Anda di halaman 1dari 16

PENGARUH TEKANAN UAP TERHADAP PEREBUSAN

TANDAN BUAH SEGAR DAN KOROSI DINDING


STERILIZER PT. MERBAUJAYA INDAHRAYA

LAPORAN TUGAS AKHIR


Ditulis untuk Memenuhi Syarat Menyelesaikan
Pendidikan Program Diploma III

PROGRAM STUDI TEKNIK KONVERSI ENERGI MEKANIK

Oleh :
BOBBY KRISTIAN SIMARMATA
1105052054

JURUSAN TEKNIK MESIN


POLITEKNIK NEGERI MEDAN
MEDAN
2014

KATA PENGANTAR

Puji dan sukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkatdan rahmat-Nya
yang selalu menyertai penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan
tugas akhir ini.
Laporan yang berjudul PENGARUH TEKANAN UAP TERHADAP
TANDAN BUAH SEGAR DAN KOROSI DINDING STERLIZER PT.
MERBAUJAYA

INDAHRAYAini,

merupakan

salah

satu

syarat

untuk

menyelesaikan program pendidikan Diploma III, Program Studi Teknik Konversi


Energi, Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Medan.
Dalam pembuatan laporan tugas akhir ini, penulis telah mendapatkan
arahan dan bimbingan dari berbagai pihak, baik itu berupa material,infomasi
maupun dari segi administrasi. Untuk itu, sudah selayaknya penulis mengucapkan
terima kasih kepada :
1. Bapak M. Syahruddin, ST., MT., Direktur Politeknik Negeri Medan;
2. Bapak IdhamKamil,ST., MT., Ketua Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri
Medan;
3. Bapak Abdul Razak, MT.,Kepala Program Studi Teknik Konversi Energi
Politeknik Negeri Medan;
4. BapakDarwis.AR, ST., selaku dosen pembimbingyang telah meluangkan
waktu dan tenaga untuk membantu penulis menyelesaikan laporan tugas akhir
ini;
5. Seluruh staf pengajarTeknik Konversi Energi, Jurusan Teknik Mesin
Politeknik Negeri Medan. Terima kasih atas semua motivasi dan bimbingan
yang telah penulis dapatkan selama perkuliahan;
6. Kedua orang tuapenulis yang tercintapapa dan mama yang telah memberikan
dukungan material maupun spiritual kepada penulis;
7. Saudara, Adik-adik, penulis yang tercinta. Terima kasih atas semangat dan
cinta yang terus-menurus kalian beri.
iv

8. Orang

yang

selalumemberikandukungan

yang

konstruktifketikapenulismendapatkanmasalahHeyshaFeronikaSiregar,
Muhammad fauzi, Maulia Sari, JanterRidhoPakpahan, BenniHendriSitompul,
TriosfinaPurba, HermantoSinaga, Gabe Rama PersadaDamanik, Fernando
Manaludan Lolo FrannikoBoangManalu.
9. SeluruhrekanmahasiswaTeknikKonversiEnergikhususnyaangkatantahun 2011
kelas EN-6A, EN-6B, EN-6C, EN-6D
Penulis telah berusaha semaksimal mungkin dalammenyelesaikan laporan
ini, namun penulis menyadari bahwalaporaninitidakluputdarikekurangan. Oleh
karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun,
demi kesempurnaan laporan ini dimasa yang akan datang.
Akhir kata, penulis mengharapkan agar Laporan Tugas Akhir ini dapat
memberikan manfaat bagi pembaca pada umumnya dan bagi penulis khususnya.

Medan, 31Agustus 2014


Penulis,

Bobby Kristian S
NIM : 1105052054

DAFTAR ISI

SPESIFIKASI TIGAS AKHIR

LEMBAR PERSETUJUAN .. ii
LEMBAR PENGESAHAN .. iii
KATA PENGANTAR .. iv
DAFTAR ISI . vi
DAFTAR GAMBAR .

DAFTAR TABEL . xi
DAFTAR LAMPIRAN . xii
INTI SARI xiii
ABSTRACT xiv
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang .

1.2.Batasan Masalah 3
1.3.Tujuan Tugas Akhir .. 3
1.4.Manfaat Tugas Akhir 4
1.5.Metodologi (Teknik Pengumpulan Data)

BAB 2DASAR TEORI


2.1.Suhu Dan Tekanan.. 5
2.1.1 PengertianSuhu 5

vi

2.1.2 PengertianTekanan .. 8
2.2. AsalUsulKelapaSawit
2.3.VarietasKelapaSawit

.. 10
11

2.3.1 PembagianVarietasBerdasarkanDagingBuah
2.3.2 PembagianVarietasBerdasarkanwarnakulit

. 11
13

2.4. MinyakKelapaSawit .. 14
2.5.Metode Perebusan Dan KebutuhanUap .... 14
2.6. TujuanPerebusan . 16
2.6.1 MenghentikanAktifasiEnzime 16
2.6.2 MelepaskanBuah Dari Spiklet . 16
2.6.3 Menurunkan Kadar Air 17
2.6.4 PemecahanEmulsi ..

18

2.6.5 MelepaskanSerat Dan Biji .. 18


2.6.6 Membantu Proses PelepasanInti Dari Cangkang .. 18
2.7.Operasional Dan PerawatanPerebusan..19
2.8. SiklusPerebusan ...20
2.9. Faktor Faktor Yang MempengaruhiPerebusan . 22
BAB 3 SPESIFIKASI ALAT
3.1.Jenis Jenis Sterilizer . . 24
3.1.1 Sterilizer Vertikal . 24
3.1.2 Sterilizer Horizontal . 26

vii

3.2. Perbedaan Sterilizer Vertikal Dan Horizontal .. 28


3.3.Alat alatPembantu Dan Pengaman Sterilizer.30
3.3.1. KatubPengaman( Safety Valve ). 30
3.3.2. KatubPengatur( Check Valve ) .. 32
3.3.3 Manometer .. 33
3.3.4 Termometer Gauge . 34
3.3.5 Butterfly Valve 34
3.3.6Saringan ( Filter ). 35
3.3.7 PlatDistribusi .. 35
3.3.8 Lori .. 35
3.3.9 RelPenyeberangan .. 36
3.3.10 Capstand 36
3.3.11 JaringanSel 36
3.3.12 Bogie . 36
3.3.13 Wire Rope Winch . 36
3.4 Operasioanal Dan PerawatanRebusan . 37
3.4.1 PackingPintu .. 37
3.4.2 AlatPenunjukTekanan ( Manometer ) .. 37
3.4.3 PlatPenyaringKondensat .. 37
3.4.4 KatubPengaman 38
3.4.5 Centilever .. 38

viii

3.4.6 PompaKondensat .. 38
3.5 MekanismePerebusan . 39
BAB 4 PEMBAHASAN
4.1.PerebusanKelapaSawit 41
4.2.Pengaruh TekananUapTerhadapBuahHasilRebusan. 42
4.2.1 Single Peak ... 43
4.2.3 Double Peak .43
4.2.4 Triple Peak ... 44
4.3.Sebab sebab terjadinya korosi pada dinding sterilizer. 47
4.3.1 KorosiPadaPermukaanDindingBagianDalam Sterilizer 48
4.3.2 Korosipada Wearing Plate LantaiDasar Sterilizer . 49
4.4 StandarOperasionalProsedur Sterilizer ... 51
4.4.1 Pemeriksaanpendahuluan .. 51
4.4.2 Pengoperasian 51
BAB 5 PENUTUP
5.1.Kesimpulan 55
5.2.Saran . 56
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

ix

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. JenisTanaman..................................................................

Gambar 3.1. Sterilizer Vertikal. 25


Gambar 3.2. Sterilizer Horizontal .................. 27
Gambar 3.3.Safety Valve .......................................... 31
Gambar 3.4. Check Valve ............................................... 33
Gambar 3.5. Manometer ............................................................. 34
Gambar 3.6. Buterfly Valve ............... 35
Gambar 4.1. Grafik Single Peak ....... 43
Gambar 4.2. Grafik Double Peak .......... 44
Gambar 4.3. Grafik Triple Peak ..... 45
Gambar 4.4. Grafik SOP Perebusan ... 51

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1. Satuan SatuanTekanan .....

