Anda di halaman 1dari 33

BAB I

PENDAHULUAN
1.I Latar Belakang
Perlu disadari bahwa sampai sekarang lulusan SMK belum dapat diserap
langsung oleh pihak dunia usaha maupun industri. Secara kasat mata terbukti
hampir setiap dunia usaha/industri ketika merekrut tenaga kerja lulusan SMK
masih menerapkan Pendidikan dan Pelatihan bagi yang telah lulus seleksi
penerimaan karyawan ratarata tiga bulan. Hal ini menunjukkan bahwa
keterampilan yang dimiliki lulusan SMK belum diakui oleh pihak usaha/industri.
Jika kita kaji secara seksama, kita tidak dapat menyalahkan pihak dunia
usaha/industri. Memang pada kenyataannya masih banyak SMK yang sangat
minim

peralatan

praktek.Sehingga

peserta

diklat

yang

harusnya

porsi

pembelajaran praktek idealnya 70 % hanya dapat dilaksanakan 30 % saja. Bahkan


ada beberapa SMK yang tidak memiliki sama sekali peralatan praktek, dalam
pelaksanaan peserta diklat hanya dapat beranganangan dengan teori saja tidak
dengan peralatan kenyataan yang sebenarnya. SMK yang peralatan praktek cukup
memadai, belum tentu peralatan itu sesuai dengan yang ada di industri /usaha.
Sekarang peralaatan di dunia usaha/industri sudah serba otomatis, sedangkan
peralatan yang ada di SMK SMK masih manual.
Sehingga pelaksanaan praktek hanya sekedar mengenal peralatan yang ada,
kurang memperhatikan kebutuhan di dunia industri/usaha, itu pun tidak semuanya
dapat memanfaatkan secara maksimal. Sesuai dengan hasil pengamatan dan

penelitiaan Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan, pola penyelenggaraan di


SMK belum secara tegas dapat menghasilkan tamatan sebagaimana yang
diharapkan. Hal tersebut dapat dilihat dari kondisi pembelajaran yang kondusif
untuk menghasilkan tenaga kerja yang professional, karena keahlian professional
seseorang tidak semata mata diukur oleh pengguasaan unsur pengetahuan dan
teknik bekerja, tetapi harus dilengkapi dengan penguasaan kiat (arts) bekerja
yang baik.
Penggunaan unsur ilmu pengetahuan dan teknik kerja dapat dipelajari
disekolah, namun untuk kiat adalah sesuatu yang tidak dapat diajarkan tetapi
harus dikuasai melalui pembiasaan dan internalisasi. Untuk kiat yang menjadi
faktor utama penentu kadar keahlian professional seseoarang, hanya dapat
dikuasai melalui cara mengerjakan pekerjaan pada bidang profesi itu sendiri.
Karena itulah tumbuh suatu aturan keahlian professional berdasarkan jumlah
pengalaman kerja. Mata diklat praktek kejuruan yang disajikan di sekolah biarpun
menggunakan peralatan yang lengkap dan modern, pada dasarnya hanya mampu
menyajikan proses dan situasi peniruan (simulasi), karena bukan situasi yang
sesungguhnya.
Saya memilih Kantor Camat Baktiya Aceh Utara sebagai tempat untuk
melaksanakan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) karena ingin menambah
wawasan saya dalam bidang komputer dan mencari pengalaman baru di bidang
yang belum ada di sekolah.

1.II Maksud dan Tujuan Pelaksanaan


Adapun maksud dan tujuan dilaksanakanya praktek kerja industri
(PRAKERIN) Adalah :
1)

Sebagai pengalaman melatih diri dengan mengkaji konsep-konsep yang


didapat selama pendidikan sehingga terbiasa dengan lapangan kerja.

2)

Mampu memahami, memantapkan dan mengembangkan pelajaran yang


didapatkan di sekolah dan diterapkan pada Dunia Usaha.

3)

Memperkokoh kerja sama antara sekolah dengan dunia kerja.

1.III Manfaat Kegiatan


Adapun manfaat dari Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) manfaatnya adalah
sebagai berikut :
1)

Dapat mengenali suatu pekerjaan industri dilapangan sehingga setelah


selesai dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan terjun kelapangan
kerja industri dapat memandang suatu pekerjaan yang tidak asing lagi
baginya.

2)

Dapat menambah keterampilan dan wawasan dalam dunia usaha yang


professional dan handal.

3)

Untuk mengasah keterampilan yang telah diberikan disekolah dan juga


sesuai dengan Visi dan Misi Sekolah Menengah Kejuruan Swasta (SMKS)
Humaniora.

