Anda di halaman 1dari 25

BAB III

METODE PENELITIAN
A. Metode dan Desain Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
eksperimen. Sugiyono (2013: 72) mengartikan metode penelitian
eksperimen sebagai metode penelitian yang digunakan untuk
mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam
kondisi yang terkendalikan. Dalam penelitian ini terdapat perlakuan
(treatment) yang dilakukan terhadap variabel bebas kemudian
dilihat hasilnya pada variabel terikatnya.
Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experimental
design (desain eksperimen semu). Quasi experimental design
digunakan karena peneliti tidak bisa mengambil subjek secara
random ke dalam kelompok-kelompok, hal ini karena subjek sudah
dikelompokkan berupa kelas-kelas yang ada.
digunakan

adalah

Nonequivalent
eksperimen

nonequivalent

control

yang

group

control

design

menggunakan

Jenis desain yang


group

biasanya

kelas-kelas

design.

dipakai

atau

pada

kelompok-

kelompok yang sudah ada (Sumanto, 1995: 129). Dalam desain ini
subjek penelitian terdiri dari dua kelompok atau kelas, kelas
pertama sebagai kelas eksperimen dan kelas kedua sebagai kelas
kontrol. Kelas eksperimen adalah kelas yang akan mendapatkan
pembelajaran
sedangkan

dengan

kelas

media

kontrol

pembelajaran

adalah

kelas

berbasis

yang

lectora,

mendapatkan

pembelajaran tanpa menggunakan media pembelajaran berbasis

52

lectora. Sebelum diberikan perlakuan (treatment) kedua kelas akan


diberikan tes awal untuk mengetahui kemampuan awal masingmasing kelas. Setelah perlakuan yang berbeda diberikan kepada
kedua kelompok tersebut selanjutnya akan diberikan tes akhir
untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang diberikan terhadap
masing-masing kelompok atau kelas. Menurut Sugiyono (2013: 79)
desain penelitian nonequivalent control group design

adalah

sebagai berikut :

O1

O3

O2
O4

Keterangan :
O1 & O3 : kedua kelompok diobservasi dengan pretest untuk
mengetahui hasil belajar awal dan angket untuk mengetahui
motivasi belajar.
O2 : hasil belajar siswa dan motivasi siswa setelah mengikuti
pembelajaran dengan media lectora.
O4 : hasil belajar siswa dan motivasi siswa yang tidak diberi
pembelajaran dengan media lectora.
X : perlakuan (treatment) pada kelompok eksperimen (O 1 & O2)
yaitu pembelajaran dengan media pembelajaran berbasis lectora,
sedangkan pada kelompok kontrol (O 3 & O4) pembelajaran tidak
menggunakan media pembelajaran berbasis lectora. Pengaruh
pembelajaran dengan media pembelajaran berbasis lectora adalah
(O2 O1) - (O4 O3).

53

B. Tempat dan Waktu Penelitian


Penelitian ini dilaksanakan di kelas X, jurusan Teknik
Kendaraan Ringan di SMK Muhammadiyah 1 Bantul, jalan Alamat
Jl. Parangtritis Km 12 Manding, Trirenggo, Bantul. Waktu penelitian
dimulai pada bulan mei sampai selesai.
C. Populasi dan Sampel Penelitian
1. Populasi
Menurut Sugiyono (2013: 80) populasi adalah wilayah
generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai
kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti
untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMK Muhammadiyah
1 Bantul jurusan Teknik Kendaraan Ringan yang terdiri dari
empat kelas. Populasi siswa kelas X jurusan Teknik Kendaraan
Ringan

SMK

Muhammadiyah

Bantul

Tahun

2013/2014

seluruhnya berjumlah 159 siswa.


2. Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang
dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2013: 81). Apabila
populasi

besar,

maka

sampel

digunakan

untuk

meneliti

sebagian dari populasi, kemudian hasil dari penelitian tersebut


dapat diberlakukan

untuk populasi. Dalam desain penelitian

nonequivalent control group design

sampel penelitian dipilih

secara tidak random dari populasi yang ada, hal ini karena

54

peneliti tidak mungkin mengelompokkan siswa sekehendak


peneliti, akan tetapi peneliti mengambil kelompok siswa yang
telah ada, yakni berupa kelas. Teknik yang digunakan untuk
mengambil sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik
sampling purposive. Menurut Sugiyono (2013: 85) sampling
purposive

adalah

pertimbangan

teknik

tertentu.

penentuan

Suharsimi

sampling

Arikunto

dengan

(1993:

113)

menyatakan bahwa sampling purposive dilakukan dengan


mengambil subjek bukan didasarkan atas strata atau random
tetapi didasarkan atas tujuan tertentu. Teknik ini biasanya
dilakukan karena beberapa pertimbangan, misalnya alasan
keterbatasan waktu, tenaga dan dana sehingga tidak dapat
mengambil sampel besar dan jauh. Teknik sampling purposive
dalam penelitian ini digunakan karena keterbatasan waktu,
dana dan tenaga pada peneliti, dan juga beberapa faktor lain
seperti jumlah kedua sampel yang berjumlah sama, tidak
memungkinkannya mengubah kelas yang sudah ada, serta
rekomendasi dari pihak sekolah. Melalui pertimbangan tersebut
kemudian ditentukan sampel yang diambil, yaitu siswa kelas X
TKR 2 dan kelas X TKR 4 di SMK Muhammadiyah 1 Bantul yang
masing-masing kelas berjumlah 40 siswa.
D. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu:
1. Variabel Independen (Variabel Bebas)

55

Variabel

independen

menurut

Sugiyono

(2013:

39)

adalah variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab


perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). Jadi
yang termasuk dalam variabel independen dalam penelitian ini
yaitu variabel media pembelajaran berbasis lectora insipre (X).
2. Variabel Dependen (Variabel Terikat)
Variabel dependen merupakan variabel yang dipengaruhi
atau menjadi akibat karena adanya variabel bebas (Sugiyono,
2013: 39). Jadi yang termasuk dalam variabel dependen yaitu
variabel motivasi (Y1) dan hasil belajar siswa (Y).
Untuk menghindari kesalahan dalam penafsiran variabel
dalam penelitian ini, maka perlu dijelaskan definisi operasional dari
masing-masing variabel. Adapun definisi operasional dari masingmasing variabel adalah sebagai berikut:
1.

Media pembelajaran berbasis lectora sebagai variabel bebas


(X) adalah media pembelajaran interaktif berbasis komputer
menggunakan aplikasi Lectora Inspire yang berisi teks materi,
latihan soal, soal, video

terkait materi pada mata pelajaran

memelihara roda dan ban, media pembelajaran ini dibuat


sendiri oleh peneliti.
2. Motivasi (Y1) adalah motivasi belajar yang dimiliki siswa kelas X
Teknik Kendaraan Ringan di SMK Muhammadiyah 1 Bantul pada
mata pelajaran memelihara roda dan ban. Motivasi belajar
siswa diukur menggunakan angket motivasi.

56

3. Hasil belajar (Y2) adalah skor yang diperoleh siswa kelas X


Teknik Kendaraan Ringan SMK Muhammadiyah 1 Bantul dari tes
objektif berupa soal pilihan ganda yang diberikan setelah
proses pembelajaran pada mata pelajaran memelihara roda
dan ban berlangsung.
E. Teknik Pengumpulan Data
Menurut Sugiyono (2013: 137) Kualitas data hasil penelitian
dipengaruhi oleh dua hal utama, yaitu kualitas pengumpulan data
dan kualitas instrumen penelitian, kualtias pengumpulan data
berkenaan

ketepatan

cara-cara

yang

digunakan

untuk

mengumpulkan data sedangkan kualitas instrumen penelitian


berkenaan dengan validitas dan reliabilitas instrumen.
Metode pengumpulan data adalah cara-cara yang dapat
digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data (Suharsimi
Arikunto, 2005: 100). Instrumen pengumpulan data adalah alat
bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya
mengumpulkan data agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan
dipermudah

olenya

pengumpulan

data

(Suharsimi
yang

Arikunto,

digunakan

2005:

dalam

101).

