Anda di halaman 1dari 42

JARINGAN WIRELESS LOCAL

AREA NETWORK (WLAN) IEEE


802.11
REKA NURBITONO
2110147031
2014-D4LJPJJ

PENGERTIAN WIRELESS

Sistem Komunikasi menggunakan


frekuensi/spektrum radio, yang memungkinkan
transmisi (pengiriman/penerimaan) informasi
(suara, data, gambar, video) tanpa koneksi fisik
Dibedakan dari sistem transmisi yang
memerlukan koneksi fisik, seperti kabel/kawat
tembaga atau fiber optik
Bersifat tetap (fixed) atau bergerak (mobile)
Dibatasi oleh ketersediaan spektrum (pita
frekuensi), karena adanya interferensi (saling
mengganggu) jika digunakan bersama

MODEL SISTEM KOMUNIKASI


(BAGAIMANA SUATU INFORMASI DAPAT
DISALURKAN)
Message
signal

Transmitted
Signal

Received
Signal

Message
Signal

Communication
System
Input
Tranducer

Transmitter

Carrier wave
Proses :
Multiplexing
Modulation

Communication
Channel

Receiver

Output
Tranducer

Tambahan Noise,
Interferensi dan gangguan
lainnya
Proses :
Demultiplexing
Demodulation

Prinsip jaringan wireless, sinyal diubah saat


ditransmisikan. Karena menggunakan media
udara, pada saat proses transmisi, terjadi
perubahan sinyal dari digital ke analog, dan
disisi penerima, sinyal akan diubah lagi ke
sinyal digital untuk diproses lebih lanjut.

Arsitektur Jaringan Wireless ( Pada OSI Layer) bekerja pada layer


bawah, layer physical dan data link.

Layer physical : mengirimkan data aktual ke


medium yang digunakan, pada jaringan wireless,
data dikirimkan melalui gelombang radio atau
infra red
Layer data link : Mengkoordinasikan akses ke
medium pengiriman, error control, artinya
mengendalikan / melakukan recovery atas
kemungkinan kesalahan yang terjadi pada saat
pengiriman antara sumber dan tujuan .
Wireless Network Interface Card ( Wireless NIC )
merupakan implementasi dari layer data link dan
physical.

JARINGAN WIRELESS (BERDASARKAN


JANGKAUAN AREA) :

Wireless
Wireless
Wireless
Wireless

Personal Area Network (W-PAN)


Local Area Network (W-LAN)
Metropolitan Area Network (W-MAN)
Wide Area Network (W-WAN)

Jenis
W-PAN

Cakupan
Area
Hanya
menjangkau
area yang
sangat dekat
seperti
didalam
sebuah
ruangan ,
umumnya
jangkauan
sekitar 10 16
m.

Performan Standarisa
si
si
Cukup.
Kecepatan
data
mencapai
2MBps

Penggunaan

Bluetooth,
Bertukar data
IEEE
antara PDA
802.15, IrDa laptop
,
koneksi
ke
printer
,
wireless
headset, dll

W-LAN

Dalam satu
gedung
perkantoran
, kampus

Kuat.
Wi-fi IEEE
Kecepatan 802.11,
transfer
HiperLAN
data bisa
mencapai
54 MBps

Sama seperti
pada jaringan
kabel LAN,
W-LAN bisa
digunakan
untuk
bertukar
data, akses
suatu aplikasi
di komputer
lain dalam
suatu kantor,
atau public
hotspot

W-MAN Mencakup
Kuat
area dalam
satu kota

Wimax
802.16

- Koneksi
antara
gedung
dalam sebuh
kota

W-WAN

Mencakup
area
yang
sangat
luas
,seperti
koneksi antar
negara atau
benua

Rendah,
CDPD,
kecepatan cellular 2G,
data hanya 3G
mencapai
170 Kbps ,
dan
biasanya
hanya
56
kbps,
hampir
sama
seperti
koneksi dial
up telepon
atau
modem.

