Anda di halaman 1dari 13

B a b 1 [ Pendahuluan ]

Bab 1
Pendahuluan
1.1 LATA R BELA KA NG
Pembangunan y ang berjalan selama ini selain menghasilk an k emak muran dan k esejahteraan terny ata
juga menciptak an berbagai masalah k esenjangan sosial dan ek onomi di berbagai daerah, k awasan
dan wilay ah. Berbagai upay a pembangunan baik sek toral maupun regional y ang dilak sanak an
terny ata masih belum sepenuhny a mampu mewujudk an k eseimbangan antar daerah. Hal ini
ditunjuk an dengan masih bany ak ny a k awasan y ang selanjutny a disebut Kawasan Kumuh dan
tertinggal y ang k ondisi sosial ek onominy a serta tingk at perk embangan relatif rendah dibandingk an
k awasan lain.
Pelak sanaan Studi Identifik asi Kawasan Kumuh di Prov insi Banten merupak an Program Strategis Dinas
Sumber Day a Air dan Pemuk iman Prov insi Banten dengan pendek atan pedoman teknis pengamanan
dan pelestarian alam disertai dengan upay a peningk atan ek onomi lok al dan derajat k esehatan
masy arak at.
Sasaran Pelak sanaan Studi Identifik asi k awasan Kumuh di Prov insi Banten adalah seluruh k awasan
k umuh di Prov insi Banten diarahk an k epada terwujudny a Peningk atan Kualitas L ingkungan
Permuk iman Prov insi Banten. dalam Tahun 2012 Kegiatan Fasilitasi dan Stimulasi Pembangunan
Perumahan Masy arak at Kurang Mampu memprogramk an Pelak sanaan Studi Identifik asi Kawasan
Kumuh di Prov insi Banten.
Pelak sanaan Studi Identifik asi k awasan Kumuh di Prov insi Banten ini harus ditindak lanjuti dengan
surv ei dan pemetaan wilay ah untuk mencegah terulangny a k esalahan pada pelak sanaan serta untuk
menjaga agar pelak sanaan fisik tepat sasaran sesuai dengan hasil perencanaan baik dari segi mutu,
wak tu, biay a, dan pemanfaatanny a serta untuk mencegah atau memperk ecil k esalahan program.
Dengan demik ian sasaran dari Pelak sanaan Studi Identifik asi k awasan Kumuh di Prov insi Banten
adalah dapat mendetek si k awasan k awasan k umuh y ang ada di Prov insi Banten

1.2 LATA R BELA KA NG


1.2.1 Maksud dan Tujuan

Maksud dan Tujuan Pelaksanaan Studi Identifikasi Kawasan Kumuh di Provinsi Banten
adalah sebagai berikut :

S T U DI I D E N T I F I K A S I K A WA S AN K U M U H D I P R O V I N S I B AN T E N

I-1
1

B a b 1 [ Pendahuluan ]

Melak uk an identifik asi terhadap daerah-daerah y ang dik atagorik an sebagai k awasan k umuh di
Prov insi Banten, dimana dari identifik asi ini diharapk an dapat dirumusk an mengenai penanganan
permasalahan permasalahan y ang ada di k awasan k umuh di Prov insi Banten.
1.2.2 Sasaran
Sasaran dari Pelak sanaan
berikut :

Studi Identifik asi k awasan Kumuh di Prov insi Banten adalah sebagai

1. Sasaran Lok asi


Seluruh k awasan kumuh di k abupaten/k ota Prov insi Banten.
2. Sasaran Substansi
Adany a pemetaan dan rencana penanganan pada lok asi k awasan k umuh di k abupaten/k ota
Prov insi Banten.
1.3

DA SA R HUKUM

Dasar hukum y ang dimak sud adalah peraturan perundangan y ang dapat dijadik an sebagai bahan
acuan dan pertimbangan dalam pelak sanaan k egiatan Studi Identifik asi Kawasan Kumuh di Prov insi
Banten, y aitu antara lain adalah:
1.

Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permuk iman (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 23 dan Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 3469).

2.

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangk a Panjang


Nasional Tahun 2005-2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33 dan
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700).

3.

Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2007 Nomor 68 dan Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4725).

4.

Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangk a Menengah
Nasional Tahun 2010-2014.

5.

Peraturan Daerah Prov insi Banten Nomor 2 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangk a
Menengah Daerah Prov insi Banten Tahun 2007-2012.

