Anda di halaman 1dari 24

7

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Teori Umum
2.1.1

Jaringan (Network)
Menurut Tanenbaum (2003:10), network (jaringan) adalah
kumpulan dua atau lebih komputer yang masing-masing berdiri
sendiri dan terhubung melalui sebuah teknologi. Hubungan antar
komputer tersebut tidak terbatas berupa kabel tembaga saja, namun
juga bisa melalui fiber optic, microwave, infrared, bahkan melalui
satelit. Tujuan dari penggunaan jaringan komputer adalah:

Membagi sumber daya: contohnya berbagi pemakaian printer,


CPU, memori, harddisk

Komunikasi: contohnya surat elektronik, instant messaging,


chatting

2.1.2

Akses informasi: contohnya web browsing

Klasifikasi Jaringan Komputer

Berdasarkan Tipe Transmisi Data


Menurut Tanenbaum (2003:15), berdasarkan tipe transmisinya,
jaringan (network) dibagi menjadi dua bagian besar yaitu:
broadcast dan point to point. Dalam broadcast network,
komunikasi terjadi dalam sebuah saluran komunikasi yang
digunakan secara bersama-sama, dimana data berupa paket yang
dikirimkan dari sebuah komputer akan disampaikan ke tiap
komputer yang ada dalam jaringan tersebut. Paket data hanya akan
di proses oleh komputer tujuan dan akan dibuang oleh komputer
yang bukan tujuan paket tersebut. Sedangkan pada point to point
network, komunikasi data terjadi melalui beberapa koneksi antar
sepasang komputer, sehingga untuk mecapai tujuannya sebuah

paket mungkin harus melalui beberapa komputer terlebih dahulu.


Oleh karena itu, dalam tipe jaringan ini, pemilihan rute yang baik
menentukan bagus tidaknya koneksi data yang berlangsung.

Berdasarkan Skala Jaringan


o LAN (Local Area Network)
Menurut Stallings (2000:423), LAN (Local Area
Network) adalah sebuah jaringan komputer yang dibatasi
oleh area geografis yang relatif kecil dan umumnya
dibatasi oleh area lingkungan seperti perkantoran atau
sekolahan dan biasanya ruang lingkup yang dicakupnya
tidak lebih dari 2 km. Ciri-ciri LAN (Local Area Network)
adalah sebagai berikut:
a. Beroperasi pada area yang terbatas
b. Memiliki kecepatan transfer yang tinggi
c. Dikendalikan secara privat oleh administrator lokal
d. Menghubungkan peralatan yang berdekatan

Gambar 2.1 Local Area Network


(Sumber: http://www.indiamart.com/communicationworld-nagpur/networking-solutions.html#local-areanetworking, akses: 9 Oktober 2013)
o MAN (Metropolitan Area Network)
Menurut Lammle (2005:674), MAN (Metropolitan
Area Network) biasanya mencakup area metropolitan yaitu
sebuah area yang biasanya lebih besar dari LAN tetapi
lebih kecil dari WAN, misalnya antar wilayah dalam satu

provinsi. MAN juga dapat menghubungkan beberapa LAN


menjadi suatu bagian jaringan yang lebih besar lagi.

Gambar 2.2 Metropolitan Area Network


(Sumber: http://www.easytechtips24.com/what-is-lan-manand-wan-network/, akses: 9 Oktober 2013)
o WAN (Wide Area Network)
Menurut Stallings (2000:9), WAN

(Wide

Area

Network) merupakan jaringan yang ruang lingkupnya


sudah terpisahkan oleh batas geografis dan biasanya
sebagai penghubungnya sudah menggunakan media satelit
ataupun kabel bawah laut. Ciri-ciri WAN (Wide Area
Network) adalah sebagai berikut:
a. Beroperasi pada wilayah geografis yang sangat luas
b. Memiliki kecepatan transfer yang lebih rendah
daripada LAN
c. Menghubungkan peralatan yang dipisahkan oleh
wilayah yang luas, bahkan secara global

10

Gambar 2.3 Wide Area Network


(Sumber: Official (ISC)2 Guide to the CISSP CBK)

Berdasarkan Fungsi
o Client-server
Yaitu jaringan komputer dengan komputer yang
didedikasikan khusus sebagai server. Sebuah server dapat
berupa sebuah komputer atau lebih.
o Peer-to-peer
Yaitu jaringan komputer dimana setiap host dapat
menjadi server dan juga menjadi client secara bersamaan.

