Anda di halaman 1dari 25

BAB 16

MERENCANAKAN BAURAN PENDANAAN PEMBAHASAN

Struktur pendanaan / keuangan (financial structure) adalah gabungan dari


semua unsur yang terdapat di sisi kanan neraca perusahaan. Sedangkan struktur
modal (capital structure)adalah perpaduan sumber dana jangka panjang (long term
sources of funds) yang digunakan perusahaan. Hubungan antara struktur
pendanaan dengan struktur modal ditentukan dengan persamaan :

Struktur Keuangan / Pendanaan = Struktur modal + Utang jangka pendek


Struktur Modal = Utang jangka panjang + Modal

Kerangka Analitis
Esensi dari kontroversi struktur modal terdapat pada kerangka kerja yang disebut
analisis keseimbangan parsial (partial equilibrium analysis).

P0=t=1∞Dt( 1+Kc )t

P0 = harga sekarang dari saham biasa perusahaan


Dt = Dividen Kas per saham yang diekspektasikan oleh investor selama periode t
Kc = Biaya dari modal saham biasa

Jika asumsi :
1. Dividen kas yang dibayarkan tidak berubah ( D1 = D2 = D3 = … = D ).
2. Perusahaan tidak menahan laba tahun berjalan. Hal ini berarti semua laba
setiap periode dibayarkan kepada pemegang saham dalam bentuk deviden
kas sehingga rasio pembayaran deviden (dividen payout ratio) adalah 100%.
Maka persamaan yang terjadi menjadi :

P0=DtKc= EtKc

Sebuah kontroversi telah lama berlangsung dalam teori keuangan mengenai efek
pengungkit
keuangan dalam biaya modal gabungan terhadap perusahaan.

Posisi Ekstrim 1 :Hipotesis Independen (Net Operating Income / NOI


Theory)
Adalah konsep dari teori keuangan yang menganjurkan struktur keuangan
perusahaan tidak mempunyai pengaruh pada nilai perusahaan.

Kc=DtP0
Biaya modal eksplisit : biaya modal dari yang terpisah dari sumber dana
lain.
Biaya utang implisit : perubahan dari biaya saham biasa disebabkan
dari pilihan utang.

Posisi Ekstrim 2 : Hipotesis Tidak Independen ( Net Income / NI Theory)


Adalah konsep dari teori keuangan yang menganjurkan struktur modal
perusahaan mempunyai pengaruh langsung dan dapat meningkatkan nilai
perusahaan.

Posisi Moderat : Pendapatan Perusahaan Dikenai Pajak dan Perusahaan


Mungkin Jatuh Bangkrut
Pandangan Moderat ini :
1. Mengakui fakta bahwa biaya bunga dapat mengurangi pajak.
2. Pengetahuan mengenai probabilitas perusahaan mengalami biaya
kebangkrutan langsung berhubungan dengan penggunaan pengungkit
keuangan oleh perusahaan.

Tax shield = rd (M) (t)

Tax shield (penghematan pajak) adalah elemen dari kode pemerintah yang
mengizinkan biaya bunga yang dapat dikurangkan ketika menghitung pajak
perusahaan. Dengan demikian manfaat pajak (tax benefit) ini akan
meningkatkan nilai pasar total sekuritas perusahaan yang beredar relatif
terhadap kapitalisasi yang menggunakan ekuitas seluruhnya.

Pandangan Moderat : Kurva Biaya Modal Saucer-Shaped (Berbentuk


Piringan)
Pandangan moderat mengenai hubungan antara paduan pendanaan dan
biaya modal perusahaan. Hasilnya adalah kurva biaya modal rata-rata
berbentuk piringan (U shaped).
Jarak optimal pengungkit keuangan adalah jarak dari berbagai sumber
keuangan menghasilkan
komposisi biaya modal terendah untuk perusahaan.

Nilai perusahaan, Biaya agensi, Teori Trade Off Statis dan Teori Pecking
Order
Ketika melakukan suatu pekerjaan, maka pekerjaan tersebut akan dievaluasi.
Proses evaluasi ini disebut monitoring yang termasuk ke dalam biaya keagenan
(agency cost). Biaya keagenan ini menyulitkan manager mencari struktur modal
optimal agar biaya perusahaan menjadi minimum. Untuk mengurangi kemungkinan
manajemen menanggung resiko berlebihan atas nama pemegang saham, perlu
memasukkan beberapa batasan protektif dalam kontrak obligasi (protective bond
covenance) yang bertujuan membatasi pengambilan keputusan manajemen.
Pendekatan umum untuk memahami atau menjelaskan pengambilan
keputusan terkait dengan struktur modal dikenal sebagai “static trade-off theory” di
mana nilai sekarang dari manfaat penghematan pajak (tax shield) yang timbul dari
peningkatan penggunaan financial leverage mengalami dilemma (trade off) dengan
meningkatnya biaya yang berhubungan dengan kesulitan keuangan dan biaya
keagenan yang berhubungan dengan meningkatnya penggunaan utang.
Persamaannya adalah :

Firm Market Valuewith leverage= Firm Market Valuewithout leverage+Present


Valuefrom tax shield-Present Valueof financial distrees+Present Valueof agency
cost

Teori Pecking Order mengenai struktur modal terdiri dari 4 poin :


1. Perusahaan mengambil kebijakan dividen untuk memanfaatkan peluang
investasi.
2. Perusahaan lebih suka mendanai peluang investasi dengan dana yang
terhimpun secara internal terlebih dahulu baru sumber pendanaan modal
eksternal (external financial capital).
3. Ketika dibutuhkan pendanaan eksternal (external financing), perusahaan
akan memilih untuk menerbitkan sekuritas utang dahulu baru sekuritas
modal (ekuitas).
4. Ketika dibutuhkan pendanaan eksternal yang lebih besar untuk mendanai
proyek yang memiliki nilai sekarang yang positif maka urutan pendanaan
bersusun (financing pecking order) akan digunakan dengan urutan utang
yang lebih berisiko, ekuitas konvertibel, ekuitas preferen, ekuitas (saham)
biasa.

Biaya Keagenan, Arus kas Bebas, dan Struktur Modal


Tipe biaya agensi lain berhubungan dengan “arus kas bebas”. Manajer memiliki
insentif untuk menahan arus kas bebas dan menikmatinya, bukannya
membayarkan dalam bentuk dividen tunai yang lebih tinggi. Konflik antara
manager dan pemegang saham ini mengarah pada teori arus kas bebas dan
struktur modal. Teori yang sama juga dikenal sebagai hipotesis kontrol dan
hipotesis ancaman. Kesimpulan akhir adalah biaya agensi ini mempengaruhi bentuk
khusus struktur modal perusahaan.

