensial standar: 1,08 V
Ditemukan oleh: Anthoine Balard tahun 1826

Sifat Kimia dan Fisika Brom


Pada suhu ruangan brom (bromin) berwujud cairan merah kecoklatan.
Dalam bentuk gas, brom berwarna sama (merah kecoklatan) dengan bau ofensif
dan menyesakkan mirip bau klorin.
Brom adalah satu-satunya unsur non-logam yang berbentuk cair dalam suhu
ruangan dan mudah menguap pada suhu dan tekanan standar.
Brom kurang aktif dibandingkan klorin dan fluorin tetapi lebih aktif daripada yodium.
Brom larut dalam pelarut organik dan air.
Brom adalah elemen alami yang dapat ditemukan dalam banyak bahan anorganik.

Namun, manusia memasukkan brom organik ke lingkungan melalui berbagai


aktivitas.
Brom akibat aktivitas manusia yang tidak terjadi secara alami berpotensi
menyebabkan kerusakan serius pada kesehatan manusia dan lingkungan.
Dalam batuan kerak bumi, brom alami berwujud sebagai garam bromida. Garam
brom terakumulasi dalam air laut (85 ppm), dari mana brom biasanya diekstrak.
Produksi dunia brom diperkirakan melebihi 300.000 ton per tahun, dengan tiga
negara produsen utama yaitu Amerika Serikat, Istrael, dan Inggris.

Penggunaan Brom
Brom digunakan dalam industri untuk membuat senyawa organobromo dengan
salah satu senyawa utama adalah dibromoethana yang digunakan dalam bensin
bertimbal, sebelum akhirnya dikurangi karena pertimbangan lingkungan.
Brom organik lain digunakan sebagai insektisida, dalam alat pemadam kebakaran,
dan membuat obat-obatan.
Brom juga digunakan dalam pembuatan fumigant, pewarna, agen anti-api, senyawa
pemurnian air, pembersih, obat-obatan, agen untuk fotografi, minyak sayur, dan
digunakan sebagai emulsifier dalam banyak minuman ringan rasa jeruk.

Efek Kesehatan Brom


Brom bersifat korosif terhadap jaringan manusia. Dalam bentuk cair dan uap, unsur
ini mampu mengiritasi mata dan tenggorokan. Uap bromin sangat beracun saat
terhirup.
Manusia menyerap brom organik melalui kulit, makanan, dan saat bernafas.
Brom organik banyak digunakan sebagai obat semprot untuk membunuh serangga
dan hama, namun berpotensi beracun pula bagi hewan yang lebih besar, bahkan
manusia.
Efek kesehatan parah yang disebabkan oleh kontaminan organik yang mengandung
brom adalah rusaknya sistem saraf dan gangguan materi genetik.
Brom organik juga menyebabkan kerusakan berbagai organ seperti hati, ginjal, paruparu, serta memicu gangguan perut dan pencernaan.

Beberapa senyawa brom organik, seperti etilena bromin bahkan bisa menyebabkan
kanker.

Dampak Lingkungan Brom


Brom organik yang digunakan sebagai desinfektan, ketika terbawa air bisa berefek
negatif pada berbagai organisme air seperti daphnia, ikan, lobster, dan ganggang.
Brom organik juga merusak kesehatan mamalia, terutama ketika menumpuk dalam
tubuh mangsanya.
Efek paling merugikan adalah terjadinya kerusakan saraf, merusak DNA, serta
meningkatkan kemungkinan perkembangan kanker.
Penyerapan bromin organik terjadi melalui makanan, melalui pernapasan, dan
melalui kulit.
Brom organik tidak mudah diurai sehingga berpotensi besar terpapar ke berbagai
organisme.
Ribuan sapi dan babi harus dibunuh untuk mencegah efek penumpukan brom
organik dari ternak ke manusia.
Ternak yang mengalami paparan tinggi brom akan mengalami kerusakan hati,
kehilangan penglihatan, hambatan pertumbuhan, penurunan kekebalan, penurunan
produksi susu, sterilitas, dan anak-anak terlahir cacat.[ ]

Natrium atau sodium adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki
simbol Na dan nomor atom 11. Natrium adalah logam reaktif yang lunak,
keperakan, dan seperti lilin, yang termasuk ke logam alkaliyang banyak
terdapat dalam senyawa alam (terutama halite). Dia sangat reaktif, apinya
berwarna kuning, beroksidasi dalam udara, dan bereaksi kuat dengan air,
sehingga harus disimpan dalam minyak. Karena sangat reaktif, natrium hampir
tidak pernah ditemukan dalam bentuk unsur murni.