Teknik

penelitian

ini

menggunakan tes dan angket yang dilakukan sebelum dan


sesudah siswa diberi perlakuan (treatment).
1. Tes
Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan atau alat
lain

yang

digunakan

untuk

57

mengukur

ketrampilan,

pengetahuan, inteligensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki


oleh individu atau kelompok (Suharsimi Arikunto, 1993: 123).
Dalam menggunakan metode tes, peneliti menggunakan
instrumen berupa soal-soal tes yang terdiri dari beberapa butir
soal yang masing-masing mengukur variabel yang telah
ditentukan.
Menurut

Suharsimi

Arikunto

(1993:

123-124)

tes

dapat

dibedakan beberapa macam ditinjau dari sasaran atau obyek


yang akan dievaluasi, yaitu:
a. Tes kepribadian atau personality test, yaitu tes yang
digunakan untuk mengungkap kepribaian seseorang. Yang
diukur bisa self-concept, kreatifitas, disiplin, kemampuan
khusus dan sebagainya.
b. Tes bakat atau aptitude test, yaitu tes yang digunakan untuk
mengukur atau mengetahui bakat seseorang.
c. Tes

inteligensi

atau

intelligence

test,

yaitu

tes yang

digunakan untuk mengadakan estimasi atau perkiraan


terhadap

tingkat

intelektual

seseorang

dengan

cara

memberikan berbagai tugas kepada orang yang akan diukur


inteligensinya.
d. Tes sikap atau attitude test, yang sering juga disebut
dengan istilah skala sikap, yaitu alat yang digunakan untuk
mengadakan

pengukuran

seseorang.

58

terhadap

berbagai

sikap

e. Teknik poyeksi, adalah metode tetesan tinta yang diciptakan


oleh Rorschach dan disebut Rorschach Inkblot Technique.
f.

Tes minat atau measures of interest, adalah alat untuk


menggali minat seseorang terhadap sesuatu,

g. Tes

prestasi

digunakan

atau

achievement

mengukur

test,

pencapaian

yaitu

tes

seseorang

yang

setelah

mempelajari sesuatu.
Adapun jenis tes yang digunakan dalam penelitian ini
adalah tes prestasi, karena tes dilakukan untuk mengukur siswa
setelah siswa melakukan kegiatan pembelajaran. Tes yang
diberikan adalah tes objektif, dalam tes ini, subjek menjawab
pertanyaan-pertanyaan

instrumen

sesuai

dengan

tingkat

kemampuan responden dalam waktu tertentu. Dalam setiap


pertanyaan apabila responden menjawab benar maka diberi
skor 1 dan jika salah diberi skor 0. Pemberian tes ini dilakukan
sebanyak dua kali yaitu sebelum diberikan pembelajaran
menggunakan

media

lectora

dan

(pretest)

dan

setelah

diberikan pembelajaran menggunakan media lectora (postest).


Dalam penelitian ini pengukuran terhadap kemampuan kognitif
disesuaikan dengan pokok bahasan dalam silabus SMK. Untuk
itu kisi-kisi instrumen yang dibuat berdasarkan pada silabus
mata pelajaran memperbaiki roda dan ban.
2. Angket atau Kuesioner
Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang
digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam

59

arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui


(Suharsimi Arikunto, 1993: 124).
Menurut Suharsimi Arikunto (1993: 124-125) kuesioner
dapat dibedakan atas beberapa jenis, tergantung pada sudut
pandangnya:
a. Dipandang dari cara menjawab, dibedakan menjadi dua,
yaitu:
1) Kuesioner

terbuka,

yang

memberikan

kesempatan

kepada responden untuk menjawab dengan kalimatnya


sendiri.
2) Kuesioner tertutup, yang sudah disediakan jawabannya
sehingga responden tinggal memilih.
b. Dipandang dari jawaban yang diberikan ada:
1) Kuesioner langsung, yaitu responden menjawab tentang
dirinya.
2) Kuesioner tidak langsung, yaitu responden menjawab
tentang orang lain.
c. Berdasarkan bentuknya, dibedakan menjadi empat, yaitu:
1) Kuesioner pilihan ganda, yang dimaksud adalah sama
dengan kuesioner tertutup.
2) Kuesioner

isian,

yang

dimaksud

adalah

kuesioner

terbuka.
3) Check list, sebuah daftar dimana responden tinggal
membubuhkan tanda check ( ) pada kolom yang
sesuai.