1.4

RUA NG LINGK UP

Ruang lingkup peny usunan Studi Identifik asi Kawasan Kumuh di Prov insi Banten terdiri atas lingk up
wilay ah dan lingk up k egiatan. Lingk up wilay ah y ang dimak sud adalah wilay ah studi y ang dijadik an
sebagai oby ek k ajian, sedangk an lingk up k egiatan adalah k egiatan-k egiatan y ang harus dilakuk an
dalam peny usunan Studi Identifik asi Kawasan Kumuh di Prov insi Banten.
1.4.1 Lingkup Wilayah
Wilay ah studi dalam peny usunan Studi Identifik asi Kawasan Kumuh di Prov insi Banten meliputi
wilay ah administrasi Prov insi Banten y ang terdiri dari 4 k ota dan 4 k abupaten.
14.2

Lingkup Kegiatan

Peny usunan Studi Identifik asi Kawasan Kumuh di Prov insi Banten meliputi beberapa tahapan k egiatan
sebagai berik ut:

S T U DI I D E N T I F I K A S I K A WA S AN K U M U H D I P R O V I N S I B AN T E N

I-2

B a b 1 [ Pendahuluan ]

1.

Persiapan:
a.
b.
c.
d.
e.

2.

Penajaman metodologi dan penyusunan program k erja.


Pengumpulan data sek under.
Kajian literatur.
Peny usunan k riteria k awasan permuk iman k umuh.
Peny usunan metode dan rencana pengumpulan data primer.

Pengumpulan Data Primer dan Analisis:


a.

Pengumpulan data primer:

b.

Analisis data:

1.5

Pengumpulan data primer.


Verifik asi data.
Kompilasi data.
Identifik asi lok asi sebaran k awasan permuk iman k umuh.
Pembobotan k riteria k awasan permuk iman k umuh.
Penilaian k riteria k awasan permuk iman k umuh.
Penentuan tipologi k awasan permuk iman kumuh.

METODOLOGI

Metodologi y ang digunak an dalam peny usunan RStudi Identifik asi Kawasan Kumuh di Prov insi Banten
meliputi: k erangk a studi, metode pengumpulan data, metode analisis, serta tahapan pengerjaan.
1.5.1 Kerangka Studi
Kerangk a studi y ang menggambark an secara sk ematis antar tahapan k ajian dalam Studi Identifik asi
Kawasan Kumuh di Prov insi Banten ditunjukk an pada Gambar 1-1 berik ut ini.
1.5.2 Metodologi Pengumpulan Data
Dalam rangk a mengumpulk an fak ta empiris y ang sesuai dengan k ebutuhan k ajian Studi Identifik asi
Kawasan Kumuh di Prov insi Banten dilakuk an pengumpulan data. Berdasark an tahapan pelak sanaan
dan jenis datany a, pengumpulan data y ang dilak uk an meliputi: pengumpulan data sek under dan
pengumpulan data primer.
1.

Pengumpulan Data Sekunder


Pengumpulan data sek under dilakuk an dengan cara mengumpulk an data dan informasi sek under
dari berbagai instansi terk ait y ang diidentifik asi memilik i data dan informasi y ang diperluk an.

2.

Pengumpulan Data Primer


Pengumpulan data primer dilak uk an dengan cara: peny ebaran kuesioner k epada masing-masing
k abupaten/k ota, wawancara dengan masy arak at di lok asi k awasan k umuh, dan observ asi
lapangan. Data primer y ang dikumpulk an terutama y ang terk ait dengan v ariabel k riteria
penentuan k awasan permuk iman k umuh.
a. Peny ebaran Kuesioner Kecamatan
Peny ebaran kuesioner k epada masing-masing k ecamatan dilak uk an dengan tujuan:

Memperoleh informasi mengenai lok asi sebaran k awasan k umuh di wilay ah k ecamatan
y ang bersangkutan y ang dirinci per k elurahan/RW/RT.
Memperoleh informasi mengenai k arak teristik penduduk k awasan k umuh di wilay ah
k ecamatan y ang bersangkutan.
Memperoleh informasi mengenai k ondisi prasarana sarana lingk ungan k awasan kumuh di
wilay ah k ecamatan y ang bersangkutan.

S T U DI I D E N T I F I K A S I K A WA S AN K U M U H D I P R O V I N S I B AN T E N

I-3

B a b 1 [ Pendahuluan ]

Proses
Admi nistrasi
Pekerjaan

Mo bili sasi
Tim

P enajaman
Metodo logi

Penyusunan
Progr am Kerja

Pen gumpu lan


Data Sekund er

Isu
Permasalahan

S tudi
Ter dahul u

Literatur ,
Te ori,
Keb ijakan

Revi ew Terh adap


S tudi Terdah ulu

Kajian Li teratur
d an Kebi jakan

Perang kat S urvei


Desai n Sur ve i

Jadual Kegi atan Survei


Daftar Kebutuhan Data
Form Observ asi Lapangan
Form Wawancara
Peta

Penyu sun an Rencana Ri nci


Pengu mpula n Data P rimer

Penyusun an Kri teria Kawasa n


Permuki ma n Kumuh

Kriter ia
Kawasan
Permuki man
Kumu h

P engump ulan
Data P rimer

Penyeba ran Kue si oner


Kecamatan

Wawan car a kep ada


Masyar akat

O bser va si Lap angan

Verifi ka si
Hasi l Su rvei

Kompi lasi Data

I dentifi kasi Lo ka si S ebaran


Kawasan Pe rmukiman Kumuh

Pembobo tan Kri teria


Kawasan Pe rmukiman Kumuh
Identi fikasi
Karakteristik Masyarakat
Pen ilai an Kri teria Ka wasan
Pe rmukiman Kumuh (Tahap 1)

