Anda di halaman 1dari 5

RANGKUMAN ANDAL

ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN HIDUP


BANDAR UDARA INTERNASIONAL JAWA BARAT
KECAMATAN KERTAJATI KABUPATEN MAJALENGKA

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1. Pada hal. 1-9 Tabel 1.3 tentang Rincian Bangunan yang Terkena
Proyek BIJB, pada jumlah fasilitas kesehatan, tertulis sebagai
berikut :
No.
1.

Nama Desa
Babakan

Fasilitas Kesehatan
1

2.

Kertajati

3.

Kertasari

4.

Sukamulya

5.

Bantarjati

6.

Sukakerta
Jumlah

0
13

1.2. Pada hal. 1-20 dan 1-25


8) Komplek Bangunan Operasi dan Administrasi
(i)

Bangunan Operasional bandara

(ii) Bangunan menara Pengawas


(iii) Stasiun Meteriologi (bangunan Meteo dan Taman Meteo)
(vi) Bangunan Administrasi
(v)

Poliklinik,

berfungsi

dalam

memberikan

pelayanan

P3K

(Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) dan kesehatan bagi


karyawan dan penumpang. Poliklinik ini akan diisi oleh tenaga
medis dari Depertemen/ Dinas Kesehatan setempat.
Dengan Luas bangunan Poliklinik 200 m2.
1.3. Pada hal. 1-26
Rincian fasilitas utilitas dan areal komersil adalah sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.

Hanggar dan fasilitas Perbengkelan Pesawat


Plaza
Daerah komersil
Bangunan Perawatan Medis (Medical Center/ Poliklinik)

Bangunan ini berada di antara areal terminal penumpang,


terminal haji, terminal VVIP dan parkir kendaraan, sehingga
dapat mencapai fungsinya dalam memberikan pelayanan P3K
dan

kesehatan

bagi

para

penumpang,

calon

penumpang,

maupun pengguna layanan bandara lainnya. Poliklinik ini akan


diisi oleh tenaga medis dari Departemen/ Dinas Kesehatan
setempat.
1.4. Pada hal. 1-48 tentang Evaluasi Dampak Potensial
Evaluasi dampak potensial ini dilakukan untuk memperoleh dampak
penting hipotetik, yakni melalui mekanisme evaluasi terhadap
dampak potensial pada setiap tahapan kegiatan yang dihasilkan dari
matrik. Dampak potensial dievaluasi dalam forum diskusi para ahli
yang terkabung dalam tim AMDAL melalui brainstorming (intteraksi
kelompok).
Pertimbangan yang dilakukan dalam evaluasi dampak potensial
adalah :
- Daya dukung lingkungan
- Pengelolaan yang sudah direncanakan
- Isu berdasarkan konsultasi public
Pada tabel 1.19 Dampak Penting Hipotetik, pada tiap tahapan mulai
dari Tahap Prakonstruksi, Tahap Konstruksi dan Tahap Operasional
tidak mencantumkan dampak penting Hipotetik dari sisi kesehatan
masyarakat.
BAB 2 RONA LINGKUNGAN HIDUP AWAL
2.1. Pada hal 2-61 dan hal. 2-62
2.1.4. Kesehatan Masyarakat
2.1.4.1.
Sanitasi Lingkungan
Kondisi kesehatan masyarakat di wilayah kecamatan Kertajati
dapat dilihat dari pola penyakit, angka kematian bayi, status
gizi, kondisi sanitasi lingkungan dan sarana kesehatan.
Di Kecamatan Kertajati sebagai wilayah studi terdapat 2 (dua)
buah puskesmas yaitu Puskesmas Kertajati dan Puskesmas
Sukamulya, dengan masing-masing wilayah kerja sebagai
berikut :
Wilayah kerja Puskesmas Kertajati
Desa Pakubereum

Desa
Desa
Desa
Desa
Desa
Desa

Kertawinangun
Sukawana
Babakan
Palasah
Bantarjati
Kertajati

Sedangkan wilayah kerja Puskesmas Sukamulya, meliputti :

