Anda di halaman 1dari 2

BAB I

1.1 LATAR BELAKANG


Sebagaimana diketahui keluarga merupakan bagian terkecil dari masyarakat
yang dapat mencerminkan kualitas dari suatu negara. Keluarga yang sejahtera, sehat,
harmonis, berkualitas, dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa merupakan
idaman dari setiap keluarga, oleh karena itu program-program Keluarga Berencana
telah dirubah visinya dari mewujudkan NKKBS menjadi Keluarga Berkualitas Tahun
20151. Keluarga

yang berkualitas adalah keluarga yang sejahtera, sehat, maju,

mandiri, memiliki jumlah anak yang ideal, berwawasan ke depan, bertanggung jawab,
harmonis dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dari visi tersebut terlihat
bahwa program Keluarga Berencana memiliki andil yang penting dalam upaya
meningkatkan kualitas penduduk.
Keluarga berencana merupakan salah satu upaya pelayanan kesehatan
preventif yang paling dasar dan utama. Pencegahan kematian dan kesakitan ibu
merupakan alasan utama diperlukannya pelayanan keluarga berencana1.
Perwujudan nyata dalam partisipasi program Keluarga Berencana adalah dengan
menggunakan kontrasepsi. Tetapi dilain pihak terdapat kendala berupa banyaknya
jenis kontrasepsi yang beredar dipasaran dan masyarakat hanya mampu menyebut
jenis alat atau obat kontrasepsi tersebut sedangkan informasi-infomasi mengenai
keuntungan, kekurangan, kontraindikasi maupun efek samping dari kontrasepsi
tersebut tidak mereka dapatkan, belum lagi adanya pandangan-pandangan atau norma
budaya lingkungan dan orang tua yang dapat membuat pengguna (akseptor) menjadi
ragu-ragu dalam menggunakan kontrasepsi tersebut. Untuk itu diperlukan suatu

layanan konseling agar dapat menjelaskan secara benar setiap kontrasepsi dengan
jelas mengenai keuntungan, kerugian, efek samping maupun kontraindikasinya.
Penggunaan alat dan obat kontrasepsi memang tidak dapat lepas dari efek
samping dan risiko yang kadang-kadang dapat merugikan kesehatan, namun demikian
yang harus dipikirkan adalah benefit/ keuntungan dari penggunaan alat/ obat
kontrasepsi tersebut yang lebih besar dibanding tidak menggunakan kontrasepsi.
Adapun syarat metode kontrasepsi yang ideal adalah1 :

Aman, artinya tidak menimbulkan komplikasi yang berat bila digunakan

Berdaya guna, dalam arti bila digunakan sesuai dengan aturan akan dapat
mencegah kehamilan

Dapat diterima, bukan hanya oleh akseptor tapi juga oleh lingkungan budaya
di masyarakat

Terjangkau harganya oleh masyarakat

Bila metode tersebut dihentikan penggunaannya, kesuburan akan segera


pulih, kecuali untuk kontrasepsi mantap.
Pengaturan kelahiran memiliki benefit (keuntungan) kesehatan yang nyata,

salah satu contoh pil kontrasepsi dapat mencegah terjadinya kanker uterus dan
ovarium, penggunaan kondom Program KB menentukan kualitas keluarga, karena
program ini dapat menyelamatkan kehidupan perempuan serta meningkatkan status
kesehatan ibu terutama dalam mencegah kehamilan tak diinginkan, menjarangkan
jarak kelahiran mengurangi risiko kematian bayi. Selain memberi keuntungan
ekonomi pada pasangan suami istri, keluarga dan masyarakat, KB juga dapat
mencegah penularan penyakit menular seksual, seperti HIV.