Anda di halaman 1dari 30

Bacaan Alkitab hari ini: 1 Raja-raja 4

Ada beberapa macam pengertian tentang kata hikmat.


Pertama, hikmat adalah kemampuan atau ketrampilan untuk mengerjakan
pekerjaan seni. Seorang yang bisa mengerjakan karya seni yang indah yang
tidak bisa dikerjakan oleh orang lain bisa kita sebut sebagai seorang yang
memiliki hikmat.
Kedua, hikmat adalah kemampuan untuk memahami dan mengatasi
masalah-masalah kehidupan sehari-hari. Hikmat yang dimiliki Salomo adalah
hikmat dalam pengertian yang kedua ini.
Ketiga, hikmat adalah cara pandang dan cara hidup yang secara moral
benar. Dalam kitab Amsal, Raja Salomo mengajarkan tentang hikmat dalam
pengertian yang ketiga ini. Sayangnya, kehidupan Raja Salomo tidak selalu
sesuai dengan apa yang dia ajarkan dalam kitab itu. Seorang yang memiliki
hikmat dalam pengertian ketiga ini seharusnya adalah seorang yang dapat
mengendalikan hawa nafsunya.
Keempat, hikmat adalah pola pikir yang sesuai dengan pola pikir Allah.
Dalam Perjanjian Baru, apa yang dilakukan dan dikatakan oleh Tuhan Yesus
merupakan hikmat Allah. Keselamatan melalui pengorbanan Kristus di kayu
salib merupakan hikmat Allah yang sulit dipahami oleh orang-orang yang
berpikir dalam pola pikir filsafat Yunani.
Memiliki hikmat seperti Raja Salomo memang penting dalam menjalani hidup
di dunia ini. Akan tetapi, memiliki hikmat seperti itu belum cukup! Kita perlu
memiliki hikmat yang membuat kita hidup benar secara moral; dan hikmat
seperti ini adalah hikmat yang dimulai dengan sikap takut akan Allah (Amsal
9:10; Mazmur 111:10). Hikmat yang paling tinggi adalah bila kita berpikir
dengan pola pikir Allah. Hikmat semacam inilah yang membuat Rasul Paulus
dan banyak orang beriman lainnya rela dan berani menyerahkan hidup
mereka untuk dipakai Allah. [P]
Yesaya
33:6
Masa keamanan akan tiba bagimu; kekayaan yang menyelamatkan ialah
hikmat dan pengetahuan; takut akan TUHAN, itulah harta benda Sion.

Hikmat merupakan keindahan dari kekudusan. Yakobus berkata bahwa


hikmat itu masuk akal, fleksibel, penuh pengampunan, pendamai, penuh
perhatian, suka mengunjungi, bersikap sopan, dan ramah. Hikmat itu rendah
hati, terbuka, sederhana, lembut, dan murah hati (Yak. 3:17).
Dari mana hikmat berasal? Hikmat berasal dari surga (1:5). Charles
Spurgeon menulis, Hikmat adalah keindahan hidup yang hanya bisa
dihasilkan karya Allah dalam diri kita.
Kita perlu berulang kali bertanya pada diri kita: Apa saya bertumbuh dalam
hikmat? Lagipula, kehidupan kita berjalan dinamis dan mau tidak mau kita
pasti berubah. Kita bisa bertumbuh semakin bijak dan baik setiap harinya
atau kita menjadi semakin bodoh dan bebal. Ke arah mana kita bertumbuh?
Tak ada kata terlambat untuk mulai bertumbuh dalam hikmat. Allah begitu
mengasihi kita dengan kasih yang kuat dan dahsyatkasih yang bisa
melepaskan kita dari kebodohan diri sendiri jika kita rela berserah kepadaNya. Kasih-Nya bisa mengubah manusia dengan watak yang tersulit menjadi
satu pribadi yang luar biasa indahnya. Mungkin perubahan itu agak
menyakitkan dan butuh waktu. Namun Allah tak pernah berhenti
mengusahakan perubahan kita. Ketika kita meminta kepada Allah, hikmatNya akan bertumbuh di dalam diri kita dan mengalir keluar dengan
sendirinya kepada mereka di sekitar kita.
Janji ini yang kita pegang, Tetapi apabila di antara kamu ada yang
kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah,yang
memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak
membangkit-bangkit,maka hal itu akan diberikan kepada-[mu] (1:5).
Pelajaran
Hikmat Allah

4:

Pendahuluan
Baru-baru ini beberapa anggota gereja kita menghadiri pertemuan Ligonier
tahun 1994. Diantara pembicarannya adalah Charles Colson dan R. C. Sproul.
Pembicara favorite saya adalah mantan professor saya, Dr. Bruce Waltke,
yang berbicara mengenai, What Does God Require, dari Micah 6:8. Setelah
eksposisi yang sangat baik, Dr. Waltke memberi kesempatan bertanya. Satu
pertanyaan mengenai kata-kata tertentu yang digunakan dalam teks asli dari

Micah 6:8. Saat dia mendengar perkataan itu, Dr. Waltke memiringkan kepala
kebelakang, menutup matanya, dan bersiap menjawab.
Duduk disebelah saya adalah teman dan rekan sepelayanan, Mark Sellers,
yang baru mendengar Dr. Waltke untuk pertama kali. Sangat terkesima,
terutama dengan cara Dr. Waltke bersiap menjawab pertanyaan, Mark
berkata, Saat dia menutup matanya, dia secara mental membaca teks itu,
kan? Ya, jawab saya, dengan satu tambahan penting . . . dia secara
mental membuka gulungan teks Ibrani dalam pikirannya. Saya yakin bahwa
inilah yang terjadi.
Dr. Waltke adalah salah satu ekspositor Alkitab favorite saya, dan hal
pertama yang selalu mempengaruhi saya adalah cintanya yang besar pada
Allah. Kedua adalah cinta dan komitmennya pada teks Alkitab. Dia adalah
manusia yang memiliki pengetahuan PL yang sangat luar biasa.
Suatu sukacita melihat hikmat dan pengetahuan dalam manusia. Betapa
lebih besarnya itu saat kita menemukan hikmat dan pengetahuan Allah yang
tidak terbatas. Indahnya karakter Allah adalah setiap atributnya saling
mengisi. Kita telah membahas kuasa Allah yang tak terbatasKemaha
kuasaanNyayang memampukan Dia untuk melakukan apapun yang Dia
pilih. Kita lebih jauh akan mempelajari kebaikan Allah, yang menjadi motivasi
setiap tindakan Allah terhadap mereka yang percaya, juga anugrah
umumnya terhadap yang tidak dan yang percaya. Sekarang kita membahas
hikmatNya yang tak terbatas. Saat kita membahas atribut ini bersamaan
kebaikan, hikmat, dan kuasa Allahkita mendapat penghiburan dan
penguatan yang besar.
Pengajaran Alkitab terhadap kita, adalah Dia itu maha berhikmat.
13 Tetapi pada Allahlah hikmat dan kekuatan, Dialah yang mempunyai
pertimbangan dan pengertian (Job 12:13).
28 Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang
menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak
menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya. (Isaiah 40:28).
33 O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah!
Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami
jalan-jalan-Nya! (Romans 11:33; see also Job 9:1-4; 36:5; Isaiah 31:1-2).

Tuhan itu berhikmat, hikmatnya tak terbatas:


5 Ketahuilah, Allah itu perkasa, namun tidak memandang hina apapun, Ia
perkasa dalam kekuatan akal budi (Job 36:5).
5 Besarlah Tuhan kita dan berlimpah kekuatan, kebijaksanaan-Nya tak
terhingga (Psalms 147:5).
Hikmat Allah itu lebih tinggi dari hikmat manusia:
8 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalanKu, demikianlah firman TUHAN. 9 Seperti tingginya langit dari bumi,
demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari
rancanganmu (Isaiah 55:8-9; see also Job 28:12-28; Jeremiah 51:15-17).
Hanya Tuhan saja yang berhikmat:
25 Bagi Dia, yang berkuasa menguatkan kamu, --menurut Injil yang
kumasyhurkan dan pemberitaan tentang Yesus Kristus, sesuai dengan
pernyataan rahasia, yang didiamkan berabad-abad lamanya, 26 tetapi yang
sekarang telah dinyatakan dan yang menurut perintah Allah yang abadi,
telah diberitakan oleh kitab-kitab para nabi kepada segala bangsa untuk
membimbing mereka kepada ketaatan iman-- 27 bagi Dia, satu-satunya Allah
yang penuh hikmat, oleh Yesus Kristus: segala kemuliaan sampai selamalamanya! Amin (Romans 16:25-27; see also 1 Timothy 1:17; Jude 1:25).
Tuhanlah sumber hikmat:
6 Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang
pengetahuan dan kepandaian (Proverbs 2:6).
20 Berkatalah Daniel: "Terpujilah nama Allah dari selama-lamanya sampai
selama-lamanya, sebab dari pada Dialah hikmat dan kekuatan! (Daniel
2:20).
5 Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia
memintakannya kepada Allah, --yang memberikan kepada semua orang
dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit--,maka hal itu
akan diberikan kepadanya (James 1:5).
Apa itu Hikmat?