Sifat utama
Seperti logam alkali lainnya, natrium adalah unsur reaktif yang lunak, ringan,
dan putih keperakan, yang tak pernah berwujud sebagai unsur murni di alam.
Natrium mengapung di air, menguraikannya menjadi
gashidrogen dan ion hidroksida. Jika digerus menjadi bubuk, natrium akan

meledak dalam air secara spontan. Namun, biasanya ia tidak meledak


diudarabersuhu di bawah 388 K. Natrium juga bila dalam keadaan berikatan
dengan ion OH- maka akan membentuk basa kuat yaitu NaOH.

Fakta Singkat Natrium


Nomor atom: 11
Massa atom: 22,98977 g/mol
Elektronegativitas menurut Pauling: 0,9
Densitas: 0,97 g/cm-3 pada 20 C
Titik lebur: 97,5 C
Titik didih: 883 C
Radius Vanderwaals: 0,196 nm
Radius ionik: 0,095 (+1) nm
Isotop: 3
Energi ionisasi pertama: 495,7 kJ/mol
Potensial standar: 2.71 V
Ditemukan oleh: Sir Humphrey Davy pada tahun 1807

Sifat Kimia dan Fisika Natrium


Natrium bereaksi cepat dengan air, salju, dan es untuk menghasilkan natrium
hidroksida dan hidrogen.
Ketika terkena udara, logam natrium kehilangan warna keperakannya dan berubah
menjadi abu-abu buram akibat pembentukan lapisan natrium oksida.
Natrium tidak bereaksi dengan nitrogen, bahkan pada suhu yang sangat tinggi, tetapi
dapat bereaksi dengan amonia untuk membentuk natrium amida.
Natrium dan hidrogen bereaksi pada suhu diatas 200 C untuk membentuk natrium
hidrida. Natrium hampir tidak bereaksi dengan karbon serta tidak bereaksi dengan
halogen.

Unsur ini juga bereaksi dengan berbagai halida logam untuk membentuk logam dan
natrium klorida.
Natrium tidak bereaksi dengan hidrokarbon parafin, tetapi membentuk senyawa
dengan naftalena dan senyawa polisiklik aromatik lainnya dan dengan alkena aril.
Reaksi natrium dengan alkohol mirip dengan reaksi natrium dengan air, tapi
berlangsung lebih lambat.
Natrium adalah unsur keenam paling melimpah di kerak bumi, dengan komposisi
sekitar 2,83%.
Natrium, setelah klorida, adalah unsur kedua paling berlimpah yang terlarut dalam
air laut.
Garam-garam natrium paling penting yang ditemukan di alam adalah natrium klorida,
natrium karbonat, natrium borat, natrium nitrat, dan natrium sulfat.
Garam natrium antara lain ditemukan dalam air laut, danau asin, danau alkali, dan
mata air mineral.

Penggunaan Natrium
Natrium dalam bentuk logam sangat penting dalam pembuatan ester dan dalam
pembuatan senyawa organik.
Natrium juga merupakan komponen dari natrium klorida (NaCl) yang merupakan
senyawa penting bagi organisme hidup.
Unsur ini juga memiliki kegunaan lain seperti untuk memperbaiki struktur paduan
logam tertentu, digunakan dalam sabun, dikombinasikan dengan asam lemak, serta
untuk memurnikan logam cair.
Natrium karbonat padat juga dibutuhkan untuk membuat kaca.

Efek Kesehatan Natrium


Natrium terkandung dalam banyak makanan terutama dalam bentuk garam dapur.
Natrium diperlukan manusia untuk menjaga keseimbangan sistem cairan tubuh.
Unsur ini juga dibutuhkan untuk berfungsinya saraf dan otot.
Namun, terlalu banyak natrium dapat merusak ginjal dan meningkatkan
kemungkinan tekanan darah tinggi.

Jumlah natrium yang harus dikonsumsi seseorang setiap hari bervariasi untuk tiap
individunya.
Reaksi natrium dengan air menyebabkan terbentuknya uap natrium hidroksida yang
sangat mengiritasi kulit, mata, hidung, dan tenggorokan.
Eksposur sangat parah bisa menyebabkan sulit bernapas, batuk, dan bronkitis kimia.
Kontak parah dengan kulit bisa memicu gatal-gatal, kesemutan, luka bakar termal
dan kaustik yang membuat kerusakan kulit permanen.
Sedangkan kontak dengan mata bisa menyebabkan kerusakan permanen dan
kehilangan penglihatan.

