Anda di halaman 1dari 2

Pengambilan sampel air dapat dilakukan melalui beberapa cara,

pengambilan secara fisika, kimia dan mikrobiologi. Pada percobaan kali


ini metode pengambilan sampel air yang digunakan yaitu pengambilan
sampel secara mikrobiologi. Salah satu teknik dasar dalam analisa
mikrobiologi adalah teknik aseptis (suatu metoda atau teknik di dalam
memindahkan atau menstranfer kultur bakteria dari satu tempat ke
tempat lain secara aseptis agar tidak terjadi kontaminasi oleh mikroba
lain ke dalam kultur). Teknik ini sangat esensial dan kunci keberhasilan
prosedur microbial yang diketahui oleh seseorang yang hendak
melakukan analisis mikrobiologi. Selain itu digunakan teknik aseptic
selama pengambilan sampel agar tidak terjadi pencemaran (Rachdie,
2006). Lokasi pengambilan sampel air yaitu di ruang toilet mahasiswa
sebelah utara Gedung B Jurusan Kesehatan Masyarakat Universitas
Jenderal Soedirman yang dilakukan pada hari Jumat tanggal 15 Mei
2015. Pengambil air sampel dilakukan oleh salah seorang anggota
kelompok praktikan.
Prosedur pengambilan sampel air secara mikrobiologis dilakukan
dengan pertama kali membuka kran air sebagai sumber saluran pipa
tertutup secara penuh selama 2-3 menit. Setelah itu praktikan
menggunakan sarung tangan dan diusapkan dengan alkohol 70% ke
seluruh permukaan tangan begitu pula pada bagian punggung tangan.
Usapkan juga mulut kran air menggunakan alkohol 70% dengan kapas.
Nyalakan pembakar spirtus dengan korek api lalu dekatkan ke sekitar
bibir kran, hal ini bertujuan mencegah masuknya organisme yang
dapat mengkontaminasi air saat kran dibuka (Rachdie, 2006). Buka
kembali kran air selama 1 menit, setelah itu masukkan sample air ke
dalam botol air yang telah dipersiapkan hingga mencapai tinggi
botol dan segera ditutup dan diikat dengan tali.
Meskipun kemajuan dan perkembangan teknologi untuk
inaktivasi mikroba (microbial) sudah semakin maju, masalah-masalah.
Di bidang kesehatan, penyakit-penyakit yang berhubungan dengan
makanan dan air, masih terus tumbuh dan berkembang baik di negara
maju dan negara berkembang. Banyak tipe-tipe bakteri, virus,
protozoa, yeast dan jamur yang bertanggung jawab terhadap
penyakitpenyakit tersebut, serta banyak teknologi dan metode

dekontaminasi telah diteliti untuk mengurangi dan mengeliminasi


patogen-patogen tersebut (Endarko,dkk. 2013).
Setelah dilakukan pengambilan sampel air, kemudian sampel air
yang telah diambil tadi dibawa ke laboratorium untuk diperiksa secara
mikrobiologis. Pemeriksaan air secara mikrobiologis dilakukan untuk
mengetahui kandungan mikroorganisme patogen di dalam air sehingga
air tersebut aman dikonsumsi oleh masyarakat dan tidak berbahaya
bagi kesehatan. Apabila sumber air dari sample memenuhi syarat
mikrobiologis maka dapat digunakan sebagai air baku dalam
memenuhi kebutuhan air minum sehari-hari.
Dapus

Endarko, Triswantoro Putro, Nike Ika Nuzula, Nuning Armawati, Adi Wardana,
Agus Rubiyanto dan Melania S Muntini. 2013. Rancang Bangun Sistem
Penjernihan dan Dekontaminasi Air Sungai Berbasis Biosand Filter dan Lampu
Ultraviolet. Berkala Fisika ISSN : 1410 9662 Vol. 16, No. 3, Juli 2013, Hal 75
84. Jurusan Fisika FMIPA Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya.
Rachdie. 2006. Mengenal Media Pertumbuhan Mikroba. Jakarta: Pusat Media.