Kita bisa menyingkat arti dari kata hikmat dengan kata tahu bagaimana
Hikmat didasarkan atas pengetahuan. Sering, hikmat dan pengetahuan
disebutkan secara bersamaan (lihat Jeremiah 10:12; 51:15; Luke 1:17 (AV);
Romans 11:33; 1 Corinthians 1:24; 2:5; Colossians 2:3; Revelation 5:12;
7:12). Hikmat tidak bisa ada tanpa suatu pengetahuan akan setiap tujuan
atau rencana. Sebagai contoh, membangun suatu Disneyland di Eropa
terlihat sebagai suatu bencana. Jika usaha ini gagal seperti kelihatannya,
karena itu didirikan dan dibangun tanpa pengetahuan akan beberapa data
yang sangat penting. Beberapa detil yang penting dibuat yang terbukti
sangat fatal bagi usaha ini. Tuhan adalah maha bijak dan juga maha tahu.
Tuhan mengetahui segala sesuatu. Para teolog menggunakan istilah
omniscient saat berbicara mengenai pengetahuan Allah yang tak terbatas.
Tuhan mengetahui segala sesuatu. Dia tahu apa yang dipikirkan manusia
(see Ezekiel 11:5; Luke 5:21-22). Dia tahu segala sesuatu yang akan terjadi.
Dia bahkan mengetahui apa yang bisa terjadi, dibawah keadaan apapun
(sebagai contoh, lihat, 1 Samuel 23:10-12; 2 Kings 8:10). Tuhan tidak bisa
merancangkan rencana yang buruk dalam mendatangkan rencana dan
janjiNya karena Dia tahu segala sesuatu. Kemaha tahuanNya mendasari
hikmatNya.
Hikmat tidak hanya sekedar pengetahuan, tapi tahu bagaimana caranya
Hikmat Allah memampukan Dia untuk tahu melakukan apapun (see 2 Peter
2:9). Hikmat diikuti keahlian untuk merumuskan suatu rencana dan
menjalankan itu dalam cara yang terbaik dan paling efektif. Bezalel adalah
seorang pemahat, seorang yang memiliki hikmat yang luar biasa dalam
seni memahat bagi Tabernacle (see Exodus 31:1-5). Joshua diberikan hikmat
untuk tahu bagaimana memimpin bangsa Israel (Deuteronomy 34:9).
Solomon meminta hikmat dan pengetahuan yang diperlukan untuk
memerintah Israel (2 Chronicles 1:7-12).
A. W. Tozer dan J. I. Packer mendefinisikan hikmat sebagai berikut:
Didalam hikmat Kitab Suci, saat digunakan pada Tuhan dan manusia yang
baik, selalu mengandung konotasi moral yang kuat. Itu dibayangkan sebagai
kemurnian, kasih, dan baik Hikmat, diantara hal lainnya, adalah
kemampuan membuat akhir yang sempurna dan mencapai akhir itu melalui
cara yang paling sempurna. Itu melihat akhir dari permulaan, sehingga tidak
perlu menebak atau menerka. Hikmat melihat segala sesuatu terfokus,

setiap bagian dalam hubungan yang benar dengan semua, dan mampu
mencapai tujuan dengan ketepatan yang sempurna.17
Hikmat adalah kekuatan untuk melihat, dan kecenderungan untuk memilih,
sisi praktis dari kebaikan moral. Hal seperti itu hanya ditemukan
kepenuhannya didalam Tuhan. Dia saja yang secara alami dan sepenuhnya
berhikmat.18
Hikmat Allah didalam Alkitab
Saat berbicara mengenai hikmat Allah, suatu gambaran lebih berharga dari
pada ribuan kata. Saat kita melihat beberapa bagian Alkitab yang berbicara
mengenai hikmat Allah, kita akan mencoba untuk mempertajam definisi
hikmat Allah dan menunjukan hubungannya dengan kehidupan kita seharihari.
Hikmat pada saat Kejatuhan Manusia: Kejadian 2 dan 3; Amsal
3
Saya harus mengakui kalau saya tidak pernah mempertimbangkan peristiwa
kejatuhan didalam Kejadian dalam kerangka hikmat Allah. Tapi, jelas bahwa
keinginan Hawa untuk hikmat berkontribusi terhadap kejatuhannya:
1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang
dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu:
"Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu
makan buahnya, bukan?" 2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah
pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, 3 tetapi tentang buah
pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu
makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati." 4 Tetapi ular itu berkata
kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati, 5 tetapi Allah
mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka,
dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang
jahat." 6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan
dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi
pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan
diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan
suaminyapun memakannya (Genesis 3:1-6, emphasis mine).
Ayat 6 memberitahu pembaca tentang bagaimana Hawa mengerti pohon
pengetahuan tentang yang baik dan jahat. Dia mengerti itu sebagai sesuatu

yang baik, baik untuk makanan. Dia melihat itu sebagai sesuatu yang
menarik untuk dilihat dan menginginkannya karena dia percaya buah pohon
itu bisa membuat dia berhikmat.
Mari kita perjelas: cara Hawa mengerti buah terlarang dipohon itu bukan
realitas. Hawa sekarang melihat buah dipohon itu seperti yang setan ingin
dia lihat. Dia melihat pohon itu menarik karena dia ditipu:
13 Karena Adam yang pertama dijadikan, kemudian barulah Hawa. 14
Lagipula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang
tergoda dan jatuh ke dalam dosa. 15 Tetapi perempuan akan diselamatkan
karena melahirkan anak, asal ia bertekun dalam iman dan kasih dan
pengudusan dengan segala kesederhanaan (1 Timothy 2:13-15).
Buah dari pohon itu tidak baik untuk dimakan, karena Tuhan telah melarang
Hawa dan suaminya untuk memakannya. Dan buah pohon itu juga tidak
membuat seseorang bijak. Pohon itu mampu melakukan sesuai dengan
namanya. Pohon itu tidak disebut pohon hikmat tapi pohon
pengetahuan akan yang baik dan jahat. Memakan buah pohon itu
memang memampukan Adam dan Hawa untuk mengetahui yang baik dan
jahat.
Hikmat bukat mengetahui baik dan jahat Hikmat adalah mengetahui baik
daripada yang jahat. Memakan buah terlarang memang membuat Adam dan
Hawa mengetahui kejahatan. Mereka mengetahui kejahatan melalui
pengalaman.19 Hal terburuk adalah Adam dan Hawa memiliki kesadaran baru
akan baik dan jahat, tapi perhatikan apa yang terjadi dalam proses. Apa
yang jahat menjadi baik dimata mereka. Memakan buah yang dilarang
Tuhan. Memakan buah adalah melakukan kejahatan. Dan melalui penipuan
setan, Hawa melihat jahat (berdasarkan definisi Allah) sebagai baik (dalam
pengertian dia, seperti yang diberikan setan).
Setelah memakan buah terlarang, hal yang tadinya baik dilihat sebagai
kejahatan. Saat Allah membuat Adam dan kemudian istrinya Hawa, mereka
(seperti seluruh ciptaan Allah) adalah baik dimataNya. Mereka diciptakan
telanjang, dan mereka tidak malu. Ketelanjangan mereka adalah baik dalam
keadaan tidak berdosa. Tapi saat mereka berdosa dengan memakan buah
dipohon itu, mereka malu akan ketelanjangan mereka dan mencoba
menutupi diri mereka. Ketelanjangan mereka tidak lagi baik tapi tidak baik
Dan hubungan yang mereka nikmat dengan Allah yang baik. Tapi saat
mereka tidak menaati Dia, mereka mencoba bersembunyi dari hadiratNay

daripada menikmatinya. Mengapa? Karena kebaikan ini (menikmati Allah)


