Anda di halaman 1dari 27

Artikel jenis dan penampang Kabel

Kabel
Sistim kabel konvesional di mana kabel tertanam dalam infrastruktur
memang sulit untuk mengikuti perubahan karena infrastrukturnya yang tidak
mudah dirubah. Sementara itu dewasa ini penggunaan peralatan elektronis dan
elektris diperkantoran semakin banyak berarti penggunaan kabelnya semakin
banyak pula, seperti untuk komunikasi suara, data dan untuk catu daya. Dengan
demikian kabel-kabel itu berseliweran karena tata kabel belum diatur dengan baik.
Hal ini jika salah satu kabel mengeluarkan api maka kabel yang lain mudah
terbakar akibatnya akan fatal. Api yang keluar dari kabel itu berasal dari panas
yang terlalu lama terjadi yang berasal dari kerugian I R dalam penghantar, rugi
dalam sarung dan rugi dalam penghantar. Sementara itu rugi dielektris hanya
terjadi pada kabel yang bertegangan di atas 132 kV. Pada kabel yang
penghantarnya tidak bebas memuai jika suhunya naik akan timbul gerakan.
Gerakan itu merupakan efek pemuaian penghantar yang akan
menyebabkan memburuknya sambungan. Sementara itu penyebab utama
kerusakan pada kabel adanya ketidakstabilan dielektris termal, ionisasi dan
keealahan sarung. Di sisi lain rugi dielektris dalam kabel tergantung pada
tegangan dan suhu kerja di mana pada tegangan tertentu rugi akan naik bersamaan
dengan kenaikan suhu. Pada kondisi yang kurang baik proses tersebut berlanjut
dan akan menyebabkan kerusakan, hal ini menunjukkan adanya ketidakstabilan
termal. Sedangkan arus maksimum yang diizinkan mengalir pada penghantar
kabel tentunya jangan sampai menimbulkan pemanasan yang menyebabkan
lembeknya logam penghantar. Pelembekan logam penghantar merupakan fungsi
waktu dan suhu. Upaya untuk menekan bahaya kebakaran yang ditimbulkan oleh
hubung pendek arus bisa dilakukan melalui kabelnya. Artinya dalam
menggunakan kabel kita harus mengetahui fungsinya yaitu untuk keamanan
gedung dan keselamatan jiwa manusia. Berarti kita harus menomor satukan
kualitas yang standarnya ditentukan oleh LMK-PLN dari pada harga kabel yang
murah. Sedangkan menggunakan kabel yang tidak memenuhi standar biasanya
hanya akan mengundang resiko kebakaran yang lebih besar. Untuk itu jangan
menggunakan kabel dengan ukuran sembarangan untuk berbagai keperluan.
Ada beberapa jenis ukuran kabel di mana untuk tenaga biasanya
digunakan jenis kabel berukuran 4 mm dan untuk lampu 2,5 mm, sedang untuk
penggunann lainnya harus disesuaikan dengan standar yang berlaku. Sementara
itu kalau kita lihat dari segi prosentase biaya maka biaya yang dikeluarkan untuk
kabel sekitar 3 - 5% dari nilai total seluruh bangunan. Dari angka itu terlihat
bahwa kalau kita masih juga menentukan kabel yang murah dan di bawah standar
berarti kita lebih mementingkan keuntungan tanpa memikirkan akibatnya yang
justru menimbulkan kerugian yang lebih besar. Untuk itulah sebuah perusahaan
dari Inggris yang bernama Marshall Tuflex memeperkenalkan manajemen kabel
untuk mengatasi terjadinya kebakaran yang cocok dipakai dilingkungan
perkantoran, karena faktor fleksibilitasnya yaitu berupa modul yang berbentuk
profil dan merupakan bagian dari interior. Dengan demikian harus dibuat dari

bahan yang tahan api dan disainya harus estetis sehingga memenuhi arsitektur.
Kemudian bentuk sambungannya dibuat siku, percabangan dan asesoris lainnya
juga didesain memenuhi estetika. Adapun fleksibilitasnya terletak pada dapat
dikonfigurasikan dengan aplikasi pemasangan sekering. Ke dua memungkinkan
untuk penambahan outlet data, power dan telepon tanpa membongkar sistim
keseluruhan. Ke tiga pemasangannya mudah, cepat dan presisi. Ke empat
memudahkan pemeliharaan, penggantian, penyambungan dan troubel pada kabel.
Ke lima tersedia untuk berbagai macam kebutuhan dan ukuran.

Kabel Local Area Network


Pertama kali LAN menggunakan kabel coaxial. Kemudian, kabel twisted pair
yang digunakan dalam sistem telepon telah mampu membawa frekuensi yang
lebih tinggi dan dapat mendukung trafik LAN. Dan saat ini, kabel fiber optik telah
tampil
sebagai
pilhan
kabel
berkecepatan
sangat
tinggi.
Local Area Network menggunakan empat tipe kabel :

Coaxial
Unshielded Twisted Pair (UTP)
Shielded Twisted Pair (STP)
Fiber Optik

Kabel Coaxial

Kabel coaxial terdiri dari :

sebuah konduktor tembaga


lapisan pembungkus dengan sebuah kawat ground.
sebuah lapisan paling luar.

Penggunaan Kabel Coaxial


Kabel coaxial terkadang digunakan untuk topologi bus, tetapi beberapa produk
LAN sudah tidak mendukung koneksi kabel coaxial. Protokol Ethernet LAN yang
dikembangkan menggunakan kabel coaxial:
10Base5 / Kabel Thicknet :

adalah sebuah kabel coaxial RG/U-8.


merupakan kabel original Ethernet.
tidak digunakan lagi untuk LAN modern.

10Base2 / Kabel Thinnet:

adalah sebuah kabel coaxial RG/U-58.


mempunyai diameter yang lebih kecil dari Thicknet.
menggantikan Thicknet.
tidak direkomendasikan lagi, tetapi masih digunakan pada jaringan LAN
yang sangat kecil.