60

4) Rating

scale

(skala

bertingkat),

yaitu

sebuah

pernyataan diikuti oleh kolom-kolom yang menunjukkan


tingkatan-tingkatan misalnya mulai dari sangat setuju
sampai ke sangat tidak setuju.
Adapun
penelitian

ini

angket
jika

(kuesioner)
dilihat

dari

menggunakan angket tertutup

yang
cara

digunakan
menjawab

dalam
adalah

karena jawabannya sudah

disediakan sehingga responden tinggal memilih, dilihat dari


jawaban adalah kuesioner langsung sedangkan dilihat dari
bentuknya yaitu Rating scale (skala bertingkat) karena berisi
pernyataan yang diikuti oleh kolom-kolom yang menunjukkan
tingkatan-tingkatan.
Angket yang digunakan penelitian ini menggunakan
model Likert yang terdiri dari empat pilihan jawaban yaitu
selalu, sering, kadang-kadang, dan tidak pernah. Adapun
pernyataan positif skornya adalah sebagai berikut.
a. Skor 4 untuk jawaban Selalu (SL)
b. Skor 3 untuk jawaban Sering (SR)
c. Skor 2 untuk jawaban Kadang-Kadang (KK)
d. Skor 1 untuk jawaban Tidak Pernah (TP)
Sedangkan untuk pernyataan negatif skornya berbanding
terbalik yaitu:
a. Skor 1 untuk jawaban Selalu (SL)
b. Skor 2 untuk jawaban Sering (SR)
c. Skor 3 untuk jawaban Kadang-Kadang (KK)

61

d. Skor 4 untuk jawaban Tidak Pernah (TP)


Di dalam menentukan skor menurut alternatif jawaban
dengan bobot skor yang tlah ditentukan sebagai berikut.
a. Dikatakan item positif apabila item pernyataan mendukung
nilai variabel.
b. Dikatakan item negatif apabila pernyataan tidak mendukung
item variabel.
F. Instrumen Penelitian
Pada dasarnya meneliti adalah melakukan pengukuran,
maka harus ada alat ukur yang baik. Alat ukur dalam penelitian
biasanya

dinamakan

instrumen

penelitian.

Jadi

instrumen

penelitian adalah suatu alat yang digunakan mengukur fenomena


alam

maupun

sosial

yang

diamati.

(Sugiyono,

2013:

102).

Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto (1993: 174) instrumen


adalah alat bantu yang digunakan dalam mengumpulkan data.
Ada beberapa prosedur yang ditempuh dalam pengadaan
instrumen yang baik menurut Suharsimi Arikunto (1993: 134-135)
sebagai berikut:
1. Perencanaan, meliputi perumusan tujuan, menentukan variabel,
kategorisasi variabel. Untuk tes langkah ini meliputi perumusan
tujuan dan pembuatan tabel spesifikasi.
2. Penulisan butir soal atau item kuesioner, penyusunan skala,
penyusunan pedoman wawancara.

62

3. Penyuntingan, yaitu melengkapi instrumen dengan pedoman


mengerjakan, surat pengantar, kunci jawaban, dan lain-lain yang
perlu.
4. Uji coba, baik dalam skala kecil maupun skala besar.
5.

Penganalisaan hasil, analisis item, melihat pola jawaban


peninjauan saran-saran dan sebagainya.

6. Mengadakan revisi terhadap item-item yang dirasa kurang baik,


dengan mendasarkan diri pada data yang diperoleh sewaktu uji
coba.
Penelitian ini menggunakan instrumen angket dan tes,
instrumen angket digunakan untuk mengukur variabel motivasi
siswa sedangkan instrumen tes digunakan untuk mengukur hasil
belajar siswa.
1. Instrumen variabel motivasi
Instrumen variabel motivasi digunakan untuk mengukur
motivasi siswa di kelas. Instrumen motivasi menggunakan
angket dengan skala likert. Skala likert digunakan untuk
mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau
sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2013:
93).
a. Indikator
Menurut

Kamus

Besar

Bahasa

Indonesia (KBBI)

indikator adalah sesuatu yang dapat memberikan (menjadi)


petunjuk atau keterangan.

