Anda di halaman 1dari 29
PT. KREASI BERSAMA MAJU Jl. Benyamin Suaeb, Blok-D9, Kemayoran Jakarta 14410 SPESIFIKASI TEKNIS STRUKTUR TAHAP 1

PT. KREASI BERSAMA MAJU

Jl. Benyamin Suaeb, Blok-D9, Kemayoran Jakarta 14410

PT. KREASI BERSAMA MAJU Jl. Benyamin Suaeb, Blok-D9, Kemayoran Jakarta 14410 SPESIFIKASI TEKNIS STRUKTUR TAHAP 1

SPESIFIKASI TEKNIS STRUKTUR TAHAP 1 SPRINGHILL GOLF SUITES LOT-D9 JAKARTA UTARA

DOC. NO. 13-273/SPEK-STR /01

KONSULTAN PERENCANA

PT. KREASI BERSAMA MAJU Jl. Benyamin Suaeb, Blok-D9, Kemayoran Jakarta 14410 SPESIFIKASI TEKNIS STRUKTUR TAHAP 1

CIVIL & STRUCTURES

ISO 9001 : 2008 – Certificate No. 3402003 Setrasari Mall Blok B-4 Kav. 75, Jl. Prof. Surya Sumantri, Bandung, 40152 Telp. (62-22) 2016157-8; Fax. (62-22) 2016159; E-mail : penta@penta.co.id

DAFTAR ISI

  • A. PERSYARATAN UMUM

Umum

  • 1. ................................................................................................................

A - 1

  • 2. Lingkup Pekerjaan

A - 1

Sarana Kerja

  • 3. ....................................................................................................

A - 2

  • 4. Keselamatan Kerja

A - 2

  • 5. Gambar Dokumen

A - 2

  • 6. Ukuran ..............................................................................................................

A - 3

  • 7. Shop Drawing

...................................................................................................

A - 3

  • 8. Standard dan Aturan Yang Dipergunakan

.......................................................

A - 4

  • 9. Syarat Bahan/material dan Komponen Jadi

A - 5

  • 10. Contoh Bahan / Material & Komponen Jadi

A - 5

  • 11. Merk Pembuatan bahan / Material

A - 5

  • 12. Peninjauan dan Pengujian Bahan

A - 6

  • 13. Koordinasi Pelaksanaan

....................................................................................

A - 6

  • 14. Persyaratan Pekerjaan .....................................................................................

A - 6

  • 15. Pelaksanaan Pekerjaan

...................................................................................

A - 6

  • 16. Dasar Penentuan Ukuran / Posisi Pekerjaan

A - 7

B.

PEKERJAAN PERSIAPAN

  • 1. Lingkup Pekerjaan

B - 1

  • 2. Uraian Pekerjaan

.............................................................................................

B - 1

  • 2.1. Sarana Tapak

..........................................................................................

B - 1

  • 2.2. Pekerjaan Pembongkaran dan Pembersihan Sebelum Pelaksanaan

B - 2

  • 2.3. Pengukuran Lokasi Pembangunan

.........................................................

B - 2

  • 2.4. Pekerjaan Penentuan Patok Dasar atau Peil ±0.00

B - 2

  • 2.5. Pembuatan Tugu Patok Dasar (Bench Mark)

...........................................

B - 3

  • 2.6. Pekerjaan Papan Patok Ukur (Bouwplank)

B - 3

  • 2.7. Pekerjaan Galian Tanah

..........................................................................

B - 4

  • 2.8. Pekerjaan Pengurugan dan Pemadatan Tanah

......................................

B - 4

  • 2.9. Pekerjaan Pembongkaran dan Perbaikan Kembali

B - 5

 
  • 2.10. Pekerjaan Tanda Batas (Pagar) Area Proyek

B - 5

  • 2.11. Pekerjaan Kantor Kontraktor dan Los Kerja / Gudang

B - 5

  • 2.12. Pekerjaan Kantor Direksi/Pengawas

.......................................................

3.

Persyaratan Pelaksanaan Pekerjaan Persiapan

B - 6 B - 7

C.

PEKERJAAN STRUKTUR

1.

PEKERJAAN PONDASI TIANG PANCANG

C - 1

  • 1.1. Lingkup Pekerjaan

C - 1

  • 1.2. Persyaratan Umum

C - 1

  • 1.3. Persyaratan Bahan

.................................................................................

C - 1

  • 1.4. Persyaratan Umum Pelaksanaan

C - 2

  • 1.5. Pengangkutan, Penimbunan dan Pemeliharaan Tiang

C - 3

  • 1.6. Peralatan Pemancangan

C - 3

  • 1.7. Persiapan Pemancangan

.......................................................................

C - 3

  • 1.8. Persyaratan Pelaksanaan Pemancangan

C - 4

  • 1.9. Laporan Pemancangan

C - 6

  • 1.10. Pemancangan yang Tidak Sempurna

C - 7

  • 1.11. Gangguan / Halangan

C - 8

  • 1.12. Persyaratan Tes Beban Tiang Pancang

C - 9

  • 1.13. Tes Beban Tiang Pancang

C - 8

SpringHill Golf Suites

Persyaratan Umum Pekerjaan

SpringHill Golf Suites Persyaratan Umum Pekerjaan A. PERSYARATAN UMUM 1. U M U M. 1.1. Pada
  • A. PERSYARATAN UMUM

    • 1. U M U M.

      • 1.1. Pada dasarnya untuk dapat memahami dan menghayati dengan sebaik-baiknya seluruh seluk beluk pekerjaan ini, Kontraktor diwajibkan mempelajari secara seksama seluruh gambar pelaksanaan serta Uraian Pekerjaan dan Persyaratan Pelaksanaan Teknis seperti yang akan diuraikan dalam buku ini.

      • 1.2. Didalam hal terdapat ketidak jelasan, perbedaan-perbedaan dan/atau kesimpang- siuran informasi dalam pelaksanaan, Kontraktor diwajibkan mengadakan pertemuan dengan Direksi/MK untuk mendapat kejelasan tentang pelaksanaan pekerjaan.

        • 2. LINGKUP PEKERJAAN

          • 2.1. Pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh Kontraktor meliputi seluruh bagian pekerjaan yang dinyatakan dalam gambar pelaksanaan serta Buku Uraian Pekerjaan dan Persyaratan Pelaksanaan Teknis.

          • 2.2. Menyediakan tenaga kerja yang ahli, bahan-bahan, peralatan berikut alat bantu lainnya untuk melaksanakan bagian-bagian pekerjaan ini secara lengkap.

          • 2.3. Mengadakan pengamanan, pengawasan dan pemeliharaan terhadap bahan-bahan, alat-alat kerja maupun hasil pekerjaan selama masa pelaksanaan berlangsung, sehingga seluruh pekerjaan selesai dengan sempurna.

          • 2.4. Pekerjaan pembongkaran, pembersihan dan pengamanan dalam Area kerja sebelum pelaksanaan pekerjaan dan setelah pekerjaan pembangunan selesai. Dalam melaksanakan pembongkaran, Kontraktor wajib melaporkan terlebih dahulu kepada Direksi/MK tentang bagian bagian yang akan dibongkar untuk mendapatkan persetujuannya.

          • 2.5. Apabila dalam melaksanakan

pembongkaran terjadi kerusakan yang

diakibatkannya, Kontraktor wajib merapikan kembali. Biaya yang ditimbulkan menjadi tanggungjawab Kontraktor dan tidak dapat diajukan sebagai pekerjaan tambah.

  • 2.6. Pembuatan dan pemeliharaan saluran-saluran sementara yang dialirkan ke saluran-saluran sekitarnya yang sudah ada agar area pekerjaan ini terbebas dari banjir pada saat hujan.

  • 2.7. Pekerjaan Jaringan Air Bersih dan Ruang Pompa sesuai dengan gambar pelaksanaan dan Rencana Kerja dan Syarat-Syarat pelaksanaan pekerjaan yang diuraikan dalam buku ini.

  • 2.8. Pekerjaan Pemeriksaan / Pengecekan, terdiri dari :

1)

Pemeriksaan dan pemeliharaan tugu patok dasar yang digunakan sebagai referensi ketinggian permukaan dan yang telah ada di lapangan.

2)

Pengecekan ketinggian permukaan jalan existing, jalan baru dan kavling.

SpringHill Golf Suites

Persyaratan Umum Pekerjaan

SpringHill Golf Suites Persyaratan Umum Pekerjaan 3) Pengecekan as-as konstruksi bangunan, bukaan atau lubang yang terdapat

3)

Pengecekan as-as konstruksi bangunan, bukaan atau lubang yang terdapat pada bangunan, dan pengecekan lainnya yang dapat mempengaruhi penyelesaian pekerjaan dikemudian hari.

4)

Bila ada ketidak sesuaian antara ukuran di lapangan dengan yang terdapat pada gambar pelaksanaan, Kontraktor diwajibkan memberitahukan hal tersebut kepada Direksi/MK secara tertulis untuk mendapatkan cara penyelesaian yang terbaik.

  • 2.9. Pekerjaan galian tanah dan pengurugan kembali.

    • 3. SARANA KERJA

      • 3.1. Kontraktor wajib memasukkan identitas, nama, jabatan, keahlian masing-masing anggota kelompok kerja pelaksana pekerjaan ini dan inventarisasi peralatan yang dipergunakan untuk pekerjaan ini.

      • 3.2. Kontraktor wajib memasukan identitas tempat kerja (workshop) dan peralatan yang dimiliki, serta jadwal kerja.

      • 3.3. Kontraktor wajib menyediakan tempat penyimpanan bahan / material di lapangan yang aman dari segala kerusakan, kehilangan dan hal-hal yang dapat mengganggu pekerjaan lain yang sedang berjalan serta memenuhi persyaratan penyimpanan bahan tersebut.

        • 4. KESELAMATAN KERJA

          • 4.1. Selama pelaksanaan pekerjaan, Kontraktor wajib mengamati dan melakukan tindakan pengamanan sesuai peraturan Depnaker tentang Keselamatan Kerja yang berlaku. Selama pelaksanaan, seluruh pekerja diharuskan memakai pelindung berupa helm dan sarung tangan.

          • 4.2. Apabila dari bahan material yang dipakai ada yang mengandung bahan dasar yang beracun atau membahayakan keselamatan manusia, maka Kontraktor wajib mengamati dan melakukan tindakan pengamanan sesuai petunjuk dan saran tertulis dari perusahaan pembuat zat kimia tersebut. Selama pelaksanaan, seluruh pekerja diharuskan memakai helm, masker, sarung tangan, kacamata pelindung dan pakaian pelindung.

          • 4.3. Pelaksanaan pekerjaan sampai pekerjaan aman disentuh manusia, merupakan kewajiban Kontraktor untuk menjaga keamanan tersebut dan keselamatan terhadap diri manusia disekitarnya.

