Anda di halaman 1dari 73

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, Evaluasi Diri Akademi Keperawatan


Kabupaten Lamongan dapat terselesaikan sesuai dengan harapan dan aturan
BAN PT. Akreditasi dan pembinaan Akademi Keperawatan Kabupaten
Lamongan yang selama ini dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan Republik
Indonesia, mulai tahun 2012 sudah proses Alih Bina ke Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Proses evaluasi diri merupakan awal suatu proses pengembangan dan
penjaminan mutu (quality assurance), dan upaya untuk mengetahui gambaran
mengenai
berkaitan

kinerja dan keadaan institusi melalui pengkajian dan analisis


dengan

kekuatan

(strength),

kelemahan

(weakness),

peluang

(opportunity) dan tantangan (threat) (SWOT Analysis).


Bentuk kegiatan evaluasi diri ini diawali dengan pembentukan Tim yang
terdiri dari ketua dan anggota, masingmasing anggota membuat evaluasi,
menyusun deskripsi dan pernyataan SWOT untuk setiap komponen yang
menjadi tugasnya. Selanjutnya diadakan rapat koordinasi untuk menganalisis
kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dari setiap komponen. Kemudian
dibuat analisis SWOT keseluruhan untuk merumuskan strategi pemecahan
masalah, perbaikan dan pengembangan Akademi.
Evaluasi Diri Akademi Keperawatan Kabupaten Lamongan diharapkan
menjadi

sesuatu

kegiatan

rutin

yang

dilaksanakan,

dengan

harapan

pengembangan internal institusi pendidikan di Akademi Keperawatan Kabupaten


Lamongan dapat terlaksana, terukur dan terevaluasi dengan baik, sehingga
perbaikan untuk peningkatan proses pembelajaran dapat dilakukan setiap tahun.

Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

Kami menyadari bahwa dalam penyusunan evaluasi diri ini masih ada
kekurangan, oleh karena itu masukan perbaikan dan saran sangat diharapkan
guna kemajuan dan peningkatan mutu pendidikan di Akademi Keperawatan
Kabupaten Lamongan.
Lamongan,

April 2012

Direktur Akademi Keperawatan


Kabupaten Lamongan

Hj. SUPANIK, S.Kep.Ns., M.MKes., MKes.


NIP.19590426 198103 2 001

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
RANGKUMAN EKSEKUTIF
SUSUNAN TIM PENYUSUN DAN DISKRIPSI TUGASNYA
Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

1
3
5
7

BAB ` I

DISKRIPSI SWOT SETIAP KOMPONEN

Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

A. Integritas, Jati Diri, Visi, Misi, Tujuan dan sasaran serta

Strategi Pencapaian . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
A.1. Integriktas, Jati Diri. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
A.2. Visi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
A.3. Misi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
A.4. Tujuan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
A.5. Sasaran dan Strategi Pencapaian . . . . . . . . . . . . . .
A.6. Analisis keterkaitan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran/

9
14
14
15
14
16

Strategi Pencapaian . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
RANGKUMAN SWOT . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

17

B. Tata Pamong, Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan,


Penjamin Mutu dan Sistem Informasi
B.1. Tata Pamong . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
B.2. Kepemimpinan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
B.3. Sistem Pengelolaan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
B.4. Penjaminan Mutu Internal . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
RANGKUMAN SWOT . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
C. Mahasiswa dan Lulusan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

19
19
26
28
33
35

C.1. Mahasiswa . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
C.2. Lulusan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
RANGKUMAN SWOT . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

36
36
40
42

D. Sumber Daya Manusia (SDM) . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .


RANGKUMAN SWOT . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

45
47

E. Kurikulum, Pembelajaran dan Suasana Akademik . . . . .

49
49
51
55

E1. Kurikulum . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
E.2. Pembelajaran dan Suasana Akademik . . . . . . . . . . .
Tabel Struktur Program Pendidikan D-III Keperawatan

Kabupaten Lamongan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
RANGKUMAN SWOT . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

F. Pembiayaan, Sarana Prasarana dan Sistem Informasi . .

59

F.1. Pembiayaan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
F.2. Sarana Prasarana . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
F.3. Sistem Informasi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
RANGKUMAN SWOT . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

61
61
63
64
66

G. Penelitian, Pelayanan/ Pengabdian Kepada Masyarakat


RANGKUMAN SWOT . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

67
69

Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

BAB II

ANALISIS SWOT
A. Analisis Antar Komponen
B. Strategi Pengembangan

72
76

RANGKUMAN EKSEKUTIF

Kegiatan evaluasi diri ini dimaksudkan untuk memperoleh suatu


gambaran yang sebenarnya tentang situasi dan kondisi Akademi Keperawatan
Kabupaten Lamongan pada saat ini dan rencana pengembangan yang akan
ditempuh di masa yang akan datang.
Dari analisis SWOT yang telah dilakukan menunjukkan
penyelenggaraan pendidikan

bahwa

Akademi Keperawatan Kabupaten Lamongan

berlangsung dengan baik, namun demikian masih banyak hal yang perlu
diperbaiki untuk penyempurnaan dan peningkatan kualitas pembelajaran.
Analisa dari semua komponen dengan menggunakan analisa SWOT terangkum
pada Bab I.
Kekuatan utama Akademi Keperawatan Kabupaten Lamongan adalah
pengalaman yang cukup lama dalam mengelola pendidikan keperawatan sejak
tahun 1998 sampai sekarang 14 tahun dengan sarana dan prasarana yang
memadai, sehingga memiliki kemampuan untuk mengembangkan pendidikan
keperawatan. Selain itu Akademi Keperawatan Kabupaten

Lamongan telah

terakreditasi oleh Departemen Kesehatan RI dengan Nilai A

yang merupakan

tolok ukur keberhasilan dalam pengelolaan institusi pendidikan.


Kelemahan utama Akademi Keperawatan Kabupaten Lamongan adalah
terkait dengan status kelembagaan, kelangsungan perijinan dan Sumber Daya
Manusia. Untuk mengatasi kelemahan-kelemahan tersebut telah dirumuskan
strategi-strategi yaitu usaha alih bina dari Kementerian Kesehatan ke
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,

melaksanakan Akreditasi institusi

Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

sesuai aturan BAN-PT., penyelesaian status kelembagaan berdasar Keputusan


Bersama Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam
Negeri Nomor: 07/ XII/ SKB/ 2010, Nomor: 1962/ Menkes/ PB/ XII/ 2010 dan
Nomor 420-1072 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Pendidikan Diploma Bidang
Kesehatan Milik Pemerintah Daerah. Untuk tenaga dosen kami berupaya untuk
pengembangan

pengetahuan,

meningkatkan

jenjang

pendidikan

melalui

pendidikan lanjutan, mengikuti pelatihan, seminar, dengan harapan bisa


memenuhi kualifikasi akademik seorang dosen. Melaksanakan presentasi
berupa hasil penelitian yang telah dilakukan, hasil pelatihan, hasil seminar atau
workshop diluar institusi, untuk menambah pengetahuan dosen yang lain.
Adapun beberapa ancaman yang perlu diperhatikan antara lain
banyaknya

Institusi

pendidikan

Diploma

III

Keperawatan

maupun

S-1

Keperawatan yang baru. Untuk mengendalikan ancaman tersebut di atas


dirumuskan beberapa strategi untuk dapat mencapai Visi Akademi Keperawatan
Kabupaten Lamongan dengan berpedoman kepada hasil analisis SWOT dan
juga mempertimbangkan prioritas permasalahan. Strategi

yang dipilih untuk

mengembangkan Akademi Keperawatan Kabupaten Lamongan adalah:


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Peningkatan status kelembagaan dan Status Alih Bina


Peningkatan kualitas Sumberdaya Manusia,
Peningkatan program studi,
Pengembangan sarana dan prasarana,
Pengembangan Teknologi,
Pengembangan Organisasi dan Manajemen
Peningkatan citra akademi.
Selain itu juga memanfaatkan peluang yang ada yaitu masih diperlukan

banyak tenaga perawat baik di dalam maupun diluar negeri,

oleh karena

meningkatkan mutu proses pembelajaran diutamakan dengan harapan dapat


menghasilkan lulusan yang bisa bersaing secara global. Dengan semua strategi
yang telah dirumuskan, diharapkan akan meningkatkan kinerja Akademi
Keperawatan Kabupaten sehingga visi, misi, tujuan dan sasaran Akademi
Keperawatan Kabupaten Lamongan yang telah ditetapkan dapat terwujud.

Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

SUSUNAN TIM EVALUASI DIRI


BESERTA DESKRIPSI TUGASNYA
Kegiatan penyusunan laporan evaluasi diri pada Akademi Keperawatan
Kabupaten Lamongan dimulai dari pembentukan Tim penyusun evaluasi diri
dengan Surat Keputusan Direktur Akademi Keperawatan Kabupaten Lamongan
Nomor: 060.1/ 679/ 413.105.36/ 2011 tentang Tim Penyusunan Laporan Evaluasi
Diri Akademi Keperawatan Kabupaten Lamongan.
Adapun susunan tim penyusunan laporan evaluasi diri dan tugastugasnya, sebagai berikut :
No

Nama

Jabatan

Tugas

1.

Hj. Supanik, S.Kep.Ns.,M.MKes

Penasehat

Membina
dan
memberi
pertimbangan
dalam
penyusunan Deskripsi dan
pernyataan SWOT

2.

M. Bakri Priyodwi A, S.Kp. M.Kes

Ketua
Merangkap
Anggota

1. Mengkoordinasikan dalam
penyusunan laporan.
2. Menyusun Deskripsi dan
membuat
pernyataan
SWOT Komponen F.
3. Menyusun
kesimpulan
pernyataan SWOT secara
keseluruhan.

3.

Ratna Dewi, SST, MPd. M.MKes


Endah Sri W, SST., M.Kes
Khotibul Umam, S.Kep.Ns

Anggota

Menyusun
deskripsi
dan
pernyataan
SWOT
Komponen D dan E.

4.

Cucuk Rahmadi P, S.Kp., M.Kes


Iswatun, S.Kep.Ns

Anggota

Menyusun
deskripsi
dan
pernyataan
SWOT
Komponen C dan G

5.

Kadarusman, SH., M.Si


Ali Saerozi, SKM, M.Mkes

Anggota

Menyusun
deskripsi
dan
pernyataan
SWOT
Komponen A dan B

Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

Dalam penyusunan laporan evaluasi diri diawali dengan pengumpulan


dan pengelolaan data sesuai keperluan, kemudian setiap tim menyusun laporan
evaluasi diri sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Selanjutnya
dilakukan pertemuan rutin setiap satu minggu sekali untuk membahas setiap
komponen yang telah disusun untuk dievaluasi dan dibahas SWOT nya, hingga
diperoleh deskripsi final evaluasi diri dan SWOT final setiap komponen. Ketua
menyusun

analisis

SWOT

secara

keseluruhan,

merumuskan

strategi

pembangunan dan membuat rangkuman eksekutif .

BAB I
DESKRIPSI SWOT SETIAP KOMPONEN
A.

Integritas, Jati Diri, Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran, serta Strategi
Pencapaian
A.1. Integritas, Jati Diri
Akademi

Keperawatan

Kabupaten

Lamongan

dalam

penyelenggaraan proses belajar mengajar selalu memberikan informasi


Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

melalui brosur, leaflet dalam kegiatan-kegiatan penerimaan mahasiswa


baru. Kegiatan-kegiatan ilmiah yang melibatkan masyarakat luar
kampus,

Permasalahan dan isue-isue yang sedang berkembang

dimasyarakat selalu dijadikan bahasan didalam Institusi dengan


melakukan pembahasan dalam rapat-rapat rutin yang dilaksanakan
setiap bulan sekali.
Laporan Evaluasi Diri Akademi Keperawatan Kabupaten
Lamongan ini dibuat dengan tujuan untuk mengetahui gambaran
mengenai kinerja dan keadaan pada Akademi Keperawatan Kabupaten
Lamongan

berkenaan

dengan

kekuatan,

kelemahan,

peluang,

tantangan, kendala, bahkan ancaman,


Dengan penyusunan evaluasi diri ini diharapkan Institusi dapat
merencanakan dan memperbaiki diri secara berkesinambungan,
menjamin mutu internal dan memberi informasi kepada masyarakat
tentang keberadaan Akademi Keperawatan Kabupaten Lamongan.
Dalam perjalanan penyelenggaraan pendidikan keperawatan,
Akademi Keperawatan Kabupaten Lamongan mengalami dua kali
pergantian status jenjang pendidikan, mendapatkan akreditasi dan
menyelenggarakan

pendidikan

program

khusus

Diploma

III

Keperawatan.
Pertama, dengan Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah
Departemen Kesehatan Propinsi Jawa Timur Nomor: 3773/ Kanwil/
TU.4.3.IV/ 1984 dan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor:
64/ Kep./ Pusdiknakes/ V/ 1988 tentang Izin penyelenggaraan
pendidikan menengah, maka berdirilah Sekolah Perawat Kesehatan
Pemda Tingkat II Lamongan.

Seiring dengan meningkatnya tingkat

pendidikan dan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang


berdampak

pada

tuntutan

mutu

pelayanan

kesehatan

pada

masyarakat, maka pada tahun 1994 Sekolah Perawat Kesehatan


Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

Pemda Tingkat II Lamongan membuat rencana untuk konversi menjadi


Akademi Keperawatan, karena persyaratan konversi sangat berat maka
persiapan yang dilakukan adalah menyiapkan sarana dan prasarana
serta sumberdaya manusia yang ditempuh melalui pengiriman tenaga
pengajar untuk mengikuti tugas belajar lanjutan.
Kedua, Pada tahun ajaran 1998/1999 Sekolah Perawat
Kesehatan Pemda Tingkat II Lamongan resmi konversi ke jenjang
Pendidikan Tinggi Akademi Keperawatan Kabupaten Lamongan melalui
Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor: HK.00.06.1.1.1599
tanggal 23 April 1998.
Selanjutnya pada Tahun 2001 diterbitkan Keputusan Bupati
Lamongan Nomor: 84 Tahun 2001 tentang Susunan Organisasi dan
Tata Kerja Akademi Keperawatan Kabupaten Lamongan. Dalam
Keputusan

tersebut

dijelaskan

Kabupaten

Lamongan

bahwa

berkedudukan

Akademi

sebagai

Keperawatan

unsur

penunjang

pelaksanaan teknis operasional Dinas Kesehatan dalam bidang


pendidikan tenaga keperawatan, yang dipimpin oleh seorang direktur
berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas
Kesehatan dan secara fungsional oleh instansi terkait sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
Akademi Keperawatan Kabupaten Lamongan mempunyai
tugas melaksanakan pendidikan untuk calon tenaga perawat yang
memiliki jenjang Ahli Madya, dalam melaksanakan tugas tersebut
Akademi Keperawatan mempunyai fungsi:
1. Pengembangan pendidikan profesional yang ditujukan pada keahlian
di bidang keperawatan.
2. Penelitian terapan, pengkajian teknologi dan masalah-masalah
keperawatan sebagai bagian dari pendidikan.
3. Pengabdian kepada masyarakat secara fungsional seuai tugas dan
tanggung jawabnya.
4. Perumusan kebijakan teknis operasional pelaksanaan pendidikan
calon tenaga perawat jenjang Ahli Madya.
Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

10

5. Pelaksanaan pengendalian akademik, administrasi umum dan


kemahasiswaan.
6. Pelaksanaan
urusan

ketatausahaan,

kerumah

tanggaan,

perlengkapan, kepegawaian, keuangan, program dan informasi.


Perkembangan selanjutnya:
1. Tahun

2002

Akademi

Keperawatan

Kabupaten

Lamongan

memperoleh penilaian Akreditasi dengan Stara B (84,76) dari Pusat


Pendidikan Tenaga Kesehatan Departemen Kesehatan RI dengan
Keputusan Nomor: HK.00.06.2.2.1682 tanggal 13 Mei 2002.
2. Tahun 2006 terbit Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor:
HK.03.2.4.1.01592 tanggal 23 Maret 2006 tentang perpanjangan
izin penyelenggaraan pendidikan Akademi Keperawatan Pemkab
Lamongan Provinsi Jawa Timur.
3. Tahun 2007 Akademi Keperawatan
menyelenggarakan

Pendidikan

Kabupaten

Program

Khusus

Lamongan
Diploma

III

Keperawatan dengan Keputusan Kepala BPPSDM Kesehatan


Departemen Kesehatan RI Nomor: HK.07/ IV/ I/ 01058/ 2009 tanggal
8 Juni 2009 tentang penunjukkan Akademi Keperawatan Kabupaten
Lamongan untuk menyelenggarakan Pendidikan Program Diploma
III Keperawatan bagi tenaga perawat lulusan SPK/ SPR yang
bekerja di Puskesmas wilayah Kabupaten Lamongan.
4. Tahun 2008 Akademi Keperawatan Kabupaten

Lamongan

memperoleh penilaian Akreditasi dengan Stara A (87,32) dari Pusat


Pendidikan Tenaga Kesehatan Departemen Kesehatan RI dengan
Keputusan Nomor: HK.00.03.2.2.0157 tanggal 30 Januari 2008.
5. Tahun 2009 terbit Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor:
HK.03.01/ I/ II/ 4 / 5274/ 2009
perpanjangan

izin

tanggal 15 Juli 2009 tentang

penyelenggaraan

pendidikan

Akademi

Keperawatan Kabupaten Lamongan.


