Anda di halaman 1dari 17

KOMUNIKASI

MULTIKULTURAL
Adde Oriza Rio
Program Studi Ilmu Komunikasi
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Kristen Indonesia

NILAI-NILAI
BUDAYA
CULTURAL VALUES

Your beliefs become your thoughts. Your thoughts become your


words. Your words become your actions. Your actions become your
habits. Your habits become your values. Your values become your
destiny.
Mahatma Gandhi
On a group of theories one can found a school, but on a group of
values on can found a culture, a civilization, a new way of living
together among men.
Ignazio Silone

PENDAHULUAN
Karena nilai-nilai (values) sangat penting dalam studi komunikasi

multikultural, maka kita akan mempelajari:

1.

Bagaimana kultur membentuk persepsi kita

2.

Bagaimana kultur menanamkan seperangkat nilai-nilai (values) dalam


diri kita.

3.

Bagaiama nilai-nilai (values) itu berbeda antara budaya satu dengan


budaya lainnya.

.Kita akan mempelajari pola-pola budaya (cultural patterns), namun kita

akan mulai dengan mempelajari persepsi (perception), keyakinan (beliefs),


dan nilai-nilai (values)

PERSEPSI
Secara sederhana, persepsi adalah cara seseorang memahami dunia fisik

dan dunia sosial yang dihidupinya.

Menurut Gamble dan Gamble, persepsi adalah proses penyeleksian,

pengorganisiran, dan penafsiran data sensoris dalam suatu cara sehingga


dunia dapat dipahami.

Sensasi (data sensoris) Persepsi Pemahaman

PERSEPSI DAN KULTUR


1)

Persepsi selalu bersifat selektif

2)

Pola persepsi didapatkan melalui proses belajar

.Menurut Adler, persepsi ditentukan oleh kultur. Kita belajar melihat dunia

dengan cara tertentu berdasarkan latarbelakang budaya yang kita miliki.

.Persepsi ada dalam diri setiap manusia.


.Persepsi tersimpan dalam diri setiap manusia dalam dua bentuk yaitu

keyakinan (beliefs) dan nilai-nilai (values).

.Kombinasi antara keyakinan (beliefs) dan nilai-nilai (values) adalah pola-

pola budaya (cultural patterns)

KEYAKINAN
Menurut Rogers dan Steinfatt, keyakinan berkerja sebagai suatu sistem

penyimpanan (storage system) kandungan atau isi (content) dari


pengalaman masa lalu, termasuk pemikiran (thought), ingatan (memories),
interpretasi peristiwa. Keyakinan sangat dipengaruhi oleh kultur yang
dimiliki individu.

Menurut Purnell dan Paulanka, keyakinan adalah sesuatu yang diterima

sebagai kebenaran.

Keyakinan anda akan tercermin dari perilaku dan komunikasi anda.


Keyakinan menjadi semakin penting karena salah satu fungsi keyakinan

adalah basis dari nilai-nilai (values)

NILAI-NILAI
Menurut Rokeach, nilai-nilai (values) adalah suatu organisasi aturan yang dipelajari dan dipergunakan untuk

membuat pilihan dan menyelesaikan konflik.

Menurut Nanda dan Warms, nilai-nilai adalah ide-ide yang dimiliki bersama (shared ideas) tentang apa yang

nyata (true), benar (right), indah (beautiful) yang mendasari pola-pola budaya (cultural patterns) dan
memandu masyarakat dalam merespon lingkungan fisik dan sosial.

Menurut Albert, nilai-nilai sangat penting karena sistem nilai merepresentasikan apa yang diharapkan dan

apa yang dilarang, sehingga menjadi basis bagi kriteria penilaian atas perilaku dan tindakan sehingga
ganjaran (reward) dan sanksi (sanction) bisa diberikan.

Hofstede mengajukan beberapa topik yang berhubungan dengan nilai-nilai (values):


1.

Baik (good) VS Jahat (evil)

2.

