Anda di halaman 1dari 18

Struktur dan fungsi

pernapasan normal dapat


dihambat
Kerusakan otak atau menelan barbiturat dengan dosis
yang berlebihan dapat mengganggu pusat pernapasan
Penurunan PO2 udara inspirasi ditempat tinggi
Obstruksi saluran napas
Penyakit neuromuskuler, kelainan rangka dada berakibat
kerja napas kurang baik
Penebalan pada jalan difusi seperti fibrosis & edema
paru
Transport gas dalam darah terganggu (Pembatasan
jumlah HB)
Dengan demikian sistem pulmonar, kardiovaskuular
dan sistem saraf mempunyai hubungan yang erat sekali
dengan oksigenisasi jaringan tubuh

TANDA DAN GEJALA PENYAKIT


PERNAPASAN
Penyakit paru paru dapat menimbulkan
tanda serta gejala umum maupun pernapasan.
Yang termasuk tanda dan gejala pernapasan
adalah batuk, sputum yang berlebihan,
hemoptisis, dispnea, nyeri dada, dan jari jari
tabuh.
Yang termasuk tanda dan gejala umum adalah
sianosis, dan manifestasi lain yang berkaitan
dengan pertukaran gas yang tidak adekuat.

BATUK
Batuk merupakan suatu refleks protektif yang
timbul akibat iritasi percabangan
trakheobronhial.
Kemampuan batuk merupakan mekanisme
yang berguna untuk membersihkan saluran
napas bagian bawah.
Batuk merupakan gejala yang paling umum
dari penyakit pernapasan.

SPUTUM
Orang dewasa normal membentuk sputum
sekitar 100 ml dalam saluran napas tiap hari.
Pembentukan sputum yang berlebihan,
mungkin disebabkan oleh gangguan fisik atau
kimia, atau infeksi membran mukosa.
Pengeluaran sputum banyak hal yang harus
diperhatikan, seperti sumber, warna, volume,
dan kosistensi.

Sputum yang berwarna kekuning kuningan


merupakan tanda adanya infeksi.
Sputum yang berwarna kehijauan merupakan
petunjuk adanya penimbunan nanah.
Sering ditemukan pada pasen dengan
bronkiektasis karena penimbunan nanah dalam
bronkiolus yang terkena infeksi.
Sputum yang berwarna merah muda dan
berbusa merupakan tanda dari edema paru, yang
disebut Proti sputum.
Sputum yang berwarna abu-abu atau putih
merupakan tanda dari bronkitis kronis.

HEMOPTISIS
Adalah istilah yang digunakan untuk
menyatakan batuk darah, atau sputum
yang berdarah.
Setiap proses yang yang merusak
kesinambungan pembuluh darah paru
paru dapat mengakibatkan batuk darah.
Biasa ditemukan pada penderita TBC
paru, Ca Bronkogenik, Infark dan abses
paru.

DISPNEA
Dispnea atau sesak napas adalah perasaan sulit
bernapas dan merupakan gejala utama dari
penyakit kardiopulmonar.
Dispnea juga terjadi jika otot pernapasan
lemah(miastenia gravis),otot penapasan
menyusut(distropi muskuler),otot pernapasan
lumpuh(sindroma guillain barre), otot pernapasan
kurang melakukan kerja mekanis( obesitas, yang
disebut dengan Sindrom Pickwick ).
Dispnea tidak selalu menunjukan adanya penyakit,
orang normal bisa mengalami hal yang sama
setelah activitas yang berlebihan, stres emosi.

NYERI DADA
Nyeri dada yang paling khas dari penyakit paru
paru adalah akibat radang pleura (pleuritis).
Hanya lapisan pleura parietalis saja yang
merupakan sumber nyeri oleh karena pleura
viseralis dan parenkim paru dianggap sebagai
organ yang tidak peka.
Penyebab utama nyeri pleuritik adalah
dikarenakan infark atau infeksi paru paru.
Penderita pneumothorak atau atelektasis
(ketidakmampuan paru untuk mengembang), nyeri
dada dikarenakan oleh adanya perlengketan
pleura parietalis dengan viseralis.

Jari JARI TABUH


( CLUBING FINGER )
Adalah suatu perubahan bentuk ujung jari jari
tangan dan kaki yang khas sehingga tampak
menggelembung.
Tanda fisik yang nyata dan penting karena
merupakan tanda dari beberapa keadaan yang
cukup serius.
Patogenesis dari jari jari tabuh belum
diketahui.Hipotesis mengaitkan karena adanya
hipoksia.
Tanda paling dini adalah hilangnya sudut antara
kuku dan bagian dorsal falang terminal, sudutnya
lebih dari 160 derajat.