Unshielded Twisted Pair

Kabel Unshielded twisted pair (UTP) digunakan untuk LAN dan sistem telepon.
Kabel UTP terdiri dari empat pasang warna konduktor tembaga yang setiap
pasangnya berpilin. Pembungkus kabel memproteksi dan menyediakan jalur bagi
tiap pasang kawat. Kabel UTP terhubung ke perangkat melalui konektor modular
8 pin yang disebut konektor RJ-45. Semua protokol LAN dapat beroperasi melalui
kabel UTP. Kebanyakan perangkat LAN dilengkapi dengan RJ-45.
Kategori UTP
Terdapat 5 kategori (level) untuk kabel UTP. Kategori ini mendukung sinyal suara
berkecepatan rendah (low-speed voice) dan sinyal LAN berkecepatan tinggi.
Kategori 5 UTP direkomendasikan sebagai kategori minimum untuk instalasi

LAN dan cocok untuk topologi star. Tabel berikut menunjukkan masing-masing
kategori :

Kategori

Performansi
Penggunaan
(MHz)

Cat 1

Cat 2

Cat 3

10

Cat 4

20

Cat 5

100

Voice, Mainframe, Dumb Terminal


4 MB Token Ring
10MB Ethernet
16 MB Token Ring
100 MB Ethernet
Shielded Twisted Pair

Shielded twisted pair adalah jenis kabel telepon yang digunakan dalam
beberapa bisnis instalasi. Terdapat pembungkus tambahan untuk tiap pasangan
kabel (twisted pair).Kabel STP juga digunakan untuk jaringan Data, digunakan
pada jaringan Token-Ring IBM. Pembungkusnya dapat memberikan proteksi yang
lebih baik terhadap interferensi EMI.
Kelemahan
kabel
Kabel STP mempunyai beberapa kelemahan :

STP

Attenuasi meningkat pada frekuensi tinggi.


Pada frekuensi tinggi, keseimbangan menurun sehingga tidak dapat
mengkompensasi timbulnya crosstalk dan sinyal noise.
Harganya cukup mahal.
Kabel Fiber Optik

Kabel Fiber Optik adalah teknologi kabel terbaru. Terbuat dari glas optik. Di
tengah-tengah kabel terdapat filamen glas, yang disebut core, dan di kelilingi
lapisan cladding, buffer coating, material penguat, dan pelindung
luar.Informasi ditransmisikan menggunakan gelombang cahaya dengan cara
mengkonversi sinyal listrik menjadi gelombang cahaya. Transmitter yang banyak
digunakan adalah LED atau Laser.
Kelebihan
menggunakan
kabel
Fiber
Kabel Fiber Optik mempunyai beberapa kelebihan, diantaranya :

Optik

Kapasitas bandwidth yang besar (gigabit per detik).


Jarak transmisi yang lebih jauh ( 2 sampai lebih dari 60 kilometer).
Kebal terhadap interferensi elektromagnetik.

Kabel Fiber Optik banyak digunakan pada jaringan WAN untuk komunikasi suara
dan data. Kendala utama penggunaan kabel fiber optik di LAN adalah perangkat
elektroniknya yang masih mahal. Sedangkan harga kabel Fiber Optiknya sendiri
sebanding dengan kabel LAN UTP.
Media komunikasi digital pada dasarnya hanya ada tiga, tembaga, udara dan kaca.
Tembaga kita kenal sebagai media komunikasi sejak lama, telah berevolusi dari
hanya penghantar listrik menjadi penghantar elektromagnetik yang membawa
pesan, suara, gambar dan data digital. Berkembangnya teknologi frekuensi radio
menambah alternatif lain media komunikasi, kita sebut nirkabel atau wireless,
sebuah komunikasi dengan udara sebagai penghantar. Tahun 1980-an kita mulai
mengenal media komunikasi yang lain yang sekarang menjadi tulang punggung
komunikasi dunia, yaitu serat optik, sebuah media yang memanfaatkan pulsa
cahaya dalam sebuah ruang kaca berbentuk kabel, total internal reflection.

Sebuah kabel serat optik dibuat sekecil-kecilnya (mikroskopis) agar tak mudah
patah/retak, tentunya dengan perlindungan khusus sehingga besaran wujud kabel
akhirnya tetap mudah dipasang. Satu kabel serat optik disebut sebagai core. Untuk

satu sambungan/link komunikasi serat optik dibutuhkan dua core, satu sebagai
transmitter dan satu lagi sebagai receiver. Variasi kabel yang dijual sangat
beragam sesuai kebutuhan, ada kabel 4 core, 6 core, 8 core, 12 core, 16 core, 24
core, 36 core hingga 48 core. Satu core serat optik yang terlihat oleh mata kita
adalah masih berupa lapisan pelindungnya (coated), sedangkan kacanya sendiri
yang menjadi inti transmisi data berukuran mikroskopis, tak terlihat oleh mata.