6. Tahun 2010 terbit
Keputusan Bersama Menteri Pendidikan
Nasional, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Nomor: 07/
XII/ SKB/ 2010, Nomor: 1962/ Menkes/ PB/ XII/ 2010 dan Nomor :
Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

11

420-1072 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Instituisi Pendidikan


Diploma Bidang Kesehatan Milik Pemerintah Daerah.
7. Tahun 2011 terbit Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor:
HK.03.01/ I/ II/ 4/ 01557/ 2011 tanggal 28 Maret 2011 tentang
Perpanjangan

izin

penyelenggaraan

pendidikan

Akademi

Keperawatan Pemerintah Kabupaten Lamongan Provinsi Jawa


Timur. Dalam diktum kedua disebutkan bahwa perpanjangan izin
penyelenggaraan pendidikan Akademi Keperawatan Pemerintah
Kabupaten Lamongan diberikan untuk penerimaan mahasiswa baru
tahun akademik 2012/2013 sampai peserta didik menyelesaikan
masa studinya.
8. Tahun 2011 terbit Rekomendasi dari Kepala Badan Pengembangan
dan Pemberdayaan Sumberdaya Manusia Kesehatan Kementerian
Kesehatan RI Nomor: HK.03.05/I/ II/4/1512/2011 tentang Alih Bina
Institusi Pendidikan Tenaga Kesehatan Milik Pemerintah Daerah
dari Kementerian Kesehatan RI

ke

Kementerian Pendidikan

Nasional RI.
Dasar penyelenggaran Pendidikan Akademi Keperawatan
Kabupaten Lamongan, adalah:
1.
2.
3.
4.

UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional


UU No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan
PP No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor: 045/ V/ 2002

tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi.


5. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor: 232/ U/ 2000
tentang Pedoman penyusunan kurikulum Pendidikan Tinggi dan
Penilaian hasil belajar mahasiswa.
6. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor: HK.02.02.3.1 tahun 1997
tentang pedoman umum

penyelenggaraan Program Pendidikan

Diploma III Keperawatan.


7. Keputusan Menteri Kesehatan
tentang

pedoman

pelaksanaan

Nomor: HK.00.3.1 tahun 1997


administratif

Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

12

penyelenggaraan

pendidikan tenaga kesehatan jenjang pendidikan menengah dan


pendidikan tinggi program diploma III
8. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor: HK.03.01/ I/ II/ 4/ 9319/ 2010
tentang perpanjangan ijin penyelenggaraan Pendidikan Akademi
Keperawatan pemerintah Kabupaten Lamongan Provinsi Jawa
Timur.
9. Keputusan Bupati Lamongan Nomor 84 tahun 2001 tentang
Susunan Organisasi dan Tata Kerja Akademi Keperaweatan
Kabupaten Lamongan.
Akademi Keperawatan Kabupaten Lamongan merupakan
Institusi pendidikan tinggi keperawatan Milik Pemerintah Daerah
Kabupaten Lamongan dengan alamat Kampus: Jalan Kusuma Bangsa
Nomor 7 A Lamongan,

Telp./Fax: (0322) 324352

e-mail:

akperlamongan@yahoo.com.
A.2.

Visi
Visi Akademi Keperawatan Kabupaten Lamongan Mencetak
tenaga kesehatan Ahli Madya Keperawatan yang berkualitas dan
memiliki daya saing tinggi dalam persaingan global.

A.3. M i s i
Misi Akademi Keperawatan Kabupaten Lamongan:
1) Menyelenggarakan

pendidikan

keperawatan

profesional

yang

menghasilkan sumber daya manusia berkualitas.


2) Menyelenggarakan penelitian yang dapat memberikan kontribusi
dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pengembangan
pelayanan kesehatan.
3) Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat sehingga dapat
memberdayakan

masyarakat

dalam

menyelesaikan

masalah

kesehatan.
4) Melaksanakan pengembangan institusi pendidikan baik sarana,
prasarana/ sumberdaya maupun kelembagaan.
Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

13

A.4. Tujuan
Tujuan Pendidikan pada Akademi Keperawatan Kabupaten Lamongan
diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas sebagai berikut:
1) Berjiwa Pancasila dan memiliki integritas kepribadian yang tinggi.
2) Bersifat terbuka, tanggap terhadap perubahan dan kemajuan ilmu
dan teknologi Keperawatan serta dinamika perubahan sosial
kemasyarakatan,

khususnya

yang

berkaitan

dengan

bidang

pelayanan kesehatan.
3) Mempunyai kemampuan untuk menerapkan pengetahuan serta
ketrampilan teknologi keperawatan yang dimiliki.
4) Menguasai dasar-dasar ilmiah serta pengetahuan dalam asuhan
keperawatan

sehingga

mampu

menemukan,

memahami

dan

melaksanakan cara penyelesaian yang ada dalam pelayanan


kesehatan.
5) Menguasai ilmu keperawatan dan dasar-dasar asuhan keperawatan
sehingga mampu berfikir, bersikap dan bertindak sebagai pelaksana
kesehatan.
6) Mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan ketrampilan
dalam bidang keperawatan.
7) Menghasilkan penelitian yang dapat memperkaya khasanah ilmu
keperawatan.
8) Melakukan pengabdian masyarakat dalam bentuk pembinaan,
bimbingan dan konsultasi dalam rangka meningkatkan peran serta
masyarakat dalam pembangunan kesehatan yang berbasis moral
dan etika profesi.
A.5. Sasaran dan Strategi Pencapaian
Untuk mewujudkan

visi

dan

misi Akademi

Keperawatan

Kabupaten Lamongan, sasaran yang diharapkan adalah menjadikan


Institusi Pendidikan Tinggi Keperawatan yang menghasilkan lulusan
berkualitas dan siap berkompetisi di era global, dengan strategi
pencapaian melalui langkah-langkah:
Peningkatan status kelembagaan dan Status Alih Bina
Peningkatan kualitas Sumberdaya Manusia,
Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

14

Peningkatan program studi,


Pengembangan sarana dan prasarana,
Pengembangan Teknologi,
Peningkatan citra akademi.

A.6. Analisis Keterkaitan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran/ Strategi


Pencapaian
Analisis keterkaitan antara visi, misi, tujuan, sasaran dan strategi
pencapaian dapat dijabarkan bahwa dalam rangka mencapai cita-cita
institusi yang disebut sebagai visi Akademi Keperawatan kabupaten
Lamongan yaitu mencetak tenaga kesehatan Ahli Madya Keperawatan
yang berkualitas dan memiliki daya saing tinggi dalam persaingan global.
Untuk mewujudkan visi institusi yang berkualitas, maka misi
yang diupayakan adalah meningkatkan kualitas proses pendidikan,
penelitian,

pengabdian

kepada

masyarakat,

dan

melaksanakan

pengembangan instistusi pendidikan dengan menyediakan sarana


prasarana sesuai dengan ilmu pengetahuan dan teknologi keperawatan
dan kesehatan. Misi ini akan mencapai tujuan penyelenggaraan
pendidikan

khususnya

untuk

sasaran

a).

Peningkatan

status

kelembagaan dan status alih bina, b). Peningkatan kualitas sumber daya
manusia, c). Peningkatan program studi, d). Pengembangan sarana
prasarana, e). Pengembangan Teknologi dan f). Peningkatan Citra
Akademi.
Adapun visi institusi yang menghasilkan tenaga kesehatan yang
berkualitas dan memiliki daya saing tinggi dalam persaingan global
melalui

upaya

a).

Menyelenggarakan

pendidikan

keperawatan

profesional yang menghasilkan sumber daya manusia berkualitas, b).


Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

15

Menyelenggarakan penelitian yang dapat memberikan kontribusi dalam


pengembangan ilmu pengetahuan dan pengembangan pelayanan
kesehatan, c). Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat
sehingga dapat memberdayakan masyarakat dalam menyelesaikan
masalah

kesehatan,

d).

Melaksanakan

pengembangan

institusi

pendidikan baik sarana, prasarana/ sumberdaya maupun kelembagaan.


Misi ini akan mencapai tujuan penyelenggaraan pendidikan khususnya
pada point 3), 4), 5), 6), 7), dan 8). Diatas
Berdasar hal tersebut, telah ditetapkan sasaran yang jelas apa
yang akan dicapai sesuai visi, misi, tujuan institusi, sehingga ketepatan
sasaran menjadi penting dalam melihat indikator kinerja institusi.
Sasaran tersebut berorientasi pada proses maupun hasil, dimana
terdapat pengembangan proses pembelajaran mulai dari input, proses
dan outputnya berupa produk lulusan Akademi Keperawatan Kabupaten
Lamongan.
RANGKUMAN SWOT
Kekuatan:
1. Rumusan visi telah melalui beberapa tahapan usulan dari semua civitas
akademik serta instansi lintas sektor baik Dinas Kesehatan maupun
Rumah Sakit tempat praktik, sehingga mendapat dukungan yang sangat
besar untuk mencapai cita-cita atau visi tersebut.
2. Rumusan visi jelas, mudah dipahami dan kemungkinan tercapai cukup
besar.
3. Misi telah memberikan arah dalam mewujudkan

visi Akademi dan

mengantisipasi kebutuhan pasar kerja dimasa mendatang.


4. Misi mampu menjabarkan program-program kegiatan untuk mencapai visi.
5. Sasaran Akademi sudah difokuskan pada penguasaan bidang tertentu
dengan karakteristik tertentu.
6. Tujuan pendidikan berkeinginan kuat untuk mempunyai lulusan yang
berkualitas.
7. Mempunyai strategi untuk mencapai visi yang didukung oleh pemangku
jabatan.
Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

16

Kelemahan:
1. Misi khususnya dari aspek penelitian untuk pengembangan IPTEK masih
sulit dilaksanakan mengingat keterbatasan dana dari sponsor.
2. Upaya pengabdian kepada masyarakat belum dilaksanakan maksimal
karena banyaknya kendala yang dihadapi.
3. Kemampuan penerapan bahasa asing masih lemah, mengingat belum
terciptanya budaya pemakaian bahasa asing di Akademi.
Peluang:
1. Adanya Surat Keputusan Bersama 3 (Tiga) Menteri: Menteri Pendidikan
Nasional,

Menteri

memberikan

solusi

Kesehatan
pemecahan

dan

Menteri

permasalahan

Dalam

Negeri

Institusi

yang

Pendidikan

Kesehatan Milik Pemda.


2. Adanya Rekomendasi Alih Bina dari Kementerian Kesehatan ke
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
3. Semakin berkembangnya peran sektor kesehatan dalam kondisi dimasa
mendatang.
Ancaman:
1. Belum adanya regulasi yang secara khusus mengatur tentang pendidikan
Tinggi Milik Pemerintah Daerah.
2. Perkembangan IPTEK yang lebih cepat dibanding dengan kemampuan
penguasaan IPTEK oleh dosen dan pengelola Akademi Keperawatan.

Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

17

B.

Tata Pamong, Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan, Penjamin Mutu


B.1. Tata Pamong
Sistem dan pelaksanaan Tata Pamong pada Akademi Keperawatan
Kabupaten Lamongan berdasar pada Keputusan Bupati Lamongan Nomor
84 Tahun 2001 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Akademi
Keperawatan Kabupaten Lamongan.
Adapun

bagan susunan organisasi Akademi Keperawatan

Kabupaten Lamongan, sebagai berikut:


BPM

DIREKTUR
PUDIR I

SUBBAG
ADM. UMUM

URUSAN
TU & RT

URUSAN
KEU

UNIT
PENUNJANG
PERPUST
ASRAMA
KOMPURTER

PUDIR II

SENAT
AKADEMIK
PUDIR III

SUBBAG
ADM AKADM& KEMAHAS

URUSAN
KEPEG

URUSAN
ADM. AKADK

UNIT
PELAKSANA
LABORAT
DOSEN
PENELT &

Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

18

URUSAN
ADM KEMAHAS

P K M

Berdasarkan Keputusan Bupati Lamongan Nomor 84 Tahun 2001


sebagaimana tersebut diatas:
1.

Kedudukan, Tugas dan Fungsi Akademi Keperawatan Kabupaten


Lamongan, sebagai berikut:
1) Akademi Keperawatan

Kabupaten

Lamongan

berkedudukan

sebagai unsur pelaksana teknis Dinas Kesehatan dalam bidang


pendidikan tenaga keperawatan, yang dipimpin oleh seorang
Direktur, berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala
Dinas Kesehatan dan secara fungsional dikoordinasikan oleh
Instansi terkait sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
2) Akademi Keperawatan Kabupaten Lamongan mempunyai tugas
melaksanakan pendidikan untuk calon tenaga perawat yang
memiliki jenjang Ahli Madya.
3) Untuk melaksanakan tugas Akademi Keperawatan Kabupaten
Lamongan mempunyai fungsi:
a. Pengembangan pendidikan profesional yang ditujukan kepada
keahlian dibidang keperawatan.
b. Penelitian terapan, pengkajian teknologi dan masalah-masalah
keperawatan sebagai bagian dari pendidikan.
c. Pengabdian kepada masyarakat secara profesional sesuai
tugas dan tanggung jawabnya.
d. Perumusan kebijakan teknis

operasional

pelaksanaan

pendidikan calon tenaga perawat jenjang ahli madya.


e. Pelaksanaan pengendalian akademik, administrasi umum dan
f.

kemahasiswaan.
Pelaksanaan urusan
perlengkapan,

ketatausahaan,

kepegawaian,

kerumahtanggaan,

keuangan,

program

dan

informasi.

2. Susunan

Organisasi Akademi Keperawatan Kabupaten

terdiri dari:
1) Direktur.
Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

19

Lamongan,

Direktur adalah seorang dosen yang diberi tugas sebagai Pimpinan


Akademi Keperawatan.
Direktur

mempunyai

tugas

merumuskan

kebijakan,

mengkoordinasikan, membina dan mengendalikan pelaksanaan


pendidikan

keperawatan.

Dalam

melaksanakan

tugasnya

mempunyai fungsi :
a. Perumusan kebijakan teknis dan operasional pendidikan
keperawatan yang telah ditetapkan.
b. Perencanaan teknis bidang akademik, administrasi umum dan
kemahasiswaan.
c. Pembinaan teknis pelaksanaan pendidikan keperawatan.
d. Pengendalian pelaksanaan pendidikan, penelitian terapan,
pengkajian teknologi dan masalah-masalah keperawatan serta
pengabdian kepada masyarakat secara profesiona.
e. Pengendalian pelaksanaan urusan administrasi akademik,
f.
2)

3)

administrasi umum dan administrasi kepegawaian.


Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala

Dinas.
Pembantu Direktur
Pembantu Direktur adalah seorang dosen yang diberi tugas
sebagai Pembantu Direktur Akademi Keperawatan, yang terdiri dari
a. Pembantu Direktur I (Bidang Akademik)
b. Pembantu Direktur II (Bidang Administrasi Umum)
c. Pembantu Direktur III (Bidang Kemahasiswaan)
Sub Bagian Administrasi Umum
Sub Bagian Administrasi Umum adalah adalah unsur staf yang
dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian Administrasi Umum,
berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Direktur, secara
administratif di konsultasikan dengan Pembantu Direktur II Bidang
Administrasi Umum. Dalam melaksanakan tugas Sub Bagian

4)

Administrasi Umum dibantu oleh:


a. Urusan Umum
b. Urusan Keuangan
c. Urusan Kepegawaian
Sub Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan.

Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

20

Sub Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan adalah


unsur staf yang dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian
Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan, berada dibawah dan
bertanggung

jawab

kepada

Direktur,

secara

administratif

dikonsultasikan dengan Pembantu Direktur I Bidang Akademik dan


Pembantu

Direktur

III

Bidang

Kemahasiswaan.

Dalam

melaksnakan tugas Sub Bagian Administrasi Akademik dan


Kemahasiswaan dibantu oleh:
a. Urusan Administrasi Akademik
b. Urusan Administrasi Kemahasiswaan
Unsur Pelaksana.
a. Kelompok Dosen
Kelompok Dosen adalah tenaga fungsional yang terdiri dari

5)

beberapa kelompok sesuai dengan keahliannya,


Pembinaan terhadap tenaga fungsional dilakukan sesuai
dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
b. Unit Laboratorium
Unit Labioratorium adalah unsur pelaksana yang dipimpin oleh
seorang dosen yang keahliannya telah memenuhi persyaratan
sesuai dengan cabang ilmu pengetahuan dan teknologi tertentu
serta bertanggung jawab kepada Direktur.

c.

Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat


Unit penelitian dan Pengabdian Masyarakat dipimpin oleh tenaga
dosen yang mempunyai tugas memimpin kegiatan Unit Penelitian
dan Pengabdian Masyarakat serta bertanggung jawab kepada
Direktur.

d.

Unit Penunjang
Unit penunjang terdiri dari unit perpustakaan, unit asrama dan unit
Komputer serta bertanggung jawab kepada Direktur.

Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

21

Personil beserta komponen dalam memperlancar tugas pokok dan


fungsinya, sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.

Direktur
Pudir I Bidang Akademik
Pudir II Bidang Adm. Umum
Pudir III

7.

Bidang Kemahasiswaan
Kasubag Administrasi Umum
Kasubag Adm. Akademik dan
Kemahasiswaan
Kepala Urusan

8.

Administrasi Akademik
Kepala Urusan Adm.

9.
10.
11.
12.
13.

Kemahasiswaan
Kepala Urusan TU & RT
Kepala Urusan Kepegawaian
Kepala Urusan Keuangan
Senat Akademi (Ketua)
Ketua B P M

5.
6.

Maternitas

PK Keperawatan Jiwa

Praktik Komunitas
dan

: Kadarusman, SH., M.Si


: Endah Sri W, SST., M.Kes
: Khotibul Umam, S.Kep.Ns.

Kalil
Sumiyati, S.AP
Ali Rosyad, S.Sos
: Supanik, S.Kep.Ns., M.MKes., M.Kes.
: Drs. Muslik, M.Pd.

: Lailatul Fadliyah, SST

Laboratorium
Unit Penelitian dan PM
Praktik Klinik (PK)
PK Keperawatan MB
PK Keperawatan Anak
PK
Keperawatan

Pengangkatan

Supanik, S.Kep.Ns., M.MKes.,M.Kes


Ratna Dewi, SST., M.Pd., M.Mkes
M. Bakri Priyodwi A., S.Kp., M.Kep.
Cucuk Rahmadi P., S.Kp., M.Kes

Iswatun, S.Kep., Ns.

14. Unsur-unsur Pelaksana

Koordinator

:
;
:
:

:
:
:
:
:

Joko Susanto, S.Kep.Ns.


Liza Purbowati, S.Kep.Ns.
Tadi, S.Kep.,Ns.
Anestasia Pangestu MT, S.Kep.Ns.
Amallia Mardhika, S.Kep.Ns

: Endah Sri Wijayanti, SST., M.Kes


: Ali Saerozi, SKm., MM.Kes

Penetapan

Direktur

dilaksanakan

melalui

Pemilihan secara langsung, bebas dan rahasia oleh semua Staf di


lingkungan Akademi Keperawatan Kabupaten Lamongan. Hasil dari
pemilihan diusulkan oleh Senat Akademi kepada Bupati melalui Kepala
Dinas Kesehatan untuk diangkat dan ditetapkan menjadi Direktur.
Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

22

Tata Pamong pada Akademi Keparawatan Kabupaten Lamongan


berdasar pada peraturan-perundangan yang berlaku dan dilengkapi dengan
seperangkat instrumen; Statuta, Kode Etik Civitas Akademi, Renstra dan
Renop, perangkat pendukung,

tenaga dosen dan mahasiswa, sehingga

semua sumber daya yang terlibat di dalamnya terikat pada peraturan


perundangan-undangan dan/ atau peraturan yang berlaku pada Akademi
Keperawatan Kabupaten Lamongan. Untuk menjaga dan meningkatkan
mutu Akademik dan Non Akademik, maka dirumuskan Sistem
Mutu

Internal Akademi Keperawatan

Keputusan Direktur

Kabupaten

Penjaminan

Lamongan dengan

Nomor: 420/022.1/ 413.105.36/ 2012

tanggal 11

Januari 2012.
Statuta Akademi Keperawatan Kabupaten Lamongan ditetapkan
dengan Peraturan Direktur, Statuta merupakan pedoman dasar yang dipakai
sebagai acuan untuk merencanakan, mengembangkan, menyelenggarakan
kegiatan fungsional, serta menjadi rujukan peraturan akademik, tata tertib
kehidupan kampus, prosedur operasional dan peraturan lainnya yang
diberlakukan sesuai dengan tujuan Akademi.
Kode Etik Civitas Akademi ditetapkan dengan Keputusan Direktur,
Kode Etik Civitas Akademi merupakan ketentuan-ketentuan tertulis yang
diharapkan akan dipegang teguh untuk mengatur seluruh kegiatan Akademi
dalam melaksanakan proses pembelajaran maupun aktivitas lainnya.
Perencanaan Strategis (Renstra) ditetapkan dengan Keputusan
Direktur, Renstra

merupakan suatu proses yang berorientasi pada hasil

yang ingin dicapai selama kurun waktu 1 sampai dengan 10 tahun dengan
memperhitungkan potensi, peluang, dan kendala yang ada atau mungkin
timbul. Rencana strategis mengandung visi, misi, tujuan, sasaran dan
program yang realistis dan mengantisipasi masa depan yang diinginkan dan
dapat dicapai.
Untuk menunjang proses pembelajaran dibentuk Unit penunjang
terdiri dari unit perpustakaan, unit asrama dan unit Komputer.
Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

23

Unit perpustakaan mempunyai tugas memberikan pelayanan kepustakaan


kepada seluruh civitas akademi dan masyarakat yang bertujuan
membantu mengembangkan dan memperdalam ilmu pengetahuan.
Unit Asrama sebagai unit penunjang, mempunyai fungsi a). membantu
membentuk

sikap

disiplin

bagi

calon

tenaga

keperawatan,

mengembangkan diri sebagai anggota profesi dan anggota masyarakat;


b). memberikan pelayanan akomodasi serta membantu pembinaan dan
pelayanan kesehatan masyarakat;
Unit Komputer mempunyai tugas mengelola, menyajikan, menyimpan
data

informasi

dalam

rangka

penyelenggaraan

Sistem

Informasi

Pendidikan.

Pelayanan administrasi secara luas tetap berdasar pada peraturan


perundang-undangan yang berlaku, sedang pelayanan administrasi dalam
arti sempit: surat-menyurat, administrasi akademik, pembukuan keuangan
serta perpustakaan berdasar pada standar operasional prosedur dan atau
panduan akademik.
B.2 Kepemimpinan
Pola kepemimpinan didasarkan pada prinsip demokratis dengan
menggunakan pendekatan sistem yang memperhatikan masukan, proses
dan keluaran. Dalam pendekatan ini variabel satu dengan lainnya saling
berinteraksi, saling mempengaruhi dan saling berhubungan. Direktur
berkewajiban

memberdayakan dan menjaga keseragaman sistem yang

telah ada. Masalah-masalah yang muncul ditelusuri secara transparan dan


diambil kebijakan pemecahannya melalui rapat semua staf/dosen Akademi.
Dalam melaksanan pengelolaan pendidikan, direktur mempunyai
tugas

merumuskan

kebijakan,

mengkoordinasikan,

Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

24

membina

dan

mengendalikan pelaksanaan pendidikan keperawatan. Dalam melaksanakan


tugasnya mempunyai fungsi:
1. Perumusan kebijakan teknis dan operasional pendidikan keperawatan
yang telah ditetapkan.
2. Perencanaan teknis bidang

akademik,

administrasi

umum

dan

kemahasiswaan.
3. Pembinaan teknis pelaksanaan pendidikan keperawatan.
4. Pengendalian pelaksanaan pendidikan, penelitian terapan, pengkajian
teknologi dan masalah-masalah keperawatan serta pengabdian kepada
masyarakat secara profesional.
5. Pengendalian pelaksanaan urusan administrasi akademik, administrasi
umum dan administrasi kepegawaian.
Guna membangun dan menegakkan disiplin

pada Akademi

Keperawatan Kabupaten Lamongan, direktur mempunyai kewenangan yang


telah diatur dalam Statuta pasal 65, bahwa:
1)

Direktur memiliki wewenang untuk memberikan sanksi dan tindakan


kepada dosen, staf yang melanggar peraturan yang berlaku;

2)

Sanksi tindakan yang diberikan kepada para pelanggar yang dimaksud


pada ayat (1) berdasar peraturan yang berlaku.

3)

Kesempatan membela diri diberikan kepada para pelanggar ketentuan


dan peraturan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65 ayat (1) dan (2).
Pengelolaan kebijakan berada dalam satu mekanisme, dimana

kebijakan Direktur di komunikasikan/ didelegasikan kepada Pembantu


Direktur sesuai dengan bidangnya, kemudian dilakukan koordinasi dengan
sub bagian, urusan, dan dosen/ staf (top-down system).

Sebaliknya

gagasan atau usulan dari urusan, sub bagian dan dibahas untuk
mendapatkan

persetujuan

dan

pengesahan

(bottom-up

system).

Akutanbilitas dalam pelaksanaan tugas tetap dijaga.


Mekanisme dalam pengambilan keputusan ada yang bersifat
sentralistik cukup diputuskan oleh Direktur atas persetujuan Senat
Akademi,

bersifat koordinatif keputusan diambil melalui rapat-rapat,

Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

25

bersifat otomatis dan konsultatif diserahkan kepada masing-masing


Pembantu Direktur sesuai dengan bidangnya.
Dalam

rangka

membantu

penyelenggaraan

pendidikan

dan

memelihara hubungan yang erat, antara Institusi pendidikan dengan


mahasiswa, orang tua /wali mahasiswa, dan masyarakat

dibentuk Badan

Peranserta Masyarakat (BPM) merupakan perwakilan dari orang tua/ wali


mahasiswa, yang berfungsi membantu :
1. Memecahkan masalah yang berhubungan dengan penyelenggaraan
pendidikan.
2. Mengatasi kelangkaan/

kekurangan

sumberdaya

fasilitas

dan

pembiayaan.
3. Meningkatkan pembinaan peserta didik.
Disisi lain guna membantu merumuskan kebijakan dibentuk Senat
Akademi yang dipimpin oleh seorang ketua dan didampingi oleh seorang
sekretaris. Senat Akademi merupakan badan normatif dan perwakilan
tertinggi pada Akademi, yang mempunyai tugas:
1. Merumuskan kebijakan akademik dan pengembangan akademi.
2. Merumuskan kebijakan penilaian prestasi Akademik dan kecakapan
serta kepribadian civitas akademika.
3. Merumuskan norma dan tolok ukur penyelenggaraan pendidikan, sesuai
pedoman yang berlaku.
4. Memberikan persetujuan atas rencana anggaran pendapatan dan
belanja akademi yang diajukan oleh direktur.
5. Merumuskan norma dan peraturan pelaksanaan kebebasan akademik,
kebebasan mimbar akademik dan otonomi keilmuan akademik,
6. Menegakkan norma-norma yang berlaku bagi civitas akademik.
B.3 Sistem Pengelolaan
Didalam
Keperawatan

melaksanakan

Kabupaten

pengelolaan

Lamongan,

direktur

pendidikan
tetap

Akademi

berdasar

pada

peraturan-perundangan yang berlaku dan peraturan-peraturan yang


berlaku pada Akademi Keperawatan Kabupaten Lamongan, contoh:
Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

26

Statuta, Kode Etik Civitas Akademi, Renstra, Renop, Standar-standar


kebijakan SPMI dan/ atau pedoman-pedoman lain yang mengatur.
Dalam Pelaksanaan kegiatan Akademi seluruh civitas akademi
dapat memberi usul dan saran perbaikan untuk meningkatkan dan
mengembangkan program-program kegiatan sebagaimana visi, misi
Akademi Keperawatan Kabupaten Lamongan.
Dosen berkewajiban berpartisipasi dalam

memberikan masukan

dalam peningkatan dan pengembangan kebijakan antara lain masukan


mengenai peninjauan kurikulum, penyusunan silabus, rencana pelaksanaan
proses

pembelajaran,

Sedangkan

staf

penunjang

berkewajiban

melaksanakan pengelolaan dan berkoordinasi dalam melaksakan program


kegiatan yang telah ditentukan bersama.
Pelaksanaan kegiatan Staf dilakukan evaluasi minimal setiap bulan
sekali, dan semua Dosen Staf dilibatkan dalam evaluasi dalam rapat rutin.
Materi yang dibahas mulai perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan
kegiatan dan hasil yang telah dilaksanakan. Pemanfaatan hasil evaluasi staf
digunakan untuk perbaikan dan pengembangan program-program kegiatan
yang akan datang.
Partisipasi

mahasiswa

dalam

pengembangan

Akademi

Keperawatan Kabupaten Lamongan cukup besar dimulai dari penentuan


kebijakan tentang penetapan visi, misi, tujuan dan strategi pencapaian Visi
telah melibatkan mahasiswa yang diwakili senat mahasiswa melalui usulanusulan, pembahasan dan sampai dengan penetapan. Juga berpartisipasi
dalam perbaikan proses pembelajaran melalui umban balik, penelitian, dan
pengabdian kepada masyarakat, sampai dengan proses alih bina Akademi
Keperawatan Kabupaten Lamongan dari Kemenkes ke Kemendikbud juga
melibatkan

mahasiswa,

dengan

membuat

surat

pernyataan

untuk

mendukung alih bina tersebut.


Disisi lain mahasiswa mempunyai hak yang telah diatur dalam
Statuta pasal 67, antara lain mahasiswa mempunyai hak :
Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

27

1) Menggunakan kebebasan akademik secara bertanggung jawab untuk


menuntut dan mengkaji ilmu sesuai dengan norma susila yang berlaku di
lingkungan akademik;
2) Memperoleh pendidikan sebaik-baiknya dan layanan dalam bidang
akademik;
3) Memanfaatkan sarana dan prasarana AKPER dalam penyelenggaraan
belajar sesuai dengan peraturan yang berlaku.
4) Memperoleh bimbingan dari dosen yang bertanggung jawab atas
program studi yang diikutinya dalam penyelesaian studinya;
5) Memperoleh layanan informasi yang berkaiatan dengan Program Studi
serta hasil belajarnya.
Pelaksanaan

program

pembelajaran

dievaluasi

setiap

akhir

semester dengan jalan memberikan kuesioner kepada mahasiswa


berdasarkan jenis kegiatan antara lain mengevaluasi keberhasilan studi
mahasiswa periodik melalui Dosen Tim Mata Kuliah diteruskan ke Pudir I
Bidang

Akademik

melalui

Subag

Administrasi

Akademik

dan

Kemahasiswaan serta Urusan Administrasi Akademik.


Mahasiswa yang telah menyelesaikan proses perkuliahan atau
yang dinyatakan lulus, pada akhir penyelenggaraan program pendidikan
dilakukan upacara wisuda dan pelantikan. Selanjutnya masuk sebagai
anggota Ikatan Alumni Akademi Keperawatan Kabupaten Lamongan.
Jumlah lulusan tiga tahun terakhir 100 %, dengan masa studi 6 semester
sebanyak 99,97 % dan 8 Semester sebanyak 0,03 %, waktu tunggu
mendapat pekerjaan rata-rata 6 bulan,

95 % bekerja sesuai bidang

keahliannya
Ikatan Alumni Akademi Keperawatan Kabupaten Lamongan sudah
terbentuk dan telah berjalan lancar sehingga memungkinkan terjadi
interaksi antar alumni, tukar menukar informasi antara dosen, alumni dan
mahasiswa. Informasi tentang lowongan kerja maupun informasi-infornasi
lain tentang pelayanan kesehatan.
Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

28

Umpan balik diperoleh dari para alumni dan pengguna lulusan.