Dampak Lingkungan Natrium


Natrium dalam bentuk bubuk sangat eksplosif dalam air dan membentuk racun saat
bereaksi dengan berbagai unsur lainnya.
Dalam bentuk padat, natrium tidak mobile meskipun mudah menyerap kelembaban
membentuk natrium hidroksida.
Natrium hidroksida dikenal cepat terserap dalam tanah dan berpotensi
menyebabkan pencemaran.[]

Argon adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki


simbol Ar dan nomor atom 18.Gas mulia ke-3, di periode 8, argon membentuk
1% dari atmosfer bumi.
Nama "argon" berasal dari kata Yunani berarti "malas" atau "yang tidak
aktif", sebuah referensi untuk fakta bahwa elemen hampir tidak mengalami
reaksi kimia. Oktet lengkap (delapan elektron) di kulit atom terluar membuat
argon stabil dan tahan terhadap ikatan dengan unsur-unsur lainnya. Titik triple
suhu 83,8058 K adalah titik tetap yang menentukan dalam Skala Suhu
Internasional 1990.

Fakta Singkat tentang Argon


Nomor atom: 18
Massa atom: 39,948 g/mol
Elektronegativitas menurut Pauling: tidak diketahui

Kepadatan: 1,78.10^-3 g/cm3 pada 0 C


Titik lebur: -189 C
Titik didih: -185,7 C
Radius Vanderwaals: 0,192 nm
Radius ionik: tidak diketahui
Isotop: 6
Energi ionisasi pertama: 1520 kJ/mol
Energi ionisasi kedua: 2665,8 kJ/mol
Energi ionisasi ketiga: 3931 kJ/mol
Ditemukan oleh: Sir Ramsay pada tahun 1894

Sifat Kimia dan Fisika Argon


Argon diduga terdapat dalam udara oleh Henry Cavendish pada tahun 1785, tapi
tidak ditemukan sampai tahun 1894 oleh Lord Rayleigh dan Sir William Ramsay.
Argon adalah gas mulia ketiga dan berkontribusi pada sekitar 1% atmosfer bumi.
Argon memiliki kelarutan mirip oksigen dan sekitar 2,5 kali lebih mudah larut dalam
air dari nitrogen.
Unsur kimia inert ini tidak berwarna dan tidak berbau baik dalam bentuk cair dan
gas. Argon biasanya diperoleh melalui fraksinasi udara cair.
Sebagai informasi, atmosfer Mars mengandung 1,6% Ar-40 dan 5 ppm Ar-36.
Dalam atmosfer bumi, Ar-39 tercipta oleh aktivitas sinar kosmik. Dalam lingkungan
bawah permukaan, argon dihasilkan melalui penangkapan neutron oleh K-39 atau
emisi alpha oleh kalsium.
Argon-37 dihasilkan dari peluruhan kalsium-40, hasil dari ledakan nuklir bawah
tanah.
Argon juga hadir dalam sebagian mineral kalium karena peluruhan radioaktif isotop
kalium-40.

Penggunaan Argon
Argon tidak bereaksi dengan filamen bola lampu bahkan pada suhu tinggi, sehingga
digunakan sebagai gas pengisi bola lampu.
Argon juga memiliki nilai penting bagi industri logam dan digunakan sebagai perisai
gas inert dalam arc welding dan pemotongan logam.
Kegunaan lain argon adalah sebagai selimut non-reaktif dalam pembuatan titanium
dan unsur reaktif lainnya, serta sebagai atmosfer pelindung untuk menumbuhkan
kristal silikon dan germanium.
Argon-39 telah digunakan untuk sejumlah aplikasi, terutama ice coring.
Unsur ini digunakan pula dalam scuba diving untuk mengembangkan drysuit karena
sifatnya yang tidak reaktif serta kemampuannya mengisolasi panas.
Argon juga digunakan untuk gas pengisi ban mobil-mobil mewah.

Efek Kesehatan Argon


Argon bisa terhirup dan masuk ke dalam tubuh. Jika terhirup pada ruangan tertutup,
korban bisa lemas karena kekurangan oksigen akibat didesak oleh argon.
Efek lain yang mungkin timbul saat menghirup argon adalah pusing, sakit kepala,
sesak nafas, mual, muntah, kehilangan kesadaran, dan pada kasus parah
mengakibatkan kematian.
Kematian bisa terjadi akibat kesalahan dalam penilaian, kebingungan, atau
kehilangan kesadaran sehingga mencegah upaya penyelamatan diri.