Bentuk kabel dikenal dua macam, kabel udara (KU) dan kabel tanah (KT). Kabel
udara diperkuat oleh kabel baja untuk keperluan penarikan kabel di atas tiang.
Baik KU maupun KT pada lapisan intinya paling tengah diperkuat oleh kabel
khusus untuk menahan kabel tidak mudah bengkok (biasanya serat plastik yang
keras). Di sekeliling inti tersebut dipasang beberapa selubung yang isinya adalah
core serat optik, dilapisi gel (katanya berfungsi juga sebagai racun tikus) dan serat
nilon, dibungkus lagi dengan bahan metal tipis hingga ke lapisan terluar kabel
berupa plastik tebal. Dari berbagai jenis jumlah core, besaran wujud akhir kabel
tidaklah terlalu signifikan ukuran diameternya.
Memotong kabel serat optik sangat mudah, cukup menggunakan gergaji kecil.
Sering terjadi maling-maling tembaga salah mencuri, niatnya mencuri kabel
tembaga yang laku di pasar besi/loak malah menggergaji kabel serat optik. Yang
sulit adalah mengupasnya, namun hal ini dipermudah dengan pabrikan kabel
menyertakan serat nilon khusus di bawah lapisan terluar yang keras sehingga
cukup dikupas sedikit dan nilon tersebut berfungsi membelah lapisan terluar
hingga panjang yang diinginkan untuk dikupas.
Untuk apa dikupas? Tentunya untuk keperluan penyambungan atau terminasi. Kita
lihat dulu bagaimana pulsa cahaya bekerja di dalam serat kaca yang sangat sempit
ini. Kabel serat optik yang paling umum dikenal dua macam, multi-mode dan
single-mode. Transmitter cahaya berupa Light Emitting Diode (LED) atau
Injection Laser Diode (ILD) menembakkan pulsa cahaya ke dalam kabel serat
optik. Dalam kabel multi-mode pulsa cahaya selain lurus searah panjang kabel
juga berpantulan ke dinding core hingga sampai ke tujuan, sisi receiver. Pada
kabel single-mode pulsa cahaya ditembakkan hanya lurus searah panjang kabel.
Kabel single-mode memberi kelebihan kapasitas bandwidth dan jarak yang lebih
tinggi, hingga puluhan kilometer dengan skala bandwidth gigabit.

Inti kaca kabel single-mode umumnya berdiameter 8,3-10 mikron (jauh lebih
kecil dari diameter rambut), dan pada multi-mode berukuran 50-100 mikron.
Pulsa cahaya yang ditembakkan pada single mode adalah cahaya dengan panjang
gelombang 1310-1550nm, sedangkan pada multi-mode adalah 850-1300nm.

Ujung kabel serat optik berakhir di sebuah terminasi, untuk hal tersebut
dibutuhkan penyambungan kabel serat optik dengan pigtail serat optik di Optical
Termination Board (OTB), bisa wallmount atau 1U rackmount. Dari OTB kabel
serat optik tinggal disambung dengan patchcord serat optik ke perangkat
multiplexer, switch atau bridge (converter to ethernet UTP).
Penyambungan kabel serat optik disebut sebagai splicing. Splicing menggunakan
alat khusus yang memadukan dua ujung kabel seukuran rambut secara presisi,
dibakar pada suhu tertentu sehingga kaca meleleh tersambung tanpa bagian
coated-nya ikut meleleh. Setelah tersambung, bagian sambungan ditutup dengan
selubung yang dipanaskan. Alat ini mudah dioperasikan, namun sangat mahal
harganya. Inilah sebabnya meskipun harga kabel fiber optik sudah jauh lebih
murah namun alat dan biaya lainnya masih mahal, terutama pada biaya
pemasangan kabel, splicing dan terminasinya.

Pigtail yang disambungkan ke kabel optik bisa bermacam-macam konektornya,


yang paling umum adalah konektor FC. Dari konektor FC di OTB ini kita tinggal
menggunakan patchcord yang sesuai untuk disambungkan ke perangkat.
Umumnya perangkat optik seperti switch atau bridge menggunakan konektor SC

atau LC. Cukup menyulitkan ketika menyebut jenis konektor yang kita kehendaki
kepada penjual, FC, SC, ST, atau LC.
Setelah kabel optik terpasang di OTB dilakukan pengujian end-to-end dengan
menggunakan Optical Time Domain Reflectometer (OTDR). Dengan OTDR akan
didapatkan kualitas kabel, seberapa besar loss cahaya dan berapa panjang kabel
totalnya. Harga perangkat OTDR ini sangat mahal, meskipun pengoperasiannya
relatif mudah. OTDR ini digunakan pula pada saat terjadi gangguan putusnya
kabel laut atau terestrial antar kota, sehingga bisa ditentukan di titik mana kabel
harus diperbaiki dan disambung kembali.
Untuk keperluan sederhana misalnya sambungan fiber optik antar gedung pada
jarak ratusan meter (hingga 15km) kini teknologi bridge/converter-nya sudah
semakin murah dengan kapasitas 100Mbps, sedangkan untuk full gigabit harga
switch/module-switch-nya masih mahal. Jadi, meskipun harga kabel serat optik
sudah di kisaran Rp10.000/m namun total pemasangannya membengkak karena
ada biaya SDM yang menarik dan memasang kabel, biaya splicing setiap corenya, pemasangan OTB, pengujian OTDR, penyediaan patchcord dan perangkat
optiknya sendiri (switch/bridge).
Kabel & Penyambung (Connector)
Setelah kita imbas segala fungsi lapisan OSI, mari kita teliti setiap lapisan dan
kaitkannya dengan dunia nyata.
Lapisan Fizikal/Physical Layer
Komputer merupakan peralatan utama. Kabel perlu untuk menghubungkan dua
atau lebih komputer. Terdapat banyak jenis kabel yang digunakan. Penggunaan
kabel bergantung kepada jenis topologi yang kita pilih. Sebagai contoh, untuk
Ethernet, kita boleh guna kabel RG58, RG8/9 atau UTP. Bagi Cecincin Token
(Token Ring), kita perlu guna kabel UTP dan STP.
Disini diberikan spesifikasi kabel yang dipakai guna di dalam rangkaian Ethernet.
10Base5 (thick coaxial type RG-8) - Thick Wire/ThickNet
1. Bermaksud 10 Mb/s, isyarat jalur asas (baseband singaling). Isyarat jenis
jalur asas (baseband) merupakan isyarat digital yang dihantar tanpa
sebarang perubahan. Ini menyebabkan isyarat jenis ini hanya mempunyai
satu saluran (channel) di dalam suatu masa. Panjang maksimal ialah 500
Meter (1,640 kaki). Mula diperkenalkan dalam tahun 1980 dan masih
digunakan sebagai tulang belakang (backbone) segmen untuk disambung
ke dalam sistem Ethernet kerana ianya murah. Walau bagaimana pun ianya
hanya sesuai untuk kelajuan sehingga 10 Mbps. Sila rujuk gambar 1 dan 2