Desa
Desa
Desa
Desa
Desa
Desa
Desa

Sahbandar
Mekarjaya
Kertasari
Mekarmulya
Sukamulya
Sukakerta
Pasiripis

Tabel 2.48 Sarana Kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas


Kertajati
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Jenis sarana
Puskesmas
Puskesmas
Pembantu

Jumlah
2 buah
6 buah

(PUSTU)
Klinik Swasta
Praktek Dokter umum
Praktek Bidan
Poliklinik desa (Polindes)
Toko obat

3
2
2
8
1

buah
buah
buah
buah
buah

Pada tabel 2.48 Sarana kesehatan di wilayah kerja Puskesmas


Kertajati (tidak termasuk Puskesmas Sukamulya) atau data
tersebut sudah termasuk data puskesmas Sukamulya.
Tabel 2.49 Jumlah dan Jenis Tenaga Kesehatan (di wilayah
kerja Puskesmas Kertajati)
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Jenis tenaga
Dokter umum
Perawat
Perawat gigi
Bidan
Sanitarian
Ahli gizi
Petugas laboratorium
Petugas obat
Kesehatan masyarakat

Jumlah (orang)
3
15
2
17
2
2
2

Pada tabel 2.49 hanya mencantumkan data Jumlah dan jenis


tenaga kesehatan hanya wilayah Puskesmas Kertajati saja,
sedangkan Puskesmas Sukamulya tidak dicantumkan.
Rasio sarana dan tenaga kesehatan terhadap penduduk
adalah sebagai berikut :
1) Puskesmas
:
2)
3)
4)
5)
6)

jiwa
PUSTU
PUSLING
Posyandu
Dokter Umum
Bidan

:
:
:
:
:

Penduduk

Penduduk
Penduduk
Penduduk
Penduduk
Penduduk

=
=
=
=
=

=
1
1
1
1
1

1
:
:
:
:
:

24.501

6.125 jiwa
24.501 jiwa
863 jiwa
12.250 jiwa
2.722 jiwa

2.2. Pada hal. 2-63


2.1.4.2.
Prevalensi Penyakit
Penyakit terbanyak yang diderita oleh penduduk Kecamatan
Kertajati selama satu tahun 2012 adalah ISPA berjumlah 58
pasien (28,9 %). Kemudian penyakit terbanyak kedua yaitu
Diare 53 pasien (26,4 %), data selengkapnya pada tabel di
bawah ini :
Tabel 2.50. Pola Penyakit Terbesar di Puskesmas Kertajati
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Nama penyakit
Diare
DBD
TB Paru
Pneumonia
Filariasis
ISPA
Keracunan Makanan
Penyakit kulit
Keracunan Bahan kimia
Penyakit
Lain
berbasis
lingkungan
Jumlah

BAB 3 PRAKIRAAN DAMPAK PENTING


Pada hal. 3-1 s.d 3-68

Jumlah
53
2
17
22
12
58
37
-

%
26.4
0.9
8.5
10.9
6.0
28.9
18.4
-

201

100

Setiap Tahapan kegiatan baik pada Tahap Prakonstuksi, Tahap


Konstruksi dan Tahap Operasional tidak menampilkan dampak penting
yang berhubungan dengan kesehatan masyarakat setempat, terutama
berhubungan dengan meningkatnya angka kejadian penyakit menular
yang berbasis lingkungan.

BAB

EVALUASI

SECARA

HOLISTIK

TERHADAP

DAMPAK

LINGKUNGAN
Pada hal. 4-1 s.d hal. 4-14
Evaluasi dampak penting merupakan telaahan secara holistic atas
berbagai

komponen

lingkungan

yang

diperkirakan

mengalami

perubahan mendasar. Dampak penting dapat bersifat positif dan negatif


serta terjadi pada tahap pra konstruksi, konstruksi dan operasional.
Berdasarkan hasil prakiraan terhadap dampak penting diketahui
rencana kegiatan pembangunan BIJB diperkirakan akan menyebabkan
dampak penting baik positif maupun negative terhadap 5 (lima)
komponen lingkungan, antara lain : 1. Penurunan kualias udara dan
peningkatan kebisingan, 2. Kualitas air permukaan, 3. Aspek Biologi, 4.
Aspek Sosial Ekonomi Budaya dan 5. Aspek Transportasi.