sekarang tidak baik Mereka mengetahui baik dan jahat, tapi sekarang
labelnya telah ditukar. Apakah setan tidak bersalah melakukan apa yang
Tuhan larang?
20 Celakalah mereka yang menyebutkan kejahatan itu baik dan kebaikan itu
jahat, yang mengubah kegelapan menjadi terang dan terang menjadi
kegelapan, yang mengubah pahit menjadi manis, dan manis menjadi pahit!
(Isaiah 5:20).
Satan meyakinkan Hawa bahwa dengan memakan buah terlarang dia akan
menjadi seperti Allah, mengetahui baik dan jahat (verse 5). Dosa
setan adalah mencoba menjadi seperti Allahdengan cara dan usahanya
(Isaiah 14:14). Saya takut motivasi Hawa juga serupa. Kebenarannya adalah
dengan memakan buah dari pohon pengetahuan akan yang baik dan
jahat tidak membuat Hawa seperti Allah. Memakan buah itu adalah
ketidaktaatan; itu adalah dosa. Tuhan itu benar, dan seseorang tidak bisa
menjadi seperti Dia dengan berbuat dosa. Hawa tertipu, seperti yang
ditunjukan Paulus dalam 1 Timothy 2:14.
Tapi apakah salah Hawa ingin menjadi bijak? Jelas itu bukan dosa, benarkah?
Saat pengetahuan adalah pengetahuan akan kejahatan, maka pengabaian
adalah akibatnya. Tapi apakah Allah ingin membuat Adam dan Hawa tidak
menyadarinya? Apakah Dia melarang mereka untuk menjadi bijak? Sama
sekali tidak! Allah ingin Adam dan Hawa memiliki hikmat akan apa yang baik
dan mengabaikan apa yang jahat:
19 Kabar tentang ketaatanmu telah terdengar oleh semua orang. Sebab itu
aku bersukacita tentang kamu. Tetapi aku ingin supaya kamu bijaksana
terhadap apa yang baik, dan bersih terhadap apa yang jahat (Romans
16:19).
Hikmat Satan adalah pengetahuan akan baik dan jahat. Dan dalam
mengetahui kejahatan, Adam dan Hawa terpisah dari kenikmatan akan yang
baik
Adam dan Hawa diberikan semua kesempatan dan dorongan dari Tuhan
untuk mengenalNya, menjadi seperti Dia, dan menjadi berhikmat terhadap
semua yang baik. Mari kita memperhatikan cara Tuhan membuat semua ini
menjadi mungkin. Pertama, mereka bisa bijak mengenai apa yang baik
dengan menjadi murid dari ciptaan:

24 Betapa banyak perbuatan-Mu, ya TUHAN, sekaliannya Kaujadikan dengan


kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu. 25 Lihatlah laut itu, besar
dan luas wilayahnya, di situ bergerak, tidak terbilang banyaknya, binatangbinatang yang kecil dan besar. 26 Di situ kapal-kapal berlayar dan Lewiatan
yang telah Kaubentuk untuk bermain dengannya (Psalms 104:24-26).
5 Kepada Dia yang menjadikan langit dengan kebijaksanaan! Bahwasanya
untuk selama-lamanya kasih setia-Nya (Psalms 136:5).
19 Dengan hikmat TUHAN telah meletakkan dasar bumi, dengan pengertian
ditetapkan-Nya langit, 20 dengan pengetahuan-Nya air samudera raya
berpencaran dan awan menitikkan embun (Proverbs 3:19-20).
22 TUHAN telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya,
sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala. 23 Sudah pada
zaman purbakala aku dibentuk, pada mula pertama, sebelum bumi ada. 24
Sebelum air samudera raya ada, aku telah lahir, sebelum ada sumbersumber yang sarat dengan air. 25 Sebelum gunung-gunung tertanam dan
lebih dahulu dari pada bukit-bukit aku telah lahir; 26 sebelum Ia membuat
bumi dengan padang-padangnya atau debu dataran yang pertama. 27 Ketika
Ia mempersiapkan langit, aku di sana, ketika Ia menggaris kaki langit pada
permukaan air samudera raya, 28 ketika Ia menetapkan awan-awan di atas,
dan mata air samudera raya meluap dengan deras, 29 ketika Ia menentukan
batas kepada laut, supaya air jangan melanggar titah-Nya, dan ketika Ia
menetapkan dasar-dasar bumi, 30 aku ada serta-Nya sebagai anak
kesayangan, setiap hari aku menjadi kesenangan-Nya, dan senantiasa
bermain-main di hadapan-Nya; 31 aku bermain-main di atas muka bumi-Nya
dan anak-anak manusia menjadi kesenanganku. (Proverbs 8:22-31).
12 Tuhanlah yang menjadikan bumi dengan kekuatan-Nya, yang
menegakkan dunia dengan kebijaksanaan-Nya, dan yang membentangkan
langit dengan akal budi-Nya (Jeremiah 10:12).
15 Tuhanlah yang menjadikan bumi dengan kekuatan-Nya, yang
menegakkan dunia dengan kebijaksanaan-Nya, dan yang membentangkan
langit dengan akal budi-Nya. 16 Apabila Ia memperdengarkan suara-Nya,
menderulah bunyi air di langit, Ia menaikkan kabut awan dari ujung bumi, Ia
membuat kilat serta dengan hujan, dan mengeluarkan angin dari
perbendaharaan-Nya (Jeremiah 51:15-16).

Apakah Adam dan Hawa berharap menjadi berhikmat? Maka biarlah mereka
mempelajari ciptaan dimana mereka merupakan bagiannya. Apakah mereka
ingin mengetahui yang baik? Maka biarlah mereka mengetahuinya dalam
ciptaanNya:
24 Berfirmanlah Allah: "Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk
yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar." Dan
jadilah demikian. 25 Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala
jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat
bahwa semuanya itu baik. (Genesis 1:24-25).
Apakah Adam dan Hawa ingin mengetahui yang baik dan menjadi bijak,
seperti Allah? Maka biarlah mereka mengambil setiap kesempatan yang
Tuhan berikan bersama dengan Dia dalam suatu persekutuan dan hubungan
yang manis. Sepertinya Allah setiap hari berjalan didalam taman bersama
dengan Adam dan istrinya (Genesis 3:8). Dan pada saat mereka berdosa
dengan tidak menaatiNya, mereka mencoba untuk menghindar dari
hadapanNya. Betapa banyak yang telah mereka pelajari dari Dia dan tentang
Dia!
Apakah Adam dan Hawa ingin menjadi bijak dan pengertian? Maka biarlah
mereka menaati Allah:
6 Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi
kebijaksanaanmu dan akal budimu di mata bangsa-bangsa yang pada waktu
mendengar segala ketetapan ini akan berkata: Memang bangsa yang besar
ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi (Deuteronomy 4:6).
10 Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, semua orang yang
melakukannya berakal budi yang baik. Puji-pujian kepada-Nya tetap untuk
selamanya (Psalms 111:10).
Satan menipu Hawa dengan membuatnya percaya kalau ketidaktaatan
merupakan jalan menuju kepada hikmat tapi yang benar adalah
kebalikannya. Hikmat bukan akibat dari ketaatan atau hasil dari ketaatan.
Kita menaati Allah bukan karena kita sudah cukup berhikmat untuk
melakukan itu, tapi karena kita percaya pada Allah dan HikmatNya yang
dinyatakan dalam perintahNya. Melalui ketidaktaatan pada Allah, Adam dan
Hawa menunjukan ketidakpercayaan mereka pada Allah dan hikmatNya yang
tidak terkira.

Terakhir, Adam dan Hawa bisa menjadi berhikmat dengan memakan buat
dari pohon lain, seperti pada tempatnya, mungkin lebih terhormat, ditengah
taman pohon kehidupan. Pengertian kita akan Kejadian 3 sangat diperkaya
dengan mempertimbangkan Amsal 3.
1 Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu
memelihara perintahku, 2 karena panjang umur dan lanjut usia serta
sejahtera akan ditambahkannya kepadamu. 3 Janganlah kiranya kasih dan
setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu
pada loh hatimu, 4 maka engkau akan mendapat kasih dan penghargaan
dalam pandangan Allah serta manusia. 5 Percayalah kepada TUHAN dengan
segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. 6
Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. 7
Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN
dan jauhilah kejahatan; 8 itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu dan
menyegarkan tulang-tulangmu. 9 Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan
dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, 10 maka lumbunglumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana
pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya. 11 Hai anakku,
janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan
akan peringatan-Nya. 12 Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang
dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi. 13
Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh
kepandaian, 14 karena keuntungannya melebihi keuntungan perak, dan
hasilnya melebihi emas. 15 Ia lebih berharga dari pada permata; apapun
yang kauinginkan, tidak dapat menyamainya. 16 Umur panjang ada di
tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan. 17 Jalannya
adalah jalan penuh bahagia, segala jalannya sejahtera semata-mata. 18 Ia
menjadi pohon kehidupan bagi orang yang memegangnya, siapa yang
berpegang padanya akan disebut berbahagia. 19 Dengan hikmat TUHAN
telah meletakkan dasar bumi, dengan pengertian ditetapkan-Nya langit, 20
dengan pengetahuan-Nya air samudera raya berpencaran dan awan
menitikkan embun. (Proverbs 3:1-20, emphasis mine).
Dari penyelidikan singkat akan teks ini, beberapa kebenaran bisa dilihat dan
menjadi tafsiran yang menolong bagi Kejadian 3 dan kejatuah
manusia. Pertama, kita didorong untuk menginginkan hikmat sebagai
sesuatu yang bernilai tertinggi (see verses 13-18). Hikmat ilahi sangat
diinginkan. Setan membalikan keinginan Hawa kearah yang berlawanan
yang membawa dia dari hikmat pada kebodohandari hidup pada