2. Jarak minima 2.5 meter diantara MAUs (Medium attachment units).


Sekiranya jarak antara MAU kurang, maka kepincangan rangkaian akan
berlaku
3. Maksimal 100 MAUs. Mau disini berfungsi sebagai penghantar-terima
(transceiver). Kabel AUI (Attachment Unit Interface) atau lebih dikenali
dengan kabel transceiver. Kabel AUI 15 pin jenis Male disambung ke
MAU dan 15 pin Female disambung kepada DTE. Panjang maksimal
kabel AUI adalah 50 meter. Gambar 3 menunjukkan contoh kabel dan
penyambung AUI
4. Penyambung (connector) yang digunakan untuk menyambungkan kabel
dari 10Base5 ialah dari jenis Coaxial tap atau lebih dikenali dengan
panggilan Vampire tap. Ia dipanggil Vampire kerana kita perlu menebuk
lubang pada kabel tersebut dan penyambung Vampire yang mempunyai
tiga jarum panjang dan akan dimasukkan ke dalam lubang tersebut. Satu
jarum ditebuk mengenai kepada pusat wayar. Dua jarum lagi kena pada
wayar diluar
5. Memerlukan penamat (terminator) 50-ohm dikedua-dua hujung kabel dan
perlu dibumikan (grounded) di salah satu penghujungnya untuk
keselamatan dari kejutan elektrik (electrical safety). Jangan sesekali
membumikan kedua-dua hujung kabel tersebut kerana ia akan menganggu
isyarat Ethernet yang berada di dalam kabel tersebut.
6. Sekiranya sistem rangkaian mengalami kepincangan seperti terlalu lembab
(slow) kerosakan mungkin disebabkan oleh sambungan di coaxial tap
(vampire connector) mengalami kerosakan atau mungkin juga ethernet kad
di dalam DTE mengalami kerosakan. Walaubagaimana kemungkinan
berlaku kerosakkan pada kabel 10base5 amat tipis. Selalu digunakan di
dalam rangkaian BAS, juga boleh digunakan dalam rangkaian BINTANG
apabila menggunakan peralatan pengulang berbilang pangkalan (multiport
repeaters) seperti Cabletron MR-9000C seperti digambar

Gambar 1: Menunjukkan cara penyambungan yang dilakukan dengan


menggunakan kabel 10base5.

Gambar 2: Vampire Tap dipasang bersama Transceiver

Gambar 3: Contoh kabel dan penyambung jenis AUI

Gambar 4: Pengulang Berbilang Pangkalan (Multiport Repeater)


10Base2 (thin coaxial type RG58 A/U atau RG58 C/U)
1. Bermaksud 10 Mb/s, isyarat jalur asas (baseband signaling) dan maksimal
panjang 200 Meter (600 kaki). Walau bagaimana pun realiti panjang untuk
satu segmen hanya 185 meter. Jadi cara pratikal pastikan kabel 10Base2
hanya mempunyai segmen maksimal sampai 185 meter tetapi kalau kita
mempunyai segment untuk 10Base2 sehingga 200 meter atau lebih, sistem
rangkaian masih boleh berfungsi tetapi kita akan menghadapi sistem
rangkaian yang kita bina mempunyai penyakit intermittent, iaitu kejap OK
dan kejap KO
2. Jarak minima 0.5 meter diantara MAUs. Bermaksud jarak minima kabel
10Base2 yang disambung antara satu komputer dengan komputer yang
lain adalah 0.5 meter. Kalau kabel tersebut pendek dari 0.5 meter, sistem
rangkaian kita masih lagi boleh berfungsi tetapi sistem rangkaian jadi
macam biskut, kejap boleh, kejap tak boleh. Dari itu, janganlah ingat kalau
kita buat kabel pendek, contoh 1 kaki, kita akan dapat jimatkan duit
syarikat

3. Jumlah maksimal 30 MAUs. Bermaksud sejumlah 30 komputer dalam satu


segmen atau 29 komputer dan satu pengulang (repeater). Kalau kita kira
panjang minima kabel adalah 0.5 dan maksimal komputer boleh
disambung adalah 30. Maka 0.5 X 30 = 150 meter. Dari itu sekiranya kita
perlu memasang 31 komputer maka kita perlu memasang satu pengulang.
Dengan adanya satu pengulang kita akan dapat menambahkan kapasiti dari
30 komputer kepada 58 komputer. Dengan adanya pengulang kita juga
dapat menambahkan jarak maksimal kabel dari 185 meter kepada 370
meter. Sila rujuk gambar 5
4. Perlu menggunakan penamat (terminator) 50 ohm. Penamat perlu
diletakkan di kedua-dua penghujung segmen. Tanpa penamat 50 ohm
sistem rangkaian tak mungkin berfungsi. Sila rujuk gambar 6 dan 7
5. Penyambung (connector) yang selalu digunakan adalah jenis BNC T. Sila
rujuk gambar 8. Perlu diingatkan sekiranya kita mencabut penyambung
BNC T dari komputer sistem rangkaian masih berfungsi dengan baik
kerana segmen tersebut masih dalam keadaan elok kerana dikedua-dua
hujung segmen tersebut masih terdapat penamat 50 ohm. Tetapi sekiranya
kita mencabut kabel 10Base2 dari salah satu komputer maka sistem
rangkaian tidak akan berfungsi kerana kita telah memutuskan segmen
tersebut. Dengan kata lain, dikedua-dua hujung segmen tersebut hanya ada
satu penamat (terminator)
6. Selalu digunakan di dalam rangkaian BAS, juga boleh digunakan dalam
rangkaian BINTANG apabila menggunakan Pengulang Berbilang
Pangkalan (multiport repeaters) seperti Cabletron MR-9000C

Gambar 5: Menunjukkan cara kita menyambungkan 2 segmen dengan


menggunakan pengulang (repeater).

