Anda di halaman 1dari 12

KETETAPAN

SENAT MAHASISWA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
NOMOR: 09/TAP/SEMA-U/VII/2015
TENTANG
PEDOMAN PELAKSANAAN KEGIATAN ORIENTASI PENGENALAN AKADEMIK DAN
KEMAHASISWAAN (OPAK)
DENGAN SENANTIASA MENGHARAPKAN RAHMAT & RIDHO ALLAH SWT,
SENAT MAHASISWA UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
Menimbang

: a. bahwa mahasiswa sebagai warga sivitas akademika UIN Syarif Hidayatullah


Jakarta
memerlukan
pengenalan
dan
pengetahuan
akademik,
kemahasiswaan dan almamater dalam segala aspeknya, agar proses
pendidikan dan pembelajaran dapat berjalan secara efektif, efisien, dan
berhasil guna, maka perlu adanya kegiatan Orientasi Pengenalan Akademik
dan Kemahasiswaan;
b. bahwa kegiatan Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan harus
dilaksanakan secara tertib, kondusif, dan berkualitas;
c. bahwa demi terwujudnya kegiatan Orientasi Pengenalan Akademik dan
Kemahasiswaan sebagaimana yang dimaksud dalam huruf (b), perlu adanya
sebuah pedoman pelaksanaan kegiatan tersebut;
d. bahwa berdasarkan pertimbangan yang dimaksud pada huruf (a), (b), dan
(c), perlu menetapkan Ketetapan Senat Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Orientasi Pengenalan
Akademik dan Kemahasiswaan (OPAK).

Mengingat

: a. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan


Nasional;
b. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 1999 tentang
Pendidikan Tinggi;
c. Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor:155/U/1998
tentang Pedoman Organisasi Kemahasiswaan di Perguruan Tinggi;
d. Peraturan Menteri Agama Nomor 17 Tahun 2014 tentang Statuta UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta;
e. SK Dirjen Dikti No. 38/DIKTI/Kep/2000 tentang Pengaturan Kegiatan
Penerimaan Mahasiswa Baru di Pendidikan Tinggi;
f. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Departemen Agama
Republik Indonesia Nomor: Dj.I/254/2007 tentang Pedoman Umum
Orientasi Pengenalan Akademik Perguruan Tinggi Islam;
g. Keputusan
Rektor
UIN
Syarif
Hidayatullah
Jakarta
No:
Un.01/R/HK.00.5/548/2015 tentang AD/ART Organisasi Kemahasiswaan
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

h. Keputusan
Rektor
UIN
Syaif
Hidayatullah
Jakarta
Un.01/R/HK.00.5/666/2014 tentang Struktur Kepengurusan
Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

No:
Senat

Memperhatikan : Hasil Sidang Paripurna Senat Mahasiswa Universitas tentang Pedoman


Pelaksanaan Kegiatan Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan
(OPAK) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta pada tanggal 02
Juli 2015 yang dilaksanakan di Sekretariat SEMA-U.
MEMUTUSKAN:
Menetapkan

: KETETAPAN SENAT MAHASISWA UIN SYARIF HIDAYATULLAH


JAKARTA TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN KEGIATAN
ORIENTASI PENGENALAN AKADEMIK DAN KEMAHASISWAAN
(OPAK)

BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam pedoman ini yang dimaksud dengan:
a. Rektor adalah pimpinan tertinggi yang memimpin dan mengelola penyelenggaraan
pendidikan tinggi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
b. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, selanjutnya disebut Warek Bidang Kemahasiswaan
adalah pimpinan bidang kemahasiswaan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang
melaksanakan tugas-tugas pengarahan, pembinaan, pemantauan dan koordinasi dengan
berbagai pihak yang secara struktural bertanggung jawab kepada Rektor
c. Dekan adalah pimpinan fakultas di lingkungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang
berwenang dan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan pendidikan di masing-masing
fakultas
d. Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, selanjutnya disebut Wadek Bidang Kemahasiswaan
adalah pimpinan bidang kemahasiswaan tingkat fakultas yang berada di UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta yang melaksanakan tugas-tugas pengarahan, pembinaan, pemantauan
dan koordinasi dengan berbagai pihak yang secara struktural bertanggung jawab kepada
Dekan
e. Senat Mahasiswa Universitas, selanjutnya disingkat SEMA-U adalah organisasi legislatif
mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang berwenang di tingkat Universitas
f. Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas, selanjutnya disingkat DEMA-U adalah organisasi
eksekutif mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang berwenang di tingkat Universitas
g. Unit Kegiatan Mahasiswa/Unit Kegiatan Khusus, selanjutnya disebut UKM/UKK adalah
organisasi peminatan dan bakat mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
h. Senat Mahasiswa Fakultas, selanjutnya disingkat SEMA-F adalah organisasi legislatif
mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang berwenang di tingkat Fakultas
i. Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas, selanjutnya disingkat DEMA-F adalah organisasi
eksekutif mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang berwenang di tingkat Fakultas
j. Himpunan Mahasiswa Jurusan/ Program Studi, selanjutnya disingkat HMJ/HMPS adalah
organisasi eksekutif mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang berwenang di tingkat
Jurusan/Program Studi

k. Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan, selanjutnya disebut OPAK adalah


serangkaian kegiatan bagi mahasiswa baru untuk memberikan pengenalan proses pendidikan
dan kemahasiswaan di lingkungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
l. Peserta Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan, selanjutnya disebut Peserta
adalah mahasiswa baru UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan/atau mahasiswa lama yang
belum mengikuti atau belum lulus Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan atau
kegiatan sejenisnya
m. Panitia Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan, selanjutnya disebut Panitia
adalah penyelenggara Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan
BAB II
NAMA DAN STATUS
Pasal 2
Nama
Kegiatan ini bernama Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan yang disingkat OPAK.
Pasal 3
Status
OPAK merupakan kegiatan yang wajib diikuti oleh setiap mahasiswa baru UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta dan mahasiswa lama yang belum mengikuti atau belum lulus OPAK atau kegiatan
sejenisnya, dan merupakan persyaratan menjadi pengurus organisasi kemahasiswaan serta
persyaratan penyelesaian studi.
BAB III
FUNGSI DAN TUJUAN
Pasal 4
Fungsi
OPAK memiliki fungsi untuk mendidik, membimbing, dan mengarahkan peserta untuk mengenali
dan memahami sistem pendidikan dan kegiatan kemahasiswaan di lingkungan UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta.
Pasal 5
Tujuan
OPAK bertujuan untuk:
a. Mengembangkan pemahaman dan penghayatan peserta terhadap sistem pendidikan di UIN
Syarif Hidayatullah Jakarta;
b. Mengembangkan kecerdasan spiritual, emosional, intelektual, dan sosial;
c. Memupuk semangat solidaritas dan toleransi diantara civitas akademika;
d. Mengembangkan rasa memiliki dan tanggung jawab akademis terhadap pilihan disiplin ilmu;
e. Mengembangkan sikap kritis dan kreativitas, serta penguatan mental mahasiswa;
f. Menumbuhkembangkan pemahaman dan penghayatan mahasiswa terhadap Tri Dharma
Perguruan Tinggi.
BAB IV
WAKTU DAN TEMPAT
Pasal 6