Berikut indikator motivasi

belajar menurut Hamzah B Uno (2013: 23) antara lain:

63

1) Adanya hasrat dan keinginan berhasil.


2) Adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar.
3) Adanya harapan dan cita-cita masa depan.
4) Adanya penghargaan dalambelajar.
5) Adanya kegiatan yang menarik dalam belajar.
6) Adanya lingkungan belajar yang kondusif.
b. Kisi-kisi
Berdasarkan indikator di atas, selanjutnya disusun
kisi-kisi variable motivasi belajar :
Tabel 2. Kisi-kisi instrumen penelitian variabel motivasi
belajar
Indikator

Nomor Butir

Jumlah

Adanya hasrat dan keinginan


berhasil.
Adanya
dorongan
dan
kebutuhan dalam belajar.
Adanya harapan dan cita-cita
masa depan.
Adanya
penghargaan
dalambelajar.
Adanya
kegiatan
yang
menarik dalam belajar.
Adanya lingkungan belajar
yang kondusif
jumlah

4, 6, 10, 14, 25,


29
3, 5, 7, 9, 15, 22,
27

6
7

26, 30

8, 12, 20,

1, 2, 11, 13, 16,


19, 24, 28

17, 18, 21, 23

4
30

2. Instrumen variabel hasil belajar


Instrumen
menggunakan

penelitian
soal-soal

tes

memperbaiki roda dan ban.


a. Kisi-kisi

64

pada

variabel

pada

standar

hasil

belajar

kompetensi

Kisi-kisi instrumen penelitian ini dibuat sesuai dengan


materi pembelajaran yang sudah diajarkan. Penyusunannya
juga sesuai dengan silabus pada pelajaran memperbaiki roda
dan ban.
Tabel 3. Kisi-kisi soal
Indikator
Fungsi roda dan ban
Komponen roda

Nomor Butir
1
9, 10, 11, 12,
13, 14
6, 7, 8
2, 3, 4, 5
17, 28, 29
15, 16, 18, 19
20, 21, 22, 23
24, 25, 26, 27,
33
Nomor Butir
30, 31, 32

Tipe pelek roda


Kode spesifikasi pelek
Jenis dan karateristik ban
Komponen ban
Kode spesifikasi ban
Jenis kerusakan pada roda dan
ban
Indikator
Pemeriksaan ban
Jumlah butir soal

Jumlah
1
6
3
4
3
4
4
5
Jumlah
3
33

G. Validitas dan Reliabilitas Instrumen


1. Validitas instrumen
Valisiditas

adalah

suatu

ukuran

yang

menunjukkan

tingkat-tingkat kevalidan atau keshahihan suatu instrumen.


(Suharsimi Arikunto, 1993:136). Suatu instrumen dikatakan
valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan dan dapat
mengungkapkan data dari variabel yang diteliti secara tepat.
Sugiyono
instrumen

yang

(2013:

123) menyatakan

berupa

tes

harus

bahwa

validitas

memenuhi

validitas

konstruksi dan validitas isi, sedangkan untuk instrumen yang


bukan tes yang digunakan untuk mengukur sikap cukup

65

memenuhi validitas konstruksi. Untuk memenuhi validitas isi


maka instrumen harus disusun berdasarkan materi yang telah
diajarkan.

Dalam penelitian ini, instrumen hasil belajar

menggunakan

instrumen

berupa tes yang

telah

disusun

berdasarkan materi yang telah diajarkan, untuk menguji


validitas konstruksi dapat digunakan pendapat para ahli
judgement expert. Dalam hal ini, setelah instrumen disusun
maka selanjutnya dikonsultasikan dengan dosen pembimbing
yang akan menunjuk para ahli untuk dilakukan validitas
konstruksi.