            • 5. GAMBAR DOKUMEN

              • 5.1. Mengingat setiap kesalahan maupun ketidak telitian dalam pelaksanaan suatu bagian pekerjaan selalu mempengaruhi bagian pekerjaan lainnya, maka dalam hal terdapat ketidak jelasan, kesimpang siuran, perbedaan perbedaan dan/atau ketidak sesuaian dan keragu-raguan diantara setiap gambar pelaksanaan, Kon-

SpringHill Golf Suites

Persyaratan Umum Pekerjaan

SpringHill Golf Suites Persyaratan Umum Pekerjaan traktor diwajibkan melaporkan kepada Direksi/MK secara tertulis dan mengadakan pertemuan

traktor diwajibkan melaporkan kepada Direksi/MK secara tertulis dan mengadakan pertemuan dengan Direksi/MK untuk mendapatkan keputusan gambar mana yang akan dijadikan pegangan.

  • 5.2. Ketentuan tersebut di atas tidak dapat dijadikan alasan oleh Kontraktor untuk memperpanjang waktu pelaksanaan dan pengajuan tambahan biaya.

    • 6. U K U R A N

      • 6.1. Semua ukuran yang tertera dalam gambar pelaksanaan adalah ukuran jadi dalam keadaan selesai terpasang yang meliputi ukuran :

1)

As – as.

2)

Luar – luar.

3)

Dalam – dalam.

4)

Luar – dalam.

  • 6.2. Ukuran-ukuran dalam gambar pelaksanaan pada dasarnya adalah ukuran jadi seperti dalam keadaan selesai.

  • 6.3. Sebelum memulai pekerjaan Kontraktor diwajibkan meneliti terlebih dahulu ukuran- ukuran yang tercantum didalam gambar pelaksanaan yang termuat didalam dokumen Lelang / dokumen Kontrak.

  • 6.4. Bila ada keraguan mengenai ukuran atau bila ada ukuran yang belum tercantum dalam gambar pelaksanaan, Kontraktor wajib melaporkan hal tersebut secara tertulis untuk dapat diputuskan ukuran mana yang akan dipakai dan dijadikan pegangan pelaksanaan.

  • 6.5. Kontraktor tidak dibenarkan mengganti ukuran-ukuran yang tercantum di dalam gambar pelaksanaan atau dokumen kontrak tanpa sepengetahuan Direksi/MK. Bila hal tersebut terjadi segala akibat yang ada menjadi tanggungjawab Kontraktor baik dari segi biaya maupun waktu.

    • 7. SHOP DRAWING

      • 7.1. Kontraktor wajib membuat shop drawing untuk detail khusus yang belum tercakup lengkap dalam gambar pelaksanaan / dokumen kontrak maupun vang diminta oleh Direksi/MK yang merupakan gambar detail pelaksanaan yang telah disesuaikan dengan keadaan di Lapangan.

      • 7.2. Shop drawing ini harus jelas dicantumkan dan digambarkan semua data yang diperlukan termasuk pengajuan contoh dari bahan, keterangan produk, cara pemasangan dan/atau persyaratan khusus sesuai dengan spesifikasi pabrik (produk bahan yang dipakai).

      • 7.3. Dalam membuat shop drawing, Kontraktor jangan hanya mengacu kepada gambar struktur saja akan tetapi juga harus melihat, mempelajari dan memahami gambar- gambar disiplin lain yaitu Gambar Arsitektur dan Gambar Mekanikal & Elektrikal yang berhubungan dengan shop drawing tersebut. Sehingga shop drawing yang

SpringHill Golf Suites

Persyaratan Umum Pekerjaan

SpringHill Golf Suites Persyaratan Umum Pekerjaan diserahkan kepada Direksi/MK untuk mendapatkan persetujuannya adalah shop drawing yang

diserahkan kepada Direksi/MK untuk mendapatkan persetujuannya adalah shop drawing yang betul-betul sudah terkoordinasi dengan baik.

  • 7.4. Sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai, terlebih dulu shop drawing harus diajukan kepada Direksi/MK untuk diperiksa dan mendapatkan persetujuannya. Shop drawing harus diserahkan kepada Direksi/MK paling lambat 2 (dua) minggu sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai.

    • 8. STANDARD DAN ATURAN YANG DIPERGUNAKAN

      • 8.1. Semua pekerjaan yang akan dilaksanakan harus mengikuti Normalisasi Indonesia, Standard Industri Konstruksi dan peraturan nasional lainnya seperti tertulis dibawah ini khusus yang ada hubungannya dengan paket pekerjaan dimaksud.

1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) 13) 14) 15) 16)
1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)
8)
9)
10)
11)
12)
13)
14)
15)
16)
17)
18)
19)
20)
21)
22)
23)
Peraturan Beton Indonesia (PBI-1971), NI – 2.
Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI –1982).
Peraturan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBB 1970), NI – 3.
Persyaratan Cat Indonesia, NI – 4.
Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia (PKKI), NI – 5.
Peraturan Semen Portland Indonesia 1974, NI – 8.
Peraturan Perencanaan Bangunan Baja di Indonesia (PPBI – 1984).
Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung (1983).
American National Standard Organization (ANSI).
American Sociaty of Testing of Material (ASTM).
British Standard Institution (BSI).
Deutch Institute for Normalization (DIN).
Factory Mutual Standard.(FM).
International Standarization Organization (ISO).
Japanese Industrial Standard (JIS).
National Fire Protection Association (NFPA).
Underwriter’s Laboratories (UL).
Standar Industri Indonesia (SII).
Standar Konstruksi Bangunan Indonesia (SKBI).
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum.
Peraturan Depnaker tentang Keselamatan Kerja
Peraturan DPMB, Pemda setempat.
Peraturan lain yang berlaku.
8.2.
Peraturan
dan
Pedoman-pedoman
lainnya
sesuai
yang
tercantum
didalam
spesifikasi ini.

SpringHill Golf Suites

Persyaratan Umum Pekerjaan

SpringHill Golf Suites Persyaratan Umum Pekerjaan 9. SYARAT BAHAN / MATERIAL DAN KOMPONEN JADI 9.1. Semua
  • 9. SYARAT BAHAN / MATERIAL DAN KOMPONEN JADI

    • 9.1. Semua bahan yang digunakan dalam pekerjaan ini harus dalam keadaan baik dan tidak cacat, sesuai dengan spesifikasi yang diminta dan bebas dari noda lainnya yang dapat mengganggu kualitas maupun penampilan.

    • 9.2. Bahan-bahan yang dipakai/dipasang harus sesuai dengan apa yang tercantum dalam gambar pelaksanaan, memenuhi standard spesifikasi bahan yang telah dipilih /ditunjuk/disetujui, mengikuti peraturan tertulis dalam Buku Uraian Pekerjaan ini dan mengikuti petunjuk Direksi/MK.

    • 9.3. Semua bahan sebelum dipasang harus disetujui secara tertulis oleh Direksi/MK.

    • 9.4. Untuk pekerjaan khusus/tertentu, selain harus mengikuti standar yang dipergunakan juga harus mengikuti persyaratan pabrik yang bersangkutan.

    • 9.5. Apabila dianggap perlu, Direksi/MK berhak untuk menunjuk Tenaga Ahli yang ditunjuk oleh pabrik dan / atau supplier yang bersangkutan sebagai pelaksana. Dalam hal ini, Kontraktor tidak berhak mengajukannya sebagai pekerjaan tambah.

      • 10. CONTOH BAHAN / MATERIAL & KOMPONEN JADI

        • 10.1. Kontraktor wajib mengajukan contoh dari semua bahan, brosur lengkap dan jaminan dari pabrik, kecuali bahan yang disediakan oleh proyek.

        • 10.2. Contoh bahan yang digunakan harus diserahkan kepada Direksi/MK sebanyak minimal 2 (dua) produk / merk yang setara dari berbagai merk pembuatan, kecuali ditentukan lain oleh Direksi/MK. Waktu penyerahan contoh bahan paling lambat adalah 3 (tiga) minggu sebelum jadual pelaksanaan.

        • 10.3. Contoh bahan yang diserahkan kepada Direksi/MK untuk satu produk/merk sebanyak 3 (tiga) buah dari satu bahan yang ditentukan, urtuk menetapkan standard appearence.

        • 10.4. Keputusan bahan, jenis, dan merek yang memenuhi spesifikasi akan diambil oleh Direksi/MK dan akan diinformasikan kepada Kontraktor selama tidak lebih dari 7 (tujuh) hari kalender setelah penyerahan contoh-contoh bahan tersebut.

        • 10.5. Untuk detail-detail hubungan tertentu, Kontraktor diwajibkan membuat komponen jadi (mock-up] yang harus diperlihatkan kepada Direksi/MK untuk mendapat persetujuan.

        • 10.6. Semua bahan untuk pekerjaan ini harus ditinjau dan diuji sesuai dengan standar yang berlaku.

          • 11. MERK PEMBUATAN BAHAN / MATERIAL

            • 11.1. Semua merk pembuatan dan/atau merk dagang dalam Uraian Pekerjaan & Persyaratan Teknis Pelaksaaaan Pekerjaan, dimaksudkan sebagai dasar perbandingan kualitas dan tidak diartikan sebagai suatu yang mengikat, kecuali bila ditentukan lain.

SpringHill Golf Suites

Persyaratan Umum Pekerjaan

SpringHill Golf Suites Persyaratan Umum Pekerjaan 11.2. Bahan / material dan komponen jadi yang dipasang /
  • 11.2. Bahan / material dan komponen jadi yang dipasang / dipakai harus sesuai dengan yang tercantum dalam gambar pelaksanaan dan memenuhi standar spesifikasi bahan tersebut.

  • 11.3. Direksi / MK berhak menunjuk tenaga ahli yang ditunjuk pabrik dan / atau supplier yang bersangkutan sebagai Pelaksana.

  • 11.4. Disyaratkan bahwa untuk setiap jenis bahan yang boleh dipakai dalam pekerjaan ini hanya diperkenankan satu merk pembuatan atau merk dagang, kecuali ada ketentuan lain yang disetujui Direksi/MK.

  • 11.5. Dalam pelaksanaan pemasangannya, setiap bahan/material dan komponen jadi keluaran pabrik, harus dibawah pengawasan/supervisi tenaga ahli yang ditunjuk.

    • 12. PENINJAUAN DAN PENGUJIAN BAHAN Semua bahan untuk pekerjaan ini, bila dianggap perlu, harus ditinjau dan diuji baik pada pembuatan, pengerjaan maupun pelaksanaan di Tapak oleh Direksi/MK.

    • 13. KOORDINASI PELAKSANAAN

      • 13.1. Kontraktor yang menunjuk Supplier dan / atau Sub Kontraktor dalam hal pengadaan material dan pemasangannya, wajib memberitahukan terlebih dahulu kepada Direksi/MK untuk mendapatkan persetujuan.

