Anda di halaman 1dari 10

TEORI POLITIK

Konsep Politik :
Ada lima konsep teori politik :
1. Teori Klasik
2. Institusinalism/Kelembagaan
3. Power/Kekuasaan
4. Fungsionalisme
5. Konflik
Secara umum aada 2 kategori yakni :
1. Tradisionalism
2. Behavioralisme
Penjelasan lima konsep politik sbb :
I. Teori Klasik
Aristotales :
Politik sebagai asosiasi warga negara berfungsi
membicarakan dan menyelenggarakan hal ikwal yg
berfungsi kebaikan bersama/kepentingan publik .
Keadilan, kebajikan, kebahagiaan dan kebenaran.
Hutington
Kepentingan umum sama dengan kepentingan
pemerintah, karena lembaga pemerintahan dibentuk
utk menyelenggarakan kebaikan bersama.
Kepentingan umum dibedakan atas :

General
will
keinginan
kepentingan umum

arang

banyak

atau

Will of all banyak orang atau kumpulan keinginan


banyak orang.

II. Kelembagaan/Institusionalism
Politik
sebagai
hal
penyelenggaraan negara.

yang

berkaitan

dengan

Max Weber :
Negara sebagai komunitas manusia uyang secara
sukses memonopoli penggunaan paksaan fisik yang
sah dalam wilayah tertentu.
Politik , persaingan utk membagi kekuasaan atau
persaingan
utk
mempengaruhi
pembagiuan
kekuasaan antar kelompok dalam suatu negara,
Negara sebagai struktur admnistrasi atau organisasi
yang konkret.
III. Kekuasaan /Power
Pandangan yang melihat politik sebagai kegiatan
mencari dan mempertahankan kekuasaan dalam
masyarakat.
Robson :
Politik
memusatkan perhatian pada perjuangan
untuk memperoleh dan mempertahankan kekuasaan,
melaksanakan kekuasaan, mempengaruhi pihak lain
atau menentang pelaksanaan kekuasaan.
Kelemahan
Konseptualisasi
tersebut
tidak
membedakan
kekuasaan yang beraspek politik dari kekuasaan yang
tidak beraspek politik.

Misalnya :
Kemampuan para pendeta /kiai dalam mempengaruhi
jemaahagar melaksanakan ajaran agama tidaklah
beraspek politik.

IV. Fungsionalism
Politik
sebagai
kegiatan
melaksanakan kebijakan umum.

merumuskan

dan

David Easton
Politik sebagai alokasi nilai-nilai secara otoritatif,
berdasar kewenangan yang mengikat untuk suatu
masyarakat.
Prilaku politik setiap kegiatan yang mempengaruhi
(mendukung,mengubah,
menentang)
proses
pembagian
dan
penjatahan
nilai-nilai
dalam
masyarakat.

Horald Lasswel
Proses politik sebagai masalah Who gets what, when,
how. Atau masalah siapa mendapat apa , kapan dan
bagimana.
Nilaia-nilai (yang bersifat abstrak), sesuatu yang
diinginkan , hal yang dikejar oleh manusia dengan
derajat kedalam yang berbeda-beda.
Nilai-nilai itu prinsip hidup yang dianggap baik,
keadilan,
keamanan,
kebebasan,
persamaan,
demokrasi,
kemanusian,
kehormatan
dan
nasionalisme.

Nilai-nilai yg bersifat konkrit, sandang , pangan,


perumahan, fasilitas kesehatan, pendidikan, sarana
perhubungan dll.
V. Konflik
Pada dasarnya politik adalah konflik.
Kegiatan untuk
mempengaruhi proses perumusan
dan pelaksanaan kebijakan umum , sebagai upaya
untuk mendapatkan nilai-nilai .
Perbedaan
pendapat,
perdebatan,
persaingan,
bahkan pertentangan dan perebutan dalam upaya
mendapatkan/atau
mempertahankan
nilai-nilai
disebut konflik.
Tidak semua konflik berdemensi politik, karena ada
konflik pribadi, konflik ekonomi, konflik agama, yang
tidak selalu diselesaikan dengan proses politik.
Lima konsep tersebut secara umum dikategorikan
dalam 2 kategori umum konsep politik yakni :
Tradisional
Memandang politik dari segi normative (yang
seharusnya) , pendekatan ini memandang politik
sebagai perwujudan tujuan masyarakat negara,
termasuk
dalam
kategori
ini
:
Klasik
dan
kelembagaan.

Behavioralisme,
Memandang politik dari sisi apa adanya (what it is) ,
berupaya
menjelaskan
mengapa
gejala
politik
tertentu terjadi , bagaimana perkiraan gejala politik
apa yang akan terjadi.

Politik sebagai pola prilaku yang dapat dijelaskan dan


diperkirakan.
Kategori ini : kekuasaan, konflik dan fungsionalism.

