Anda di halaman 1dari 25

BAB I

PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Kemajuan teknologi dalam berbagai bidang terutama di era globalisasi ini

mengalami perkembangan yang sangat pesat. Berbagai kemudahan tercipta dengan


adanya teknologi yang semakin maju. Dengan semakin majunya teknologi akan
berimbas terhadap semakin dituntut pula sumber daya manusia yang cerdas,
profesional dan kompetitif di bidangnya. Hal ini berarti hanya bagi yang menguasai
ilmu pengetahuan dan teknologi sajalah yang akan dapat bertahan.
Sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi di Indonesia yang merupakan
penghasil tenaga kerja profesional yang memiliki daya saing internasional, Jurusan
Teknik Mesin Politeknik Negeri Bali harus melakukan upaya untuk menjawab
tantangan tersebut. Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu dengan melaksanakan
program kunjungan industri. Program ini dimaksudkan untuk memperkenalkan dunia
industri dengan segala perangkatnya, agar nantinya mahasiswa tidak sama sekali buta
dengan dunia industri, serta memiliki keberaniaan untuk terjun dan berkarir di dunia
industri.
Program kunjungan industri ini sangat berkaitan dengan PKL (Praktek Kerja
Lapangan). Karena dari program kunjungan indutri akan diperoleh gambaran
bagaimana situasi sebuah industri dan ada atau tidaknya kesempatan untuk
melakukan PKL pada industri yang dikunjungi. Selain kaitannya dengan diatas,
pembuatan laporan kunjungan industri ini merupakan persyaratan mengajukan tugas
akhir yang merupakan persyaratan kelululusan. Oleh karena itu dapat dikatakan
program kunjungan industri ini wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa Jurusan Teknik
Mesin Politeknik Negeri Bali.
Kunjungan industri Jurusan Teknik Mesin dilaksanakan pada tanggal 23 - 27
Februari 2015, untuk mengunjungi industri maupun perguruan tinggi yang berada di
daerah Pulau Jawa. Adapun industri dan perguruan tinggi yang dikunjungi antara lain
: PT. Aicool, GMF (Garuda Maintenance Facility), PT. PINDAD.

1.2

Tujuan Kunjungan Industri


Tujuan kunjungan industri dibedakan menjadi dua, yaitu tujuan umum dan

khusus. Adapun tujuan dari kunjungan industri ini yaitu :


1.2.1 Tujuan Umum
Untuk menambah wawasan agar mahasiswa dapat membandingkan antara
ilmu yang dipelajari secara teoritis di bangku kuliah dengan kenyataan di dalam
dunia industri beserta perkembangannya sebagai salah satu persiapan untuk terjun ke
dalam dunia industri.
1.2.2 Tujuan Khusus
a.

Sebagai persyaratan untuk mengajukan TA (Tugas Akhir) pada semester VI.

b. Mempersiapkan mental mahasiswa untuk berani terjun dan bersaing di dunia

industri.
1.3

Pembatasan Masalah
Kunjungan industri yang dilaksanakan pada tanggal 23 - 27 Februari 2015 di

daerah Jawa adalah industri industri yang memiliki ruang lingkup yang sangat luas.
Pada laporan ini penulis hanya membahas masalah sejarah perusahaan tersebut, visi
dan misi perusahaan, kegiatan yang dilakukan selama kunjungan serta produk yang
dihasilkan.
1.4

Metode Pengumpulan Data


Metode pengumpulan data yang penulis gunakan dalam pembuatan laporan

kunjungan industri ini adalah :


a.

Metode Observasi
Metode pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan secara langsung
pada industri-industri yang bersangkutan.

b.

Metode Wawancara
Metode pengumpulan data dengan mengumpulkan data melalui informasi dan
bertanya langsung pada pihak industri mengenai hal hal yang belum dipahami.

c.

Metode Literatur
Metode pengumpulan data melalui brosur yang diperoleh dari industri yang
dikunjungi dan media internet yang berkaitan dengan laporan yang disusun.

1.5

Sistematika Penulisan

a.