4)

Dapat menghasilkan tenaga kerja yang berkualitas, yaitu tenaga kerja yang
memiliki tingkat pengetahuan, keterampilan, etos kerja yang sesuai dengan
tuntutan lapangan pekerjaan.

1.IV Waktu dan Tempat Pelaksanaan


Adapun penempatan ataupun lokasi praktek kerja industri atau prakerin yang
terdapat di berbagai toko dan perusahaan / instansi di kawasan Aceh Utara salah
satunya Kantor Camat Baktiya yang beralamatkan di Jln. Medan Banda Aceh
Km.321 Alue Ie Puteh Aceh Utara.
Waktu pelaksanaan praktek kerja industri atau prakerin untuk SMKS
Humaniora adalah 2 Bulan yaitu mulai Tanggal 10 April 2014 sampai dengan
penarikan kembali ke sekolah pada Tanggal 30 Mei 2014
1.5.

Metode Penulisan
Dalam pengumpulan data untuk menyelesaikan laporan ini diadakan

langkah-langkah atau metode pengumpulan data yaitu sebagai berikut :


1.

Mengadakan Observasi
Mengetahui secara langsung dengan melakukan peninjauan atau kunjungan
pada instansi yang bersangkutan dan kegunaan Praktik Kerja Industri tersebut
berjalan lancar.

2.

Mengadakan Interview
Mengadakan tanya jawab kepada pembimbing serta para staf yang
memberikan keterangan pada kami didalam kegiatan tersebut dan juga
memudahkan kami dalam menyusun karya tulis ini.

3.

Membuat Catatan Khusus


Mencatat keterangan (informasi) dalam hal perotomotifan yang sesuai dengan
jurusan yang mereka pilih.

4.

Tinjauan Perpustakaan
Mencari bahan-bahan untuk pembuatan karya tulis ini sebagai contoh laporan
dan buku yang relevan dengan jurusan multimedia. Agar sesuai dengan
penulisan baik dari segi bahasa ataupun kerangka kerja.

1.6. Sistematika Penulisan


Sebagai gambaran singkat dari bahasan dan penyusunan Laporan prakerin
ini, maka penulis mengemukakan sistematika penulisan antara lain :
BAB

PENDAHULUAN
Dalam Bab ini dijelaskan tentang latar belakang, maksud dan tujuan
praktek kerja industri, waktu dan tempat pelaksanaan PRAKERIN dan
sistematika penulisan.

BAB II

DESKRIPSI TEMPAT PRAKERIN


Dalam Bab ini dijelaskan tentang sejarah institusi, struktur organisasi
serta visi dan misi.

BAB III TINJAUAN PUSTAKA


Dalam

bab

ini

menguraikan

teori-teori

yang

relevan

berhubungan dengan judul laporan prakerin yang penulis susun


BAB IV KEGIATAN PRAKERIN
Dalam Bab ini berisi laporan PRAKERIN terkait dengan kegiatan
yang dilakukan.
BAB IV

PENUTUP
Bab ini merupakan penutup, berisi tentang kesimpulan dan saran.

serta

BAB II
DESKRIPSI KANTOR CAMAT BAKTIYA
2.1

Sejarah Kantor Camat Baktiya


Pembentukan daerah tentang otonom kabupaten dalam lingkungan tahun

1958

tambahan

lembaran

negara

nomor

1092,

melaksanakan

tugas

penyelenggaraan pemerintah melakukan pembinaan dan mengkoordinasikan


seksi-seksi penyelenggaraan administrasi, melaksanakan kebijaksanaan Camat
merumuskan peraturan perundang-undangan dan memberikan pelayanan teknis
administrasi kepada seluruh satuan kerja dalam organisasi kecamatan dan
melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Camat.
Kesejahteraan sosial dan keistimewaan mempunyai tugas membantu
penyusunan kebijaksanaan program pembinaan ketenaga kerjaan perburuhan
kegiatan organisasi sosial, usaha perekonomian masyarakat dan pengembangan
distribusi dan jasa pembangunan sarana dan prasarana kelembagaan penyusunan
administrasi menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya dan tembusan
nya disampaikan kepada satuan organisasi lain, yang secara fungsional
mempunyai hubungan kerja.
2.2

Visi Misi Kantor Camat Baktiya


a.

Visi
Terwujudnya masyarakat Baktiya yang inovatif, kreatif, mandiri dan
islami dalam menghadapi era globalisasi

b.

Misi
1. Menciptakan kondisi masyarakat yang nyaman, aman, tertib,
damai dan makmur sejahtera.
2. Mewujudkan masyarakat Baktiya yang yang berkeadilan dan
bermartabat.
3. Meningkatkan

pendapatan

masyarakat

perkebunan

di

Kecamatan Baktiya.
4. Mewujudkan masyarakat Baktiya yang inovatif, kreatif dan
produktif.
5. Meningkatkan

pengetahuan

masyarakat

Baktiya

melalui

pendidikan formal dan informal


6. Meningkatkan pemahaman masyarakat Baktiya di bidang adat
istiadat dan budaya yang islami.

2.3. Struktur Organisasi Kantor Camat Baktiya

BAB III
TINJAUAN PUSTAKA
3.1.