Tipo logi Kawasan


Permuki man Kumu h

Pen entuan Tipo logi


Kawasan Pe rmukiman Kumuh

Peni laian Kriter ia Kawasan


Permu kiman Ku muh (Tahap 2)

Anal isis S ebab Akibat

Pen dekatan
Trid aya

Perumu san Rekomend asi Rencana P enangan an


Kawasan Pe rmukiman Kumuh

P emb erdayaan
E konomi

Pemberd ayaan
Sosial

Pende ka ta n
Penan ganan
Kawasan
Permuki man
Kumu h

P emb erdayaan
Li ngkun gan

Strateg i
Pen angana n

Stakeh older Analysis


Ke lembagaa n

P rogram dan
Kegi atan

Pembi ayaan

Anal isis Kelemb agaan


Penyep akatan

Disku si d an
Pembah asan

Rencana Penataan Kampun g Kumu h


P rogram dan Kegi atan
P embiayaan
Kelemba gaan

Gambar 1-1
Kerangk a Studi Identifik asi Kawasan Kumuh di Prov insi Banten

S T U DI I D E N T I F I K A S I K A WA S AN K U M U H D I P R O V I N S I B AN T E N

I-4

B a b 1 [ Pendahuluan ]

Memperoleh informasi mengenai upay a penanganan k awasan k umuh di wilay ah


k ecamatan y ang bersangkutan.

Responden dari peny ebaran k uesioner k ecamatan adalah pejabat atau pegawai k ecamatan
y ang membidangi sek tor perumahan dan permuk iman atau y ang terk ait dengan perumahan
dan permuk iman penduduk . Kuesioner k ecamatan ini disebar di 8 (delapan) k abupaten/kota
di Prov insi Banten.
b. Wawancara dengan Masy arak at
Wawancara dilak uk an untuk menggali informasi secara mendalam mengenai k arak teristik
lingkungan fisik k awasan kumuh, k arak teristik penduduk k awasan k umuh, serta rencana dan
pelak sanaan program penanganan k awasan k umuh di Prov insi Banten. Wawancara dilak uk an
pada masy arak at y ang tinggal di lok asi y ang diindik asik an sebagai k awasan kumuh.
Wawancara tidak dilakuk an k epada seluruh masy arak at k awasan k umuh, tetapi dilak uk an
k epada masy arak at y ang sudah dipilih sebelumny a dengan menggunak an metode sampling
serta berdasark an hasil peny ebaran k uesioner k ecamatan dan hasil pengolahan data
sek under y ang ada.
c. Observ asi Lapangan
Observ asi lapangan dilakuk an dengan tujuan:

Memahami k esesuaian guna lahan dengan rencana tata ruang di wilay ah pengamatan.
Memahami k ondisi fisik bangunan di wilay ah pengamatan.
Memahami intensitas pemanfaatan ruang di wilay ah pengamatan.
Memahami k ondisi prasarana dan sarana permuk iman di wilay ah pengamatan.
Memahami letak strategis k awasan di wilay ah pengamatan.
Memahami fungsi k awasan sek itar di wilay ah pengamatan.
Memahami k ondisi sosial k ependuduk an di wilay ah pengamatan.

Observ asi lapangan tidak dilakuk an pada seluruh wilay ah studi, tetapi dilak uk an dengan
mengambil titik -titik lok asi y ang diindik asik an sebagai k awasan kumuh berdasark an hasil
peny ebaran kuesioner k ecamatan dan hasil pengolahan data sek under y ang ada.
1.5.3 Metode A nalisis
Analisis dalam k egiatan Studi Identifik asi Kawasan Kumuh di Prov insi Banten dilak uk an pada tahap
pembobotan dan penilaian k riteria k awasan permuk iman k umuh. Pembobotan pada masing-masing
k riteria k awasan permuk iman kumuh dimak sudk an bahwa setiap k riteria memilik i bobot pengaruh
y ang berbeda-beda. Penentuan bobot kriteria bersifat relatif dan bergantung pada preferensi indiv idu
atau k elompok masy arak at dalam melihat pengaruh masing-masing k riteria. Metode analisis y ang
dapat digunak an untuk penentuan bobot k riteria ini adalah Analy tical Hierarchy Process (AHP).
Penilaian k riteria dilak uk an untuk mengidentifik asi tipologi k awasan permuk iman kumuh. Penilaian
k riteria y ang dimak sud merupak an ak umulasi dari hasil perhitungan terhadap k riteria-k riteria k awasan
permuk iman k umuh tersebut. Dari penjumlahan berbagai peubah ak an diperoleh total nilai
mak simum dan minimum setiap k riteria. Proses penilaian menggunak an batas ambang y ang
dik ategorik an k e dalam: tinggi, sedang, dan rendah. Untuk mengk lasifik asik an hasil penilaian
berdasark an k ategori tersebut mak a dilak uk an perhitungan terhadap akumulasi bobot y ang telah
dilak uk an dengan menggunak an formula Sturgess.