BAB I Pendahuluan
Pada BAB I membahas mengenai latar belakang penulisan, tujuan, pembatasan
masalah, metode pengumpulan data dan sistematika penulisan.

b.

BAB II Tinjauan Umum


Pada BAB II membahas mengenai rencana kegiatan yang dilakukan dan
realisasinya, urutan secara umum realisasi kegiatan yang direncanakan dan
jalannya kepanitiaan.

c.

BAB III Pembahasan


Pada BAB III membahas mengenai kunjungan PT. Aicool, GMF (Garuda
Maintenance Facility), PT. PINDAD.

d.

BAB IV Simpulan dan Saran


Pada BAB IV membahas mengenai simpulan dan saran.

BAB II
TINJAUAN UMUM
2.1

Rencana Kegiatan Yang Dilakukan dan Realisasinya


Kunjungan industri yang dilakukan ini merupakan kegiatan yang baik dalam

menjalin hubungan kerjasama antara pencetak tenaga kerja (Politeknik Negeri Bali)
dengan pihak yang membutuhkan tenaga kerja yaitu pihak industri. Adapun rencana
kegiatan secara umum yang direncanakan adalah :

HARI
Senin,

JAM
05.00- 06.00 WITA

ACARA

23 Februari 2015

untuk Chek in, dua jam sebelum


09.00-12.00 WIB

12.00-13.00 WIB
13.00-16.00 WIB
16.00-19.00 WIB

Selasa,

19.00-20.00 WIB
06.00-07.00 WIB

24 Februari 2015

07.00-11.00 WIB

12.00-15.00 WIB
15.00-17.00 WIB

06.00-08.00 WIB

keberangkatan pesawat.
Pesawat sampai Jakarta dan langsung

berkunjung :
o PT. AICOOL
Istirahat
Wisata belanja di Mangga Dua
Sore dan malam acara bebas ( Tv
One)
Makan malam dan menginap di
Jakarta

Sarapan pagi di penginapan


Kunjungan ke :
o GMF (Garuda Maintenance

Ficility)
Istirahat dan makan siang
Menuju Gunung Salak
Menuju Bandung
Makan malam dan menginap di
Bandung

17.00-22.00 WIB
Rabu,

Kumpul di Bandara Ngurah Rai,

Sarapan pagi di penginapan

25 Februari 2015

08.00-12.00 WIB
12.00-15.00 WIB

Kunjungan ke :
o PT. PINDAD
Wisata ke :
o Trans
Studio

Bandung

( Makan siang di siapkan di

15.00-17.00 WIB

Kamis,

17.00-19.00 WIB
06.00-08.00 WIB

26 Februari 2015

08.00-12.00 WIB

12.00-13.00 WIB

13.00-14.00 WIB

14.00-17.00 WIB

17.00-20.00 WIB
Jumat,

20.00-00.00 WIB
06.00-07.00 WITA

27 Fabruari 2015

07.00-11.00 WITA

Trans, Meal-Coupon)
Wisata ke :
o Pusat
Kulit
Cibaduyut
Bandung
Berangkat ke Jogyakarta

Sarapan pagi di Rumah Makan


Wisata ke :
o Prambanan
Makan siang di Rumah Makan
Pusat oleh-oleh khas Yogyakarta
(Bakpia patok,dll)
Wisata ke :
o Malioboro

dan

Bringharjo
Berangkat menuju ketapang
Beristirahat di bus

Tiba di Ketapang-Gilimanuk
Sampai di Denpasar

Pasar

Tabel 2.1 Rencana Jadwal Kunjungan Industri


2.2

Urutan Secara Umum Realisasi Kegiatan yang Direncanakan


HARI

JAM

ACARA

Senin,

05.00- 06.00 WITA

23 Februari 2015

Kumpul di Bandara Ngurah Rai,


untuk Chek in, dua jam sebelum

09.00-12.00 WIB

12.00-13.00 WIB
13.00-16.00 WIB
16.00-19.00 WIB

Selasa,

19.00-20.00 WIB
06.00-07.00 WIB

24 Februari 2015

07.00-11.00 WIB

12.00-15.00 WIB
15.00-17.00 WIB

Rabu,

17.00-22.00 WIB
06.00-08.00 WIB

25 Februari 2015

08.00-12.00 WIB

keberangkatan pesawat.
Pesawat sampai Jakarta dan langsung

berkunjung :
o PT. AICOOL
Istirahat
Wisata belanja di Mangga Dua
Sore dan malam acara bebas ( Tv
One)
Makan malam dan menginap di
Jakarta