Pengertian Database
Database adalah suatu kumpulan data-data yang disusun sedemikian rupa

sehingga membentuk informasi yang sangat berguna. Database terbentuk dari


sekelompok data-data yang memiliki jenis/sifat sama. Contohnya data mahasiswa,
data dosen, data pegawai,

dll. Demikian juga, kumpulan dari data-data

mahasiswa, data-data dosen, data-data keuangan dan lainnya dapat dikumpulkan


lagi menjadi kelompok besar, misalkan data-data sekolah dan kampus. Bahkan
dalam perkembangannya, data-data tersebut dapat berbentuk berbagai macam
data, misalkan dapat berupa program, lembaran-lembaran untuk entry
(memasukkan) data, laporan-laporan. Kesemuanya itu dapat dikumpulkan
menjadi satu yang disebut dengan database.
Beberapa alasan mengapa database diperlukan adalah sebagai berikut:
1. Salah satu komponen penting dalam sistem informasi, karena merupakan
dasar dalam menyediakan informasi
2. Menentukan kualitas informasi : akurat, tepat pada waktunya dan
relevan.
3. Mengurangi duplikasi data (data redudancy)
4. Hubungan data dapat ditingkatkan (data relatability)
5. Untuk memberikan kemudahan dan efisiensi saat kita ingin menyimpan
data/informasi dan mengambilnya kembali

3.2.

Definisi Dasar
1. Database

Sekumpulan data yang saling berhubungan untuk


mencapai suatu tujuan.

2. Data

fakta-fakta yang dapat disimpan dan mempunyai arti


tertentu

3. Tabel

Tempat untuk menyimpan data, tabel terdiri dari field


dan record

4. Field

disebut juga dengan kolom, yaitu bagian tabel tempat


menyimpan sebuah item data. Sehingga sebuah field
merepresentasikan suatu atribut dari record yang
menunjukkan suatu item dari data, seperti misalnya
nama, alamat dan lain sebagainya. Kumpulan dari field
membentuk suatu record, yang harus memenuhi
komponen berikut ini:

field name:

Field harus diberi nama


untuk

membedakan

field yang satu dengan


lainnya

field representation:

harus didefinisikan tipe


field

(karakter,

teks,

tanggal, angka, dsb),


lebar

field

(ruang

maksimum yang dapat

10

diisi dengan karakterkarakter data).

field value:

isi

dari

field

untuk

masing-masing record.
5. Record

disebut juga dengan baris, yaitu satu bagian informasi


yang disimpan dalam tabel, misal data seorang
mahasiswa akan disimpan dalam satu record yang
terdiri dari beberapa kolom/field

3.3

Memulai Microsoft Access


Microsoft Access adalah salah satu dari Relasional Database Management

System (DBMS). DBMS adalah sebuah program yang memiliki fasilitas


penyimpanan dan pemanggilan struktur informasi pada sistem komputer.
Data dalam Microsoft Access disimpan ke dalam suatu Tabel. Selain tabel,
sebuah file database Access juga berisi bermacam-macam obyek database yang
lain diantaranya:
1. queri untuk mengorganisasi data,
2. forms untuk berinteraksi dengan data pada layar,
3. reports untuk mencetak hasil,
4. macros dan program Visual Basic untuk memperluas fungsionalitas dari
aplikasi database.
Semua obyek ini disimpan dalam file <filename>.mdb. Untuk memulai
microsoft Access dimulai dengan klik

tombol Start All Program

Microsoft Office > Microsoft Access 2003 Untuk memulai membuat

11

sebuah filedatabase baru, klik Tombol New pada standart toolbar, akan
tampil Task Pane New, dan klik (new Database ) pada Task Pane, anda akan
mendapatkan jendela dialog penyimpanan file. Klik tombol Create, maka
anda akan mendapatkan sebuah jendela yang berisi obyek-obyek sebuah
file database sebagai berikut :

Gambar 3.1 Jendela Obyek Dalam File Database


Penjelasan masing-masing obyek tersebut adalah sebagai berikut:
OBJECT
Table
Form
Queries
Reports

KETERANGAN
Merupakan struktur data untuk menentukan nama field-field
beserta perancangan suatu table, dan tempat untuk menyimpan
data.
Untuk membuat rancangan dalam tampilan form sebagai bahan
untuk memasukan data.
Untuk membuat relasi, mengorganisasi data atau pengabungan
dari beberapa table.
Untuk menampilkan bentuk laporan dari hasil output yang sesuai
dengan data yang diproses dan di entri.