TANDA TANDA PERTUKARAN


GAS YANG KURANG MEMADAI
Sianosis
Hipoksemia dan
Hipoksia
Hiperkapnea dan
Hipokapnea

SIANOSIS
Adalah warna kebiru - biruan pada kulit dan
selaput lendir yang terjadi akibat peningkatan
absolut hemoglobin tereduksi (Hemoglobin yang
tidak berikatan dengan oksigen).
Sianosis sentral disebabkan oleh insufisiensi
oksigenisasi hemoglobin dalam paru paru, dan
paling mudah diketahui pada wajah, bibir, cuping
telinga, serta bagian bawah lidah.
Sianosis perifer akan terjadi bila aliran darah
banyak berkurang sehingga menurunkan saturasi
yang menyebabkan suatu daerah menjadi
biru.Sianosis perifer terjadi akibat insufisiensi
jantung, sumbatan pada aliran darah, atau akibat
vasokontriksi pembuluh darah.

HIPOKSEMIA DAN HIPOKSIA


Hipoksemia adalah suatu keadaan dimana
nilai PaO2 yang rendah.Disebut juga gagal
napas tipe I ( kadar PaO2 kurang atau sama
dengan 50 mmHg )
Hipoksia adalah suatu keadaan dimana
oksigenisasi jaringan yang tidak memadai.
PaO2 80 100 mmHg ( Normal )
PaO2 60 80 mmHg ( Hipoksemia ringan )
PaO2 40 -60 mmHg ( Hipoksemia sedang )
PaO2 < 40 mmHg ( Hipoksemia berat )

TANDA TANDA HIPOKSEMIA DAN


HIPOKSIA
Sistem Pernapasan : Takipnea, TV menurun,
Dispnea, pernapasan cuping hidung, retraksi otot
otot pernapasan.
Sistem Saraf Pusat : sakit kepala, gelisah,
kekacauan mental, cemas, mudah terangsang,
rasa mengantuk sampai dengan koma.
Sistem kardiovaskular : Takikardi, bradikardi,
Hiper sampai dengan hipotensi, aritmia.
Sistem Integument : sianosis pada bibir, mukosa
mulut, dan dasar kuku.

HIPERKAPNEA DAN HIPOKAPNEA

PaCO2 merupakan gambaran ventilasi


alveolus yang langsung dan segera dalam
hubungannya dengan kecepatan
metabolisme.
Hiperkapnea (disebut juga gagal napas tipe
II) adalah peningkatan kadar PaCO2 sampai
diatas 45 mmHg.
Hipokapnea adalah suatu keadaan dimana
kadar PaCO2 kurang dari 35 mmHg.
Penyebab langsung retensi CO2 adalah
Hipoventilasi alveolar.

TANDA DAN GEJALA HIPERKAPNEA


DAN HIPOKAPNEA

Tanda hiperkapnea adalah kekacauan


mental yang menjadi koma, sakit
kepala (akibat vasokontriksi serebral),
tremor, volume denyut nadi yang besar
disertai tangan dan kaki panas dan
berkeringat (Akibat vasodilatasi perifer).
Tanda hipokapnea adalah sering
mendesah dan menguap, pusing,
palpitasi,tangan dan kaki kesemutan,
serta kedutan otot.

Macam macam dan jenis pola


pernapasan
Eupnea adalah irama pernapasan yang
halus dan teratur, ekspirasi lebih lama
dari inspirasi.
Takipnea adalah pernapasan superfisial,
cepat, irama teratur atau tidak teratur.
Bradipnea adalah frekuensi pernapasan
lambat, lebih dalam dari pernapasan
biasa, irama teratur.
Apnea adalah pernapasan tidak ada
(penghentian napas).

Macam macam dan jenis


pola pernapasan
Hipernea adalah peningkatan kedalaman pernapasan
normal untuk peningkatan frekuensi dan irama teratur.
Cheyne Stokes adalah pernapasan periodik
sehubungan dengan periode apnea, bergantian
secara teratur dengan rentetan siklus pernapasan.
Biot (Ataxik) adalah pernapasan yang cepat dan
dangkal .Periode tidak teratur.
Kussmauls adalah pernapasan mendesah teratur,
dalam dengan peningkatan frekuensi pernapasan.