      • 13.2. Kontraktor wajib mengadakan koordinasi pelaksanaan atas petunjuk Direksi / MK dengan Sub Kontraktor atau Supplier bahan.

      • 13.3. Supplier wajib hadir mendampingi Direksi/MK di Lapangan untuk pekerjaan khusus dimana pelaksanaan dan pemasangan bahan tersebut perlu persyaratan khusus sesuai instruksi pabrik.

        • 14. PERSYARATAN PEKERJAAN

          • 14.1. Kontraktor wajib melaksanakan semua pekerjaan dengan mengikuti petunjuk dan syarat pekerjaan, peraturan dan persyaratan pemakaian bahan bangunan yang dipergunakan sesuai dengan Uraian Pekerjaan & Persyaratan Teknis Pelaksanaan Pekerjaan dan/atau petunjuk yang diberikan oleh Direksi/MK.

          • 14.2. Sebelum melaksanakan setiap pekerjaan, Kontraktor wajib memperhatikan dan melakukan koordinasi kerja dengan Kontraktor atau pekerjaan lainnya yang sama- sama berada dalam satu tapak dan harus mendapat ijin tertulis dari Direksi/MK.

            • 15. PELAKSANAAN PEKERJAAN

              • 15.1. Semua ukuran dan posisi termasuk pemasangan patok-patok di lapangan harus tepat sesuai gambar Pelaksanaan.

SpringHill Golf Suites

Persyaratan Umum Pekerjaan

SpringHill Golf Suites Persyaratan Umum Pekerjaan 15.2. Kemiringan yang dibuat harus cukup untuk mengalirkan air hujan
  • 15.2. Kemiringan yang dibuat harus cukup untuk mengalirkan air hujan menuju ke selokan yang ada di sekitarnya serta mengikuti persyaratan-persyaratan yang tertera di dalam gambar kerja.Tidak dibenarkan adanya genangan air.

  • 15.3. Sebelum memulai pelaksanaan pekerjaan, Kontraktor wajib meneliti gambar pelaksanaan dan melakukan pengukuran kondisi lapangan.

  • 15.4. Setiap bagian dari pekerjaan harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Direksi/MK sebelum memulai pelaksanaan pekerjaaan tersebut.

  • 15.5. Semua pekerjaan yang sudah selesai terpasang, apabila perlu harus dilindungi dari kemungkinan cacat yang disebabkan oleh pekerjaan lain.

  • 15.6. Bilamana pada sistem konstruksi yang tertera dalam gambar pelaksanaan dianggap kurang kuat oleh Kontraktor, maka menjadi kewajiban dan tanggungan Kontraktor untuk menambahkannya setelah sistem perkuatan yang diusulkan Kontraktor disetujui oleh Direksi/MK. Dalam hal ini Kontraktor tidak dapat mengklaim sebagai pekerjaan tambah.

  • 15.7. Kontraktor tidak boleh mengklaim sebagai pekerjaan tambah bila terjadi :

1)

Kerusakan suatu pekerjaan akibat ketelodoran Kontraktor, Kontraktor harus memperbaikinya sesuai dengan keadaan semula.

2)

Memperbaiki suatu pekerjaan yang tidak sesuai dengan persyaratan yang berlaku, gambar pelaksanaan atau dokumen kontrak.

3)

Penunjukan tenaga ahli oleh Direksi/MK yang sesuai dengan kegiatan suatu Pekerjaan.

4)

Semua pengujian bahan, pembuatan atau pelaksanaan di lapangan, harus dilaksanakan oleh Kontraktor.

5)

Tebal finishing Arsitektur seluruh lantai adalah +5 cm dihitung dari permukaan pelat lantai struktur kecuali ditentukan lain dalam gambar kerja.

  • 16. DASAR PENENTUAN UKURAN / POSISI PEKERJAAN.

    • 16.1. Semua ukuran dan posisi, termasuk pemasangan patok-patok di lapangan, harus tepat sesuai dengan gambar pelaksanaan.

    • 16.2. Kontraktor wajib memperhatikan dan mempelajari segala petunjuk yang tertera dalam gambar pelaksanaan untuk mendapatkan posisi dan ketepatan di Lapangan bagi setiap bagian pekerjaan.

    • 16.3. Kontraktor harus memasang patok-patok yang terpenting di Tapak sebagai patokan titik mulai setiap bagian dari pekerjaan dan harus sesuai dengan yang ditentukan pada gambar pelaksanaan.

    • 16.4. Bila terjadi perbedaan antara gambar pelaksanaan dengan keadaan di Lapangan, Kontraktor harus melaporkan perbedaan tersebut kepada Direksi/MK untuk mendapatkan pemecahannya. Tidak dibenarkan Kontraktor mengambil tindakan tanpa sepengetahuan Direksi/MK.

SpringHill Golf Suites

Persyaratan Pekerjaan Persiapan

SpringHill Golf Suites Persyaratan Pekerjaan Persiapan B. PEKERJAAN PERSIAPAN 1. LINGKUP PEKERJAAN Yang termasuk pekerjaan persiapan
  • B. PEKERJAAN PERSIAPAN

    • 1. LINGKUP PEKERJAAN Yang termasuk pekerjaan persiapan adalah sesuai dengan dokumen pelaksanaan dan minimal terdiri dari:

      • 1.1. Sarana tapak

      • 1.2. Pekerjaan pembongkaran dan pembersihan sebelum pelaksanaan.

      • 1.3. Pekerjaan pengukuran lokasi bangunan.

      • 1.4. Pekerjaan penentuan peil P + 0.00,

      • 1.5. Pekerjaan pembuatan tugu patok dasar.

      • 1.6. Pekerjaan papan patok ukur (boouwplank).

      • 1.7. Pekerjaan galian tanah

      • 1.8. Pekerjaan pengurugan dan pemadatan tanah

      • 1.9. Pekerjaan pembongkaran dan perbaikan kembali.

        • 1.10. Pekerjaan tanda batas (pagar) area proyek

        • 1.11. Pekerjaan kantor kontraktor dan lLos kerja / gudang.

        • 1.12. Pekerjaan kantor Direksi/Pengawas.

          • 2. URAIAN PEKERJAAN

            • 2.1. Sarana tapak Yang termasuk pekerjaan ini meliputi penyediaan air dan daya listrik untuk bekerja, penyediaan alat pemadam kebakaran dan drainase tapak.

              • 2.1.1. Pekerjaan penyediaan air & daya listrik untuk bekerja.

1)

Air untuk bekerja harus disediakan oleh Kontraktor.

 

2)

Air harus bersih, bebas dari bau lumpur minyak dan bahan kimia lainnya yang merusak.

3)

Penyediaan

air

harus

sesuai

dengan

petunjuk

dan

persetujuan dari

4)

Direksi/Pengawas. Listrik untuk bekerja harus disediakan Kontraktor.

  • 2.1.2. Pekerjaan penyediaan alat pemadam kebakaran.

 

1)

Kontraktor wajib menyediakan tabung alat pemadam kebakaran

(Fire

Extinguisher) YAMATO lengkap dengan isinya, sekurang kurangnya 2 Tabung @ 4 - 6 kg.

2)

Apabila pelaksanaan pembangunan telah berakhir, maka alat pemadam kebakaran tersebut menjadi hak milik Pemberi Tugas.

SpringHill Golf Suites

Persyaratan Pekerjaan Persiapan

SpringHill Golf Suites Persyaratan Pekerjaan Persiapan 2.1.3. Drainase tapak. Kontraktor wajib membuat saluran sementara yang berfungsi
  • 2.1.3. Drainase tapak. Kontraktor wajib membuat saluran sementara yang berfungsi untuk pembuangan air yang ada. Pembuatan saluran sementara tersebut harus sesuai petunjuk / persetujuan Direksi/Pengawas.

    • 2.2. Pekerjaan Pembongkaran dan Pembersihan Sebelum Pelaksanaan

      • 2.2.1. Pekerjaan pembongkaran dan pembersihan sebelum pelaksanaan mencakup pembongkaran / pembersihan / pemindahan keluar dari Area pembangunan konstruksi terhadap semua hal yang dinyatakan oleh Direksi/Pengawas tidak akan digunakan lagi maupun yang dapat mengganggu kelancaran pelaksanaan.

      • 2.2.2. Hasil bongkaran harus dikumpulkan dan menjadi hak milik Pemberi Tugas. Serah terima akan diatur oleh Direksi/Pengawas.

        • 2.3. Pengukuran Lokasi Pembangunan

          • 2.3.1. Kontraktor diwajibkan mengadakan pengukuran dan penggambaran kembali lokasi pembangunan dengan dilengkapi keterangan keterangan mengenai peil ketinggian tanah, letak pepohonan letak batas batas tanah dengan menggunakan Alat Optik yang sudah ditera kebenarannya oleh pihak yang berwajib.

          • 2.3.2. Ketidak cocokan yang mungkin terjadi antara gambar dan keadaan lapangan yang sebenarnya harus segera dilaporkan kepada Direksi/Pengawas untuk dimintai keputusannya.

          • 2.3.3. Penentuan titik ketinggian dan sudut sudut hanya dilakukan dengan alat-alat Waterpass / Theodolite setara T2.

          • 2.3.4. Kontraktor harus menyediakan Waterpass / Theodolite setara T2 beserta petugasnya yang melayani untuk kepentingan pemeriksaan Direksi/Pengawas.

          • 2.3.5. Pengukuran sudut siku siku dengan prisma atau benang secara azas segitiga phytagoras hanya diperkenankan untuk bagian bagian kecil yang telah disetujui oleh Direksi/Pengawas.

          • 2.3.6. Instalasi instalasi yang sudah ada dan masih berfungsi harus diberi tanda yang jelas dan dilindungi dari kerusakan yang mungkin terjadi akibat pekerjaan proyek ini, untuk itu harus dicantumkan dalam gambar pengukuran seperti disebutkan dalam Pengukuran Lokasi Pembangunan. Kontraktor bertanggung jawab atas segala kerusakan akibat pekerjaan yang sudah dilaksanakan.

            • 2.4. Pekerjaan penentuan patok dasar atau peil P + 0. 00

              • 2.4.1. Papan patok ukur / bouwplank dibuat dari kayu borneo dengan ukuran tebal 3 cm dan lebar 15 cm, lurus dan diserut rata pada sisi atasnya. Papan patok ukur dipasang pada patok Kayu Borneo 5/7 yang jarak satu sama lain adalah 1,5 m tertancap ditanah dengan kuat sehingga tidak dapat digerak-gerakkan atau dirubah.

              • 2.4.2. Tinggi sisi atas papan patok ukur harus sama dengan lainnya dan / atau rata waterpass, kecuali dikehendaki lain oleh Direksi/Pengawas.

