Anda di halaman 1dari 6

Kaidah Hukum dan Kaidah sosial

A. Pendahuluan
Sebagai pribadi manusia yang pada dasarnya dapat
berbuat menurut kehendaknya secara bebas. Akan tetapi
dalam kehidupan bermasyarakat, kebebasan tersebut
dibatasi oleh ketentuan-ketentuan yang mengatur tingkah
laku dan sikap tindak mereka. Apabila tidak ada ketentuanketentuan
tersebut
akan
terjadi
ketidak
adanya
keseimbangan dalam bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara dan terjadi pertentangan-pertentangan satu
sama lain. Aturan yang dimaksud tersebut adalah kaidah
sosial. Kaidah atau norma adalah ketentuan tata tertib
yang berlaku dalam masyarakat.
B. Kaidah Sosial
Ada macam-macam yang termasuk ke dalam kaidah sosial
yaitu:
1. Kaidah Susila
Norma susila dapat dikatakan peraturan-peraturan yang
hidup yang berasal dari hati nurani manusia. Ia
menentukan perbuatan mana yang baik dan mana yang
buruk berdasarkan bisikan suara hatinya
Contoh kaidah susila adalah:
a. Jangan mencuri milik orang lain
b. Berbuatlah jujur
c. Hormatilah sesamamu
d. Jangan berzinah
e. Jangan membunuh, dan lain nya
2. Kaidah Kesopanan
Norma kesopanan adalah ketentuan-ketentuan hidup yang
timbul dari pergaulan dalam masyarakat. Norma kesopanan
dasarnya adalah kepantasan, kebiasaan, kepatutan yang
berlaku dalam masyarakat.
Perasaan kesopanan dapat menjelma menjadi perasaan
kebiasaan dan norma kebiasaan dapat menjelma menjadi
norma
kesopanan
yang wajib
diindahkan
karena
pelanggaran dianggap tidak biasa dan dianggap salah oleh
masyarakat.

a.
b.
c.
d.
e.
f.
3.

a.
b.
c.
d.
4.

a.

b.

Yang termasuk ke dalam kaidah kesopanan adalah:


Orang muda wajib menghormati orang yang lebih tua
Meminta izin terlebih dahulu apabila ingin masuk rumah
orang lain
Mempersilahkan duduk wanita yang sedang hamil yang
berada di dalam kendaraan umum yang penuh penumpang
Mengenakan pakaian yang pantas saat ke pesta
Jangan meludah di depan orang lain
Menggunakan barang orang lain harus meminta ijin kepada
pemiliknya
Kaidah Agama atau kaidah kepercayaan
Norma agama atau kepercayaan adalah norma sosial yang
aslinya dari Tuhan yang isinya berupa perintah, larangan
dan ajaran.
Norma agama merupakan ketentuan hidup manusia ke
arah yang baik dan benar. Ia mengatur kewajibankewajiban manusia kepada Tuhan dan kepada manusia itu
sendiri.
Contoh norma agama atau kepercayaan adalah:
Jangan membunuh sesama manusia
Hormatilah ibu dan ayahmu
Jangan berbuat cabul
Jangan mencuri
Kaidah Hukum
Norma hukum berbeda dengan ketiga norma diatas, di
dalam norma hukum terdapat sifat memaksa untuk
melindungi kepentingan manusia dalam pergaulan
hidupnya di masyarakat.
Sifat yang nampak pada norma hukum adalah:
Adanya paksaan dari luar (sanksi) dari penguasa yang
bertugas mempertahankan dan membina tata tertib
masyarakat dengan perantaraan alat-alatnya
Sifat undang-undang yang berlaku bagi siapa saja.

C. Penggolongan Kaidah
Prof Dr Sudikno Mertokusumo menggolongkan keempat
kaidah atau norma tersebut dalam 2 golongan yaitu :
1. Tata kaidah dengan aspek pribadi yang termasuk ke dalam
kelompok ini adalah kaidah agama dan kaidah kesusilaan

2. Tata kaidah dengan aspek kehidupan antar pribadi yang


termasuk di dalamnya adalah kaidah kesopanan dan kaidah
hukum

D. Hubungan antara kaidah hukum dengan kaidah lainnya


1. Hubungan positif yakni hubungan yang saling memperkuat
a. Hubungan antara kaidah hukum dengan kaidah agama
Kaidah hukum dengan kaidah agama sangat erat
hubungannya; kaidah agama menunjang tercapainya
tujuan kaidah hukum. Jika manusia mematuhi kaidah
agama, takwa kepada Tuhan YME maka tidak ada manusia
yang mempunyai sikap batin yang buruk, tidak ada
rencana
berbuat
jahat,
hubungan
antar
anggota
masyarakat baik, masyarakat menjadi tertib dengan rasa
keadilan maka tujuan kaidah hukum tercapai. Sebaliknya
jika semula manusia itu jahat, dia berani melakukan
pelanggaran terhadap kaidah karena takut akan dihukum,
maka sikap batin itu berubah menjadi baik dan akhirnya
Takwa kepada Tuhan YME. Dengan kata lain kaidah hukum
mendukung tercapainya kaidah agama.
b. Hubungan antara kaidah hukum dengan kaidah kesusilaan
Kaidah hukum dengan kaidah kesusilaan mempunyai
hubungan yang sangat erat, karena mereka sifatnya saling
melengkapi. Kalau suara hati setiap pribadi manusia
menghendaki agar manusia selalu berbuat baik, maka
pribadi-pribadi manusia yang hidup bersama di tengah
masyarakat itu menjadi baik, dalam pergaulan mereka
tidak menimbulkan sesuatu yang tercela, akhirnya
kehidupan masyarakat tertib dan damai. Sebaliknya jika
seseorang pribadinya tidak baik ia cenderung melakukan
perbuatan melanggar kaidah hukum maka ia akan
mendapat sanksi yang tegas berupa hukuman.
c. Hubungan antara kaidah hukum dengan kaidah kesopanan
Anggota masyarakat yang mengetahui kaidah kesopanan
akan selalu bertingkah laku sopan, tidak mengganggu