1. Analy tical Hierarchy Process


Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dik embangk an oleh Thomas L. Saaty , seorang ahli
matematik a. Metode ini adalah sebuah k erangk a untuk mengambil k eputusan dengan efek tif atas
persoalan y ang komplek s dengan meny ederhanak an dan mempercepat proses pengambilan
k eputusan dengan memecahk an persoalan tersebut k edalam bagian-bagianny a, menata bagian
atau v ariabel ini dalam suatu susunan hirark i, member nilai numerik pada pertimbangan suby ek tif
tentang pentingny a tiap v ariabel dan mensintesis berbagai pertimbangan ini untuk menetapk an
v ariabel y ang mana y ang memilik i prioritas paling tinggi dan bertindak untuk mempengaruhi hasil
pada situasi tersebut. Metode AHP ini membantu memecahk an persoalan y ang komplek s dengan
menstruk turk an suatu hirark i kriteria, pihak y ang berk epentingan, hasil dan dengan menarik

S T U DI I D E N T I F I K A S I K A WA S AN K U M U H D I P R O V I N S I B AN T E N

I-5

B a b 1 [ Pendahuluan ]

berbagai pertimbangan guna mengembangk an bobot atau prioritas. Metode ini juga
menggabungk an k ek uatan dari perasaan dan logik a y ang bersangk utan pada berbagai persoalan,
lalu mensintesis berbagai pertimbangan y ang beragam menjadi hasil y ang cocok dengan
perk iraan k ita secara intuitif sebagaimana y ang dipresentasik an pada pertimbangan y ang telah
dibuat. (Saaty , 1993). Menurut Saaty , ada tiga prinsip dalam memecahk an persoalan dengan
AHP, y aitu prinsip meny usun hirark i (Decomposition), prinsip menentuk an prioritas (Comparativ e
Judgement), dan prinsip konsistensi logis (Logical Consistency ). Hirark i y ang dimak sud adalah
hirark i dari permasalahan y ang ak an dipecahk an untuk mempertimbangk an kriteria-k riteria atau
komponen-komponen y ang menduk ung pencapaian tujuan. Dalam proses menentuk an tujuan
dan hirark i tujuan, perlu diperhatik an apak ah k umpulan tujuan beserta k riteria-k riteria y ang
bersangk utan tepat untuk persoalan y ang dihadapi. Dalam memilih k riteria-kriteria pada setiap
masalah pengambilan k eputusan perlu memperhatik an kriteria-k riteria sebagai berik ut: (1)
Lengk ap: k riteria harus lengk ap sehingga mencakup semua aspek y ang penting, y ang digunak an
dalam mengambil k eputusan untuk pencapaian tujuan; (2) Operasional: operasional dalam artian
bahwa setiap kriteria ini harus mempuny ai arti bagi pengambil k eputusan, sehingga benar-benar
dapat menghay ati terhadap alternatif y ang ada, disamping terhadap sarana untuk membantu
penjelasan alat untuk berkomunik asi; (3) Tidak berlebihan: menghindari adany a k riteria y ang
pada dasarny a mengandung pengertian y ang sama; dan (4) Minimum: diusahak an agar jumlah
k riteria seminimal mungk in untuk mempermudah pemahaman terhadap persoalan, serta
meny ederhanak an persoalan dalam analisis.
2. Metode Sturgess
Metode Sturgess digunak an dalam penilaian k riteria untuk mengidentifik asi tipologi k awasan
permuk iman k umuh. Penilaian kriteria y ang dimak sud merupak an akumulasi dari hasil
perhitungan terhadap kriteria-kriteria k awasan permuk iman k umuh. Dari penjumlahan berbagai
peubah ak an diperoleh total nilai mak simum dan minimum setiap k riteria. Proses penilaian
menggunak an batas ambang y ang dik ategorik an k e dalam: tinggi, sedang, dan rendah. Untuk
mengk lasifik asik an hasil penilaian berdasark an k ategori tersebut mak a dilak uk an perhitungan
terhadap akumulasi bobot y ang telah dilak uk an dengan menggunak an formula sederhana
Sturgess, y aitu:
a. Dihitung koefisien ambang interv al (rentang) dengan cara mengurangk an Nilai Tertinggi
(hasil penilaian tertinggi) dari hasil pembobotan dengan Nilai Terendah (hasil penilaian
terendah) dari jumlah penilaian dibagi 3 (tiga).
= )(

