Anda di halaman 1dari 9

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha


Esa, karena atas rahmat-Nya kami dapat membuat sebuah
makalah untuk menunjang ilmu pengetahuan kita semua tentang
KEWAJIBAN SEORANG MUSLIM DALAM MENUTUP
AURAT.
Makalah ini berisikan tentang apa yang dinamakan sitem
sistem pemerintahan dan bentuk pemerintahan, yang kami susun
berdasarkan informasi yang kami dapatkan dari berbagai macam
sumber.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang
membaca makalah kami. Semoga makalah kami ini bermanfaat
dan dapat meningkatkan ilmu pengetahuan kita semua.
Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................

DAFTAR ISI ..............................................................................................

1. WAJIBNYA MENUTUP AURAT.........................................................


A. SURAH AN-NUUR AYAT 31.........................................................
B. SURAH AL AHZAB AYAT 59 ......................................................

3
3
3

2. TATA CARA BERPAKAIAN MENURUT ISLAM ............................


A. MUSLIMAH ...................................................................................

4
4

3. DAMPAK NEGATIF TIDAK MENUTUP AURAT ...........................

4. HIKMAH MENUTUP AURAT ...........................................................

5. PENDAPAT DAN SOLUSI .................................................................

PENUTUP ..................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA MATERI .................................................................

1. WAJIBNYA MENUTUP AURAT


A. Surah An-Nuur ayat 31

Katakanlah kepada wanita yang beriman, Hendaklah mereka menahan


pandangannya,
memelihara
kemaluannya,dan
janganlah
menampakkan
perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak darinya. Dan hendaklah mereka
menutupkan kain kerudung ke dadanya, (Q.s. An-Nuur: 31).
B. Surah Al-Ahzab ayat 59

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteriisteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh
mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu
mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.

2. TATA CARA BERPAKAIAN MENURUT ISLAM


A. MUSLIMAH
Jilbab adalah pakaian terusan panjang menutupi seluruh badan kecuali
tangan, kaki dan wajah yang biasa dikenakan oleh para wanita muslim. Penggunaan
jenis pakaian ini terkait dengan tuntunan syariat Islam untuk menggunakan pakaian
yang menutup aurat atau dikenal dengan istilah hijab. Sementara kerudung sendiri
di dalam Al Qur'an disebut dengan istilah khumur, sebagaimana terdapat pada
surat An Nuur ayat 31: "Hendaklah mereka menutupkan khumur (kerudungnya) ke dadanya."
Menurut Muhammad Nashiruddin Al-Albany kriteria jilbab yang benar harus
menutup seluruh badan, kecuali wajah dan dua telapak , jilbab bukan merupakan
perhiasan, tidak tipis, tidak ketat sehingga menampakkan bentuk tubuh, tidak
disemprot parfum, tidak menyerupai pakaian kaum pria atau pakaian wanita-wanita
kafir dan bukan merupakan pakaian untuk mencari popularitas.
Pendapat yang sama sebagaimana dituturkan Ikrimah, jilbab itu menutup
bagian leher dan mengulur ke bawah menutupi tubuhnya, sementara bagian di
atasnya ditutup dengan khimr (kerudung) yang juga diwajibkan (QS an-Nur (24):
31). Pendapat ini dianut juga oleh Qardhawi sebagaimana dicantumkan pada
kumpulan fatwa kontemporernya.
Tata Cara berpaikan Wanita menurut Qur'an :
1. Menutup seluruh badan selain yang dikecualikan, menurut ijma' para ulama
bahagian yang dikecualikan itu adalah wajah dan telapak tangannya. Ada kaum
muslimah yang tidak mengindahkan rambu ini sehingga dia memakai jilbab
tetapi lengannya di biarkan terbuka atau telapak kakinya terbuka. Ada juga
yang tetap mengenakan rok yang memperlihatkan betis mereka.
2.

Bukan berfungsi sebagai perhiasan, rambu ini berdasarkan firman Allah SWT
yang ayatnya terdapat dalam surat An-Nur: 31, iaitu: "...Dan janganlah kaum
wanita itu menampakkan perhiasan mereka..." Secara umum kandungan ayat
ini juga mencakup pakaian biasa jika dihiasi dengan sesuatu, yang
menyebabkan kaum lelaki melirikkan pandangan kepadanya. Perintah
mengenakan jilbab bermaksud untuk menutupi perhiasan wanita. Maka tidaklah
masuk akal bahawa jilbab itu akhirnya berfungsi sebagai hiasan. Kini banyak
kaum muslimah yang memakai jilbab dengan tidak mengulurkan kain
tudungnya untuk menutupi dada mereka tetapi dibentuk sedemikian rupa
dengan cara dililitkan di leher sehingga terkadang lehernya terbuka tak tertutup
jilbab atau membiarkan bahagian rambutnnya terlihat. Kecenderungan para
muslimah untuk memakai jilbab kini didukung penuh oleh berbagai jenis mode
yang banyak terdapat di pasaran sehingga perkembangan model-model busana
muslimah semakin marak. Mereka berlumba-lumba merancang busana
muslimah sehingga fungsinya sedikit berubah. Ditambah berbagai aksesori dan
riasan membuat busana muslimah berubah fungsi sebagai perhiasan dan
menambah kecantikan wanita sehingga wanita yang memakainya dapat menjadi
pusat perhatian.