kematian. Kedua, kita diberitahu bahwa hikmat ilahi nyata dalam ciptaan
(verses 19-20). Adam dan Hawa memiliki semua ciptaan dihadapan mereka
untuk mengajarkan mereka tentang hikmat Allah. Tuhan tidak menahan
hikmatNya dari mereka, tapi menyatakan itu dihadapan mereka.
Ketiga, Hikmat tidak mencegah disiplin, tapi mengakui itu sebagai bukti
kasih Allah (verses 11-12). Hawa dibawa untuk percaya kebalikannya. Setan
menyatakan Allah menahan buah terlarang karena Dia mementingkan diri
sendiri dan tidak kasih.Keempat, Hikmat adalah hasil dari ketaatan (verses 12). Satan meyakinkan Hawa kalau hikmat merupakan hasil dari
ketidaktaatannya. Kelima, untuk mendapat hikmat sejati, kita harus berhenti
mempercayai diri kita dan perkiraan kita akan apa itu baik tapi percaya
pada hikmat Allah dan perintahNya. Keenam, kita harus melihat hikmat
sebagai suatu pohon kehidupan (verses 2, 18). Saya tidak berpikir kalau
gambaran mengenai pohon kehidupan adalah suatu kebetulan. Memakan
buah dari pohon kehidupan adalah cara menujuk hikmat, dimana setan
mengubah focus dan keinginan Hawa pada pohon ini kepada pohon
terlarang.
Kejatuhan Adam dan Hawa mungkin terlihat sudah lama, peristiwa yang
tidak berhubungan dalam sejarah masa lampau, tapi jangan tertipu dengan
pengertian ini. Kita harus banyak belajar dari peristiwa Hawa dan
mengaplikasikannya dalam kehidupan kita. Seperti kata Paulus, kita harus
mencari hikmat mengenai apa yang baik dan mengabaikan yang jahat: aku
ingin supaya kamu bijaksana terhadap apa yang baik, dan bersih
terhadap apa yang jahat. (Romans 16:19b). Kita harus belajar
menfokuskan keinginan kita pada apa yang baik dan mendisiplin keinginan
yang membawa pada kehancuran kita:
6 Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan
kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah
mereka perbuat, (1 Corinthians 10:6).
11 Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai
pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan
daging yang berjuang melawan jiwa. (1 Peter 2:11).
1 Untuk pemimpin biduan. Nyanyian pengajaran bani Korah. Seperti rusa
yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan
Engkau, ya Allah (Psalms 42:1).

1 Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala
macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah. 2 Dan jadilah sama seperti bayi
yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani,
supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan (1 Peter 2:1-2).
Orang-orang Kristen pada masa kini berusaha untuk berhikmat, tapi
seringkali bukan hikmat Allah yang mereka cari. Mereka mengabaikan fakta
adanya hikmat yang salah yang harus ditolak:
13 Siapakah di antara kamu yang bijak dan berbudi? Baiklah ia dengan cara
hidup yang baik menyatakan perbuatannya oleh hikmat yang lahir dari
kelemahlembutan. 14 Jika kamu menaruh perasaan iri hati dan kamu
mementingkan diri sendiri, janganlah kamu memegahkan diri dan janganlah
berdusta melawan kebenaran! 15 Itu bukanlah hikmat yang datang dari atas,
tetapi dari dunia, dari nafsu manusia, dari setan-setan. 16 Sebab di mana
ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala
macam perbuatan jahat. 17 Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertamatama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan
dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik. 18 Dan buah
yang terdiri dari kebenaran ditaburkan dalam damai untuk mereka yang
mengadakan damai (James 3:13-18).
12 Inilah yang kami megahkan, yaitu bahwa suara hati kami memberi
kesaksian kepada kami, bahwa hidup kami di dunia ini, khususnya dalam
hubungan kami dengan kamu, dikuasai oleh ketulusan dan kemurnian dari
Allah bukan oleh hikmat duniawi, tetapi oleh kekuatan kasih karunia Allah. (2
Corinthians 1:12).
23 Peraturan-peraturan ini, walaupun nampaknya penuh hikmat dengan
ibadah buatan sendiri, seperti merendahkan diri, menyiksa diri, tidak ada
gunanya selain untuk memuaskan hidup duniawi (Colossians 2:23).
Hikmat Allah dan hikmat manusia tidak sama mereka tidak sejalan.
Memang, mereka berlawanan satu sama lain:
18 Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi
mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan
itu adalah kekuatan Allah. 19 Karena ada tertulis: "AKU AKAN
MEMBINASAKAN HIKMAT ORANG-ORANG BERHIKMAT DAN KEARIFAN ORANGORANG BIJAK AKAN KULENYAPKAN." 20 Di manakah orang yang berhikmat?
Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah

Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan? 21 Oleh karena
dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah
berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan
pemberitaan Injil. 22 Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orangorang Yunani mencari hikmat, 23 tetapi kami memberitakan Kristus yang
disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk
orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan, 24 tetapi untuk mereka yang
dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah
kekuatan Allah dan hikmat Allah. 25 Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar
hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada
manusia. (1 Corinthians 1:18-25).
1 Demikianlah pula, ketika aku datang kepadamu, saudara-saudara, aku
tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk
menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu. 2 Sebab aku telah
memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus
Kristus, yaitu Dia yang disalibkan. 3 Aku juga telah datang kepadamu dalam
kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar. 4 Baik perkataanku maupun
pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang
meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh, 5 supaya iman
kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.
6 Sungguhpun demikian kami memberitakan hikmat di kalangan mereka
yang telah matang, yaitu hikmat yang bukan dari dunia ini, dan yang bukan
dari penguasa-penguasa dunia ini, yaitu penguasa-penguasa yang akan
ditiadakan. 7 Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang
tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan
Allah bagi kemuliaan kita (1 Corinthians 2:1-7).
Kita pernah mendengar, Semua kebenaran adalah Kebenaran Allah. Dalam
satu pengertian, saya kita ini benar. Tapi satu-satunya kebenaran yang kita
kenal sebagai kebenaran adalah kebenaran yang ada dalam Kristus,
kebenaran yang dinyatakan dalam Firman Allah (John 17:17). Semua
kebenaran lain adalah klaim kebenaran yang bukan kebenaran. Satusatunya hal yang kita ketahui mengenai kebenaran lain adalah mereka
bukan kebenaran, karena Allah telah menyatakan pada kita segala
sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita
akan Dia (2 Peter 1:3-4).
Hikmat yang benar, hikmat yang merupakan pohon kehidupan tidak
datang dari bawah, dari manusia; itu datang dari atas, dari Allah. Terlalu

banyak orang Kristen yang mencoba menjadi bijak dengan membaca dari
sumber-sumber sekuler (kita bukannya harus menghindari semua bacaan
sekuler, tapi kita jangan membaca ini untuk menjadi bijak). Dan lebih banyak
lagi orang Kristen yang membaca buku dan karya yang ditulis oleh para ahli
Kristen, yang semata menyuarakan pemikiran sekuler yang dibaptis dengan
istilah rohani. Mari kita menginginkan hikmat Allah seperti pohon
kehidupan, dan mari kita melihat itu dalam Firman Allah dan mengejarnya
melalui ketaatan akan perintahNya. Mari kita tidak mengusahakan hal yang
mendatangkan kejatuhan.
6 Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang
pengetahuan dan kepandaian (Proverbs 2:6). 12 Aku, hikmat, tinggal
bersama-sama dengan kecerdasan, dan aku mendapat pengetahuan dan
kebijaksanaan. 13 Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci
kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut
penuh tipu muslihat. 14 Padaku ada nasihat dan pertimbangan, akulah
pengertian, padakulah kekuatan. 15 Karena aku para raja memerintah, dan
para pembesar menetapkan keadilan. 16 Karena aku para pembesar
berkuasa juga para bangsawan dan semua hakim di bumi. 17 Aku mengasihi
orang yang mengasihi aku, dan orang yang tekun mencari aku akan
mendapatkan daku. 18 Kekayaan dan kehormatan ada padaku, juga harta
yang tetap dan keadilan. 19 Buahku lebih berharga dari pada emas, bahkan
dari pada emas tua, hasilku lebih dari pada perak pilihan. 20 Aku berjalan
pada jalan kebenaran, di tengah-tengah jalan keadilan, 21 supaya
kuwariskan harta kepada yang mengasihi aku, dan kuisi penuh
perbendaharaan mereka. (Proverbs 8:12-21).
Hikmat Allah dalam Kristus dan GerejaNya: Efesus 1 dan 3
7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu
pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, 8 yang
dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian. 9 Sebab
Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan
rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah
ditetapkan-Nya di dalam Kristus 10 sebagai persiapan kegenapan waktu
untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik
yang di sorga maupun yang di bumi. (Ephesians 1:7-10).
8 Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah
dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang

bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu, 9 dan untuk
menyatakan apa isinya tugas penyelenggaraan rahasia yang telah berabadabad tersembunyi dalam Allah, yang menciptakan segala sesuatu, 10 supaya
sekarang oleh jemaat diberitahukan pelbagai ragam hikmat Allah kepada
pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di sorga, 11 sesuai dengan
maksud abadi, yang telah dilaksanakan-Nya dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
12 Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah
dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya. 13 Sebab itu aku
minta kepadamu, supaya kamu jangan tawar hati melihat kesesakanku
karena kamu, karena kesesakanku itu adalah kemuliaanmu. (Ephesians 3:813).
Hikmat Allah Dinyatakan Melalui Israel: Roma 9-11
Tuhan berjanji pada Abraham kalau melalui dia, dan keturunannya, semua
bangsa diseluruh bumi akan diberkati (Genesis 12:1-3). Sepertinya hal ini
akan terjadi melalui seluruh bangsa, tapi sejarah menjelaskan bangsa itu
tidak akan tunduk pada Allah dan menolak serta memberontak melawan
Allah. Bukan melalui keturunan(jamak) Abraham Tuhan mendatangkan
berkat kepada dunia, tapi melalui keturunan(tunggal) AbrahamJesus Christ:
16 Adapun kepada Abraham diucapkan segala janji itu dan kepada
keturunannya. Tidak dikatakan "kepada keturunan-keturunannya" seolaholah dimaksud banyak orang, tetapi hanya satu orang: "dan kepada
keturunanmu", yaitu Kristus (Galatians 3:16).
Dan keturunan-keturunan Abraham bukan hanya keturunan
Abraham (see Romans 9:6-13) tapi keturunan rohani Abraham:

fisik

26 Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus
Kristus. 27 Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah
mengenakan Kristus. 28 Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang
Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau
perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus. 29 Dan
jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan
Abraham dan berhak menerima janji Allah. (Galatians 3:26-29; see also
Romans 4).
Bukan melalui ketaatan dari bangsa Israel orang non-Yahudi memiliki berkat
keturunan Abraham; tapi melalui ketidaktaatan mereka:

30 Sebab sama seperti kamu dahulu tidak taat kepada Allah, tetapi sekarang
beroleh kemurahan oleh ketidaktaatan mereka, 31 demikian juga mereka
sekarang tidak taat, supaya oleh kemurahan yang telah kamu peroleh,
mereka juga akan beroleh kemurahan. 32 Sebab Allah telah mengurung
semua orang dalam ketidaktaatan, supaya Ia dapat menunjukkan
kemurahan-Nya atas mereka semua (Romans 11:30-32).
Melihat kembali pada keselamatan yang Tuhan berikan dalam Kristus, bukan
dan bahkan karena ketidaktaatan Israel, Paulus kagum akan hikmat Allah
dalam merencanakan hal seperti itu:
33 O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah!
Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami
jalan-jalan-Nya! 34 Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau
siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya? 35 Atau siapakah yang
pernah
memberikan
sesuatu
kepada-Nya,
sehingga
Ia
harus
menggantikannya? 36 Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia,
dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! . Amen
(Romans 11:33-36).
Hikmat Allah melebihi hikmat manusia dan bahkan imajinasi manusia. Tuhan
mendatangkan apa yang telah dijanjikanNya melalui cara yang tidak pernah
dibayangkan walau kita telah diberitahu lebih dulu. Hikmat Allah dilihat
dalam hubungannya dengan bangsa Israel.
Hikmat Allah dinyatakan dalam Kristus kepada Gereja: Efesus 1
Paulus menunjukan dalam Efesus 1 tentang tujuan kekal Allah untuk
mengumpulkan semua hal dalam Kristus. Didalam PL, kedatangan Yesus
Kristus sebagai Mesias yang dijanjikan secara bertahap dinyatakan secara
detil. Ini dimulai dengan janji keselamatan dari dosa dan kekalahan setan
melalui keturunan Hawa dalam Kejadian 3:15. Itu menjadi lebih jelas dalam
perjanjian Abrahamic (Genesis 12:1-3) dan Davidic (2 Samuel 7:14). Didalam
Mazmur (e.g. Psalm 22) dan Para Nabi (e.g. Isaiah 52:1353:12), semakin
banyak dikatakan mengenai Mesias, sampai Mikah 5:2, kita diberitahu
mengenai tempat kelahiranNya.
Janji Allah mendatangkan keselamatan dan berkat tidak hanya kepada orang
Yahudi tapi juga non-Yahudi. Dia menjanjikan Mesias yang adalah manusia,
keturunan Hawa dan Abraham dan Daud, tapi juga Anak Allah. Dia
memberitahu lebih dulu kedatangan Kristus dimana Dia akan ditolak dan

menderita untuk dosa manusia (Psalm 22; Isaiah 52:1353:12) dan


kedatangan kemenangan Mesias untuk mengalahkan musuhNya (Psalm 2:79; 110). Janji yang kelihatannya bertentangan ini menjadikan tujuan Allah
suatu misteri (see, for example, 1 Peter 1:10-12). Tapi dengan kedatangan
Kristus, misteri terselesaikan. Dan sekarang, seperti kata Paulus dalam
Efesus 1, semua terfokus pada Kristus. Semua tujuan Allah dan janjiNya
berpuncak dalam Kristus. Dan sekarang, menggantikan kekaguman misteri
masa lalu, kita diliputi dengan kekaguman akan hikmat Allah yang bisa
membuat semua itu terjadi.
Hikmat Allah Dinyatakan Melalui Gereja: Efesus 3
Tujuan kekal Allah adalah menyatakan hikmatNya kepada mahluk disorga
juga pada gerejaNya. Tuhan tetap menjalankan rencanaNya, yang akan
memuncak pada kedatangan AnakNya kedua kali dan mendirikan
kerajaanNya diatas bumi. Saat rencana dan program ini selesai, keseluruhan
hikmat Allah akan dinyatakan, dan hikmat ini akan dinyatakan sedemikian
hebat sehingga mengisi pujian bagi Allah dalam kekekalan.
Apakah ada yang bertanya dasar bagi setiap pujian mahluk (sorga dan bumi)
bisa selama ratusan tahun dinyatakan? Tidak heran Tuhan menunggu
waktuNya untuk menyatakan dan menyelesaikan rencana agungnya dalam
kekekalan, yang didalam puncaknya membuka hikmatNya yang tidak
terbatas.
Dalam memikirkan teks Efesus 3, tiba-tiba terpikir oleh saya bahwa Tuhan
seperti seorang penulis yang luar biasa, produser dan pengarah, walau saya
tidak akan menekankan analogi ini lebih jauh. Didalam kekekalan, tulisan
sejarah ditulis, dan tidak ada perbaikan. Rencana kekalNya diformulasikan
dalam kebaikan dan hikmatNya. Orang Israel dan orang kudus dimasa lalu
merupakan actor dan pemain dimasa lalu, dan orang kudus masa kini.
Bahkan para malaikat, termasuk setan, terlibat dalam drama yang hebat ini.
Setiap peran adalah pembagian atau, bagi yang bukan dispensation, suatu
rencan Allah yang dikerjakan. Peran I dimulai dengan penciptaan para
malaikat dan diakhiri dengan kejatuhan setan. Peran II dimulai pada
penciptaan dunia dan manusia, dimulai dengan Adam dan Hawa. Peran II
dimulai dengan pemanggilan Abraham. Peran IV dimulai dengan kelahiran
bangsa Israel di Keluaran. Peran V dimulai dengan kedatangan Kristus yang
pertama. Peran terakhir dimulai pada kedatangan Kristus yang kedua.

Tujuan dari drama yang panjang ini adalah mendemonstrasikan kemuliaan


Allah. Didalam Efesus 3, Paulus berbicara mengenai tujuan Allah dimana
Allah hadir bekerja untuk menyatakan hikmatnya melalui gereja. Saat peran
atau pasal ini disempurnakan, seluruh ciptaan, termasuk malaikat,
selamanya mengagumi akan hikmatNya dan memuji memuliakan Dia.
Apakah kita pernah bertanya mengapa Allah begitu lama memenuhi janjiNya
dan menjawab doa kita? Itu karena dramaNya lebih besar dari kita, dan Dia
telah memilih untuk memakai ribuan tahun untuk menyatakannya kepada
penonton kosmik. Apakah kita pernah bertanya mengapa kita tidak bisa
mengerti dengan tepat apa yang Tuhan lakukan, bagaimana dia
menggunakan keadaan yang paling tidak biasa (didalamnya dosa dan
pemberontakan manusia, kesakitan, kematian, kesedihan) untuk mencapai
tujuanNya? Tuhan membuat hal ini jadi misteri karena Dia menciptakan dan
menjaga keingintahuan penontonNya. Dia, penulis, produser, dan pengarah
yang agung, menciptakan akhir yang luar biasa pada peran terakhir. Dia
tidak memberitahu kita karena ini akan menghilangkan keingintahuan yang
kuat (lihat 1 Peter 1:12; 1 Corinthians 11:10).
Apakah kita pernah berpikir mengapa Tuhan memberikan kita ujian dengan
cara pribadi dan personal, suatu cara yang hanya kita sendiri sadari?
Pemikiran kita salah! Ada, seperti kata penulis Ibrani pada kita, suatu
mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi
kita (Hebrews 12:1) melihat sampai saat ini. Saat kita tahan ujian dan
pencobaan dari hidup ini, tanpa mengetahui seperti Ayub, kita hanya
percaya satu hal sajaTuhan sendiri.. Saat hidup tidak masuk akal, kita
harus melihat kepadaNya sebagai Pencipta dan Penyelesai dari iman kita,
pada Dia yang memiliki rencana besar, rencana menytakan kemuliaanNya
dan menyelesaikan apa yang baik bagi umatNya. Kita harus mempercayai
kemahabijakannya.
Betapa suatu hak istimewa bagi kita menjadi bagian dari drama besar ini dan
memiliki bagian dalam membawa pujian dan kemuliaan pada Tuhan kita! Hal
ini dengan indah dikemukakan oleh A. W. Tozer:
Dengan kebaikan Tuhan yang menginginkan kebaikan tertinggi bagi kita,
hikmat Allah yang merencanakannya, dan kuasa Tuhan untuk mencapainya,
apa kurangnya itu bagi kita? Jelas kita merupakan mahluk yang paling
dicintai dari semua mahluk.20