Pelacakan lulusan dilakukan dengan mengirimkan kuesioner ke alumni dan
pengguna lulusan melalui Surat, E-mail, Facebook, Telepon, dan SMS. Dari
data yang terkumpul sebagaian besar alumni yang bekerja di tempat
sesuai dengan kompetensi (95 %)
Meskipun demikian peran alumni perlu ditingkatkan lagi agar dapat
memberikan kontribusi maksimal untuk kemajuan Akademi. Kontribusi lain
yang masih diharapkan adalah bagaimana alumni dapat memberikan kuliah
tamu secara terjadwal ke Akademi untuk sharing pengalamannya kepada
adik tingkatnya. Dan dapat mendayagunakan lulusan di tempat alumnus
bekerja.
Perencanaan Program Jangka Panjang atau disebut Renstra
diarahkan untuk memperbaiki kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian
kepada masyarakat dan peningkatan sarana prasarana dalam rangka
untuk meningkatkan kualitas kelulusan secara mendasar, grand strategi
dalam upaya pencapaian Visi, Misi, dan tujuan yang ingin dicapai.
Disisi lain juga diupayakan untuk meningkatkan kualitas input
mahasiswa, perbaikan proses pembelajaran, evaluasi dan pengembangan
kurikulum yang dinamis, peningkatan sarana prasarana atau fasilitas yang
diperlukan, serta saling keterkaitan akademik dan profesional antara
Akademi Keperawatan dengan tatanan pelayanan kesehatan secara nyata
(rumah sakit, puskesmas, dan masyarakat).
Dalam pengembangan pengetahuan dosen, diadakan sosialisasi
oleh dosen secara bergantian, yang dilakukan mulai awal tahun 2012.
Sosialisasi berupa hasil penelitian yang telah dilakukan, hasil pelatihan,
seminar atau workshop diluar institusi.
Pengelolaan mutu secara internal telah dilakukan, diantaranya
adalah evaluasi

dan perbaikan kurikulum setiap 3 tahun sekali atau

mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku, masukan dari


profesi dan masyarakat pemangku kepentingan.
Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

29

Evaluasi hasil belajar

secara tehnis terdiri dari test tulis, test lisan, test ketrampilan dan test sikap.
Evaluasi terdiri dari test harian, Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir
Semester serta Ujian Akhir Program. Penilaian untuk masing-masing mata
kuliah dinyatakan dengan huruf : A, B, C, D, dan E.
Sebagai umpan balik, pada akhir semester mahasiswa mengisi
kuesioner evaluasi kuliah. Umpan balik ini setelah dievaluasi sangat
berguna untuk dosen sebagai materi untuk evaluasi dan perbaikan.
Rekapitulasi data evaluasi berguna bagi Akademi sebagai monitoring
maupun sebagai referensi untuk mencari solusi jika ada permasalahan.
Perbaikan berdasarkan hasil pantauan ini digunakan untuk
menyusun dan menetapkan dosen pengajar serta jadwal perkuliahan.
Namun umpan balik mahasiswa ini belum dimanfaatkan secara optimal
karena keterbatasan jumlah dosen dan sumber dana yang ada. Kuesioner
umpan balik mahasiswa juga dilakukan terhadap pelayanan administrasi
yang dilakukan pada setiap akhir semester. Hasil kuesioner didiskusikan
pada rapat evaluasi dan dosen maupun staf administrasi/penunjang yang
kurang bagus dalam melayani kepentingan mahasiswa akan mendapat
sanksi berupa teguran lisan.
Pengaturan jadwal perkuliahan diatur oleh

Bidang Akademik

dengan mengacu pada kalender akademik, sedangkan pendistribusian


dosen

penanggung jawab mata kuliah dengan mempertimbangkan

keahlian masing-masing dosen. Beban rata-rata mengajar untuk dosen


tetap adalah 7,034 SKS dan dosen tidak tetap adalah 1,17 SKS yang
mengacu pada aturan yang berlaku.
Pengaturan jadwal praktikum laboratorium kelas diatur oleh
koordinator laboratorium dan berkoordinasi dengan Penanggung Jawab
Mata Kuliah (PJMK) serta memperhatikan jadwal yang dikeluarkan oleh
Bidang Akademik .
Pendistribusian beban dosen yang sudah berjalan saat ini meliputi
pelaksanaan pembelajaran teori/ kelas, pembelajaran praktik laboratorium,
pembelajaran praktik klinik lapangan/ komunitas
Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

30

sampai dengan

pemdokumentasian dari masing-masing beban yang telah ditugaskan


sesuai dengan target pencapaian kompetensi.
Ruang

kuliah

yang

disediakan

untuk proses pembelajaran

dilakukan oleh Institusi dengan memperhatikan tingkat kenyamanan,


keamanan dan pemakaian ruang.
Untuk mencapai visi dalam pelaksanaan kegiatan mengacu pada
Rencana

dan Renop/ Rencana Induk Pengembangan.

Monitoring

pelaksanaan tugas dilakukan secara periodik maupun insidentil melalui


rapat-rapat koordinasi maupun pertemuan-pertemuan.
Program pengembangan Akademi terbagi atas program jangka
panjang sebagaimana pada Renstra dan program jangka pendek
sebagaimana termuat dalam Renop/ Rencana Induk Pengembangan.
Perencanaan dan pengembangan didasarkan pada hasil evaluasi internal
dan eksternal. Program jangka panjang direncanakan dan dikembangkan
terutama didasarkan atas visi untuk jangka waktu 5 10 tahun kedepan.
Untuk mewujudkan visi dan misi Akademi Keperawatan Kabupaten
Lamongan,

Sasaran

dan

strategi

pencapaian

yang

diharapkan

sebagaimana tertuang dalam Renstra adalah:


1) Peningkatan status kelembagaan dan Status Alih Bina
2) Peningkatan Kualitas Sumberdaya Manusia
3) Peningkatan Program Studi
4) Pengembangan Sarana dan Prasarana,
5) Pengembangan Teknologi
6) Pengembangan Organisasi dan Manajemen dan
7) Peningkatan Citra Akademi.
B.4. Penjaminan Mutu Internal
Penjaminan Mutu Internal Akademi Keperawatan Kabupaten
Lamongan, sebagai landasan dalam menetapkan: Arah Kebijakan, Standar
Kebijakan, Sasaran dan strategi pencapaian visi.
Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

31

Arah Kebijakan sebagaimana tertuang dalam Bab IV Sistem


Penjaminan Mutu Internal adalah a) Pendidikan dan Pembelajaran b).
Penelitian c). Pengabdian Kepada Masyarakat dan d) Sarana Prasarana.
Hal ini mengacu pada visi dan misi Akademi Keperawatan Kabupaten
Lamongan
Standar Kebijakan sebagaimana tertuang dalam Bab V Sistem
Penjaminan Mutu Internal ada 11 (sebelas) Standar Kebijakan : a) Standar
Isi, b) Standar Proses Pembelajaran c) Standar Kompetensi Lulusan d)
Standar Pendidikan dan Tenaga Kependidikan,

e) Standar Sarana dan

Prasarana, f) Standar Pengelolaan g) Standar Pembiayaan, h) Standar


Penilaian Kebijakan, I) Standar Penelitian J) Standar Pengabdian Kepada
Masyarakat, dan K) Standar Kerja Sama
Proses penjaminan mutu memberikan dampak yang baik terhadap
pengalaman dan mutu hasil belajar mahasiswa. Sebagai contoh, dalam
sistem

perkuliahan

dosen

diminta

menyusun

silabus,

Rencana

Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Kontrak Belajar, pada setiap awal


semester .
Ujian Tengah Semester, Ujian Akhir Semester diterapkan aturan
minimum kehadiran perkuliahan 90 % dari total perkuliahan, dengan
demikian mahasiswa diharapkan dapat mengikuti semua materi kuliah dan
dapat lulus ujian, sedangkan untuk praktik klinik keperawatan kehadiran
ditetapkan 100 %.
Peningkatan mutu berkelanjutan merupakan prinsip yang sangat
penting dan mendasar dalam sistem jaminan mutu. Sistem pengelolaan/
manajemen

mutu

merupakan

siklus

perencanaan,

pelaksanaan,

monitoring, evaluasi dan kembali ke perencanaan. Evaluasi penjaminan


mutu di Akademi dilakukan secara internal berkelanjutan maupun evaluasi
eksternal (akreditasi) untuk dimanfaatkan dalam program perbaikan dan
pengembangan citra Akademi. Pengelolaan mutu mencakup bidang
akademik maupun non akademik.
Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

32

Beberapa mekanisme pengelolaan mutu yang menyangkut bidang


akademik yakni kajian kurikulum, silabus, RPP, Kontrak Belajar dilakukan
secara periodik, dengan membentuk panitia pengkajian dan mengadakan
rapat berkala, maupun workshop dari Tim Dosen Mata Kuliah masingmasing.
Penggunaan baku mutu dengan benchmarking dilakukan untuk
dapat mengevaluasi keberhasilan, beberapa mekanisme pengelolaan mutu
yang menyangkut bidang akademik dan non akademik.
Pengembangan
meningkatkan sarana

pranata

kelembagaan

dilakukan

dengan

prasarana yang menunjang proses pembelajaran

maupun sistem administrasi untuk memperoleh hasil yang lebih baik serta
dilakukan evaluasi diri secara berkala.
Kerjasama Akademi Keperawatan Kabupaten Lamongan dengan
fihak lain yang terjalin berbentuk naskah kesepahaman kerjasama meliputi:
Praktek Laboratorium Bahasa Inggris, Praktik Klinik Keperawatan, Praktik
Komunitas, Pendayagunaan lulusan.

Kerjasama tersebut antara lain

dengan (Bahasa Ingris, ILC Education Training Surabaya), Rumah Sakit


Pemerintah /Swasta, Puskesmas, Instansi Pemerintah terkait,

Daerah

Binaan)
RANGKUMAN SWOT
Kekuatan:
1. Struktur Organisasi berdasarkan Surat Keputusan Bupati.
2. Direktur diangkat oleh Bupati melalui usulan hasil pemilihan langsung
oleh seluruh dosen dan Staf Akademi.
3. Adanya Surat Keputusan Bersama Tiga Menteri tentang Pengelolaan
Institusi Pendidikan Diploma Bidang Kesehatan Milik Pemda.
4. Job diskripsi masing-masing pimpinan jelas.
5. Hasil Akreditasi yang ditetapkan oleh Kemenkes mendapat pengakuan
dari Kemendikbud.
6. Sudah memiliki Sistem Penjaminan Mutu Internal.
Kelemahan:
Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

33

1. Pada saat ini Akademi Keperawatan masih dibawah binaan Kemenkes


dan masih dalam proses Alih Bina ke Kemendikbud.
2. Pemerintah Daerah berdasartkan Undang-Undang Sisdiknas tidak
berwenang menyelenggarakan Pendidikan Tinggi.
3. Ikatan Alumni yang ada belum memberikan kontribusi maksimal
terhadap kemajuan Akademi.
Peluang:
1. Adanya Rancangan Struktur Organisasi Pendidikan Tinggi Milik Pemda
dari Kemendagri akan memberikan peluang untuk mengembangkan
akademik dan non akademik secara berkelanjutan.
2. Proses perubahan satus perizinan Pendidikan Tinggi Milik Pemda dari
Kemenkes ke Kemendikbud.
Ancaman:
1. Belum adanya regulasi dari Pemerintah tentang Penyelenggaraan
Pendidikan Tinggi Milik Pemda.
2. Apabila proses Alih Bina dan Akreditasi dari BAN PT

belum

terleasisasi, akan menyulitkan pendayagunaan lulusan dari Institusi


pengguna.

Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

34

C. Mahasiswa dan Lulusan


C.1. Mahasiswa
Upaya mendapatkan mahasiswa yang berkualitas, Akademi
Keperawatan kabupaten Lamongan memberikan kesempatan ke pada
lulusan SMA sederajat untuk menempuh Pendidikan di Akademi
Keperawatan Kabupaten Lamongan, melalui 2 (dua) jalur yaitu :
1. Jalur Penerimaan Mahasiswa Reguler, yaitu program penerimaan
melalui Ujian Tulis di Akademi Keperawatan Kabupaten Lamongan
2. Jalur Penelusuran Minat dan Prestasi (PMDP), yaitu program
penerimaan mahasiswa baru berdasarkan prestasi studi yang diraih
siswa di SMA / Ma jurusan IPA. Seleksi Jalur PMDP didasarkan
pada peringkat dan nilai rata-rata raport untuk mata pelajaran IPA,
Matematika,

Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia minimal 7

(tujuh) sejak semester I sampai dengan semester V.


Sebelum alih bina dari Kemenkes ke Kemendikbud sistem
rekrutmen mahasiswa baru berdasarkan petunjuk teknis seleksi
penerimaan mahasiswa baru (SIPENMARU) dari Pusdiklatnakes
Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan (PPSDM
Kesehatan) Kemenkes RI
Calon Mahasiswa baru harus memenuhi syarat administrasi
yaitu berlatar belakang pendidikan lulusan SMA/ MA, adapun
persyaratan fisik Laki-laki TB minimal 155 cm, Perempuan TB minimal
150, sehat fisik, mental dan tidak hamil. Sedangkan calon mahasiswa
putri wajib menandatangani surat pernyataan bersedia tidak hamil
selama proses pendidikan.
Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

35

Setelah

dinyatakan

lulus

seleksi

kesehatan

dasar

dan

administrasi, maka calon mahasiswa mengikuti ujian tulis. Bagi


mahasiswa jalur umum yang dinyatakan lulus Uji Tulis dilanjutkan
dengan Uji Kesehatan Spesialis dan Wawancara,. Wawancara
digunakan sebagai masukan pada Bidang Akademik tentang kekuatan
dan kelemahan calon mahasiswa. Sedangkan Jalur PMDP setelah
dinyatakan lulus seleksi kesehatan dasar dan administrasi, maka
dilanjutkan Uji Kesehatan Spesialis dan Wawancara.
Penerimaan

mahasiswa

baru

Akademi

Keperawatan

Kabupaten Lamongan setiap tahun mengacu pada Nilai Akreditasi


Kemenkes RI. Akademi Keperawatan Kabupaten Lamongan pada
Tahun 2008 memperoleh Nilai A, maka alokasi jumlah mahasiswa baru
yang diterima sebanyak 125 orang. Jika dilihat dari perbandingan
jumlah pendaftar dengan yang diterima meningkat sekitar 31 %, hal ini
dikarenakan adanya salah satu kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa
Timur tentang pengangkatan tenaga Ponkesdes dengan latar belakang
tenaga lulusan D-III Keperawatan.
Latar belakang sosial ekonomi mahasiswa AKPER Lamongan
didapatkan data tentang pekerjaan orang tua mahasiswa, dari hasil
rekapitulasi diperoleh 39 % bekerja sebagai petani, 37 % bekerja
sebagai wiraswasta, 20 % bekerja sebagai PNS dan 4 % bekerja
sebagai TNI/Polri.
Sebelum

proses

pembelajaran,

mahasiswa

baru

wajib

mengikuti Orientasi Program Studi dan Pengenalan Kampus, dalam


mengikuti Orientasi tersebut mahasiswa diberikan sosialisasi visi, misi
Akademi, sistem perkuliahan, dan organisasi profesi serta peraturanperaturan yang berlaku di

Akademi Keperawatan Kabupaten

Lamongan dan sanggup mematuhi serta dibuktikan dengan tanda


tangan yang bersangkutan diketahui oleh Orang Tua/Wali mahasiswa
dan Dosen Pembimbing Akademik. Mahasiswa
Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

36

juga dilakukan

penelusuran minat dan bakat untuk pengembangan diri

mahasiswa

melalui kegiatan ekstra kurikuler.


Mahasiswa baru yang diterima di Akademi Keperawatan
Kabupaten Lamongan sebagian besar berasal dari wilayah kabupaten
Lamongan dan Kabupaten sekitarnya di Wilayah Provinsi Jawa Timur
serta sebagian berasal dari luar Propinsi.
Untuk

menunjang

kegiatan

akademik,

maka

dilakukan

pembagian kelas, kelompok Pembimbingan Akademik, didasarkan atas


karakteristik mahasiswa. Disamping itu mahasiswa selalu dievaluasi
tentang sikap dan perilaku selama pendidikan.
Kegiatan Pembimbing Akademik dan Konseling dilakukan
kepada mahasiswa yang mempunyai masalah yang berkaitan dengan
proses pembelajaran maupun yang berhubungan dengan masalah
pribadi dan sosial. Pelayanan kesehatan kepada mahasiswa difasilitasi
melalui Klinik Kesehatan yang berada di Akademi Keperawatan dan
rujukan ke Rumah Sakit Dr. Soegiri Lamongan.
Mahasiswa Akademi Keperawatan
diupayakan selalu berperan serta

Kabupaten Lamongan

dalam kegiatan akademik dan

kegiatan kemahasiswaan baik internal di kampus maupun eksternal


kampus. Organisasi mahasiswa berupa Senat Mahasiswa Akademi
Keperawatan

Kabupaten

Lamongan.

Kegiatan

Kemahasiswaan

difokuskan pada kegiatan pendidikan dan pelatihan meliputi Latihan


Dasar Kepemimpinan Mahasiswa dilakukan setahun sekali bagi
pengurus Senat Mahasiswa baru, Korp Suka Rela (KSR) PMI Ranting
Akademi Keperawatan Lamongan bekerja sama dengan PMI Cabang
Lamongan untuk mengadakan pelatihan

yang dilaksanakan selama

tiga kali pertemuan setiap hari Sabtu. Pada tahun 2012 Korp Suka Rela
PMI Ranting Akademi Keperawatan Lamongan menyelenggarakan
lomba KSR Tingkat SMA sederajat se Kabupaten Lamongan.

Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

37

Pelatihan Enterpreneurship dilaksanakan bekerja sama dengan


Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Akademi Keperawatan Kabupaten
Lamongan setiap tahun menjelang Ujian Akhir Program.
Kegiatan kerohanian meliputi peringatan hari besar Agama
Islam dan kajian-kajian keagamaan pada waktu-waktu tertentu serta
pengumpulan Zakat Fitrah dan pemotongan hewan korban yang
disalurkan ke Panti Asuhan dan masyarakat sekitar Kampus Akademi
Keperawatan Kabupaten Lamongan.
Kegiatan bakti sosial meliputi donor darah,

pembagian

sembako kepada penghuni panti asuhan, panti sosial lanjut usia dan
masyarakat kurang mampu di desa binaan, serta partisipasi dalam
kegiatan khitanan masal, pengobatan masal gratis yang dilaksanakan
oleh Organisasi Profesi maupun Institusi pelayanan kesehatan.
Kegiatan olah raga dan seni dilakukan oleh senat mahasiswa
setiap minggu sekali pada hari Kamis mulai jam 16.00 WIB sampai
dengan selesai, meliputi kegiatan futsal, bola voly, tenis meja, bulu
tangkis. Untuk memotivasi mahasiswa dalam kegiatan olah raga maka
dilaksanakan class meeting setiap semester sekali. Juga mengikuti
kegiatan pada even tertentu, yaitu partisipasi dalam kegiatan olah raga,
pemilihan Yak dan Yuk Lamongan, serta Pawai Budaya yang
diselenggarakan institusi lain. Kegiatan seni meliputi seni hadrah dan
paduan suara.
Prestasi yang diraih oleh mahasiswa Akademi Keperawatan
Kabupaten Lamongan pada tahun 2009 meraih Juara II Karya Tulis
Perkoperasian Tingkat Perguruan Tinggi se Kabupaten Lamongan
yang diraih oleh Saudara Misbahun Nizar dan tahun tahun 2012
sebagai juara 1 lomba pencak Silat Kabupaten Lamongan tingkat
Universitas se Kabupaten Lamongan diraih oleh Saudari Ririn sebagai
juara I.
Mahasiswa juga dilibatkan dalam kegiatan akademik berupa
Seminar, Penelitian, Pengabdian kepada

masyarakat dan Orientasi

Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

38

Mahasiswa Baru serta Wisuda. Memberikan contoh kehidupan


kehidupan bermasyarakat dari lingkungan yang

kecil misalnya

membentuk kepengurusan kelas mulai dari ketua kelas, wakil,


bendahara, Sekretaris dan Koordinator Mata Kuliah dan selanjutnya
menjadi pengurus Senat Mahasiswa dan aktif berperan dalam kegiatan
kemahasiswaan
Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat mahasiswa
berperan melakukan promosi/ penyuluhan kesehatan di Lembaga
Pemasyarakatan Lamongan setiap bulan, Panti Sosial Lanjut Usia,
Penyuluhan di RT desa binaan.
Kompetensi dan etika lulusan

tertuang dalam tujuan dan

sasaran di silabus setiap mata kuliah. Kompetensi Utama (SK Menkes


Nomor 881/Menkes/SK/X/2006 tentang Kurikulum Pendidikan Diploma
III Keperawatan) ada 29 kompetensi yang terdiri dari 232 sub
kompetensi, yang terdistribusi pada tiap mata kuliah setiap semester.
Masa studi

di Akademi Keperawatan Kabupaten Lamongan

sesuai dengan Kepmendiknas No 232 tahun 2000 lama studi sekurangkurangnya

6 semester dan sebanyak-banyaknya

10 semester.

Berdasarkan data 3 tahun terakhir mahasiswa menempuh pendidikan


selama 3 tahun yaitu sebanyak 99,7 %, dan menempuh pendidikan
selama 4 tahun yaitu 0,3 %.
C.2. Lulusan
Lulusan/ mahasiswa diberikan target IPK lebih dari

2,75,

setelah mengikuti proses pembelajaran dengan IPK rata-rata lulusan


2,76 - 3,50. Selain menguasi 232 subkompetensi mahasiswa Akademi
Keperawatan Kabupaten

Lamongan selalu dievaluasi tentang etika

selama perkuliahan dan praktek yang dilaksanakan setiap semester.


Diharapkan selama melakukan praktek di masyarakat mahasiswa
selain menerapkan aspek Kognitif, Afektif dan Psikomotor juga
menerapkan Kode Etik Profesi Keperawatan.
Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

39

Prestasi

Akademik

yang

diperoleh

mahasiswa

selama

pendidikan dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan adapun


datanya sebagai berikut:
1. Tahun 2009 ada 1,41 % mahasiswa memiliki IPK kurang dari 2,75
dan yang memiliki IPK > 3,5 atau cumlaude sebanyak 15,49 %.
2. Tahun 2010 tidak satupun yang memiliki IPK < 2,75 dan yang
memiliki IPK > 3,5 atau cumlaude sebanyak 24,14 %.
3. Tahun 2011 tidak satupun yang memiliki IPK < 2,75 dan yang
memiliki IPK > 3,5 atau cumlaude sebanyak 31,03 %.
Jumlah lulusan mahasiswa rata-rata 100 %, dengan waktu
tunggu untuk mendapat pekerjaan rata-rata 6 bulan, 95 % bekerja
sesuai bidang keahliannya, yaitu di RS, Puskesmas, Perawat
Ponkesdes, klinik umum dan klinik perusahaan, Usaha Kesehatan
Sekolah (UKS) dan 5% bekerja sebagai tenaga administrasi di Askes
dan Jamkesmas.
Setelah lulus mahasiswa mahasiswa difasilitasi membuat surat
lamaran kerja. Selain itu juga difasilitasi mendapatkan SIP (Surat Ijin
Perawat)

dan

informasi

pekerjaan

dengan

cara

mengkoordinir

pendaftaran dan bimbingan materi. Dari pengguna lulusan seluruhnya


merasa puas dengan kinerja lulusan Akademi Keperawatan Lamongan.
Untuk meningkatkan kualitas lulusan juga diperoleh masukan-masukan
dari pengguna.
Hasil pelacakan Alumni Akademi Keperawatanm Kabupaten
Lamongan tentang kepuasan pihak pengguna didapat hasil

14 %

sangat puas, 74 % puas, dan 12 % cukup puas. Tidak satupun intitusi


yang menyatakan kurang puas maupun tidak puas.
RANGKUMAN SWOT
Kekuatan:
1. Minat lulusan SMA
keperawatan

sederajat

yang

mendaftar

lebih besar dari alokasi yang ditetapkan

Strata akreditasi.
Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

40

di Akademi
berdasar

2. Seleksi mahasiswa baru melalui 4 tahapan (Administratif, Uji Tulis, Uji


Kesehatan Spesialis, dan Wawancara).
3. Berjalannya mekanisme bimbingan melalui Dosen PA, dan BK.
4. Banyaknya kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung tujuan
pembelajaran dalam wadah organisasi senat mahasiswa, pembinaan
minat dan bakat, pembinaan soft skill, dan klinik kesehatan.
5. Adanya beasiswa dari institusi dan Pemerintah Daerah.
6. Prestasi mahasiswa di bidang akademik dari tahun ke tahun
meningkat.
7. Adanya mahasiswa yang berprestasi dibidang olah raga dan seni.
8. Adanya
pembinaan
Enterpreneurship
sebagai
Kegiatan
Ekstrakurikuler untuk Mahasiswa.
9. Terbentuknya Ikatan Alumni yang disyahkan oleh SK Direktur Akademi
Keperawatan kabupaten Lamongan.
10. Adanya Komunikasi yang baik antara Alumni dengan Institusi AKPER
Lamongan.

Kelemahan:
1. Rasio jumlah pendaftar yang diterima belum sesuai dengan standar
optimal.
2. Belum optimalnya promosi pendidikan.
3. Kurang optimalnya prestasi mahasiswa dibidang olah raga dan seni

Peluang:
1. Banyaknya Kegiatan promosi (expo pendidikan) yang sesuai tingkat
pendidikan
2. Banyak berdirinya RS atau Klinik Swasta, sehingga kebutuhan
perawat sangat dibutuhkan.
3. Adanya kebijakan Pemprov Jatim tentang Ponkesdes dengan formasi
lulusan D-III Keperawatan.
4. Adanya institusi kesehatan (RS maupun Klinik) yang mengadakan
MoU dengan AKPER Lamongan.
5. Adanya
kesediaaan
Alumni

untuk

memberikan

pelatihan

Enterpreneurship
6. Adanya penilaian positif dari Pengguna lulusan Akademi Keperawatan
Kabupaten Lamongan
Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

41

Ancaman:
1. Banyak

institusi

pendidikan

keperawatan

III

maupun

Keperawatan, Institusi Kesehatan lainnya di Jawa Timur.


2. Banyaknya lulusan pendidikan keperawatan yang tidak seimbang
dengan kebutuhan tenaga kerja keperawatan.

Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

42

S1

D. Sumber Daya Manusia (SDM)


Tenaga pengajar yang ada di Akademi Keperawatan Kabupaten
Lamongan terdiri dari Pegawai Negeri dari Dinas Kesehatan Kabupaten
Lamongan yang merupakan UPT Dinas Kesehatan dan dosen Non Pegawai
Negeri.
Rekrutmen dan seleksi pegawai terdiri dari

seleksi administrasi,

seleksi kemampuan akademik. Dosen tenaga pendidikan yang berlatar


belakang pegawai negeri dilakukan seleksi administrasi dan kemampuan oleh
Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan sesuai dengan usulan dari direktur
Akademi

Keperawatan

Kabupaten

Lamongan,

sedangkan

seleksi

administrasi dosen Non PNS dilakukan oleh direktur Akademi Keperawatan


Kabupaten Lamongan.
Calon dosen sebelum mempunyai tanggung jawab pembelajaran lebih
dahulu

magang di Rumah Sakit selama 3 bulan sesuai bidang yang

dibutuhkan atau mengikuti dosen koordinator Mata Kuliah. Penilaian kinerja


dilaksanakan selama proses magang apakah sudah sesuai dengan standar
perekrutan pegawai yang berlaku di Akademi. Apabila tidak sesuai maka tidak
diterima sebagai dosen.
Akademi Keperawatan Kabupaten Lamongan membuka lowongan
sebagai tenaga honorer sesuai dengan bidang yang dibutuhkan. Pelamar
yang memenuhi persyaratan diterima sebagai pegawai kontrak internal.
Adapun seleksi penerimaan lamaran pegawai meliputi kelengkapan lamaran/
kesesuaian tenaga yang dibutuhkan. Khusus seleksi Akademi (tenaga
pendidik) penilaian berdasarkan keahlian yang dibutuhkan (minimal ber
pendidikan S1 Ners dan kepribadian (wawancara) setelah menyelesaikan
masa percobaan dengan hasil yang baik maka baru diangkat sebagai tenaga
kontrak internal dengan memperpanjang kontrak setiap tahun.
Dosen diberikan tugas sesuai dengan bidang keahlian. Beban ratarata mengajar untuk dosen tetap adalah 7,034 SKS dan dosen tidak tetap
adalah 1,17 SKS yang mengacu pada aturan yang berlaku.
Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

43

Dosen

diberikan

tugas

penelitian dan pengabdian


akdamik.

dan

tanggungjawab

untuk

melakukan

kepada masyarakat, sebagai pembimbing

Setiap dosen diberikan beban untuk membimbing mahasiswa

dengan rasio 1 : 13 mahasiswa.


Dosen Akademi Keperawatan abupaten lamongan terdiri dari dosen
tetap dan dosen tidak tetap dengan jumlah 50 orang, yang terdiri dari dosen
tetap sebanyak 27 orang dan dosen tidak tetap sebanyak 23 orang. Dosen
tetap yang Latar belakang pendidikan S-2 Kesehatan sebanyak 8 orang,
sedangkan yang berlatar belakang pendidkan S-1 keperawatan sebanyak 18
orang, D-IV 1 orang. Dosen tidak tetap didasarkan pada kualifikasi yang
diperlukan untuk mencapai tujuan pembelajaran,

yang berlatar belakang

pendidikan kedokteran maupun pendidikan ilmu sosial sesuai dengan


kompetensi pembelajaran.
Rasio Dosen Tetap dengan mahasiswa di Akademi Keperawatan
Kabupaten Lamongan antara

1 : 12, untuk meningkatkan mutu dan

pengalaman dosen tetap Akademi Keperawatan sebagian besar telah


mengikuti pelatihan pakerti dan AA, serta mengikuti pelatihan dan seminar
dan rentang pengalaman mengajar dari dosen adalah 1 - 25 tahun, yang
menunjukkan
mempunyai

bahwa

Akademi

komitmen

untuk

Keperawatan
menyiapkan

Kabupaten
tenaga

Lamongan

dosen

secara

berkesinambungan.
Kegiatan Tridharma perguruan tinggi serta untuk pengembangan diri
dosen, maka dosen telah diberi kesempatan untuk melanjutkan pendidikan
kejenjang lebih tinggi S1 Keperawatan bagi yang berlatar belakang rekrutmen
dari lulusan D 3 dan ke S2 dari yang berlatar belakang rekrutmen S1 dengan
mendapat bantuan dari Akademi (biaya pendidikan).
Dosen membuat karya akademik berupa penelitian yang dilakukan di
institusi, di laboratorim, di rumah sakit, di komunitas maupun pada kelompok
khusus dan juga membuat modul pembelajaran.
Kegiatan pengabdian masyarakat terdapat 2 cara yaitu Dosen secara
aktif melakukan kerja sama dengan berbagai elemen untuk memberikan
Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

44

penyuluhan di organisasi masyarakat contoh penyuluhan PKK, Lembaga


Pemasyarakatan, disamping itu terlibat kegiatan dari Dinas Kesehatan
Kabupaten Lamongan maupun memberikan pelatihan/ sebagai nara sumber
kegiatan ilmiah yang diselenggarakan oleh institusi lainnya. Kerjasama
dengan PPNI tentang kegiatan seminar, pelatihan dan kegiatan pengabdian
masyarakat misalnya, pengobatan gratis, sunatan masal, penanganan
bencana. Sedangkan kegiatan secara pasif adalah kegiatan pengabdian oleh
dosen atas permintaan Institusi lain atau kelompok masyarakat.
Dosen, Staf penunjang maupun Staf administrasi pad Akademi
Keperawatan Kabupaten Lamongan harus mengikuti peraturan kepegawaian
dan kode etik Civitas Akademi.

Keharmonisan pegawai yang berada

dilingkungan Akademi diatur dalam Kode Etik Civitas Akademi Keperawatan


Kabupaten Lamongan.
Pengembangan staf

Akademi Kerawatan Kabupaten Lamongan

dilakukan pada staf pengajar atau dosen dan staf tenaga administratif.
Pengembangan staf pengajar, diprioritaskan pada kebutuhan rasio dosen
dengan

mahasiswa

dan

pendidikan

berkelanjutan

untuk

memenuhi

persyaratan sebagai dosen, sedangkan pengembangan staf administratif


diprioritaskan pada penambahan tenaga perpustakaan dan IT serta pelatihan
yang berhubungan dengan tata kelola bidang keadministrasian.
Pengadaan tenaga pengajar /dosen maupun tenaga administratif
dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan akademi, rencana
penyediaan sumberdaya manusia telah dibuat sebagaimana di Renstra
maupun Renop dimana pendayagunaan tenaga yang dimiliki oleh Akademi
Keperawatan Kabupaten Lamongan pada akhirnya dapat dimanfaatkan
secara maksimal oleh akademi

dan oleh fihak lain sebagai perwujudan

bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi.

Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

45

RANGKUMAN SWOT

Kekuatan:
1. Sistem rekrutmen dan seleksi pegawai sesuai dengan peraturan
perundangan yang berlaku dan standar yang ada.
2. Memiliki dosen yang berpengalaman.
3. Kebijakan Akademi mendapat dukungan dari Stakeholder
4. Latar belakang dosen tetap/ tidak tetap,

sudah sesuai dengan

kualifikasi kebutuhan tenaga.


5. Akademi keperawatan mempunyai tenaga dosen tetap dengan rasio
bimbingan mahasiswa yang optimal
6. Adanya pengembangan tenaga dosen dan administratif yang jelas
7. Gaji dosen Non PNS sesuai dengan standar yang ditetapkan
Pemerintah Kabupaten Lamongan.

Kelemahan:
1. Mempunyai ketergantungan kepada Pemerintah Daerah dalam
perekrutan pegawai
2. Kesempatan untuk pengembangan pegawai untuk mengikuti pelatihan
tidak dapat dilakukan dengan cepat.
3. Kesempatan untuk studi lanjut ke S2 linier terbatas (hanya 2
universitas yang melaksanakan)

Peluang:
1. Pemerintah Daerah mempunyai kewenangan dalam menambah SDM
Akademi.
2. Keterlibatan dosen tidak tetap dan CI yang berkualitas terutama yang
berasal dari alumni Akademi Keperawatan Kabupaten Lamongan.