2.1.3

Topologi Jaringan
Menurut Stallings (2004:429), topologi adalah struktur yang
terdiri dari jalur switch, yang mampu menampilkan komunikasi
interkoneksi diantara simpul-simpul dari sebuah jaringan. Beberapa
topologi jaringan yang sering digunakan:

Topologi Bus

11

Gambar 2.4 Topologi Bus


(Sumber: Official (ISC)2 Guide to the CISSP CBK)
Topologi bus menggunakan sebuah kabel backbone
tunggal untuk menghubungkan node yang satu dengan yang
lainnya dalam sebuah network, dan hanya mendukung jumlah
peralatan yang terbatas.

Topologi Ring

Gambar 2.5 Topologi Ring


(Sumber: Official (ISC)2 Guide to the CISSP CBK)
Topologi ring menghubungkan node yang satu dengan
yang lainnya di mana node terakhir terhubung dengan node
pertama

sehingga

node-node yang

terkoneksi tersebut

membentuk jaringan seperti sebuah cincin.

Topologi Star

12

Gambar 2.6 Topologi Star


(Sumber: Official (ISC)2 Guide to the CISSP CBK)
Topologi star menghubungkan semua node ke satu node
pusat. Node pusat ini biasanya berupa hub atau switch. Jika
salah satu segmen kabel putus atau satu/lebih node crash,
maka hanya segmen itu saja yang lumpuh, sementara jaringan
tetap dapat berfungsi. Namun, jika hub atau sentral yang rusak
maka jaringan akan lumpuh.

Topologi Tree

Gambar 2.7 Topologi Tree

13

(Sumber: Official (ISC)2 Guide to the CISSP CBK)


Topologi tree merupakan gabungan beberapa topologi star
yang dihubungkan dengan topologi bus. Topologi tree digunakan
untuk menghubungkan beberapa LAN dengan LAN lain.
Hubungan antar LAN dilakukan via hub. Masing-masing hub
dapat dianggap sebagai akar (root) dari masing-masing pohon
(tree). Karakteristik yang dimiliki topologi tree mirip dengan
topologi bus dan star. Apabila kabel penghubung antar-hub putus,
maka jaringan star masih dapat berfungsi, hanya saja hubungan
dengan jaringan star yang lain akan terganggu. Topologi tree
banyak digunakan untuk WAN.
2.1.4

Protokol Jaringan
Agar dapat beroperasi, sebuah jaringan membutuhkan protokol
jaringan. Menurut Stalling (2007:25), protokol jaringan adalah
serangkaian aturan yang mengatur operasi unit-unit fungsional agar
komunikasi bisa terlaksana. Terdapat dua protokol jaringan yang
umum digunakan yaitu OSI model dan TCP/IP model.

OSI Layer
Menurut Hands Of Lab Bina Nusantara Computer
Network (2011:11), OSI Layer adalah suatu protokol yang
digunakan untuk komunikasi data yang berinteraksi melalui
jaringan yang dalam prosesnya dibagi disetiap layer. Model
OSI

diciptakan

oleh

International

Organization

for

Standardization (ISO) yang menyediakan kerangka logika


terstruktur bagaimana proses komunikasi data berinteraksi
melalui jaringan. Standar ini dikembangkan agar komputer
dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara
efisien.
Terdapat 7 layer pada model OSI. Setiap

