Anda di halaman 1dari 2

Mesin pengolah cokelat merupakan mesin pengolahan cokelat otomatis yang berfungsi

dalam proses pencampuran, penghalusan, dan pematangan (conching) adonan. Prinsip


kerja mesin ini adalah berputarnya silinder dasar mesin sebagai tempat adonan dan
secara horizontal diikuti oleh perputaran dua roda granit penggilas campuran di atasnya
secara vertikal. Mesin ini terdiri dari dua bagian, yaitu ball mill dan storage tank. Ball mill
berfungsi dalam proses pencampuran, penghalusan, dan pematangan adonan,
sedangkan storage tank berfungsi sebagai penampung sementara adonan yang telah
diproses oleh ball mill yang selanjutnya adonan tersebut akan diproses ke mesin
tempering
Rodolphe Lindt, sebenarnya Rudolf Lindt, (16 Juli 1855% u2013February 20, 1909) adalah produsen coklat
Swiss dan penemu. Ia mendirikan pabrik Lindt cokelat dan menciptakan mesin conching dan proses lainnya
untuk meningkatkan kualitas cokelat.
Lindt dilahirkan di Bern, sebagai apoteker dan politikus Johann Rudolf Lindt dan istrinya Armalia Eugenia Salchli.
1873 tahun 1875 dia punya pekerjaan pelatihan di Lausanne dengan Am d e Kohler & amp; perusahaan Fils
cokelat. Pada 1879, ia mendirikan sendiri pabrik cokelat di Mattequartier pada Aare di Bern.
Pada desember tahun 1879 ia berhasil memperbaiki kualitas cokelat kemudian moderat dengan pengembangan
mesin conching, memanjang stirring perangkat yang memberikan lebih halus konsistensi dan membiarkan
aromas menguap. yang tidak diinginkan Dia juga yang pertama untuk menambah kakao ke coklat massa. Kedua
inovasi memberikan kontribusi besar terhadap kualitas tinggi dari swiss cokelat.
Tahun 1899 Lindt dijual pabriknya dan rahasia conching untuk Chocolat Spr ngli AG, yang telah diperdagangkan
sebagai Lindt & amp; SPR ngli AG sejak. SPR ngli dibayar emas 1,5 juta Franc hak pemasaran dan resep. Lindt
dirinya dipimpin cabang Bern Lindt & amp; SPR ngli sampai 1905, empat tahun sebelum kematiannya.

Proses conching merupakan proses pelumatan pasta kasar dengan cara penggilasan berulangulang dan panas tertentu sehingga diperoleh pasta cokelat yang mempunyai tekstur dan cita rasa
yang baik. Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mempelajari karakteristik pasta cokelat
hasil pemastaan mesin conching tipe roll. Penelitian dilakukan 3 tahap, yaitu tahap penentuan
waktu conching, pengolahan pasta cokelat dan karakterisasi pasta cokelat dengan variasi bahan
dasar. Penentuan waktu conching dilakukan dengan melakukan proses conching selama 24 jam
dan pengambilan sampel setiap 3 jam. Tahap berikutnya adalah pemastaan pasta kasar
menggunakan mesin conching tipe roll dengan variasi suhu (40, 60 dan 80oC) dan kecepatan
perputaran (20, 30, dan 40 rpm) untuk mendapatkan kondisi conching yang terbaik, sedangkan
tahap ketiga yaitu penerapan kondisi conching yang diperoleh dari percobaan kedua untuk
produksi pasta cokelat dengan variasi bahan dasar, yaitu biji kakao fermentasi 3 dan 5 hari. Analisa
yang dilakukan meliputi analisa viskositas, warna dan uji organoleptik untuk tahap awal,
dilanjutkan dengan analisa ukuran partikel dan profil senyawa aroma (GC) untuk produk akhir. Hasil
penentuan waktu proses conching menunjukkan bahwa viskositas terendah (tidak menurun dengan
bertambahya waktu conching) dicapai setelah proses conching 18 jam sedangkan kondisi yang
tepat untuk pengolahan pasta cokelat menggunakan mesin conching tipe roll yang diperoleh dari

percobaan tahap dua adalah dengan suhu 60oC dan kecepatan perputaran mesin conching 30
rpm. Hasil analisa tahap ketiga membuktikan bahwa fermentasi biji kakao selama 5 hari
menghasilkan pasta cokelat yang lebih baik dibandingkan fermentasi 3 hari sengan karakteristik
pasta antara lain : viskositas 44.00 poises, ukuran partikel 12.15 m, nilai L 26.94, dan chroma
49.83.

Anda mungkin juga menyukai