( )
3

b. Koefisien ambang rentang sebagai pengurang dari Nilai Tertinggi ak an menghasilk an batas
nilai paling bawah dari tertinggi.
c. Untuk k ategori selanjutny a dilak uk an pengurangan 1 angk a terhadap batas terendah dari
ak an menghasilk an batas tertinggi untuk Kategori Sedang, dan seterusny a.
1.5.4 Tahap Pekerjaan
Tahapan pengerjaan y ang dimak sud adalah langk ah-langk ah pengerjaan untuk melak sanak an dan
meny elesaik an k egiatan Identifik asi Kawasan Kumuh Prov insi Banten. Tahapan pengerjaan ini
disusun berdasark an lingkup k egiatan dan metodologi y ang digunak an.
Untuk meny elarask an dengan sistem pelaporan dan pembahasan laporan, mak a tahapan pengerjaan
peny usunan Studi Identifik asi Kawasan Kumuh Prov insi Banten dibagi menjadi tiga k elompok
k egiatan, y aitu:
1. Tahap Persiapan, meliputi langk ah-langk ah pengerjaan:
Proses administrasi pek erjaan.
Mobilisasi tim.

S T U DI I D E N T I F I K A S I K A WA S AN K U M U H D I P R O V I N S I B AN T E N

I-6

B a b 1 [ Pendahuluan ]

Penajaman metodologi.
Peny usunan program k erja.
Pengumpulan data sek under.
Kajian literatur.
Peny usunan k riteria k awasan permuk iman k umuh.
Peny usunan metode dan rencana rinci pengumpulan data primer.

2. Tahap Pengumpulan Data Primer dan Analisis, meliputi langk ah-langk ah pengerjaan:
a. Pengumpulan Data Primer, meliputi k egiatan:
Pengumpulan data primer.
Verifik asi data.
Kompilasi data.
b. Analisis Data, meliputi k egiatan:
Identifik asi lok asi sebaran k awasan permuk iman k umuh.
Pembobotan k riteria k awasan permuk iman k umuh.
Penilaian k riteria k awasan permuk iman k umuh.
Penentuan tipologi k awasan permuk iman kumuh.
Secara k onseptual, bagan y ang menggambark an alur dan k eterk aitan setiap langk ah pengerjaan
tersebut serta k eterk aitanny a dengan setiap tahapan pelaporan dan pembahasan laporan ditunjukk an
pada Gambar 1-2 di bawah ini.

Gambar 1-2
Tahapan Pengerjaan Studi Identifik asi Kawasan Kumuh Prov insi Banten

S T U DI I D E N T I F I K A S I K A WA S AN K U M U H D I P R O V I N S I B AN T E N

I-7

B a b 1 [ Pendahuluan ]

A . Tahap Persiapan
Persiapan merupak an tahap awal pelak sanaan k egiatan Studi Identifik asi Kawasan Kumuh di
Prov insi Banten. Keterk aitan antar k egiatan, pendek atan, k ey target, k eluaran (output) dalam
tahap persiapan ini ditunjukk an pada Gambar 1-3 berikut:

Penyusunan Kriteria Kawasan


Kumuh

Gambar 1-3
Sk ema Proses Tahapan Persiapan
1. Proses Administrasi Pek erjaan
Proses administrasi pek erjaan y ang dimak sud adalah proses peny elesaian administrasi
pek erjaan Studi Identifik asi Kawasan Kumuh di Prov insi Banten y ang antara lain berupa
peny elesaian Surat Perjanjian Kerja (Dok umen Kontrak ), Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK),
dan sebagainy a.
2. Mobilisasi Tim
Mobilisasi tenaga ahli dan tenaga pendukung y ang dik oordinasik an oleh Team Leader untuk
melak sanak an k egiatan Studi Identifik asi Kawasan Kumuh di Prov insi Banten.
3. Penajaman Metodologi
Hasil penajaman metodologi ini, setelah disepak ati oleh Pengguna Jasa, ak an digunak an
dalam pelak sanaan k egiatan Studi Identifik asi Kawasan Kumuh di Prov insi Banten.