Aman (safe) VS Berbahaya (dangerous)

3.

Jelek (ugly) VS Indah (beautiful)

4.

Abnormal VS Normal

5.

Rasional VS Irasional

6.

Bersih (clean) VS Kotor (dirty)

7.

Patut (decent) VS Tidak patut (indecent)

8.

Alamiah VS Tidak Alamiah

9.

Logis VS Paradoks

10.

Moral VS Imoral

NILAI-NILAI
Nilai-nilai (values) dapat digolongkan berdasarkan seberapa penting nilai-

nilai itu hingga membentuk kontinum terdiri dari nilai-nilai primer, nilai-nilai
sekunder, dan nilai-nilai tersier.

Nilai-nilai, pada dasarnya, bersifat normatif dan evaluatif.

POLA-POLA BUDAYA
(CULTURAL PATTERNS)
Beliefs + Values + Other elements Cultural Patterns
Menurut Samovar, Porter, dan McDaniel, pola-pola budaya (cultural

patterns) adalah sistem keyakinan dan nilai-nilai yang bekerjasama dalam


suatu kombinasi untuk menyajikan suatu model dalam mencerap dunia
secara koheren meskipun terkadang bisa inkonsisten.

VALUE DIMENSIONS
Menurut Hofstede, ada beberapa dimensi nilai (value dimensions) antara

lain:

1.

Individualisme dan Kolektivisme

2.

Penghindaran Ketidakpastian (Uncertainty Avoidance)

3.

Jarak Kekuasaan (Power Distance)

4.

Maskulinitas dan Femininitas

5.

Orientasi Jangka Panjang dan Jangka Pendek

VALUE DIMENSIONS
Individualisme
1.

Individu adalah unit sosial yang paling penting.

2.

Independensi lebih baik daripada dependensi

3.

Pencapaian individual dihargai dan diberi ganjaran

4.

Keunikan individual dianggap sebagai nilai yang sangat penting.

.Kolektivisme
1.

Kelompok/komunitas adalah unit sosial yang paling penting.

2.

Dependensi dimaknai sebagai solidaritas dan kerjasama.

3.

Pencapaian kelompok lebih penting daripada pencapaian individual

4.

Kesatuan kelompok adalah nilai yang paling penting.

VALUE DIMENSIONS
High Uncertainty Avoidance
1.

Stability

2.

Formal rules

3.

Not tolerating deviance ideas and behavior

4.

Seeking consensus

5.

Believing in absolute truth and attainment of expertise

. Low Uncertainty Avoidance


1.

Uncertainty is inherent in life

2.

Reducing rules as possible stressing in initiative, flexibility

3.

Tolerating deviance ideas and behavior

4.

Believing in their selves, not depend on expert

VALUE DIMENSIONS
High power distance kultur yang menganggap bahwa relasi kuasa itu

wajar dan alamiah sehingga musti diterima.

Low power distance kultur yang menganggap bahwa relasi kuasa harus

sebisa mungkin dikurangi dengan menekankan pada hukum, aturan, dan


norma.

VALUE DIMENSIONS
Maskulinitas male oriented different social roles between sexes
Femininitas female oriented overlapping social roles between sexes

VALUE DIMENSIONS
Long term mementingkan kondisi jangka panjang.
Short term mementingkan kondisi saat ini (sekarang) dan jangka

pendek.

VALUE ORIENTATIONS
(KLUCKHOHNS,
KLUCKHOHNS, &
STRODTBECKS)
ORIENTASI

NILAI DAN PERILAKU

Sifat manusia

Pada dasarnya jahat Campuran

Pada dasarnya baik

Manusia dan alam

Alam menundukkan Alam dan manusia


manusia
berhubungan
harmonis

Manusia
menundukkan alam

Orientasi Waktu

Berorientasi masa
lalu

Berorientasi
sekarang

Berorientasi masa
depan

Aktivitas

Being

Being in becoming

Doing

Relasi sosial

Otoriterian

Orientasi Kelompok

Individualisme