Setelah

melakukan

bimbingan

dan

konsultasi

dengan dosen yang ditunjuk sebagai judgement expert, maka


instrumen dapat diuji cobakan kepada responden. Instrumen
motivasi siswa dalam menelitian ini menggunakan instrumen
angket

sehingga

cukup

dilakukan

validitas

konstruksi

menggunakan pendapat para ahli judgement expert.


Uji coba instrumen dilakukan untuk mendapatkan data
yang akan diolah untuk mengetahui valid atau tidaknya
instrumen

tersebut.

Pada

instrumen

bentuk

tes

dengan

alternatif jawaban salah atau benar, setelah diujikan kepada


responden, data yang didapat kemudian diolah menggunakan
rumus point biserial correlation. Point biserial correlation
digunakan untuk mencari korelasi antara item dengan seluruh
item tes yang mencari validitas item. Rumus korelasi point
biserial adalah sebagai berikut:

66

Rpbis =

MpMt
St

P
q

Dimana:
Rpbis = koefisien korelasi point biserial.
Mp

= mean skor dari subyek-subyek yang menjawab betul

item yang dicari korelasinya dengan tes.


Mt

= mean skort total (skor rata-rata dari seluruh pengikut

tes).
St

= standar deviasi skor total.

= Proporsi subyek yang menjawab betul item tersebut.


p=

Banyakny a subyek yang menjawab benar


Jumla h seluruh siswa

= 1 p (Suharsimi Arikunto, 1993: 220)

Setelah diketahui koefisien korelasi, selanjutnya dilakukan uji


signifikansi untuk mengetahui validitas setiap item soal. Uji
signifikansi dihitung dengan menggunakan uji t, yaitu sebagai
berikut:
t=

r n2
1r 2

Keterangan:
t : thitung
r : Koefisien korelasi
n : Banyaknya siswa (Sugiyono, 2012: 230)
Kemudian hasil perolehan thitung dibandingkan dengan ttabel
pada derajat kebebasan (dk) = n 2 dan taraf signifikansi () =

67

0,05. Apabila thitung ttabel, maka item soal dinyatakan valid.dan


apabila thitung < ttabel, maka item soal dinyatakan tidak valid.
Sementara pada instrumen angket motivasi, setelah
instrumen diuji cobakan kepada responden, data yang didapat
kemudian

diolah

untuk

menguji

validitas

instrumen

menggunakan teknik analisis butir, untuk menguji validitas


setiap butir maka skor-skor yang ada pada butir yang dimaksud
dikorelasikan dengan skor total. Skor butir dipandang sebagai
nilai X dan skor total dipandang sebagai nilai Y. Untuk
mengetahui validitas butir-butir instrumen angket motivasi
siswa, dalam penelitian ini menggunakan rumus Korelasi
Product Moment dari Pearson sebagai berikut:

N xy ( x ) ( y )

{ ( N X ( x ) )}{( N y ( y ) )}
2

Keterangan :
Rxy

= Koefisien korelasi antara variabel X dan Y

= Jumlah kasus

XY = Jumlah perkalian antara X dan Y


X2 = Jumlah X kuadrat
Y2

= Jumlah Y kuadrat

= Jumlah X

= Jumlah Y (Suharsimi Arikunto, 1993: 138)


Harga Rxy yang didapat kemudian dikonsultasikan ke

dalam rtabel. Sebuah

butir dapat dikatakan

valid apabila

koefisien Rxy yang diperoleh lebih besar dari rtabel. Perolehan

68

rhitung lebih besar atau sama dengan rtabel maka dapat dikatakan
bahwa instrumen tersebut dapat diterima. Bila harga r hitung lebih
kecil dari rtabel maka instrumen tersebut tidak valid atau gugur.
2. Reliabilitas instrumen
Keandalan (reliabilitas) berasal dari kata rely yang
artinya percaya dan reliabel yang dapat dipercaya (Purwanto,
2009: 153). Reliabilitas menunjuk pada satu pengertian bahwa
suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan
sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah
baik (Suharsimi Arikunto, 1993: 142).
Untuk mengetahui reliabilitas instrumen penelitian pada
instrumen berupa tes menggunakan pengujian reliabilitas
Kuder-Richardson 20 (KR-20). Teknik ini digunakan untuk
instrumen yang bentuk itemnya dengan alternatif salah atau
benar (T. Widodo, 2009: 79). Rumus KR-20 adalah sebagai
berikut:
R11 =

K
pq
( K1
)( Vt
)
Vt

Keterangan:
R11

= Reliabilitas instrumen.

