Anda di halaman 1dari 3

ANATOMI MATA

Bola mata memiliki 3 lapisan. Bola mata memiliki 3 lapisan. Dari permukaan
luar, terdapat lapisan fibrosa, yang terdiri dari sklera di belakang dan kornea di
bagian depan. Lapisan kedua yaitu lapisan berpigmen dan vaskular, yang terdiri dari
koroid, korpus siliaris, dan iris. Lapisan ketiga yaitu lapisan neural yang dikenal
sebagai retina. Bola mata orang dewasa normal hampir mendekati bulat, dengan
diameter anteroposterior sekitar 24, 2 mm.

a.

Konjungtiva

Merupakan membran mukosa yang transparan dan tipis yang membungkus


permukaan posterior kelopak mata (konjungtiva palpebris/tarsal) dan permukaan
anterior sklera (konjungtiva bulbi). Konjungtiva bersambungan dengan kulit pada tepi
palpebra (suatu sambungan mukokutan) dan dengan epitel kornea di limbus.
Perdarahan konjungtiva berasal dari arteri siliaris anterior dan arteri palpebralis.
Konjungtiva menerima persarafan dari cabang (oftalmik) pertama nervus V.
b.

Sklera

Merupakan pembungkus fibrosa pelindung mata di bagian luar. Jaringan


bersifat padat dan berwarna putih, serta bersambungan dengan kornea di sebelah
anterior, dan durameter nervus optikus di posterior. Permukaan luar sklera anterior
dibungkus oleh sebuah lapisan tipis dari jaringan elastik halus yang mengandung
banyak pembuluh darah yang memasuk sklera, yang disebut sebagai episklera.

c.

Kornea

Merupakan jaringan yang avaskular, bersifat transparan, rata - rata


mempunyai tebal 0,6 1 mm, berukuran 11 12 mm horizontal dan 10 11 mm
vertikal, serta memiliki indeks refraksi 1,37. Kornea memberikan kontribusi 74% atau
setara dengan 43,25 dioptri (D) dari total 58,60 kekuatan dioptri mata manusia.
Dalam nutrisinya, kornea bergantung pada difusi glukosa dari humor aqueous dan
oksigen yang berdifusi melalui lapisan air mata. Sebagai tambahan, kornea perifer
disuplai oksigen dari sirkulasi limbus. Kornea adalah salah satu organ tubuh yang
memiliki densitas ujung-ujung saraf terbanyak dan sensitifitasnya adalah 100 kali jika
dibandingkan dengan konjungtiva.
d.

Uvea

Uvea terdiri atas iris, korpus siliaris, dan koroid. Bagian ini adalah lapisan
vaskular tengah mata dan dilindungi oleh kornea dan sklera.
e.

Iris

Merupakan perpanjangan korpus siliaris ke anterior. Iris terletak


bersambungan dengan anterior lensa, yang memisahkan bilik anterior dan bilik
posterior mata. Di dalam stroma iris terdapat otot sfingter dan dilator pupil. Iris juga
merupakan bagian yang memberi warna pada mata. Perdarahan iris didapat dari
circulus major iris. Iris mengendalikan banyaknya cahaya yang masuk ke dalam
mata. Ukuran pupil pada prinsipnya ditentukan oleh keseimbangan antara konstriksi
akibat aktivitas parasimpatis yang dihantarkan melalui nervus kranialis III dan dilatasi
yang ditimbulkan oleh aktivitas simpatis.
f.

Pupil

Pupil berwarna hitam pekat yang mengatur jumlah sinar masuk kedalam bola
mata. Pada
pupil terdapat m.sfinger pupil yang bila berkontraksi akan
mengakibatkan mengecilnya pupil
(miosis) dan m.dilatator pupil yang bila
berkontriksi akan mengakibatkan membesarnya pupil (midriasis)
g.

Corpus siliaris

Secara kasar berbentuk segitiga pada potongan melintang, membentang ke


depan dari ujung anterior koroid ke pangkal iris (sekitar 6 mm). Corpus ciliaris terdiri
atas zona anterior yang berombak-ombak, pars plicata, dan zona posterior yang
datar, pars plana. Prosesus ciliaris berasal dari pars plicata.
h.

Lensa

Merupakan struktur bikonveks, avaskular, tak berwarna, dan transparan.


Memiliki tebal sekitar 4mm dan diameter 9mm. Terletak di belakang iris. Lensa
digantung oleh zonula yang menghubungkannya dengan korpus siliaris. Di sebelah
anterior lensa terdapat aqeous humor, di sebelah posteriornya, vitreus. Dalam axis

penglihatan, lensa berperan untuk berakomodasi dan memfokuskan cahaya ke


retina.
i.

Retina

Merupakan selembar tipis jaringan saraf yang semi transparan yang melapisi
dua per tiga bagian dalam posterior dinding bola mata. Dalam aksis penglihatan,
retina berfungsi untuk menangkap rangsangan jatuhnya cahaya dan akan diteruskan
berupa bayangan benda sebagai impuls elektrik ke otak untuk membentuk
gambaran yang dilihat. Pada retina terdapat sel batang sebagai sel pengenal sinar
dan sel kerucut yang mengenal frekuensi sinar.
j.

Nervus Optikus

Saraf penglihatan yang meneruskan rangsangan listrik dari mata ke korteks


visual untuk dikenali bayangannya 4,7.