Ancaman:
1. Sewaktu-waktu staf bisa dipindah tugaskan/ mutasi ke Institusi lain
oleh Pemerintah Daerah.

Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

46

E. Kurikulum, Pembelanjaran dan Suasana Akademik


E.1. Kurikulum
Sejalan dengan Visi dan Misi Akademi Keperawatan Kabupaten
Lamongan yaitu menjadikan institusi Pendidikan Tinggi Keperawatan
yang menghasilkan lulusan yang berkwalitas dan siap berkompetisi di
era global maka kurikulum dan silabus disusun sedemikian rupa agar
mahasiswa di latih memiliki wawasan berfikir mengenai keperawatan
dan kreatif memecahkan masalah serta mengambil keputusan secara
mandiri dan mampu berkembang sejalan dengan perkembangan
IPTEK. Sesuai dengan kebijaksanaan Pemerintah.
Kurikulum

dan

silabus

disusun

sedemikian

rupa

agar

mahasiswa memiliki wawasan kognitif, afektif dan psikomotor dalam


rangka menghasilkan lulusan yang kompeten. Dengan visi, misi, tujuan
dan

sasaran

serta

strategi,

diharapkan

lulusan

mengaplikasikan ilmu di masyarakat, melanjutkan studi

mampu
yang lebih

tinggi maupun berorganisasi. Hal ini dapat dilihat dari isi struktur
kurikulum, lama pendidikan, dan beban studi dari masing-masing mata
kuliah.
Peninjauan dan evaluasi kurikulum dilakukan setiap 3 tahun
atau mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku yang
relevan dengan pengguna lulusan. Sejak tahun 1998 kurikulum yang
digunakan mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan Nomor:
HK.02.02.3.1.tahun 1997 tentang Pedoman umum Penyelenggaraan
Program Pendidikan Diploma III Keperawatan dan Keputusan Menteri
Pendidikan

Nasional

Nomor:

232/U/2000

Tentang

Pedoman

Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil belajar


Mahasiswa. Kemudian tahun 2008, mengacu pada keputusan Meteri
Kesehatan Nomor: 881/Menkes/SK/X/2006

tentang

Kurikulum

Pendidikan Diploma III Keperawatan maka kurikulum di Akademi


Keperawatan Kabupaten Lamongan melakukan penyesuaian. Berdasar
Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

47

Undang-Undang

Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan

Nasional bahwa kurikulum Pendidikan Tinggi wajib memuat Pendidikan


Agama, Pendidikan Kewarganegaraan dan bahasa Indonesia dan
berdasar Peraturan Pemerintah Nomor: 19 tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan, Kelompok MPK (Mata Kuliah Pengembangan
Kepribadian) pada Kurikulum Pendidikan Tinggi meliputi Agama,
Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan mata kuliah Matematika yang
diaplikasi

tahun

akademik

2011/2012.

Akademi

Keperawatan

Kabupaten Lamongan melakukan program matrikulasi yang meliputi


mata kuliah Matematika, Biologi, Fisika, Kimia bagi mahasiswa lulusan
SMK dan SMA/SMU lulusan IPS dan Bahasa. Sedang untuk mata
kuliah di semester 1 dilakukan penambahan 1 SKS untuk MK bahasa
Indonesia dan kewarganegaan.
Penyesuaian dan perubahan kurikulum diatas diharapkan
menghasilkan lulusan yang mempunyai daya saing dan mampu
berkompetisi

dalam

persaingan

global.

Mekanisme

peninjauan

kurikulum dimulai dari rapat internal Akademi Keperawatan Kabupaten


Lamongan

dengan

agenda utama

evaluasi

kurikulum.

Setelah

disepakati selanjutnya diterbitkan SK Direktur tentang penetapan


kurikulum pada tahun akademik berikutnya.
Berdasar Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor: 881/
Menkes/ SK/ X/ 2006 tentang Kurikulum Pendidikan Diploma III
Keperawatan, bahwa kurikulum inti pada Akademi Keperawatan
Kabupaten Lamongan

terdiri 96 SKS, ditinjau kembali sehingga

kurikulum inti 98 SKS,

muatan lokal 21 SKS meliputi Kompetensi

pendukung 16 SKS, lainnya 5 SKS, sehingga beban total

sebanyak

119 SKS yang terdistribusi pencapaiannya dalam 6 (enam) semester.


Mata kuliah yang tercantum pada kurikulum saling terintegrasi karena
beberapa mata kuliah semester sebelumnya menjadi prasyarat untuk
mata kuliah berikutnya.
Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

48

SKS

pendukung

tersebut

terdiri

dari

Mata

kuliah

Kegawatdaruratan Umum 1 SKS, sedang untuk menyiapkan perawat


vokasional

maka

Keperawatan

dikembangkan

sebanyak

15

mata

SKS.

kuliah

Sedangkan

Elektif
untuk

Prosedur
memenuhi

kebutuhan era globalisasi di kembangkan Mata kuliah Berkehidupan


Bermasyarakat (MBB) yaitu bahasa Inggris dalam keperawatan 3 SKS
dan 2 SKS Etika Umum.

Perbandingan kurikulum inti: pendukung:

lainnya adalah 82,4 %: 13, 4 %: 4,2 %.


Pengembangan

diri

mahasiswa

diintegrasikan

dengan

kurikulum Akademi Keperawatan Kabupaten Lamongan yang diarahkan


pada proses pengembangan pemberdayaan, memotivasi mahasiswa
untuk melanjutkan study agar memperoleh peningkatan pengetahuan
dan pemahaman ilmu keperawatan disesuaikan dengan kondisi dan
tuntutan lingkungan masyarakat yang selalu berkembang, diantaranya
pengenalan entrepreneurship dengan mendatangkan alumnus .
Misi yang

telah ditetapkan oleh Akademi Keperawatan

Kabupaten Lamongan: a). Menyelenggarakan pendidikan keperawatan


profesional yang menghasilkan sumber daya manusia berkualitas,
b). menyelenggarakan penelitian yang dapat memberikan kontribusi
dalam

pengembangan

pelayanan kesehatan,

ilmu

pengetahuan

dan

pengembangan

c). menyelenggarakan pengabdian kepada

masyarakat sehingga dapat memberdayakan masyarakat dalam


menyelesaikan masalah kesehatan, d). melaksanakan pengembangan
institusi pendidikan baik sarana, prasarana/ sumberdaya maupun
kelembagaan. Untuk mencapai misi tersebut dituangkan dalam
kegiatan PBM selama 6 s/d 10 semester dan akhir program dilakukan
pelatihan BCLS .

E.2.

Pembelajaran dan Suasana Akademik

Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

49

Pelaksanaan proses pembelajaran oleh dosen, didasarkan


pada prinsip intensitas interaksi antara dosen dengan mahasiswa, antar
mahasiswa dan aneka sumber belajar.

Proses pembelajaran di

Akademi Keperawatan Kabupaten Lamongan disesuaikan maksimum


kapasitas kelas. Pelaksanaan proses pembelajaran terdiri dari:
Pembelajaran

teori/

kelas,

Pembelajaran

praktik

laboratorium/

workshop, Pembelajaran Praktik klinik/ lapangan/ komunitas. Metode


yang digunakan sesuai dengan tujuan yang ada dalam silabus,
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Selama perkuliahan
semua dosen sudah membuat hand out yang siap dicopy mahasiswa.
Dosen mendorong semangat belajar bagi mahasiswa dalam
proses pembelajaran dengan cara menciptakan hubungan timbal balik
antara dosen dan mahasiswa, antar mahasiswa. Setiap mata kuliah
dosen melibatkan mahasiswa untuk mencapai kompetensi yang ingin
dicapai dalam mata kuliah, sehingga memperoleh peningkatan
pengetahuan, sikap dan ketrampilan .
Penilaian merupakan salah satu elemen yang penting pada
pengendalian mutu pendidikan mahasiswa berdasarkan: a) Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional Nomor: 20 Tahun 2007 tentang Standart
Penilaian Pendidikan

b) Keputusan Menteri Kesehatan Nomor:

HK.03.05/ IV/ i4344.1/ 2010 tentang Standar Penilaian Pendidikan


Tenaga Kesehatan. Adapun penilaian hasil belajar yang ada di Akademi
Keperawatan secara tehnis terdiri dari test tulis, test lisan, test
ketrampilan dan test sikap. Penilaian mahasiswa dikelompokkan
menjadi 2 cara yaitu melalui penilaian acuan norma dan penilaian
acuan patokan. Macam penilaian terdiri dari tes harian, tengah
semester, semester, dan ujian akhir program. Penilaian untuk masingmasing kuliah dinyatakan dengan lambang huruf A, B, C dan tidak lulus
D dan E yang disampaikan pada saat yudisium berupa Kartu Hasil
Studi (KHS).
Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

50

Untuk melanjutkan ke semester berikutnya,


memprogram

sesuai

Indek

Prestasi

Semester

mahasiswa
(IPS)

yang

dikonsultasikan pada pembimbing akademik melalui Kartu Rencana


Studi (KRS). Apabnila mahasiswa telah menyelesaikan perkuliahan tiap
semester dan dinyatakan lulus maka mahasiswa mengikuti Ujian Akhir
Program (UAP) dalam bentuk Karya Tulis Ilmiah (KTI) dan diakhiri
dengan yudisium Akhir Program oleh Direktur. Sebelum yudisium hasil
penilaian akhir program diumpan balikkan kepada mahasiswa untuk
klarifikasi apabila terjadi ketidak sesuaian nilai yang tertuang dalam
transkrip akademik.

Selanjutnya keberhasilan pembelajaran setiap

mahasiswa diberikan hasil pembelajaran dalam bentuk transkrip,


dengan sebutan kelulusan memuaskan, sangat memuaskan dan
dengan pujian (Cumloude).
Pengelolaan, pemanfaatan dan pemeliharaan sarana ruang
untuk kuliah, ujian, laboratorium dan peralatan pembelajaran (LCD,
CPU, OHP, Papan Tulis, spidol) diatur oleh Urusan Rumah Tangga dan
TU. Ruang kuliah sangat memadai dengan kapasitas antara 40 - 60
mahasiswa/ruang. Semua ruang kuliah sudah ber-AC, dengan harapan
mahasiswa dapat berkonsentrasi selama perkuliahan berlangsung.
Untuk mencapai kompetensi dari masing-masing mata kuliah, tersedia
sarana laboratorium antara lain Laboratorium Keperawatan Medical
Bedah (KMB),

Keperawatan Anak, Keperawatan Jiwa, Keperawatan

Komunitas, Keperawatan Gerontik, Keperawatan Dasar, Mini Hospital


dan Laboratorium Bahasa.
Sistem informasi yang ada di Akademi Keperawatan Kabupaten
Lamongan telah tersedia Website, Untuk mempermudah mahasiswa
mendapatkan informasi penting tentang materi pembelajaran dan
informasi akademik.
Mutu pelayanan terhadap mahasiswa dapat diketahui dengan
jalan membagikan kuesioner kepada mahasiswa terkait dengan proses
pembelajaran,

sehingga

mutu

pembelajaran

Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

51

lebih

ditingkatkan.

Sedangkan untuk kuantitas interaksi antara dosen dengan mahasiswa


dapat dilakukan pada saat pembimbingan akademik meliputi: teori,
praktik klinik maupun lapangan.
Upaya yang dapat dilakukan untuk menciptakan suasana
akademik yang kondusif dilakukan kegiatan pembimbingan akademik
oleh

dosen

Pembimbing

Akademik,

sehingga

dapat

diketahui

permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa. Permasalahan yang


tidak bisa ditangani oleh pembing akademik akan dirujuk ke Konselor
(BK). Selain itu mahasiswa dikondisikan untuk integrasi dengan
masyarakat berupa penyuluhan, penelitian dan bakti sosial.
Pelaksanaan kegiatan akademik dilakukan dengan melibatkan
semua civitas akademika mulai dari perencanaan sampai dengan
pelaksanaan, kegiatan tersebut antara lain seminar, dialog interaktif,
kuliah pakar dan penyusunan visi, misi Akademi. Kegiatan lain yang
dilakukan adalah kerjasama dengan Organisasi PPNI dimana dosen,
mahasiswa terlibat dalam kepanitiaan kegiatan.
Pengembangan

kepribadian

ilmiah

yang

dilakukan

oleh

Akademi dengan memberikan fasilitas kegiatan mahasiswa berupa


tempat dan kemudahan akses informasi, sehingga tercipta kelompokkelompok budaya ilmiah dilingkungan mahasiswa.
Pencapaian kompetensi

lulusan dapat diperoleh setiap

semester sampai akhir pembelajaran melalui uji kompetensi. Untuk


pemanfaatan lulusan sesuai dengan harapan pengguna dilakukan
melalui

diskusi pihak-pihak terkait antara lain organisasi

profesi,

masyarakat atau stakeholder. Kompetensi tersebut dikelompokkan


dalam tahapan setiap tahun. Adapun hasil pembelajaran pada 4 tahun
terakhir adalah 100%. Prestasi Akademik yang diperoleh mahasiswa
selama pendidikan dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan
adapun datanya didapatkan sebagai berikut :
1. Tahun 2009 ada 1,41 % mahasiswa memiliki IPK kurang dari 2,75
dan yang memiliki IPK > 3,5 atau cumlaude sebanyak 15,49 %.
Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

52

2. Tahun 2010 tidak satupun yang memiliki IPK < 2,75 dan yang
memiliki IPK > 3,5 atau cumlaude sebanyak 24,14 %.
3. Tahun 2011 tidak satupun yang memiliki IPK < 2,75 dan yang
memiliki IPK > 3,5 atau cumlaude sebanyak 31,03 %.
Kepuasan

pengguna

lulusan

Akademi

Keperawatan

Kabupaten Lamongan menyatakan bahwa merasa sangat puas


sebanyak 14 %, puas 74 %, cukup puas 12 %.
Jumlah lulusan mahasiswa rata-rata 100 %, dengan waktu
tunggu mendapat pekerjaan rata-rata 6 bulan, 95 % bekerja sesuai
bidang keahliannya, yaitu di RS, Puskesmas, Perawat Ponkesdes,
klinik umum dan perusahaan, UKS dan 5% bekerja sebagai tenaga
administrasi di askes dan jamkesmas. Untuk menjaga keberlanjutan
penyerapan lulusan perlu dikembangkan MoU dengan penyelenggara
pelayanan kesehatan.

TABEL

STRUKTUR PROGRAM PENDIDIKAN DIII KEPERAWATAN KABUPATEN


LAMONGAN

A. SEMESTER I
No
.

Kode
MK

Mata Kuliah

Bobot
SKS

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.

WAT 1.01
WAT 1.02
WAT 1.03
WAT 2.04
WAT 2.05
WAT 2.06
WAT 2.07
WAT 4.01
WAT 4.02
E 6.1.1
E 6.1.2

Agama
Kewarganegaraan
Bahasa Indonesia
Anatomi Fisiologi
Fisika dan Biologi
Psikologi
Ilmu Gizi
Konsep Dasar Keperawatan
Kebutuhan Dasar Manusia I
Etika Umum
Elektif Prosedur
Keperawatan
Jumlah Kredit Semester

2
3
3
2
2
2
2
2
4
2
2

1
2
1
1
1
1
2
1
2
1
-

1
1
2
1
1
1
1
2
1
-

26

13

11

Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

53

B. SEMESTER II
No
.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

C.
No
.

Kode
MK
WAT 4.06
WAT 2.05
WAT 4.04
WAT 2.06
WAT 2.07
WAT 5.02
WAT 2.08
WAT 4.03
E 6.2.1
E 6.2.2

Mata Kuliah
Komunikasi dalam kep.
Mikrobiologi & Parasitologi
Etika keperawatan
Farmakologi
Biokimia
Sosiologi
Patologi
Kebutuhan Dasar Manusia II
Eleftif Prosedur Keperawatan
Kegawatdaruratan Umum
Jumlah Kredit Semester

Bobot
SKS
2
2
2
2
2
2
2
4
3
1
22

1
1
1
1
1
1
1
2
1
10

1
1
1
1
1
1
1
2
9

3
3

Bobot
SKS

2
2
2
2

1
1
1
1

1
1
1
1

2
4
3
3

1
2
-

1
2
-

3
3

20

SEMESTER III
Kode
MK

1.
2.
3.
4.

WAT
WAT
WAT
WAT

4.09
4.08
5.03
5.01

5.
6.
7.
8.

WAT 4.05
WAT 3.01
WAT 3.05
E 6.3.1

Mata Kuliah
Dokumentasi keperawatan
Promosi kesehatan
Bahasa inggris I
Manajemen dan
kepemimpinan
dalam keperawatan
Keperawatan professional
Kep. Medical Bedah I
Kep. Medical Bedah II
Elektif Prosedur
Keperawatan
Jumlah Kredit Semester

D. SEMESTER IV
No.
1.
2.
3.
4.
5.

Kode
MK
WAT
WAT
WAT
WAT
WAT

5.04
3.03
3.07
3.04
3.09

Mata Kuliah

Bobot
SKS

Bahasa Inggris II
Keperawatan Anak I
Keperawatan Komunitas I
Keperawatan Maternitas I
Keperawatan Medical Bedah
III

2
4
3
4
4

2
2
2
2

2
2
1
2
2

Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

54

6.
7.
8.

