Anda di halaman 1dari 40

LAPORAN KASUS

Benign Prostate
Hyperplasia
Oleh :
Stevanus Jonathan 07120100070
Pembimbing :
dr. Gardjito S , Sp U

Identitas pasien

Nama : bapak H. Ja---Jenis kelamin : Laki-laki


Tmpt/tgl-lahir : Jakarta / 11-03-1950
Usia : 65 Tahun
Agama : Islam
Status : Menikah
Alamat : Gang Anggrek Ciganjur
Penjamin : BPJS Jamkesmas
Tgl Masuk : 25 Juni 2015

Anamnesa
Anamnesa dilakukan secara
autoanamnesis pada tanggal 26 Juni
2015
Keluhan Utama pasien
Sulit buang air kecil semenjak 2
minggu sebelum masuk rumah sakit

Riwayat penyakit sekarang


3 minggu sebelum masuk rumah sakit

Nyeri saat berkemih

Berobat ke klinik diberi selang


kencing

2 minggu sebelum masuk rumah sakit

Perasaan perlu mengejan jika mau


kencing

Nyeri pada saat berkemih

Pada saat masuk rumah sakit


Semua keluhan di atas

Nyeri perut bagian bawah

Riwayat penyakit dahulu


Beberapa tahun lalu pasien jika ingin
BAK perlu 2 menit agak bisa BAK
1 Tahun sebelum SMRS Nyeri saat BAK
> ga bisa BAK
Berobat ke Klinik diberi selang> baik ,
sudah disarankan operasi tapi karena
merasa baikan pasien tidak operasi

Riwayat kebiasaan
Pasien merupakan perokok yang
mengkonsumsi kira-kira 1 bungkus
rokok sehari
Minuman beralkohol (-)

Riwayat penyakit keluarga

Asthma(-)
Hipertensi (-)
Diabetes (-)
Penyakit keturunan lain (-)

Riwayat pengobatan
Pasien tidak sedang mengkonsumsi
obat-obatan rutin apapun
Pengobatan terakhir ke klinik 2
minggu lalu dipasang selang kencing

Pemeriksaan fisik
Status Generalis
Keadaan umum : Tampak sakit
Sedang
Tingkat kesadaran : compos mentis
Tanda tanda vital :
Nadi
: 90 kali / menit
Tekanan darah
: 110/70 mmHg
Pernapasan
: 26 kali / menit
Suhu
: 36,2 0C

Kepala
Normosefal, rambut berwarna hitam, wajah berbentuk oval dan tidak
terdapat kelainan bentuk, tidak terdapat luka / lesi.
Mata
Mata simetris, tidak ada edema palpebra, konjutiva anemis (-/-), sklera
ikterik (-/-), pupil isokor dengan diameter 3 mm / 3 mm, refleks cahaya
langsung dan tidak langsung (+/+)
Telinga
Bentuk telinga normal dan simetris, tidak terdapat deformitas, liang
telinga tidak terdapat sekret, nyeri tekan tidak ada, pendengaran
normal
Hidung
Bentuk hidung normal dan simetris, tidak terdapat deviasi, tidak
terdapat sekret atau darah yang keluar dari hidung
Mulut dan tengggorok
Bentuk bibir simetris, bibir berwarna merah dan tidak ada tanda
tanda sianosis. Lidah berbentuk normal, lembab dan tidak ada tremor.
Uvula, faring dan tonsil tidak terlihat
Leher
Trakea berada di tengah dan tidak terdapat deviasi. Tidak terdapat
pembesaran KGB.

