Anda di halaman 1dari 36

Oleh

Haykel Mansyur
Pembimbing
dr. Ahmad Nur Islam

IDENTITAS PASIEN

ANAMNESIS

PEMERIKSAAN FISIS
PRIMARY SURVEY

SECONDARY SURVEY

SECONDARY SURVEY

FOTO KLINIS

FOTO KLINIS

PEMERIKSAAN PENUNJANG
PEMERIKSAAN

HASIL

NILAI RUJUKAN

29/04/2014
WBC

25,1 x 10

4-10 x10

RBC

4,42x 10 6

4,5-6,5 x 106

HGB

13,8 g/dl

14-18 g/dl

HCT

40,1 %

48,1 %

PLT

392 x 10

150-400

Natrium

129 mmol/l

136-145

Kalium

4,6 mmol/l

3,5-5,1 mmol

Klorida

105 mmol/l

97-111

SGOT

70 u/l

<38

SGPT

405 u/l

<41

Ureum

38 mg/dl

10-50

Kreatinin

0,5 mg/dl

<1,3

08/05/2014
WBC

11,6 x 10

4-10 x10

RBC

2,93x 10

4,5-6,5 x 106

HGB

9,2 g/dl

HCT

26,7 %

PLT

372 x 10

150-400

Albumin

2,9

3,5-5,0

14-18 g/dl
48,1 %
3

10/05/2014
WBC

11,6 x 10

4-10 x10

RBC

3,32 x 10

4,5-6,5 x 106

HGB

10,1 g/dl

14-18 g/dl

HCT

30,0 %

48,1 %

PLT

341 x 10

150-400

Foto Thorax PA
Corakan bronchovaskular dalam batas
normal
Cor, CTI dalam batas normal, aorta normal
Kedua sinus dan diafragma dalam batas
normal
Tulang-tulang intak.
Kesan : Tidak tampak kelainan pada foto
thorax ini.

RESUME

Seorang laki-laki, 43 tahun, masuk RS dengan keluhan utama


combustio. Dialami sejak + 12 hari yang lalu akibat terkena serangan
listrik. OSI merupakan pasien rujukan dari Pinrang. Riwayat pekerjaan :
buruh bangunan.
Mekanisme trauma : Pasien sedang memegang besi bangunan dan
tiba-tiba tanpa sengaja besi bersentuhan dengan kabel yang berada di
gardu listrik sehingga besi teraliri listrik dan pasien terkena sengatan
listrik. Saat kejadian pasien menggunakan pakaian biasa dan pasien
tidak terlempar oleh serangan tersebut.

RESUME

Dari hasil pemeriksaan fisis ditemukan primary survey dalam batas normal.
Pada Secondary survey Regio manus dextra combustio grade III-IV dengan
luas 4% bone expose (+), nekrotik (+), pus (+), hematome (+), edema (+),
nyeri tekan (+), NVD sulit dinilai, ROM terbatas karena nyeri. Regio manus
sinistra combustio grade III dengan luas 4%, nekrotik (+), pus (+), hematom
(+), edema (+), nyeri tekan (+), NVD sulit dinilai, ROM terbatas karena nyeri.
Regio cruris dextra combustio grade IIA dengan luas 4%, edema (+), nyeri
tekan (+). Regio cruris sinistra combustio grade IIA dengan luas 9% edema
(+), nyeri tekan (+).

DIAGNOSIS
Electrical Burn Injury Grade III-IV (21%)

RENCANA TERAPI
Airway
Breathing
Circulation

: O2 3-4 tpm

: spontan
: IVFD: RL 100 cc/jam
Evaluasi produksi urin = 30-60
cc/jam
Drug
: Ceftriaxon 1 gr/12j/iv
Ketorolac 50 mg/8jam/iv
Ranitidin 30 mg/8 jam/iv

Luka Bakar

Luka bakar atau combusio adalah


suatu bentuk kerusakan dan
kehilangan jaringan disebabkan
kontak dengan sumber suhu yang
sangat tinggi atau sangat rendah

Cedera listrik adalah salah satu jenis


trauma dengan patofisiologi yang
agak berbeda dari trauma pada
umumnya.Untuk memahami cedera
listrik, diperlukan pemahamanpemahaman tertentu listrik dasar.

American Burn Association 2012 angka


morbiditas luka bakar 96,1%.