32

Tabel 4.1.SiklusTekanan .....

46

Tabel 4.2. LangkahKerjaPerebusanSesuai SOP .

34

xi

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1.GrafikPerebusan PT. MerbaujayaIndahraya Group


Lampiran 2. Log Sheet Sterlizer

xii

INTISARI
Pabrik kelapa sawit dioprasikan dalam suatu rangkaian yang berkelanjutan, waktu
dan tekanan sangat berpengaruh pada hasil dari perebusan TBS ( tandan buah segar ).
Jika tekanan terlalu tinggi maka akan mengakibatkan daging buah rusak, warna inti
sawit berubah, TBS akan menumpuk didepan perebusan dan mempertinggi losses.
Jika tekanan rendah maka akan mengakibatkan buah kurang masak, nut yang
dihasilkan tidak bersih, losses di cly bath menjadi tinggi dan inti tidak terlepas dari
cangkang. Tekanan yang dipakai pada perebusan untuk mendapatkan hasil yang
optimal tidak boleh lebih atau kurang, tekanan operasi normal adalah 2,8 bar dengan
lama perebusan 90 menit. Dalam proses perebusan TBS pemilihan tekanan uap
puncak sangat menentukan kualitas minyak sawit dan inti serta kapasitas olah pabrik.
Kata kunci : Tandan Buah Segar, sterilizer, Tekanan

ABSTRAK
Coconut palm factory the operation in series will continue, time and pressure very
influential on results from boiling TBS ( fresh coconut palm ). If the pressure is too
high it will result in demaged fruit flesh, palm carnel colour change, the TBS will
acucumulate in front boiling and heightens losses. If the pressure is low will result in
less ripe fruit, nut producedbno net, losses in cly bath be high and can not be
separated from the shell. The pressure used in thr company to ger optimal results
should not be more or less, normal operating pressure is 2,8 bar by long boiling 90
minutes. A process the boil TBS ( fresh coconut palm ), the choise press warm on the
top very certainly quality of coconut palm oil and main about a capacity factory
made it.
Keywords : fresh coconut palm, Sterilizer, Pressure

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Sejalan dengan berkembangnya Ilmu Pengetahuan Teknologi (IPTEK) di

Indonesia, sektor industri merupakan salah satu usaha yang didukung pemerintah.
Sesuai dengan keadaan di Indonesia, perkebunan kelapa sawit didukung tenaga
kerja yang cukup banyak dan berpotensial yang memungkinkan negara Indonesia
menjadi salah satu penghasil minyak nabati. Kebutuhan akan minyak nabati di
dalam negeri sebagian berasal dari minyak kelapa sawit. Sehubungan dengan laju
pertumbuhan produksinya lamban dan tingkat kebutuhan akan minyak kelapa
sawit sebagai salah satu keperluan rumah tangga yang cukup tinggi, maka untuk
mencukupi kebutuhan di dalam negeri harus dipenuhi dengan minyak kelapa sawit
dan inti sawit.
Pabrik kelapa sawit dioperasikan dalam satuan rangkain yang continue, dimana
hasil proses sebelumnya dilanjutkan keberikutnya tanpa dapat mengubah mutu
tetapi hanya melanjutkannya. Kesalahan pada proses awal tidak akan
mendapatkan hasil yang baik pada proses selanjutnya.
Untuk meningkatkan daya guna kemampuan produksi dari suatu pabrik kelapa
sawit, diperlukan serta pengetahuan teknis yang baik dalam mengoperasikan
peralatan-peralatan yang berada di pabrik dengan tujuan untuk mendapatkan hasil
yang maksimal dengan tidak mengabaikan mutu dari pada produksi yang
dihasilkan. Sterilizer (ketel rebusan) adalah suatu bejana uap bertekanan yang
digunakan untuk merebus kelapa sawit. Dalam proses produksi kelapa sawit,
sterilizer merupakan proses pengolahan mekanis yang pertama untuk buah kelapa
sawit. Sterilizer menggunakan uap basah sebagai media pemanas yang berasal dari
sisa pembuangan turbin uap yang dimasukkan ke dalam tangki supply atau BPV
(Back Peasure Vessel). Umumnya sterilizer dirancang dengan panjang yang
memuat 8-10 lori dengan tekanan kerja max 3 kg/cm2 dan lama waktu perebusan