SpringHill Golf Suites

Persyaratan Pekerjaan Persiapan

SpringHill Golf Suites Persyaratan Pekerjaan Persiapan 2.4.3. Setelah selesai pemasangan papan patok ukur, Kontraktor harus melaporkan
  • 2.4.3. Setelah selesai pemasangan papan patok ukur, Kontraktor harus melaporkan kepada Direksi/Pengawas untuk mendapat persetujuan.

    • 2.5. Pembuatan Tugu Patok Dasar (Bench Mark)

      • 2.5.1. Letak tugu patok dasar [Bench Mark) ditentukan oleh Direksi/Pengawas.

      • 2.5.2. Tugu patok dasar [Bench Mark) dibuat dari beton bertulang berpenampang 20 20 cm, tertancap kuat ke dalam tanah sedalam 1 meter dengan bagian yang muncul di atas permukaan tanah secukupnya untuk memudahkan pengukuran selanjutnya.

      • 2.5.3. Tugu patok dasar [Bench Mark) dibuat permanen, tidak dapat diubah, diberi tanda yang jelas dan dijaga keutuhannya sampai ada instruksi tertulis dari Direksi/Pengawas untuk membongkarnya.

        • 2.6. Pekerjaan Papan Patok Ukur [ Bouwplank)

          • 2.6.1. Papan patok ukur (Bouwplank) dipasang pada patok kayu yang kuat, tertanam pada beton cor setempat sehingga tidak dapat digerakkan atau diubah ubah.

          • 2.6.2. Papan Patok Ukur Kayu dibuat dari kayu klas II dengan ukuran tebal 3 cm, lebar 15 cm, lurus dan diserut rata pada sisi sebelah atasnya

          • 2.6.3. Tinggi sisi atas papan bouwplank harus sama antara satu dengan yang lainnya, kecuali dikehendaki lain oleh Direksi/Pengawas.

          • 2.6.4. Papan patok ukur dipasang sejauh 150 cm dari as dinding terluar, sehingga tidak mengganggu pelaksanaan pekerjaan.

          • 2.6.5. Setelah selesai pemasangan papan patok ukur, Kontraktor harus melapor kepada Direksi/Pengawas untuk dimintakan persetujuan, serta harus menjaga dan memelihara keutuhan serta ketetapan letak papan patok ukur sampai tidak diperlukan lagi dan dibongkar atas persetujuan Direksi/Pengawas.

          • 2.6.6. Alat alat lain yang harus senantiasa tersedia di Lokasi proyek untuk setiap saat dapat digunakan oleh Direksi/Pengawas adalah :

1)

Alat Ukur Theodolite setara T1 dan T2, 1 (satu) buah.

2)

Alat Ukur Schuifmaat, 1 (satu) buah.

3)

Mesin tik portable 18 “ / Komputer Portable + CPU + Printer, 1 (satu) set.

4)

Kamera biasa lengkap dengan blitznya,1 (satu) set.

5)

Kamera Polaroid lengkap dengan film dan blitznya,1 (satu) set.

6)

Sepatu proyek, 4(empat) pasang dan Helm proyek, 4(empat) buah.

7)

4(empat) set Handy Talky, 4(empat) set.

8)

Jas hujan, 4(empat) buah.

SpringHill Golf Suites

Persyaratan Pekerjaan Persiapan

SpringHill Golf Suites Persyaratan Pekerjaan Persiapan 2.7. Pekerjaan Galian Tanah 2.7.1. Pekerjaan galian terdiri dari :
  • 2.7. Pekerjaan Galian Tanah

    • 2.7.1. Pekerjaan galian terdiri dari : basement, diafragma, pondasi batu Kali & batu bata, pondasi footplate, poer, sloof, saluran, bak kontrol dan galian lain seperti yang ditunjukkan oleh Direksi/Pengawas.

    • 2.7.2. Urutan galian harus mengikuti petunjuk Direksi/Pengawas.

    • 2.7.3. Jika pada galian terdapat kotoran dan bagian tanah yang tidak padat atau longgar, maka bagian ini harus dikeluarkan seluruhnya, kemudian lubang yang terjadi harus ditutup urugan pasir dan dipadatkan.

    • 2.7.4. Apabila Kontraktor melakukan penggalian melebihi kedalaman yang ditentukan, maka Kontraktor harus menutup kelebihan tersebut dengan urugan pasir yang dipadatkan dan disiram air setiap ketebalan 5 cm, lapis demi lapis sampai jenuh, serta mencapai ketinggian yang diinginkan.

    • 2.7.5. Dasar galian harus dikerjakan dengan teliti, datar dan harus dibersihkan dari segala macam kotoran.

    • 2.7.6. Penampang lereng galian kiri dan kanan dimiringkan 10 0 kearah luar dari as galian.

    • 2.7.7. Kelebihan tanah bekas galian harus dibuang dari Lokasi konstruksi. Area antara papan patok ukur dengan galian harus bebas dari timbunan tanah.

    • 2.7.8. Disyaratkan bahwa seluruh permukaan galian terutama lantai galian harus kering untuk pekerjaan pekerjaan selanjutnya, khususnya untuk pekerjaan pondasi, pengurugan dan pemdatan.

      • 2.8. Pekerjaan Pengurugan dan Pemadatan Tanah

        • 2.8.1. Pekerjaan pengurugan dan pemadatan tanah ini adalah untuk semua lokasi bekas galian dan area lainnya sampai permukaan yang ditentukan dengan kepadatan mencapai CBR 4 atau sesuai gambar pelaksanaan.

        • 2.8.2. Sebelum pelaksanaan pekerjaan ini, seluruh area pembangunan harus sudah bersih dari benda benda organis, sisa bongkaran dan bahan lain yang dapat mengurangi kualitas pekerjaan.

        • 2.8.3. Urugan harus bebas dari bahan yang dapat membusuk, sisa bongkaran dan / atau yang dapat mempengaruhi kepadatan urugan.

        • 2.8.4. Penghamparan tanah urugan dilakukan lapis demi lapis dengan ketebalan tiap-tiap lapisan maximum 30 cm. Setelah tanah urugan dihamparkan harus langsung dipadatkan sampai mencapai peil yang diinginkan.

        • 2.8.5. Pelaksanaan pemadatan harus dilakukan dalam cuaca yang baik. Apabila turun hujan, pemadatan harus dihentikan. Selama pelaksanaan pekerjaan ini, kadar air harus dijaga agar tidak lebih besar dari 2 % kadar air optimum.

SpringHill Golf Suites

Persyaratan Pekerjaan Persiapan

SpringHill Golf Suites Persyaratan Pekerjaan Persiapan 2.9. Pekerjaan Pembongkaran & Perbaikan Kembali 2.9.1. Kortraktor wajib melapor
  • 2.9. Pekerjaan Pembongkaran & Perbaikan Kembali

    • 2.9.1. Kortraktor wajib melapor kepada Direksi/Pengawas sebelum melakukan pembongkaran / pemindahan segala sesuatu yang ada di lapangan.

    • 2.9.2. Kontraktor diharuskan untuk melindungi sarana existing yang ada di dalam Tapak yang masih berfungsi.

    • 2.9.3. Kontraktor harus sudah memperhitungkan segala kondisi yang ada / existing di lapangan yang meliputi dan tidak terbatas pada :

    • 2.9.4. Sistim utilitas yang masih harus berfungsi selama pekerjaan berlangsung, antara lain : Saluran Drainase, Pipa Air Bersih, Pipa Gas, ataupun instalasi kabel daya dan kabel data. Keamanan kondisi struktur dan finishing bangunan existing yang tidak kena bongkar.

    • 2.9.5. Pencegahan timbulnya kebisingan dan perlunya rambu-rambu lalulintas untuk mengurangi gangguan terhadap lingkungan yang masih harus berfungsi.

    • 2.9.6. Volume hasil pelaksanaan pekerjaan pembongkaran akan diperhitungkan berdasarkan batas pekerjaan sesuai lingkup yang tercantum dalam dokumen kontrak.

    • 2.9.7. Apabila dalam pelaksanaan pekerjaan harus dilaksanakan pembongkaran pekerjaan lain diluar lingkup kontrak pekerjaan, maka Kontraktor diwajibkan memperbaiki kembali atau menyelesaikan pekerjaan tersebut sebaik mungkin tanpa mengganggu sistim yang ada. Dalam kasus ini, Kontraktor tidak dapat mengklaim sebagai pekerjaan tambahan.

      • 2.10. Pekerjaan Tanda Batas (Pagar) Area Proyek

        • 2.10.1. Rangka Kayu Borneo 5/7 dan 6/10.

        • 2.10.2. Dicat meni kayu.

        • 2.10.3. Penutup seng dicat Emulsion [luar dan dalam].

        • 2.10.4. Warna. ditentukan kemudian, produk SANLEX atau setara.

          • 2.11. Pekerjaan Kantor Kontraktor dan Los Kerja / Gudang

            • 2.11.1. Ukuran luas kantor Kontraktor dan los kerja, tempat penyimpanan bahan bakar, terserah kepada Kontraktor dengan tidak mengabaikan keamanan, kebersihan dan bahaya kebakaran, serta memperhatikan tempat tersedia sehingga tidak mengganggu kelancaran.

            • 2.11.2. Kontraktor harus menyediakan 4 buah tabung Pemadam Kebakaran [Fire Etinguisher]

20

kgs/cm2,

1

ditempat

Kontraktor,

1

diletakkan

di

Kantor

Direksi/Pengawas, 2 diletakkan di daerah yang strategis di Los Kerja.

  • 2.11.3. Khusus untuk menyimpan bahan bahan dasar seperti pasir atau kerikil harus dibuatkan kotak penyimpanan yang diberi pagar dengan dinding dari papan sehingga masing masing bahan tidak tercampur dengan yang lainnya.

SpringHill Golf Suites

Persyaratan Pekerjaan Persiapan

SpringHill Golf Suites Persyaratan Pekerjaan Persiapan 2.11.4. Kontraktor tidak diperkenankan untuk : 1) Menyimpan alat-alat, bahan-bangunan
  • 2.11.4. Kontraktor tidak diperkenankan untuk :

1)

Menyimpan alat-alat, bahan-bangunan diluar pagar proyek walaupun untuk sementara waktu.

2)

Menyimpan

bahan

bahan

yang

ditolak

Direksi/Pengawas

karena

tidak

memenuhi syarat.

  • 2.12. Pekerjaan Kantor Direksi/Pengawas

    • 2.12.1. Luas Luas Kantor Direksi/Pengawas adalah + 60 m2.

    • 2.12.2. Konstruksi dan Finishing.

1)

Tiang dengan Kayu Kamper 6 / 10 dan 6 / 14.

2)

Dinding dengan Kayu lapis [6 mm] double side, rangka Kayu Kamper 6 / 10.

3)

Lantai beton rabat 1 PC : 3 Psr : 5 Krl, tulangan susut BRC M6 dipola.

