Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Fungsi penglihatan merupakan suatu kemampuan yang sangat

penting dimiliki oleh setiap orang. Fungsi penglihatan yang baik sangat
diperlukan dalam kehidupan sehari-hari namun beberapa keadaan dapat
menyebabkan terjadinya penurunan fungsi penglihatan. Salah satu penyebab
penurunan

fungsi

penglihatan

ini

adalah

penyakit

katarak.

Katarak

merupakan penyebab kebutaan utama di dunia yang sebenarnya dapat


dicegah. Katarak adalah setiap kekeruhan yang terjadi pada lensa. Untuk
mengatasi katarak dilakukan pengangkatan lensa yang keruh tersebut
dengan jalan operasi.
Beberapa pemeriksaan wajib dilakukan sebelum menjalani operasi
katarak, salah satunya yaitu pemeriksaan tajam penglihatan. Tajam
penglihatan atau visus merupakan ambang batas minimum yang dapat
terbaca, yaitu suatu titik dimana kemampuan visual pasien tidak lagi dapat
membedakan huruf-huruf yang lebih kecil. Penentuan ambang batas ini
umumnya diukur dengan menggunakan kartu Snellen.(AAO OPTICS). Pada
pasien-pasien katarak terjadi

penurunan visus

yang

bervariasi

dari

berkurangnya kemampuan melihat huruf-huruf pada kartu snellen sampai


hanya dapat melihat proyeksi sinar.

Tajam penglihatan menjadi perhatian utama pada kasus katarak.


Perbaikan tajam penglihatan merupakan hasil yang diharapkan dari
penatalaksanaan kasus katarak yaitu dengan tindakan operatif. Sebelum
dilakukan tindakan operasi terdapat beberapa pemeriksaan oftalmologis yang
harus dilakukan. Salah satu pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah
pemeriksaan retinometri yaitu pemeriksaan potensi tajam penglihatan dengan
alat retinometer.
Retinometer merupakan salah satu alat yang menggunakan prinsip
kisi-kisi interferensi (interference fringes) untuk menilai tajam penglihatan
pasien melalui lensa yang keruh. Pada retinometer, sebuah sumber cahaya
dipecah menjadi dua cahaya yang kemudian masuk ke area lensa yang
paling tidak keruh sehingga kisi-kisi interferensi terbentuk di retina. Kisi-kisi
tersebut dapat memiliki orientasi meridian vertikal, horizontal maupun oblik.
Frekuensi spasial dapat bervariasi sesuai dengan tajam penglihatan yang
berkisar dari 6/120 (20/400) hingga 6/6 (20/20). Maka dari itu tajam
penglihatan pasien setelah operasi katarak dapat diprediksi dengan alat ini.

1.2

Tujuan
Mengetahui

prinsip

dasar

dan

menentukan potensi tajam penglihatan.

kegunaan

retinometer

dalam