= banyaknya butir pertanyaan.

Vt

= Varians total.

= proporsi subyek yang menjawab betul pada suatu butir

(proporsi subyek yang mendapat skot 1)


p=

Banyaknya subyek yang skornya1


Jumla h subyek

69

= proporsi subyek yang mendapat skor 0 (q = 1 - p)

Harga varians total (Vt) dapat dicari dengan menggunakan


rumus:

S2 =

X 2

X2
N

N
Keterangan:
X : jumlah skor total
N

: jumlah responden (Suharsimi Arikunto, 2012: 112)

Pedoman untuk menentukan tinggi rendahnya reliabilitas


suatu instrumen berdasarkan pada klasifikasi dari Sugiyono
(2009: 231) adalah sebagai berikut:
Tabel 4. Pedoman menentukan tinggi rendahnya reliabilitas
Interval koefisien
0.00 0.199
0.20 0.399
0.40 0.599
0.60 0.799
0.80 1.00

Tingkat hubungan
Sangat rendah
Rendah
Sedang
Tinggi
Sangat tinggi

Tingkat reliabilitas instrumen ditentukan berdasarkan


dengan besarnya nilai koefisien reliabilitas yang dimiliki.
Semakin tinggi koefisien reliabilitasnya maka semakin tinggi
pula reliabilitas instrumennya, begitupula sebaliknya.
Sementara pada instrumen angket, untuk mengetahui
reliabilitas

instrumen

Kuder-Richardson

21

menggunakan
(KR-21).

70

Teknik

pengujian
ini

reliabilitas

digunakan

hasil

pengukuran variabel dengan item banyak yang pilihan jawaban


ganda besifat kontinum (T. Widodo, 2009: 81). Rumus KR-21
adalah sebagai berikut:

M ( KM )
K
1{
}
K 1
K ( S D2 )

KR-21 =
Keterangan:
K

: Jumlah soal

: Rata-rata nilai tes

SD : Standar deviasi nilai tes


Tingkat

reliabilitas

instrumen

juga

ditentukan

berdasarkan dengan besarnya nilai koefisien reliabilitas yang


dimiliki. Semakin tinggi koefisien reliabilitasnya maka semakin
tinggi pula reliabilitas instrumennya, begitupula sebaliknya.
H. Teknik Analisis Data
Setelah data terkumpul dari hasil pengumpulan data. Maka
langkah berikutnya adalah mengolah data atau menganalisis data.
Karena data yang diperoleh dari hasil penelitian merupakan data
mentah yang belum memiliki makna yang berarti, maka data
tersebut harus diolah terlebih dahulu, sehingga dapat memberikan
arah untuk pengkajian lebih lanjut. Data dalam penelitian ini
berupa data kuantitatif, maka cara pengolahannya dilakukan
dengan teknik statistik.
1. Uji Normalitas
Uji normalitas pada dasarnya bertujuan untuk melihat
normal atau tidaknya data yang diperoleh dari hasil penelitian.

71

Pengujian normalitas data pada penelitian ini dilakukan dengan


menggunakan rumus chi-kuadrat (X2). Menurut Sugiyono (2012:
79) uji normalitas data dengan chi-kuadrat dilakukan dengan
cara membandingkan kurva normal yang terbentuk dari data
yang telah terkumpul (b) dengan kurva normal baku/standar
(a).

Gambar 2. (a) kurva normal baku (b) Kurva distribusi


data yang akan diuji normalitasnya (Sugiyono, 2012: 80)

Menurut

Sugiyono

(2012:

80)

untuk

menghitung

besarnya nilai chi-kuarat, maka terlebih dahulu dilakukan


langkah-langkah berikut:
a. Menentukan

jumlah

kelas

interval.