layer

bertanggung jawab secara khusus pada proses komunikasi


data. Misal, satu layer bertanggung jawab untuk memaketkan
data

menjadi

frame-frame,

sementara

layer

lainnya

14

bertanggung jawab untuk mengoreksi terjadinya error selama


proses transfer berlangsung. Model layer OSI dibagi menjadi
dua grup yaitu upper layer dan lower layer.
Upper layer fokus pada aplikasi pengguna dan bagaimana
file direpresentasikan di komputer. Lower layer adalah intisari
komunikasi data melalui jaringan aktual, bagaimana data
dikirimkan dari perangkat yang satu ke perangkat yang lain.
Layer-layer yang berhubungan dengan penelitian ini adalah
layer data link dan layer network.
o Layer Data link
Lapisan data

link

bertanggung

jawab

untuk

memaketkan data menjadi frameframe transmisi, dan


mentransmisikan via media. Untuk melaksanakan hal ini,
seperangkat aturan dan prosedur harus didefinisikan untuk
mengontrol aliran data dan error, dan mengalokasikan
alamat-alamat fisik ke semua perangkat yang ada dalam
jaringan.

o Layer Network
Lapisan network bertugas dalam membentuk rute
komunikasi dari suatu simpul ke simpul lainnya dalam
suatu jaringan. Oleh karenanya, perlu dibuat alokasi alamat
global yang unik untuk perangkat komputer (misalnya
dengan IP Address) dan diperlukan protokol yang bertugas
untuk melaksanakan fungsi routing.

TCP/IP
Menurut Hands of Lab Bina Nusantara Computer Network
(2011:22), Transmission Control Protocol/Internet Protocol
(TCP/IP) adalah suatu protokol (aturan) yang memungkinkan
kumpulan komputer dapat berkomunikasi dan bertukar data di
dalam suatu jaringan. Fungsi umum TCP adalah memecah
pesan-pesan menjadi beberapa paket sehingga bisa dikirimkan

15

dan juga menyatukan kembali (reassemble) paket-paket itu


kembali pada stasiun tujuan.
Menurut Stalling (2007:26), arsitektur protokol TCP/IP
adalah hasil dari penelitian protokol dan pengembangan pada
jaringan percobaan packet switched, ARPANET (Advanced
Research Project Agency Network). Protokol utama dalam
protocol TCP/IP adalah sebagai berikut:
o Layer 1 Network Access
Merupakan layer yang menangani media dan topologi
yang digunakan untuk mengirimkan data dan menerima
data. Media yang digunakan adalah media fisik seperti
kabel, radio, dan sebagainya.
o Layer 2 Internet
Layer ini akan melakukan pemetaan jalur terhadap
datagram yang dikirimnya dari layer sebelumnya yaitu
transport layer. Layer ini akan memberikan alamat pada
datagram sebagai referensi rute yang akan ditempuh.
Alamat tujuan bersama diagram akan dikirim menjadi
suatu paket diagram.

2.1.5

Perangkat Keras Jaringan

Router

Gambar 2.8 Perangkat Router

16

(Sumber: http://westitsolutions.com/Networks.php, akes: 10


Oktober 2013)

Menurut Wahana Komputer (2006:104), Router adalah


perangkat jaringan yang berfungsi untuk menghubungkan
beberapa jaringan atau network, baik jaringan yang menggunakan
teknologi sama atau yang berbeda, misalnya menghubungkan
jaringan topologi Bus, topologi Star atau topologi Ring.
Proses routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti
Internet Protocol) dari stack protokol tujuh-lapis OSI. Router
berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk
meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router
sangat banyak digunakan dalam jaringan berbasis teknologi
protokol TCP/IP, dan router jenis itu disebut juga dengan IP
Router. Router sangat berperan untuk jaringan berskala menengah
ke atas karena digunakan untuk membagi jaringan. Router
memiliki beberapa jenis, diantaranya:
o Router Aplikasi
Router Aplikasi merupakan perangkat lunak atau
program aplikasi yang dapat kita instal pada komputer
sehingga sistem operasi tersebut bisa berfungsi sebagai
router, beberapa contoh router aplikasi diantaranya:
winroute, wingate dan lain-lain.
o Router Hardware
Router Hardware merupakan perangkat keras pada
jaringan komputer yang mempunyai fungsi sebagai router
sehingga perangkat keras tersebut dapat membagi IP
address.
o Router PC
Router PC merupakan sistem operasi yang diinstal
pada komputer sehingga komputer tersebut mempunyai
kemampuan untuk membagi jaringan.