Sarapan pagi di penginapan


Kunjungan ke :
o GMF (Garuda Maintenance

Ficility)
Istirahat dan makan siang
Menuju Gunung Salak
Menuju Bandung
Makan malam dan menginap di
Bandung

12.00-15.00 WIB

Sarapan pagi di penginapan


Kunjungan ke :
o PT. PINDAD
Wisata ke :
o Trans
Studio
Bandung
( Makan siang di siapkan di

15.00-17.00 WIB

Trans, Meal-Coupon)
Wisata ke :
o Pusat
Kulit
Cibaduyut
Bandung
Berangkat ke Jogyakarta

17.00-19.00 WIB

Kamis,

06.00-08.00 WIB

26 Februari 2015

08.00-12.00 WIB

12.00-13.00 WIB

13.00-14.00 WIB

14.00-17.00 WIB

17.00-20.00 WIB
Jumat,

20.00-00.00 WIB
06.00-07.00 WITA

27 Fabruari 2015

07.00-11.00 WITA

2.3

Sarapan pagi di Rumah Makan


Wisata ke :
o Prambanan
Makan siang di Rumah Makan
Pusat oleh-oleh khas Yogyakarta
(Bakpia patok,dll)
Wisata ke :
o Malioboro

dan

Bringharjo
Berangkat menuju ketapang
Beristirahat di bus

Tiba di Ketapang-Gilimanuk
Sampai di Denpasar

Pasar

Jalannya Kepanitiaan
SUSUNAN PANITIA
KUNJUNGAN INDUSTRI 2014

Pelindung
Penasehat

: Direktur Politeknik Negeri Bali


: I Wayan Temaja ST.,MT

Penanggung Jawab

Ketua Jurusan Teknik Mesin

: I Made Rajendra, ST.,M.Eng

Pembina Kemahasiswaan Teknik Mesin


Ketua Pelaksana Kunjungan Industri
Pembimbing :

: I Made Anom Adiaksa, Amd, ST, MT


: Sudirman, S.T

a.

Program Studi Teknik Mesin


1. I Ketut Suherman,ST,MT
2. Achmad Wibolo,ST,MT
3. I Made Arsawan,ST,M.Si

b.

Program Studi Refrigerasi dan Tata Udara


1. Sudirman, ST

BAB III
PEMBAHASAN
3.1

Kunjungan ke PT. AICOOL

3.1.1 Sejarah PT. AICOOL


Perusahaan ini dimulai pada tahun 1968 oleh Bapak Kadir Chandra. Beliau
membuka toko spare parts refrigerasi di Surabaya. Komitmen dan kesuksesan
beliaulah yang menjadi dasar pijakan bagi produk AICOOL. AICOOL bergerak di
bidang Air Conditioning and Refrigeration. Berawal dari beberapa proyek, saat ini
AICOOL sudah berkembang menjadi merk dalam negeri (nasional) yang dapat
bersaing dengan merk dari luar negri. Pada tahun 1998 didirikan pabrik di Surabaya
yang saat ini menjadi basis pabrik AICOOL. Sejak tahun 2002 pabrik AICOOL di
Bekasi memproduksi Unit Fan Coil, Ducted Splits, AHUSs, Air Coolers, Air Cooled
Condenser untuk memenuhi pesanan pelanggan yang semakin meningkat. Di Bekasi
juga didesain, dibuat dan dites Unit Chiller dan berbagai macam sistem AC untuk
tujuan yang beraneka ragam. Dengan konsep Roof Production, AICOOL dapat
memantau kualitas produknya.