Dampak Lingkungan Argon


Tidak ada kerusakan ekologis yang diketahui yang disebabkan oleh argon.
Argon merupakan gas yang terjadi secara alami dan akan terlarut dengan cepat di
area yang memiliki ventilasi baik.
Efek dari argon pada tanaman atau hewan belum diketahui. Argon juga diyakini tidak
membahayakan kehidupan air.[]

Xenon adalah unsur dengan lambang kimia Xe, nomor atom 54 dan massa
atom relatif 131,29; berupa gas mulia, tak berwarna, tak berbau dan tidak ada
rasanya.

Xenon diperoleh dari udara yang dicairkan. Xenon dipergunakan untuk mengisi
lampu sorot, dan lampu berintensitas tinggi lainnya, mengisi bilik gelembung
yang dipergunakan oleh ahli fisika untuk mempelajari partikel sub-atom.

ejarah Xenon(Xe)
Xenon ditemukan pada tahun 1898 oleh Ramsay dan Travers dalam
residu yang tersisa setelah menguapkan udara cair. Xenon
diperolehdari udara yang dicairkan.

Pengertian Xenon (Xe)


Xenon berasal dari bahasa Yunani, Xenon yang artinya asing.
Xenon adalah unsure dengan lambing kimia Xe, nomor atom 54 dan
massa atom relative 131,29 berupa gas mulia, tak berwarna , tak
berbu, tidak ada rasanya, tidak dapat terbakar, terdapat dalam jumlah
kecil di udara. Gas xenon tidak bereaksi dengan elemen lain,
sehingga banyak digunakan untuk pekerjaan yang berhubungan
dengan lingkungan pada industry kimia dan industrielektronik.
Xenon adalah anggota gas mulia atau gas inert. Terdapat di
atmosfer kta dengan kandungan satu bagian per dua puluh juta
bagian atmosfer. Xenon terdapat dalam atmosfer Mars dengan
kandungan 0.08 ppm. Unsur ini ditemukan dalam bentuk gas, yang
dilepaskan dari mineral mata air tertentu, dan dihasilkan secara
komersial dengan ekstraksi udara cair.

Kelimpahan Xenon (Xe)


Kandungan Xenon di bumi sangatlah sedikit, di bumi terutama
di bagian bumi yang berudara kering kandungan Xenon hanya
0,000008%

Sifat kimia Xenon(Xe)


-Tidak berwarna
- Tidak berbau
-Tidak berasa
-Pada keadaan standar gas mulia tidak dapat terbakar.

Sifat Fisika Xenon(Xe)


-Simbol : Xe
-Radius atom : 1.24
-Volume atom : 42,9 cm3/mol
-Massa atom : 131,29
-Titik didih : 165.1 K

-Radius kovalensi : 1.31


-Struktur Kristal : fcc
-Massa jenis : 5,9 g/cm3
-Elektronegativitas : 2.6
-Konfigurasi electron : [Kr]4d10 5s2p6
-Formasi entalpi : 2,3 kj/mol
-Potensial ionisasi : 12,13 V
-Titik lebur : 161,39 K
-Bilangan oksidasi : 0,2,4,6
-Entalpi penguapan : 12,64 kj/mol
- Afinitas elektronnya mendekati nol

Kegunaan Xenon
Gas ini digunakan dalam pembuatan tabung electron, lampu
stoboskopik(lampu neon yang berkedip dngan frekuensi tertentu),
lampu bakterisida, dan lampu yang digunakan untuk mengeluarkan
laser rubi yang menghasilkan sinar yang koheren. Xenon digunakan
dalam medan energy nuklir dalam bejana gelembung udara, probe,
dan penerapan lainnya dimana dibutuhkan bobot atom tinggi.
Senyawa perxenate digunakan kimia analisis sebagai zat oksidator.
Xenon tidak beracun tapi senyawanya sangat beracun karena sifat
oksidatornya yang sangat kuat.
Xenon pada tekanan rendah digunakan sebagai gas starter
pada lampu HPS. Xenon mempunyai konduktivtas termal dan
potensial ionisasi terendah diantara seluruh gas mulia non-radioaktif.
Sebagai gasmulia, xenon tidak mengganggu reaksi kimia dalam
lampu . Konduktivitas termal yang rendah mengurangi kehilangan
bahang dalam lampu saat beroperasi, dan potensial ionisasi yang
rendah menyebabkan tegangan dadal dari gas menjadi relative
rendah saat dingin, memungkinkan penghidupanyang cepat dan
mudah. Xenon juga bersifat anesti oleh karena sifat ini maka xenon di
gunakan untuk membius pasien pasien dalam operasi besar, akan
tetapi pemakaian ini masih terlalu mahal.