Thoraks
Inspeksi

Bentuk dan pergerakan dada simetris, tidak terdapat


retraksi dinding dada, iktus kordis tidak terlihat
Palpasi

Ichtus cordis teraba 2 jari dibawah dan lateral dari


garis midklavikula sinistra. Tactile fremitus kanan =
kiri
Perkusi

Perkusi pada lapang paru terdengar sonor di seluruh


lapang paru
Auskultasi

Jantung: suara dasar SI dan SII normal, tunggal


murni, irama reguler, murmur (-), gallop (-)
Paru : suara napas vesikuler, ronchi (-/-),wheezing
(-/-)

Abdomen
Inspeksi

Dinding perut terlihat simetris, bentuk dinding perut


buncit membesar, tidak terdapat kelainan pada kulit,
pergerakan dinding perut sesuai dengan irama
pernapasan , Tidak terlihat spider navi.
Auskultasi

Bising usus (+) normal, tidak menurun atau meningkat


dengan frekuensi : 10 kali / menit.
Palpasi

Dinding perut kembung, tidak terdapat distensi abdomen,


nyeri tekan (-), massa (-) pada pemeriksaan dalam dan
dangkal.
Pemeriksaan Hati : Tidak teraba adanya pembesaran Hati
Pemeriksaan Spleen : Tidak teraba spleen
Perkusi

Timpani pada seluruh regio abdomen

Regio suprapubik
Inspeksi : warna kulit sama dengan
sekitar, jejas (-), sikatriks (-) , tanda-tanda
radang (-)
Palpasi : Nyeri tekan (+), vesika urinaria
teraba penuh
Ekstremitas
Akral Hangat , tidak terlihat adanya
deformitas ataupun massa.
Kulit
Kulit tampak sawo matang , tidak ada
ruam-ruam merah ataupun tanda-tanda
petechie.

Kelamin
Tampak terpasang kateter
Pada pemeriksaan rectal toucher :
Tonus sphincter ani baik , ampula recti
tidak kolaps, mukosa licin tidak
berbenjol .teraba massa dengan
konsistensi kenyal padat dan tidak dapat
digerakkan pada arah jam 12 , lalu pada
saat ditekan pasien merasakan nyeri ,
tepi massa teraba berbatas jelas , bagian
atas massa teraba. Pada sarung tangan
feces(-) , darah (-) .

Pemeriksaan penunjang
Tgl 18/6/15
Pemeriksaan
Hemoglobin
Hematokrit
Leukosit
Trombosit
CT / masapembekuan
BT / masapendarahan
Glukosa puasa
Glukosa 2 jamPP
Triglyceride
Cholesterol total
HDL
LDL
Albumin
SGOT
SGPT
Ureum
Creatinin

Hasil
13.7
42
10.7
319
4
2
79
197
100
168
28
120
4.1
22
16
28
0.9

Nilai normal
13 17 gr/ dl
37 54%
5 10 ribu / ul
150 400 ribu / ul
2 6 menit
1 3 menit
70-105 mg/ dl
<120 mg/ dl
<175 mg/ dl
<200 mg/ dl
35- 55 mg/ dl
<130 mg/ dl
3.4 4.8 g/ dl
<50 u/ l
<50 u/ l
20 50 mg%
0.8 1.1 mg/ dl

Foto thorax

Resume
Seorang pasien laki-laki berinisial Tn H. Ja berusia 65 tahun
datang dengan keluhan nyeri pada saat berkemih semenjak
3 minggu sebelum masuk rumah sakit , Keluhan ini berlanjut
dari sakit saat berkemih sampai pasien tidak bisa buang air
kecil sehingga berobat 2 minggu sebelum masuk rumah sakit
ke klinik lalu dipasang selang kencing setelah itu pasien
mulai merasakan tidak bisa buang air kecil. Pasien juga
mengeluhkan bahwa sebelumnya pasien pernah merasa
kencing tidak puas , dan terputus-putus , pancaran tidak kuat
.
Pada pemeriksaan fisik ditemukan tanda-tanda vital dalam
batas normal , status generalis dalam batas normal . Pada
status urologis , palpasi regio suprapubik , vesika urinaria
teraba penuh . Pada rectal toucher teraba massa pada arah
jam 12 dengan konsistensi kenyal , permukaan rata ,bagian
atas masa teraba , nyeri tekan (+).