3.1.2. Visi dan Misi


a. Visi
Diakui sebagai perusahaan kelas dunia yang bertumbuh kembang, unggul, dan
terpercaya dengan bertumpu pada potensi insane.
b. Misi
Menjalankan bisnis solusi system pendingin, berorientasi pada kepuasan pelanggan,
anggota perusahaan, dan pemegang saham.
-

Manufaktur produk yang menjadi solusi dari system AC, refrigerasi.

Menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan.

Terus melakukan perkembangan SDM melalui pelatihan workshop, seminar,


dan kunjungan berbagai pabrik di dalam dan di luar negeri.

3.1.3 Kegiatan Yang Dilakukan Selama Kunjungan


Penerimaan rombongan Politeknik Negeri Bali oleh Manager Pemasaran PT.
AICOOL, adapun acaranya yaitu :

Sambutan selamat datang dari Manager Pemasaran PT.AICOOL

kepada

rombongan Politeknik Negeri Bali

Sambutan dari dosen pendamping selaku wakil dari Politeknik Negeri Bali

Pemberian materi oleh Manager Pemasaran PT. AICOOL

Pengenalan lingkungan PT.AICOOL

Penyerahan plakat sebagai tanda kenang-kenangan

Acara makan siang yang disiapkan PT.AICOOL yang dilanjutkan dengan


acara pamitan

Gambar 3.1 Kegiatan Saat Kunjungan di PT. AICOOL

10

3.1.4. Produk Utama


Berikut beberapa contoh produk yang ditawarkan oleh PT.AICOOL
3.1.4.A. Commercial Products
1. Fan Coil Unit
Fan coil unit ini didesain khusus untuk perumahan kecil dan menengah, komersial,
dan aplikasi industri kecil. Kapasitas pendinginan yang tersedia yaitu dari 9.000
sampai dengan 60.000 Btu per jam. Desain yang kompak dan kokoh, dan dapat juga
digunakan untuk sebagai bagian dari sistem Chiller.

Gambar 3.2 Fan Coil Unit

2. Ducted Split
Didesain khusus untuk memenuhi kebutuhan aplikasi industri menengah dan kecil,
unit CU/FD pengondisian udara dengan pendinginan udara ini tersedia dalam rentang
kapasitas yang sangat besar, mulai dari 30 sampai dengan 750 MBH. Sejumlah unit
luar dengan kapasitas yang lebih besar memberikan fleksibilitas dalam instalasi dan
perawatan.

11

Gambar 3.3 Ducted Split

3. Air Handling Unit


Unit pengontrol udara pusat yang dipasang indoor ini didesain untuk menyediakan
ruang terkondisikan sebagaimana dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan performa
tertentu untuk ventilasi, pemanasan, pendinginan, dan distribusi udara.

Gambar 3.4 Air Handling Unit

12

3.1.4.B Unitary Unit


1. Wall Mounted
Berjalan tanpa kebisingan, dilengkapi dengan kontrol otomatis, dan teknologi aliran
udara dua arah demi pendinginan yang lebih cepat. Perawatan yang mudah.

Gambar 3.5 Wall Mounted


2.Casette
Tidak jauh berbeda dengan unit wall mounted, hanya saja bentuknya yang berbeda
demi penggunaan yang lebih efisien. Didesain untuk dipasang pada langit-langit.
Ekonomis dengan penyalaan tegangan rendah.

Gambar 3.6 Casette

13

3. Ceiling / Floor Expose


Dapat dipasang pada lantai maupun pada langit-langit. Tidak lupa juga dengan
penggunaan pengontrol jarak jauh. Kipas yang digunakan adalah kipas sentrifugal
sehingga jarak hembus lebih besar.

Gambar 3.7 Ceiling/ Floor Expore


4. Floor Standing
Sesuai namanya, unit ini digunakan khusus untuk disimpan pada lantai. Didesain
dengan baik agar perawatan tetap mudah dilakukan. Juga dengan menggunakan
teknologi-teknologi dengan produk-produk terbaru.