S T U DI I D E N T I F I K A S I K A WA S AN K U M U H D I P R O V I N S I B AN T E N

I-8

B a b 1 [ Pendahuluan ]

4. Peny usunan Program Kerja


Peny usunan program k erja y ang dimak sud merupak an proses menerjemahk an hasil
penajaman metodologi k e dalam bentuk rencana k erja rinci, y aitu berupa: alur k egiatan dan
jadwal peny elesaian pek erjaan, y ang setelah disepak ati oleh Pengguna Jasa, ak an menjadi
acuan bersama dalam pelak sanaan Identifik asi Kawasan Kumuh.
5. Pengumpulan Data Sekunder
Pengumpulan data sek under dilak uk an dengan cara mengumpulk an data dan informasi
sek under dari berbagai instansi terk ait y ang diidentifik asi memilik i data dan informasi y ang
diperluk an.
6. Kajian Literatur
Kajian literatur diperluk an untuk mengidentifik asi dan merumusk an kriteria-k riteria k awasan
permuk iman k umuh di perkotaan. Literatur y ang dik aji terutama y ang terk ait dengan
Identifik asi Kawasan Kumuh, baik berupa peraturan perundangan y ang masih berlaku,
pedoman dan panduan tek nis seperti y ang diterbitk an oleh Departemen Pek erjaan Umum
dan Kementrian Negara Perumahan Raky at, dokumen-dok umen perencanaan seperti
Rencana Tata Ruang Wilay ah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), maupun
studi-studi terdahulu.
7. Terhadap Studi Identifik asi Kawasan Kumuh y ang Pernah Dilak sanak an Pemerintah
Kabupaten/Kota di Prov insi Banten
Studi Identifik asi Kawasan Kumuh y ang pernah dilak sanak an oleh Pemerintah
Kabupaten/Kota di Prov insi Banten dilakuk an untuk mempelajari dan mearah k ebijak an,
strategi, dan program-program penataan k awasan permuk iman k umuh y ang ada dan sudah
dilak sanak an. Hasil dari terhadap Studi Identifik asi Kawasan Kumuh y ang pernah
dilak sanak an oleh Pemerintah Kabupaten/Kota di Prov insi Banten dilak uk an ak an digunak an
sebagai masuk an dan bahan pertimbangan dalam tahap perumusan rekomendasi rencana
penanganan k awasan permuk iman kumuh di Prov insi Banten.
8. Peny usunan Kriteria Kawasan Permuk iman Kumuh
Untuk melak uk an identifik asi k awasan permuk iman kumuh digunak an k riteria. Penentuan
k riteria k awasan permuk iman kumuh dilakuk an dengan mempertimbangk an berbagai aspek
atau dimensi seperti k esesuaian peruntuk an lok asi dengan rencana tata ruang, status
(k epemilik an) tanah, letak /k eduduk an lok asi, tingk at k epadatan penduduk , tingk at k epadatan
bangunan, k ondisi fisik , sosial, ek onomi dan buday a masy arak at lok al. Selain itu digunak an
k riteria sebagai k awasan peny angga k ota metropolitan seperti k awasan permuk iman k umuh
teridentifik asi y ang berdek atan atau berbatasan langsung dengan k awasan y ang menjadi
bagian dari k ota metropolitan. Dengan demik ian, untuk menetapk an lok asi k awasan
permuk iman k umuh digunak an kriteria-k riteria y ang dik elompokk an k e dalam k riteria:
a.

Vitalitas non ekonomi.

b.

Vitalitas ek onomi k awasan.

c.

Status k epemilik an lahan.

d.

Keadaan prasarana dan sarana.

e.

Komitmen Pemerintah Daerah.

9. Peny usunan Metode dan Rencana Pengumpulan Data Primer


Pada tahap ini dilak uk an peny iapan perangk at surv ei y ang antara lain mencakup:
peny usunan jadwal rinci k egiatan surv ei dan pengumpulan data, peny usunan daftar
k ebutuhan data, peny usunan panduan surv ei, peny usunan form observ asi lapangan,
peny usunan form wawancara, dan sebagainy a. Metode dan rencana pengumpulan data
primer ini juga disusun berdasark an masuk an dari hasil pengumpulan data sek under.

S T U DI I D E N T I F I K A S I K A WA S AN K U M U H D I P R O V I N S I B AN T E N

I-9

B a b 1 [ Pendahuluan ]

B. Penyusunan Laporan Pendahuluan


Laporan pendahuluan merupak an output dari tahap persiapan. Dengan demik ian, dokumen
laporan pendahuluan ini ak an berisi tentang hasil penajaman metodologi, program k erja rinci,
hasil pengumpulan data sek under, hasil k ajian literatur, hasil atau k ajian terhadap Studi
Identifik asi Kawasan Kumuh y ang pernah dilak sanak an Pemerintah Prov insi Banten, hasil
peny usunan k riteria k awasan kumuh, serta metode dan rencana rinci pengumpulan data primer.
Proses peny usunan laporan pendahuluan meliputi:
1.
2.
3.
4.
5.

Peny usunan draft laporan pendahuluan.


Peny erahan draft laporan pendahuluan.
Pembahasan dan diskusi draft laporan pendahuluan.
Perbaik an dan peny empurnaan draft laporan pendahuluan.
Peny erahan dok umen laporan pendahuluan y ang merupak an
peny empurnaan draft laporan pendahuluan.

hasil perbaik an

dan

C. Tahapan Pengumpulan Data Primer dan A nalisis


Pengumpulan data primer dan analisis merupak an tahap k edua pelak sanaan k egiatan Studi
Identifik asi Kawasan Kumuh di Prov insi Banten. Keterk aitan antar k egiatan, pendek atan, key
target, k eluaran (output) dalam tahap ini ditunjukk an pada Error! Reference source not
found. berik ut.