Xenon dalam lampu mobil.

Saat ini juga semakin marak penjualan produk


HID/xenon aftermarket. Aksesori ini memungkinkan mobilmobil yang belum menggunakan HID/xenon untuk
menggunakannya pada lampu utama. Produk-produk ini
bahkan bisa dipasang pada rumah lampu yang tidak
dirancang
untuk
menangani
bohlam
HID/xenon.

Masalahnya, jika pemasangan HID/xenon tidak diikuti


dengan pengaturan arah sinar lampu yang benar, akan
banyak terjadi pantulan sinar yang tak diinginkan oleh
reflektor, ke arah yang tidak beraturan. Dampaknya, sinar
tersebut menyilaukan pengendara lain, baik yang
berpapasan maupun mobil di depan yang berjalan searah.

Dampak Xenon dalam lingkungan


Xe-133
Xenon Radioaktivitas (Xe-133) yang terdeteksi di
Gangwon kemungkinan besar sebagian bahan zat radiasi
yang bocor dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima
di Jepang. Jumlah kebocoran semakin meningkat dan
semakin meluas. Lebih khusus lagi, Xe-133 tidak terdapat
dalam situasi alam. Angin barat tertiup sejak terjadinya
gempa bumi, namun para pakar percaya bahwa zat
radioaktifitas yang kebocoran dari PLTN di Fukushima telah
melayang mengelilingi bumi. KINS berupaya mencari asal
jejak pindahnya Xenon yang terdeteksi di Gangwon dan
melaporkan bahwa zat radioaktif yang terbocor itu, terbang
melayang ke Semenanjung Kamchatka, lalu mengelilingi
wilayah Kutub Utara dan Siberia dan kemudian pindah ke
Semenanjung Korea. Demikian, kekhawatiran atas pengaruh
kesehatan dari Xenon untuk warga penduduk Korea sedang
timbul.

Senyawa dalam Xenon


Xenon di alamterdiri dari Sembilan isotop stabil. Ada
pula 20 isotop tidak stabil yang telah dikenali. Sebelum
tahun 1962, diasumsikan bahwa xenon dan gas mulia
lainnya tidak dapat membentuk senyawa. Beberapa tahun
terakhir telah ditemukan bahwa xenon, seperti halnya
unsure gas mulia lainnya, memang mebentuk senyawa. Di
antara senyaa xenon tersebut adalah natrium perxenat,
xenon deuterat, xenon hidrat, diflourida, tetraflourida, dan
heka flourida. Xenon trioksida, yang sangat eksplosif, sudah

dapat dibuat. Lebih dari 80 senyawa xenon telah dibuat


dengan xenon yang terikat secara kimiawi dengan flour dan
oksigen. Beberapa senyawa xenon memiliki warna. Senyawa
Xenon dengan logam telah dihasilkan dengan menggunakan
tekanan ratusan kilobar. Xenon dalam tabung vakum
menghasilkan kilau biru yang indah ketika diektasi dalam
pelepasan muatan listrik.
Sebelum tahun 1962 unsur-unsur gas mulia di sebut
unsure-unsur inert karena usaha-usaha untuk mensintesis
senyawa gas mulia benar-benar inert(lembam). Pada tahun
1962 seorang ahli kimia dari kanada berhasil membuat
suatu senyawa dari Xenon, yaitu Xenon Heksaflouroplatinat,
berupa serbuk berwarnakuning kemerahan. Senyawa ini
mula-mula di temukan dalam reaksi antara oksidator kuat,
Platina Heksaflourida dengan oksigen.
Gas mulia Xe mempunyai energy ionisasi mendekati
harga ionisasi O2 sehingga Xe di mungkinkan melakukan
reaksi seperti halnya oksigen. Kemudian Neil Bartlett
berhasil mereasikan Gas Xe dengan Ptf6 pada suhu kamar
untuk pertama kalinya. Tak lama setelah penemuan Neil
Bartlett, ahli riset lain berhasil membuat berbagai senyawa
dari Xenon, Radon, dan Kripton sebagaiberikut :
1. Radon : dapat bereaksi spontaann dengan flourin
2. Xenon dapat bereaksi dengan flourin tetapi memerlukan
pemanasan atau penyinaran untuk memulai reaksi.
3, Kripton : Lebih sukar bereaksi, hanya untuk bereaksi
dengan flourin bila disinari atau diberi loncatan muatan
listrik.
4. Helium, Argon, Neon : ternyata lebih sukar bereaksi dan
elum berhasil dibuat suatu senyawa dari unsur tersebut.
Dari fakta diatas menunjukan bahwa kereaktifan gas
mulia bertambah seiring dengan pertambahan jari-jari
atomnya.
Fakta Singkat Kripton
Nomor atom: 36
Massa atom: 83,80 g/mol