17

Jika ditinjau secara umum terdapat 2 jenis router yaitu:


Router static merupakan router yang mempunyai tabel

routing static sehingga harus diatur secara manual oleh


adminisrator.
Router dynamic merupakan router yang mimiliki tabel

routing

dynamic

yang

memiliki

kemampuan

mendengarkan lalu lintas jaringan dan saling berhubungan


dengan router yang lain.

Switch

Gambar 2.9 Perangkat Switch


(Sumber: http://www.eircomictdirect.ie/cisco-catalyst-c2960-48ttport-base-switch-p-12773.html, akes: 10 Oktober 2013)

Menurut Rafiudin (2003:34), Switch adalah sebuah alat


jaringan yang melakukan bridging transparan (penghubung
segmentasi banyak jaringan dengan forwarding berdasarkan
alamat MAC).
Switch dapat digunakan sebagai penghubung komputer atau
router pada satu area yang terbatas, switch juga bekerja pada

18

lapisan data link, cara kerja switch hampir sama seperti bridge,
tetapi switch memiliki sejumlah port sehingga sering dinamakan
multi-port bridge.
Switch menghubungkan semua komputer yang terhubung ke
LAN, sama seperti hub. Perbedaannya adalah switch dapat
beroperasi dengan mode "full-duplex" dan mampu mengalihkan
jalur dan menyaring informasi ke atau dari tujuan yang spesifik.
Ada dua jenis utama dari switch jaringan komputer yaitu:
o Manageable Switch
Manageable switch adalah switch yang bisa di atur
untuk kebutuhan jaringan tertentu, ada beberapa perbedaan
mendasar yang membedakan antara manageable switch
dengan unmanageable switch. Perbedaan tersebut dominan
bisa di lihat dari kelebihan dan keunggulan yang dimiliki
oleh switch manageable itu sendiri.
Kelebihan manageable switch:
Mendukung

penyempitan

broadcast

jaringan

dengan VLAN
Pengaturan access user dengan access list
Membuat keamanan network lebih terjamin
Bisa melakukan pengaturan port yang ada
Mudah memonitor traffic maintenance network
karena dapat diakses tanpa harus berada di dekat
switch
o Unmanageble Switch
Unmanageble switch adalah switch yang tidak
dapat di managed, switch tersebut sudah siap pakai
tinggal pasang dan switch sudah bisa digunakan tanpa
perlu di seting. Harga unmanageble switch lebih murah
jika dibandingkan manageable switch Namun apabila
terjadi masalah dengan jaringan kita, kita tidak akan
bisa melakukan troubleshooting dengan mudah karena

19

switch nya tidak bisa diapa-apakan. Masalah yang


paling sering terjadi diantaranya IP address conflict,
tidak bisa konek. IP address conflict, Apabila jaringan
sudah mulai tersebar diberbagai area, akan sangat sulit
melakukan troubleshooting computer mana yang
menyebabkan masalah tersebut.

Hub

Gambar 2.10 Perangkat Hub


(Sumber: http://www.ebay.co.uk/ctg/NetGear-DS104-4-Port100Mbits-Ethernet-Hub-/58089848, akes: 10 Oktober 2013)

Hub adalah suatu perangkat keras jaringan komputer yang


memiliki banyak port. Hub berfungsi untuk menghubungkan
komputer server ke beberapa komputer client sehingga akan
membentuk suatu jaringan dengan topologi star. Pada jaringan
yang umum, sebuah port akan menghubungkan hub dengan

20

komputer server. Sementara port yang lain digunakan untuk


menghubungkan hub dengan beberapa komputer client.