17

A. W. Tozer, The Knowledge of the Holy (San Francisco: Harper and Row,
Publishers, 1961), p. 66.
18

J. I. Packer, Knowing God, p. 80.

19

In Genesis 4:1, we are told Adam knew his wife. This speaks not of
intellectual knowledge, but of personal, intimate, and experiential
knowledge. I believe knowing good and evil is the knowledge of evil which
comes by experiencing it.
20

A. W. Tozer, The Knowledge of the Holy (San Francisco: Harper and Row,
Publishers, 1961), p. 70.

Mengenal Hikmat
by dmanongga @ 2007-10-06 02:09:53
Arti Hikmat
Dalam Alkitab hikmat diartikan sebagai: pengertian, pengetahuan dan
kebijaksanaan. Orang berhikmat memahami segala perkara dengan baik.
Daniel 1:17. Allah memberikan kepada keempat pemuda itu hikmat dan
keahlian dalam kesusasteraan dan ilmu. Selain itu kepada Daniel diberikanNya juga kepandaian untuk menerangkan penglihatan dan mimpi.
Amsal 8 :12. Akulah hikmat; padaku ada pengertian, kebijaksanaan dan
pengetahuan.
Pengkhotbah 8:1. Alangkah senangnya orang bijaksana. Ia tahu jawaban atas
segala perkara. Hikmat membuat dia tersenyum gembira, sehingga
wajahnya cerah senantiasa.
Sumber Hikmat
Sumber hikmat dapat berasal dari Allah, manusia lain, atau dari alam.
Namun sumber hikmat yang paling besar dan paling benar adalah dari Allah.
Semua hikmat sebenarnya berasal dari Allah. Allah menciptakan segala

sesuatu menurut hikmatNya. Karena itu takut akan Allah, menyembah


kepada Dia dan bersandar kepada Dia merupakan jalan satu-satunya
memiliki
hikmat
yang
benar.
Amsal 1:7. Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang
bodoh menghina hikmat dan didikan. 1:20. Hikmat berseru nyaring di jalanjalan, di lapangan-lapangan ia memperdengarkan suaranya, 14:33. Hikmat
selalu ada di dalam pikiran orang berbudi; tapi tertindas dalam pikiran orang
bodoh. 19:20. Jika engkau suka belajar dan mendengar nasihat, kelak
engkau menjadi orang yang berhikmat.
Daniel 1:17. Allah memberikan kepada keempat pemuda itu hikmat dan
keahlian dalam kesusasteraan dan ilmu. Selain itu kepada Daniel diberikanNya juga kepandaian untuk menerangkan penglihatan dan mimpi.
Pengkhotbah 2:26 Allah memberikan hikmat, pengetahuan dan kebahagiaan
kepada orang yang menyenangkan hati-Nya.
I Raja Raja 4:29. Allah memberikan kepada Salomo hikmat, dan pengetahuan
yang luar biasa, serta pengertian yang amat dalam.
Mazmur 19:7. Hukum TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa. Perintah
TUHAN dapat dipercaya, memberi hikmat kepada orang sederhana. 51:6
Engkau menuntut ketulusan hati; penuhilah batinku dengan hikmat-Mu.
119:66 Berilah aku hikmat dan pengetahuan, sebab aku percaya kepada
perintah-perintah-Mu.
Yeremia 10:12 TUHAN menciptakan bumi dengan kuasa-Nya, membentuk
dunia dengan hikmat-Nya, dan membentangkan langit dengan akal budiNya. 51:15 TUHAN menciptakan bumi dengan kuasa-Nya, membentuk dunia
dengan hikmat-Nya, dan membentangkan langit dengan akal budi-Nya.
Yakobus 1:5 Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat,
hendaklah ia memintakannya kepada Allah, --yang memberikan kepada
semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkitbangkit--,maka hal itu akan diberikan kepadanya.
Roma 11:33. O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan
Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak
terselami jalan-jalan-Nya! 16:27 bagi Dia, satu-satunya Allah yang penuh
hikmat, oleh Yesus Kristus: segala kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin.

Kegunaan Hikmat
Hikmat jauh lebih besar dari kekayaan dan kehormatan. Hikmat juga
memberikan umur panjang. Karena hikmat menjauhkan kita dari malapetaka
dan memberikan rasa aman. Orang berhikmat tak mudah jatuh dalam
jebakan. Orang berhikmat akan menarik orang datang kepadanya untuk
meminta nasihat atau petunjuk.
Amsal 3:16 Hikmat memberikan kepadamu umur panjang, kekayaan dan
kehormatan. 3:19 Dengan hikmat, TUHAN menciptakan bumi; dengan akal
budi-Nya Ia membentangkan langit di tempat-Nya. 4:6 Hargailah hikmat,
maka hikmat akan melindungimu; cintailah dia maka ia akan menjaga
engkau agar tetap aman. 7:5 Hikmat akan menjauhkan engkau dari
perempuan nakal, dari wanita yang memikat dengan kata-kata yang manis.
8:1. Dengar! Kebijaksanaan berseru-seru, hikmat mengangkat suara. 8:11
Akulah hikmat, lebih berharga dari berlian; tak dapat dibandingkan dengan
apa pun yang kauidamkan. 8:12. Akulah hikmat; padaku ada pengertian,
kebijaksanaan dan pengetahuan. 9:11 Hikmat akan memberikan kepadamu
umur panjang. 9:12 Apabila hikmat kaumiliki, engkau sendiri yang
beruntung. Tetapi jika hikmat kautolak, engkau sendiri pula yang dirugikan.
16:16. Mendapat hikmat jauh lebih baik daripada mendapat emas; mendapat
pengetahuan lebih berharga daripada mendapat perak. 24:14 begitu pula
hikmat baik untuk jiwamu. Jika engkau bijaksana, cerahlah masa depanmu.
Pengkhotbah 7:11. Orang hidup seharusnya berhikmat; nilai hikmat sama
dengan warisan; 7:12 sama pula dengan uang pemberi rasa aman. Apalagi
pengetahuan tentang hikmat! Siapa memilikinya akan selamat. 7:19 Hikmat
membuat pemiliknya lebih perkasa daripada sepuluh penguasa di sebuah
kota.
Apa

yang

butuh

kita

lakukan

untuk

berhikmat

Pertama, meminta hikmat dari Tuhan sendiri. Kita hanya bisa mendapat
hikmat dari Tuhan kalau kita harus bersandar kepada Tuhan, dan kalau hidup
tulus
dihadapan
Tuhan.
Kedua, menjaga hikmat kita. Kalau hikmat itu tidak dijaga maka ia akan
hilang. Hikmat adalah bagian dari cara hidup kita. Ketika cara hidup kita
serong, maka pudarlah hikmat yang ada pada kita.
Amsal 3:21. Sebab itu, berpeganglah pada hikmat dan pada pertimbangan
yang matang, anakku! Jangan sekali-kali melepaskannya, 4:8 Junjunglah