ARSITEKTUR JARINGAN WLAN

Arsitektur 802.11 LAN mirip arsitektur seluler


di mana sistem ini dibagi-bagi menjadi
beberapa sel. Tiap sel (yang disebut dengan
Basic Service Set atau BSS) dikontrol oleh
Base Station (yang disebut dengan Access
Point atau biasa disingkat AP).
Terdapat 2 jenis BSS, yaitu independent BSS
(IBSS) apabila MS tidak dihubungkan
menggunakan AP, dan disebut infrastructure
BSS apabila terdapat AP yang
menghubungkan MS.

Walaupun WLAN dapat berupa sel tunggal,dengan


sebuah AP, kebanyakan instalasi WLAN terdiri dari
beberapa sel, di mana AP terhubung melalui suatu
backbone (disebut dengan Distribution System atau
DS). Backbone ini biasanya berupa Ethernet dan
dalam beberapa kasus juga dapat berupa wireless.

Jaringan WLAN yang telah terinterkoneksi


utuh, termasuk dengan sel-sel yang berbeda,
AP dan DS dipandang sebagai satu jaringan
bagi layer di atasnya dan jaringan ini disebut
Extended Service Set (ESS).

secara
seluruh
802.11
dengan

Standar ini juga mendefinisikan konsep dari portal, yaitu sebuah


perangkat yang terinterkoneksi antara 802.11 dan jaringan LAN 802
yang lain.

KELEBIHAN 802.11

Mobility : bisa menyediakan layanan kepada user


dengan dimana saja
instalasi cepat dan sangat mudah.
memungkinkan suatu jaringan mencapai tempat yang
tidak dapat dicapai dengan kabel
jika diperhitungkan secara keseluruhan, instalasi dan
cost-nya secara signifikan lebih murah.
Scalability : bisa dikonfigurasi dalam berbagai macam
topologi untuk kebutuhan yang beragam
memiliki kemampuan untuk berkomunikasi secara
efektif dengan lainnya (Interoperable )

KEKURANGAN 802.11

Dipengaruhi oleh faktor luar seperti cuaca. Hujan, salju


dan kabut bisa mempengaruhi penyebaran sinyal bahkan
sampai berkurang 50 % nya
Halangan seperti pohon, gedung juga bisa
mempengaruhi. Sehingga faktor ini sangat penting
diperhitungkan untuk merencanakan instalasi wireless
MAN atau WAN.
Kemungkinan besar interfensi terhadap sesama hubungan
wireless pada perangkat lainnya. Interfensi disebabkan
penggunaan perangkat lain yang bekerja pada saluran
yang sama
QoS yang terbatas
Power control
Protokol MAC high overhead

OPERASI DASAR 802.11 SCANNING

Scanning adalah langkah pertama bagi MS untuk


bergabung dalam jaringan AP.

Terdapat 2 jenis scanning, yaitu Passive Scan


apabila client hanya menunggu untuk menerima
Beacon Frame dari AP, jadi MS mencari jaringan
dengan hanya mendengarkan Beacon sampai MS
menemukan jaringan yang sesuai untuk
bergabung, yang kedua adalah Active Scan di
mana MS mencoba untuk menemukan AP dengan
mengirimkan Probe Request Frames dan
menunggu Probe Response dari AP.

SYNCHRONIZATION

Hal ini diperlukan agar client tetap


tersinkronisasi dengan AP sehingga client
dapat melakukan fungsi-fungsi seperti power
save.

AP mengirimkan Beacon Frame yang berisi


timestamp dari AP, client akan
mensinkronkan clocknya dengan clock AP
berdasarkan timestamp ini.

AUTHENTICATION

Pada awalnya MS harus terotentikasi oleh AP untuk bergabung


dalam jaringan AP tersebut. 802.11 mendefinisikan dua jenis
otentikasi, yaitu Open System di mana client mengirimkan
authentication request ke AP yang kemudian akan dijawab oleh

ASSOCIATION

Langkah selanjutnya setelah otentikasi adalah


asosiasi. Asosiasi menungkinkan terjadinya
transfer data antara MS dengan AP. MS
mengirimkan Association Request Frame
kepada AP yang akan menjawab dengna
Association Response Frame yang dapat
mengijinkan atau tidak mengijinkan asosiasi.