Diagnosa
Diagnosa kerja
BPH
Diagnosis banding
Striktur uretra
Ca prostat

Tatalaksana awal
Medikamentosa
Pasang IV line
Pasang DC
Beri PRC 1 pack

Non medikamentosa
Rawat inap
Pemasangan kateter
Skin test
Puasa selama 6 jam sebelum operasi
Konsul Spesialis jantung dan internis pre operasi

Operatif
TURP (Transurethral resection of the prostate)
Dilakukan pada tanggal 26 juni 2015

Urine H 2 post operasi

Urine H3 Post operasi

Follow up

Tgl 26/6/15
S : Nyeri berkemih sejak 3 minggu SMRS , Anyang-anyangan (+) , 2
minggu SMRS sudah pernah diobati dipasang selang akan tetapi
tidak membaik
O:
Ku/Kes : SS/CM
Tanda vital : TD : 120/80 mmHg; HR : 84x/menit;
RR : 16 x/menit;
Suhu : 36.3
Kepala: normosefali
Mata : CA -/- ; SI -/-; RC+/+
Leher : pembesaran KGB (-)
Pulmo : Vesikuler, Rh (-); Wz (-)
Cor : S1, S2, regular; murmur(-); gallop (-)
Abd : supel, datar, BU(+) , NT (+)
Ext : akral hangat, edema (-) CRT <2
Status lokalis : Genitalia : terpasang DC 1000
Urine bag bocor , advise tidak usah diganti
A : BPH
P : Pro TURP tgl 26/6/15

Tgl 27/6/15
S : Nyeri post operasi , mual (-) , muntah (-)
O:
Ku/Kes : SS/CM
Tanda vital : TD : 140/90 mmHg; HR : 90x/menit;
RR : 24 x/menit;
Suhu : 36.5
Kepala: normosefali
Mata : CA -/- ; SI -/-; RC+/+
Leher : pembesaran KGB (-)
Pulmo : Vesikuler, Rh (-); Wz (-)
Cor : S1, S2, regular; murmur(-); gallop (-)
Abd : supel, datar, BU(+) , NT (+)
Ext : akral hangat, edema (-) CRT <2
Status lokalis : Genitalia : terpasang DC
Urine bag dari jam 12 sampai jam 6 pagi 2100 cc , Kuning .

A :post op TURP H 1
P : IVFD : D5% = 2:2 30 tpm
Inj ceftriaxone 2 x 1 g
Inj Ketorolac 3 x 30 mg
Inj Adona 3 x 1 ampule
Inj Vit C 1 x 2 ampule
Inj Vit K 3 x 1 ampule
Inj transamin 3 x 1 ampule
Drip spooling jernih 40 60 tts
Merah 100 120 tts
Macet spool
Traksi pada bagian paha kanan

Tgl 28/6/15
S : Nyeri post operasi , mual (-) , muntah (-)
O:
Ku/Kes : SS/CM
Tanda vital : TD : 140/90 mmHg; HR : 78x/menit;
RR : 20 x/menit;
Suhu : 36.5
Kepala: normosefali
Mata : CA -/- ; SI -/-; RC+/+
Leher : pembesaran KGB (-)
Pulmo : Vesikuler, Rh (-); Wz (-)
Cor : S1, S2, regular; murmur(-); gallop (-)
Abd : supel, datar, BU(+) , NT (+)
Ext : akral hangat, edema (-) CRT <2
Status lokalis : Genitalia : terpasang DC
Urine bag 24 jam 2500 cc , Kuning .
A :post op TURP H 2
P : IVFD : D5% = 2:2 30 tpm
Inj ceftriaxone 2 x 1 g
Inj Ketorolac 3 x 30 mg
Inj Adona 3 x 1 ampule
Inj Vit C 1 x 2 ampule
Inj Vit K 3 x 1 ampule
Inj transamin 3 x 1 ampule
Drip spooling jernih 40 60 tts
Merah 100 120 tts
Macet spool
Traksi pindah ke paha kiri