WAT 3.02
WAT
3.15
E 6.4.1

Keperawatan Jiwa I
Kegawatdaruratan

4
1

2
1

2
-

Elektif Prosedur
Keperawatan Anak

23

11

11

Mata Kuliah

Bobot
SKS

Riset Keperawatan
Keperawatan Jiwa II
Keperawatan Maternitas II
Keperawatan Anak II
Keperawatan Medical Bedah
IV
Kegawatdaruratan
Elektif Prosedur Kep.
Maternitas
Bahasa Inggris (Elektif
Bhs.Inggris)
Elektif Prosedur Keperawatan
Anak
Jumlah Kredit Semester

2
2
2
2
3

1
-

1
-

2
2
2
3

1
2

1
2

18

13

Jumlah Kredit Semester

E. SEMESTER V
N
o

Kode
MK

1.
2.
3.
4.
5.

WAT
WAT
WAT
WAT
WAT

4.07
3.06
3.08
3.10
3.05

6.
7.

WAT 3.15
E .6.4.01

E.6.6.2.

9.

E.6.6.4.1

F. SEMESTER VI
No
.

Kode MK

1.
2.
3.
4.

WAT 3.11
WAT 3.12
WAT 3.14
E 6.6.1

Mata Kuliah
Keperawatan Keluarga
Keperawatan Gerontik
Keperawatan Komunitas II
Elektif Prosedur
Keperawatan
Jumlah KreditSemester

Bobot
SKS

2
3
4
1

1
1
-

1
2
4
1

10

DAFTAR MATA KULIAH PRASARAT


Smt

Mata Kuliah Program

Mata Kuliah Prasarat

II

1. KDM Smt. II
2. Patologi

KDM Smt I
1. Anatomi
2. Fisiologi, Biokimi

Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

55

III

1
IV

1. Keperawatan Medical Bedah I


2. Keperawatan Medical Bedah II

1.
2.
3.
4.

2
Medical Bedah III
Keperawatan Anak I
Kep. Maternitas I
Kep. Jiwa I

1.
2.
3.
4.

Kep.
Kep.
Kep.
Kep.

Jiwa II
Maternitas II
Medical BedahIV
Anak II

VI

1. Kep. Gawat Darurat


2. Kep. Medical Bedah V

1. Ilmu Biomedik, meliputi :


a.
Anatomi
b.
Fisiologi
c.
Mikrobiologi & Parasitologi
d.
Farmakologi
e.
Ilmu Gizi
f.
Biokimia
g.
Patologi
2. Ilmu Alam dasar,
meliputi :
a. Biologi
b. Fisika

3
1. Ilmu Biomedik, meliputi :
a. Anatomi
b. Fisiologi
c. Mikrobiologi & Parasitologi
d. Farmakologi
e. Ilmu Gizi
f. Biokimia
g. Patologi
2. Ilmu Alam dasar, meliputi :
a. Biologi
b. Fisika
1. Ilmu Biomedik, meliputi :
a. Anatomi
b. Fisiologi
c. Mikrobiologi & Parasitologi
d. Farmakologi
e. Ilmu Gizi
f. Biokimia
g. Patologi
2. Ilmu Alam Dasar, meliputi :
a. Biologi
b. Fisika

1. Ilmu Biomedik, meliputi :


a. Anatomi
b. Fisiologi
c. Mikrobiologi & Parasitologi
d. Farmakologi
e. Ilmu Gizi
f. Biokimia
g. Patologi
2. Ilmu Alam Dasar, meliputi :
a.
Biologi

Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

56

b.

Fisika

RANGKUMAN SWOT

Kekuatan:
1. Kurikulum sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan muatan kurikulum
penunjang telah mendukung pencapaian kurikulum inti, sehingga
kompetensi mahasiswa lebih baik.
2. Susunan mata kuliah terstruktur dengan baik.
3. Pembelajaran praktik laboratorium sesuai dengan standar.
4. Kehadiran dosen dan mahasiswa tinggi.
5. Mahasiswa tepat waktu dalam penyelesaian study.
6. IPK melibihi target kurikulum yang ditetapkan oleh Institusi pendidikan.
7. Sarana prasarana, dan media pembelajaran terpenuhi.
8. Suasana akademik antara civitas Akademika sangat baik.
9. Adanya kemampuan institusi untuk menerima masukan dari karyawan,
mahasiswa dan pengguna lulusan.
11. Banyak pengguna yang memanfaatkan lulusan.
12. Kinerja lulusan berdasarkan penilaian pengguna dinilai puas.
13. Adanya laboratorium keperawatan yang dikembangkan menjadi mini
hospital, sehingga mahasiswa memiliki ketrampilan untuk mengikuti uji
kompetensi.

Kelemahan:
1. Latar pendidikan dosen belum keseluruhan S-2 Keperawatan.
2.

Rasio ruang kelas dengan mahasiswa belum memadai

Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

57

Peluang:
1.

Adanya

kesempatan

untuk

mengembangkan

kurikulum

berbasis

kompetensi.
2. Adanya kerjasama dengan pengguna lulusan sehingga meningkatnya
peluang kerja bagi lulusan.
3. Terjalinnya jaringan informasi antara alumni dengan institusi
4. Adanya Program Ponkesdes dari Pemerintah Propinsi Jawa Timur
dengan kualifikasi tenaga lulusan D-III Keperawatan.

Ancaman
1. Cepatnya pertumbuhan dan perkembangan pendidikan keperawatan.
2. Tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang semakin tinggi.

Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

58

F. Pembiayaan, Sarana dan Prasarana, dan Sistem Informasi


F.1. Pembiayaan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Akademi Keperawatan
Kabupaten Lamongan ditetapkan dengan Keputusan Direktur setelah
mendapat persetujuan Senat Akademi. Sumber Anggaran berasal dari
swadaya masyarakat, Operasional Anggaran terdiri belanja langsung,
belanja modal dan belanja tidak langsung, serta investasi.
Biaya operasioanal digunakan untuk belanja pegawai, belanja
barang dan jasa, Belanja modal dan belanja tidak langsung digunakan
untuk

menambah

pengadaan

sarana

dan

prasarana

kantor,

perpustakaan dan laboratorium. Sedangkan dana investasi digunakan


untuk pembangunan pengembangan sarana, prasarana.
Besarnya sumber pendanaan dari mahasiswa setiap tahunnya
selama 3 tahun terakhir yaitu 2010 s/d 2012 berkisar antara 1,5 M.
Adapun penggunaan dana, sebagaiamana tabel dibawah
Penggunaan dana:
No.
(1)
1
2
3

Jenis Penggunaan
(2)
Pendidikan
Penelitian
Pelayanan/pengabdian

kepada Masyarakat
Jumlah dana operasional
4

Investasi prasarana

Jumlah Dana (Juta Rupiah)


TS-2
TS-1
TS
(3)
(4)
(5)
1.368.699.0 1.351.500.0 1.576.124.
00
3.000.000
-

00
5.000.000
2.500.000

633
7.500.000
7.500.000

1.371.699.0

1.359.000.0

1.591.124.

00
50.000.000

00
134.000.00

633
79.809.367

Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

59

5
Investasi sarana
6
Investasi SDM
Jumlah dana untuk investasi

37.250.000
60.000.000
147.250.000

0
65.000.000
62.000.000
261.000.00

48.500.000
37.250.000
165.559.36

Jumlah dana (operasional +

1.518.949.0

0
1.620.000.0

7
1.756.684.

00
216

00
283

000
330

investasi)
Jumlah mahasiswa aktif (student
body)

Rencana

Anggaran

Pendapatan

dan

Belanja

dibuat

berdasarkan rencana kegiatan baik akademik maupun non akademik


semester ganjil dan genap, belanja modal dan operasional didasarkan
atas Sistem Anggaran Berimbang, artinya

rencana anggaran

pengeluaran disesuaikan dengan rencana dana yang akan diterima.


Berdasarkan
Realisasi
pendapatan
dan
pengeluaran
sebagaimana dalam tabel tersebut diatas. dana yang masuk, alokasi
utamanya adalah untuk pendidikan dalam bentuk penyediaan sarana
dan prasarana proses belajar mengajar.pengabdian masyarakat dan
penelitian.
Pengelolaan Keuangan diatur melalui keputusan direktur
setelah mendapatkan persetujuan senat, walaupun pengelolaan
dilakukan secara otonomi tetap mengacu pada Perda Kabupaten
Lamongan karena Akademi Keperawatan Kabupaten Lamongan
statusnya adalah milik pemda. yang disesuaikan dengan Petunjuk
Pelaksanaan Pengelolaan keuangan yang diterbitkan oleh Pemerintah
Kabupaten Lamongan dan penggunaannya sesuai dengan peraturan
yang

berlaku

pada

buku

standarisasi

harga

dan

honorarium.

Sedangkan penarikan dana bersumber dari masyarakat diatur sesuai


dengan peraturan yang berlaku.
Bendahara Pengeluaran wajib menyampaikan pertanggung
jawaban

atas

pengelolaan

keuangan

yang

terdapat

dalam

kewenangannya, terdiri atas pertanggungjawaban penggunaaan biaya


modal dan pertanggungjawaban biaya operasional yang dilaksanakan
Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

60

setiap akhir tahun, dan pengawasan penggunaan dana dilakukan oleh


Pembantu Direktur II Bidang Administrasi Umum yang diketahui oleh
Direktur sesuai dengan kewenangannya yang dilakukan setiap bulan
berupa pengawasan admistratif dan fungsional.
Setiap

akhir

Kabupaten Lamongan

tahun

akademik

Akademi

Keperawatan

melakukan Evaluasi Tahunan dan menyusun

Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAB) dan Program Kerja tahun


berikutnya. Dalam penyusunan program kerja

diikuti oleh seluruh

pejabat stuktural lembaga dan perencanaan anggaran dilakukan oleh


senat bersama Ketua Badan Perwakilan Masyarakat (BPM)

atas

usulan dari masing masing bidang. Setelah disetujui dan disahkan oleh
Direktur maka akan menjadi program kerja Akademi Keperawatan
Kabupaten Lamongan.

Pengelolaan dana sesuai dengan program

kerja dan rencana anggaran yang telah ditetapkan. Untuk pengelolaan


operasional anggaran

dikoordinasi oleh pembantu direktur II bidang

Administrasi Umum.
Setiap kegiatan yang akan dilaksanakan

harus mengajukan

anggaran ke Direktur melalui pembantu II bidang administrasi umum.


Setelah kegiatan selesai dilaksanakan, penaggungjawab pelaksana
kegiatan

membuat laporan pertanggung jawaban keuangan

ke

Direktur.
F.2. Sarana Prasarana
Pengelolaan, pemanfaatan dan pemeliharaan sarana ruang
untuk kuliah, ujian, laboratorium dan peralatan pembelajaran (LCD,
CPU/ Laptop, OHP, Sound sistem, Papan Tulis, Spidol) diatur oleh
Urusan tata usaha dan TU sesuai kebutuhan. Saat ini ruang kuliah
sangat memadai dengan kapasitas antara 40 - 60 mahasiswa/ ruang.
Semua ruang kuliah sudah ber-AC, telah dilengkapi dengan LCD
Projector, CPU/ Laptop, OHP, Sound system, papa tulis, spidol. Ruang
Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

61

kuliah telah memenuhi kebutuhan rasa aman dan nyaman, sehingga


kuliah dapat berjalan dengan baik.
Sarana yang dimiliki antara lain Ruang Direktur, Ruang Tata
Usaha, Ruang Pembantu Direktur, RuaNn Dosen, Ruang Rapat,
Ruang Kelas, Ruang Perpustakaan,
KMB,

Keperawatan Anak,

Gerontik,

Ruang Lababoratorium

Keperawatan Jiwa, Komunitas,

Keperawatan Dasar, Klinik Hospital Akademi,

Laboratorium

bahasa,

Ruang

BK,

Ruang

Senat,

Ruang

Koordinator Laborat, Ruang/Gedung alat Laborat, Ruang Senat


Mahasiswa

dan

Tempat

Kegiatan

mahasiswa

Semuanya

digunakan sesuai dengan fungsinya.


Prasarana penunjang antara lain adalah Asrama mahasiswa,
Ruang senat mahasiswa, Ruang Klinik, Mushola, Ruang BK, Lapangan
Volly, Gudang, Kamar kecil, Area hotspot, Parkir Mobil, Parkir Motor,
Halaman Terbuka, Taman, Lapangan Volly. Sarana transportasi yang
dimiliki adalah 1 buah bus, 1 buah Luxio, 1 buah kijang, 1 mobil carry,
dan 5 buah sepeda motor. Sarana ini digunakan dalam memfasilitasi
mahasiswa untuk praktik di Rumah Sakit dan Komunitas.
Pengadaan sarana dan prasararana disesuaikan dengan RAPB
Akademi dan atau sesuai dengan kebutuhan yang segera dipenuhi,
untuk menjaga keberlanjutan kebutuhan sarana agar sesuai dengan
jumlah maupun pemanfaatan, Akademi Keperawatan Kabupaten
Lamongan telah membuat perencanaan pembelian peralatan praktek
laboratorium dan kelengkapan sarana gedung yang dicantumkan dalam
rencana anggaran tahunan, sedangkan untuk pemeliharaan sarana
dilakukan setiap periodik untuk sarana yang tidak bergerak seperti
gedung, ruang kuliah serta sarana pendukung lainya, sedangkan untuk
sarana praktek laborat atau pembelajaran pemeliharaan dilakukan oleh
penanggung jawab laborat maupun penaggung jawab barang.
Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

62

F.3. Sistem Informasi


Sistem informasi yang baik memberikan dampak untuk dapat
meningkatkan upaya perbaikan, peningkatan dan kendali mutu. Sistem
informasi dimaksud menyangkut kesediaan data, baik data akademis
maupun data yang menyangkut kegiatan belajar mengajar.
Sarana informasi Akademi Keperawatan Kabupaten Lamongan
telah tersedia Website yang menyajikan informasi Visi,

Misi,

penerimaan mahasiswa baru, kegiatan kemahasiswaan, program


akademik, Statuta, Kode Etik, Renstra, Renop dan SPMI,

agenda

kegiatan Akademi. Pengembangan sistem informasi pendidikan masih


dalam proses dikarenakan keterbatasan sumberdaya manusia yang
menguasai teknologi informasi pendidikan.

pengembangan sistem

informasi tersebut ditujukan untuk kelancaran pembelajaran yaitu


memadukan sistem informasi akademik, sistem informasi kepegawaian,
sistem informasi mahasiswa, sistem pengelolaan perpustakaan dan
laboratorium.
Dengan didukung hardware dan software komputer serta
internet baik hotspot maupun jaringan di kampus dapat meningkatkan
kualitas pembelajaran berbasis teknologi. Terlebih para pegawai dan
beberapa mahasiswa telah memiliki laptop pribadi. Misalnya semua
presentasi/ pembelajaran harus menggunakan powerpoint dan LCD,
adanya penugasan browsing bahan-bahan dari internet.
Pada saat ini Akademi Keperawatan Kabupaten Lamongan
sudah memiliki Sumberdaya yang mampu menangani sistem informasi
yang terkomputerisasi. Pelatihan dilakukan untuk staff maupun dosen
yang belum menguasai dengan baik sistem informasi terkomputerasi.
Penggunaan dan evaluasi data secara komputerisasi dilakukan untuk
efisiensi dan efektivitas pemanfaatan sistem informasi.
Penggunaan internet bagi dosen dan pejabat pimpinan,
disediakan dalam bentuk e-mail/ facebook untuk mempermudah
mendapatkan informasi-informasi penting, melengkapi data untuk
Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

63

bahan kuliah maupun sudah memiliki jaringan internet (wireless) yang


dapat diakses hampir di seluruh wilayah di lingkungan Akademi
Keperawatan
penggunaan

Kabupaten
akses

Lamongan

internet

bagi

Keperawatan Kabupaten Lamongan

sehingga
civitas

memudahkan

akademik

Akademi

juga mengembangkan situs

internet.
RANGKUMAN SWOT
Kekuatan :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Pengelolaan dan akuntabilitas penganggaran sesuai standar.


Perencanaan anggaran secara bottom-up.
Adanya otonomi Akademi dalam pengelolaan anggaran.
Ruang kuliah dan sarana pendukung sesuai standar.
Laboratorium untuk praktikum sesuai standar.
Sarana praktik laboratorium klinik yang lengkap.
Adanya klinik kesehatan dasar untuk memberikan pelayanan kepada

mahasiawa.
8. Tersedia WIFI untuk memfasilitasi pencarian makalah di internet cukup
9.

baik.
Staf dan sebagian besar mahasiswa telah memiliki laptop sehingga
dapat mengakses internet dengan mudah.