Gambar 3.8 Floor Standing

14

3.1.4.C Chiller
Mesin pendingin Chiller terutama digunakan pada bangunan-bangunan untuk
kebutuhan penggunaan dengan skala besar, seperti bangunan-bangunan industrial,
hotel, bandara, gedung-gedung tinggi, kantor dan bangunan-bangunan komersial,
mall, pusat olahraga, kapal penumpang, universitas, pembangkit listrik, dan lainnya.
Di sini air digunakan sebagai media perantara demi efisiensi dan keamanan
penggunaan. Berdasarkan kapasitasnya, chiller dibagi menjadi 3 tipe yaitu tipe XA,
XB, dan XC. Tipe XC merupakan tipe dengan kapasitas yang paling besar,
sebaliknya tipe XB merupakan tipe dengan kapasitas yang paling kecil. Perbedaan
kapasitas ini juga membuat komponen-komponen yang digunakan berbeda, demi
penggunaan yang optimal. Berikut ini ketiga macam chiller tersebut.
1. Aircooled Screw Semi - Hermetic Water Chiller (XC)

Gambar 3.9 Chiller tipe XC

15

2. Air Cooled Semi Hermetic Water Chiller (XB)

Gambar 3.10 Chiller tipe XB

3. Air Cooled Hermetic Chiller (XA)

Gambar 3.11 Chiller Tipe XA

16

Ketiganya dilengkapi dengan kontrol otomatis dan proteksi gangguan, baik dari
gangguan eksternal, seperti cuaca, air, dan hewan, maupun dari kemungkinan
kegagalan alat dan suplai daya. Ketahanan mesin sudah teruji untuk masa pakai
sebelumnya.
3.2

Kunjungan GMF (Garuda Mantenaince Facility)

3.2.1 Sejarah GMF ( Garuda Mantenaince Facility )


Sejarah
Garuda Indonesia Airlines (GA) adalah badan usaha milik negara yang didirikan
pada tahun 1949. Pada awal pendiriannya, GA memiliki misi menjadi salah satu
ujung tombak media promosi pariwisata nasional. Oleh karena itu, faktor ketepatan
waktu, keandalan, dan kenyamanan menjadi sangat penting dalam upaya pencapaian
misi tersebut. Untuk medukung ketercapaian factor-faktor keberhasilan tersebut,
diantaranya GA mendirikan secara resmi Garuda Maintenance Facilities Support
Center pada tahun 1984.
Pada dasarnya fasilitas pemeliharan pesawat ini telah ada sejak awal pendirian GA
tahun 1949 dalam bentuk suatu divisi bernama divisi teknis, sebelum resmi didirikan
pada tahun 1984. Ide awal pembentukan fasilitas ini adalah sebagai pendukung bisnis
dalam hal pemeliharan pesawat terbang GA saat itu dan maskapai penerbangan lain
di kemudian hari. Bermula dari 400 pegawai Belanda yang bekerja ketika itu, hingga
kini fasilitas pemeliharan pesawat ini telah memiliki lebih dari 2500 orang pekerja
yang sebagian besar adalah anak negeri.
Krisis di Indonesia, tepatnya di Irian Barat pada tahun 1958 antara pemerintah
Indonesia dan Belanda menyebabkan semua orang Belanda yang bekerja di GA saat
itu, harus kembali ke negara asalnya. Hal ini menyebabkan GA dan divisi teknisnya
kehilangan sumber daya manusia khususnya insinyur dan mekanik yang kompeten.
Akan tetapi, GA menyikapi permasalahan ini sebagai kesempatan untuk
menasionalisasi GA. Masalah kekurangan sumber daya manusia ini pun sedikit demi