Untuk

pengujian

normalitas dengan chi-kuadrat, jumlah kelas interval = 6


(sesuai dengan kurva normal baku).
b. Menentukan panjang kelas interval (PK), yaitu:

PK =

(Data terbesarData terkecil)


Jumlah kelas interval(6)

c. Menyusun ke dalam tabel distribusi frekuensi.

72

Tabel 5. Tabel Distribusi Frekuensi

Interval

f0

fh

(f0-fh)2

f0-fh

f 0f h

Keterangan:
f0

: frekuensi/jumlah data hasil observasi

fh

: frekuensi/jumlah yang diharapkan (persentase luas

tiap bidang dikalikan dengan n)


d. Menghitung frekuensi yang diharapkan (f h).
e. Memasukkan harga-harga fh ke dalam tabel kolom fh,

sekaligus menghitung harga-harga

dan menjumlahkannya. Harga

chi-kuadrat (X2).

73

(f 0-fh) dan

f 0f h

f 0f h

merupakan harga

f.

Membandingkan harga chi-kuadrat hitung dengan chikuadrat tabel dengan ketentuan:


Jika: X2 hitung X2 tabel maka data terdistribusi normal
X2 hitung > X2 tabel maka data terdistribusi tidak
normal

2. Uji Hipotesis
Uji hipotesis yang dilakukan penelitian ini menggunakan
statistik inferensial. Statistik inferensial adalah teknik statistik
yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya
diberlakukan untuk populasi (Sugiyono, 2013: 148).

Pada

statistik inferensial ada dua kemungkinan penggunaan statistik,


yaitu statistik parametrik dan non parametrik. Jika data yang
akan dianalisis berdistribusi normal dan homogen, maka
digunakan

statistik

parametrik

dan

jika

datanya

tidak

berdistribusi normal atau tidak homogen, maka digunakan


statistik non parametrik.
Untuk

menguji

hipotesis

dalam

penelitian

ini

menggunakan uji t untuk dua sampel berpasangan. Menurut


Bambang Prasetyo dan Lina Miftahul Jannah (2013: 192) uji t
untuk dua sampel berpasangan digunakan jika variabel yang
diuji berskala rasio, namun kedua sampel yang diteliti adalah
sampel yang berhubungan.
Sebelum melakukan uji t, terlebih dahulu mencari nilai
rata-rata dan simpangan baku. Berikut ini rumusnya:

74

a. Menghitung rata-rata data (X)


X=

data
banyaknya data

b. Menghitung simpangan baku (s)


S=

(XiX )2
( n1)

Keterangan:
X

: Nilai pada tiap siswa

: Nilai rata-rata

: Jumlah siswa

: Simpangan baku (Sugiyono, 2012: 57)


kemudian menghitung harga t, rumus related sample t-

test sebagai berikut:

t=

n
n
(

21)s22 1 1
2
( 11) s 1+
+
n1 + n22 n1 n 2

X 1 X 2

Dengan derajat kebebasan (dk) =

n1 + n22

Keterangan:
t = mean dari defiasi (d) antara postest dan pretest
X1 = rerata kelompok eksperimen
X1 = rerata kelompok kontrol
n1 = banyaknya subyek kelompok eksperimen
n2 = banyaknya subyek kelompok kontrol
s1 = standar deviasi kelompok eksperimen

75

s2 = standar deviasi kelompok kontrol

Setelah melakukan perhitungan uji t, maka selanjutnya


dibandingkan dengan nilai ttabel. Terima H1, jika thitung > ttabel pada
taraf nyata = (0,05) dengan dk =

n1 + n22 . Uji yang

dilakukan pada penelitian ini adalah uji satu pihak yaitu uji
pihak kanan. Uji pihak kanan digunakan apabila hipotesis nol
(H0) berbunyi lebih kecil atau sama dengan () dan hipotesis
alternatifnya (Ha) berbunyi lebih besar (>) (Sugiyono, 2013:
164).

Gambar 3. Kurva Uji Pihak Kanan (Sugiyono, 2012: 165)

76