1. Pengumpulan Data Primer


Merupak an k egiatan pengumpulan data dan informasi y ang relev an dengan substansi
k egiatan Studi Identifik asi Kawasan Kumuh di Prov insi Banten. Secara rinci tahap
pengumpulan data primer ini meliputi k egiatan sebagai berik ut:
a. Pengumpulan data primer.
Pengumpulan data primer dilak uk an dengan cara: peny ebaran k uesioner k epada masingmasing k ecamatan, wawancara dengan masy arak at di lok asi Kawasan Kumuh, dan
observ asi lapangan. Data primer y ang dikumpulk an terutama y ang terk ait dengan
v ariabel kriteria penentuan k awasan kumuh.
b. Verifik asi data.
Verifik asi data hasil surv ei dilakuk an oleh PPTK dan Tim Tek nis dari pihak pengguna jasa
untuk ak hirny a disepak ati setiap item data y ang ak an digunak an dalam analisis.
c. Kompilasi data.
Kompilasi data merupak an proses untuk menstruk turk an data dan informasi y ang
diperoleh hasil surv ei k e dalam bentuk informasi y ang siap untuk dianalisis. Informasi
hasil k ompilasi data dapat berupa tabel, bagan, gambar, ataupun peta. Penyusunan
informasi dalam k ompilasi data ini dilak uk an berdasark an k ebutuhan analisis y ang ak an
dilak uk an dalam k egiatan Studi Identifik asi Kawasan Kumuh di Prov insi Banten.

2. Analisis data:
a. Identifik asi lok asi sebaran k awasan k umuh.
Berdasark an k riteria-kriteria k awasan k umuh untuk Prov insi Banten y ang telah disusun
sebelumny a serta hasil pengumpulan data dan k ompilasi data, mak a dilak uk an identifik asi
lok asi dan pola sebaran k awasan permuk iman di Prov insi Banten. Hasil proses identifik asi
lok asi dan pola sebaran k awasan k umuh tersebut dituangk an k e dalam peta lok asi dan
sebaran k awasan kumuh di Prov insi Banten. Peta dan lok asi sebaran k awasan kumuh ini
juga dilengk api dengan rincian k arak teristik k ek umuhan untuk masing-masing lok asi.
b. Pembobotan k riteria k awasan k umuh.
Pembobotan pada masing-masing k riteria k awasan kumuh dimak sudk an bahwa setiap
k riteria memilik i bobot pengaruh y ang berbeda-beda. Penentuan bobot k riteria bersifat
relatif dan bergantung pada preferensi indiv idu atau k elompok masy arak at dalam melihat

S T U DI I D E N T I F I K A S I K A WA S AN K U M U H D I P R O V I N S I B AN T E N

I - 10

B a b 1 [ Pendahuluan ]

pengaruh masing-masing kriteria. Metode analisis y ang digunak an untuk penentuan


bobot k riteria ini adalah Analytical Hierarchy Process (AHP).

Gambar 1-4
Sk ema Proses Tahap Pengumpulan Data Primer dan Analisis

c. Penilaian k riteria k awasan k umuh.


Penilaian k riteria dilak uk an untuk mengidentifik asi tipologi k awasan k umuh. Penilaian
k riteria y ang dimak sud merupak an akumulasi dari hasil perhitungan terhadap k riteriak riteria k awasan k umuh tersebut. Dari penjumlahan berbagai peubah ak an diperoleh total
nilai mak simum dan minimum setiap k riteria. Proses penilaian menggunak an batas
ambang y ang dik ategorik an k e dalam: tinggi, sedang, dan rendah. Untuk
mengk lasifik asik an hasil penilaian berdasark an k ategori tersebut mak a dilak uk an
perhitungan terhadap akumulasi bobot y ang telah dilak uk an dengan menggunak an
formula sederhana Sturgess.
d. Penentuan tipologi k awasan kumuh.

S T U DI I D E N T I F I K A S I K A WA S AN K U M U H D I P R O V I N S I B AN T E N

I - 11

B a b 1 [ Pendahuluan ]

Berdasark an hasil k egiatan penilaian k awasan k umuh, disusun tipologi k awasan k umuh di
Prov insi Banten y ang dik elompokk an k e dalam 3 (tiga) k ategori, y aitu:
Tipologi kumuh berat.
Tipologi kumuh sedang.
Tipologi kumuh ringan.