17

sedikit dapat teratasi dengan keberhasilan Akademi Penerbangan Curug Indonesia,


yang didirikan sejak tahun 1952, melahirkan lulusan-lulusan di bidang penerbangan
yang cukup terampil. Keberadaan lulusan-lulusan akademi ini mampu menutupi
lubang yang ditinggalkan orang-orang Belanda pasca peristiwa eksodus pada tahun
1958. Bukti nyatanya adalah keberhasilan fasilitas ini meng-overhaul pesawat GA
jenis Convair dan Dakota. Keberhasilan ini merupakan tanda sejarah dari embrio
Garuda Maintenance Facilities (GMF) dan membuktikan bahwa GA mampu
melakukan sesuatu yang besar.
Pengembangan dan perluasan fasilitas pemeliharaan ini terus dilakukan dan didanai
sepenuhnya oleh pemerintah Indonesia. Dalam tujuh tahun pertama sejak
didirikannya GMF, toal investasi yang dikeluarkan mencapai US$ 200 juta, dimana
63% dari nilai tersebut digunakan untuk mengimpor peralatan-peralatan dan mesinmesin berteknologi tinggi. Pada tahun 1993, GMF telah berhasil menyelesaikan
kebutuhan infrastruktur yang diperlukan, seperti hanggar II (1987), hanggar III
(1988), hanggar I (1991), dan gedung manajemen (1993).
Dalam upaya untuk meningkatkan kemampuannya, GMF berubah menjadi salah satu
Strategic Bussiness Unit (SBU) dari GA pada tahun 1996 dengan nama SBU-GMF.
Pada tahun itu juga, GMF mulai melayani operator-operator pihak ketiga. Oleh
karena itu, GMF perlu mendapatkan sertifikasi dan pengakuan di tingkat nasional
maupun internasional. Hingga tahun 2007, GMF telah mendapatkan sertifikasi dan
pengakuan dari Direktorat Jendral Perhubungan Udara (Directorate General of Air
Communications atau DGCA) Indonesia, Amerika Serikat (FAA), Eropa (EASA),
Singapura (CAAS), Thailand (DCA), Nigeria (NCAA), Malaysia (DCAM) ,
Bangladesh (CAA), dan beberapa negara lain. Selain itu, GMF juga telah menerima
penghargaan-penghargaan dari Personnel Appreciation dan Ramp Incident Free
Award dari Japan Airlines (JAL), Ozon Award dari Kementerian Lingkungan Hidup
Indonesia, dan HR Excellence Award dari Majalah SWA.
Sebagai penyedia jasa Maintenance, Reliability, dan Overhaul (MRO), GMF
dilengkapi

dengan

berbagai

workshop

termasuk

Avionics,

Electro

18

Mechanical and Oxygen, Ground Support Equipment, Calibration and Non


Destructive Test (NDT). Semua workshop ini adalah komponen penting
dalam menyelenggarakan pemeliharaan untuk pesawat jenis B737, B747,
A330, A 310, A300, DC 10, MD 80, dan F 28.

3.2.2 Visi dan Misi


Sebagai perusahaan yang besar, Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMF AA)
memiliki visi dan misi dalam menjalan kan organisasi perusahaannya. Visi dan misi
tersebut adalah :
A. Visi Perusahaan
Menjadi perusahaan global dalam jasa Maintenance,Repair, dan Overhaul
pesawat terbang, komponen, mesin dan produk pendukungnya secara kompetitif
dalam quality, cost, dan delivery
.
B. Misi Perusahaan
Misi yang diemban perusahaan ini meliputi tiga buah hal, yaitu :
1. Bisnis, yaitu dengan meningkatkan profit dan pendapatan usaha serta dapat
tumbuh berkembang.
2. Servis, yaitu dapat memberikan solusi dengan lengkap kepada customer
melalui one stop service.
3. Sumber Daya Manusia (SDM), yaitu sebagai wahana aktualisasi
profesionalisasi.
3.2.3

Kegiatan Yang Dilakukan Selama Kunjungan


Penerimaan rombongan Politeknik Negeri Bali oleh segenap staf dan Ketua

Jurusan Teknik Mesin dari Politeknik Negeri Jakarta, adapun acara yang dilakukan
yaitu :

Sambutan selamat datang dari kepada rombongan Politeknik Negeri

Bali.
Sambutan dari dosen pendamping selaku wakil dari Politeknik Negeri

Bali.
Pengenalan sejarah singkat dan jurusan-jurusan yang ada di Politeknik
Negeri Jakarta, serta sistem perkulihan yang diterapkan di Politeknik

Negeri Jakarta.
Penyerahan plakat sebagai tanda kenang-kenangan.