Tgl 29/6/15
S : BAK nyeri (-) mual (-) , muntah (-)
O:
Ku/Kes : SS/CM
Tanda vital : TD : 130/80 mmHg; HR : 76x/menit;
RR : 19 x/menit;
Suhu : 36.2
Kepala: normosefali
Mata : CA -/- ; SI -/-; RC+/+
Leher : pembesaran KGB (-)
Pulmo : Vesikuler, Rh (-); Wz (-)
Cor : S1, S2, regular; murmur(-); gallop (-)
Abd : supel, datar, BU(+) , NT (+)
Ext : akral hangat, edema (-) CRT <2
Status lokalis : Genitalia : terpasang DC
Urine bag 24 jam 5000 cc , Kuning .
A :post op TURP H 3
P : IVFD : D5% = 2:2 30 tpm
Inj ceftriaxone 2 x 1 g
Inj Ketorolac 3 x 30 mg
Inj Adona 3 x 1 ampule
Inj Vit C 1 x 2 ampule
Inj Vit K 3 x 1 ampule
Inj transamin 3 x 1 ampule
Drip spooling jernih 40 60 tts
Merah 100 120 tts
Macet spool
Traksi pindah ke abdomen
Pasien rawat jalan

Tinjauan pustaka
Kelenjar prostat adalah salah satu organ
genitalia pria yang terletak di sebelah
inferior buli-buli dan membungkus
uretra posterior .
Bila mengalami pembesaran, organ ini
membuntu uretra pars prostatika dan
menyebabkan terhambatnya aliran urin
keluar dari buli-buli.
Bentuknya sebesar buah kenari dengan
berat normal pada orang dewasa 20
gram

Angka kejadian BPH


Keadaan ini dialami oleh 50% pria
yang berusia 60 tahun dan kurang
lebih 80% pria yang berusia 80
tahun.

Etiologi
1) teori dihidrotestoteron
2) adanya ketidak seimbangan antara
estrogen-testosteron
3) interaksi antara sel stroma dan sel
epitel prostat
4) berkurangnya kematian sel
(apoptosis)
5) teori stem sel.

BPH

Gejala

Komplikasi

- Retensi urine akut ketidak mampuan


untuk mengeluarkan urin, distensi kandung
kemih, nyeri suprapubik
- Retensi urine kronik residu urin > 500ml,
pancaran lemah, buli teraba, tidak nyeri Infeksi traktus urinaria
- Batu buli
- Hematuri
- Inkontinensia-urgensi
- Hidroureter
- Hidronefrosis - gangguan pada fungsi ginjal

Pilihan terapi BPH

Trans Urethral Resection of the Prostate (TURP)

Tindakan reseksi endoskopik melalui uretra


Metode cukup aman , efektif dan berhasil
Bisa terjadi ejakulasi retrogard dan
impotensi ( sebagian kecil)
Operasi yang paling banyak dikerjakan di
dunia
Reseksi dilakukan dengan mempergunakan
cairan irigan supaya daerah yang direseksi
tetap tenang

TURP Lanjutan
Cairan yang dipakai adalah H2O steril
Kerugian adalah aquades karena sifatnya
hipotonik > bisa masuk ke sirkulasi darah
vena > hiponatremia relatif atau intoksikasi
air > syndroma TURP
Gejala syndroma TURP > gelisah , kesadaran
menurun , tekanan darah meningkat ,
bradikardi > bisa edema otak dan meninggal.
Untuk menurunkan angka syndroma TURP >
cairan non ionik , membatasi waktu operasi
tidak lebih dari 1 jam , memasang sistostomi
suprapubik

Terima kasih