Densitas: 3,73 10-3 g/cm3 pada 20 C


Titik lebur: -157 C
Titik didih: -153 C
Radius Vanderwaals: 0,197 nm
Isotop: 15
Energi ionisasi pertama: 1351 kJ/mol
Energi ionisasi kedua: 2350,4 kJ/mol
Energi ionisasi ketiga: 3565 kJ/mol
Ditemukan oleh: Sir Ramsay pada tahun 1898

Sifat Kimia dan Fisika Kripton


Kripton terdapat di udara dengan konsentrasi sekitar 1 ppm. Gas ini ditandai dengan
spektrum garis-garis cerah hijau dan oranye.
Pada tahun 1960, disepakati secara internasional bahwa satuan dasar panjang,
meter, didefinisikan sebagai 1 m = 1.650.763,73 panjang gelombang (dalam vakum)
dari garis oranye-merah Kr-33.
Dalam kondisi normal, kripton merupakan gas tidak berwarna, tidak berbau, dan
berharga cukup mahal.
Kripton padat berwujud zat kristal putih dengan struktur kubus, seperti pada
umumnya gas mulia lainnya.
Senyawa kripton umumnya tidak stabil, kecuali diisolasi dalam matriks pada suhu
yang sangat rendah.
Kripton mungkin merupakan salah satu gas paling langka di atmosfer. Terdapat total
lebih dari 15 miliar ton gas ini di atmosfer dengan sekitar 8 ton per tahun diekstrak
melalui udara cair.

Penggunaan Kripton
Kripton digunakan untuk mengisi bola lampu listrik yang menggunakan campuran
kripton dan argon.

Kripton juga digunakan dalam lampu proyeksi fotografi, dalam lampu energi tinggi
seperti yang digunakan di bandara dan di strobo-lamp karena memiliki respon yang
sangat cepat pada arus listrik.
Campuran isotop stabil dan tidak stabil kripton dihasilkan oleh fisi neutron lambat
uranium dalam reaktor nuklir sebagai Kripron-85, isotop yang paling stabil.
Kripton juga digunakan untuk mendeteksi kebocoran dalam wadah tertutup, untuk
merangsang fosfor dalam sumber cahaya tanpa memerlukan energi dari luar, dan
dalam kedokteran untuk mendeteksi bukaan jantung abnormal.

Efek Kesehatan Kripton


Gas ini bersifat inert dan diklasifikasikan sebagai gas yang menyebabkan sesak
nafas ringan.
Inhalasi dalam konsentrasi berlebihan dapat menyebabkan pusing, mual, muntah,
kehilangan kesadaran, dan bahkan kematian.
Kematian bisa terjadi akibat kesalahan dalam penilaian, kebingungan, atau
kehilangan kesadaran yang mencegah penyelamatan diri.
Pada konsentrasi oksigen rendah, ketidaksadaran dan kematian dapat terjadi dalam
hitungan detik tanpa peringatan.
Pengaruh gas sesak nafas ringan sebanding dengan sejauh mana kripton
mengurangi jumlah (tekanan parsial) oksigen di udara yang dihirup.
Oksigen dapat berkurang sampai 75% dari persentase normal di udara dan
berpotensi berakibat fatal dalam hitungan menit.
Ketika gas ini mencapai konsentrasi 50%, berbagai gejala mulai terlihat seperti
sesak nafas ringan, pernapasan yang cepat, dan kelaparan udara (air hunger).
Gejala lain meliputi berkurangnya kewaspadaan mental dan terganggunya koordinasi
otot.

Dampak Lingkungan Kripton


Kripton adalah gas atmosfer langka, tidak beracun, dan bersifat inert.
Gas pada suhu dingin yang ekstrim (-244 derajat C) akan membekukan organisme
saat terjadi kontak, meskipun hal ini hampir mustahil terjadi secara alami.[]