Bridge

Gambar 2.11 Perangkat Bridge


(Sumber: http://www.geeky-gadgets.com/cisco-unveils-dual-bandwireless-entertainment-bridge-21-07-2011/, akes: 10 Oktober
2013)
Menurut Rafiudin (2003:37), Bridge (jembatan) adalah perangkat
keras jaringan komputer ini berfungsi

untuk

menghubungkan

beberapa jaringan yang terpisah, baik jaringan yang sama maupun


berbeda.

Bridge

memetakan

alamat

jaringan

dan

hanya

memperbolehkan lalu lintas data yang diperlukan.


2.2

Teori Khusus
2.2.1

Jaringan Wireless
Jaringan wireless merupakan sebuah jaringan komputer yang
terdiri dari sekumpulan komputer yang saling terhubung antara satu
dan lainnya dengan menggunakan media udara atau gelombang
sebagai jalur lintas datanya.
(http://fakti.upy.ac.id/index.php?
pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=130)

Topologi jaringan wireless

21

Menurut Mulyanta (2005:81), Ada dua jenis topologi


jaringan komputer yang menggunakan wireless, yakni jaringan
peet-to-peer dan jaringan client-server.
o peer-to-peer
Pada topologi

jaringan

wireless peer-to-peer

jaringan akan terhubung secara langsung dengan setiap


komputer yang ada dalam jaringan dengan lebih
mudah.

Gambar 2.12 Peer-to-peer Model


(Sumber: http://jaringankomputer.comyr.com/topologiwireless-dan-jenis-jenis-jaringan-wireless/, akses: 11 Oktober
2013)
o client-server
Pada topologi jaringan wireless client-server,
topologi ini harus memiliki titik akses (access point)
untuk

memungkinkan

komputer

menerima

dan

mengirim data melalui titik point, kemudian mengirim


ke semua komputer yang diakses oleh jaringan
wireless.

22

Gambar 2.13 Client-server Model


(Sumber: http://my.opera.com/portalnews/blog/2010/09/03/aguide-to-peer-to-peer-filesharing-part-1, akes: 11 Oktober
2013)

Komponen Jaringan Wireless


1. Wireless Client: laptop atau gadget
2. Access Point: router wireless

Jenis-jenis Jaringan Wireless


Menurut

Mulyanta

(2005:71),

Beberapa

jenis-jenis

jaringan komputer berbasis wireless yang dibagi menurut


kecepatan

akses

jaringan

dan

biaya

untuk

mengimplimentasinya.
1. Bluetooth
2. IrDA
3. HomeRF (SWAP)
4. Wi-Fi
2.2.2

Wi-Fi
Wi-Fi adalah singkatan dari wireless fidelity. Teknologi wi-fi
digunakan untuk menyediakan akses internet nirkabel di zona terbatas
yang dikenal dengan istilah hotspot.

2.2.3

Hotspot

23

Hotspot adalah lokasi dimana user dapat mengakses melalui


mobile computer (seperti laptop atau PDA) tanpa menggunakan
koneksi kabel dengan tujuan jaringan internet
(http://noc.eepis-its.edu/hotspot.php).
2.2.4

Mikrotik RouterOS
Mikrotik RouterOS adalah sistem operasi dan perangkat lunak
yang dapat digunakan untuk menjadikan komputer manjadi router
network yang handal, mencakup berbagai fitur yang dibuat untuk ip
network dan jaringan wireless, cocok digunakan oleh ISP dan
provider hotspot.(http://www.mikrotik.co.id/)