Komponen Dasar dalam Manajemen Struktur Modal


1. Keputusan untuk menggunakan sekuritas senior dan kapitalisasi perusahaan
menyebabkan 2 tipe efek pengungkit keuangan :
a. Tambahan variabilitas dalam arus pendapatan per saham yang
mengikuti penggunaan sekuritas biaya tetap.
b. Berhubungan dengan tingkat pendapatan per saham pada EBIT
tertentu dengan struktur modal tertentu. Dengan nalisis EBIT-EPS
pembuat keputusan dapat meneliti dampak rencana pendanaan
alternatif atas EPS dalam lingkup tingkat EBIT yang penuh.
Titik indiferen EBIT-EPS dihitung dengan persamaan sebagai berikut :

EPS : Stock Plan EPS : Bond Plan


EBIT-I 1-t -PSs = EBIT-I 1-t-PSb

Dimana : Ss = jumlah saham yang beredar


Sb = jumlah bond / obligasi
I = beban bunga
t = tingkat pajak penghasilan perusahaan

Titik indiferen EBIT-UEPS dapat dihitung dengan rumus berikut :

UEPS : Stock Plan UEPS : Bond Plan


EBIT-I1-t-P-SFSs = EBIT-I1-t-P-SFSb

Dimana : Ss = jumlah saham yang beredar


Sb = jumlah bond/obligasi
I = beban bunga
t = tingkat pajak penghasilan perusahaan
SF = Sinking Fund variable / dana mengambang yang digunakan
untuk menarik kembali obligasi pada nilai nominal.

2. Perhitungan rasio pengungkit komparatif


Rasio pengungkit neraca dan rasio penjamin dapat diperbandingkan sesuai
dengan penerapan kontraktual rencana keuangan yang diajukan untuk
menentukan apakah rasio kunci perusahaan melewati garis praktik yang
diterima.

3. Analisis arus kas perusahaan


Proses ini melibatkan persiapan serial anggaran kas yang
mempertimbangkan berbagai kondisi ekonomi dan struktur modal yang
berbeda. Identifikasi target rasio struktur modal yang tepat dapat diperoleh
dengan menganalisis proyeksi laporan arus kas yang mengasumsikan kondisi
operasional yang tidak disukai.
Penerapan Struktur Modal
Struktur modal optimal diperkirakan dengan identifikasi target rasio utang .
Kecenderungan pendanaan manager adalah :
1. Ada preferensi besar menggunakan modal internal untuk mendanai
investasi.
2. Perusahaan lebih suka melepas proyek yang tampaknya menguntungkan
daripada mengurangkan dividen yang diharapkan pemegang saham untuk
mendanai bagian anggaran modal yang lebih besar.
3. Penerbitan sekuritas disesuaikan waktunya dengan kondisi pasar yang
menguntungkan.

BAB 17
KEBIJAKAN PERUSAHAAN DAN PENDAPATAN INTERNAL

Dividen Payout Ratio mengindikasikan jumlah dari dividen yang berhubungan


dengan profit perusahaan dan laba per saham. Apakah kebijakan dividen
perusahaan mempengaruhi harga saham biasa? Ada tiga pandangan dasar
mengenai hal ini:
1. Kebijakan dividen adalah tidak relevan
Posisi bahwa dividen tidak penting berakar pada dua kondisi yaitu:
a. Asumsi bahwa keputusan investasi dan pinjaman telah dibuat, dan
keputusan ini tidak akan diubah dengan pembayaran dividen.
b. Pasar modal yang sempurna diasumsikan ada.
Dengan asumsi ini, efek keputusan dividen pada harga saham dapat
dinyatakan bahwa tidak ada hubungan antara kebijakan dividen
dengan nilai saham. Secara agregat, investor hanya memperhatikan
pengembalian total dari keputusan investasi, mereka tidak peduli
datangnya dari dividen atau perolehan modal.
1. Dividen yang tinggi meningkatkan nilai saham
Dividen lebih bisa diramalkan daripada perolehan modal. Manajemen bisa
mengontrol dividen tapi tidak bisa mendikte harga saham. Pandangan yang
menyatakan bahwa dividen lebih pasti dari pada perolehan modal disebut
“bird-in-the-hand dividen theory”.
2. Dividen yang rendah meningkatkan nilai saham
Argumen ini sebagian besar didasarkan pada perbedaan perlakuan pajak atas
pendapatan dividen
dan perolehan modal (capital gains). Pajak atas pendapatan dividen
dibayarkan saat dividen diterima, sementara pajak atas atas perolehan modal
ditunda hingga saham dijual.
Teori-teori Dividen
1. Teori Dividen Residu (The Residual Dividen Theory)
Dividen hanya dibayar jika laba tidak sepenuhnya digunakan untuk tujuan
investasi. Artinya hanya pada saat pendapatan masih tersisa, setelah
pendanaan investasi baru.
2. Efek Klien (The Clientele Effect)
Setiap kebijakan dividen, mempunyai klien masing-masing. Perusahaan
menarik klien tertentu, dengan kebijakan dividen tertentu. Yang perlu
diperhatikan adalah perusahaan sebaiknya tidak membuat perubahan
kebijakan dividen yang besar.
3. Efek informasi
Perbedaan kemampuan dalam mengakses informasi antara manajemen dan
investor (information asymmetry) bisa mengakibatkan harga saham yang
lebih rendah daripada yang akan terjadi pada kondisi pasti. Dividen dijadikan
alat untuk menimumkan kemungkinan perbedaan informasi.
4. Biaya Agensi (Agency Cost)
Kebijakan dividen perusahaan dapat dianggap oleh pemilik sebagai alat
untuk meminimalkan biaya agensi. Dividen mempunyai kontribusi yang
berarti pada nilai perusahaan.
5. Teori Ekspektasi
Di sini investor membandingkan keputusan actual dengan keputusan
ekspektasi apakah jumlah dividen yang akan diterima telah sesuai dengan
ekspektasi mereka.

Dalam upaya untuk memahami efek dari kebijakan perusahaan, kita harus
memahami :
1. Dalam pasar sempurna, tidak masalah membayar dividen atau tidak.
2. Kekurangan pasar lain yang dapat membuat kebijakan perusahaan yang
mempengaruhi harga saham meliputi:
a. Kegunaan pajak dari keuntungan modal
b. Biaya agensi
c. Efek Klien
d. Informasi dari kebijakan diberikan.

