Anda di halaman 1dari 53

GIGITAN SERANGGA,

PARASIT DAN
PRURIGO
Johanes Rene
Regina Novita P. Jehalu
Ivena

PEDICULOSIS

JENIS DAN PENYEBAB


1. Pediculosis Capitis (Pediculus humanus
capitis)
2. Pediculosis Corporis (Pediculus humanus
humanus)
3. Pedicuosis Pubis (Phthirus pubis)

PEDICULOSIS CAPITIS

EPID:
Sering pada anak-anak usia 3-12 tahun
Jarang pada ras Afrika
Kontak langsung (kepala-kepala) & tidak langsung (dari
sisir, bantal, helm, hair dryer, handuk)

PATOGENESIS:
Kutu bertelur (5-10 telur/hari selama 30 hari masa hidup)
Telur terletak 1 cm diatas kulit kepala, menempel pada
rambut
Setelah 10 hari, telur menetas menjadi bentuk nimfa, dan
nimfa menjadi kutu dewasa dalam waktu 14 hari.

PEDICULOSIS CAPITIS

MANIFESTASI KLINIS:
Pruritus
Makula/papula eritem
Dapat juga asimptomatik

DIAGNOSIS:
Menemukan telur & kutu
Terutama di daerah oksipital dan retroaurikular

DIAGNOSIS BANDING:
D. seboroik, jel rambut yang tersisa di kepala

PEDICULOSIS CAPITIS

PEDICULOSIS CAPITIS

TATALAKSANA:

PEDICULOSIS CAPITIS

TERAPI FARMAKOLOGIS

PEDICULOSIS CORPORIS

Etiologi
Pediculus humanus humanus

Pathogenesis
Kutu akan meletakkan telurnya pada pakaian, dan
menghisap darah dari pejamu sebagai makannya

Epidemiologi
Pada orang-orang yang jarang mengganti dan
mencuci pakaian ( hygiene buruk )

PEDICULOSIS CORPORIS

Manifestasi Klinis
Pruritus
Gambaran ekskoriasi (biasanya linear dan terletak
pada punggung, leher, bahu, dan pinggang )
Postinflammatory pigmentation pada kondisi
kronis
Diagnosis : ditemukan kutu pada pakaian
penderita

PEDICULOSIS CORPORIS
Diagnosis Banding
Scabies, dermatitis atopi, dermatitis
kontak, reaksi obat, viral exanthem,
pruritus dengan penyebab sistemik
Komplikasi

infeksi sekunder kulit oleh S. aureus, S. pyogenes

PEDICULOSIS CORPORIS

Tatalaksana
Pemusnahan kutu dan seluruh bibitnya dari
pakaian dan perlengkapan tidur ( seprei dan
selimut )

Dapat dicuci menggunakan air hangat


dan dikeringkan dan disetrika
Permethrin spray atau 1% malathion
powder untuk mencegah reinfestasi
kutu

PEDICULOSIS PUBIS

PEDICULOSIS PUBIS
Tidak terbatas pada rambut di kelamin saja
Dapat ditemukan di daerah aksila, bulu
mata, bulu kaki, bulu dada.
Penyebaran lewat hubungan seksual
TERAPI:

Ivermectin
Fluorescein dan Pilokarpin 4% jel

PEDICULOSIS PUBIS
Tangani pediculosis pubis hingga tuntas,
cari pada seluruh daerah yang berambut.
Perlu juga ditanyakan apakah ada keluarga /
orang yang tinggal serumah yang
mengalami hal serupa. Tatalaksana pada
seluruh anggota keluarga yang terkena.

SKABIES

Skabies
gudik,budukan,gatal agogo

penyakit kulit akibat infestasi dan


sensitisasi terhadap Sarcoptes scabiei var,
hominis dan produknya
Epid : - lingkungan sosial ekonomi rendah
- higiene buruk
- hubungan seksual (promiskuitas)
- kesalahan diagnosis
Penularan kontak langsung & tak
langsung
* Sarcoptes scabiei betina & bentuk larva

Et : Sarcoptes scabiei. Manusia Sarcoptes scabiei


var.hominis

Siklus hidup ( 8-12 hari )


perkawinan jantan tungau betina (telah dibuahi)
menggali terowongan di stra.korneum meletakan telur (+
40 50) menetas(3-5 hari) larva (menetap di
terowongan/keluar) nimfa (2-3 hari) jantan dan betina

Patogenesis :
- tungau + garukan penderita kelainan kulit
- sensitisasi terhadap sekreta dan ekskreta tungau gatal
(sebulan setelah infestasi)
- kelainan kulit : papul, vesikel, urtika . Garukan erosi,
eskoriasi, krusta, infeksi sekunder