12

Macros
Pages
Modules

3.4.

Untuk mengkoordinasikan dari menu Tabel, form. Report, Query


menjadi tombol dan menu secara otomatis.
Untuk merancang tampilan data access pada halaman web
melalui system jaringan(server).
Untuk membuat rancangan modul pengolahan database yang
dibuat dengan menggunakan kode pada Visual Basic untuk
aplikasinya.

Table
Tabel adalah obyek untuk tempat menyimpan

informasi, tempat

menyimpan, dan mengelola data dalam database sama seperti Excel kertas kerja
menyimpan informasi dalam buku kerja.
Pada saat akan membuat sebuah database, Langkah awal yang harus
dikerjakan adalah harus merancang table yang akan dibuat, bagaimana struktur
table tersebut dan seperti apa hubungan/relasi antar table satu dengan table lain
jika informasinya terpadu.
Untuk membuat sebuah table baru, maka lakukan langkah berikut ini:
1. Klik object table

Gambar 3.2 Membuat Table


Access menyediakan tiga cara untuk membuat tabel yang mana ada icon

13

dalam Database Window. Klik ganda pada icon untuk membuat tabel.

Create table in Design view akan mengijinkan anda untuk membuat


field tabel. Ini adalah cara umum untuk membuat tabel dan
penjelasannya ada dibawah.

Create table using wizard langkah anda dalam membuat tabel.

Create table by entering data akan memberi anda datasheet kosong


tanpa kolom label yang kelihatan seperti. Excel worksheet. Masukkan
data pada sel dan klik tombol Save. Anda akan dihadapkan dengan
pilihan untuk memasukkan primary key field. Setelah tabel disimpan,
sel kosong datasheet akan dihias. Field diberi nama umum seperti
"Field1", "Field2", dll. Untuk menggantinya dengan julul lain, Pilih
Format|Rename Column dari menu bar atau sorot kolom, klik kanan
didalamnya, dan pilih Rename Column dari shortcut menu.

2. Pilih create table in design view


3. Ketik struktrur table yang akan dibuat, sesuai dengan perancangan
informasi yang akan dibangun. Ketik nama fieldnya, tentukan juga type
datanya dan atur lebarnya data, pilih Field Size.
Keterangan :
Field name

Untuk memasukan nama-nama field yang akan


dibuat

Data Type

Untuk membedakan jenis atau type data yang akan


diolah. Macam-macam type data adalah sebagai
berikut:

14

Text: Serangkaian huruf, angka, spasi dan tanda


baca Memo: Serangkaian kata yang sangat
panjang berupa data

campuran antara huruf, spasi, dan tanda baca.

Number: Data berupa angka, perihitungan


secara matematik.

Date/Time: Data berupa tanggal atau waktu


Currency: Data yang berupa nilai mata uang

AutoNumber: Bilangan atau penomeran yang


beraturan atau berurutan secara otomatis.

Yes/No: Data yang berupa object atau gambar

OLE Object: Data yang berupa object atau


gambar

Hyperlink:

Data

yang

dapat

dihubungkan dengan alamat hyperlink pada


lokasi penyimpanan.

Lookup Wizard: Memasukan data dengan


memilih salah satu data pada daftar table.

Description

Menjelaskan dari nama Field

Field Properties :
Field Size

Untuk menentukan lebar dari nama-nama field


tersebut.

Format

Untuk menentukan dan mengatur bentuk dari


nama field tersebut, format tanggal, format

15

angka, waktu dll.


Input Mask

Untuk

penulisan

data

pada

saat

data

dimasukan, karakter atau label diwakili dengan


huruf L dan numeric diwakili dengan 9.
Decimal Place

Untuk memasukan data sesuai dengan format


angka decimal.

Caption

: Untuk penulisan judul atau title pada pembacaan


Form, report dsb.

Default value

Untuk menentukan nilai atau harga awal dari


sebuah bilangan secara otomatis sesuai dengan
format yang ada.

Validasi Rule

Untuk menentukan nulai atau batasan dan


aturan pemasukan data pada sebuah field.

Validasi text

Untuk mengatur dan mengontrol pemasukan


data pada sebuah field, sesuai dengan aturan
yang telah ditentukan oleh Validasi Rule.

Required

Untuk menentukan batasan pemasukan data,


jawab Yes apakah data akan diisi atau No
data akan dikosongkan.

Allow Zero Length : Untuk menentukan pemasukan data pada sebuah


field jika data tersebut valid atau tidak.
Indexed

Untuk menentukan index pada field tersebut.