Faktor yang mungkin mempengaruhi keputusan pembayaran dividen perusahaan


antara lain :
a. Pembatasan Hukum
b. Posisi likuiditas perusahaan
c. Akses perusahaan ke pasar modal
d. Tingkat inflasi
e. Kestabilan pendapatan
f. Keinginan investor yang dapat menjaga perusahaan (kontrol
kepemilikan).
Kebijakan Alternatif Dividen
1. Rasio pembayaran dividen konstan
Artinya persentase dividen atas pendapatan ditahan konstan.
2. Jumlah dividen per rupiah saham stabil
Di mana jumlah rupiah dividen yang relatif stabil dipertahankan selalu.
3. Dividen reguler yang kecil dan teratur ditambah dividen ekstra akhir tahun
Perusahaan membayarkan sejumlah rupiah dividen reguler yang kecil
ditambah ekstra akhir tahun.

Prosedur Pembayaran Dividen


1. Tanggal Deklarasi (Pengumuman)
adalah tanggal saat dividen secara resmi diumumkan oleh dewan direksi.
2. Tanggal Pencatatan
Adalah tanggal saat buku transfer saham ditutup untuk menentukan siapa
pemilik saham.
3. Tanggal Eks dividen
Adalah 4 hari kerja sebelum tanggal pencatatan. Setelah itu, hak menerima
dividen tak lagi disertakan dalam saham.
4. Tanggal Pembayaran
Adalah tanggal saat cek dividen dikirim ke pemegang saham.

Dividen saham dan pemecah saham digunakan oleh perusahaan baik untuk
menggantikan atau untuk mendukung dividen tunai.Sekarang, tidak ada bukti
empiris yang membuktikan, hubungan antara dividen saham dan harga pasar
saham. Tapi dividen saham atau pemecahan dapat digunakan untuk menjaga harga
saham dalam jarak yang optimal. Juga, jika investor menganggap dividen saham
berisi informasi yang menguntungkan mengenai operasi perusahaan, harga saham
dapat naik. Sebagai alternatif pembayaran dividen, manajemen dapat membeli
saham kembali. Tapi, investor mungkin masih lebih menyukai dividen daripada
pembelian saham kembali.
BAB 18
MANAJEMEN MODAL KERJA DAN PEMBIAYAAN JANGKA PENDEK

Membiayai Modal Kerja Dengan Kewajiban Lancar


Kewajiban lancar menyediakan sumber pembiayaan yang lebih fleksibel bagi
perusahaan dibandngkan dewajiban jangka panjang atau ekuitas namun
mempunyai tingkat resiko likuiditas karena harus lebih sering diperpanjang (roll
over) serta ketidakpastian biaya bunga dari tahun ke tahun.
Mengelola modal kerja bersih perusahaan melibatkan keputusan tentang
investasi apada asset lancer dan kewajiban lancer yang simultan dan saling
berhubungan dengan prinsip-prinsip yang bias digunakan sebagai perbandingan
untuk kebijakan modal kerja perusahaan antara lain prinsip perlindungan (hedging)
atau prinsip self-liquidating debt.

Sumber Pembiayaan Temporer, Permanen, dan Spontan


• Sumber pembiayaan temporer terdiri dari kewajiban lancar, contohnya utang
jangka pendek seperti pinjaman bank tanpa jaminan (unsecured bank loan),
commercial paper, dan pinjaman yang dijamin dengan piutang dagang dan
persediaan.
• Sumber pembiayaan permanen termasuk pinjaman jangka menengah, utang
jangka panjang, saham preferen, dan saham biasa.
• Sumber pembiayaan spontan terdiri dari utang dagang serta utang-utang lain
yang timbul dari operasi sehari-hari perusahaan.

Siklus Konversi Kas (Cash Conversion Cycle – CCC)


Adalah penjumlahan dari hari penjualan (days of sales) yang masih beredar
(outstanding) dan hari persediaan dikurangi hari utang dagang yang outstanding.

CCC= Days of Sales Outstanding(DSO)+Days of Sales in Inventory(DSI)-Days of


Payables Outstanding(DPO)

CCC= Piutang DagangPenjualan365+PersediaanHPP365-Utang DagangHPP365

Estimasi Biaya Kredit Jangka Pendek (Cost of Short – Term Credit)


Rumus biaya kredit berdasar perkiraan :

Interest = Principal x Rate x Time

Dari persamaan tersebut, dapat diturunkan persamaan untuk menghitung cost of


short term credit
atau annual percentage rate (APR) sebagai berikut :

APR=InterestPrincipal x Time

Contoh: PT AGA berencana meminjam $1,000 selama 90 hari. Pada saat jatuh
tempo, PT AGA akan membayar $1,000 jumlah pokok ditambah bunga $30. berapa
tingkat bunga efektif tahunan?
Jawab :

APR=301000 x 90/360 = 12%

Rumus Persentase Hasil Tahunan (Annual Percentage Yield – APY) :

APY=1+imm-1

Sumber-Sumber Pinjaman Jangka Pendek (Short-Term Credit)


Secara garis besar dibagi menjadi 2 macam:
1. Sumber Pinjaman Tanpa Jaminan (Unsecured Loans)
Adalah mencakup sumber-sumber yang jaminannya hanya berdasarkan
kepercayaan pemberi pinjaman, antara lain :
a. Utang Gaji dan Pajak (accrued)
Hal ini terjadi karena perusahaan biasanya membayar gaji
pegawainya secara periode (mingguan, bulanan), maka perusahaan
mengakui adanya utang gaji yang artinya pinjaman dari pegawai.

b. Utang Dagang (trade credit)