Gejala klinis :
- Pruritus nokturna
- menyerang secara Kelompok (hiposensitisasi,carrier
= infestasi tungau(+),tanpa gejala
kunikulus (terowongan) putih / keabu-abuan, bentuk
garis lurus atau berkelok, ujung terowongan ditemukan
vesikel atau papul.
ditemukan tungau

Predileksi = str.korneum tipis ( sela jari, pergelangan


tangan bagian volar, siku bagian luar,lipat ketiak
bagian depan, areola mamae, umbilikus, bokong,
genitalia eksterna pria, perut bagian bawah) bayi
telapak tangan dan kaki.
Diagnosis : 2 dari 4 tanda kardinal
DD
: prurigo, pedikulosis korporis, dermatitis

Jenis obat :
Belerang endap (sulfur presipitatum) 4-20% bentuk salep
atau krim. *tidak efektif std.telur
Emulsi benzil benzoas(20-25%).Pemberian 3 hari (malam)
Gama benzena heksa klorida(gameksan=gammexane)
1% dalam krim atau lotion. Obat pilihan. *pemberian 1 kali
(gejala menetap,ulang seminggu kemudian). KI pada anak <6
tahun, ibu hamil.
Krotamiton 10% dalam krim atau losio ( antiskabies dan
antigatal). Hindari dari mata, uretra dan mulut
Permetrin 5% dalam krim. <toksis dibanding gameksan,
efektivitas sama dan penggunaan 1 kali ( hapus setelah 10
jam). Belum sembuh ulang setelah seminggu

Creeping eruption
cutaneous larva migrans, sandworm disease, dermatosis
linearis migrans

Peradangan kulit berbentuk linear/berkelok,


menimbul dan progresif disebabkan oleh invasi
larva cacing tambang dari anjing dan kucing

Etiopatogenesis
larva dari cacing tambang binatang ( A.
braziliense dan A.caninum.
Larva penetrasi ke kulitberjalan dikulit
sepanjang dermo-epidermalbbrp
jam/harigejala kulit

Larva masuk kulit (inkubasi 1-6 hari)


gatal dan panas papul, lalu lesi khas : lesi
bentuk linear atau berkelok, menimbul dgn
D=2-3 mm, warna kemerahan
Papul merah menjalar seperti benang
berkelok,polisiklik,serpiginosa,menimbul,me
mbentuk terowongan, s/d bbrp cm. Gatal
>> malam hari
Predileksi :
tungkai,plantar,tangan,anus,bokong,paha

Diagnosis
bentuk khas : kelainan seperti benang(lurus/berkelok)
menimbul dan terdapat papul atau vesikel diatasnya.
DD
skabies, dermatofitosis

Terapi
Simptomatik : glucocorticoid topikal
Agen topikal : Albendazol, Thiabendazole, ivermectin
Sistemik :
*Albendazol 300 mg (400 mg) dosis tunggal, 3 hari
berturut2
*Thiabendazole 50mg/kgBB PO. 2 dd 1. selama 2-5 hari
*ivermectin,6 mg. 2 dd 1
- Cryosurgery

PRURIGO

Prurigo
Erupsi papular kronik dan rekurens.
Terdapat berbagai macam prurigo, yang
sering terlihat adalah prurigo Hebra

Klasifikasi

Terdapat dua kelompok prurigo :


Prurigo simpleks
Dermatosis pruriginosa
Prurigo nodularis

Prurigo simpleks
Prurigo papul tampak dalam macam-macam
tingkat perkembangan dan ditemukan
paling sering pada usia pertengahan
Tempat yang sering terkena ialah badan
dan bagian ekstensor ekstremitas, muka
dan bagian kepala yang berambut.
Lesi biasanya muncul dalam kelompokkelompok, sehingga papul-papul, vesikelvesikel dan jaringan parut dapat terlihat
pada saat yang bersamaan

Prurigo simpleks

Dermatosis pruriginosa

Dermatosis pruriginosa dikelompokkan


menjadi :
Strofulus
Prurigo kronik multiformis Lutz
Prurigo Hebra

Strofulus
Penyakit ini juga dikenal dengan sebutan
urtikaria papular, liken urtikartus dan
strofulus pruriginosis
Sering terjadi pada bayi dan anak-anak
Papul-papul kecil yang gatal tersebar di
lengan dan tungkai, terutama mengenai
ekstensor
Merupakan reaksi hipersensitivitas terhadap
gigitan nyamuk, kutu dan kepinding