3. Harus longgar, tidak ketat, sehingga tidak dapat menggambarkan sesuatu dari
tubuhnya. Entah ada semacam mode baru dalam dunia perjilbaban, kini muncul
istilah jilbab gaul. Entah apa artinya, mungkin menggambarkan sipemakainya
walaupun memakai jilbab tetapi tetap dapat bermodel, bergaul akrab dengan
sesiapa sahaja termasuk dengan lawan jenis, bahkan mungkin masih boleh
berjalan-jalan di shopping complex. Indikasi jilbab gaul salah satunya adalah
berpakaian ketat. Walaupun pakaiannya panjang, tetap sahaja dapat
menggambarkan lekuk tubuhnya, misalnya rok ketat, kemeja atau kaus ketat,
dan celana/seluar panjang. Pakaian model seperti ini tentu sahaja melanggar
aturan jilbab muslimah yang sesuai dengan syariat.
4. Kainnya harus tebal dan tidak tipis. Tentu sahaja jika busana muslimah
berfungsi untuk menutup aurat maka bahannya harus tebal dan tidak tipis. Jika
bahannya tipis ertinya sama sahaja ia tidak menutup auratnya bahkan
memancing godaan dan menampakkan perhiasannya. Hal ini seperti yang
diterangkan oleh Rasulullah saw dalam hadis berikut ini: "Pada akhir umatku
nanti akan ada wanita-wanita yang berpakaian namun (hakikatnya) telanjang.
Di atas kepala mereka seperti terdapat bongkol (punuk) unta. Kutuklah mereka
kerana sebenarnya mereka itu adalah kaum wanita yang terkutuk."
5. Tidak diberi/memakai wangi-wangian atau perfume. Ini berdasarkan berbagai
hadis yang melarang kaum wanita untuk memakai wangi-wangian bila mereka
keluar rumah, seperti yang tertera dalam hadis berikut ini: Dari Abu Musa AlAsya'ri bahawasanya ia berkata: Rasulullah saw telah bersabda: "Siapapun
perempuan yang memakai wangi-wangian, lalu ia melewati kaum lelaki agar
mereka mendapat baunya, maka ia adalah penzina. (HR. An-Nasai, Abu
Dawud, dan At-Tirmidzi)
Walaupun ada larangan bagi muslimah untuk memakai wangi-wangian bukan
bererti muslimah harus tampil dengan bau yang tidak sedap. Muslimah harus
tetap menjaga kebersihan tubuh, pakaian, dan jilbabnya agar tidak
menimbulkan bau badan yang dapat mengganggu dan menimbulkan fitnah baru
iaitu adanya penilaian orang bahawa orang yang memakai jilbab mempunyai
bau yang tidak sedap. Perawatan tubuh tetap diperbolehkan bagi muslimah asal
tidak jatuh pada perbuatan tabarruj atau berhias.
6. Tidak menyerupai pakaian laki-laki. Masalah ini ditegaskan dalam hadis
Rasulullah berikut ini: Dari Abu Hurairah yang berkata: "Rasulullah melaknat
pria/lelaki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian
pria/lelaki." (HR. Abu dawud, Ibnu Majah, Al-Hakim, dan Ahmad).
7.

Tidak menyerupai pakaian wanita-wanita kafir. Dalam syari'at islam telah


ditetapkan bahawa kaum muslimin, baik laki-laki mahupun wanita, tidak
diperbolehkan bertasyabuh (menyerupai) orang-orang kafir, baik dalam ibadah,
ikut merayakan hari raya, dan berpakaian dengan pakaian khas mereka.

8. Bukan Libas syuhrah (pakaian untuk mencari populariti). Larangan ini


berdasarkan hadis berikut: "Berdasarkan hadis Ibnu Umar ra. Yang berkata:
Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa mengenakan pakaian syuhrah (untuk
mencari populariti) di dunia, nescaya Allah mengenakan pakaian kehinaan
kepadanya pada hari kiamat, kemudian membakarnya dengan api naar." (HR.