Adalah salah satu sumber pembiayaan jangka pendek yang
paling fleksibel bagi perusahaan yang muncul secara spontan ketika
perusahaan melakukan pembelian.
Credit Terms dan Cash Discounts sering dilakukan oleh
perusahaan pemasok. Misalnya, pemasok memberikan syarat kredit
2/10, net 30 ini berarti bahwa diskon 2% diberikan untuk pembayaran
dalam 10 hari atau pembayaran penuh dalam 30 hari. Jadi, penalti 2%
akan dikenakan untuk pembayaran lebih dari 10 hari (terjadi
penundaan pembayaran dari hari ke-10 sampai hari ke-30, selama 20
hari).
Sebagai sumber pembiayaan jangka pendek, trade credit
mempunyai beberapa keuntungan antara lain :
1) Dapat diperoleh sebagai bagian dari operasi normal
perusahaan.
Contoh:
2) Perusahaan tidak memerlukan perjanjian formal jika ingin
PT Bebrayan memiliki $300,000 line of credit yang meminta saldo minimum
memperpanjang / menunda pembayaran kredit.
10% dari jumlah pinjaman. Tingka bunga 12% per tahun, pinjaman sebesar
3) Jumlah kredit yang diperpanjang tergantung dari kebutuhan
$200,000 dipinjam selama 6 bulan, dan PT Bebrayan saat ini tidak memiliki
perusahaan maka penundaan ini bisa dianggap sebagai
deposito dengan bank pemberi pinjaman. Biaya pinjaman termasuk beban
sumber pembiayaan spontan.
bunga dan opportunity cost untuk memelihara saldo idle cash (saldo
kompensasi 10%). Untuk mengakomodasi saldo kompensasi, tambahan dana
a. Kredit Bank (unsecured bank loans)
harus dipinjam, sehingga jumlah yang dipinjam (A) lebih besar dari yang
Bank komersial menyediakan sumber klredit tanpa jaminan dalam
dibutuhkan ($200,000).
bentuk dasar :
Pada kenyataannya jumlah $200.000 hanya memenuhi 90% dari total pinjaman
1) Line of Credit adalah pinjaman anatara bank dan peminjam di
karena harus ada simpanan minimal sebesar 10%. Jadi jumlah pinjaman aktual
mana bank akan menyediakan sejumlah dana maksimum selama
adalah :
periode tertentu. Line of Credit biasanya meminta peminjam
0.9A = $ 200,000;
untuk memelihara saldo minimum di bank selama periode
A = $ 222,222.
pinjaman, disebut saldo kompensasi (compensating balance).
Bunga = $ 222,222 x 0.12 x 6/12 = $ 13,333.32, dimana hanya $200,000 yang
Saldo ini menambah effective cost bagi peminjam, kecuali saldo
tersedia untuk digunakan oleh PT B. Jadi, effective annual cost of credit :
deposit yang ada di bank sama / lebih besar daripada saldo
minimum tersebut.
APR=$ 13,333.32$ 200,000 X 1180/360=13.33%

Dalam contoh PT Bebrayan, pinjaman akan meminta pembayaran pokok


($222,222) dan bunga ($13,333.32) pada akhir 6 bulan. Sering, pinjaman bank
dibuat dengan discount basis, dimana bunga pinjaman akan dikurangi dari
jumlah pinjaman sebelum dana diberikan kepada peminjam. Dalam kasus ini,
effective rate of interest atas pinjaman:

APR=$ 13,333.32$ 200.000-$13,333.32 X 1180/360=14,29%


Efek dari mendiskon bunga akan meningkatkan biaya pinjaman dari 13,33%
menjadi 14,29%. Hasil ini berasal dari keadaan di mana perusahaan membayar
bunga atas jumlah yang sama ($222.222) tapi kali ini yang diperoleh
perusahaan berkurang $13.333 atau $222.222 - $13.333 = $186.667.

Jika PT Bebrayan membutuhkan jumlah penuh $200,000, maka ia harus


meminjam lebih dari $222,222 untuk menutupi persyaratan saldo kompensasi
dan discounted interest.

A – 0.1A – (0.12 x 1/2)A = $200,000;


A = $238,095
Bunga = 0.06 x $238,095 = $14,285.70

Besar cost of credit tetap sama 14.29%, sebagai berikut:

APR=$ 14,285.70$ 238,095-$23,810-$14,285.70 X 1180/360=14,29%


2) Pinjaman transaksi (transaction loan)
Tipe ini adalah pinjaman yang paling banyak dipakai dan
diperoleh dengan menandatangani surat kesanggupan
(promissory note).

a. Surat Berharga (commercial paper)


Yaitu kesanggupan untuk membayar jangka pendek yang dijual di
pasar sekuritas utang jangka pendek.

1. Sumber Pinjaman dengan Jaminan (Secured Loans)


Adalah dengan melibatkan jaminan asset tertentu seperti piutang dagang
dan persediaan.
a. Pinjaman Piutang (Account Receivables Loans)
Menjaminkan Piutang Dagang (Pledging Account Receivables)
Peminjam secara sederhana menjanjikan (pledge) piutangnya sebagai
jaminan atas pinjaman yang diberikan. Jumlah pinjaman merupakan
persentase dari face value (FV) jumlah piutang yang di-pledgekan. Karena
pemberi pinjaman tidak memiliki kontrol atas kualitas piutang yang di-
pledge-kan, ia akan menentukan jumlah maximum persentase FV piutang
yang relatif rendah, biasanya sekitar 75%. Piutang loans umumnya
memiliki bunga 2-5% lebih tinggi dari tingkat bunga pokok bank. Pemberi
pinjaman juga biasanya membebankan handling fee yang merupakan
persentase dari FV piutang yang diproses, biasanya 1-2% dari FV.

Pemfaktoran Piutang Dagang (Factoring Account Receivables)


Factoring piutang melibatkan penjualan piutang kepada institusi
keuangan, disebut factor. Factor menanggung risiko penagihan dan
pelayanan dengan mendapat sejumlah fee tertentu. Besar fee merupakan
persentase FV piutang yang difaktorkan (biasanya 1-3%). Factor biasanya
tidak melakukan pembayaran atas piutang yang difaktorkan sampai
piutang tersebut telah ditagih / credit terms telah dipenuhi. Selama waktu
tersebut, perusahaan bisa meminjam dari factor dengan menggunakan
piutang yang difaktorkan sebagai jaminan. Jumlah pinjaman max sama
dengan FV piutang yang difaktorkan dikurangi factor’s fee (1-3%), reserve
(6-10%), dan bunga.

b. Pinjaman Persediaan
Pinjaman persediaan menyediakan sumber yang aman kedua untuk
kredit aman jangka pendek. Jumlah dari pinjaman yang dapat diperoleh
tergantung pada tingkat penjualan dan kemampuan bertahan dari
perusahaan.