Waktu
Kegiatan OPAK dilaksanakan pada permulaan tahun ajaran baru yang diatur dan ditentukan lebih
rinci oleh Panitia.
Pasal 7
Tempat
Tempat penyelenggaraan kegiatan OPAK dilaksanakan di lingkungan UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta.
BAB V
PESERTA
Pasal 8
Peserta OPAK adalah setiap mahasiswa baru UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan/atau mahasiswa
lama yang belum mengikuti atau belum lulus OPAK atau kegiatan sejenisnya.
Pasal 9
Kewajiban Peserta
Peserta berkewajiban:
a. Memenuhi dan menyelesaikan persyaratan administratif sesuai dengan ketentuan yang
berlaku;
b. Mematuhi Kode Etik Mahasiswa;
c. Berbusana sopan dan formal yang diatur secara rinci oleh Panitia;
d. Mematuhi Pedoman Pelaksanaan Kegiatan OPAK, serta segala ketentuan OPAK yang
ditentukan oleh Panitia;
e. Mengikuti semua kegiatan yang telah ditentukan oleh Panitia;
f. Tidak menggunakan atribut-atribut tambahan selain yang telah ditentukan oleh Panitia;
g. Tidak melakukan perbuatan dan tindakan yang dapat mengganggu berjalannya OPAK;
h. Tidak membawa dan mengkonsumsi minuman keras dan/atau obat-obatan yang dilarang oleh
undang-undang;
i. Tidak membawa senjata tajam dan/atau barang lain yang dapat membahayakan keselamatan
diri sendiri dan orang lain;
j. Tidak melakukan tindakan yang mengarah pada pencideraan fisik dan gangguan psikis;
k. Tidak menyuarakan yel-yel atau orasi yang bernuansa SARA.
Pasal 10
Hak Peserta
Peserta berhak:
a. Memperoleh penjelasan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan pendidikan dan
kemahasiswaan di lingkungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta;
b. Memperoleh penjelasan mengenai tugas dan instruksi yang diberikan oleh Panitia;
c. Mendapatkan fasilitas-fasilitas sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
d. Mendapatkan bimbingan dan/atau arahan dari panitia sesuai dengan tata tertib yang berlaku;
e. Mengajukan laporan/pengaduan kepada BANWASPAK apabila terjadi konflik atau
permasalahan dengan Peserta lain atau Panitia selama kegiatan OPAK;
f. Melakukan pembelaan diri sebelum dijatuhkan sanksi oleh Panitia atas kesalahan atau
pelanggaran terhadap Pedoman Pelaksanaan Kegiatan OPAK maupun ketentuan OPAK
lainnya;

g. Mendapatkan dispensasi untuk tidak mengikuti sebagian rangkaian kegiatan OPAK dari
Panitia berdasarkan alasan dan/atau bukti yang dapat dipertanggung jawabkan;
h. Mendapatkan perawatan kesehatan apabila jatuh sakit dalam pelaksanaan kegiatan OPAK;
i. Memperoleh sertifikat apabila dinyatakan lulus dalam kegiatan OPAK.
BAB VI
PANITIA
BAGIAN KESATU
Kelengkapan Kepanitiaan
Pasal 11
Kelengkapan Kepanitiaan OPAK terdiri dari:
a. Penanggung Jawab;
b. Panitia Pengarah;
c. Panitia Pelaksana;
d. Panitia Pengawas.
BAGIAN KEDUA
Penanggung Jawab
Pasal 12
Penanggung Jawab adalah Warek Bidang Kemahasiswaan di tingkat Universitas dan Wadek Bidang
Kemahasiswaan di tingkat Fakultas
Pasal 13
Penanggung Jawab mempunyai tugas untuk bertanggung jawab atas segala hal yang berkaitan
dengan pelaksanaan OPAK
Pasal 14
Dalam melaksanakan tugasnya, Penanggung Jawab mempunyai wewenang:
a. Memberi pertimbangan dan menyetujui konsep kegiatan OPAK;
b. Membentuk dan menetapkan Panitia Pengarah;
c. Menetapkan Panitia Pelaksana berdasarkan usulan dari DEMA di masing-masing tingkatan;
d. Menetapkan Panitia Pengawas berdasarkan usulan dari SEMA di masing-masing tingkatan;
e. Meminta laporan pertanggungjawaban atas kinerja Panitia Pengarah, Panitia Pelaksana, dan
Panitia Pengawas;
f. Menegur dan memberikan sanksi bagi Panitia Pelaksana apabila melakukan pelanggaran
berdasarkan laporan dari Panitia Pengawas.
BAGIAN KETIGA
Panitia Pengarah
Pasal 15
Panitia Pengarah terdiri dari unsur pimpinan, dosen, karyawan dan ketua-ketua organisasi
kemahasiswaan yang ditetapkan oleh Warek/Wadek Bidang Kemahasiswaan
Pasal 16
Panitia Pengarah mempunyai tugas untuk memberikan pengarahan teknis dalam pelaksanaan
kegiatan OPAK
Pasal 17
Panitia Pengarah di tingkat Universitas memiliki kewajiban:
a. Membuat konsep dasar kegiatan OPAK;