19

Berkeliling untuk pengenalan lingkungan kampus Politeknik Negeri

Jakarta.
Dilanjutkan dengan acara pamitan dari Politeknik Negeri Bali kepada
segenap Dosen Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Jakarta.

3.3

Kunjungan PT. PINDAD

3.3.1 Sejarah Perusahaan


PT. PINDAD adalah Perusahaan Industri Manufaktur Indonesia yang
bergerak dalam bidang Produk Militer dan Produk Komersial. Kegiatan PT.
PINDAD mencakup desain dan pengembangan, rekayasa, perakitan dan fabrikan
serta perawatan.
Berdiri pada tahun 1808 sebagai bengkel peralatan militer di Surabaya
dengan nama Artillerie Constructie Winkel (ACW), bengkel ini berkembang menjadi
sebuah pabrik dan sesudah mengalami perubahan nama pengelola kemudian
dipindahkan lokasinya ke Bandung pada tahun 1923.
Pemerintah Belanda pada tahun 1950 menyerahkan pabrik tersebut kepada
Pemerintah Indonesia, kemudian pabrik tersebut diberi nama Pabrik Senjata dan
Mesiu (PSM) yang berlokasi di PT. PINDAD sekarang ini. Sejak saat itu PT.
PINDAD berubah menjadi sebuah industri alat peralatan militer yang dikelola oleh
Angkatan Darat. PT. PINDAD berubah status menjadi Badan Usaha Milik Negara
(BUMN) dengan nama PT. PINDAD (Persero) pada tanggak 29 April 1983,
kemudian pada tahun 1989 perusahaan ini berada dibawah pembinaan Badan
Pengelola Industri Strategis (BPIS) yang kemudian pada tahun 1999 berubah
menjadi PT. Pakarya Industri (Persero) dan kemudian berubah lagi namanya menjadi
PT. Bahana Pakarya Industri Strategis (Persero).
Tahun 2002 PT. BPIS (Persero) dibubarkan oleh Pemerintah, dan sejak itu PT.
PINDAD beralih status menjadi PT. PINDAD (Persero) yang langsung berada
dibawah pembinaan Kementerian BUMN.

20

3.3.2 Visi dan Misi


Visi
Menjadi produsen peralatan pertahanan dan keamanan terkemuka di Asia
pada tahun 2023 melalui upaya inovasi produk dan kemitraan strategik.
Misi
Melaksanakan usaha terpadu di bidang peralatan pertahanan dan keamanan
serta peralatan industrial untuk mendukung pembangunan nasional dan secara khusus
untuk mendukung pertahanan dan keamanan negara
3.3.3 Kegiatan Yang Dilakukan Selama Kunjungan
Penerimaan rombongan Politeknik Negeri Bali oleh segenap staf dan pegawai PT.
PINDAD, adapun acara yang dilakukan yaitu :
a. Sambutan selamat datang dari Manager PT. KSB Indonesia kepada
rombongan Politeknik Negeri Bali.
b. Sambutan dari Dosen pendamping selaku wakil dari Politeknik Negeri Bali.
c. Pengenalan sejarah singkat dan penyampaian materi tentang produk dari PT.
KSB Indonesia.
d. Berkeliling untuk pengenalan lingkungan serta mengetahui proses produksi
e.
f.
g.
h.

dari PT. KSB Indonesia.


Sesi tanya jawab.
Makan siang.
Penyerahan kenang kenangan
Dilanjutkan dengan acara pamitan dari PT. KSB Indonesia.