Saat asosiasi berhasil, AP akan mengirimkan

Association ID dan akan menambahkan


client ke database client yang terkoneksi.

DATA TRANSFER

Tranfer data dapat dilakukan hanya setelah


otentikasi dan asosiasi berhasil. Setiap data
frame harus diikuti oleh acknowledgement.
AP akan meneruskan data frame yang
diterimanya ke jaringan kabel yang dituju.
AP juga meneruskan data dari jaringan kabel.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI
NIRKABEL

Layanan Bersifat tetap (fixed):


Bluetooth:

jarak pendek, kecepatan rendah


WiFi: jarang menengah, kecepatan cukup tinggi
WIMAX: jarak jauh, kecepatan tinggi
RFID: jangkauan sangat kecil

Layanan Bersifat bergerak (mobile):


Limited

Mobility (Flexi)
Cellular (GSM, CDMA, 3G)

BERBAGAI MACAM TEKNOLOGI


NIRKABEL
Degree of mobility

Driving

UMTS

CDMA

Systems
beyond 3G
>2010

GSM
GPRS

Standing

Walking

UMTS

HSDPA
EDGE

EV-DO
EV-DV

IEEE
802.16e

FlashOFDM
(802.20)

DECT

WLAN
(IEEE 802.11x)

BlueTooth
0.1

10

IEEE
802.16a,d
100

Mbps

User data rate

STANDARISASI, EX. IEEE

IEEE (Institute of Electrical and Electronic


Engineers) melakukan diskusi, riset dan
pengembangan terhadap perangkat jaringan
yang kemudian menjadi standarisasi untuk
digunakan sebagai perangkat jaringan.

CONTOH STANDART IEEE

IEEE 802.8 Fiber Optic LAN & MAN (standart


FDDI)
IEEE 802.10 LAN/MAN security (VPN)
IEEE 802.11Wireless LAN (WiFi)
IEEE 802.15Wireless PAN (Personal Area
Network) bluetooth
IEEE 802.16Broadband Wireless Access
(WiMax)

BLUETOOTH

Bluetooth bekerja berdasarkan spesifikasi IEEE


802.15.
Beroperasi pada frekuensi 2.4 Ghz
Jangkauan 30 - 50 feet ( 10 16m )
Kecepatan data mencapai 2 MBps
Teknologi bluetooth digunakan pada wireless
PAN, dan memungkinkan komunikasi bersifat
point to point atau komunikasi point to
multipoint.

KOMPONEN-KOMPONEN DALAM JARINGAN


WIRELESS

Komponen pada jaringan wireless secara umum


mencakup :
Computer device,
Base Station dan
Wireless Infrastruktur

KOMPONEN UTAMA PADA WIRELESS


LAN

Network Adapter, dapat berupa NIC, external USB


atau external PC Card ( NIC) internal integrated
merupakan komponen yang paling umum yang harus
diinstall agar bisa berkomunikasi pada jaringan
wireless. Wireless Network adapter bisa built in pada
komputer atau merupakan peripheral tambahan.

Wireless Router, mengirimkan paket antara jaringan.


Dalam wireless router telah ditambahkan fungsi akses
point pada sebuah multiport ethernet router. Terdapat
4 ethernet port , 802.11 access point , dan kadang
terdapat port yang bergungsi untuk server print,
sehingga memungkinkan pengguna wireless mengirim
dan menerima paket data melalui multiple networks.

Wireless Repeater, sebuah device yang


mengirim dan menerima sinyal untuk
memperluas area jangkauan. Kekurangan
repeater adalah bisa mengurangi performansi
wireless LAN .
Repeater harus menerima dan mengirim setiap
frame pada kanal radio yang sama ,
mengakibatkan terjadinya peggandaan jumlah
trafic pada jaringan. Hal ini terjadi jika
digunakan banyak repeater.