b. Membuat buku pedoman OPAK bagi peserta;


c. Memberikan penjelasan mengenai konsep dasar kegiatan OPAK kepada Panitia Pengarah di
tingkat Fakultas dan Panitia Pelaksana di tingkat Universitas;
d. Mengarahkan pelaksanaan OPAK agar berjalan sesuai dengan konsep dan aturan-aturan
terkait OPAK;
e. Melakukan evaluasi harian atas kinerja Panitia Pelaksana dan Panitia Pengawas.
Pasal 18
Panitia Pengarah di tingkat Fakultas memiliki kewajiban:
a. Membuat konsep lanjutan kegiatan OPAK;
b. Memberikan penjelasan mengenai konsep dasar dan konsep lanjutan kegiatan OPAK kepada
Panitia Pelaksana di tingkat Fakultas dan Jurusan/Program Studi;
c. Mengarahkan pelaksanaan OPAK agar berjalan sesuai dengan konsep dan aturan-aturan
terkait OPAK;
d. Melakukan evaluasi harian atas kinerja Panitia Pelaksana dan Panitia Pengawas.
Pasal 19
Panitia Pengarah memiliki hak:
a. Mendapatkan Surat Ketetapan Kepanitiaan dari Warek/Wadek Bidang Kemahasiswaan
b. Mendapatkan laporan pertanggungjawaban dari Panitia Pelaksana dan Panitia Pengawas.
Pasal 20
Panitia Pengarah memiliki kewenangan:
a. Membuat tata tertib OPAK selama tidak bertentangan dengan Pedoman Pelaksanaan Kegatan
OPAK;
b. Membuat rambu-rambu jadwal pelaksanaan OPAK;
c. Menetapkan komponen lain yang diperlukan demi kelancaran OPAK.
BAGIAN KEEMPAT
Panitia Pelaksana
Pasal 21
Panitia Pelaksana adalah mahasiswa yang ditetapkan oleh penanggung jawab berdasarkan usulan
dari DEMA di masing-masing tingkatan
Pasal 22
Alat kelengkapan Panitia Pelaksana minimal terdiri dari:
a. Ketua
b. Sekretaris
c. Bendahara
d. Divisi Acara
e. Divisi Hubungan Masyarakat
f. Divisi Konsumsi
g. Divisi Perlengkapan
h. Divisi Keamanan
i. Divisi Publikasi, Dekorasi dan Dokumentasi
Pasal 23
Untuk menjadi Panitia Pelaksana harus memenuhi persyaratan, antara lain:

