Anda di halaman 1dari 11

ARSITEKTUR DALAM

PEMIKIRAN & PERADABAN ISLAM

Mughal
REVIANTO B. SANTOSA

Islam di India
sebelum Mughal
Kesultanan Delhi /Dinasti Tugluq (11921451)
Kekuasaan Islam yang berpusat di India
dimulai ketika Ghiyat al Din Tughluq seorang
tokoh dinasti budak-militer dari Turki
mengembangkan wilayah di anak benua ini
yang dilanjutkan oleh putranya Muhammad
ibn Tughluq, yang menguasi Delhi pada
tahun 1192. Ibn Tughluq membangun
Masjid Quwwat al Islam di Delhi pada tahun
1235.
Penggantinya, Sultan Iltutmish membangun
makam di kompleks Masjid ini yang
memulai perkembangan arsitektur makam
di India.
Firuz Shah, pengganti Iltutmish,
menekankan pada pembangunan fasiltas
publik dengan makam yang relatif
sederhana.
Dinasti Lodi (1451-1526)
Dinasti Lodi yang berasal dari Afghanistan
mengambil alih kekuasaan dan menjadikan
Delhi sebagai ajang pembangunan
monumen mereka. Peninggalan

Masjid
Quwwat al-Islam
& Qutb Minar
Delhi, 1199

Masjid Quwwat al-Islam dibangun dengan menggunakan


bongkaran 27 kuil Hindu dan dengan tukang dan ahli
bangunan Hindu. Pola ruang yang berupa pelataran dan
gerbang, langgam ukiran dan teknik penyusunan
komponen bangunan sangat dekat dengan tradisi India.
Bekas pilar besi yang semula dibuat bagi persembahan
Visnu, didirikan kembali di pusat halaman Masjid
sebagai simbol kemenangan Islam.
Masjid ini diperluas tiga kali. Menara Qutb Minar setinggi
72 meter didrikan pada pengembangan kedua
,sedangkan menara kolosal setinggi 200 meter yang
dibangun pada tahap ketiga baru berupa pondasi saja.

Makam Iltutmish
Delhi, 1235
Makam ini menggunakan batu
paras merah seperti Masjid
Quwwat al-Islam di dekatnya.
Bangunan bersegi empat ini polos
di luar namun di dalam sarat
dengan ukiran ornamen dan
kaligrafi tentang surga.

Makam Firuz
Shah
Delhi,
1388
Firuz Shah,
penguasa ke-3
dinasti Tughluq, memulai
pembangunan masjid,
madrasah dan bangunan
keagamaan lain di India. Makam
Firuz Shah relatif sederhana
dibandingkan makam penguasa
Tughluq lainnya. Makam ini
terletak di kompleks madrasah
bersama dengan makam
agamawan lain. Makam-makam
agamawan ini menggunakan
bentuk chattri (kubah serupa
payung dengan enam atau
delapan kolom penyangga) yang

Makam
Muhammad
Shah

Dinasti
Lodi yangDelhi,
berasal 1444
dari
Lodi Garden,
Afghanistan mengambil alih
kekuasaan dari Dinasti Tughluq.
Peninggalan terpentingya
adalah Taman Lodi dengan
masjid dan sejumlah makam di
dalamnya. Di antaranya adalah
Makam Muhammad Shah yang
berbentuk segi delapan dengan
kubah seperti periuk yang
dikelilingi oleh delapan chattri.
Taman ini adalah pemula dari
kompleks taman makam di
India.

Makam
Sher Shah
Sur

Makam Sher 1545


Shah Sur,
Sasaram,

penguasa dari Afghanistan


yang menginterupsi kekuasaan
Mughal, menampilkan
gambaran yang berbeda
tentang surga. Makam ini
menggambarkan Telaga AlKautsar yang berlimpah

Dinasti Mughal
Ketika keturunan Timur yang berasal dari
Iran, Zahir al-Din Muhammad Babur
mengalahkan penguasa Lodi terakhir di
pertempuran Panipat pada tahun 1526
dimulailah kekuasaan Dinasti Mughal.
Mughal bererti Mongol, meskipun wangsa ini
lebih suka disebut sebagai berasal dari
Turki. Diansti ini menguasai wilayah paling
besar di India. Tantangan terbesarnya
adalah keberadaan umat Islam sebagai
minoritas yang berkuasa di tengah
myoritas Hindu di India.
Sepanjang masa kekuasaan mereka yang
berlangsung sekitar 300 tahun, para
penguasa Mughal mengambil sikap yang
beragam terhadap masyarakat Hindu yang
dikuasainya.; mulai dari Akbar yang sangat
toleran sampai Aurangzeb yang sangat
tegas.
Sikap yang beragam ini juga tercermin
dalam karya-karya arsitektur peninggalan
dinasti ini.