Left

Fungsi string untuk mngambil N karakter dari

16

kiri(Field,N)
Right

Fungsi string untuk mngambil N karakter dari


kanan(Field,N).

Mid

Membaca

karakter

dari

posisi

yang

diinginkan (Field,N,N).
4. Tentukan konstring, batasan-batasan table, bila suatu field digunakan
sebagai kunci utama,maka field tersebut harus menjadi Primary Key
Struktur table diatas, field sebagai Primary Key adalah KodeBukukarena
sebagai informasi utama yang membedakan Buku satu dengan Buku
lain, dan selalu bersifat Unique.
Cara membuat field menjadi Primary Key :

3.5.

Letakkan kursor di field tersebut yaitu KodeBuku

Klik kanan maka akan muncul menu menentukan Primary Key

Query
Membuat Queries pada dasarnya adalah perintah untuk menyajikan

informasi dengan menggunakan hubungan antara variable yang saling melengkapi


informasinya, sehingga informasi bias sesuai dengan kebutuhan yang dicari
maupun yang akan dilaporkan.
Ikuti langkah dibawah untuk membuat new query dalam Design View:
1. Buka object/menu Query seperti sebagai berikut :

17

.
Gambar 3.3 Membuat Query
1. 2. Pilih Create Query in design, maka akan muncul dialog memilih query
Pilih semua tabel (Klik Tabel Barang, sambil menekan tombol Shift. Klik
Tabel Pelanggan) Tekan tombol Add Tekan Tombol Close,
2. Lalu tentukan informasi yang akan ditampilkan, pilih Field pada table
yang berisi informasinnya,
3. Untuk menyimpan Query : Pilih File dan klik Save, lalu beri nama Query
Penjualan
4. Untuk Menjalankan hasil Query , Klik Tombol Run
3.6.

pada toolbar,

FORM
Form dibuat dengan tujuan untuk memberikan tampilan hasil pengelolaan

informasi yang disajikan dengan lebih mudah, lebih menarik serta informatif

18

menggunakan Graphical User Interface. Form digunakan untuk menginputkan


data dan memodifikasi data yang ada dalam tabel. Dalam aplikasi database, form
dapat dibedakan menjadi :
Form master

yaitu form yang digunakan untuk data pada tabel


master, contoh form siswa, form barang, dll.

Form transaksi :

yaitu form yang digunakan untuk data transaksi,


contoh : form penjualan, form entri nilai, dll.

Langkah-langkah :
1. Buka database
2. Klik Obyek Form

Gambar 3.4 Create Form By Using Wizard


3. Double Click Create Form By Using Wizard, anda akan memperoleh
tampilan sebagai berikut: Pilih dan klik Form Wizard
4. Pilih table yang akan dibuat form entrinya.
5. maka masukan field-field yang dibutuhkan yang nampak dalam kotak
Available Fields, Cara memilih dengan menekan tombol botton panah

19

satu bila ingin menyeleksi satu persatu dan pilih tombol panah dua jika
seluruh field diinginkan.
6. Klik Next ke langkah selanjutnya,
7. Pilih Layout Form yang diinginkan, apakah Columnar, Tabular, dan lainlain, dengan tampilan yang diinginkan :
8. Pilih Next jika sudah menentukan jenis layout yang diinginkan,
misalnya tadi dipilih Columnar, maka akan muncul dialog jenis-jenis
style yang diinginkan dalam form nantinya.
9. Pilih Next untuk melanjutkan bila sudah ditentukan jenis style yang
diinginkan. Misalnya pilih Expedition untuk contoh style diatas.
10. Pilih Next untuk melanjutkan maka akan diminta memasukan judul
dalam form yang akan ditampilkan:
11. Bila ingin memodifikasi atau merubah rancangan form maka pilih
Modify the forms design.
12. Jika anda tidak ingin memodifikasi atau merubah rancangan form maka
pilihlah Open The Form To View or Enter Information, kemudian klik
Finish,
3.7. Report
Data yang telah dimasukan dalam table, tidak cukup dilihat dalam form,
akan tetapi dibutuhkan report untuk keperluan pelaporan yang sesuai dengan
kebutuhan manajemen, laporan dapat dipreview atau dicetak ke kertas.Membuat
laporan dalam acces ada dua fasilitas, yaitu Create Report in Design View dan
Create Report by Using Wizard.

20

Langkah-langkah :
1.

Buka database, dan Pilih Report Wizard, tabelnya, missal table buku,
seperti contoh berikut :

Gambar 3.5 Memilih Source dan Field


2.

Klik

Next

untuk

melanjutkan

ke

step

berikutnya,

yaitu

menentukanField apa yang digunakan sebagai dasar pengelompokkan,


3.