4)

Pondasi tiang kayu, dengan umpak beton dan anker 4 diameter 12 mm

5)

tertanam pada kedalaman 40 cm. Plafond menggunakan Asbes Semen Datar, ukuran 100 x 100 x 0,4cm dengan

6)

rangka kayu Kamper 5 / 7. Daun Pintu dengan Kayu Lapis 4 mm (double side). Kunci & Engsel produk

7)

lokal. Daun jendela kaca t = 5 mm.

8)

Finishing dengan cat AVIAN atau setara.

9)

Kayu yang tampak dicat pinotex.

10)

Kayu tidak tampak dicat menu kayu.

11)

Penutup atap Asbes gelombang t = 8 mm [Harflex atau setara].

12)

WC Jongkok [2 buah], Wastafel, Sink untuk Pantry, Kran-kran / Faucet produk lokal.

  • 2.12.3. Mekanikal, Elektrikal dan Sanitasi.

1)

Lampu Penerangan menggunakan TL 40 watt (+ 8 titik @ 2 x 40 watt ).

2)

Kecuali daerah basah dengan lampu pijar, saklar, panel daya (Lokal).

3)

Air Conditioning untuk Ruang Rapat, Ruang Pimpro & Ruang Kerja.

4)

Air Kotor ditampung dengan Septictank ( Asbes, kapasitas 1 m3 ), dengan rembesan dialirkan ke drainase kota dengan pipa pralon.

5)

Air bersih diambil dari sumur dangkal yang ditampung dengan reservoir (fiberglass) volume 1 m3 dengan pipa pralon.

  • 2.12.4. Perlengkapan yang disediakan pada Kantor Direksi/Pengawas

1)

1(satu) buah meja rapat ukuran 2,4 x 6,00 m dengan 10 buah kursi lipat.

2)

4(empat) buah meja tulis, biro ukuran 0,80 x 1,20 m dengan 4 buah kursi lipat.

3)

1(satu) unit White board ukuran 1,2 x 2,4 m.

4)

1(satu) unit Kotak PPPK lengkap dengan isinya.

SpringHill Golf Suites

Persyaratan Pekerjaan Persiapan

5) 6) 1(satu) buah alat pemadam kebakaran dengan chemical isi 4 – 6 Kg. 1(satu) buah
5)
6)
1(satu) buah alat pemadam kebakaran dengan chemical isi 4 – 6 Kg.
1(satu) buah sambungan telepon.
  • 3. PERSYARATAN PELAKSANAAN PEKERJAAN PERSIAPAN Didalam hal melaksanakan pekerjaannya, Kontraktor harus mengamankan / melindungi hal-hal sebagai berikut :

    • 3.1. Bangunan dan benda-benda existing lainnya yang dipertahankan agar tidak rusak atau cacat.

    • 3.2. Barang atau bahan atau komponen yang dipertahankan, agar tidak rusak atau cacat.

    • 3.3. Hasil pekerjaan sebelumnya (yang sudah selesai dikerjakan).

    • 3.4. Pekerjaan yang sedang berjalan.

SpringHill Golf Suites

Persyaratan Teknis Pelaksanan Pekerjaan Struktur

SpringHill Golf Suites Persyaratan Teknis Pelaksanan Pekerjaan Struktur C. PEKERJAAN STRUKTUR 1. PEKERJAAN PONDASI TIANG PANCANG
  • C. PEKERJAAN STRUKTUR

    • 1. PEKERJAAN PONDASI TIANG PANCANG

      • 1.1. Lingkup Pekerjaan

        • 1.1.1. Mempelajari bagian-bagian lain dari buku Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) ini maupun persyaratan yang berhubungan dengan pekerjaan pondasi tiang pancang.

        • 1.1.2. Menyediakan tenaga kerja, material, peralatan dan lain-lain yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan pondasi tiang pancang.

        • 1.1.3. Menyediakan layanan dan transportasi yang diperlukan untuk pengadaan tiang pancang.

        • 1.1.4. Melaksanakan pekerjaan pemancangan seluruh tiang untuk semua pondasi bangunan dan pondasi-pondasi lainnya seperti yang disebut dalam buku Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) ini, atau sesuai yang tercantum dalam gambar perencanaan

        • 1.1.5. Melakukan koordinasi lapangan dengan pekerjaan-pekerjaan lain yang berada dalam satu proyek, sehingga seluruh pekerjaan dapat berlangsung dengan lancar.

        • 1.1.6. Informasi Keadaan Tanah Data tanah (boring, sondir dan lain-lain) adalah bagian dari Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) ini. Kontraktor harus meneliti dan mempelajari data hasil penyelidikan tanah agar pekerjaan pemancangan tiang dapat dilaksanakan dengan sempurna.

          • 1.2. Persyaratan Umum

            • 1.2.1. Beton tiang pancang harus mempunyai tegangan karakteristik minimal sesuai yang tercantum dalam gambar perencanaan yang diuji pada umur 28 hari dengan menggunakan benda uji silinder diameter 15 cm panjang 30 cm sesuai dengan standar ASTM C-31 dan C-39.

            • 1.2.2. Semua agregat harus bebas dari garam dan mengikuti standar ASTM C-33.

            • 1.2.3. Semen yang digunakan harus memenuhi standar ASTM C-150.

            • 1.2.4. Air harus bersih dan tidak mengandung material yang merusak beton, termasuk ga- ram.

            • 1.2.5. Standar Indonesia yang ekivalen dengan ASTM dapat diterima.

              • 1.3. Persyaratan Bahan

                • 1.3.1. Tiang pancang yang direncanakan adalah tiang pancang precast prestressed dengan bentuk dan ukuran sesuai gambar perencanaan.

SpringHill Golf Suites

Persyaratan Teknis Pelaksanan Pekerjaan Struktur

SpringHill Golf Suites Persyaratan Teknis Pelaksanan Pekerjaan Struktur 1.3.2. Beton tiang pancang harus mempunyai tegangan karakteristik
  • 1.3.2. Beton tiang pancang harus mempunyai tegangan karakteristik minimal sesuai yang tercantum dalam gambar perencanaan. Ukuran-ukuran dan detail tiang juga sesuai yang tercantum dalam gambar perencanaan.

  • 1.3.3. Tiang pancang harus mempunyai kapasitas (daya dukung) rencana untuk 1 (satu) tiang pancang, sesuai dengan yang tercantum dalam gambar perencanaan.

  • 1.3.4. Ukuran Panjang Tiang

1)

Sebelum memesan material, merupakan tanggung jawab Kontraktor untuk mendapatkan panjang-panjang tiang yang dibutuhkan dengan cara yang sudah baku seperti melakukan pemancangan tiang uji, tes pembebanan tiang dan lain-lain. Semua tiang harus ditanam pada kedalaman tertentu sampai mendapatkan kapasitas daya dukung yang telah ditentukan.

2)

Walaupun demikian pada pelelangan pekerjaan, jumlah dan panjang tiang, ditentukan berdasarkan gambar rencana, dengan kapasitas yang memenuhi beban rencana total seperti yang ditentukan dalam gambar perencanaan. Tiang uji dan tes pembebanan yang ditentukan dalam buku Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) ini juga termasuk dalam penawaran harga pekerjaan.

  • 1.3.5. Persyaratan lain yang dapat diaplikasikan untuk ini dapat dilihat dalam buku Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) ini tentang persyaratan bahan beton.

    • 1.4. Persyaratan Umum Pelaksanaan

      • 1.4.1. Sebelum pelaksanaan pekerjaan, Kontraktor harus sudah memeriksa seluruh gambar perencanaan dan buku Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) ini, sudah meninjau lokasi, sudah melihat catatan mengenai pembangunan sebelumnya, sudah mempelajari utilitas yang ada dan hubungan-hubungannya (connections) jika ada serta sudah mencatat semua kondisi dan batasan yang dapat mempengaruhi pekerjaan ini.

  • 1.4.2. dan

Lokasi

titik-titik pemancangan sesuai yang tercantum didalam gambar

perencanaan.

  • 1.4.3. Cara pelaksanaan pemancangan dan pengetesan harus selalu dicatat dan dilakukan dengan baik. Catatan tersebut harus diberikan pada Direksi Lapangan/MK dan Perencana untuk diperiksa dan dikonfirmasikan.

  • 1.4.4. Tiang-tiang, baru boleh dipancang setelah sekurang-kurangnya berumur 4 minggu terhitung dari saat setelah selesai pengecoran tiang tersebut.

  • 1.4.5. Kontraktor harus menentukan semua garis kemiringan dan bertanggung jawab atas tata letak yang benar serta kapasitas daya dukung seluruh tiang.

  • 1.4.6. Kontraktor harus memberi laporan kepada Direksi Lapangan/MK tentang jadwal pelaksanaan pemancangan sehingga Direksi Lapangan/MK dapat melakukan inspeksi.

  • 1.4.7. Setelah penyelesaian pekerjaan pemancangan tiang, Kontraktor harus membuat "as built drawing" berdasarkan catatan hasil pemancangan yang memuat denah tiang, as-as kolom, tata letak tiang, kedalaman pemancangan tiap-tiap tiang, jarak antar tiang dalam 1 (satu) grup tiang, kemiringan tiang (kalau ada) dan lain-lain serta diperiksa oleh seorang surveyor yang cakap.

SpringHill Golf Suites

Persyaratan Teknis Pelaksanan Pekerjaan Struktur

SpringHill Golf Suites Persyaratan Teknis Pelaksanan Pekerjaan Struktur 1.4.8. Biaya perencanaan kembali akibat kesalahan lokasi pemancangan
  • 1.4.8. Biaya perencanaan kembali akibat kesalahan lokasi pemancangan tiang yang telah dilaksanakan dan biaya tambahan dari pekerjaan yang harus dilakukan untuk memenuhi perencanaan semula, ditanggung oleh Kontraktor.

  • 1.4.9. Kedalaman tiang pancang ditentukan berdasarkan gambar perencanaan, hasil penyelidikan tanah, test penetrasi dan final set dari tiang.

    • 1.4.10. Kedalaman minimal dari tiang pancang akan ditentukan oleh Direksi Lapangan/MK berdasarkan data/catatan hasil pemancangan tiang uji.

    • 1.4.11. Kontraktor harus memindahkan dan membuang reruntuhan beton, sisa-sisa potongan besi beton dan tanah bekas galian, keluar lapangan/proyek atau ke suatu tempat yang ditentukan oleh Direksi Lapangan/MK, biaya untuk pembuangan tersebut ditanggung oleh Kontraktor.

      • 1.5. Pengangkutan, Penimbunan dan Pemeliharaan Tiang.

        • 1.5.1. Seluruh tiang pancang harus diangkut dengan teliti dan hati-hati sehingga tidak terjadi kerusakan tiang pada waktu pengangkutan.