a. Terdaftar sebagai mahasiswa aktif minimal pada semester II dan maksimal semester IX,
dibuktikan dengan print out KRS terakhir;
b. IPK minimal 2,75 (dua koma tujuh lima), dibuktikan dengan print out IPK terbaru;
c. Memiliki dedikasi dan loyalitas yang tinggi kepada almamater;
d. Memiliki sifat jujur, amanah, dan bertanggung jawab;
e. Tidak pernah menerima sanksi akademik dan kode etik mahasiswa;
f. Telah mengikuti dan dinyatakan lulus OPAK atau kegiatan sejenisnya, dibuktikan dengan
menunjukkan sertifikat;
g. Bersedia menaati peraturan-peraturan terkait OPAK yang berlaku di lingkungan UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta.
Pasal 24
Panitia Pelaksana mempunyai tugas dan wewenang:
a. Menghimpun data-data para Peserta;
b. Membuat Tata Tertib dan aturan lain terkait teknis pelaksanaan OPAK, selama tidak
bertentangan dengan Pedoman Pelaksanaan Kegiatan OPAK;
c. Berkoordinasi dengan semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan OPAK, termasuk
organisasi-organisasi kemahasiswaan di masing-masing tingkatannya;
d. Memberikan bimbingan, asuhan, arahan, dan pelayanan kepada peserta sesuai dengan tujuan
OPAK;
e. Melaksanakan kegiatan OPAK sesuai rencana yang telah ditetapkan, dengan memperhatikan
efektivitas dan waktu-waktu sholat;
f. Melakukan penilaian terhadap semua perilaku dan kegiatan peserta;
g. Memberikan sanksi edukatif bagi Peserta yang melakukan kesalahan dan/atau melanggar
kewajiban sebagaimana yang telah diatur, sesuai dengan batasan-batasan yang ditentukan;
h. Memberikan sertifikat kepada Peserta yang dinyatakan lulus.
Pasal 25
Panitia Pelaksana berkewajiban:
a. Memenuhi dan menyelesaikan persyaratan sebagai Panitia sesuai dengan ketentuan yang
berlaku;
b. Mematuhi Kode Etik Mahasiswa;
c. Berbusana sopan dan formal, mengenakan jas almamater dan/atau seragam organisasi
kemahasiswaan, serta menggunakan tanda pengenal Panitia Pelaksana selama kegiatan
berlangsung;
d. Menjalankan tugas dan wewenangnya;
e. Mematuhi Pedoman Pelaksaan Kegiatan OPAK, serta segala ketentuan OPAK yang disepakati
bersama;
f. Memenuhi hak-hak peserta sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
g. Menampilkan perilaku/akhlak yang baik dan memberikan contoh yang baik kepada Peserta;
h. Melaporkan seluruh kegiatan OPAK, baik dari segi kegiatan maupun keuangan kepada Rektor
melalui Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan di tingkat Universitas dan kepada Dekan
melalui Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan di tingkat Fakultas dan Jurusan/Program Studi
secara tertulis;
i. Tidak melakukan perbuatan dan tindakan yang dapat mengganggu berjalannya OPAK;
j. Tidak melakukan tindakan atau perbuatan asusila;
k. Tidak membawa dan mengkonsumsi minuman keras dan/atau obat-obatan yang dilarang oleh
undang-undang;

l. Tidak membawa senjata tajam dan/atau barang lain yang dapat membahayakan keselamatan
diri sendiri dan orang lain;
m. Tidak melakukan tindakan yang mengarah pada pencideraan fisik dan gangguan psikis;
n. Tidak menyuarakan yel-yel atau orasi yang bernuansa SARA;
o. Tidak melakukan kegiatan tambahan di luar agenda/jadwal yang ditetapkan.
Pasal 26
Panitia Pelaksana memiliki hak:
a. Mendapatkan Surat Ketetapan Kepanitiaan dari Warek/Wadek Bidang Kemahasiswaan
b. Mendapatkan penjelasan tentang konsep kegiatan dari Panitia Pengarah
c. Mendapatkan fasilitas-fasilitas sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
d. Melakukan pembelaan diri sebelum dijatuhkan sanksi oleh Penanggung Jawab atas kesalahan
atau pelanggaran terhadap Pedoman Pelaksanaan Kegiatan OPAK;

(1)
(2)
(3)
(4)

BAGIAN KELIMA
Panitia Pengawas
Pasal 27
Badan Pengawas OPAK (BANWASPAK) adalah lembaga Ad-Hoc yang berfungsi sebagai
Panitia Pengawas;
BANWASPAK dibentuk oleh SEMA-U;
Calon anggota BANWASPAK yang terpilih diajukan kepada Warek Bidang Kemahasiswaan
untuk selanjutnya disahkan melalui Surat Ketetapan;
Hal-hal teknis terkait pelaksanaan tugas BANWASPAK diatur lebih lanjut oleh SEMA-U
bersama anggota BANWASPAK terpilih.