Strofulus

Strofulus

Pengobatan :
Pemberantasan serangga terutama kutu anjing
dan kucing, serta kutu busuk
Secara topikal dapat diberikan losio antipruritus
Krim kortikosteroid
Antihistamin per oral untuk menghilangkan rasa
gatal

Prurigo kronik multiformis lutz


Kelainannya berupa papul prurigo, disertai
likenifikasi dan eksematisasi.
Penderita juga mengalami pembesaran
kelenjar getah bening dan eosinofilia
Pengobatan bersifat simtomatik

Prurigo hebra
Definisi : penyakit kulit kronik yang dimulai
sejak bayi atau anak. Kelainan kulit terdiri
atas papul-papul miliar berbentuk kubah
sangat gatal, lebih mudah diraba daripada
dilihat, terutama di daerah ekstremitas
bagian ekstensor
Sering terjadi pada keadaan sosial ekonomi
dan higiene rendah
Penderita wanita lebih banyak dibanding
pria, dan umumnya terjadi pada anak.

Etiologi
Penyebab yang pasti belum diketahui
Sebagian para ahli berpendapat bahwa kulit
penderita peka terhadap gigitan serangga
Terdapat faktor lain seperti suhu, parasit
(Ascaris, Oxyuris), infeksi fokal (tonsil atau
saluran cerna), endokrin, alergi makanan
Ada pula yang menganggap penyakit
herediter

Gejala klinis
Kelainan khas : papul-papul miliar tidak
berwarna, berbentuk kubah, lebih mudah
diraba daripada dilihat.
Garukan yang terus menerus menimbulkan
erosi, ekskoriasi, krusta, hiperpigmentasi
dan likenifikasi.
Sering terjadi infeksi sekunder
Jika telah kronik, tampak kulit yang sakit
lebih gelap kecoklatan dan berlikenifikasi

Gejala klinis
Tempat predileksi : ekstremitas bagian
ekstensor dan simetrik, dapat meluas ke
bokong dan perut, muka dapat pula
terkena. Biasanya bagian distal lebgan dan
tungkai lebih parah dibandingkan bagian
proksimal, demikian pula umumnya tungkai
lebih parah daripada lengan.
Bubo prurigo

Prurigo hebra

Derajat keparahan
Ringan prurigo mitis
Berat prurigo feroks

Histopatologi

Gambaran tidak khas, sering ditemukan


akantosis, hiperkeratosis, edema pad
aepidermis bagian bawah dan dermis
bagian atas

Diagnosis banding

Skabies

Pengobatan
Menghindari gigitan nyamuk atau serangga
Pengobatan simtomatik : mengurangi gatal
dengan pemberian sedativa. Bila terdapat
infeksi sekunder diobati
Pengobatan topikal : sulfur 5-10 % dapat
diberikan dalam bentuk bedak kocok atau salap
Mengurangi gatal : mentol 0,25-1 %
Infeksi sekunder diberikan antibiotik topikal
Diberikan steroid topikal untuk menekan
inflamasi bila kelainan tidak begitu luas

Prurigo nodularis

Definisi : merupakan penyakit kronik, pada


orang dewasa, ditandai oleh adanya nodus
kutan yang gatal, terutama terdapat di
ekstremitas bagian ekstensor

Etiologi

Kausa penyakit ini belum diketahui, tetapi


serangan-serangan gatal timbul bila
terdapat atau mengalami ketegangan
emosional.

Gejala klinis
Lesinya berupa nodus, dapat tunggal atau
multipel, mengenai ekstremitas, terutama
pada permukaan anterior paha dan tungkai
bawah. Lesi sebesar kacang polong atau
lebih besar, keras dan berwarna merah atau
kecoklatan.
Bila perkembangan sudah lengkap, maka
lesi tersebut akan berubah menjadi
verukosa atau mengalami fisurasi

histopatologi
Penebalan epidermis, sehingga tampak
hiperkeratosis, hipergranulosis, akantosis
yang tidak teratur
Penebalan stratum papilaris dermis yang
terdiri atas kumpulan serat kolagen kasar
Serbukan sel radang sekitar pembuluh
darah yang melebar di dermis bagian atas

Pengobatan
Suspensi triamsinolon asetonid 2,5 sampai
12,5 mg per ml. Dosisnya 0,5, sampai 1 ml
per cm2 dengan maksimum 5 ml untuk
sekali pengobatan
Pengobatan lain : talidomid, dosis 2x100 mg
per hari dan pengobatan dilanjutkan sampai
3 bulan.

THANK YOU