Klik Next untuk melanjutkan ke step berikutnya, yaitu menentukan


Field apa yang digunakan sebagai dasar pengurutan (sorting)

4.

Klik Next untuk melanjutkan ke step berikutnya, yaitu menentukan


Layout dan style apa yang diinginkan.

5.

Klik Next untuk melanjutkan ke step berikutnya, yaitu menentukan


nama Report yang akan disimpan.

6.

Klik Tombol Finish

21

BAB IV
KEGIATAN PRAKERIN
4.1. Pengamatan
Informasi yang penulis dapatkan dalam proses analisa sistem yang saat ini
digunakan di Kantor Camat Baktiya dalam hal pendataan pegawai yang dilakukan
menggunakan sistem manual.
Proses pendataan pegawai dilakukan dengan mengisi form yang telah dibuat
sebelumnya. Walaupun telah ada pemanfaat media komputer akan tetapi
perangkat komputer tersebut hanya digunakan untuk membuat form karyawan
saja tanpa adanya sistem komputerisasi yang melakukan pendataan karyawan.
Permasalahan muncul apabila dibutuhkan sebuah data tentang rekapitulasi
database pegawai baik merupakan data pelaporan tentang kehadiran pegawai
kepada camat atau data lainnya. dalam permasalahan ini, petugas melakukan
proses rekapitulasi dari data data yang telah ada tersebut secara manual dan
kemudian diketik kembali data data tersebut kedalam sebuah komputer untuk
dibuatkan sebuah laporan keseluruhan database karyawan.
Setelah dilakukan pengamatan pada sistem yang sedang berjalan saat ini,
maka sistem kerja serta efisiensi kerja bagi seorang petugas yang melakukan
pendataan pegawai masih sangat jauh dari harapan. Dibutuhkan banyak waktu
dalam proses melakukan rekapitulasi data kehadiran pegawai tersebut yang
nantinya akan dijadikan laporan. Tidak adanya keakuratan data kehadiran
pegawai.

22

Dari berbagai permasalahan yang muncul pada sistem yang sedang berjalan
saat ini, sesuai dengan pengamatan yang penulis lakukan maka dibutuhkannya
sebuah sistem informasi yang dapat membantu setiap proses pendataan kehadiran
pegawai sehingga proses pendataan kehadiran pegawai tersebut akan lebih cepat,
mudah dan efisien.
Sistem yang penulis rancang dalam Laporan Praktek Kerja Lapangan ini
adalah sebuah sistem informasi dengan konsep basis data sistem, yang artinya
bahwa bekerjanya sistem informasi dalam melakukan proses pendataan pegawai
berhubungan langsung dengan basis data sistem yang digunakan untuk
menyimpan setiap informasi yang dimasukkan kedalam sistem.
Dalam proses pelaksaan pendataan oleh sistem informasi, tugas seorang
petugas yang bertanggung jawab melakukan pendataan pegawai adalah hanya
mengoperasikan sistem informasi yang berbasis komputer ini dengan seperangkat
komputer tententu yang telah terinstalasi aplikasi sistem informasi.
Sistem informasi memungkinkan seorang petugas untuk melakukan pencetakan
hasil rekapitulasi data pegawai untu dijadikan sebagai laporan kepegawaian tanpa
harus bersusah payah merekapitulasi sendiri dari data data yang ada seperti yang
terjadi pada sistem manual.
4.2. Perancangan Database
Database digunakan untuk menyimpan setiap data dan informasi yang
didapatkan dari berbagai interaksi aktor dengan sistem informasi. Informasi
informasi yang didapatkan dalam sistem informasi tersebut disimpan dalam

23

masing masing tabel data sesuai dengan proses sistem yang dilakukan. Macam
macam tabel data dalam basis data tersebut dapat penulis uraikan sebagai berikut :
a.

Tabel Data Pegawai Negeri Sipil


Tabel ini digunakan untuk menyimpan setiap data dan informasi yang
berkenaan dengan pegawai Negeri Sipil yang nantinya data ini digunakan
untuk proses pendataan pegawai. Seorang petugas melakukan input data
pegawai yang dilakukan dalam sistem informasi dan sistem akan langsung
menyimpan setiap penambahan data maupun perubahan data yang
dilakukan oleh petugas dalam sistem informasi dalam tabel data ini.
Tabel IV.1 Tabel Data Pegawai
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

b.