BAB 19
MANAJEMEN KAS DAN SURAT-SURAT YANG DAPAT
DIPERJUALBELIKAN

Proses Arus Kas


Perusahaan mengalami peningkatan saldo kas dari dua sumber, yaitu:
1. Eksternal (Irreguler)
Dana dapat diperoleh dalam pasar keuangan dari penjualan sekuritas seperti
obligasi, saham preferen, dan saham biasa atau perusahaan dapat memasuki
kontrak utang yang tak dapat dipasarkan dengan peminjam seperti bank
komersial.
2. Internal (Regular)
Penerimaan datang dari penagihan piutang dagang, penjualan tunai atau
baang jadi, pencairan persediaan tak terpakai atau usang, penjualan aset
tetap, dan sebagainya.

Perusahaan mengalami penurunan saldo kas karena tiga alasan utama yaitu:
1. Secara tidak rutin penarikan (withdrawals) dilakukan untuk membayar
dividen tunai atau saham preferen dan biasa, memenuhi persyaratan bunga
dalam kontrak utang, membayar kembali pokok pinjaman dari kreditur,
membeli saham perusahaan sendiri, dan membayar tagihan pajak.
2. Pembelian aset tetap dalam berbagai interval.
3. Pembelian persediaan untuk menjaga stabilitas arus barang jadi dalam
proses produksi.

Alasan-alasan untuk Memegang Kas


1. Motif Transaksi
Saldo dipegang untuk memungkinkan perusahaan untuk memenuhi
kebutuhan-kebutuhan kas yang disebabkan oleh kegiatan-kegiatan bisnis
perusahaan. Saldo-saldo transaksi akan digunakan untuk memenuhi
pengeluaran-pengeluaran tidak rutin.
2. Motif Pencegahan
Motif memegang kas ini berhubungan dengan mempertahankan saldo untuk
memelihara atau menjaga saldo-saldo yang akan digunakan memenuhi
kebutuhan-kebutuhan yang mungkin ada, tetapi belum teridentifikasi.
3. Motif Spekulatif
Kas dipegang untuk tujuan-tujuan spekulatif agar dapat mengambil
keuntungan dari situasi-situasi yang berpotensial mendatangkan laba.

Tujuan-tujuan dan Keputusan-keputusan Manajemen Kas


Tingkat di mana perusahaan menginvestasikan kas yang dapat digunakan
kapan saja (idle cash) ke dalam surat-surat berharga yang dapat diperjualbelikan
akan ditentukan oleh besarnya risiko kepailitan (insolvency risk) yang bersedia
ditanggung perusahaan untuk menerima pengembalian (return) pada saldo kasnya.
Konsep manajemen kas adalah penentuan keseimbangan antara memegang
kas terlalu banyak dan terlalu sedikit. Investasi kas dalam jumlah yang besar
mengurangi kemungkinan kepailitan, tetapi menahan keuntungan perusahaan.
Investasi kas dalam jumlah kecil membebaskan kelebihan saldo untuk
diinvestasikan pada surat berharga yang dapat diperjualbelikan dan aktiva-aktiva
jangka panjang.
Tujuan
Pertukaran antara risiko dan pengembalian (risk return trade off) dapat
dikurangi dengan memeperhatikan dua tujuan utama system manajemen kas
perusahaan :
1. Kas harus tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan yang timbul dari
kegiatan bisnis.
2. Investasi dalam saldo kas yang tak dipakai (idle cash) harus
diminimumkan.
Keputusan
Dua kondisi yang memungkinkan perusahaan beroperasi hingga periode
yang lebih panjang dengan tingkat saldo kas mendekati atau pada titik nol
adalah :
1. Perkiraan yang benar-benar akurat secara keseluruhan mengenai arus
kas bersih selama waktu yang direncanakan.
2. Kesesuaian yang sempurna antara penerimaan dan pengeluaran kas.

Mengatur Arus Kas Masuk


Untuk memepercepat waktu dalam penerimaan kas kita harus mengurangi
pengambangan (float) yaitu panjangnya waktu dari ketika cek ditulis sampai
dengan penerima menerima pencairan dana tersebut. Total pengambangan (float)
mempunyai 4 elemen sebagai berikut :
1. Pengambangan Pengiriman (Mail Float)
Disebabkan oleh selang waktu antara konsumen mengirimkan cek
pembayaran hingga perusahaan mulai memprosesnya.
2. Pengambangan Pemrosesan (Processing Float)
Disebabkan oleh waktu yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk memproses
cek pembayaran sebelum mereka bisa disimpan di bank.
3. Pengambangan Pengangkutan (Transit Float)
Disebabkan oleh waktu yang dibutuhkan cek yang disimpan untuk dicairkan
melalui sistem perbankan komersial dan menjadi uang yang dapat digunakan
oleh perusahaan.
4. Pengambangan Pembayaran (Disbursing Float)
Muncul dari fakta bahwa dana tersedia dalam rekening bank perusahaan
hingga cek pembayaran dicairkan melalui sistem perbankan.
Pengurangan pengambangan dapat menghasilkan keuntungan-keuntungan
yang banyak berkenaan dengan dana atau uang yang dapat digunakan dan
dikeluarkan untuk keperluan dan keuntungan perusahaan dan dihasilkan semacam
saldo-saldo yang dibebaskan (freed-up balances).
Sebagai contoh, untuk tahun 2008, ThinkApril Corp. melaporkan total
penerimaan $ 650.000.000. Jumlah dana yang dapat digunakan yang akan
dibebaskan jika perusahaan dapat mencapai pengurangan float sehari bisa
diperkirakan dengan membagi penerimaan (penjualan) tahunan dengan jumlah hari
dalam setahun. Dalam kasus ini, saldo sehari yang dibebaskan adalah :

Penerimaan tahunan : jumlah hari dalam setahun = $ 650.000.000 / 365 =


$ 1.780.822

Jika dana yang dibebaskan ini mewakili penjualan sehari kurang lebih $ 1.780.822
dan bisa dikembalikan pada tingkat pengembalian 6% per tahun, maka nilai
pengurangan float setahun akan menjadi :
(penjualan per hari) x (perolehan yang diasumsikan) = $ 1.780.822 x 6% =
$ 106.849

Jelas bahwa manajemen kas efektif dapat menghasilkan kesempatan yang


mengesankan bagi peningkatan laba.