Lisensi Mikrotik
(Athailah, 2013:20-21) Lisensi pada Mikrotik RouterOS
adalah menggunakan level. Lisensi pada level disesuaikan
dengan kebutuhan. Jika membutuhkan fitur yang lebih tinggi,
maka level tersebut dapat ditingkatkan. Tingkatan level pada
lisensi Mikrotik adalah sebagai berikut:
o Level 0 (Gratis)
Pada level ini tidak memerlukan lisensi untuk
menggunakannya dan penggunaan fitur ini hanya
dibatasi selama 24 jam setelah instalasi dilakukan.
o Level 1 (Demo)
Pada level ini, Mikrotik dapat digunakan secara
penuh, semua fungsi yang disediakan oleh Mikrotik
dapat digunakan. Namun, waktu penggunaan Mikrotik
dalam level ini hanya dibatasi sampai 24 jam saja.
Setelah ini, fitur-fitur yang aktif sebelumnya akan
dikunci secara otomatis.
o Level 3
Lisensi level ini sudah mencakup lisensi level 1,
dan dilengkapi dengan kemampuan untuk mengatur
semua perangkat keras yang berbasiskan alamat

24

protokol internet (IP Address), baik itu Ethernet Card,


maupun hotspot nirkabel yang bertipe client.
o Level 4
Lisensi level ini isinya adalah cakupan dari lisensi
level 1 dan 3, serta ditambah fitur untuk mengelola
jaringan nirkabel tipe akses poin.
o Level 5
Lisensi level 5 isinya adalah cakupan lisensi level
1, 3, dan 4, serta ditambah fitur untuk mengelola
hotspot nirkabel lebih banyak.

o Level 6
Ini adalah level lisensi yang tertinggi di Mikrotik.
Pada lisensi level 6 ini diberikan fitur-fitur yang ada
pada semua level lisensi Mikrotik sebelumnya, serta
ditambah tanpa ada limitasi apapun.

Hotspot Mikrotik
(http://www.mikrotik.co.id/) Sistem hotspot pada mikrotik
digunakan

untuk

memberikan

layanan

akses

jaringan

(internet/intranet) di Publik Area dengan media kabel maupun


wireless. Hotspot menggunakan autentikasi untuk menjaga
jaringan tetap walaupun bersifat publik. Sistem hotspot ini
merupakan gabungan atau kombinasi dari beberapa fungsi dan
fitur RouterOS menjadi sebuah sistem yang sering disebut
'Plug-n-Play' Access. Jaringan hotspot pada mikrotik bersifat
bridge network.
Menu interface yang terdapat pada hotspot mikrotik:

Hotspot Server Profile

25

Hotspot Server Profile digunakan untuk menyimpan


konfigurasi- konfigurasi umum dari hotspot server. Profile
ini digunakan untuk grouping beberapa hotspot server
dalam satu router. Pada server profile terdapat konfigurasi
yang berpengaruh pada user hotspot seperti metode
autentikasi.

Hotspot User Profile


Hotspot User Profile digunakan untuk menyimpan
konfigurasi-konfigurasi umum dari user hotspot. Profile
ini digunakan untuk grouping beberapa user. User Profile
mampu melakukan assign pool ip tertentu ke group user.
Parameter Time-out juga bisa diaktifkan untuk mencegah
monopoli oleh salah satu user. Limitasi juga dapat
ditentukan di User Profile berdasarkan Data Rate
(Kecepatan Akses) dan Session Time (Waktu Akses).

Hotspot User
Hotspot User adalah halaman dimana parameter
username, password dan profile dari user disimpan.