Pasal 28
Syarat untuk menjadi anggota BANWASPAK, antara lain:
a. Terdaftar sebagai mahasiswa aktif minimal pada semester IV dan maksimal semester IX,
dibuktikan dengan print out KRS terakhir;
b. IPK minimal 3,00 (tiga koma nol nol), dibuktikan dengan print out IPK terbaru;
c. Memiliki dedikasi dan loyalitas yang tinggi kepada almamater;
d. Memiliki sifat jujur, amanah, dan bertanggung jawab;
e. Tidak pernah menerima sanksi akademik dan kode etik mahasiswa;
f. Telah mengikuti dan dinyatakan lulus OPAK atau kegiatan sejenisnya, dibuktikan dengan
menunjukkan sertifikat;
g. Bersedia menaati peraturan-peraturan terkait OPAK yang berlaku di lingkungan UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta.
Pasal 29
BANWASPAK mempunyai tugas dan wewenang:
a. Melaksanakan fungsi pemantauan dan pengawasan kegiatan OPAK, dengan mencatat dan
melaporkan hal-hal penting dan pelanggaran-pelanggaran yang ada selama OPAK
berlangsung;
b. Mencatat kegiatan dan materi apakah berlangsung sesuai dengan aturan-aturan terkait OPAK
yang telah ditetapkan;
c. Mencatat panitia dan pemateri apakah berlangsung sesuai dengan jadwal dan dengan aturanaturan terkait OPAK yang telah ditetapkan;
d. Memberi teguran secara lisan ataupun tulisan kepada panitia apabila bertindak dan bertingkah
laku atau memberi contoh yang tidak baik kepada peserta;

e. Mengawasi panitia menjalankan kewajibannya sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan;


f. Mengadvokasi permasalahan dan pelanggaran yang ada dalam OPAK kepada pimpinan di
masing-masing tingkatannya melalui Warek/Wadek Bidang Kemahasiswaan untuk
ditindaklanjuti.
Pasal 30
BANWASPAK berkewajiban:
a. Memenuhi dan menyelesaikan persyaratan sebagai BANWASPAK sesuai dengan ketentuan
yang berlaku;
b. Mematuhi Kode Etik Mahasiswa;
c. Berbusana sopan dan formal, mengenakan jas almamater dan/atau seragam BANWASPAK,
serta menggunakan tanda pengenal BANWASPAK selama kegiatan berlangsung;
d. Mematuhi dan mengawasi pelaksanaan Pedoman Pelaksanaan Kegiatan OPAK, serta segala
ketentuan OPAK yang ditetapkan;
e. Menampilkan perilaku/akhlak yang baik dan memberikan contoh yang baik kepada peserta
OPAK;
f. Berkoordinasi dengan SEMA-F di tingkat Fakultas dalam melaksanakan tugasnya;
g. Melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Rektor melalui Wakil Rektor Bidang
Kemahasiswaan secara tertulis;
h. Tidak melakukan intervensi terhadap kinerja panitia dan peserta;
i. Tidak memberikan sanksi yang bersifat hukuman kepada panitia dan peserta;
j. Tidak melakukan perbuatan dan tindakan yang dapat mengganggu berjalannya OPAK;
k. Tidak membawa dan mengkonsumsi minuman keras dan/atau obat-obatan yang dilarang oleh
undang-undang;
l. Tidak membawa senjata tajam dan/atau barang lain yang dapat membahayakan keselamatan
diri sendiri dan orang lain;
m. Tidak melakukan tindakan yang mengarah pada pencideraan fisik dan gangguan psikis;
n. Tidak menyuarakan yel-yel atau orasi yang bernuansa SARA;
Pasal 31
BANWASPAK memiliki hak:
a. Mendapatkan Surat Ketetapan Kepanitiaan dari Warek/Wadek Bidang Kemahasiswaan
b. Mendapatkan penjelasan tentang konsep kegiatan dari Panitia Pengarah
c. Mendapatkan fasilitas-fasilitas sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
BAB VIII
MATERI DAN METODE
Pasal 32
Materi
(1) Materi OPAK harus mengandung nilai-nilai keilmuan, keislaman, dan keindonesiaan
(2) Materi OPAK terdiri atas 4 (empat) aspek, yakni:
a. Kompetensi Pengenalan Akademik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
b. Kompetensi Pengenalan Akademik Fakultas dan Jurusan/Program Studi
c. Kompetensi Pengenalan Kemahasiswaan
d. Kompetensi Pengembangan Kepribadian
Pasal 33
Aspek Kompetensi

