Anda di halaman 1dari 24

Ikterus Patologis et causa

Kolestasis pada Anak


B2
Alfoncius Rolando Sondakh 102008121
Natanael Fernando 102012250
Maria Magdalena Renjaan 102013004
Jessica 102013034
Richard AT 102013084
Yenny Maria Angelina 102013131
Akrestivany Tandilimbong 102013329
David Sudarman 102013395
Sally Nadia Asda 102013460

SKENARIO 2

Seorang anak usia 2 bulan dibawa kedokter dengan


keluhan utama kuning pada seluruh badannya. Ibu
mengatakan bahwa badan kuning terlihat sejak 2
minggu. Semakin lama semakin kunging. Anak
juga menjadi rewel, kurang aktif, menangis lemah
dan malas menyusu. Riwayat demam tidak ada.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan (+) sklera
ikterik, (+) jaundice di seluruh tubuh dan mukosa,
TTV dalam batas normal.

Infeksi
Kelainan
metabolik

Kelainan
genetik

Penyakit
ekstrahepatik
Penyakit
intrahepatik
Obatobatan
Fisiologis

Patologis

ANAMNESIS

Alloanamnesis kepada ibu kandung

Identitas

Nama

Usia

Keluhan Utama : kuning pada badan bayi terlihat sejak usia 2


minggu

o
o
o
o

Rewel
Kurang aktif
Menangis lemah
Malas menyusu

RPS

Di daerah mana kuning terlihat ?

Perkembangan penyakit pasien ?

Golongan darah ibu, golongan darah anak ?

Keluhan penyerta ? (demam, feses dempul, urin coklat)

Faktor pencetus ? (misal: kuning timbul setelah minum ASI)

Riwayat keluarga : ada anggota keluarga yg menderita penyakit


metabolik, hepatitis, penyakit herediter (def G6PD) ?
Riwayat kelahiran : normal atau tidak ? Bayi premature ?
Hematoma sefal ? kehamilan dengan DM, malnutrisi
intrauterine, infeksi intranatal ?
Riwayat Pribadi : riwayat imunisasi, kebiasaan minum ASI,
asupan gizi ?

PEMERIKSAAN FISIK
Penilaian kesadaran
kualitatif
TTV
Pemeriksaan fisik
abdomen
Pemeriksaan penunjang
kadar bilirubin serum &
fraksionalnya

Evaluasi diagnostik

SISTEM HEPATOBILIER

ETIOLOGI JAUNDICE

Virus:
Hepatitis A, B
Gangguan
Cytomegalovirus
metabolisme
:
Rubella
- Asam
amino
Herpers
(tirosinemia)
Varicella
- karbohidrat
Lain
:
( galaktosemia,
Tuberculosis
fruktosemia)
Toksoplasmosis
Lain-lain
: defisiensi
- Hepatitis
Sifilis
alfa-1
antitripsin,
neonatal
idiopatik
hipotiroidisme
- Hipoplasia
Duktus
Interlobular
-Atresia
Biliar
(Sindroma
-Ekstrahepatal
Alagille)
-Kista
Koleduktus
-Stenosis pada
Duktus Biliaris

KLASIFIKASI

PATOFISIOLOGI PATOLOGIS
Bilirubin

Difusi ke jaringan
Jaundice

DEFINISI

Neonatal cholestasis yaitu suatu bentuk kelainan yang diakibatkan oleh sumbatan pada duktus
biliaris yang menyebabkan berkurangnya transport bilirubin yang seharusnya dikirimkan ke usus untuk
selanjutnya dibuang melalui feses, sehingga bilirubin tidak tersalurkan dan terjadi regurgitasi kembali
kedalam hati sehingga kadar bilirubin indirek dan direk menjadi sangat tinggi dan pada beberapa kasus
terjadi toksisitas atau kern ikterus dan sirosis hepatis

ETIOLOGI

Faktor Resiko
Faktor Maternal

ras atau kelompok etnik tertentu (Asia,


Native American,Yunani)
komplikasi kehamilan (DM,
inkompatibilitas ABO dan Rh)
ASI

Faktor Perinatal

trauma lahir (sefalhematom, ekimosis)


infeksi (bakteri, virus, protozoa)

Faktor Neonatal

faktor genetik
obat (streptomisin, kloramfenikol, benzylalkohol, sulfisoxazol)
rendahnya asupan ASI
hipoglikemia, dan hipoalbuminemia.