hikmat, maka engkau akan ditinggikan olehnya. Rangkullah dia, maka ia


akan mendatangkan kehormatan kepadamu. 4:11 Aku sudah mengajarkan
hikmat kepadamu dan menunjukkan cara hidup yang benar. 7:4 Anggaplah
hikmat sebagai saudaramu dan pengetahuan sebagai sahabat karibmu.
10:23. Orang bodoh senang berbuat salah; orang bijaksana gemar mencari
hikmat. 11:9. Percakapan orang jahat membinasakan; hikmat orang baik
menyelamatkan. 23:23 Ajaran yang benar, hikmat, didikan, dan pengertian-semuanya itu patut dibeli, tetapi terlalu berharga untuk dijual. 17:16.
Percuma orang bodoh menghabiskan uang mencari hikmat, sebab ia tidak
mempunyai pikiran yang sehat. 17:24. Tujuan orang yang berpengertian
ialah untuk mendapat hikmat, tetapi tujuan orang bodoh tidak menentu.
24:3. Rumah tangga dibangun dengan hikmat dan pengertian. 24:7. Orang
bodoh tidak dapat menyelami hikmat. Ia tidak dapat berkata apa-apa kalau
orang sedang membicarakan hal-hal penting. 26:16. Si pemalas
menganggap dirinya lebih berhikmat daripada tujuh orang yang memberi
jawaban yang tepat.
Pengkhotbah 9:18 Hikmat lebih berguna daripada senjata, tetapi nila setitik
merusak susu sebelanga. 10:1. Bangkai lalat membusukkan sebotol minyak
wangi, sedikit kebodohan menghilangkan hikmat yang tinggi.
Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah, maka orang harus
memperbesar tenaga, tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah
Hikmat -PKH : 10:10"You have Power in your hands when you have wisdom in your
mind"
Sebuah kisah mencatat mengenai seorang pria tua yang hidup dengan
kedua anaknya. Sebelum meninggal, ia membagikan sejumlah uang kepada
kedua anaknya dan berpesan: Gunakan uang ini baik-baik! Jadikan uang ini
sebagai modal usaha, supaya engkau menjadi orang berhasil. Tetapi ingat
pesanku ini: Jangan sampai kepalamu terkena sinar matahari Setelah
ia meninggal, kedua anaknya menggunakan uang tersebut, untuk
mendirikan usaha.
Mengingat pesan Ayahnya, setiap hari anak yang pertama datang dan
pulang dari tempat usahanya, dengan membawa payung. Ia berusaha
melindungi kepalanya supaya jangan terkena sinar matahari, dengan

demikian maka ia akan berhasil. Tetapi kenyataannya, ia bukan berhasil,


melainkan usahanya menjadi bangkrut.
Sedangkan adiknya berbeda, dalam memaknai pesan Ayahnya. Ia tidak
mau membeli payung, atau pelindung apapun untuk melindungi kepalanya
dari sinar matahari. Setiap hari ia datang pagi-pagi buta ke tempat
usahanya, ia mengerjakan segala sesuatu hingga malam hari, barulah ia
kembali ke rumah. Dengan cara ini, ia telah melindungi kepalanya sehingga
sama sekali tidak terkena sinar matahari.
"Menjadi orang berhasil", adalah dambaan semua orang. Namun
supaya benar-benar berhasil, tidak cukup hanya dengan Ilmu pengetahuan,
tetapi juga dengan hikmat dan kebijaksanaan. Kita bisa menemukan diri kita
berpendidikan tinggi, tetapi kurang menghasilkan sesuatu. Persoalan dari hal
ini, bukan karena kita bodoh, tetapi karena kita kekurangan hikmat. Itulah
sebabnya Firman Tuhan berkata: Yang terpenting untuk berhasil ialah
hikmat
Apa itu Hikmat, sehingga Alkitab berkata ia begitu penting?
Ada Tiga pengertian hikmat dalam Alkitab, yaitu pengertian secara
Teknis, pengertian secara Intelektual dan pengertian secara Rohani.
Secara Teknis, hikmat adalah keahlian yang dikaruniakan Allah untuk
mengerjakan sesuatu dengan sempurna (Kel 31:3) Talenta, keunggulan, dan
keahlian Anda terhadap sesuatu, adalah Hikmat yang dikaruniakan Allah
kepada Anda, dan dengan mengembangkannya, Anda akan terkejut bahwa
ternyata Anda bisa berhasil.
Coba tanyakan Michael Jackson, mengapa ia benar-benar berhasil
menjadi The King Of Pop? Ia menjawab pertanyaan ini dalam ruang
wawancara, bahwa ia berhasil karena ia menyadari, menghargai,
mengembangkan, dan mengunakan talenta dan keahliannya.
Coba tukarkan peran Michael Jackson dengan Gilbert Loimondong. Mintalah
Jackson untuk berkhotbah, dan biarkan Gilbert bernyanyi serta menari di
panggung. Bisakah keduanya benar-benar berhasil??? belum tentu!
Mengapa? Jawabanya adalah: Karena itu bukan keahliannya.
Hikmat adalah keahlian yang dikaruniakan Tuhan kepada seseorang.
Dan semua orang memiliki jenis hikmat ini. Itulah sebabnya entah orang
berdosa atau orang kudus bisa berhasil jika ia menggunakan talenta dan
keahliannya. Tuhan telah memberikan talenta dan keahlian kepada tiap-tiap

orang, sesuai kemampuan kita masing-masing. Persoalannya adalah apakah


kitamenyadarinya,
mengharagainya,
mengembangkannya
dan
menggunakannya?Tanyakan diri Anda sendiri!
Secara Intelektual, hikmat adalah kemampuan menyusun rencana
yang benar dan cara yang tepat untuk memperoleh hasil yang dikehendaki
(Kej 41:39). Jenis kemampuan ini disebut kebijaksanaan.
Suatu hari, Ayah meminta saya untuk memasukan tempat tidur yang
besar ke kamar tamu. Lalu saya mengajak teman untuk membantu
memindahkan benda tersebut. Kami mengangkat tempat tidur itu dengan
santai karena ringan. Namun saat kami ingin memasukannya ke dalam
kamar, ternyata kami kesulitan. Pintu kamar terlalu sempit sehingga benda
itu tidak bisa masuk. Kami tegang memegang tempat tidur itu, hingga kami
lelah dan kami melepaskannya di bawah.
Melihat tempat tidur itu belum dipindahkan, Ayah berkata: Mengapa
belum juga dipindahkan? saya menjelaskan bahwa: Pintu kamar itu terlalu
kecil, sehingga tempat tidur besar ini tidak bisa masuk Lalu Ayah saya
berkata: Oke, sekarang coba lagi.
Sekali lagi kami menggotong benda itu dan kami mendekatkannya ke
pintu kamar. Setelah itu Ayah berkata, caranya miringkan tempat tidur itu
dan masukan terlebih dahulu kaki tempat tidur itu, kami mengikuti
petunjuknya, dan tempat tidur itu berhasil dimasukan ke dalam kamar
melalui pintu yang sempit.
Mengapa benda yang besar itu bisa masuk melalui pintu yang sempit?
Jawabannya
adalah:
Karena
kami
menggunakan cara.
Hikmat adalah kemampuan menyusun cara untuk memperoleh hasil
yang dikehendaki. Persoalan seringkali kita menunda untuk melakukan
sesuatu yang membaikkan hidup kita ialah, karena kita kekurangan hikmat.
Kita tidak tahu bagaimana caranya. Namun dengan kebijaksanaan, kita bisa
berhasil.
Secara Rohani: Hikmat adalah pengetahuan yang dikaruniakan Allah
(1 Kor 12: 8) untuk mengenal Allah dan menyelami karya Allah di dalam diri
kita (1 Kor 1:20,21, Ef 1:17); untuk memecahkan persoalan yang rumit, yang
supranatural dan yang tidak dapat terselami oleh akal manusia (Kej 40-41; 1
Raja 3; Dan 2,)
Suatu hal yang seringkali membuat kita kalah, gagal, rugi, kecewa,
ialah bahwa kita tidak tahu apa yang Allah mau kita lakukan di antara
setumpuk hal yang kita anggap baik. Hikmat adalah pengetahuan tentang

apa yang Allah mau untuk kita lakukan. Hal ini termasuk suatu karunia,
yang boleh dimiliki
oleh
semua
orang,
tetapi
tidak
semua
orang telah memilikinya.
Manusia
memerlukan
hikmat
untuk dapat mengenal
Penciptanya
dengan
benar
(Ef
1:17),
untuk dapat mengerjakan sesuatu seperti yang Tuhan mau (Kel 31: 3) dan
untuk mengambil keputusan-keputusan yang tepat dalam situasi yang sulit
(I Raj 3:9, 24).
Firman Tuhan memberitahu kita bahwa hikmat bukan hanya bagian
yangbaik bagi
kehidupan,
melainkan
Hikmat
adalah
bagian
yang terpentingdalam kehidupan. Memperoleh hikmat, sungguh jauh
melebihi memperoleh emas dan memperoleh pengertian, jauh lebih
berharga dari pada mendapatkan perak.(Ams 16:16) Untuk gantinya tidak
dapat diberikan emas murni dan harganya tidak dapat ditimbang dengan
perak. Ia tidak dapat dinilai dengan emas Ofir, ataupun dengan permata
krisopras yang mahal atau dengan permata lazurit, tidak dapat diimbangi
oleh emas atau kaca, ataupun ditukar dengan permata dari emas tua. Baik
gewang, baik hablur, tidak terhitung lagi. Memiliki hikmat adalah lebih baik
dari pada mutiara. (Ayub 28:15-18)
Dengan hikmat seorang budak bisa menjadi orang berhasil,(Yusuf)
dengan hikmat seorang pemuda bisa menjadi pemimpin,(Daniel) dengan
hikmat seorang kanak-kanak bisa mengajar para ahli (Yesus), dan dengan
hikmat satu orang bisa mengatur jutaan orang (Salomo), sebab itu Yang
terpenting untuk berhasil ialah Hikmat
Pertanyaan
yang
penting
adalah: Bagaimana Sayamemperoleh Hikmat?
Ada 4 cara agar kita memperoleh Hikmat Allah:

sekarang

Pertama, Yak 1:5 Tetapi apabila di antara kamu ada yang


kekurangan hikmat, hendaklah ia memintanya kepada Allah
Jadi cara pertama untuk memperoleh hikmat ialah, dengan meminta
kepada Allah. Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya
datang pengetahuan dan kepandaian(Ams 2:6). Rasul Paulus berdoa kepada
Allah dan meminta, agar Allah memberikan hikmat kepada jemaat di Efesus
(Ef 1:16-17), Salomo berdoa dan meminta Hikmat dari Allah, dan Allah
memberikan hikmat kepada Salomo (I Raj 3:9). Kita perlu memintanya dari
Allah, karena Dialah sumber segala hikmat.