        • 1.5.2. Penimbunan tiang pancang harus didukung dengan balok beton yang berjarak tidak lebih dari 2,0 m satu sama lainnya.

        • 1.5.3. Untuk mencegah kerusakan tiang selama pemancangan, maka pada kepala tiang harus dipasang helmet yang bentuk dan ukurannya sesuai dengan gambar perencanaan atau sesuai dengan ketentuan pabrik pembuat dan harus disetujui oleh Direksi Lapangan/MK.

          • 1.6. Peralatan Pemancangan

            • 1.6.1. Sebelum pekerjaan dimulai, Kontraktor harus mengajukan data lengkap dari peralatan yang akan dipergunakan, cara pemancangan dan prosedur kerjanya termasuk mesin pancang dan peralatan yang akan digunakan di lapangan.

            • 1.6.2. Cara Pemancangan yang dipakai harus tidak menyebabkan kerusakan pada tiang. Hammer (pemukul) yang dipakai harus sesuai dengan tipe tiang pancang dan sifat dari bahan yaitu menggunakan alat pancang tipe K-450.

            • 1.6.3. Drop hammer (diesel) untuk pemancangan tiang-tiang harus mempunyai berat sekurang-kurangnya 4500 kg serta dapat melakukan sekurang-kurangnya 40 kali pukulan setiap menitnya dengan tinggi jatuh antara 1,6 m. - 1,8 m.

            • 1.6.4. Kondisi lapangan harus diperiksa untuk meyakinkan apakah memungkinkan untuk penempatan peralatan pemancangan, masa pemancangan dan percobaan pembebanan.

            • 1.6.5. Kontraktor tidak dibenarkan menggunakan alat pancang untuk keperluan lain. Semua pekerjaan selain pekerjaan pemancangan, yang menggunakan alat pancang harus terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Direksi Lapangan/MK.

              • 1.7. Persiapan Pemancangan

                • 1.7.1. Kontraktor harus menentukan tiap tiang pancang, tepat pada titik yang telah ditentukan.

SpringHill Golf Suites

Persyaratan Teknis Pelaksanan Pekerjaan Struktur

SpringHill Golf Suites Persyaratan Teknis Pelaksanan Pekerjaan Struktur 1.7.2. Tiang pancang ditempatkan pada posisi yang tepat
  • 1.7.2. Tiang pancang ditempatkan pada posisi yang tepat sesuai dengan urutan kerja yang telah direncanakan.

  • 1.7.3. Tiap tiang pancang harus diberi tanda ketinggian dengan cat pada setiap interval 0,5 m.

  • 1.7.4. Kontraktor agar mencatat semua data pemancangan dari setiap tiang dengan seteliti mungkin.

  • 1.7.5. Kontraktor harus melakukan tindakan pencegahan untuk menghidari kerusakan pada kepala tiang pancang selama pemancangan. Untuk maksud tersebut, helmet dan packing yang cocok dan telah disetujui oleh Direksi Lapangan/MK harus dipasang pada kepala tiang pancang.

    • 1.8. Persyaratan Pelaksanaan Pemancangan

      • 1.8.1. Pengangkatan tiang pada waktu akan dilakukan pemancangan harus dilakukan pada titik-titik yang tepat dengan cara mengikuti petunjuk dari pabrik pembuat tiang tersebut, atau cara lain yang disetujui Direksi Lapangan/MK.

      • 1.8.2. Tiang harus dipancang sampai kedalaman minimal sesuai gambar perencanaan atau sesuai dengan hasil kalendering untuk masing-masing tiang, sehingga kapasitas (daya dukung) tiang yang sudah diperhitungkan dapat tercapai.

      • 1.8.3. Urutan Pemancangan

1)

Sebelum melakukan pekerjaan pemancangan, Kontraktor harus mengajukan usulan mengenai urutan rencana pemancangan yang harus diatur sedemikian rupa sehingga tidak akan saling mengganggu dalam pelaksanaan pekerjaan pemancangan.

2)

Dalam satu group tiang pancang yang jaraknya saling berdekatan harus direncanakan urut-urutan pemancangan yang harus dimulai dari tiang pancang dengan posisi paling tengah dan yang terakhir pemancangan tiang dengan posisi paling luar.

3)

Direksi Lapangan/MK dapat meminta kepada Kontraktor untuk merubah urutan pemancangan kalau menurutnya urutan yang akan dilaksanakan mengakibatkan gangguan pada tiang pancang yang sudah selesai dipancang. Kontraktor tidak dibenarkan mengajukan claim atau perpanjangan waktu karena perubahan tersebut.

  • 1.8.4. Pemancangan tiang uji

1)

Kontraktor harus memancang sedikitnya 10 % (sepuluh persen) dari total pondasi tiang sebagai tiang uji (pile driving test) untuk menentukan panjang tiang yang dibutuhkan sehingga didapatkan daya dukung dan kedalaman pemancangan diseluruh area pekerjaan. Tes tersebut dilakukan cukup lama sebelum pelaksanaan sebenarnya. Hal ini adalah untuk mencegah terjadinya keterlambatan kemajuan pekerjaan dan juga agar Kontraktor setiap saat dapat memilih tiang-tiang dengan panjang yang sesuai dengan kondisi ditempat pemancangan.

2)

Tiang uji harus dipancang pada posisi sesuai petunjuk Direksi Lapangan/MK dan sesuai gambar perencanaan. Pemancangan dilakukan sampai pada kedalaman sesuai gambar perencanaan atau menurut petunjuk Direksi Lapangan/MK. Kontraktor harus menyiapkan ruyung/follower untuk

SpringHill Golf Suites

Persyaratan Teknis Pelaksanan Pekerjaan Struktur

SpringHill Golf Suites Persyaratan Teknis Pelaksanan Pekerjaan Struktur mengantisipasi apabila diperlukan pemancangan lebih dalam dari yang

mengantisipasi apabila diperlukan pemancangan lebih dalam dari yang sudah ditentukan dalam gambar perencanaan.

3)

Pencatatan calendering harus dilakukan dengan teliti yaitu setiap 20-50 cm pada minimal 5 m' terakhir.

4)

Koreksi rumusan calendering tersebut dipakai untuk mengevaluasi panjang tiang pancang yang diperlukan agar kapasitas daya dukung bisa dicapai.

5)

Dari hasil evaluasi tersebut, Direksi Lapangan/MK akan menentukan panjang- panjang tiang pancang yang diperlukan. Dengan berpedoman pada ketentuan ini Kontraktor dapat membuat/mengadakan seluruh tiang pancang sesuai dengan panjang-panjang tiang yang dibutuhkan menurut hasil pemancangan tiang uji, untuk selanjutnya melaksanakan pemancangan sesuai dengan ketentuan.

  • 1.8.5. Hasil tes pembebanan (loading test) digunakan untuk mengkoreksi rumusan calendering yang ditentukan didalam Buku Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) ini.

  • 1.8.6. Tiang-tiang harus disiapkan dengan seksama pada posisi yang diinginkan dan harus dipancang tepat pada garis -garis / titik-titik pancang yang telah ditentukan sesuai dengan gambar perencanaan.

  • 1.8.7. Tiang-tiang harus dipancang menurut metode yang disetujui Direksi Lapangan/MK dan sampai kedalaman seperti yang ditunjukkan dalam hasil pemancangan tiang uji, atau sesuai gambar perencanaan atau menurut petunjuk Direksi Lapangan/MK.

  • 1.8.8. Pemancangan tiang harus dilakukan terus menerus sampai mencapai kedalaman yang sudah ditentukan dan sampai dengan penurunan maksimum 20 mm, untuk 10 pukulan terakhir. Direksi Lapangan/MK akan menyatakan setiap tiang telah selesai pemancangannya.

  • 1.8.9. Bila ada keragu-raguan tentang hasil kalendering atau kedalaman tiang pancang, Direksi Lapangan/MK boleh memerintahkan untuk memancang sampai kedalaman tertentu walaupun final set yang disyaratkan telah terpenuhi.

    • 1.8.10. Pada pemancangan seluruh tiang, baik pada waktu pile driving test maupun pada pemancangan selanjutnya, pemukulan tiang baru dapat dihentikan apabila penetrasi tiang pada 10 (sepuluh) pukulan terakhir tidak lebih dari 2,00 cm. dan daya dukung tiang yang direncanakan telah tercapai.

    • 1.8.11. Daya dukung tiang dapat dihitung dengan rumus:

 

e h W H

W + n 2 P

1

Pu =

X

X

 

S + K

W + P

SF

dimana:

 

Pu =

daya dukung tiang yang direncanakan (ton)

e h

=

efisiensi hammer = 0.85

W

=

berat Ram (ton)

H

=

strook Ram (cm)

P

=

berat tiang (ton)

S

=

penetrasi akhir tiang per pukulan (cm), dihitung dari penetrasi rata-rata

SpringHill Golf Suites

Persyaratan Teknis Pelaksanan Pekerjaan Struktur

SpringHill Golf Suites Persyaratan Teknis Pelaksanan Pekerjaan Struktur K = pada 10 pukulan terakhir. besar rebounding

K

=

pada 10 pukulan terakhir. besar rebounding pada pukulan terakhir (cm) = 0.1 in = 0.254 cm.

n

=

koefisien restitusi = 0.5 (concrete pile with cap/cushion)

SF

=

Faktor Keamanan = 6

  • 1.8.12. Apabila tiang sudah selesai dipancang pada tempatnya dan telah disetujui Direksi Lapangan/MK, Kontraktor harus menyediakan stek tulangan dari tiang pancang yang masuk ke poer sebagai pengikat, sesuai gambar perencanaan. Stek tulangan tersebut bisa dikerjakan dengan dua alternatif yaitu :

1)

Apabila sisa pemancangan tiang masih cukup panjang untuk stek tulangan, beton ujung tiang bagian atas harus dibobok/dibongkar dan seluruh tulangan tiang dibuat stek sesuai gambar perencanaan.

2)

Apabila sisa pemancangan tiang, panjangnya tidak mencukupi untuk stek tulangan, beton ujung tiang bagian atas harus dibobok/dibongkar, stek tulangan dilas ke tulangan tiang atau dipasang pada rongga tiang sesuai gambar perencanaan.

  • 1.8.13. Pekerjaan pengelasan sambungan tiang pancang harus dikerjakan oleh tenaga yang akhli dan berpengalaman. Pemborong wajib menyerahkan sertifikat keahlian dari masing-masing tukang las, minimal kelas B.

  • 1.8.14. Apabila terjadi perbedaan kedalaman tiang pancang antara gambar perencanaan dengan pelaksanaan pekerjaan dilapangan, hal tersebut akan diperhitungkan sebagai pekerjaan tambah atau pekerjaan kurang berdasarkan kesepakatan hasil pemeriksaan, laporan dan catatan-catatan dilapangan. Bila terjadi perubahan desain dari kepala tiang (poer), "as built drawing" harus sudah diberikan kepada Direksi Lapangan/MK sebelum alat pancang dikeluarkan dari tempat pekerjaan.