Ibnu Najah dan Abu Dawud). Asy-Syaukani dalam Nailul Authar memberikan
definisi tentang libas syuhrah iaitu setiap pakaian yang dipakai dengan tujuan
meraih populariti di tengah-tengah orang banyak/publik, baik pakaian tersebut
mahal, yang dipakai oleh seseorang untuk berbangga dengan dunia dan
perhiasannya, mahupun pakaian yang bernilai rendah yang dipakai seseorang
untuk menampakkan kezuhudannya dan dengan tujuan riya.
3. DAMPAK NEGATIF JIKA TIDAK MENUTUP AURAT
Menutup aurat sangatlah penting bagi setiap kaum hawa, bahkan telah
diwajibkan oleh Allah SWT. Sebagaimana itulah jika seorang wanita tidak menutup
auratnya bahkan enggan untuk berniat untuk menggunakannya yang sebaliknya
hanya ingin menebar pesona tubuhnya untuk semua orang dan ingin mnampilkan
bagaimana bentuk tubuhnya missal dari cara berpakainan. Dampak negative dari
melakukan hal tersebut adalah :
1. Memunculkan tangan tangan jail untuk menggagunya
2. Menarik perhatian orang untuk menggodanya tetutama pria
3. Dapat terjerumus dalam perbuatan zina, karena tidak mematuhu batasan
batasannya
4. Dapat minimbulkan kesan pornografi jika pengunaan pakaian terlalu berlebih /
tidak sepantasnya.
5. Banyak orang yang tidak segan untuk bergaul mendekatinya, karena dianggap
tidak terlalu alim.
6. Dari segi kesehatan banyak dampak yang ditimbulkan misalnya, kulit dan
rambut sering terkena sinar UV matahari yang lama kelamaan akan
merusak.
7. Tidak akan memperoleh hidayah dari Allah karena tidak menjalankan dan
mematuhi syariat-Nya.
4. HIKMAH MENUTUP AURAT
Menutup aurat sangatlah penting bagi setiap kaum hawa, bahkan telah
diwajibkan oleh Allah SWT. Jika seorang wanita menutup auratnya karena telah
memiliki kenyakinan dan kainginan disertai semuanya karena ingin menjalankan
syaiat yang dianjurkan oleh Allah. Maka banyak lah manfaat yang akan dipetik
olehnya, sebagai berikut :
1. Orang tidak ada yang berani menggangunya karena dianggap sebagai orang
alim
2. Menjauhkan diri dari perbuatan zina
3. Disayang oleh Allah karena telah menjalankan syariatnya
4. Orang lebih segan untuk mendekatinya
5. Menjadi tauladan yang baik di masyarakat
6. Dari segi kesehatan kulit dan rambut lebih terawatt karena tertutup dan
terhindar dari sinar UV matahari

5. PENDAPAT DAN SOLUSI


7

Menurut pendapat saya, Menutup aurat merupakan kewajiban bagi setiap


wanita dan itu sudah merupakan syariat yang dianjurkan oleh Allah. Akan tetapi hal
yang yang tejadi pada masa kini justru berkebalikan, banyak orang yang enggan
menutup auratnya khususnya bagi remaja muslim. Remaja muslim pada saat ini
sudah mulai lalai dalam menjalankan perintah Allah, mereka beralasan bahwa
menutup aurat ( memakai jilbab) memberikan kesan yang tidak enak pada dirinya,
misalnya dianggap tidak gaul, malu ketika bergauldengan teman karena dirinya
memakai pakaian yang tertutup, erasa gerah ketika menngunakan baju yang
mentupi aurat mereka, atau bahkan tidak ada pria yang suka jika menreka
menggunakan baju yang menutupi aurat mereka. Mereka sudah tidak
mementingkan lagi anjuran agama yang mereka pentingkan hanyalan penampilan
dan gaya.
Seharusnya mulai sekarang kita sudah harus bisa merubah bahkan
meninggalkan kegiatan buruk tersebut, karena dengan tetap seperti ini kita hanya
akan mendapat kebahagiaan di dunia sematan dan mendapat kerugian di akherat.
Dalam merubah adab tersebut dalam menutup semua aurat yang dibutuh kan
terutama adlah peraran dari orang tua untuk selalu mengingatkan dan menasehati
anak perempuannya untuk senantiasa ada di jalan agama yang terpenting adalah
megarahkannya untuk menutup aurat. Lingkungan dan peragaulan yang baik juga
dibutuhkan untuk mendukung para remaja muslim untuk menutup auratnya
sehingga mereka merasa percaya diri dan berniat menutup auratnya,.

PENUTUP
7

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang membaca dan
memahami makalah kami. Semoga makalah kami ini bermanfaat dan dapat
meningkatkan ilmu pengetahuan kita semua. Semoga para pembaca makalah kami
dapat memahami semua materi dan dapat mengetahui bagaiman kewajiban seorang
muslim dalam menutup auratnya.
Kami mohon maaf bila terjadi kesalahan dalam penulisan maupun perkataan
di dalam makalah ini. Terima kasih.

DAFTAR PUSTAKA MATERI


7

http://ahadees.com/quran/ayat
http://www.tranungkite.net/lama/c07/ummu_s14.htm