Sistem Pengumpulan Kas Biasa

Pengaturan Lock-Box
Sistem Lock-Box sederhana :
1. Pelanggan mengirim cek lewat pos.
2. Pos mengirim ke Lock-Box (semacam PO BOX).
3. Bank lokal (bank perusahaan) membuka lock-box dan memproses cek
untuk disimpan, lalu diteruskan seperti sistem biasa.
4. Bank perusahaan memberikan laporan informasi kepada perusahaan.
Keuntungan pengaturan lock-box :
1. Meningkatkan kas kerja
2. Menghilangkan fungsi klerikal
3. Pengetahuan cek kosong lebih cepat
Cek-cek yang Belum Disahkan - Preauthorized Checks (PACs)
PAC mirip dengan cek biasa, tetapi tidak mensyaratkan tanda tangan
orang yang rekeningnya ditarik. PAC diciptakan hanya dengan otorisasi sah dari
individu. PAC dibuat melalui mekanisme perjanjian antara konsumen dengan
bank konsumen yang bisa melaksanakan/menerbitkan PAC pada saat konsumen
melakukan pembayaran melalui sistem bank komersial.
Keuntungan dari sistem PAC:
1. Arus kas yang sangat dapat diramalkan
2. Mengurangi biaya pengiriman dan penagihan
3. Kenyamanan konsumen
4. Meningkatkan kas kerja

Depository Transfer Checks


Depository Transfer Checks memberikan alat untuk menggerakkan dana
dari rekening bank lokal ke rekening bank konsentrasi (rekening pengeluaran
utama). Depository Transfer Checks itu sendiri adalah instrumen yang tidak
ditandatangani dan tidak dapat dinegosiasikan. Hanya bisa dibayarkan pada
bank penyimpan (bank konsentrasi) untuk dikredit pada rekening khusus
perusahaan.
Perusahaan mengarsipkan formulir otorisasi dengan tiap bank dari
tempatnya menarik dana. Formulir itu menginstruksikan bank untuk membayar
depository transfer checks tanpa ditandatangani. Gerakan kas melalui
penggunaan depository transfer checks dapat beroperasi dengan sistem surat
konvensional atau sistem otomatis.
Keuntungan penggunaan depository transfer checks:
1. Tingkat ekses kas yang lebih rendah
2. Kontrol yang lebih baik
3. Investasi dalam portfolio sekuritas yang dapat dipasarkan

Transfer Melalui Kawat (Wire Transfer)


Memindahkan kas antar bank dengan menggunakan wire transfer dapat
mengurangi transit float. Dana yang dikirim langsung dapat digunakan di bank
yang menerima.

Manajemen Arus Kas Keluar


1. Rekening Saldo Nol (Zero Balance Accounts - ZBA)
yaitu alat manajemen kas yang memungkinkan kontrol tersentralisasi atas
arus kas keluar tapi juga mempertahankan otoritas pengeluaran divisional.
2. Pembayaran Melalui Draft (Payable through Draft – PTDs)
Adalah alat pembayaran yang sah yang bentuknya seperti cek biasa di mana
draft tidak dibuat oleh bank, tapi dibuat dan disahkan pembayarannya oleh
perusahaan yang mengeluarkannya atas rekening demand depositnya.
Tujuannya mempertahankan kontrol atas pembayaran yang diotorisasi
lapangan.
3. Remote Disbursing
yaitu bank konsentrasi perusahaan memiliki hubungan koresponden dengan
bank yang lebih kecil yang berlokasi di kota yang jauh.

Transfer Dana Elektronik (Electronic Funds Transfer)


Inti TDE adalah menghilangkan cek sebagai metode mentransfer dana.
Penghilangan cek mungkin takkan terjadi, tetapi jelas gerakan menuju sistem
keuangan yang menggunakan lebih sedikit cek akan terjadi. Transit, mail, dan
processing float semakin tak penting sementara TDE semakin penting. Secara
simultan, ini juga menunjukkan disbursing float menjadi tak berarti.
Evaluasi Biaya Atas Jasa Manajemen Kas
Proses evaluasi ini melibatkan hubungan yang sangat mendasar dalam
mikroekonomi :

Pembayaran tambahan = Keuntungan tambahan

Persamaan di atas dapat dinyatakan kembali dalam hitungan per unit sebagai
berikut :

P= D x S x i

P = Penambahan biaya proses pembayaran per cek bila system baru digunakan.
D = Penghematan waktu dalam proses penagihan (pengurangan / pengecekan
float)
S = Ukuran cek rata-rata dalam dolar.
i = Biaya oportunitas (tingkat pengembalian) sebelum pajak harian karena
menyimpan kas.

Contoh Soal:
Asumsikan sekarang bahwa biaya proses cek , P akan naik menjadi $ 0,18 per cek
jika lock-box digunakan, ukuran cek rata-rata S akan menjadi $900, dan jika uang
dibebaskan dengan penggunaan lock-box, akan diinvestasikan dalam sekuritas
dengan tingkat pengembalian sebelum pajak 6%. Sehingga kita bisa menentukan
pengurangan waktu pengumpulan cek (D) sebaga berikut :
Jawab :
$0,18 = (D) ($900) (0,06/365)
D = 1,217 hari

Jadi lock-box dibenarkan jika perusahaan dapat mempercepat pengumpulan lebih


dari 1,217 hari. Cara analisis yang sama dapat dipakai untuk menganalisis alat
manajemen kas lainnya.

Komposisi Portofolio Surat-surat Berharga yang Diperjualbelikan


Kriteria tertentu memberikan kerangka kerja yang berguna bagi manajer keuangan
untuk menyeleksi
paduan sekuritas yang dapat diperjualbelikan. Pertimbangan-pertimbangan ini
meliputi evaluasi atas :

1. Risiko Keuangan
Hal ini mengacu pada ketidakpastian pengembalian yang diharapkan dari
sekuritas karena perubahan yang mungkin terjadi dalam kapasitas
keuangan penerbitan sekuritas untuk membuat pembayaran di masa depan
pada pemilik sekuritas.

2. Risiko Tingkat Bunga


Hal ini mengacu pada ketidakpastian pengembalian yang diharapkan dari
instrumen keuangan karena perubahan dalam tingkat bunga.