Nama Field
NO
NAMA PEGAWAI
NIP
JENIS KELAMIN
TEMPAT LAHIR
TANGGAL LAHIR
ALAMAT
GOLONGAN
JABATAN
BAGIAN
KETERANGAN

Tipe Data
Auto Number
Text
Text
Look-up Wizard
Text
Date/time
Text
Text
Text
Text
Text

Ukuran
4
30
30
15
30
30
20
30
30

Tabel Data Karyawan Non PNS


Tabel ini digunakan untuk menyimpan setiap data dan informasi yang
berkenaan dengan Karyawan Non PNS yang nantinya data ini digunakan
untuk proses pendataan pegawai. Seorang petugas melakukan input data
pegawai yang dilakukan dalam sistem informasi dan sistem akan langsung

24

menyimpan setiap penambahan data maupun perubahan data yang


dilakukan oleh petugas dalam sistem informasi dalam tabel data ini.
Tabel IV.2 Tabel Data Karyawan Non PNS
No
1
2
3
4
5
6
7
8

Nama Field
NO
NAMA PEGAWAI
JENIS KELAMIN
TEMPAT LAHIR
TANGGAL LAHIR
ALAMAT
BAGIAN
KETERANGAN

Tipe Data

Ukuran

Auto Number
Text
Look-up Wizard
Text
Date/time
Text
Text
Text

4
30
15
30
30
30

4.3. Hasil Program


a.

Tampilan hasil
Setelah proses perancangan baik dari segi sistem, basis data dan

User Interface sistem informasi serta proses pembuatan program maka


proses selanjutnya dalah proses pengujian program aplikasi.
Proses

pengujian

program

aplikasi

dilakukan

dengan

cara

menjalankan sistem informasi dan dilakukan pengujian dari setiap kinerja


sistem. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah hasil akhir dari
pembuatan sistem informasi ini sesuai dengan perancangan yang telah
dilakukan. Hal lain yang dianggap perlu adalah untuk menguji kemampuan
program aplikasi untuk melaksanakann setiap proses sistem yang dilakukan
oleh petugas dan juga untuk melihat ada tidaknya kesalahan dalam proses
pembuatan program aplikasi.

25

Setelah dilakukan proses pengujian program aplikasi dari sistem


informasi, beberapa tampilan dari setiap proses sistem dapat penulis uraikan
pada masing masing gambar berikut ini :

DATABASE PEGAWAI KANTOR CAMAT


BAKTIYA

Gambar IV. 1 Tampilan Awal Menu dtabase

Gambar IV.2 Tampilan Input Data Pegawai Negeri Sipil

26

Gambar IV.3 Tampilan Input Data Karyawan Non PNS


b.

Proses Aplikasi
Sistem informasi ini adalah sebuah program aplikasi komputer yang

terkoneksi dengan basis data pada setiap proses sistem. Dalam prinsip kerja
sistem informasi ini, terdapat tiga proses yang merupakan pengelompokkan
dari semua proses dalam sistem dinataranya adalah :
a.

Input Data
Proses ini dilakukan untuk memasukkan data atau informasi yang
berkenaan dengan bekerjanya sistem yang kemudian dari semua
informasi tersebut disimpan dalam basis data sistem untuk
memudahkan bagi operator apabila data atau informasi tersebut ingin
ditampilkan kembali. Data atau informasi yang dimasukkan dalam
sistem diantaranya adalah data PNS Non PNS

27

b.

Proses Data
Data yang telah dimasukkan dalam basis data sistem melalui proses
input data selanjutnya data tersebut diproses sesuai dengan kinerja
sistem masing masing. Data pegawai selanjutnya diproses untuk
dilakukan pendataan. Hasil dari pendataan pegawai tersebut
dimasukkan kembali kedalam basis data.

c.

Output Data
Hasil data yang dihasilkan dalam proses pendataan pegawai dalam
sistem informasi ini adalah berupa data laporan data pegawai. Data
laporan tersebut dapat dicetak dalam sebuah kertas.

IV.4. Kelebihan dan Kekurangan Sistem


Dalam proses pengujian yang telah dilakukan sebelumnya, terdapat
beberapa kelebihan dan kekurangan sistem yang penulis uraikan berikut ini.
a.

Kelebihan Sistem
Beberapa hal yang menjadi kelebihan dari pada sistem informasi ini

adalah sebagai berikut :


1.

Aplikasi sistem informasi ini merupakan sebuah paket program


aplikasi yang dapat dijalankan di semua komputer dengan sistem
operasi berbasis windows.

2.

Aplikasi sistem informasi dirancangan sebagai aplikasi dengan paket


program yang kecil, dengan demikian bagi semua kalangan yang akan
menggunakan aplikasi sistem informasi ini tidak harus menyiapkan
kapasitas harddisk yang besar serta setiap proses yang dilakukan oleh

28

sistem sangat ringan dan tidak memakan bayak kapasitas memori


untuk pengoperasiannya.
3.