Taman Babur
Bagh i Babur Kabul,
1528

Babur membangun banyak


taman sepanjang masa
pemerintahannya (1526-1530)
namun semua sudah musnah
kecuali sisa Ram Bagh di Delhi
dan Bagh I Babur di Kabul. Taman
yang juga sekaligus makam
Babur di Kabul ini telah
dikembangkan oleh penguasa
berikutnya.

Makam
Humayun
Delhi,
1569-70
Makam ini
dibangun oleh Bega
Begum, permaisuri Humayun
setelah kematiannya pada
tahun 1526. Bangunan kubur
mendominasi taman ini.
Bangunan ini menggabungkan
antara kubur berkubah dan
pishtaq Timurid dan pavilyun
Surgawi Iran Hast-Behest.
Bentuk kubah bawang
menunjukkan pengaruh Iran

Fatehpur
Shikri
(1574-75)

Tiga tahun setelah bertahta, Akbar


memindahkan ibu kota dari Delhi ke
Agra, kemudian ke Fatehpur Shikri
mendekati kediaman guru spiritualnya
Sheh Salim Chisti. Akbar
memerintahkan pembangunan istana,
masjid jami, taman, madrasah dan
fsilitas lain di tempat ini. Batu paras
merah mendominasi kompleks istana
ini dengan bentuk dan teknik yang
sangat dekat dengan tradisi Hindu.

Masjid Jami
Fatehpur
Shkri
(1574-75)
Masjid jami ini sepenuhnya terbuat
dari batu paras merah dengan kubah
berjajar tiga seperti Masjid Bara
Gumbad. Penambahan penting pada
masjid ini adalah jajaran chattri dan
pishtaq yang sangat besar (Buland
Darwaza) yang menandai penaklukan
Akbar.

Makam Itimad alDaula

Makam
ini dibangun oleh Nur Jahan,
Agra, 1628-1628
permaisuri Jahangir untuk ayahnya
Itimad al Daula. Mesekipun secara
teknis menyerupai makam Salim Chisti
makam ini memiliki perbedaan pada
atap yang tidak berkubah dan empat
menara sudut sehingga sering disebut
jewel box. Makam ini dibangun di
tengah taman di tepian Sungai
Yamuna.

Makam
Akbar

Akbar
membangun
Sikandra,
Agra makam untuk
dirinya sendiri 5 tahun sebelum
1600
meninggal. Dia membangun gerbang
menyerupai Buland Darwaza yang
dibangun di Fatehpur Shikri.

Makam
Jahangir

Setelah Jahangir meninggal pada tahun


Lahore,
1637
1627, Shah jahan membangun makam
untuknya di Lahore. Makam di tengah
taman ini sepenuhnya didominasi oleh
empat menara sudut.

Masjid Jami Delhi


1650-1656
Masjid terbesar di India ini dibangun oleh
Shah Jahan. Bangunan ini berdinding batu
paras dan berkubah pualam dengan puncak
teratai. Shah Jahan juga mengenalkan busur
dengan tepian bergelombang.

Masjid
Badshahi
Lahore,
1671-73
Masjid terbesar
di dunia hingga tahun
1986 ini dibangun oleh Aurangzeb.
Bangunan ini menyerupai masjid jami
Delhi dengan batu paras merah dan
pualam putih namun lebih luas dan
lebih tinggi.

Taj Mahal
Agra, 1632-1653
Bangunan ini sering kali dianggap
sebagai peninggalan Mughal yang
terindah. Taj Mahal yang berarti Mahkota
Istana adalah makam Arjumand
Begum/Mumtaz Mahal permaisuri
kesayangan Shah Jahan.
Arsitektur bangunan ini merupakan
campuran arsitektur Indis, Persia, Asia
Tengah dan Turki yang diintegrasikan
dengan piawai.
Bangunan utama terdiri atas platform
dengan bangunan segi delapan di
atasnya yang diapit oleh empat menara
sudut, Kesemuanya diramu dalam
proporsi yang sangat baik.
Dengan letak di pingir Suangai Yamuna
makam ini bercermin di muka iar
tenang.