American Burn Association 2012 lebih


banyak terjadi pada wanita (69%).

unit luka bakar RSCM Januari 1998


- Mei 2001 ; 60% karena kecelakaan
rumah tangga, 20% karena
kecelakaan kerja, dan 20% sisanya
karena sebab-sebab lain.
Sekitar 40%, terutama diakibatkan
luka bakar berat

ANATOMI DAN FISIOLOGI KULIT

ETIOLOGI
Paparan api
Flame
Benda panas
(kontak)
Scalds (air panas)
Uap panas
Gas panas
Aliran listrik
Zat kimia
Radiasi
Sunburn

Pembagian zona kerusakan jaringan

KLASIFIKASI LUKA BAKAR

LUAS LUKA BAKAR


Beberapa metode untuk menentukan
luas luka bakar:
Estimasi menggunakan luas
permukaan palmar pasien. Luas
telapak tangan = 1% luas permukaan
tubuh.

LUAS LUKA BAKAR


Rumus 9 atau rule of nine
untuk orang dewasa.
Luas kepala dan leher, dada,
punggung, pinggang dan
bokong, ekstremitas atas
kanan, ekstremitas atas kiri,
paha kanan, paha kiri,
tungkai dan kaki kanan, serta
tungkai dan kaki kiri masingmasing 9%.
Daerah genitalia = 1%.

LUAS LUKA BAKAR


Pada anak dan bayi
digunakan rumus
lain karena luas
relatif permukaan
kepala anak jauh
lebih besar dan luas
relatif permukaan
kaki lebih kecil.
Rumus 10 untuk bayi
Rumus 10-15-20
untuk anak.

LUAS LUKA BAKAR Lund and Browder

PEMBAGIAN LUKA BAKAR


Luka bakar berat (major burn)
Derajat II-III > 20 % dengan pasien < 10
tahun / >50 tahun
Derajat II-III > 25 % selain diatas
Luka bakar pada muka, telinga, tangan, kaki,
dan perineum
Adanya cedera pada jalan nafas (cedera
inhalasi) tanpa memperhitungkan luas luka
bakar
Luka bakar listrik tegangan tinggi
Disertai trauma lainnya

Luka bakar sedang (moderate burn)


Luka bakar dengan luas 15 25 % pada
dewasa, dengan luka bakar derajat III kurang
dari 10 %
Luka bakar dengan luas 10 20 % pada anak
usia < 10 tahun atau dewasa > 40 tahun,
dengan luka bakar derajat III kurang dari 10
%
Luka bakar dengan derajat III < 10 % pada
anak maupun dewasa yang tidak mengenai
muka, tangan, kaki, dan perineum

Luka bakar ringan


Luka bakar dengan luas < 15 % pada
dewasa
Luka bakar dengan luas < 10 % pada
anak dan usia lanjut
Luka bakar dengan luas < 2 % pada
segala usia (tidak mengenai muka,
tangan, kaki, dan perineum

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan darah rutin dan kimia
darah
Urinalisis
Pemeriksaan keseimbangan elektrolit
Analisis gas darah
Radiologi jika ada indikasi ARDS

TATA LAKSANA

Pedoman pemberian cairan

1. Per oral
Penderita dengan luka bakar tidak luas (<
15% grade II)
2. Intravena (IVFD) : pada luka bakar > 15%

Resusitasi cairan
Rumus Baxter:
hari I:
3-4 ml x kgBB x % luas luka bakar
hari II:
Koloid: 500-2000 cc + glukosa 5%
Pemberian cairan volume pada 8
jam pertama dan volume diberikan
16 jam berikutnya

Pada anak:
Hari I:
RL:dex 5% = 17:3
(2cc x kgBB x % luas luka bakar) + keb.
faal
Kebutuhan Faal:
<1 thn = kgBB X 100cc
1-5 thn = kgBB X 75cc
5-15 thn = kgBB X 50cc
Hari II
sesuai kebutuhan faal

Perawatan Luka
Debridement
- Mekanis
- Operatif
Pencucian luka
Balut luka(wound dressing)
Antibacterial topikal

PROGNOSIS
Prognosis dan penanganan luka bakar
tergantung:
Dalam dan luasnya permukaan luka bakar
Penanganan sejak awal hingga
penyembuhan
Letak daerah yang terbakar
Usia dan keadaan kesehatan penderita
Penyulit juga mempengaruhi progonosis
pasien. Penyulit yang timbul pada luka bakar:
gagal ginjal akut, edema paru, SIRS, infeksi
dan sepsis, serta parut hipertrofik dan
kontraktur.