(1) Aspek Kompetensi Pengenalan Akademik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, terdiri dari:
a. Profil UIN Syarif Hidayatullah Jakarta;
b. Pedoman Akademik;
c. Kelembagaan dan Administrasi;
d. Pola Pembinaan dan Kode Etik Mahasiswa; dan
e. Materi lain yang dianggap perlu.
(2) Aspek Kompetensi Pengenalan Fakultas dan Jurusan/Program Studi, terdiri dari:
a. Profil Fakultas dan Jurusan/Program Studi;
b. Fasilitas di Fakultas; dan
c. Kegiatan Praktikum.
(3) Aspek Kompetensi Pengenalan Kemahasiswaan, terdiri dari:
a. Tata Kelola Kegiatan Organisasi Kemahasiswaan di masing-masing tingkatan (SEMAU, DEMA-U, dan UKM/UKK di tingkat Universitas serta SEMA-F, DEMA-F,
HMJ/HMPS dan Organisasi Peminatan dan Keilmuan di tingkat Fakultas); dan
b. Pengenalan profil dan pengurus Organisasi Kemahasiswaan.
(4) Aspek Kompetensi Pengembangan Kepribadian, terdiri dari:
a. Pembentukan Akhlakul Karimah (Character Building);
b. Dasar-dasar Kecakapan Hidup (Basic of Life Skill);
c. Budaya Akademik (Academic Culture); dan
d. Belajar Efektif di Perguruan Tinggi.
Pasal 34
Pemateri
(1) Pemateri ditetapkan oleh Panitia, dengan mempertimbangkan kompetensi keilmuan dan
otoritas kelembagaan yang diakui oleh UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
(2) Otoritas kelembagaan yang dimaksud dalam ayat (1), antara lain:
a. Unsur Rektorat (Pimpinan Universitas);
b. Unsur Dekanat (Pimpinan Fakultas);
c. Unsur Dosen dan Karyawan;
d. Unsur Pengurus Organisasi Kemahasiswaan di masing-masing tingkatan;
e. Unsur lain (Praktisi, Ilmuwan, Alumni, atau Pakar) apabila diperlukan.
(3) Pemateri menyampaikan materi sesuai dengan konsep dan Term of Reference (TOR) yang
ditentukan oleh Panitia dengan menjunjung tinggi etika keilmuan dan sopan santun.
Pasal 35
Metode
Metode penyampaian materi OPAK, dapat dilakukan dengan:
a. Ceramah
b. Diskusi dan dialog
c. Penugasan
d. Mentoring
e. Atraksi (penampilan), uji kemapuan bakat, dan kreativitas
BAB IX
EVALUASI DAN PENILAIAN
Pasal 36
Evaluasi
Evaluasi dilakukan setiap hari terhadap semua rangkaian kegiatan OPAK sesuai dengan jadwal
yang telah ditentukan.