orang lain, sehingga jika semua anggota masyarakat


berperilaku seperti itu masyarakat akan tertib dan damai,
maka tujuan kaidah hukum akan tercapai. Jika tidak
disadari maka orang itu akan cenderung berbuat sesuai
dengan kehendaknya dan tidak mustahil bahwa suatu
ketika ia akan melakukan perbuatan yang melanggar
hukum. Jika hal itu benar dilaksanakan maka ia akan
mendapat sanksi yang tegas dan keras dari masyarakat
melalui lembaga pengadilan, ia akan dihukum, selepas dia
dihukum dan di bebaskan dari hukuman orang itu bertobat,
maka cepat atau lambat dia akan menjadi orang yang baik,
dan disini kaidah hukum juga mendukung tercapainya
tujuan kaidah kesopanan.
2. Hubungan
negatif
yakni
hubungan
yang
saling
melemahkan yaitu jika isi kaidah hukum dan kaidah sosial
lainnya saling bertentangan, cnthnya di dalam agama
dilarang membunuh tetapi bertolak belakang dengan UU
wajib militer.
E. Persamaan antara kaidah hukum dengan kaidah lainnya
1. Maksud dari kaidah hukum dengan kaidah lainnya adalah
sama yakni melindungi kepentingan perorangan maupun
umum, sehingga terdapat tata tertib dalam masyarakat.
2. Antara kaidah hukum dengan kaidah kesopanan:
a. Memandang manusia sebagai makhluk sosial
b. Sudah puas dengan perbuatan lahiriah saja
c. Heteronom (dikehendaki masyarakat)
d. Memberikan kesempatan pihak yang bersangkutan untuk
mengadakan reaksi
e. Sama memiliki wilayah berlakunya.
F. Perbedaan antara kaidah hukum dengan kaidah lainnya
1. Perbedaan antara kaidah hukum dengan kaidah kesusilaan
dan kaidah agama dapat ditinjau dari beberapa segi yaitu
sebagai berikut:
a. Ditinjau dari tujuannya kaidah hukum bertujuan untuk
menciptakan tata tertib masyarakat dan melindungi
manusia beserta kepentingannya, sedang kaidah agama

b.

c.

d.

e.

f.

2.
a.
b.

3.
a.

b.

dan kaidah kesusilaan bertujuan untuk memperbaiki pribadi


manusia agar menjadi manusia ideal
Ditinjau dari sasarannya, kaidah hukum mengatur tingkah
laku manusia dan diberi sanksi bagi setiap pelanggarnya,
sedangkan kaidah agama dan kesusilaan mengatur sikap
batin manusia sebagai pribadi.
Kaidah hukum menghendaki tingkah laku manusia sesuai
dengan aturan sedangkan kaidah agama dan kaidah
kesusilaan menghendaki sikap batin setiap pribadi manusia
itu baik
Ditinjau dari sumber sanksinya, kaidah hukum dan kaidah
agama sumber sanksinya berasal dari luar dan dipaksakan
oleh kekuasaan dari luar diri manusia itu sendiri sedangkan
kaidah kesusilaan sanksinya bersumber dari suara hati
masing-masing pelanggaran.
Ditinjau dari kekuatan mengikatnya, pelaksanaan kaidah
hukum dipaksakan secara nyata oleh kekuasaan dari luar
sedangkan pelaksanaan kaidah agama dan kesusilaan pada
asasnya tergantung pada yang bersangkutan itu sendiri
Ditinjau dari isinya, kaidah hukum memberikan hak dan
kewajiban sedang kaidah agama dan kesusilaan hanya
memberi kewajiban saja.
Perbedaan antara kaidah hukum dengan kaidah kesopanan
Kaidah hukum memberi hak dan kewajiban sedang kaidah
kesopanan hanya kewajiban saja
Kaidah hukum sanksinya dipaksakan oleh masyarakat
secara resmi, sedangkan kaidah kesopanan dipaksakan
oleh masyarakat secara tidak resmi.
Perbedaan antara kaidah kesopanan dengan kaidah agama
dan kaidah kesusilaan.
Asalnya kaidah kesopanan dari luar diri manusia,
sedangkan kaidah agama dan kaidah kesusilaan berasal
dari dalam diri pribadi manusia tersebut
Kaidah kesopanan berisi aturan-aturan yang ditujukan
kepada sikap lahir manusia, sedangkan kaidah agama dan
kesusilaan berisi aturan yang ditujukan kepada sikap batin
manusia

c. Tujuan kaidah kesopanan adalah menertibkan masyarakat


agar tidak ada korban, kaidah agama dan kesusilaan
bertujuan menyempurnakan manusia agar tidak menjadi
manusia jahat.