Wireless Bridge, device yang menghubungkan dua


jaringan yang sama atau berbeda.
Bridge menerima paket pada satu port dan mengirim
ulang pada port lainnya. Oleh karena itu bridge bisa
mentransmisikan paket dan secara terus menerus
tanpa menyebabkan terjadinya collision.

Antenna, yang biasa digunakan pada


teknologi wireless (W-LAN) merupakan
antena omnidirectional, karena antena
omnidirectional lebih baik dalam area
jangkauan. Antena umumnya sudah langsung
terintegrasi (built in) pada perangkat
access point, atau router.

CONTENT VS BANDWIDTH

TRADE OFF SISTEM KOMUNIKASI


NIRKABEL

Memaksimalkan bitrate
Meminimumkan probabilitas error
Meminimumkan daya yang digunakan
Meminimumkan bandwidth yang
digunakan
Memaksimalkan utilitas sistem (minimum
delay, maksimum kehandalan terhadap
interferensi, maksimum jml user)
Minimum kompleksitas sistem
Minimum cost

PARAMETER KINERJA WIRELESS


Karakterisitik yang mempengaruhi kinerja
wireless :
Range (coverage)
Power (daya yang digunakan)
Mobility
Bandwidth
Data rate

KESIMPULAN

Secara teknis operasional, Wi-Fi merupakan salah satu


varian teknologi komunikasi dan informasi yang bekerja
pada jaringan dan perangkat WLAN (wireless local area
network). Dengan kata lain, Wi-Fi adalah sertifikasi merek
dagang yang diberikan pabrikan kepada perangkat
telekomunikasi (internet) yang bekerja di jaringan WLAN
dan sudah memenuhi kualitas kapasitas interoperasi yang
dipersyaratkan.

Teknologi internet berbasis Wi-Fi dibuat dan dikembangkan


sekelompok insinyur Amerika Serikat yang bekerja pada institute of
electrical and electronic engineer (IEEE) berdasarkan standar teknis
perangkat bernomor 802.11b, 802.11a dan 802.16. Perangkat Wi-Fi
sebenarnya tidak hanya mampu bekerja di jaringan WLAN, tetapi
juga di jaringanwireless metropolitan area network (WMAN).

Karena perangkat dengan standar teknis 802.11b


diperuntukkan bagi perangkat WLAN yang digunakan di
frekuensi 2,4 GHz atau yang lazim disebut frekuensi ISM
(Industrial, Scientific dan Medical). Sedang untuk
perangkat yang berstandar teknis 802.11a dan 802.16
diperuntukkan bagi perangkat WMAN atau juga disebut
Wi-Max, yang bekerja di sekitar pita frekuensi 5 GHz.

Tingginya animo masyarakat khususnya di kalangan


komunitas Internet menggunakan teknologi Wi-Fi
dikarenakan paling tidak dua faktor. Pertama,
kemudahan akses. Artinya, para pengguna dalam satu
area dapat mengakses Internet secara bersamaan tanpa
perlu direpotkan dengan kabel.

Konsekuensinya, pengguna yang ingin melakukan surfing atau


browsing berita dan informasi di Internet, cukup membawa
PDA (pocket digital assistance) atau laptop berkemampuan
Wi-Fi ke tempat dimana terdapat access point atau hotspot.

Menjamurnya hotspot di tempat-tempat tersebut yang


dibangun oleh operator telekomunikasi, penyedia jasa
Internet bahkan orang perorangan dipicu faktor kedua, yakni
karena biaya pembangunannya yang relatif murah atau hanya
berkisar 300 dollar Amerika Serikat

Peningkatan kuantitas pengguna Internet berbasis teknologi


Wi-Fi yang semakin menggejala di berbagai belahan dunia,
telah mendorong Internet service providers (ISP) membangun
hotspot yang di kota-kota besar dunia.