Gambar 6: BNC Penamat (Terminator) 50ohm - mesti diletakkan dikedua-dua


hujung kabel.

Gambar 7: Menunjukkan penyambungan T connector dengan kabel 10Base2

Gambar 8: BNC T-Joint - Digunakan untuk sambung ke kad antaramuka


rangkaian (Network Interface Card - NIC) dan kabel sepaksi (Coaxial Cable).

Gambar 9: Penyambung BNC sebelum dipasang

Gambar 10: Kabel Sepaksi jenis RG58 berserta BNC male

Gambar 11: Kad Antaramuka Rangkaian (Network Interface Card - NIC) dengan
penyambung jenis Combo (UTP, AUI dan BNC)
10Base-T (Twisted pair)
1. Bermaksud 10 Mb/s, isyarat jalur asas (baseband singaling) dan maksimal
panjang 100 meter. Kabel 10base-T lebih dikenali dengan twisted pair

kerana sistem operasinya mengunakan dua pasang wayar. Dimana


sepasang untuk menghantar data dan sepasang lagi untuk menerima data.
Untuk menguatkan lagi isyarat, wayar tersebut perlulah dipintal (twisted).
Walaupun kabel 10base-T datang dengan lapan wayar, hanya empat wayar
sahaja digunakan. Sila rujuk jadual 10Base-T dan gambar 12
2. Sekiranya dua buah komputer peribadi disambungkan, kabel 10Base-T
perlulah disilangkan dan jangan lupa tandakan X pada setiap hujung kabel
supaya tidak terkeliru dengan kabel jenis lain. Konfigurasi kabel bersilang
juga digunakan untuk sambungan antara dua hab. Sila rujuk gambar 13.
Tetapi sekira komputer peribadi disambung kepada hab kita perlu
mengunakan kabel straight through kerana di dalam hab telah disilangkan.
Sila rujuk gambar 14. Pin 4, 5, 7 dan 8 disambung secara terus untuk
kedua-dua cara tadi. Ini kerana pin ini tidak berfungsi
3. Tiada jarak minima diantara stesen. Tetapi di dalam 100Base-T jarak
minima disarankan adalah 1.5 meter. Sekiranya jarak terlalu pendek,
kepincangan rangkaian mungkin berlaku pada kelajuan 100Mb/s
4. Jumlah maksimal 1,204 stesen tanpa menggunakan titi (bridge) atau
pengulang (repeater) pada lapisan Data Link
5. Menggunakan penyambung jenis RJ45. Sila rujuk gambar 15
6. Boleh dibahagikan kepada 6 jenis Twisted pair kabel. Sila rujuk jadual
Cat. Selalunya digunakan di dalam topologi bintang (STAR)
Nombor Pin Isyarat

Warna

TD+

Putih/oren

TD-

Oren

RD+

Putih/hijau

Biru

Putih/biru

RD-

Hijau

Putih/coklat

Coklat

Jadual 10Base-T: Menunjukkan kedudukan pin dan warna di dalam penyambung


RJ45 untuk kegunaan 10Base-T.

Gambar 12: Kedudukan wayar di dalam penyambung jenis RJ 45

Gambar 13: Pemasang cara menyilang (PC ke PC, Hab ke Hab dan Router ke PC)

Gambar 14: Pemasang cara terus (PC ke Hab dan Router ke Hab)

Gambar 15: Penyambung jenis RJ45

Gambar 16: Penyambung pada Face Plate dari dekat


Jenis

Kelajuan Maksimal

Kegunaan

Katergori 1

4 5Mb/s

Talipon

Katergori 2

4- 5 Mb/s

Local talk

Katergori 3

10 Mb/s

Data Ethernet

Katergori 4

16 Mb/s Token ringEthernet


20 Mb/s

Katergori 5

100 Mb/s

Fast Ethernet

Katergori5e 100 1000 Mb/s *

Fast Ethernet

Katergori 6

Giga Ethernet

1000Mb/s

Perbandingan katergori kabel


* Kabel jenis katergori 5e boleh menyokong sehingga 1000 Mb/s tetapi tidak
digalakkan kerana kadar kebisingan (noise) agak tinggi berbanding dengan
ketergori 6.
100Base-T (Twisted pair)
Ciri-ciri serupa dengan 10Base-T, cuma kelajuan maksimal sehingga 100 Mb/s
dan menggunakan kabel twisted pair jenis CAT 5. Jarak maksimal masih lagi 100
meter. Di dalam sistem 10Base-T, jarak dihadkan sehingga 100 meter kerana
kekuatan isyarat yang dikeluarkan setiap peralatan akan berkurangan.
Sekiranya kabel yang berkualitas tinggi digunakan jarak MUNGKIN dapat
dipertingkatan sehingga 150 meter. Jarak ini pernah dilakukan di pejabat saya
tetapi tidak ada jaminan tidak akan berlaku kehilangan isyarat. Tetapi di dalam
sistem 100Base-T, jarak maksimal dihadkan kerana cara kerja 100Base-T berbeza

dengan 10Base-T. Sistem 100Base-T mengunakan teknik masa yang dikenali


sebagai round trip timing. Iaitu masa yang diambil oleh sesuatu isyarat yang
dihantar perlu kembali kepada pengirim di dalam tempoh masa tertentu. Ini
menyebabkan jarak maksimal (tanpa pengulang) adalah 100 meter.
Walaupun penyambung RJ45 dan konfigurasi kabel yang sama digunakan di
dalam 100Base-T dan 10Base-T terdapat pantang larang yang ketat untuk
100Base-T. Antaranya:
1.