Misalkan, petugas keuangan menimbang keuntungan berinvestasi


secara temporer kas perusahaan yang tersedia dalam obligasi baru US
Treasury yang akan jatuh tempo dalam (1) 90 hari atau (2) 1 tahun dari
tanggal penerbitan. Harga beli nota 90 hari atau obligasi 1 tahun ada pada
diskon dari nilai parnya $1000 per sekuritas. Nilai jatuh tempo kedua kelas
sekuritas sama dengan parnya, $1000, dan tingkat kupon (tingkat bunga
yang tertera) adalah 7%, dimajemukkan per tahun.
Jika setelah 60 hari dari tanggal pembelian, tingkat bunga naik
menjadi 9%, harga pasar sekuritas Treasury ini akan turun membawa
perolehan jatuh temponya sama dengan yang dapat diperoleh investor
dengan membeli penerbitan baru instrumen itu. Harga pasar baik obligasi
90 hari maupun 1 tahun akan turun. Tapi harga instrumen 1 tahun akan
turun lebih besar dalam dolarnya daripada instrumen 90 hari.
60 hari dari tanggal penerbitan harga di pasar untuk instrumen 1
tahun yang asli, yang sekarang 305 lagi jatuh tempo, dapat ditemukan
dengan menghitung P sebagai berikut :

P=$ 1,000( 1+0.09365 )305=$926,59

Jika tingkat bunga tetap berada pada 7%, maka : P=$ 1,000( 1+0.07365 )
305=$943,19

Kenaikan tingkat bunga mengakibatkan harga obligasi 1 tahun turun


sebesar $ 16.60.

$ 943.19 - $ 926.59 = $16.60

Untuk perhitungan obligasi 30 hari ( sisa dari 90 – 60 hari ), adalah sebagai


berikut :

P=$ 1,000( 1+0.09365 )30=$992,63

Jika tingkat bunga tetap berada pada 7%, maka : P=$


1,000( 1+0.07365 )30=$994,26

Kenaikan tingkat bunga akan mengakibatkan harga dari obligasi 30 hari


turun sebesar $ 1.63
($ $ 994.26 - $ 992.63 = $ 1.63).

3. Likuiditas
Dalam formulasi preferensi memasukkan instrumen tertentu dalam
portfolio, manajer harus mempertimbangkan :
a. Periode yang dibutuhkan untuk menjual sekuritas
b. Kemungkuinan sekuritas dapat dijual pada atau mendekat harga pasar
pada saat itu.
4. Pengenaan Pajak
Dalam contoh tabel dibawah ini, sebuah perusahaan menganalisis
apakah akan berinvestasi di utang bebas pajak 1 tahun dengan tingkat
bunga 6% dan nominal $1,000 atau 1 tahun utang kena pajak dengan tingkat
bunga 8% dan nominal $1,000. Perusahaan membayar pajak pada tingkat
tarif 34%.

Perbandingan Perolehan Setelah Pajak ( After-Tax Yields )

Penerbitan utang bebas Penerbitan utang kena


pajak (kupon 6% ) pajak ( kupon 8% )

Pendapatan bunga $ 60.00 $ 80.00

Pajak pendapatan 0.00 27.20

Pendapatan bunga
setelah pajak
60.00 52.80

Perolehan setelah pajak 60.00 = 6% 52.80 = 5.28%

$ 1,000.00 $ 1,000.00

Derivasi ekuivalen perolehan sebelum pajak atas penerbitan utang yang


dipajakkan :

r=r*1-t=0.061-0.34=9,091%

dimana : bukti :

r = ekuivalen sebelum pajak pendapatan


bunga[$1,000x0.09091]=$90.91

r* = perolehan setelah pajak pada sekuritas bebas pajak pajak pendapatan (0.34)
30.91

t = tingkat pajak marjinal perusahaan pendapatan setelah


pajak $60.00
Alternatif Surat-surat Berharga yang Dapat Diperjualbelikan
1. US Treasury Bill : kewajiban langsung yang dijual oleh pemerintah AS
secara reguler oleh bendahara AS.
2. Federal Agency Securities : kewajiban utang perusahaan dan agensi yang
diciptakan untuk mempengaruhi berbagai program peminjaman pemerintah
AS.
3. Bankers’ Acceptance : perintah membayar yang ditarik oleh bank tertentu
oleh eksportir untuk mendapatkan pembayaran barang yang dikapalkan
pada konsumen, yang memiliki rekening pada bank tertentu itu
4. Negotiable Certificates of Deposit : penerimaan dana yang telah
disimpan dalam bank untuk periode tertentu yang dapat dipasarkan. Dana
yang disimpan menghasilkan tingkat bunga yang tetap.
5. Commercial paper : nota janji jangka pendek yang tak diamankan yang
dijual yang dijual oleh bisnis besar untuk menghasilkan kas.
6. Repurchase Agreements : kontrak legal yang melibatkan penjualan
sekuritas sebenarnya oleh peminjam pada pemberi pinjaman, dengan
komitmen di bagian peminjam membeli kembali sekuritas pada harga
kontrak ditambah biaya bunga yang dicantumkan.

BAB 20
MANAJEMEN PIUTANG DAN PERSEDIAAN BARANG

Manajemen Piutang Dagang


Ukuran investasi dalam piutang dagang ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu:
1. Persentase penjualan kredit terhadap penjualan total mempengaruhi tingkat
piutang dagang yang dipegang.
2. Tingkat penjualan juga merupakan faktor yang menentukan ukuran investasi
dalam piutang dagang.
3. Kebijaksanaan kredit dan penagihan (syarat penjualan, kualitas pelanggan,
dan usaha penagihan)-di bawah kontrol manajemen keuangan.

Syarat Penjualan-Variabel Keputusan


Syarat penjualan (term of sale) merupakan perjanjian kredit yang
menunjukkan potongan harga yang mungkin diperoleh untuk pembayaran piutang
yang dilakukan lebih awal. Contoh, jika syarat pembayaran 2/10 net 30, artinya
pelanggan akan memeproleh potongan 2% jika piutang tersebut dibayar dalam 10
hari. Biaya oportunitas melewatkan diskon 2% untuk menunda pembayaran 20 hari
lagi adalah 36,73%. Ini ditentukan sebagai berikut :

Biaya oportunitas tahunan karena melepaskan diskon=a1-a x 360c-b=0.021-0.02 x


36030-10= 36.73 %

Jenis Pelanggan-Variabel Keputusan


Satu cara di mana baik individual dan perusahaan sering dievaluasi sebagai
risiko kredit adalah melalui penggunaan penilaian kredit ( credit scoring ).
Penilaian kredit melibatkan evaluasi numerik tiap pelamar. Penerima menerima
nilai didasarkan pada jawabannya pada sekumpulan pertanyaan sederhana. Nilai ini
lalu dievaluasi menurut standar yang telah ditentukan, tingkatnya relatif pada
standar menentukan apakah kredit harus atau tidak dapat diperpanjang.
Keuntungan utama penilaian kredit adalah murah dan mudah dilaksanakan.
Suatu model yang dapat digunakan untuk credit scoring adalah
menggunakan model dari Edward Altman yaitu dengan menggunakan Multiple
Discriminant Analysis ( MDA ), menggunakan analisi diskriminan ganda sebagai
berikut :