    • 1.9. Laporan Pemancangan

      • 1.9.1. Kontraktor harus membuat catatan kerja tiap tiang yang dipancang dan laporannya yang merupakan salinan catatan kerja tersebut yang sudah diketik rapi dan sudah ditandatangani harus diserahkan kepada Direksi Lapangan/MK.

      • 1.9.2. Catatan kerja tersebut berisi panjang, lokasi, tipe, daya dukung ijin dan hasil-hasil dari tes lain. Sebagai tambahan, catatan kerja ini berisi juga sebuah daftar mengenai berbagai lapisan tanah yang ditembus.

      • 1.9.3. Kontraktor harus membuat dan menyerahkan laporan kepada Direksi Lapangan/MK tentang hasil-hasil pemancangan untuk melengkapi laporan/catatan kerja tersebut diatas. Laporan ini harus dikirim kepada Direksi Lapangan/MK tidak melebihi selang hari waktu pemancangan dengan disertai data-data sebagai berikut :

1)

Nomor referensi halaman dan lokasi tiang pancang.

2)

Nomor tiang, ukuran tiang dan panjang tiang.

3)

Elevasi permukaan tanah, kedalaman tiang dan elevasi ujung bawah tiang.

4)

Tanggal dan waktu pemancangan.

5)

Jumlah pukulan dan nilai daya dukung final

6)

Detail tentang final set dan metoda dari pengangkatan dan pemancangan tiang

SpringHill Golf Suites

Persyaratan Teknis Pelaksanan Pekerjaan Struktur

7) 8) 9) Jenis dan tipe dari peralatan yang dipakai Loncatan/pantulan dari ram (Ram stroke) Waktu
7)
8)
9)
Jenis dan tipe dari peralatan yang dipakai
Loncatan/pantulan dari ram (Ram stroke)
Waktu yang diperlukan untuk pemancangan
  • 1.9.4. Pada akhir pekerjaan pemancangan, Kontraktor harus membuat dan menyerahkan gambar denah pondasi dan toleransi yang terdapat dilapangan sebanyak yang diperlukan oleh Direksi Lapangan/MK dan Pemberi Tugas.

    • 1.10. Pemancangan yang Tidak Sempurna

      • 1.10.1. Tiang pancang yang tidak sempurna, baik karena kondisi tiang atau karena salah pemancangan atau letaknya meleset dari tempat yang ditentukan, harus diperbaiki atas biaya Kontraktor dengan salah satu cara dibawah ini yang disetujui Direksi Lapangan/MK.

1)

Tiang yang tidak sempurna diambil/dicabut dan diganti dengan tiang baru.

2)

Tiang baru dipancangkan berdekatan dengan tiang yang tidak sempurna.

  • 1.10.2. Tiang-tiang harus diletakkan dan dipancang pada elevasi lapisan dasar rencana (design sub-grade elevations).

  • 1.10.3. Akibat persyaratan tersebut di atas, maka tiang-tiang tadi harus dipancang dengan tepat pada lokasi sesuai gambar perencanaan. Semua tiang harus dipancang dengan toleransi lateral tidak lebih dari 7,50 cm dari titik yang ditentukan. Tiang- tiang yang deviasinya lebih dari 7,50 cm ke arah lateral atau tiang-tiang yang kemiringannya pada arah vertikal lebih dari 0,2 % harus dibuang. Deviasi tiap tiang dari titik lokasi sesuai perencanaan harus dilaporkan setiap hari pada Direksi Lapangan/MK. Kontraktor harus mengadakan dan memasang tiang-tiang tambahan pada lokasi tersebut sebagai akibat dari pemancangan yang tidak sempurna sesuai dengan petunjuk Direksi Lapangan/MK. Biaya untuk pelaksanaan seperti itu menjadi tanggung jawab Kontraktor.

  • 1.10.4. Dimana terdapat lebih dari 4 (empat) tiang dalam suatu group, tiang yang pertama dipancang adalah tiang yang di tengah. Semua tiang dalam suatu group harus mempunyai kedalaman yang kira-kira sama.

  • 1.10.5. Tiang-tiang yang pemancangannya ditolak dan tidak dicabut, harus tetap berada di dalam tanah dan dipotong sesuai dengan petunjuk Direksi Lapangan/MK. Jika tiang tersebut menurut petunjuk Direksi Lapangan/MK harus dicabut, dan lubang bekas tiang yang tidak dicabut tadi tidak dipakai lagi untuk pemancangan tiang pengganti maka lubang tersebut harus diisi dengan kerikil atau split dan harus dipadatkan tanpa ada biaya tambah.

  • 1.10.6. Jika ada kerusakan pada tiang pancang selama pemancangan, maka pada bagian yang rusak tersebut harus diperbaiki dengan cara dipotong dan disambung dengan tiang baru sesuai petunjuk Direksi Lapangan/MK. Jika menurut Direksi Lapangan/MK tidak memungkinkan Kontraktor untuk memperbaiki tiang pancang yang rusak secara baik atau jika hasil perbaikannya meragukan, Direksi Lapangan/MK dapat memerintahkan untuk mengganti dengan tiang baru. Kontraktor harus menanggung seluruh biaya berbaikan, pengadaan dan pemancangan tiang pangganti.

  • 1.10.7. Apabila tiang yang sudah dipancang mengalami heave (naik/mumbul) maka harus dilakukan pengamatan besarnya heave terhadap datum. Tiang yang mengalami heave > 10 mm akibat pemancangan tiang berdekatan harus dipancang ulang.

SpringHill Golf Suites

Persyaratan Teknis Pelaksanan Pekerjaan Struktur

SpringHill Golf Suites Persyaratan Teknis Pelaksanan Pekerjaan Struktur 1.10.8. Apabila akibat pemancangan yang tidak sempurna menurut
  • 1.10.8. Apabila akibat pemancangan yang tidak sempurna menurut pendapat Direksi Lapangan/MK harus dilakukan perencanaan ulang (redesign) pondasi, maka biaya redesign pondasi tersebut adalah beban dan tanggung jawab Kontraktor.

    • 1.11. Gangguan / Halangan. Jika ditemukan lapisan padat atau gangguan lain yang menyebabkan amat sulitnya pemancangan suatu tiang untuk mencapai kedalaman lapisan pendukung yang sudah dipersyaratkan, Kontraktor harus melakukan usaha yang biasa digunakan untuk kondisi tersebut misalnya dengan melakukan pengeboran lapisan padat yang menjadi penghalang atau cara-cara lain yang biasa dilakukan tanpa ada biaya tambahan. Jika menurut anggapan Direksi Lapangan/MK, Kontraktor tidak mampu menyelesaikan dengan baik gangguan / halangan pemancangan suatu tiang dengan cara tersebut, Direksi Lapangan/MK dapat memerintahkan Kontraktor untuk memasang tiang pancang tambahan sampai mencapai kedalaman lapisan pendukung yang sudah dipersyaratkan atas beban Kontraktor.

    • 1.12. Persyaratan Tes Beban Tiang Pancang

      • 1.12.1. Tes beban tiang pancang merupakan lingkup pekerjaan Kontraktor, biaya tes beban tiang pancang belum termasuk di dalam biaya pekerjaan pondasi. Pada umumnya biaya tes beban tiang pancang diberikan dalam bentuk item khusus di Bill Of Quantity (BQ).

      • 1.12.2. Kontraktor harus melakukan uji beban statik tekan pada tiang pancang sebanyak minimal 1 % dari jumlah total tiap-tiap ukuran penampang tiang pancang. Titik-titik lokasi tiang yang harus dilakukan uji beban akan ditentukan oleh MK atas persetujuan konsultan perencana. Uji beban statik pada tiang pancang dimaksudkan untuk mengevaluasi daya dukung tiang tekan sebagai berikut : 1)

Daya dukung tekan tiang dengan beban tekan sebesar 2 x dari beban rencana (140 ton) = 280 ton yang mengacu pada ASTM D-1143.81 (Standard Test Method for Piles (Reapproved 1987) Under Static Axial Compressive Load).

Selain itu kontraktor juga harus melakukan uji beban tiang tarik sebanyak minimal 1 % dari jumlah total tiap-tiap ukuran penampang tiang pancang yang mengalami tarik. Titik-titik lokasi tiang yang harus dilakukan uji beban akan ditentukan oleh MK atas persetujuan konsultan perencana. Uji beban statik pada tiang pancang dimaksudkan untuk mengevaluasi daya dukung tiang sebagai berikut :

1)

Daya dukung tarik tiang dengan beban tarik sebesar 2 x dari beban rencana (21 ton) = 42 ton yang mengacu pada ASTM D-3689.90 (Standard Test Method for Individual Piles Under Static Axial Tensile Load).

  • 1.12.3. Uji beban statik untuk menguji daya dukung tiang terhadap beban tekan, maksimal 60% dari jumlah total tes tersebut dapat dilakukan sebelum tahapan konstruksi dan minimal 40% dari jumlah total tes tersebut dilakukan pada tahapan konstruksi.

  • 1.12.4. Uji beban statik ntuk menguji daya dukung tiang terhadap beban tarik dilaksanakan apabila dianggap perlu yaitu bilamana dalam perencanaan ditemukan kondisi tiang yang mengalami tarik.

  • 1.12.5. Selain uji daya dukung tekan dan tarik, Kontraktor juga harus melakukan uji beban untuk daya dukung lateral free head minimal satu tiang pancang untuk tiap ukuran

SpringHill Golf Suites

Persyaratan Teknis Pelaksanan Pekerjaan Struktur

SpringHill Golf Suites Persyaratan Teknis Pelaksanan Pekerjaan Struktur penampang, yang akan ditentukan oleh MK atas persetujuan

penampang, yang akan ditentukan oleh MK atas persetujuan konsultan perencana. Ketentuan uji tiang pancang untuk daya dukung lateral adalah sebagai berikut :

1)

Daya dukung lateral tiang dengan beban lateral sebesar 2 x beban rencana untuk lateral free head (2 ton) = 4 ton yang mengacu pada ASTM D-3966.90 (Standard Test Method for Piles Under Lateral Loads) dengan pembebanan bertahap (cyclic loading). Uji beban ini harus dilakukan pada elevasi kepala tiang yang direncanakan (level cut off).

2)

Daya dukung lateral tiang dengan beban lateral sebesar 2 x beban rencana untuk lateral free head (4.3 ton) = 8.6 ton yang mengacu pada ASTM D-3966.90 (Standard Test Method for Piles Under Lateral Loads) dengan pembebanan bertahap (cyclic loading). Uji ini harus dilakukan pada elevasi kepala tiang yang direncanakan (level cut off).