Kabel penyambung pada RJ45 dipastikan diputar (twisted). Jarak


maksimal hanya setengah inci. Sila rujuk gambar 17. Kegagalan melakukan
teknik ini akan menyebabkan kelajuan 100 Mb/s Dupleks penuh (100Mb/s
Full Duplex) gagal dicapai
2.
Jarak minima kabel adalah 1.5 meter. Jarak ini bukannya standard IEEE
(Institute of Electrical and Electronics Engineers) tetapi berdasarkan
pengalaman, jarak minima terlalu pendek akan menyebabkan kepincangan
pada sistem rangkaian
3.
Sekiranya lokasi pengguna lebih 100 meter maka pengunaan pengulang
(repeater) atau hab boleh digunakan. Hanya satu pengulang atau hab boleh
digunakan. Oleh itu jarak maksimal dengan adanya pengulang adalah 200
meter

Gambar 17: Jarak tidak melebihi inci


Pemeriksaan Persambungan 100BASE-TX (100BASE-TX link Integrity test)
Penghantar-terima (transceiver) untuk Fast Ethernet akan memerhatikan secara
berterusan aktiviti dibahagian penerima (receive) dengan tujuan memastikan
persambungan berkerja dengan betul. Sistem yang digunakan untuk 100BASETX adalah sistem isyarat ANSI FDDI, iaitu menghantar isyarat secara berterusan
walaupun sistem rangkaian di dalam keadaan terbiar (idle). Dengan ini aktiviti
dibahagian penerima sentiasa menerima isyrarat untuk memastikan sistem
berjalan dengan lancar.
1000Base-T (Twisted pair)
Ciri-ciri serupa dengan 100Base-T, cuma kelajuan maksimal sehingga 1000 Mb/s
(1Gb/s) dan menggunakan kabel twisted pair jenis CAT 6. Kabel katergori 5 boleh
juga digunakan dan mempunyai konfigurasi sambungan RJ45 yang sama. Cuma

di dalam 1000Base-T kesemua lapan kabel mesti digunakan. Walaupun kabel


katergori 5 boleh digunakan, tetapi untuk memastikan kelancaran rangkaian,
disarankan menggunakan kabel katergori 6 dan penyambung RJ45 jenis katergori
6. Laman http://www.10gea.org/Tech-whitepapers.htm boleh dilawati untuk
mengetahui mengenai teknologi 1Gb/s.
Gambar 18 dan 19 menunjukkan cara yang sesuai untuk menggunakan kabel
kategori 5 di dalam sistem 1000Base-T.

Gambar 18: Merupakan cara yang biasa kita guna untuk sistem 100Base-T dengan
kabel kategori 5.

Gambar 19: Merupakan cara yang perlu kita guna untuk sistem 1000Base-T
dengan kabel kategori 5.
Petunjuk:
1
A
B
2
C
D

Switch 1000Base-T
Korda Tampal (Patch Cord)
Panel Tampal (Patch Panel)
4 pasang kabel mengufuk (horizontal)
Face Plate
Korda Tampal (Patch Cord)
Nota: Konfigurasi kabel sama seperti 100Base-T4

Gambar 20: Penyambung pada Face Plate dari dekat (C)

Gambar 21: Patch Panel dari dekat (B)


10Base-F (Fiber Optic)
1. Menggunakan teknologi denyutan cahaya (pulses of light) berbeza dengan
kabel yang lain menggunakan teknologi elektrik untuk menghantar isyarat.
Perlu diingatkan, kabel fiber optic amat mudah patah. Jangan sekali cuma
menyimpan dan memasang kabel cara yang sama seperti kabel yang lain.
Ini kerana kabel fiber diperbuat dari kaca atau plastik. Tahukah anda,
sepanjang lebuh raya utara selatan terdapat rangkaian fiber optik?
Rangkaian fiber tersebut dibina untuk kegunaan telefon kecemasan yang
ada sepanjang lebuh raya
2. Oleh kerana ianya mengunakan denyutan cahaya (light pulses), kabel fiber
optic amat sesuai untuk digunakan di dalam dan di luar banggunan.
Kemungkinan untuk kabel fiber optic terkena kilat adalah sifar. Sekiranya
kita perlu menambahkan sistem rangkaian kita ke bangunan yang
berdekatan penggunaan kabel fiber optik adalah satu kemestian. Walaupun
kos pemasangan tinggi tetapi untuk jangka masa panjang ianya
menjimatkan. Dari pengalaman, sekiranya kita menggunakan kabel
10Base2 untuk disambungkan diantara dua rangkaian setempat (LAN Local Area Network) yang berada di bangunan bersebelah walaupun
bangunan tersebut di sambung dengan jambatan seperti bangunan
berkembar Petronas. Kemungkinan kabel tersebut terkena kilat adalah
besar. Ini kerana ground setiap bangunan adalah berbeza.
Sekiranya kabel yang kita pasang itu terkena kilat, peralatan lain seperti
hab (hub) dan penghala (router) mungkin akan mengalami kerosakan yang
teruk. Walaupun kos untuk pemasangan kabel fiber optic dalam

lingkungan RM 3000.00 dan kos pemasangan kabel 10Base2 dalam


lingkungan RM 400.00 adalah lebih menguntungkan sekiranya kita
membayar RM 3000.00 daripada kita mungkin terpaksa mengantikan
peralatan hub dan penghala yang berharga melebihi RM 10 ribu
3. Terdapat dua jenis kabel fiber yang selalu digunakan iaitu 10Base-F dan
FOIRL (Fiber Optic Inter-Repeater Link). FOIRL mula diperkenalkan
ditahun 1980. Jarak maksimal untuk FOIRL adalah 1000 meter dan
maksimal dua MAU. Untuk jenis 10Base-F, jarak maksimal adalah 2000
meter dan maksimal dua mau
4. Fiber 10Base-F boleh dibahagikan kepada tiga jenis:
a. 10Base-FL. Merupakan penganti kepada FOIRL. Dengan
menggunakan kabel 10BaseFL peralatan yang menggunakan
FOIRL masih boleh digunakan. Sekiranya hanya peralatan
10BaseFL digunakan, panjang maksimal adalah 2000 meter. Tetapi
sekiranya peralatan bercampur dengan FOIRL, panjang maksimal
adalah 1000 meter sahaja. Dengan menggunakan 10BaseFL,
maksimal MAU yang boleh digunakan adalah dua. Iaitu antara dua
komputer atau dua pengulang (repeater) atau satu komputer
disambung dengan satu pengulang. Pengulang (repeater) yang
dimaksudkan adalah pengulang jenis berbilang pangkalan
(multiport repeater) atau lebih dikenali dengan panggilan hab.
Merupakan
kabel
yang
paling
banyak
digunakan.
b. 10Base-FB. Direka untuk isyarat segerak (synchronous signaling).
Selalu disambung kepada hab untuk memanjang lagi jarak
sebanyak 2000 meter. Tetapi sistem dan peralatan untuk 10BaseFB
adalah terhad.
c. 10Base-FP. Lebih dikenali dengan Fiber Passive System. Panjang
maximum adalah 500 meter. Gambar 22: Kabel fiber optik.