Hasil identifikasi tipologi kawasan kumuh tersebut di-plot-kan ke dalam peta lokasi dan
sebaran kawasan kumuh di Provinsi Banten.
D. Penyusunan Laporan A ntara

Laporan antara merupak an laporan pendahuluan y ang ditambahk an output dari tahap
pengumpulan data primer, tahap identifik asi lok asi dan sebaran k awasan kumuh, tahap
pembobotan k riteria k awasan kumuh, tahap penilaian kriteria k awasan k umuh, dan tahap
identifik asi tipologi k awasan kumuh di Prov insi Banten. Dengan demik ian dok umen laporan antara
ini ak an berisi tentang substansi laporan pendahuluan, fak ta empiris dan analisis fak ta empiris,
lok asi dan sebaran k awasan kumuh, pembobotan dan penilaian kriteria k awasan kumuh, dan
tipologi k awasan kumuh di Prov insi Banten. Proses peny usunan laporan antara meliputi:
1.
2.
3.
4.
5.

Peny usunan draft laporan antara.


Peny erahan draft laporan antara.
Pembahasan dan diskusi draft laporan antara.
Perbaik an dan peny empurnaan draft laporan antara.
Peny erahan dok umen laporan antara y ang merupak an hasil perbaik an dan peny empurnaan
draft laporan antara.

E. Penyusunan Laporan Akhir


Laporan akhir merupak an laporan antara y ang ditambahk an output dari tahap perumusan
rekomendasi rencana penanganan k awasan kumuh. Dengan demik ian, dokumen laporan ak hir ini
ak an berisi tentang substansi laporan antara, rumusan rek omendasi rencana penanganan
k awasan k umuh di Prov insi Banten, berupa: Identifik asi Kawasan Kumuh, program dan k egiatan
penataan k awasan k umuh, dan bentuk k elembagaan y ang dapat mengelola program dan
k egiatan penataan Kawasan Kumuh. Proses peny usunan laporan akhir meliputi:
1.
2.
3.
4.
5.

1.6

Peny usunan draft laporan akhir.


Peny erahan draft laporan ak hir.
Pembahasan dan diskusi draft laporan akhir.
Perbaik an dan peny empurnaan draft laporan akhir.
Peny erahan dok umen laporan ak hir y ang merupak an hasil perbaik an dan peny empurnaan
draft laporan ak hir.

SISTEMATIKA

Laporan ini peny usunan Identifik asi Kawasan Kumuh Prov insi Banten ini disusun dengan sistematik a
sebagai berik ut:
Bab 1

Pendahuluan
Berisi uraian mengenai latar belak ang, dasar huk um, mak sud dan tujuan, ruang lingk up,
metodologi, serta sistematik a laporan akhir.

Bab 2

Tinjauan Teoritis
Berisi uraian mengenai tinjauan teori y ang berk aitan dengan penataan Kawasan Kumuh di
Prov insi Banten.

Bab 3

Tinjauan Kebijak an
Berisi uraian mengenai tinjauan k ebijak an y ang berk aitan dengan penataan Kawasan Kumuh
di Prov insi Banten.

S T U DI I D E N T I F I K A S I K A WA S AN K U M U H D I P R O V I N S I B AN T E N

I - 12

B a b 1 [ Pendahuluan ]

Bab 4

Gambaran Umum Prov insi Banten


Berisi uraian mengenai gambaran k ondisi fisik , k ondisi ek onomi, dan k ondisi sosial
k ependuduk an Prov insi Banten

Bab 5

Lok asi Sebaran dan Potret Kawasan Kumuh Prov insi Banten
Berisi uraian mengenai identifik asi lok asi sebaran Kawasan Kumuh dan potret Kawasan
Kumuh untuk masing-masing lok asi di Prov insi Banten.

Bab 6

Tipologi Kawasan Kumuh Prov insi Banten


Berisi uraian mengenai k riteria tingk at k ekumuhan, pembobotan dan penilaian k riteria tingk at
k ek umuhan, serta penentuan tipologi Kawasan Kumuh di Prov insi Banten.

Bab 7

Konsep dan Strategi Penanganan Kawasan kumuh Prov insi Banten


Berisi uraian mengenai pendek atan penanganan, tujuan penanganan, prinsip penanganan,
dan konsep dasar penanganan k awasan kumuh di Prov insi Banten. Sedangk an Strategi berisi
uraian mengenai permasalahan k awasan k umuh berdasark an k lasifik asi k esesuaian dengan
rencana tata ruang dan tipologi tingk at k ekumuhan, serta uraian mengenai strategi dan
k ebijak an penanganan k awasan kumuh Prov insi Banten.

Bab 8

Pelak sanaan Penanganan Kawasan k umuh Prov insi Banten


Berisi uraian mengenai prioritas penanganan, indik asi program penanganan, dan
k elembagaan penanganan k awasan k umuh Prov insi Banten.

S T U DI I D E N T I F I K A S I K A WA S AN K U M U H D I P R O V I N S I B AN T E N

I - 13