Cara kerja hotspot mikrotik adalah sebagai berikut:

User mencoba membuka halaman web

Authentication Check dilakukan oleh router pada hotspot


system

Jika belum terautentikasi, router akan mengalihkan ke


halaman login

User memasukkan informasi login

Jika informasi login sudah tepat, router akan:


Mengautentikasi client di hotspot system
Membuka halaman web yang diminta sebelumnya
Membuka popup halaman status

User dapat menggunakan akses jaringan

26

Fitur-fitur yang terdapat pada hotspot mikrotik adalah sebagai


berikut:
o Autentikasi User
o Perhitungan
Waktu akses
Data dikirim atau diterima
o Limitasi Data
Berdasarkan data rate (kecepatan akses)
Berdasarkan jumlah data
o Limitasi Akses User berdasarkan waktu
o Support RADIUS
o Bypass

2.2.5

Remote Autentication Dial In User Service (RADIUS)


RADIUS adalah sebuah protokol keamanan komputer yang
digunakan untuk melakukan autentikasi, otorisasi, dan pencatatan
akun pengguna secara terpusat untuk mengakses jaringan. RADIUS
menggunakan konsep AAA yaitu (Authentication, Authorization,
Accounting).

Authentication: Perijinan user untuk dapat terkoneksi ke dalam


jaringan dengan memberikan identitas berupa username dan
password.

Authorization: Pengalokasian layanan apa saja yang berhak


diakses oleh user. Authorization dilakukan setelah user
dinyatakan berhak menggunakan jaringan (otentikasi).

Accounting: Proses pencatatan aktivitas user dalam jaringan,


seperti lama waktu penggunaan, kapan mulai, kapan
mengakhiri jaringan dan berapa banyak data yang diakses.

2.2.6

User Manager

27

User Manager merupakan fitur AAA server yang dimiliki oleh


Mikrotik. Sesuai kepanjangan AAA (Authentication, Authorization
dan Accounting), User Manager memiliki database yang bisa
digunakan untuk melakukan autentikasi user yang login kedalam
network, memberikan kebijakan terhadap user tersebut misalnya
limitasi transfer rate, dan juga perhitungan serta pembatasan quota
yang dilakukan user. (http://www.mikrotik.co.id/)

Informasi service yang bisa disimpan dalam database UserManager


meliputi:

2.2.7

Hotspot Users

DHCP Lease

Wireless AccessList

RouterOS users

Mikrotik Bandwidth Management


Menurut Athailah (2013:22), metode bandwidth management pada
Mikrotik RouterOS dibagi menjadi 2, yaitu:

Simple Queue
Simple Queue adalah cara termudah untuk melakukan limit
bandwidth yang dapat digunakan untuk mambatasi bandwidth
berdasarkan alamat ip tertentu.
Fitur-fitur Simple Queue
o Peer-to-peer traffic queueing
o Menerapkan aturan antrian pada interval waktu yang
dipilih
o Prioritas
o Menggunakan multiple packet marks dari/ip firewall
mangle
o Membentuk lalu lintas dua arah yaitu download dan
upload

28

o Membatasi

kecepatan

maksimum

upload

dan

download yang dapat dicapai oleh user

Queue Tree
Queue Tree digunakan untuk melakukan alokasi bandwidth

berdasarkan protokol, port, kelompok alamat IP, dan lain-lain.


Sebelumnya buat mark packet dengan tanda di bawah/ip firewall
mangle dan kemudian mark packet tersebut sebagai sebuah
pengidentifikasi untuk arus paket pada queue tree.

2.3

Hasil Penelitian atau Produk Sebelumnya


Mengacu pada jurnal yang ditulis oleh Adik Wijayanto (2013:1-11),
dengan judul Manajemen Bandwidth dan Manajemen User Sebagai
Optimasi Jaringan Internet Di MTs NEGERI Giriloyo Bantul Berbasis
Mikrotik 5.18 peneliti menggunakan Mikrotik RouterOS versi 5.18 untuk
mengoptimasi jaringan internet di sekolah dengan membangun sistem
manajemen bandwidth. Selain itu, peneliti juga membangun jaringan hotspot
di area sekolah dan membatasi hak akses pengguna dengan melakukan
manajemen user. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah
pengumpulan data, survey, studi literature, perancangan topologi jaringan dan
uji coba sistem. Untuk pembangun sistem manajemen bandwidth, peneliti
menggunakan metode simple queue. Peneliti membagikan bandwidth
sebanyak 1 MGHz ke dua titik di sekolah yakni 512 Mbps untuk
laboratorium dan 512 Mbps untuk hotspot. Pengujian dan pembagian
bandwidth dilakukan dengan menggunakan winbox. Pengujian yang pertama
adalah dengan melakukan login user pada jaringan hotspot. Pengujian kedua
adalah dengan melihat hasil limitasi bandwidth yang telah dibuat apakah
sudah sesuai dengan yang diharapkan. Dari pengujian yang dilakukan,
didapatkan hasil pembatasan hak ases internet yang hanya dapat diberikan