80-90 menit. Tekanan uap dan lamanya waktu perebusan sangat menentukan hasil
perebusan buah kelapa sawit.
Di PT. Merbaujaya Indahraya Group menggunakan 3 buah sterilizer tipe
horizontal dengan muatan satu sterilizer adalah 10 lori, dimana per satu lori
bermuatan 2,5 ton TBS (Tandan Buah Segar). Suhu perebusan mencapi 130 C
dengan tekanan 2,8 kg/cm2. Untuk satu kali perebusan TBS mempergunakan
sistem 3 puncak dimana pembuangan uap kondensat dilakukan sebanyak tiga kali.
Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kejutan tekanan pada buah sawit.
Baik buruknya mutu dan jumlah hasil olahan suatu pabrik kelapa sawit terutama
ditentukan oleh keberhasilan rebusan yang dilakukan oleh sterilizer tersebut. Oleh
sebab itu merebus buah harus sesuai dengan ketentuan yang ada dan merupakan
suatu hal yang mutlak dilakukan. Selama proses perebusan diharapkan tekanan
uap yang diterima oleh sterilizer harus sesuai sehingga panas dapat menembus
masuk ke dalam daging buah sehingga dapat menghasilkan mutu minyak dan
kondisi sterilizer yang baik.
Atas dasar uraian inilah penulis tertarik untuk membahas permasalahan pengaruh
tekanan uap yang diberikan terhadap sterilizer dimana hasil pembahasan
diwujudkan dalam tugas akhir yang diberi judul: PENGARUH TEKANAN
UAP TERHADAP PEREBUSAN TANDAN BUAH SEGAR DAN KOROSI
DINDING STERILIZER DI PT. MERBAUJAYA INDAHRAYA .

B. Batasan masalah
Mengingat masalah yang akan dibahas dalam tugas akhir ini mempunyai
ruang lingkup yang relatif luas, maka penulis membatasi masalah ini hanya pada :
1. Tekanan puncak uap dari perebusan yang cocok digunakan untuk
mendapatkan mutu yang baik.
2. Korosi pada dinding bagian dalam akibat dari perebusan.
3. Mengetahui cara pengoperasian dan perawatan sterilizer yang sesuai
dengan standar oprasional prosedur.

C. Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah sebagai berikut :
1. Sebagai syarat untuk menyelesaikan program Diploma Jurusan Teknik
Mesin Program Studi Teknik Konversi Energi di Politeknik Negeri Medan.
2. Untuk mengetahui pengaruh tekanan uap pada saat proses perebusan
tandan buah segar (TBS) terhadap unit sterilizer dan juga buah sawit.
3. Untuk mempelajari tentang cara penanggulangan pengaruh tekanan uap
yang dilakukan pada sterilizer.
4. Untuk mengetahui bagaimana suatu proses perebusan yang baik meliputi
tinjauan sterilizer, proses kerja di sterilizer untuk menghasilkan mutu
minyak dan inti sawit yang baik, spesifikasi, sterilizer dan akibat asam
kondensasi bagi sterilizer.

D. Manfaat
Beberapa manfaat dari penulisan Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut :
1. Menambah pengetahuan dan wawasan tentang proses pengolahan kelapa
sawit .
2. Sebagai masukan bagi pabrik untuk meminimalisasi kerusakan pada unit
sterilizer.
3. Menghasilkan

informasi

yang

memadai

dan

bermanfaat

dalam

meningkatkan pengetahuan tentang cara kerja rebusan pabrik kelapa sawit


dan perawatannya.

E. Metode Pengumpulan Data


Berbagai cara yang dilakukan penulis dalam pengumpulan data diantaranya :
1. Studi literature dengan mencari bahan dari buku buku refrensi, jurnal,
artikel dan sebagainya.
2. Melakukan konsultasi dengan dosen pembimbing maupun pihak yang
dapat membantu dalam menyelesaikan tugas akhir ini yang memahami dan
mengerti tentang sterilizer tersebut.
3. Website yang berhubungan dengan sterilizer pabrik kelapa sawit.