Sistem 100BASE-FX
100 menunjukkan kelajuan sistem yang digunakan adalah 100 Mhz, BASE
bermaksud ia menggunakan isyarat Baseband dan FX pula bermaksud kabel yang
digunakan adalah kabel Fiber Optik. Gambar 23 menunjukkan bagaimana sebuah
komputer disambung ke mutliport transceiver (hab).

Gambar 23: Sambungan komputer ke 100BASE-FX Ethernet.


Dengan menggunakan kabel fiber optik pada sistem 100BASE-FX, panjang
maximum kabel adalah 412 meter. Walaupun panjang kabel fiber optik di dalam
sistem 10BASE-F boleh mencapai sehingga 2000 meter, tetapi di dalam sistem
100BASE-FX jarak maksimum hanya 412 meter. Ini untuk memastikan round
trip timing di dalam segmen Fast Ethernet dapat diikuti.
Kabel Fiber Optik untuk 100BASE-FX mempunyai dua kabel yang dipanggil
multimode fiber optik (MMF). Satu digunakan untuk menghantar (transmit) data
dan satu lagi untuk menerima (receive) data. Bila menggunakan kabel fiber optik,
kita perlulah menyambungkannya dengan cara menyilang (crossover). Sila rujuk
gambar 23, Port TX pada komputer perlulah disambung ke port RX pada hab dan
port RX pada komputer disambung ke port TX pada hab.
Terdapat tiga jenis penyambung (connector):
1. Penyambung jenis Duplex SC. Penyambung jenis ini amat mudah
digunakan. Kita hanya perlu cucuk penyambung Duplex SC tersebut ke
tempatnya (SC Duplex Adapter) dan penyambungan sudah selesai.
Gambar 24 adalah contoh penyambung jenis Duplex SC. Gambar 25
adalah SC Duplex Adaptor.

Gambar 24: Penyambung jenis Duplex SC (Ribbed Boot)

Gambar 25: SC Duplex Adaptor (Plastic Housing)


2. FDDI Media Interface Connector (MIC). Penyambung jenis ini banyak
digunakan di dalam sistem rangkaian setempat FDDI (FDDI LAN
System). Penyambung jenis ini juga mudah digunakan. Kita hanya perlu
cucuk penyambung tersebut ketempatnya dan penyambungan sudah
selesai. Gambar 26 adalah contoh penyambung jenis MIC.

Gambar 26: Penyambung jenis MIC


3. Penyambung jenis ST. Penyambung jenis ini sama dengan yang digunakan
di dalam 10BASE-FL. Cara menggunakan sama seperti kita gunakan
penyambung untuk kabel sepaksi (coaxial cable). Kita perlu masukkan
penyambung tersebut ke tempatnya dan pulas untuk menguncinya.
Gambar 27 dan 29 menunjukkan penyambung jenis ST dan gambar 28 dan
30 menunjukkan adaptor jenis ST.

Gambar 27: Penyambung jenis ST (w/Zirconia Ferrule & Plastic Body)

Gambar 28: Adaptor jenis ST

Gambar 29: Penyambung ST (ST Connector w/Zirconia Ferrule & Metal Body)

Gambar 30: Dual ST Adaptor (Duplex ST Adapter)


100BASE-FX Pengulang (Repeater)
Seperti juga pengulang (repeater) untuk 100BASE TX, pengulang 100BASE-FX
juga terdapat 2 kelas. Kedua-dua kelas akan dilabelkan dengan huruf roman I dan
II.
Pengulang Kelas I membenarkan timing delay yang besar dan beroperasi dengan
mengubah isyarat persambungan (translating line signal) yang diterima di

Incoming Port dan mengubahnya di dalam bentuk Digital dan mengubahnya


semula kepada isyarat persambungan (retranslating to line signal) untuk dihantar
keluar ke port lain. Teknik ini berguna untuk mengulang (repeat) semua isyarat
diantara segmen yang berlainan teknik seperti 100BASE-TX/FX dan 100BASET4 bersambung di dalam satu HAB.
Pengulang Kelas II menggunakan timing delay yang kecil. Isyarat yang diterima
akan dihantar semula ke port yang dalam kadar segera tanpa mengubah bentuk
isyarat tersebut. Pengulang Kelas II hanya boleh digunakan pada teknik isyarat
yang sama seperti 100BASE-TX dan 100BASE-FX. Ini bermakna HAB Kelas II
hanya boleh disambung dengan 100BASE-TX dan 100BASE-FX.
Memandangkan segmen 100BASE-T4 menggunakan teknik isyarat yang
berlainan maka kita tidak boleh disambung dengan 100BASE-TX dan 100BASEFX. Pengulang Kelas II merupakan jenis yang selalu digunakan kerana segmen
100BASE-T4 tidak begitu popular, malah setakat ini saya belum lagi berjumpa
mana-mana syarikat yang menggunakan segmen 100BASE-T4 sebagai sistem
Fast Ethernet.
100Base-T4 Media System
Sistem 100BASE-T4 menggunakan empat pasang wayar, ini membolehkan kabel
jenis Category 3 unshielded twisted-pair beroperasi untuk sistem Fast Ethernet.
Gambar 31 menunjukkan cara menyambung komputer kepada HAB 100BASET4.