Kelemahan :
1.
2.
3.
4.

Sumber pendanaan sebagian berasal dari swadana masyarakat.


Ruang kerja dosen kurang memadai.
Sebagian mahasiswa belum memiliki kemampuan komputer yang baik
Sistem wibesite belum bisa dimanfaatkan secara optimal.

Peluang :
1. Adanya peluang dana hibah dari sponsor untuk penelitian.
2. Adanya peluang untuk mendapatkan dana bantuan pendidikan dari
Kemendikbud.
.
Ancaman:
Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

64

1.

Belum adanya regulasi yang mengatur keuangan Pendidikan Tinggi Milik


Pemerintah Kabupaten.

G. Penelitian, Pelayanan/Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kerjasama


Di

Akademi

Keperawatan

Kabupaten

Lamongan

kualitas,

produktifitas, relevansi sasaran dan efisiensi pemanfaatan dana penelitian


dan pelayanan/ pengabdian kepada masyarakat berjalan cukup baik. Setiap
dosen wajib melakukan Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan,
penelitian dan pengabdian masyarakat.
Kualitas

penelitian

yang

ada

sudah

cukup

baik,

namun

pengembangannya harus terus dilakukan. Produktifitas penelitian di


Akademi Keperawatan Kabupaten Lamongan semakin hari semakin
meningkat dari tahun sebelumnya 2 buah menjadi 3 buah. Fokus dosen
masih pada darma yang pertama yaitu pembelajaran sehingga penelitian
dan pengabdian masyarakat pelaksanaannya dan sasarannya belum optimal
karena keterbatasan dana pada kedua kegiatan tersebut.
Agenda penelitian dimulai penerimaan proposal lengkap maksimum
bulan Bulan Maret. Proposal disajikan bulan April untuk mendapatkan
masukan dan persetujuan dari Bidang Litbang. Deseminasi hasil terjadwal
pada bulan November. Kegiatan penelitian maupun pengabdian kepada
masyarakat ini dilaksanakan oleh semua dosen. Penelitian maupun
Pengabdian

kepada

Masyarakat

yang

dilaksanakan

di

Akademi

Keperawatan Kabupaten Lamongan oleh dosen secara berkelompok sesuai


bidang Keilmuan.
Kegiatan penelitian maupun pengabdian masyarakat dilaksanakan
oleh dosen Akademi Keperawatan Kabupaten Lamongan melibatkan
mahasiswa. Mahasiswa dilibatkan dalam pengumpulan dan tabulasi data.
Sedangkan kegiatan pengabdian masyarakat mahasiswa dilibatkan dalam
pelayanan kesehatan yang dibutuhkan pada kondisi siaga bencana dan
pelayanan kesehatan berdasarkan permintaan masyarakat atau institusi
serta rencana dari bidang Litbang. Wujud kegiatan tersebut yaitu :
Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

65

Pelayanan kesehatan gratis rangka ulang tahun PPNI, donor darah yang
bekerjasama dengan PMI, Khitanan massal dan penyuluhan kesehatan di
Lembaga Pemasyarakatan maupun di daerah binaan.
Kegiatan

penelitian

di

Akademi

Keperawatan

Lamongan

dilaksanakan oleh setiap dosen, minimal 1 kali dalam setahun. Adapun


pelaksanaannya dilakukan secara berkelompok sehingga setiap tahun
terdapat 2-3 judul penelitian, sedangkan yang mendapatkan dana dari
Akademi Keperawatan Kabupaten Lamongan hanya 1 judul penelitian,
sehingga penelitian yang lain merupakan penelitian mandiri dosen. Seluruh
penelitian dosen melibatkan mahasiswa terutama dalam pengumpulan dan
tabulasi data.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Akademi Keperawatan
Kabupaten

Lamongan

dibawah

koordinasi

Litbang

dan

Bidang

Kemahasiswaan dengan kegiatan sebagai berikut :


1. Pemeriksaan Tekanan Darah dan Promosi Akademi Keperawatan
Kabupaten Lamongan di Gedung Asrama Haji Lamongan dan MA
Assaadah Gresik pada kegiatan expo pendidikan.
2. Perawat siaga bencana pada kegiatan KSR yang bekerjasama dengan
PMI Lamongan.
3. Bakti Sosial dalam rangka penerimaan mahasiswa baru Akademi
Keperawatan Kabupaten Lamongan yang tahun 2011 dilaksanakan di
desa Sugio, kecamatan Sugio Lamongan.
4. Kegiatan donor darah tiap 3 bulan sekali yang bekerjasama dengan PMI.
5. Penyembelihan dan penyerahan hewan Qurban kepada Panti Asuhan
dalam rangka Idul Adha.
6. Penyerahan zakat fitrah kepada Panti Asuhan dalam rangka Idul Fitri.
7. Sunatan Masal yang dilakukan di balai desa Latukan kecamatan
Karanggeneng Lamongan.
8. Bakti sosial berupa pengobatan massal yang bekerjasama dengan RS
Nasrul Ummah dan Pengurus PPNI Kabupaten Lamongan.
Kegiatan

pengabdian

masyarakat

tersebut

dilaksanakan

berdasarkan perencanaan dari bidang litbang atas usulan Dosen maupun


Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

66

berdasarkan permintaan langsung dari Institusi kesehatan dan atau


masyarakat. Sehingga setiap dosen mempunyai kewajiban melaksanakan
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat minimal 1 kali sesuai bidang
keilmuannya. Fokus perhatian kegiatan pengabdian kepada msyarakat
merupakan Follow Up dari kegiatan di desa binaan yang merupakan tempat
kegiatan Praktek Kerja Lapangan.
Kegiatan Penelitian maupun Pengabdian Kepada Masyarakat
dilaksanakan secara terprogram yang dikoordinir oleh Bidang Litbang
Akademi Keperawatan Kabupaten Lamongan, maka setiap dosen yang
melaksanakan kegiatan hanya diberikan 2 jam setiap minggu disesuaikan
kondisi dosen, sehingga tidak mengganggu aktivitas pengajaran di kampus.
Kerjasama

penelitian

yang

dilakukan

dengan

kementerian

Kesehatan RI tentang penelitian Riset Fasilitas Kesehatan ( Rifakes ) di


Indonesia melaui Dinas Kesehatan Lamongan, dengan keterlibatan dosen
dalam penelitian tersebut. Publikasi hasil penelitian dosen melalui webside
dan kerjasama dengan institusi pendidikan Poltekes Surabaya dalam bentuk
jurnal ilmiah. Sedangkan tugas akhir mahasiswa berupa Karya Tulis Ilmiah
yang disusun secara sistematis terkait dengan
meliputi

keperawatan

Medikal

Bedah,

pelayanan keperawatan

Maternitas,

Anak,

Jiwa,

Kegawatdaruratan, Keluarga dan Komunitas, juga dipublikasikan.


Kerjasama yang dilakukan oleh Akademi Keperawatan Kabupaten
Lamongan terutama berkaitan dengan kegiatan Pengabdian kepada
Masyarakat, Penyediaan Tempat praktik Mahasiswa, dan Pendayagunaan
Lulusan.

Institusi

Kabupaten

yang

bekerjasama

dengan Akademi

Keperawatan

Lamongan yaitu. 1. RSI Nashrul Ummah Lamongan, 2. RS

Muhammadiyah Babat, 3. Puskesmas di Kabupaten Lamongan, 4. PMI


Kabupaten Lamongan, 5. Panti Sosial Lanjut Usia (PSLU) Pasuruan di Babat
Lamongan, 6. Lembaga Permasyarakatan Lamongan, 7. PPNI Kabupaten
Lamongan, 8. PKK Kabupaten Lamongan dan 9. Ormas Keagamaan
Seluruh kerjasama tersebut dilengkapi dengan MoU dan diperbaiki
setiap 3 (tiga) tahun. Selama kerjasama tersebut terdapat evaluasi dari
Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

67

kedua belah fihak untuk menentukan kelanjutan dari MoU tersebut.


Hasil kerja sama baik penelitian, pelayanan / pengabdian kepada
masyarakat

antara Akademi Keperawatan Kabupaten Lamongan dengan

pihak lain yang terkait dapat diketahui dari feedback.


Secara institusional belum pernah ada keluhan/ komplain dari
tempat praktek, bahkan institusi tertentu termasuk PMI maupun Desa Binaan
setiap tahun

berpartisipasi baik Mahasiswa maupun Staf Akademi

Keperawatan Kabupaten Lamongan.


RANGKUMAN SWOT :
Kekuatan :
1. Dosen telah melakukan penelitian secara berkala
2. Kegiatan pengabdian masyarakat sudah terprogram.
3. Dosen dan Mahasiswa aktif berpartisipasi dalam melakukan kegiatan
pengabdian masyarakat.
4. Keterlibatan Staf dalam penelitian yang dilakukan Kemkes (Rifakes)
Kelemahan :
1. Beban dosen lebih banyak difokuskan pada kegiatan pembelajaran di
kelas/ laborat.
2. Sumber pendanaan berasal dari Institusi dan sponsor.
Peluang :
1. Terbukanya kesempatan kerjasama dengan lembaga lain yang terkait.
2. Tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
3. Banyaknya perusahaan swasta yang bersedia sebagai mitra kegiatan
sosial.
Ancaman :
1. Kurangnya pengaplikasian hasil penelitian oleh pihak luar
2. Banyaknya kepentingan organisasi sosial politik yang menggunakan
bakti sosial untuk mencapai tujuan

Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

68

BAB II
ANALISIS SWOT
A.

Analisis Antar Komponen


Untuk melakukan analisis antar komponen evaluasi diri maka uraian
SWOT dari setiap komponen evaluasi diri dikelompokkan dan dipetakan
kedalam masing-masing kategori SWOT yaitu : Kekuatan (S), Kelemahan (W),
Peluang (O), dan Ancaman (T) seperti tebel berikut :
Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

69

1.

KEKUATAN (S)

KELEMAHAN (W)

Rumusan

visi

jelas,

mudah

dipahami

dan

misi

mampu

menjabarkan
2.

3.

kegiatan untuk mencapai visi.


Sasaran Akademi sudah difokuskan

terciptanya
2.

budaya

masih

dengan karakteristik tertentu.


Tujuan pendidikan berkeinginan

masih dalam proses Alih Bina ke

berkualitas.
Struktur Organisasi

3.

Kemendikbud.
Ikatan Alumni
memberikan

berdasarkan
direktur

binaan

4.

Kemenkes

yang

ada

kontribusi

dan

belum

maksimal

terhadap kemajuan Akademi.


Latar pendidikan dosen belum

diangkat oleh Bupati melalui usulan

keseluruhan

hasil

karena kesempatan untuk studi lanjut

pemilihan

langsung

oleh

seluruh dosen dan Staf Akademi.


Hasil Akreditasi yang ditetapkan
Kemenkes

6.

berasal dari swadana masyarakat.


Sistem
wibesite
belum
bisa

mendaftar di Akademi keperawatan


besar

ditetapkan

dari

alokasi

berdasar

yang
Strata

8.

akreditasi.
Berjalannya mekanisme bimbingan

9.

melalui Dosen PA, dan BK.


Kegiatan ekstrakurikuler termasuk
pemebinaan enterpreneurship yang
mendukung tujuan pembelajaran dan
prestasi

mahasiswa

di

sebagian

dimanfaatkan secara optimal.

Minat lulusan SMA sederajat yang


lebih

Keperawatan,

ke S2 linier terbatas
Sumber
pendanaan

mendapat

pengakuan dari Kemendikbud.


Sudah memiliki Sistem Penjaminan

S-2

5.

bidang

akademik terus meningkat sehingga


Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

70

pemakaian

bahasa asing di Akademi.


Akademi
Keperawatan

Mutu Internal.

7.

bahasa

dibawah

oleh
6.

penerapan

pada penguasaan bidang tertentu

Surat Keputusan Bupati,

5.

Kemampuan

asing masih lemah, mengingat belum

program-program

kuat untuk mempunyai lulusan yang


4.

1.

mendapatkan beasiswa dari Institusi


dan Pemerintah daerah.
10. Terbentuknya Ikatan Alumni yang
disyahkan

oleh

SK

Direktur

sehingga terjalin tekomunikasi antar


alumni dengan institusi.
11. Sistem rekrutmen dan

seleksi

pegawai sesuai dengan peraturan


perundangan

yang

berlaku

dan

standar yang ada.


12. Akademi keperawatan mempunyai
tenaga dosen tetap dengan rasio
bimbingan mahasiswa yang optimal.
13. Adanya
pengembangan
tenaga
dosen dan administratif yang jelas

14. Kurikulum

1
Institusi sesuai dengan

ketentuan yang berlaku disahkan


oleh direktur.
15. Interaksi antar

civitas Akademika

sangat baik.
16. Kinerja
lulusan

berdasarkan

penilaian pengguna dinilai puas.


17. Adanya
Hospital,
sehingga
mahasiswa

memiliki

ketrampilan

untuk mengikuti uji kompetensi.


18. Pengelolaan
dan
akuntabilitas
penganggaran
melalui

otronomi

sesuai
kampus

standar,
dalam

pengelolaan keuangan.
19. Sarana prasarana kegiatan kegiatan
intra kurikuler, kokurikuler dan ekstra
kulikuler memadai.
20. Dosen telah melakukan penelitian,
Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

71

pengabdian masyarakat terprogram.

1.

PELUANG (O)

ANCAMAN (T)

Adanya Surat Keputusan Bersama 3

1. Belum adanya regulasi yang secara

(Tiga) Menteri: Menteri Pendidikan

khusus mengatur tentang pendidikan

Nasional, Menteri Kesehatan dan


Menteri

Dalam

memberikan

Negeri

solusi

yang

pemecahan

permasalahan Institusi Pendidikan


2.

3.

Kesehatan Milik Pemda.


Adanya Rekomendasi Alih Bina dari
Kementerian

Kesehatan

ke

Kementerian

Pendidikan

dan

Kebudayaan.
Adanya
Rancangan

Struktur

Organisasi Pendidikan Tinggi Milik


Pemda

dari

memberikan

Kemdagri

akan

peluang

untuk

Tinggi Milik Pemerintah Daerah.


2. Apabila proses Alih Bina
Akreditasi

dari

terleasisasi,
pengguna.
3. Banyak

belum

menyulitkan

institusi

pendidikan

keperawatan D III, S1 Keperawatan


dan Institusi Kesehatan di Jawa Timur.
4. Banyaknya kepentingan organisasi
sosial politik yang menggunakan bakti
sosial untuk mencapai tujuan

akademik secara berkelanjutan.


Banyak berdirinya RS/ Klinik Swasta,
sehingga kebutuhan perawat sangat
dibutuhkan dan kebijakan Pemprov
Jatim tentang Ponkesdes dengan

Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

72

akan

PT

pendayagunaan lulusan dari Institusi

mengembangkan akademik dan non


4.

BAN

dan

5.

formasi lulusan D-III Keperawatan.


Adanya institusi kesehatan (RS
maupun Klinik) yang mengadakan
MoU dengan AKPER Lamongan.

6.

1
Keterlibatan dosen tidak tetap dan CI
yang

berkualitas

berasal
7.

dari

terutama
alumni

yang

Akademi

Keperawatan Kabupaten Lamongan.


Banyaknya perusahaan swasta yang
bersedia

sebagai

mitra

kegiatan

sosial.

B.

Strategi Pengembangan
Dari hasil pemetaan komponen-komponen analisis SWOT diatas dapat
diketahui bahwa Akademi Keperawatan Kabupaten Lamongan berada pada
posisi dimana faktor kekuatan dan peluang yang dimiliki masih dominan
dibandingkan dengan faktor kelemahan dan ancaman. Sehingga strategi
pengembangan yang paling sesuai dalam jangka pendek adalah Penataan Alih
Bina dan Penataan kelembagaan. Secara eksternal dengan memanfaatkan
kekuatan dan peluang yang ada dan mereduksi kelemahan di dalam dan
ancaman dari luar.
Strategi Akademi Keperawatan Kabupaten Lamongan telah dirumuskan
sedemikian rupa dengan berpedoman kepada hasil analisis SWOT diatas dan
juga mempertimbangkan prioritas permasalahan. Strategi pengembangan yang
dipilih untuk mengembangkan Akademi Keperawatan Kabupaten Lamongan
adalah sebagai berikut :
Peningkatan status kelembagaan dan Status Alih Bina
Peningkatan kualitas Sumberdaya Manusia,
Peningkatan program studi,
Pengembangan sarana dan prasarana,
Pengembangan Teknologi,
Pengembangan Organisasi dan Manajemen
Peningkatan citra akademi.
Laporan EVALUASI DIRI AKPER Kabupaten Lamongan, Provinsi Jatim.

73