Kita boleh, untuk mempelajari ilmu-ilmu pengetahuan, tetapi untuk


memperoleh hikmat, kita perlu merendahkan hati, dan memintanya dari
Allah. Berdoalah dan minta hikmat dari Tuhan. Karena dengan hikmat
kita tahucara, untuk menggunakan ilmu pengetahuan kita.
Kedua, Ayub 28:28 Tetapi kepada manusia Ia berfirman:
Sesungguhnya takut akan Tuhan ialah hikmat, dan menjauhi
kejahatan itulah akal budi
Cara kedua untuk memperoleh hikmat ialah takut akan Tuhan. Takut
akan Tuhan ialah menghormati Tuhan, dan menjauhi kejahatan. Beberapa
orang takut kepada Tuhan, tetapi tidak takut akan Tuhan. Mereka berpikir,
Aku orang berdosa, dan Aku tidak boleh mendekat kepada Tuhan. Sudahlah,
tidak perlu beribadah, karena aku jahat."
Kita tidak perlu menjauh dari Tuhan, karena takut kepada Tuhan,
tetapi yang kita perlu ialah menghormati Tuhan. Rasa hormat kepada
Tuhan, menjauhkan diri kita dari kejahatan. Sebelum kita berkata Ya! Untuk
menghormati Allah, sampai kapanpun, kita tidak akan mampu berkata
Tidak terhadap kejahatan.
Orang saleh dalam Alkitab, seperti Henokh, Nuh, Ayub, mereka dapat
menjauhi kejahatan, bukan karena mereka hebat, melainkan karena mereka
punya hubungan yang dekat dengan Allah. Itulah sebabnya mereka punya
rasa hormat yang besar kepada Allah, sehingga walaupun semua orang
berbuat jahat, mereka tetap berkata Tidak terhadap kejahatan. Inilah yang
disebut takut akan Tuhan.
Kita perlu mendekat kepada Allah, supaya kita punya rasa hormat
terhadap Allah, dengan demikian kita mampu menjauhi kejahatan. Dan
ketika kita punya rasa hormat kepada Allah, yang mempengaruhi sampai
perbuatan dan perilaku kita, maka Tuhan akan memberitahu kita hal-hal
yang tersembunyi. Maz 25:12 berkata: Siapa orang yang takut akan Tuhan,
kepadanya Tuhan menunjukkan jalan yang harus dipilihnya dan Maz 25:14
berkata: Tuhan bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan
perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka
Daniel lebih menghormati Tuhan ketimbang raja Nebukadnezar. Ia
memilih menghormati Tuhan, dan menolak untuk menajiskan dirinya dengan
santapan raja (Dan 1:8), dan Allah mengaruniakan kepadanya hikmat,

sehingga ia bisa menjelaskan kembali mimpi raja Nebukadnezar, sekaligus


mengartikan mimpi tersebut.
Disaat kita memilih untuk menghormati Allah, kita akan mampu
menolak kejahatan, dan upahnya ialah Allah memberi kita hikmat.
Ketiga, Dan 6: 11 Demi didengarnya Daniel, bahwa surat
perintah itu telah di buat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar
atasnya, ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga
kali sehari ia berlutut, berdoa dan memuji Allahnya, Seperti yang
biasa dilakukannya
Cara ketiga untuk memperoleh hikmat ialah, dengan terbiasa sujud
menyembah Allah dalam doa dan penyembahan. Daniel biasa berlutut,
berdoa, dan memuji menyembah Allah tiga kali sehari, dan Allah
memberikan hikmat kepada Daniel, sehingga ia sepuluh kali lebih cerdas dari
semua orang berilmu (Dan 1:20).
Semakin sering kita sujud menyembah di hadapan Tuhan, dalam doa
dan pujian penyembahan, wawasan kita tentang Allah akan semakin
diperluas. Allah akan membuka rahasia-rahasia-Nya kepada kita, sehingga
kita akan menjadi orang yang cerdas dan berhikmat.
Orang-orang yang bersekutu dengan Allah dalam doa dan
penyembahan, biasanya tahu apa yang tidak dapat diajarkan oleh ilmu
pengetahuan. Mereka bisa tahu kita sedang bermasalah, mereka bisa tahu
kita sedang susah, bahkan mereka bisa tahu kalau kita sedang berdosa.
Mengapa? Karena Allah yang memberitahukannya kepada mereka.
Selain Yesus, hamba-hamba-Nya Allah, seperti Musa, Yeremia, Yesaya,
mereka bisa memberitahu apa yang akan terjadi di masa depan, karena
mereka suka bersekutu dengan Allah.
Melalui Doa dan Pujian penyembahan kepada Allah, suara kita
semakin terdengar di Sorga, sehingga Allah menjadi karib dengan kita, dan
pengetahuan-pengetahuan-Nya, diberikan-Nya kepada kita.
Sisihkanlah menit-menit Anda untuk sujud menyembah Tuhan dalam
doa dan pujian, maka engkau akan terkejut mendapati dirimu lebih cerdas
dari orang lain.
Keempat, Aku lebih berakal budi dari semua pengajarku,
sebab peringatan-peringatanmu kurenungkan. Aku lebih mengerti
dari orang-orang tua sebab aku memegang titah-titah-Mu (Maz
119: 99-100)

Cara
Keempat
untuk
memperoleh
Hikmat
ialah
dengan membaca danmerenungkan Firman Allah. Daud berkata: Aku lebih
berakal budi dan aku lebih mengerti, sebab aku merenungkan peringatanperingatan-Mu dan memegang titah-titah-Mu Daud mempelajari Firman
Allah, dan menjadikannya sebagai isi pikirannya, serta gaya hidupnya. Allah
telah mengilhami orang-orang-Nya yang Ia pilih melalui Roh Kudus, untuk
menuliskan kepada kita Apa yang Allah mau di dalam Alkitab.
Alkitab adalah Firman Allah, yang memberitahu kita mengapa kita
hidup, bagaimana kehidupan
berjalan, apa yang
harus
dihindari
dan apa yang
akan
terjadi
pada
masa
depan.
Dengan membaca dan merenungkan Firman Allah, kita akan tahu Peta
perjalanan hidup kita, sehingga kita tidak tersesat. Daud memuji Firman
Allah dengan berkata: Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi
jalanku (Maz 119:105)
Ketika Yosua menerima tanggung jawab untuk memimpin bangsa
Israel memasuki tanah Kanaan, perintah penting yang tidak boleh ia abaikan
ialah: Janganlah engkau lupa memperkatakan Taurat itu siang dan malam,
tetapi renungkanlah itu siang dan malam
Allah mengerti bahwa dengan membaca dan merenungkan Firman-Nya,
manusia akan tahu apa yang harus ia perbuat.
Selanjutnya dari ayat ini berkata: Supaya engkau bertindak hatihati. Bertindak hati-hati, dalam bahasa asli yaitu Ibrani, juga mengandung
arti supaya engkau bertindak dengan bijaksana. Jadi dengan mempelajari
dan merenungkan Firman Tuhan, seseorang dapat bertindak dengan hikmat
dan kebijaksanaan.
Kalimat selanjutnya dari ayat ini berkata: Dengan demikian,
perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung Hikmat akan
menjadikan seseorang berhasil. Itulah sebabnya Pengkhotbah 10:10
berkata:Yang terpenting untuk berhasil ialah Himat
Buatlah suatu komitmen untuk mempelajari dan merenungkan Firman
Tuhan. Belajarlah untuk mengucapkannya atau menjelaskannya kepada
orang lain karena itu akan menolong Anda supaya Anda tidak lupa. Semakin
banyak Anda mempelajari Firman Tuhan, wawasan Anda akan bertambah
tentang carakerja Allah, prinsip-prinsip Allah, dan agenda-agenda-Nya,
sehingga Anda dapat bertindak sesuai apa yang tertulis dengan penuh
kebijaksanaan.