Pasal 37
Penilaian
(1) Kelulusan Peserta didasarkan pada penilaian yang dilakukan oleh Panitia
(2) Kelulusan Peserta ditentukan dengan mempertimbangkan beberapa hal, antara lain:
a. Mengikuti seluruh rangkaian kegiatan OPAK, dibuktikan dengan presentasi kehadiran
dari seluruh sesi minimal 90%;
b. Membuat laporan berupa review materi yang disampaikan oleh pemateri;
c. Melaksanakan Tata Tertib OPAK yang ditentukan.
BAB X
PEMBIAYAAN
Pasal 38
(1) Biaya pelaksanaan OPAK dibebankan kepada PNPB/BLU dan/atau sumber lain yang halal
yang besarnya ditentukan dengan Surat Keputusan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
(2) Panitia berkewajiban memberikan laporan pertanggungjawaban kegiatan dan keuangan
dengan ketentuan:
a. Selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari setelah pelaksanaan kegiatan OPAK;
b. Laporan pertanggungjawaban keuangan dibuat secara benar sesuai dengan ketentuan
yang berlaku;
c. Laporan pertanggungjawaban kegiatan dan keuangan harus diketahui oleh pimpinan di
masing-masing tingkatan, yaitu Warek/Wadek Bidang Kemahasiswaan.
BAB XI
KETENTUAN SANKSI
Pasal 39
Bentuk Sanksi
Dalam kegiatan OPAK, sanksi yang diberikan dapat berupa:
a. Teguran dan peringatan, secara lisan ataupun tulisan;
b. Hukuman yang bersifat edukatif dan tidak menyebabkan cidera fisik atau gangguan psikis;
c. Dikeluarkan dari kegiatan OPAK;
d. Dinyatakan tidak lulus OPAK, dan harus mengikuti OPAK pada tahun berikutnya.
Pasal 40
Pemberian Sanksi
(1) Peserta yang tidak menaati kewajiban dan/atau melanggar Tata Tertib OPAK dapat dikenakan
sanksi sebagaimana dimaksud dalam pasal 39 oleh Panitia;
(2) Panitia Pelaksana yang tidak menaati kewajiban dan/atau melanggar Tata Tertib OPAK dapat
dikenakan sanksi teguran dan peringatan, secara lisan ataupun tulisan sebagaimana yang
dimaksud dalam pasal 39 huruf a oleh BANWASPAK, atau dikenakan sanksi yang dimaksud
dalam pasal 39 huruf b dan c oleh pimpinan di masing-masing tingkatannya melalui
Warek/Wadek Bidang Kemahasiswaan berdasarkan laporan dari BANWASPAK.
BAB XII
ATURAN PERALIHAN
Pasal 41

(1) Hal-hal yang belum diatur dalam Ketetapan ini, akan diatur kemudian dalam Tata Tertib
OPAK dan/atau ketentuan lain yang terkait;
(2) Tata Tertib dan/atau ketentuan lain terkait OPAK dinyatakan berlaku apabila tidak
bertentangan dengan Pedoman ini;
(3) Segala ketentuan terkait OPAK yang bertentangan dengan pedoman ini dinyatakan batal dan
tidak berlaku.
BAB XIII
PENUTUP
Pasal 42
Pedoman ini berlaku sejak disahkan. Setelah pedoman ini disahkan, agar disebarluaskan kepada
seluruh mahasiswa, khususnya kepada pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan OPAK.
Ditetapkan di : Ciputat
Pada tanggal : 02 Juli 2015
Waktu
: Pukul 16.30 WIB
SENAT MAHASISWA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
MASA BAKTI TAHUN 2015

EKO SISWANDANU
KETUA

ASEP MUHAMMAD PAJARUDDIN


SEKRETARIS

Tembusan :
1. Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta;
2. Para Wakil Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta;
3. Para Dekan Fakultas di lingkungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta;
4. Para Kepala Biro di lingkungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta;
5. Para Ketua Lembaga dan Kepala Pusat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta;
6. Para Kepala Bagian di lingkungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta;
7. Para Ketua Organisasi Kemahasiswaan di lingkungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta;
8. Arsip