Gambar 3.13 Kegiatan saat kunjungan di PT.KSB Indonesia


3.3.4 Produk
PRODUK PT. PINDAD

21

PT Pindad telah sukses memproduksi berbagai senjata ringan yang sudah digunakan
TNI dan Polri, misalnya:
- Senapan serbu SS-1 (kaliber 5,56 mm x 45)
- Pistol P-1 (kaliber 9 mm x 19)
- SBR-1 untuk polisi (7,62 mm x 45)
- Revolver R-1
- R-2 (kaliber .38)
- SPM2
- SS-2 (5,56 mm x 45)
- Pistol P-2 (9 mm x 19)
- Senjata otomatis regu SM3 kaliber 5,56 mm x 45
- Meriam 105 Pindad
Kendaraan militer
- RANTIS APC (KENDARAAN TAKTIS ARMOURED PERSONAL CARRIER)
- 6X6 Pindad (Anoa)
- 6X6 Pindad versi canon (Anoa)

Sukses dengan keberhasilan Panser 6x6 Anoa,


akhirnya Pindad berhasil merelease prototype panser taktis varian canon sesuai
dengan jadwal. Panser ini merupakan proyek pengembangan panser Pindad
sebelumnya. Sistem turet canon panser ini menggunakan CSE-90/MK-III buatan
CMI Defense, Belgia. CSE-90 berkaliber 90mm ini juga dilengkapi dengan senapan
mesin coaxial 7,62mm. Sedangkan untuk perangkat komunikasi menggunakan
Intercom set VHF/FM dengan fasilitas anti-jamming dan berkemampuan hopping
channel. Selain itu panser ini juga didukung peralatan pertempuran lainnya, seperti :
Night Vision Google (NVG), GPS, dan perangkat sensor senjata.

22

- Combat VEHICLE
- Water Cannon M1W-40
- Kendaraan RPP-M
- Special function Vehicles
PRODUKSI NON MILITER
Mesin Industri & Jasa
Lini produk Air brake prods
01. Air reservoir
02. Brake cylinder
03. Compressor set
04. Dual chamber air dryer
05. Dummy coupling
06. Isolating cock
07. Distributor valve
08. Operating valve
09. Pipe brake coupling
10. Slack adjuster
11. Peralatan kelautan
12. Naval seat
13. Jasa Steering gears
14. Towing winch Kelautan
15. Tuna long line equipment
16. Crane
17. Dbl drum mooring winch
18. Electric anchor winch
Lainnya:
- Generator alternator (elektronika)
- Vacuum Circuit Breaker (elektronika)
- Laboratorium (Multi-industri)
- Palm Oil Refinery and Mill Plant (multi industri-EPC)
- Motor traksi (Transportasi)
- Perlengkapan rel kereta
- Produk-produk cor
- Produk-produk stamping
- Produk-produk tempa

23

BAB IV
SIMPULAN & SARAN
4.1 Kesimpulan
Dari kunjungan industri yang telah dilakukan dari tanggal 23 27 Februari
2015 dapat disimpulkan bahwa perkembangan teknologi berkembang sangat cepat.
Oleh karena itu, kita harus semakin meningkatkan kemampuan diri untuk mampu
bersaing secara profesional dalam era global ini. Sehingga kunjungan industri ini
sangat penting dilaksanakan oleh mahasiswa untuk memperluas dan menambah
pengetahuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
4.2 Saran
Diharapkan kepada koordinator kunjungan industri

pada saat pemilihan

tempat kunjungan dipastikan agar industri yang bersangkutan menerima rombongan


Politeknik Negeri Bali khususnya Jurusan Teknik Mesin agar mahasiswa tidak
merasa dirugikan apabila terdapat pembatalan secara tiba-tiba ke tempat kunjungan
industri.

24

DAFTAR PUSTAKA

Pengumpulan Data Melalui Kunjungan Industri Jurusan Teknik Mesin Politeknik


Negeri Bali, tanggal 23 Februari 27 Februari 2015. PT. AICOOL, GMF
(Garuda Mantenaince Facility), dan PT. PINDAD.
www.pnj.ac.id, tanggal akses 24 20 Agustus 2013
www.google.com

25