Hiperbilirubinemia Terkonjugasi
Anak terlihat sakit/datang berobat pada usia beberapa hari
Ya

Tidak

Identifikasi
Feses alkalik
& Klasifikasi
Penilaian klinis

Pertimbangkan sepsis,
ISK, TORCH, mulai terapi
Ya Tidak

Ditemukan penyebab USG abdomen pertimbangInfeksi menunjukankan penyaobstruksi duct. kit intra heYa Tidak koledokus patik (penyakit metabolik
Obati scr Pertimbangkan obstruksi intepat penyakit hati tra hepatik)

Tegakkan diagnosa
Diagnosis banding

Tangani sesuai kewenangan


Foto terapi, IVIG, transfusi tukar
3
konsul ke ahli
gastroenterologi

PENATALAKSANAAN

Tranfusi tukar

Diberikan pada bayi dengan


kadar

bilirubin

indirek

sangat tinggi (> 20 mg/dL)

biasanya dilakukan melalui


kateter

vena

umbilikalis

yang ditempatkan pada vena


kava

inferior

atau,

jika

aliran bebas diperoleh, pada


pertemuan vena umbilikalis
dan sistem porta

Fototerapi

Fototerapi

dimulai

bila

kadar

bilirubin indirek berada antara 16


dan 18 mg/dL.

Cahaya biru maupun cahaya putih


efektif dalam menurunkan kadar
bilirubin.

Fototerapi

menyebabkan

fotokimia

yang

reaksi

manghasilkan

isomer 4Z, 15E bilirubin IX yang


reversibel

dan

lebih

larut

air.

Susunan isomer ini diekskresikan


dengan mudah dalam bentuk tidak
terkonjugasi dalam empedu.

DIAGNOSIS BANDING
Breast milk jaundice

Relatif

jarang,

disebabkan

steroid

kompleks

dalam

susu

yang

menghambat glukuronil transferase hepatik. Nasihat agar tidak


memberikan air susu ibu pada keadaan ini jarang dilakukan karena
keadaan ini dapat membaik secara spontan. Ikterus air susu ibu sering
kali disalah tafsirkan dengan ikterus akibat kekurangan cairan atau
breast feeding jaundice.
Infeksi CMV

Untuk pasien CMV balita (kongenital), maka pemeriksaan yang


dilakukan adalah pemeriksaan serologi darah dari serum anak.
Biasanya didapatkan IgM anti CMV yang positif.Bayi dengan infeksi
CMV kongenital dapat mengeluarkan virus CMV yang infektif (mudah
menular) dari orofaring (mulut dan tenggorokan) serta saluran
kencing

Atresia biliaris

suatu penyakit ikterus patologis yang didapat pada kehidupan


pascanatal dini akibat percabangan saluran bilier yang sebelumnya
paten mengalami sklerotik atresia bilier ini dapat mempengaruhi baik
cabang-cabang biliaris ekstrahepatik maupun hati. ikterus akan timbul
sejak lahir, tetapi dapat tidak nyata sampai beberapa minggu pertama.

PENCEGAHAN
Inisiasi Menyusu Dini
Pemberian cukup minum pada bayi
Meminimalisir faktor risiko

Prognosis
Prognosis pada kasus neonatal kolestasis
adalah baik jika ditangani dengan tindakan
pengobatan yang tepat, atau pada kasus tertentu
membutuhkan tindakan operatif.

KOMPLIKASI

Kernikterus : bilirubin indirek >> tidak


terikat albumin, sawar darah otak rusak
menembus sawar darah otak
Sirosis Hati : bilirubin direkk >> yang
menumpuk di hati merusak sel hati

KESIMPULAN

Bayi yang berusia 2 bulan dan timbul kuning


sejak usia 2 minggu ini menghidap penyakit
neonatal ikterus patologis et causa kolestasis.
Hal ini dapat lebih didukung jika dilakukan
pemeriksaan penunjang untuk mengetahui sebab
lain bayi 2 bulan ini bisa kuning.

u
o
Y
k
n
a
Th