29

pada user yang memiliki username dan password, serta pembagian


bandwidth yang terbagi secara merata untuk hotspot dan laboratorium.
Mengacu pada jurnal yang ditulis oleh Tb. A. Hizbullah A (2012:2-13),
dengan judul Optimalisasi Bandwidth dan Keamanan Jaringan Dengan
Filterisasi Pada Warung Internet Menggunakan Mikrotik Routerboard,
peneliti menggunakan Mikrotik Routerboard untuk mengoptimalkan jaringan
warnet dan membangun sistem bandwidth management pada warnet tersebut
dengan menggunakan metode queue tree agar bandwidth yang digunakan
menjadi lebih efisien dan tidak terbuang sia-sia. Konfigurasi pada metode
queue tree dilakukan dengan mengatur mangle terlebih dahulu. Pada mangle
akan dibuat dua buah mark, yaitu mark packet dan mark conection. Baik
konfigurasi pada mangle maupun pada queue tree akan dibuat sesuai jumlah
komputer yang akan digunakan. Mekanisme pengujian dilakukan dengan
menggunakan 3 buah komputer sebagai parameter keberhasilan. Masingmasing komputer akan dicoba untuk melakukan proses mengunduh sejumlah
data dari internet dengan ukuran yang telah ditentukan oleh penulis.
Pengujian dilakukan sebanyak 2 kali. Pada pengujian pertama, nilai level
prioritas akan disamakan, sedangkan pada pengujian kedua nilai level
prioritas masing-masing komputer akan dibedakan. Pengujian ini ditujukan
untuk membuktikan apakah bandwidth terbagi secara merata dan apakah
level prioritas berjalan dengan baik.
Mengacu pada jurnal yang ditulis oleh Imam Riadi (2010), dengan
judul Optimasi Bandwidth Menggunakan Traffic Shapping, peneliti
menjelaskan tentang pemanfaatan penggunaan bandwidth untuk mengakses
jaringan internet dengan metode traffic shapping bandwidth yang dapat
digunakan untuk melakukan manajemen bandwidth dan mengoptimalkan
kapasitas bandwidth yang ada dari berbagai jenis jaringan dengan
menerapkan layanan QoS (Quality of Service) yakni dengan menetapkan tipetipe jaringan lalu lintas. Metode yang digunakan adalah metode literature
sumber data yang terkait dan metode ekperimen yaitu melakukan penelitian
dengan mengkonfigurasi Mikrotik RouterOS untuk melakukan traffic
shapping bandwidth. Dalam traffic shapping ada beberapa tahapan yaitu
penandaan semua trafik maksudnya adalah menandai semua koneksi yang
keluar masuk melewati router mikrotik, penandaan koneksi internasional

30

maksudnya adalah melakukan pengecekan koneksi yang berasal dan tujuan


internasional dengan cara mencocokkan IP Address yang ada pada address
list router mikrotik, penandaan paket nasional yaitu apabila pada bagian
pengecekan koneksi internasional terdapat kesamaan IP Address maka secara
otomatis akan ditandai menjadi paket nasional, simple queues yaitu paket
akan dipisahkan dan dibatasi sesuai dengan kebutuhan. Hasil yang
diharapkan router dapat melakukan traffic shapping sehingga kualitas
koneksi menjadi lebih baik untuk mengakses dan mengambil data.