  • 1.12.6. Uji PDA hanya diperbolehkan untuk dipakai sebagai pembanding dari percobaan sebagaimana yang ditentukan dalam butir 1.12.2. dengan jumlah maksimal 25 % dari yang disyaratkan. Sisanya, yaitu 75 % dari total tiang pancang uji tetap harus mempergunakan sistem pembebanan statik. Dari antara tiang uji tersebut di atas, harus terdapat tiang yang diuji secara statik dan PDA sehingga hasil PDA dapat dikorelasikan dengan hasil uji statik dengan memperhatikan bahwa PDA belum dapat dianggap sepenuhnya menggantikan hasil uji beban statik. Uji PDA harus mengacu pada ASTM D 4945.

  • 1.12.7. Hasil tes pembebanan (loading test) tersebut diatas akan digunakan untuk mengkoreksi rumusan calendering yang ditentukan didalam Buku Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) ini. Ketentuan dan persyaratan tes pembebanan sesuai ketentuan dan persyaratan yang diuraikan dalam pasal Tes Pembebanan Statik (loading test) dibawah ini.

    • 1.13. Tes Beban Tiang Pancang

      • 1.13.1. Kontraktor harus menyediakan tenaga kerja yang akhli dan berpengalaman, bahan- bahan dan peralatan/perlengkapan yang diperlukan untuk pelaksanaan tes beban tiang, melakukan pencatatan dan pengukuran dari percobaan beban termasuk penyediaan, penyusunan kentledge yang digunakan dan pembongkaran kembali.

      • 1.13.2. Kontraktor harus membuat gambar perencanaan tes beban tiang yang disertai dengan penjelasan/keterangan tentang daftar peralatan, jenis beban, alat pengaman, kalibrasi alat dan cara pelaksanaan percobaan. Dokumen tersebut harus diserahkan kepada Direksi Lapangan/MK untuk mendapat persetujuan.

      • 1.13.3. Selama pelaksanaan loading test, Kontraktor harus menempatkan tenaga kerja yang berpengalaman untuk pelaksanaan pengamatan dan pencatatan hasil percobaan.

      • 1.13.4. Jangka waktu antara pemancangan tiang yang akan ditest dengan pelaksanaan loading test pada tiang tersebut harus ada jangka waktu paling sedikit 2 (dua) minggu, untuk mengembalikan kondisi tanah kepada keadaan semula akibat pemancangan tiang. Pemancangan.tiang yang berdekatan dengan tiang percobaan harus ditunda selama adanya loading test.

      • 1.13.5. Pada waktu akan dilakukan tes pembebanan (loading test), Direksi Lapangan/MK akan memilih dan menentukan tiang-tiang yang harus dites. Perencana harus turut menyaksikan didalam menentukan tiang-tiang yang akan dites dan pelaksanaan pengetesan pembebanan tiang pancang atas biaya Kontraktor.

SpringHill Golf Suites

Persyaratan Teknis Pelaksanan Pekerjaan Struktur

SpringHill Golf Suites Persyaratan Teknis Pelaksanan Pekerjaan Struktur 1.13.6. Loading test vertikal harus dilakukan pada minimal
  • 1.13.6. Loading test vertikal harus dilakukan pada minimal 2 (dua) buah tiang pancang.

  • 1.13.7. Verifikasi daya dukung tiang yang diijinkan harus dipastikan dengan melakukan tes pembebanan sesuai dengan ASTM D-1143-81 seperti yang disebutkan dibawah ini.

  • 1.13.8. Perlengkapan Pembebanan

1)

Beban untuk percobaan didapat dari reaksi kentledge melalui jack hidraulics yang besarnya melebihi dari beban percobaan dan ditempatkan pada platform sebagaimana harusnya.

2)

Beban kentledge terdiri dari blok-blok beton dengan ukuran yang sama.

3)

Plat baja dengan ketebalan yang cukup untuk menerima beban, ditempatkan secara sentris diatas pile cap untuk dapat menyalurkan beban percobaan secara sempurna kepada tiang.

4)

Ukuran dari plat baja tidak boleh lebih kecil dari ukuran pile cap dan juga tidak boleh lebih kecil dari ukuran Jack yang digunakan.

5)

Jack hidraulic harus ditempatkan sentris pada tiang / pile cap.

6)

Jack dan alat lainnya termasuk hydraulic ram, hydraulic pump dan pressure gauge harus dikalibrasikan sebelum percobaan dilakukan.

  • 1.13.9. Alat Pengukuran Penurunan Laporan kalibrasi harus disertakan pada semua alat loading test yang membutuhkan kalibrasi sebelum percobaan beban dilakukan.

    • 1.13.10. Prosedur Pembebanan Beban percobaan dikerjakan dalam 4 cycle sesuai dengan ASTM D 1143-81 untuk loading test vertikal.

    • 1.13.11. Metoda pelaksanaan, pemasangan dan besaran beban adalah sebagai berikut:

1)

Beban

tes

adalah

2

kali

beban

rencana

atau

sesuai

dengan

gambar

perencanaan.

 

2)

Pembebanan tes dilakukan dalam 7 kali kenaikan yaitu : 0,5; 0,75; 1; 1,25; 1,5; 1,75; 2 kali beban kerja.

3)

Pembacaan penurunan dan "Rebound" harus dicatat sampai 0,30 mm untuk tiap kenaikan atau penurunan beban, dimulai dari beban yang diperkirakan telah bekerja dan untuk tiap kenaikan setelah itu. Beban tes harus tetap bekerja sampai tidak terjadi penurunan dalam periode 2 jam.

4)

Beban total tes harus tetap bekerja sampai penurunan tidak lebih dari 0,25 mm dalam 48 jam.

5)

Beban total harus diturunkan berturut-turut sebesar tidak lebih dari 1/4 kali beban total dan pada interval tidak kurang dari 1 jam.

6)

"Rebound" harus dicatat pada setiap penurunan beban, dan "rebound" terakhir harus dicatat setelah seluruh beban tes sudah dipindahkan.

7)

Beban maksimum tiang yang diijinkan adalah 0,5 dari beban tes pada titik leleh. Titik leleh didefinisikan sebagai titik dimana kenaikan beban menyebabkan penambahan "settlement" yang tidak proporsional.

8)

Semua alat, bahan dan perlengkapan yang diperlukan untuk melakukan uji beban harus disediakan oleh Kontraktor.

SpringHill Golf Suites

Persyaratan Teknis Pelaksanan Pekerjaan Struktur

SpringHill Golf Suites Persyaratan Teknis Pelaksanan Pekerjaan Struktur 9) Apabila tidak ada ketentuan lain yang diberikan

9) Apabila tidak ada ketentuan lain yang diberikan oleh Direksi Lapangan/MK, selama loading test tidak diperbolehkan adanya kegiatan pengeboran maupun pemancangan.

10)

Di dalam pekerjaan loading test, tidak boleh menggunakan tiang pancang disampingnya sebagai anker.

  • 1.13.12. Prosedur loading test

1)

Schedule pembebanan "Cyclic-Loading" (ASTM D.1143-81 Section 5.2)

Penambahan /

Beban (dalam %

Lama pembebanan

Pengurangan

beban rencana)

beban (%)

0

0

A

  • 25 25 Cycle 1

A

  • 25 50

1 jam

  • 25 25

20 menit

  • 25 0

1 jam

  • 50 50

20 menit

  • 25 75

A

  • 25 100 Cycle 2

1 jam

  • 25 75

20 menit

  • 25 50

20 menit

  • 50 0

1 jam

  • 50 50

20 menit

  • 50 100

20 menit

  • 25 125

A

  • 25 150 Cycle 3

1 jam

  • 25 125

20 menit

  • 25 100

20 menit

  • 50 50

20 menit

  • 50 0

1 jam

  • 50 50

20 menit

  • 50 100

20 menit

  • 50 150

20 menit

  • 25 175

A

  • 25 200 Cycle 4

B

  • 25 175

20 menit

  • 25 150

20 menit

  • 50 100

20 menit

  • 50 50

20 menit

  • 50 0

2)

Beban ditahan tetap selama 1 jam dan sampai mencapai penurunan 0,25 mm/jam atau maksimum 2 jam

3)

Beban ditahan selama 12 jam dan sampai mencapai penurunan 0,25 mm/jam atau maksimum 24 jam

  • 1.13.13. Prosedur pembacaan Pembacaan loading test dilakukan sebagai berikut :

1)

Sesudah dan sebelum penambahan beban

2)

Sesudah dan sebelum penurunan beban

SpringHill Golf Suites

Persyaratan Teknis Pelaksanan Pekerjaan Struktur

3) Setiap 10 menit 4) Pada pembebanan 200 % beban rencana, pembacaan dilakukan sebagai berikut :
3)
Setiap 10 menit
4)
Pada pembebanan 200 % beban rencana, pembacaan dilakukan sebagai
berikut :
  • a) Setiap 10 menit selama 2 jam pertama

  • b) Selanjutnya setiap 1/2 jam

  • 1.13.14. Laporan loading test Laporan hasil percobaan loading test harus dikirim kepada Direksi Lapangan/MK untuk mendapat persetujuan, yang terdiri dari :

1)

Nama proyek dan lokasi

2)

Laporan penyelidikan tanah dan catatan pelaksanaan pekerjaan loading test tiang pancang.

3)

Sertifikat dari kalibrasi peralatan

4)

Catatan pembebanan yang meliputi :

  • a) Tanggal percobaan

  • b) Waktu pembacaan

  • c) Beban percobaan

  • d) Pembacaan dial gauge, dll.

5)

Grafik load-settlement, Grafik load-time, Grafik time-settlement.

6)

Kesimpulan dari hasil percobaan

  • 1.13.15. Kriteria dari loading test meliputi :

1)

Penurunan permanen melampui 6 mm.

2)

Loading test tidak boleh diteruskan jika terjadi ketidak stabilan kentledge, kerusakan dari pile cap atau tiang pancang ataupun kerusakan lainnya yang dapat memberikan hasil yang tidak sebenarnya.

  • 1.13.16. Kegagalan dan Kerusakan

1)

Jika loading test tidak sesuai dengan yang disyaratkan maka test tambahan harus dilakukan dan pelaksanaannya harus atas persetujuan Direksi Lapangan/MK serta biaya pelaksanaan pekerjaan menjadi tanggung jawab Kontraktor.

2)

Jika terjadi kerusakan dan/atau kegagalan pada tiang dalam pelaksanaan loading test maka Kontraktor harus mengganti tiang tersebut dengan tiang baru (tambahan tiang pancang) sesuai dengan petunjuk dari Direksi Lapangan/MK dan atas biaya Kontraktor.

3)

Biaya dari loading test tambahan, penggantian atau penambahan tiang dan pekerjaan perhitungan kembali serta gambar pondasi tiang pancang (redesign) yang disebabkannya akan dibebankan kepada Kontraktor.