PANDANGAN FILSUT/TEORITIKUS POLITIK


REZIM
TERBAIK
KESELURUHAN
TATA
MASYARAKAT,
POLITIK, EKONOMI DAN SOSIAL BUDAYA YANG DIANGGAP
TERBAIK BAGI NEGARA BANGSA.

1. Socrates
Keadilan adalah tujuan politik yang layak.
Suatu rezim atau masyarakat dikatakan adil manakala
setiap kelas melaksanakan fungdi ddan pekerjaannya
secara maksimal dan bekerja sama secara harmonis,
Ada tiga tipe manusia yakni ;
1. Akal Budi ( reason)
2. Semnagat ( spirit )
3. Nafsu ( desaire )
Atas dasar tipe diatas
masyarakat :

membagi pada 3 kelas

1. Kelas pedagang yang


sebanyak-banyaknya(nafsu)
2. Kelas prajurit yang
masyarakat ( semangat )

bekerja

bekerja

mencari

memelihara

uang
tata

3. Kelas filosofi yang berfungsi sebagai penguasa


( akal budi)

Ada tipe Rezim :


1. Rezim Aristokrasi ;
Rezim yang diperintah oleh seoranag Raja yang
bijaksana, keadilan akanterwujud karena setiap
kelas melaksanakan fungsi secara maksimal dan
bekerja
sama
secara
harmonis
dibawah
pemerintahan sang raja yang filosof. Rezim ini
dijiwai akal budi.

2. Rezim Timokrasi,
Rezim ini diperintah oleh mereka yang menyukai
kehormatan dan kebanggaan yakni prajurit, rezim
ini dijiwai semnagat.
3. Rezim Oligarki
Rezim yang diperintah oleh kelompok kecil yang
memiliki kekayaan (saudagar dan pengusaha) .
4. Rezim Demokrasi
Rezim yang dipimpin oleh banyak orang yang hanya
mengandalkan kebebasan atau keinginan yang tak
perlu (unnecessary desire)
5. Rezim Tirani

Rezim terburuk karena yang memerintah seorang


tiran yang bertindak sekehendak nafsunya . Seorang
tiran tidak mempunyai control atas dirinya.
Keadilan sama sekali tidak akan terwujud,

II. Thomas Hobbes


Pada dasarnya manusia itu mementingkan diri sendiri
dan bersifat rasional, oleh karenanya manusia
cenderung berkonflik antar sesamanya.
Pemerintah berfungsi menciptakan dan memelihara
perdamaian diantara manusia.
Pemerintah harus mempunyai kewenangan politik
yang absolute , sehingga semua warga masyarakat
taat dan tertib sosial.
Warga masyarakat hanya memiliki hak untuk
doiwakili dalam pemerintahan dan mereka tidak
memiliki hak untuk berperaan serta pemerintahan.
Kebebasan individu hanya dapat dipelihara dwengan
suatu pemerintahan yang memiliki kewenangan
mutlak.

III. John Locke


Kebebasan individu hanya dapat dijamin dengan
suatu pemerintahan yang memilki kewenangan
terbatas.
Fungsi pemerintah adalah memelihara milik pribadi
yakni, perdamaian, keselamatan dan kebaikan
bersama.
Milik pribadi dapat dijamin dengan cara menetapkan
hukum sebagai patokan atas dasar benar dan salah.

Pemerintah harus melindungi


dan menjamin
persaingan ekonomi yang bebas dan sehat di antara
individu yang cenderung mementingkan diri sendiri.
Setiap individu harus menyesuaikan diri dengan
suara mayoritas. Tirani mayoritas atas minoritas bisa
dibenarkan .
Pemerintah harus ditegakkan sesuai dengan hukum
(rule of law).
Untuk mencegah terkonsentrasinya kekuasaan maka,
Kekuasaan
eksekutif
harus
terpisah
dengan
kekuasaan legeslatif dan juga dengan yudikatif.
IV. J.J Rousseau
Menenkan pada keinginan umum ( general will) .
Sejarah manusia telah melalui empat tahapan :
1. Tahap primitive atau awal kehidupan, manusia
hidup dalam suasana
damai, harmonis dan bebas dari segala bentuk
dominasi.
2. Pembentukan inti masyarakat atau keluarga, sdh
mulai ada hak milik
pribadi .
3. Penemuan metalurgi dan pertanian , akhirnya
menimbulkan perbedaan
antara kaya dan miskin.

4. Sebagai akibat ada ketimpangan pemilikan harta


benda, maka timbul

konflik antara orang kaya dan miskin., maka


muncul kekacauan sosial.
Untuk mwenciptakan ketertiban , maka dibentuk
pemerintahan yang
melaksanakan kewenangan sesuai kontrak sosial
dan keinginan umum.

Hukum
atau
peraturan
per-undang-undangan
merupakan pernyataan kepentingan umum.
Eksekutif
merupakan
pelaksanaan
peraturan
perundang-undangan
yang
ditetapkan
oleh
kegeslatif.

V. Karl Marx