Aplikasi sistem informasi ini dapat melakukan setiap proses yang


mendukung dalam pendataan pegawai, sehingga dengan adanya
sistem informasi ini maka sangat membantu pekerjaan tugas dan
tanggung jawab dari pada petugas.

4.

Setiap data yang dimasukkan dalam sistem selanjutnya disimpan


dalam basis data sistem yang mana data data tersebut nantinya dapat
dipanggil kembali khususnya dalam bentuk laporan data pegawai dan
laporan data pegawai yang langsung bisa di cetak sebagai berkas
laporan.

b.

Kelemahan Sistem
Selain dari pada kelebihan sistem, terdapat pula kekurangan sistem

yang penulis dapatkan selama pengujian aplikasi sistem informasi ini


diantaranya adalah sebagi berikut.
1.

Aplikasi sistem informasi ini merupakan aplikasi berbasis stand alone,


yang artinya aplikasi sistem informasi ini tidak memungkinkan untuk
melakukan proses pendataan pegawai secara online atau berbasis
jaringan komputer.

2.

Aplikasi sistem informasi ini merupakan aplikasi berbasis windows


yang kita tahu sekarang ini banyak sekali virus yang beredar dengan
mudah menyerang aplikasi berbasis windows, sehingga aplikasi ini
sangat rentan terinfeksi virus yang dapat merusak program aplikasi.

29

3.

Basis data sistem informasi ini merupakan sebuah file basis data dari
Microsoft Access, sehingga dengan menggunakan aplikasi tersebut
data dan informasi yang berada pada sistem akan sangat mudah dibaca
dan rubah oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

4.

Cakupan sistem yang penulis rancang masih sebatas pendataan dan


pelaporan pegawai, sistem tidak dapat melakukan proses yang lebih
besar sesuai dengan kebutuhan sistem yang berkembang setiap waktu
dengan segala permasalahan yang ada dalam proses pendataan
pegawai khususnya di Kecamatan Baktiya

30

BAB V
PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia terutama
dalam dunia kerja diperlukan suatu kemampuan tersendiri atau keterampilan
dalam peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam dunia kerja harus
diimbangi dengan penambahan wawasan langsung.
Dalam hal ini media informasi dan pengolahan data (komputer) sangatlah
berperan penting, oleh karena itu perawatan dan tindak lanjut dari berbagai
masalah yang sering terjadi pada media tersebut sangatlah diperlukan.
Penerapan dan penambahan wawasan di dunia kerja khususnya bidang
teknologi dan informasi sangat tepat jika antara instansi pendidikan dalam hal ini
SMKS Humaniora mengadakan kerjasama dan saling berkoordinasi dengan
perusahaan ataupun instansi pemerintah dan swasta dalam hal ini Kantor Camat
Baktiya Kabupaten Aceh Utara Propinsi Aceh

sehingga mutu dan kwalitas

sumber daya manusia Indonesia dapat ditinggkatkan.


5.2. Saran
Untuk lebih terarahnya tujuan Prakerin sesuai yang diharapkan dan lebih
baik dalam pelaksanaannya di masa yang akan datang, di sini penyusun mencoba
memberikan beberapa saran yang sangat diharapkan untuk diperhatikan dengan
lebih mendalam, yaitu sebagai berikut :

31

Kepada para siswa sebaiknya melakukan banyakbanyak persiapan yang cukup matang sebelum melaksanakan Prakerin.

Kepada Panitia Pelaksana Prakerin yang ditunjuk


diharap agar kiranya membuat suatu kerjasama dan saling berkoordinasi
dengan instansi pemerintah atau swasta tempat Prakerin agar dalam
pelaksanaan praktek dapat lebih terarah dan terkoordinasi dengan baik.

Kepada para Pegawai atau Karyawan tempat


Praktek supaya lebih memperhatikan dan banyak memberi arahan dan
bimbingan yang bermanfaat serta berhubungan dengan jalur pendidikan
bagi Siswa yang sedang melakukan prakerin.

32

DAFTAR PUSTAKA

Ar. Rizki, SIP. 2007.Trik Cepat Belajar sendiri Microsoft Access, yraman
widya : bandung
Husni Iskandar Pohan dan Kusnasrianto Saiful Bahri. 1997. Pengantar
Peranancangan Sistem, erlangga : Jakarta
Wiranto, B. 1980, Sistem Database, PT. Alex Media Komputindo : Jakarta
http://blog.re.or.id/microsoft-access-2003-2.htm
http://orb7.wordpress.com/2009/02/13/modul-tutorial-microsoft-office-access/
http://www.edukasi.net
http://www.bamboomedia.net
http://aurino.com
http://goenawanb.com/it/pengertian-database/
http://www.untukku.com/artikel-untukku/pengertian-database-untukku.html

33