Gambar 31: Penyambungan Sistem 100BaseT4


Sistem media 100BASE-T4 direka untuk panjang maksimal sehingga 100 meter
dengan menggunakan kabel unshielded twisted-pair katergori 3, 4 atau 5. Walau
bagaimanapun penggunaan kabel katergori 5 digalakkan untuk membaiki isyarat
dipersambungan tersebut. Gambar 32 menunjukan kedudukan empat pasang
wayar yang digunakan pada penyambung RJ45 untuk penyambungan terus, iaitu
dari PC ke HAB. Gambar 33 menunjukkan penyambungan menyilang yang
digunakan untuk sambungan diantara dua HAB.

Rujuk gambar 32 dan 33, sepasang wayar digunakan untuk menghantar data
(TX),sepasang wayar digunakan untuk menerima data (RX) dan dua pasang wayar
sebagai bidirectional data. Setiap pasang mempunyai polaritinya sendiri. Satu
membawa isyarat positif (+) dan yang satu lagi membawa isyarat negatif (-)

Gambar 32: Penyambungan secara terus pada RJ45

Gambar 33: Penyambungan secara menyilang


Dengan menggunakan sistem 100BaseT4, sistem kabel yang lama seperti
katergori 3 tidak perlu ditukarkan kepada katergori 5 untuk mencapai 100Mb/s.
Hanya perlu menukar hub/switch dari jenis 10BaseT kepada 100BaseT4. Ini dapat
menjimatkan kos pendawaian, walau bagaimanapun jarang kita jumpa sistem ini
digunakan.
100Base-T2
Menggunakan standard 802.3y yang diperkenalkan di dalam tahun 1997.
Menggunakan dua pasang wayar dari kabel Kategori 3 untuk mencapai kelajuan
100Mb/s. Jarak maksimal masih lagi 100 meter, tetapi sehingga kini saya sendiri
tidak pernah lihat produk 100Base-T2. Sistem ini merupakan satu cara alternatif
untuk mencapai kelajuan 100Mb/s tanpa perlu menukarkan sistem pendawaian.
1000Base-LX
Ini merupakan sistem Gigabit Ethernet melalui kabel fiber optik. LX bermaksud
long wavelength laser (isyarat panjang). Menggunakan kabel single mode yang
mempunya saiz diameter 50 micron. Jarak maksimal adalah antara 550 sehingga
5000 meter. Kabel dan penyambung sama seperti yang diguna di dalam 10Base-F
dan 100Base-FX.

1000Base-SX
Ini merupakan sistem Gigabit Ethernet melalui kabel fiber optik. SX bermaksud
short wavelength laser (isyarat pendek). Menggunakan kabel jenis multi mode
iaitu mempunyai diameter 62 micron. Dan jarak maksimal adalah 550 meter.
Kabel dan penyambung sama seperti yang diguna di dalam 10Base-F dan
100Base-FX.
1000Base-CX
CX bermaksud Copper. Menggunakan kabel jenis copper, seperti UTP
(Unshielded Twisted Pair) katergori 5, tetapi kabel yang digunakan dikenali
sebagai STP (Shielded Twisted Pair). Kabel jenis ini lebih mahal dari jenis UTP,
Ini kerana setiap pasang wayar disarungkan dengan penebat. Jarak maksimal 25
meter.
Ringkasan
Standard
Kelajuan
Standard Keluaran
Topologi Media
Data
Pertama

10Base5

DIX-1980,
802.310Mb/s
1983

Bus

50-ohm
Kabel
Sepaksi
(thick
Ethernet)
(10mm
thick)

Panjang
Maksimal
dalam meter
Half- FullDuplex Duplex

500

n/a

n/a

10Base2

802.3a1985

10Mb/s

Bus

50-ohm RG
58
Kabel
Sepaksi
185
(thin
Ethernet)
(5mm thick)

FOIRL

802.3d1987

10Mb/s

Star

2 unit fiber
1000
optik

>1000

Star

2
pasang
kabel UTP
100-ohm
100
Katergori 3
atau lebih
baik

100

10Base-T

802.3i1990

10Mb/s

10Base-FL

802.3j1993

10Mb/s

Star

2 unit fiber
2000
optik

>2000

10BaseFB

802.3j1993

10Mb/s

Star

2 unit fiber
2000
optik

n/a

10Base-FP

802.3j1993

10Mb/s

Star

2 unit fiber
1000
optik

n/a

100

100Base- 802.3uTX
1995

100Mb/s Star

2
pasang
kabel UTP
100
100-ohm
Katergori 5

100Base- 802.3uFX
1995

100Mb/s Star

2 unit fiber
412
optik

2000

100Mb/s Star

4
pasang
kabel UTP
100-ohm
100
Katergori 3
atau lebih
baik

n/a

100Mb/s Star

2
pasang
kabel UTP
100-ohm
100
Katergori 3
atau lebih
baik

100

1Gb/s

Star

long
wavelength
laser
(1300nm)
over:
62.5um
multi-mode 316
fiber
316
50um316
multi-mode
fiber
10um
single mode
fiber

1Gb/s

Star

100Base- 802.3uT4
1995

100Base- 802.3yT2
1997

1000Base- 802.3zLX
1998

1000Base- 802.3zSX
1998

short
wavelength 275
laser
316
(850nm)
over:

550
550
5000

275
550

62.5um
multi-mode
fiber
50um
multi-mode
fiber
1000Base- 802.3zCX
1998

1Gb/s

1000Base- 802.3ab1Gb/s
T
1999

Star

STP
("twinax" or
25
"short haul
copper")

25

Star

4
pasang
kabel UTP
100-ohm
100
Katergori 5
atau lebih
baik

100