Z = 3.3 EBITTotal Assets+1.0SalesTotal Assets+0.6 Market Value of equityBook

Value of debt+1.4 Retained EarningsTotal Assets+1.2 WorkingCapitalTotal Assets

Usaha Penagihan-Variabel Keputusan


Kunci untuk menjaga kendali atas pengumpulan piutang adalah dengan
memahami bahwa pada kenyataannya probabilitas dari piutang yang gagal bayar
meningkat seiring dengan bertambahnya umur piutang. Salah satu usaha yang
dapat dilakukan oleh perusahaan untuk menagih piutangnya yang yang telah jatuh
tempo adalah dengan surat teguran (dunning letter), diikuti dengan surat teguran
tambahan bernada lebih serius jika piutang lewat 3 minggu, diikuti tagihan melalui
telepon setelah 6 minggu. Akhirnya, jika tagihan piutang telah lewat 12 minggu,
bisa diserahkan pada agen penagih utang. Lalu, keseimbangan langsung terjadi
antara biaya penagihan dan kepercayaan yang hilang di satu sisi dan piutang tak
tertagih di sisi lain, dan keseimbangan ini selalu jadi bagian pembuatan keputusan.

Perubahan Kebijakan Kredit : Penggunaan Analisis Marjinal


Perubahan dalam kebijakan kredit melibatkan imbal balik antara biaya dan
juga keuntungan. Kapankah saat yang tepat bagi perusahaan untuk mengubah
kebijakan kreditnya? Jawabnya adalah pada saat manfaat dari kenaikan penjualan
melebihi biaya yang harus dikeluarkan dengan adanya perubahan keputusan
tersebut. Penentuan perubahan kebijakan kredit menjadi salah satu tugas dari
analisis marginal (marginal on incremental analysis).

Contoh :
Perusahaan XYZ : Informasi yang relevan untuk analisis inkremental adalah
sebagai berikut :
Tingkat Penjualan Baru (semua kredit) $9,000,000
Tingkat Penjualan Awal (semua kredit) $8,000,000
Marjin Kontribusi 25%
Persentase Utang Tak Tertagih atas Penjualan Baru 6%
Periode Penagihan Rata-rata Baru 45 hari
Periode Penagihan Rata-rata awal 30 hari
Investasi Tambahan dalam Persediaan $25,000
Tingkat Pengembalian Yang Disyaratkan sebelum Pajak 15%
Persentase Diskon Kas Baru 1%
Persentase Pelanggan Yang Mengambil Diskon Kas 50%

Langkah 1 : Melakukan estimasi perubahan keuntungan


= (kenaikan penjualan x marjin kontribusi) – (kenaikan penjualan x persentase
utang tak tertagih atas penjualan baru)
= ($1,000,000 x 0,25) – ($1,000,000 x 0,06)
= $190,000

Langkah 2 : Melakukan estimasi terhadap tambahan biaya dalam


investasi piutang dan persediaan barang
= (piutang dagang tambahan+persediaan tambahan) x (tingkat pengembalian
yang disyaratkan sebelum pajak)

Maka : (piutang dagang tambahan) = (penjualan harian baru) x (periode


penagihan rata-rata baru) – (penjualan harian awal) x (periode penagihan rata-
rata awal)
= ($9,000,000/360 x 45) – ($8,000,000/360 x 30)
= $458,340
Biaya Investasi Tambahan = ($458,340 + $25,000) x 0,15 = $72,501

Langkah 3 : Melakukan estimasi terhadap biaya diskon (jika dilakukan


juga perubahan dalam potongan harga untuk pembelian tunai)
= (tingkat penjualan baru x persentase diskon kas baru x persentase pelanggan
yang mengambil diskon) – (tingkat penjualan awal x persentase diskon kas awal
x persentase pelanggan yang
mengambil diskon)
= ($9,000,000 x 0,01 x 0,50) – ($8,000,000 x 0,00 x 0,50)
= $45,000

Langkah 4 : Membandingkan tambahan pendapatan dengan tambahan


biaya
Perubahan neto dalam laba sebelum pajak = perubahan laba – (biaya investasi
baru dalam piutang dagang dan persediaan + biaya perubahan dalam diskon
kas)
= langkah 1 – (langkah 2 + langkah 3)
= $190,000 – ($72,501 + $45,000) = $72,499

Manajemen Persediaan
Manajemen persediaan melibatkan kotrol asset yang digunakan dalam proses
produksi atau diproduksi untuk dijual pada operasi normal perusahaan.

Biaya Persediaan Total = Biaya Penyimpanan Total + Biaya Pemesanan


Total

Biaya Penyimpanan Total = Persediaan Rata rata x Biaya Penyimpanan per unit

Biaya Penyimpanan Total=Q2C

Dimana :
Q = ukuran pemesanan persediaan dalam unit
C = biaya penyimpanan per unit

Biaya Pemesanan Total = Jumlah Pemesanan x Biaya Pemesanan per


Pemesanan

Biaya Pemesanan Total=SQO


Dimana :
S = permintaan total dalam unit selama periode perencanaan
O = biaya pemesanan per pemesanan
Biaya Total=Q2C+SQO

Sehingga nilai maksimum Q yaitu kuantitas pemesanan ekonomis ( Economic Order


Quantity = EOQ ) adalah :

Q=2SOC
Contoh soal :
Misalkan sebuah perusahaan mengharapkan permintaan total (S) untuk produknya
selama periode perencanaan adalah 5000 unit, sementara biaya pemesanan per
pemesanan (Ordering Cost-O) adalah $200, dan biaya penyimpanan per unit (C)
adalah $2. Dari data ini, dapat kita ketahui kuantitas pemesanan ekonomis :
Jawab :
Q*=2 x 5,000 x 2002 = 1,000,000 = 1,000 unit

Problem Titik Pesanan (Order Point)


Keputusan tentang berapa banyak stok pengaman yang harus dipegang merupakan
masalah titi pesanan (order point problem), yaitu seberapa rendah saldo persediaan
dapat diterima sebelum melakukan pemesanan ulang. Titik pemesanan (reorder
point) dapat ditentukan sebagai berikut :

Lakukan pemesana ketika tingkat persediaanmencapai titik terendah


berikut=Persediaan selama masa pengiriman+StokPengaman

Jika stok pengaman tingkat persediaan rata-rata sama dengan EOQ/2 maka :

Persediaan rata-rata=EOQ2+StokPengaman